Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Cemilan Nagadu (Cegah Anemia Pada Kehamilan Dengan Buah Naga Dan Madu) Rachmawati, Fijri; Mariza, Ana; Idayani, Tri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20843

Abstract

Anemia dalam kehamilan merupakan suatu kondisi ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11 gr/dL pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr/dL pada trimester II. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang jus buah naga dan madu dalam meningkatkan Hb selama masa kehamilan. Kegiatan ini dilaksanakan di Tiyuh Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kegiatan dimulai dengan terlebih dahulu dengan memberikan soal pre test guna menggali pemahaman ibu hamil tentang manfaat jus buah naga dan madu untuk mencegah anemia. Selanjutnya memberikan edukasi/penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan jus buah naga dan madu yang ditujukan kepada ibu hamil selama 45 menit dan selanjutnya melakukan evaluasi terhadap pemahaman ibu hamil setelah diberikan penyuluhan dengan memberikan soal post test. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi akan manfaat dari konsumsi jus buah naga dan madu.Kata kunci : Anemia, buah naga, ibu hamil, madu
Analysis Of Factors Causing Low Birth Weight (Lbw) Incidents Afriani, Nasita; Rachmawati, Fijri; Mariza, Ana; Kurniasari, Devi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.18224

Abstract

Latar Belakang Data World Health Organization (WHO) menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mencapai 111.719 kasus pada tahun 2019. Kasus kematian bayi di Kota Bandar Lampung tahun 2022 sebanyak 56 kasus atau 3,1 per kelahiran hidup. Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin menunjukkan terdapat 1.197 bayi yang lahir pada tahun 2021-2023. Berdasarkan observasi ada 30 (0,02%) bayi yang mengalami BBLR.  Dampak bayi BBLR yaitu rentan stunting, IQ rendah, disabilitas permanen, gangguan kognitif, gangguan perkembangan syaraf, dan rentan infeksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2021-2023. Metode Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Bintang Amin dilakukan pada bulan Maret-juli. Populasi bayi lahir di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin 2021-2023 sebanyak 1.197 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 responden. Variabel independent dalam penelitian ini adalah usia ibu, paritas, anemia, status gizi ibu dan ketuban pecah dini dengan variabel dependent kejadian bayi BBLR. Teknik sampling purposive sampling, Analisa data univariate dan bivariate menggunakan uji chi square. Hasil analisis dari 60 bayi, BBLR sebanyak 30 responden (50,0%) dan tidak BBLR sebanyak 30 (50,0%) responden. Faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah usia ibu p-value 0,000 (<0,05), paritas p-value 0,000 (<0,05), anemia p-value 0,000 (<0,05), status gizi p-value 0,000 (<0,05), ketuban pecah dini p-value 0,004(<0,05). Sehingga usia ibu, paritas, anemia, status gizi, dan ketuban pecah dini berhubungan dengan kejadian BBLR. Diharapkan dapat diberikan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan BBLR sedini mungkin. Kata Kunci : BBLR, Usia, Paritas, Gizi, Anemia ABSTRACT Background World Health Organization (WHO) data shows that the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia reached 111,719 cases in 2019. Cases of infant mortality in Bandar Lampung City in 2022 were 56 cases or 3.1 per 100,000 live births. Pertamina Bintang Amin Hospital showed that there were 1,197 babies born in 2021-2023. Based on observations, there were 30 (0.02%) babies who experienced LBW. The impact of LBW babies is prone to stunting, low IQ, permanent disability, cognitive disorders, neurodevelopmental disorders, and susceptibility to infection. The purpose of the study was to determine the factors that influence the occurrence of LBW at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2021-2023. Quantitative research with a cross-sectional research design. The study was conducted at Bintang Amin Hospital in March-July. The population of babies born at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2021-2023 was 1,197 people. The sample in this study was 60 respondents. Independent variables in this study were maternal age, parity, anemia, maternal nutritional status and premature rupture of membranes with dependent variables of LBW infants. The sampling technique was purposive sampling, Univariate and bivariate data analysis using the chi square test. The results of the analysis of 60 infants, LBW as many as 30 respondents (50.0%) and non-LBW as many as 30 (50.0%) respondents. Factors related to the incidence of LBW are maternal age p-value 0.000 (<0.05), parity p-value 0.000 (<0.05), anemia p-value 0.000 (<0.05), nutritional status p-value 0.000 (<0.05), premature rupture of membranes p-value 0.004 (<0.05). So that maternal age, parity, anemia, nutritional status, and premature rupture of membranes are related to the incidence of LBW. It is expected that public knowledge can be provided about preventing LBW as early as possible. Keywords : LBW, Age, Parity, Nutrition, Anemia 
Relationship Between Knowledge Level And Nutritional Status With Anemia Incidence In Pregnant Women Susilawati, Susilawati; Amirus, Khoidar; Mariza, Ana; Sunarsih, Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.17904

Abstract

Anemia merupakan kondisi menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit di bawah nilai normal. Menurut World Health Organization (WHO), 20% dari 515.000 kematian ibu di seluruh dunia disebabkan oleh anemia. Ibu hamil dengan anemia yang mengalami anemia di Puskesmas Gedung Menheng pada tahun 2022 sebanyak 43 dari 210 ibu hamil. Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan persentase anemia pada ibu hamil pada tahun sebelumnya, yakni tahun 2021 yang hanya sebanyak 38 dari 198 ibu hamil.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil bulan Juli di Puskesmas Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang sebanyak 42 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling Analisis Univariat dan Bivariat dengan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang mengalami anemia tidak mengalami anemia yaitu 16 orang (53,3%), pengetahuan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang 15 orang (50%), status gizi sebagian besar responden baik yaitu 16 responden (53,3%). Ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, diperoleh nilai p sebesar 0,001 (<0,05) OR 26.000 Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil, diperoleh nilai p sebesar 0,000 (<0,05). OR yang diperoleh 42.000. Disarankan bagi ibu hamil untuk mencegah anemia dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti ikan, telur, daging, bayam, tomat, tahu/tempe, kacang merah, dan lain-lain serta mengonsumsi tablet FeKata Kunci: Anemia, Pengetahuan, Status Gizi, Ibu Hamil ABSTRACTAnemia is a condition of decreased hemoglobin, hematocrit and erythrocyte count below normal values. According to the World Health Organization (WHO), 20% of the 515,000 maternal deaths worldwide are caused by anemia. Pregnant women with anemia who experienced anemia at the Gedung Menheng Health Center in 2022 were 43 out of 210 pregnant women. This figure has increased when compared to the percentage of anemia in pregnant women in the previous year, namely 2021, which was only 38 out of 198 pregnant women. The purpose of the study was to determine the relationship between the level of knowledge and nutritional status with the incidence of anemia in pregnant women at the Gedung Meneng Health Center, Tulang Bawang Regency in 2023.The type of research used was analytical research with a cross-sectional approach. The population in this study were pregnant women in July at the Gedung Meneng Health Center, Tulang Bawang Regency, as many as 42 people. The sample in this study was 30. The sampling technique used was purposive sampling Univariate and Bivariate Analysis with the Chi Square test.The results of the study showed that most of the respondents who experienced anemia did not experience anemia, namely 16 people (53.3%), the knowledge of most respondents had insufficient knowledge 15 people (50%), the nutritional status of most respondents was good, namely 16 respondents (53.3%). There is a relationship between knowledge and the incidence of anemia in pregnant women, obtained a p.value of 0.001 (<0.05) OR 26,000 There is a relationship between nutritional status and the incidence of anemia in pregnant women, obtained a p.value of 0.000 (<0.05). OR obtained 42,000. It is recommended for pregnant women to prevent anemia by eating foods containing iron such as fish, eggs, meat, spinach, tomatoes, tofu/tempeh, red beans, and others and consuming Fe tablets Keywords: Anemia, Knowledge, Nutritional Status, Pregnant Women
The Effect Of Tui Na Massage With Weight Increase To Bgm Toddlers Ages 1-3 Years Old Sari, Diana; Yantina, Yuli; Nurliyani, Nurliyani; Mariza, Ana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.21666

Abstract

ABSTRAK : PENGARUH PIJAT TUI NA DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN BALITA BGM USIA1-3 TAHUN Latar Belakang : Berat badan merupakan salah satu parameter pertumbuhan seorang anak, disamping faktor tinggi badan. Data dari Puskesmas Branti Raya pada tahun 2022 kasus balita BGM meningkat sebesar 24 kasus. Upaya untuk mengatasi kesulitan makan dapat dilakukan dengan cara non farmakologi seperti Pijat Tui na. Pijat Tu Ina ini merupakan teknik pijat yang lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan, melalui modifikasi dari akupunktur tanpa jarum. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh pijat tui na dengan kenaikan berat badan balita BGM Di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Tahun 2022. Jenis penelitian: kuantitatif dengan rancangan pra eksperimen semu dengan one group pretest-postest. Populasi dalam penelitian adalah balita yang akan dilakukan Pijat Tui Na dengan sampel berjumlah 24 balita, teknik sampel yang digunakan total sampling. Penelitian ini telah dilaksanaan di wilayah kerja Puskesmas Rawat Beranti Raya pada bulan Apil – Juni 2022. Pangambilan data dengan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji t test). Hasil : Diketahui rata-rata berat badan balita sebelum dilakukan pijat tui na adalah 9383.3 gram dan setelah dilakukan pijat tui na rata-rata berat badan adalah 9841,6 gram. Kesimpulan Ada Pengaruh Pijat Tui Na Dengan Kenaikan Berat Badan Balita BGM Di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Tahun 2022 dengan nilai (p-value = 0,000 < α = 0,05). Saran pada ibu balita agar dapat memanfaatkan teknik pijat tui na sebagai cara dalam mengatasi kesulitan makan pada anak balita dan mengaplikasikan terapi pijat tui na dalam kehidupan sehari-hari Kata. Kunci : Berat Badan Balita, Gizi Kurang, Pijat Tui NaABSTRACTBackground : Body weight is one of the growth parameters of a child, in addition to the height factor. Data from the Branti Raya Health Center in 2022 cases of BGM toddlers increased by 24 cases. Efforts to overcome eating difficulties can be done by non-pharmacological methods such as Tui na massage. Tu Ina massage is a more specific massage technique to overcome eating difficulties in toddlers by improving blood circulation in the spleen and digestion, through a modification of acupuncture without needles. The purpose of this study was to determine the effect of tui na massage with weight gain of BGM toddlers in the Branti Raya Health Center Working Area in 2022. Type of research: quantitative with a quasi-experimental design with one group pretest-posttest. The population in this study is toddlers who will have Tui Na massage with a sample of 24 toddlers, the sample technique used is total sampling. This research was carried out in the working area of the Rawat Beranti Raya Health Center in April – June 2022. The data were collected using observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate (t test). Results: It is known that the average body weight of toddlers before tui na massage is 9383.3 grams and after tui na massage the average weight is 9841.6 grams. Conclusion There is an Effect of Tui Na Massage with BGM Toddler Weight Gain in the Work Area of the Branti Raya Health Center in 2022 with a value (p-value = 0.000 < = 0.05). Suggestions for mothers of toddlers to be able to use tui na massage techniques as a way to overcome eating difficulties in toddlers and apply tui. na massage therapy in daily lifeKeywords: Toddler Weight, Malnutrition, Tui Na Massage
Optimalisasi Jahe Merah Sebagai Analgesik Kewanitaan Dalam Bentuk Sediaan Dried Ginger Mariza, Ana; Sunarsih, Sunarsih; Primadianti, Annisa
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.21024

Abstract

Dismenore memiliki dampak besar terhadap kehidupan wanita dan dapat menurunkan  kualitas hidup seperti pembatasan aktivitas sehari-hari, produktivitas kerja menurun, kualitas tidur berkurang dan gangguan suasana hati yang menyebabkan tingginya tekanan emosional sehingga terjadi kecemasan dan depresi.  Dampak fisik berupa nyeri kronis yang dapat menghambat aktivitas, menimbulkan ketidaknyamanan fisik, stress, kecemasan dan kerusakan organ reproduksi yang memperkecil peluang terjadinya kehamilan. Di Indonesia kejadian dismenorea sekitar 64,25%, dari 30-60% wanita yang mengalami dismenorea, sebanyak 7-15% tidak pergi ke sekolah atau bekerja. Tujuan kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesehatan mitra serta kemampuan Masyarakat secara mandiri mengolah jahe merah menjadi analgesic kewanitaan dalam bentuk sediaan dried ginger. Kegiatan dilakukan di keluarahan Kebon Jeruk Kota Bandar Lampung. Kegoatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi tentang dismenorea, pengukuran nyeri dismenorea sebelum dan setelah konsumsi jahe merah serta pelatihan dan pendampingan pembuatan analgesic kewanitaan dari jahe merah dalam bentuk dried ginger menggunakan teknologi inovasi berupa Mesin pencuci dan pengupas jahe merah, mesin pengiris jahe merah dan mesin pengering dengan Food Dehydrator Machine. Hasil kegiatan adanya peningkatan kesehatan mitra yaitu berkurangnya nyeri dismenore hingga 80%  setelah mengkonsumsi jahe merah selama 1 siklus menstruasi  yang di ukur dengan kuisioner NRS (Numeric Rating Scale). Sedangkan peningkatan level keberdayaan mitra diketahui Masyarakat mampu secara mandiri mengolah jahe merah dalam sediaan dried ginger dengan skor minimal keterampilan yaitu 75. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya wanita dengan memanfaatkan tanaman yang ada di lingkungan masyarakat yaitu jahe merah.
The Relationship Of Knowledge With The Incidence Of Anemia In Premarital Women Andriani, Nita; Sunarsih, Sunarsih; Mariza, Ana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i9.7976

Abstract

Latar Belakang: Pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh keberlanjutan dan kualitas generasi muda sebagai subjek maupun objek pembangunan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi anemia pada perempuan usia pranikah sebesar 26,50%, perempuan usia subur 26,9%, ibu hamil 40,1%, dan balita 47,0%. Di wilayah kerja Puskesmas Pugung Raharjo, kasus anemia pada perempuan usia pranikah periode Januari–April 2022 tercatat sebanyak 105 kasus.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada perempuan usia pranikah di wilayah kerja Puskesmas Pugung Raharjo tahun 2021/2022.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan pendekatan survei analitik. Populasi penelitian sebanyak 105 responden, seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat.Hasil: Responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 45 (42,9%). Responden yang tidak mengalami anemia sebanyak 58 (55,2%), sedangkan yang mengalami anemia 47 (44,8%). Pada kategori pengetahuan baik, tidak anemia 14 (13,3%) dan anemia 18 (17,1%). Pengetahuan cukup, tidak anemia 32 (30,5%) dan anemia 13 (45,0%). Pengetahuan kurang, tidak anemia 12 (11,4%) dan anemia 16 (15,2%). Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p = 0,017 < α (0,05), artinya terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kejadian anemia.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada perempuan usia pranikah.Saran: Diharapkan perempuan usia pranikah lebih memperhatikan kesehatan melalui pemeriksaan rutin, khususnya terkait anemia, serta menjaga pola konsumsi makanan bergizi seimbang. Kata kunci: Anemia, pengetahuan, pranikah ABSTRACT Background: The development of a nation is determined by the sustainability and quality of the younger generation as both subjects and objects of development. According to data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, the prevalence of anemia among premarital women is 26.50%, women of reproductive age 26.9%, pregnant women 40.1%, and children under five 47.0%. In the working area of Pugung Raharjo Public Health Center, there were 105 cases of anemia among premarital women during the period of January–April 2022. Objective: This study aimed to determine the relationship between the level of knowledge and the incidence of anemia among premarital women in the working area of Pugung Raharjo Public Health Center in 2021/2022.Methods: This was a quantitative study with a cross-sectional design and an analytical survey approach. The study population consisted of 105 respondents, all of whom were included as the sample using a total sampling technique. Data analysis was conducted using univariate and bivariate tests.Results: Respondents with sufficient knowledge totaled 45 (42.9%). A total of 58 respondents (55.2%) did not experience anemia, while 47 respondents (44.8%) experienced anemia. In the good knowledge category, 14 (13.3%) had no anemia and 18 (17.1%) had anemia. In the sufficient knowledge category, 32 (30.5%) had no anemia and 13 (45.0%) had anemia. In the poor knowledge category, 12 (11.4%) had no anemia and 16 (15.2%) had anemia. The bivariate test showed a p-value of 0.017 < α (0.05), indicating a significant relationship between knowledge and the incidence of anemia.Conclusion: There is a significant relationship between the level of knowledge and the incidence of anemia among premarital women.Suggestion: Premarital women are encouraged to pay more attention to their health through regular check-ups, particularly concerning anemia, and to maintain a balanced and nutritious diet. Keywords: Anemia, knowledge, premarital women
Efektifitas pemberian tablet fe dan madu terhadap kadar hemoglobin ibu hamil Efia, Nur; Mariza, Ana; Evrianasari, Nita; Astriana, Astriana
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 1 No. 1 (2023): December Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v1i1.1098

Abstract

Anemia is a health problem in all over the world especially developing country which is estimated around 30% of world’s citizen suffer from anemia/ the number of anemia on pregnancy in Indonesia shows the high number which is 3.8% on trimester I, 13.6% on trimester II and 24.8% on trimester III. At Hajimena Health Centre of Natar sub-district South Lampung Regency has not handled anemia on pregnant woman yet by giving FE and honey. The researcher wants to know is there any affectivity of giving FE tablet and honey towards pregnant woman’s hemoglobin at the working area of Hajimena Health Centre of Natar sub-district South Lampung Regency. Quantitative research type with quasy experiment research design and two group pretest-posttest. The research population of anemia on pregnant woman as many as 79 people with the sample as many as 32 people, the sampling technique was Purposive Sampling. The data analysis was t-test univariate and bivariate. The influence of Fe tablet and honey giving towards pregnant woman’s haemoglobin at the working area of Hajimena Health Centre of Natar sub-district South Lampung Regency year of 2019 (t-test > t count 14.067, p-value 0.000 < 0.05). There were the difference of hemoglobin level on experiment group and control group where it was obtained t-test > tcount 8.292 > 1.725 p-value = 1.0004 (<α 0.05) which means there was the hemoglobin level difference between experiment group and control group, with mean difference as much as 0.8. Pregnant woman should improve consuming the food contains vitamin C, B12, folic acid and protein to improve FE absorption in the body and also to prevent consuming food source FE along with the food which can inhibit FE absorption such as tea, coffee and milk. Keywords : Hemoglobin level, pregnant woman, FE+Honey Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia, banyak terjadi terutama pada ibu hamil. Madu merupakan panganan mengandung besi ( Fe ), Vitamin C, Vitamin B. Kompleks dan Asam Folat yang dapat membantu meningkatkan pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia. Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada efektifitas pemberian tablet Fe dan madu terhadap kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Lampung Selatan tahun 2019. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan two group pretest-postest. Populasi penelitian ibu hamil sampel sebanyak 32 orang, teknik sampling Purposive Sampling. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test). Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis didapat bahwa distribusi frekuensi kadar Hemoglobin ibu hamil sebelum pemberian Fe dan madu adalah 9,975 dengan standar deviasi 0,4187 dan distribusi frekuensi kadar Hemoglobin ibu hamil setelah diberikan FE dan madu adalah 11,213 dengan standar deviasi 0,3964. Ada pengaruh Pemberian Tablet Fe Dan Madu Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Diwilayah Kerja Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan (t-test > t hitung 14,067, p–value 0,000 < 0,05). Terdapat perbedaan kadar hemoglobin pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dimana didapatkan t- test > t hitung 8,292 > 1.725 p-value = 0,004 (< α 0,05) yang berarti ada perbedaan kadar haemoglobin antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan perbedaan nilai mean sebesar 0.8 point. Kata kunci: Kadar haemoglobin , ibu hamil, FE+Madu
AKUPRESUR SP6 TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Ariesty, Ghina Ayu; Mariza, Ana; Evrianasari, Nita; Isnaini, Nurul
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.3428

Abstract

Labor pain begins to arise in stage I, which comes from uterine contractions and cervical dilation, labor pain can cause complications of labor, one of which is prolonged labor. Prolonged labor is the most reported complication (41%). One of the techniques for reducing labor pain is acupressure SP6. The research objective was to determine the effect of SP6 acupressure on the intensity of active phase I labor pain at Airan Raya Hospital, South Lampung in 2020. This type of quantitative research uses a quasi-experimental approach and pre-post test design. The time of the study was conducted from April to July 2020. The population in this study were all stage I inpartum patients at Airan Raya Hospital, South Lampung in 2020, a sample of 28 people, using purposive sampling technique. The independent variable was Acupressure SP6, the dependent variable was labor pain. Data collection using the VAS observation sheet, univariate and bivariate data analysis (t test). The results of the study the mean labor pain before being given the SP6 acupressure technique was 7.3 and after being given the SP6 acupressure technique was 5.47. There is an effect of the SP6 acupressure technique on active phase I labor pain at Airan Raya Lampung Selatan Hospital in 2020 (p-value 0.00 <0.05) with a decrease of 1.83. It is suggested for mothers to disseminate their experiences, especially the SP6 acupressure action which aims to reduce pain during labor, so that it can be information for other mothers who are about to give birth. For health workers, improve the skills of officers to perform acupressure techniques SP6. Keywords : SP6 acupressure, labor pain, Active phase I Labor Pain ABSTRAK Nyeri persalinan mulai timbul pada tahap kala I yang berasal dari kontraksi uterus dan dilatasi seriks, nyeri persalinan dapat menimbulkan komplikasi persalinan salah satunya adalah partus lama. Partus lama adalah komplikasi yang paling banyak dilaporkan (41%), salah satu tekhnik untuk pengurangan nyeri persalinan adalah denganakupresur SP6. Tujuan penelitian diketahui pengaruh akupresur SP6 terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di RS Airan Raya Lampung Selatan tahun 2020. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan pre dan post test design. Waktu penelitian dilakukan dari bulan April – Juli 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien inpartu kala I di RS Airan Raya Lampung Selatan tahun 2020, sampel sebanyak 28 orang, tekhnik sampling dengan Purposive Sampling. variabel independen adalah Akupresur SP6, dependen nyeri persalinan. pengumpulan data dengan lembar observasi VAS, analisis data secara univariat dan bivariat (uji T). Hasil penelitian rata-rata nyeri persalinan sebelum diberikan teknik akupresur SP6 adalah 7,3 dan setelah diberikan teknik akupresur SP6 adalah 5,47. Ada pengaruh teknik akupresur SP6 terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di RS Airan Raya Lampung Selatan tahun 2020 (p–value0,00< 0,05) dengan penurunan 1,83. Disarankan bagi ibu untuk menyebarluaskan pengalaman yang didapat, khususnya tindakan  akupresur SP6  yang bertujuan untuk pengurangan nyeri selama persalinan berlangsung, sehingga dapat menjadi informasi bagi ibu yang akan bersalin lainnya. Bagi petugas kesehatan, agar meningkatkan keterampilan petugas untuk melakukan teknik akupresur SP6. Kata kunci  : Akupresur SP6, Nyeri Persalinan, Kala I Fase Aktif 
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Putriyaza, Lala; Mariza, Ana; Putri, Ratna Dewi; Yuviska, Ike Ate
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.5024

Abstract

Background: Nausea (nausea) and vomiting (emesis gravidarum) are normal in pregnant women but if nausea and vomiting occur >10 times a day, it can disrupt the balance of nutrition, electrolytes, and can affect the general condition so that if vomiting increases to hyperemesis it can cause fetal growth disturbed. The incidence of emesis gravidarum in pregnant women is 50-90%, while hyperemesis gravidarum reaches 10-15% in Lampung Province from 19,896 pregnant women. Nausea in pregnancy can be overcome by using complementary therapies, including aromatherapy. The purpose: of the study was to determine the effect of giving lemon aromatherapy on emesis gravidarum in pregnant women TM 1 at the Wonogiri Health Center.Methods: This type of research is quantitative and pre-experimental research design with one group pre-post test design. The population of this study were all 34 pregnant women. . The sample in this study amounted to 34 pregnant women. The sampling technique uses saturated sampling, that is, all members of the population are sampled.  The object of this research is emesis gravidarum and lemon aromatherapy. The research was carried out at the Wonogiri Health Center, Kotabumi, North Lampung in June - July 2021. Data collection used a questionnaire sheet. Data analysis was univariate and bivariate (t test).The results: of the study on average nausea and vomiting before being given lemon aromatherapy was 8.7, while the average nausea and vomiting after being given lemon aromatherapy was 6.4. Conclusion: There is an effect of giving lemon aromatherapy on emesis gravidarum in pregnant women TM 1 at the Wonogiri Health Center with a p-value of 0.000. Suggestion: It is hoped that hoped can do lemon aromatherapy as an effort to reduce nausea and vomiting during pregnancy Keywords: Lemon Aromatherapy, Nausea Vomiting ABSTRAK Latar Belakang: Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) suatu yang normal pada ibu hamil namun jika mual muntah terjadi >10 kali dalam sehari, dapat mengganggu keseimbangan gizi, cairan elektrolit, dan dapat memengaruhi keadaan umum sehingga jika muntah bertambah menjadi hiperemesis dapat mengakibatkan pertumbuhan janin terganggu. Angka kejadian emesis gravidarum pada wanita hamil yaitu 50-90%, sedangkan hiperemesis gravidarum mencapai 10-15% di Provinsi Lampung dari jumlah ibu hamil yang ada yaitu sebanyak 19.896 orang, Rasa mual dalam kehamilan dapat ditanggulangi dengan menggunakan terapi pelengkap antara lain dengan aromaterapi.Tujuan penelitian: diketahui pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil TM 1 di Puskesmas Wonogiri.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian pre eksperimen dengan rancangan one group  pre post test design. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil sebanyak 34 orang. . Sampel pada penelitian ini berjumlah 34 ibu hamil. Teknik sampling menggunakan sampling jenuh yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Objek penelitian ini adalah emesis gravidarum dan aromaterapi lemon. Penelitian telah dilaksanakan di Puskesmas Wonogiri Kotabumi Lampung Utara pada bulan Juni - Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisi data secara univariat dan bivariat (uji t).Hasil penelitian: rata-rata mual muntah sebelum diberikan aromaterapi lemon adalah 8,7, sedangkan rata-rata mual muntah sesudah diberikan aromaterapi lemon adalah 6,4.KesimpulanAda pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil TM 1 di Puskesmas Wonogiri dengan p-value 0,000.Saran : Diharapkan untuk ibu hamil agar dapat menggunakan aromaterapi lemon dalam mengatasi mual muntah dalam kehamilan. Kata Kunci : Aromaterapi Lemon, Mual Muntah 
PERBEDAAN PEMBERIAN KONSUMSI TABLET FE DENGAN FE+ASAM FOLAT TERHADAP PENINGKATAN HAEMOGLOBIN IBU HAMIL TM I DAN II Fradika, Agustina; Samino, Samino; Mariza, Ana; Sari, Dewi Yulia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5195

Abstract

Background: Pregnant women with risk of anemia have miscarriage, prematurely birth babies, low birth weight babies, and bleeding before and after childbirth. In Indonesia, the problem of anemia in pregnant women is still a public health problem because of it’s prevalence of more than 50%. To treat anemia in pregnant women is usually a treatment there are two ways that are pharmacologically and non-pharmacological.Purpose: The purpose of the study aims to determine the consumtion of regular Fe tablets with Fe+Folic acid on increased hemoglobin in pregnant women TM I and II.Methods: Quantitative research type, experimental Quasi with non-equivalent control group approach, sampling technique purposive sampling, univariate data analysis and bivariate using t-test.Results: The statistical test with the t-test obtained a p-value of 0.000 < 0.05 which means there is a difference in routine Fe with Fe+Folic Acid to increase hemoglobin in pregnant women TM I and II.Conclusion: The average pretest hemoglobin in the group that was given routine FE to pregnant women with TM I and II with a mean of 9,733 and after the second measurement there was an increase in Hb with a mean of 10,740. Suggestion The average pretest Hb given FE + folic acid to pregnant women TM I and II with a Mean 10.02 and after the 2nd measurement the Hb increased to a Mean 11.00. Suggestion : It is expected for expectant mothers to always consusate Folic acid and Fe tablets during pregnancy from TM I to TM III and still consume Fe tablets although not consuming Folic acid. Keywords: Fe tablets, Folic Acid, Hemoglobin ABSTRAK Latar Belakang: Ibu hamil yang menderita anemia berisiko mengalami keguguran, bayi lahir sebelum waktunya, bayi berat lahir rendah, serta perdarahan sebelum saat dan setelah melahirkan. Di Indonesia masalah anemia pada ibu hamil masih merupakan masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya lebih dari 50%. Untuk mengatasi anemia pada ibu hamil biasanya penanganan ada 2 cara yang dilakukan yaitu secara farmakologi dan non farmakologi.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian konsumsi tablet Fe rutin dengan Fe+Asam Folat terhadap peningkatan Hemoglobin pada ibu hamil TM I dan II.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, Quasi Eksperimental dengan pendekatan non equivalent control group, teknik sampling purposive sampling, analisa data univariat dan bivariate menggunakan t-tes.Hasil: Rata-rata Hemoglobin pretes pada kelompok yang diberi FE rutin terhadap ibu hamil TM I dan II dengan Mean 9,733 dan setelah dilakukan pengukuran ke 2 mengalami kenaikan Hb dengan Mean 10,740Rata-rata Hb pretes yang diberi FE+asam folat terhadap ibu hamil TM I dan II dengan Mean 10,02 dan setelah dilakukan pengukuran ke 2 mengalami kenaikan Hb menjadi Mean 11,00.Kesimpulan Hasil uji statistik dengan t-tes didapat nilai p-value 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan FE rutin dengan FE+asam folat terhadap peningkatan Hemoglobin pada ibu hamil TM I dan II.Saran: Diharapkan bagi ibu hamil agar selalu mengkonsumsi Asam Folat dan tablet Fe selama masa kehamilan dari TM I hingga TM III dan tetap mengkonsumsi Fe meskipun tidak mengkonsumsi Asam Folat. Kata Kunci: Tablet Fe, Asam Folat, Hemoglobin.   
Co-Authors A.S, Veronica Dyah Adelia, Martha Afriani, Nasita Agustin, Feni Nia Ana Tince Wati Sihombing Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Anisa Ermasari Annisa Umi Kalsum Apriana, Henita Apridayanti Apridayanti Ariesty, Ghina Ayu Aryawati, Wayan Asih Dwi Astuti Aslam, Fatmawati Asni Lazary Astriana Astriana, Astriana Auda Audrias Christika Lucia Anggraini Dainty Maternity Dayu Linda Sari Desfia HaryatiHS Desi Risna Purnamasari Dewi Yuliasari Dewi Yuliasari Diana Sari Diyan Azhari Dwi Sriwinih Efia, Nur Eka Rohmayanti Endang Tri Wulandari Ermasari, Anisa Ermasari, Anissa Ermawati, Rosi Ernawati Ernawati Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Fajar Amaliah Febrianti Febrianti Feni Mustilah Fitriana, Fajar - Fradika, Agustina Hera Mutmainah Hermawan, Dessy Idayani, Tri Iqmy, Ledy Octaviani Irma Rismaya Khoidar Amirus Kiswari Kiswari Kurniasari, Devi Lala Putriyaza Lala Putriyaza Lathifah, Neneng Siti Linawati Novikasari Livia Nizaranuki Lolita Sari Maida Nurahmah Maria Ulfa, Ade Marina, Ni Nyoman Marsal Usman Mei Lidia Utami Meilita, Masti Meliya Adiya Putri Mulia, Anissa Nana Kristina Nana Kristina Naswati, Wawat Neneng Siti Lathifah Neni, Neni Ni Putu Eka Budi Sulistiyawati Ningsih, Astri Cahya Nita Andriani Nita Evriana Sari Novi Sulistiyowati Nurliani Nurliani Nurliyani Nurliyani Nurul Isnaini Nurul Isnaini Parina, Febriyantina Primadianti, Annisa Putri Lia Rosa Putri, Ratna Dewi Putri, Ratna Dewi Putriyaza, Lala Putu Candrawati Rachmawati, Fijri Ramadhani, Andesta Ratnaningsih, Tri Astuti Rianti, Maria Asih Riska, An Risma Ayu Perdana Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Rizki Novita Ratna Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Samino Samino Samino Samino Sari, Dewi Yulia Sari, Nita Evriana Selmi Rita A Serin Jonitha Setiawati Setiawati Siti Julaeha, Siti Siti Maysaroh Siti Soleha Sri Utami Suharman Suharman Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Syamraini Silda Tia Erlina Trisnawati Trisnawati Udrotusaniah, Ita Ulfa, Ade Maria Utami, Vida Wira wahyuni wahyuni Wayan Aryawati Wiwin Lestari Yuli Yantina Yusmaniar, Erma Yuspita, Yeni Yuviska, Ike Ate Yuviska, Ike Ate Zaima Zaima zarma Zarma