Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pola Asuh, Pemberian Asi Eksklusif, dan Riwayat Infeksi dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat Ernawati, Ernawati; Mariza, Ana; Aryawati, Wayan
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.11776

Abstract

ABSTRACT Stunting remains a health issue that requires attention. Stunting data in West Lampung Regency in 2021 was 22.7%. The prevalence of stunting at Kebun Tebu Public Health Center in West Lampung is high, reaching 27.1%. The impact of stunting on toddlers includes metabolic disorders, infections and immunity issues, digestive system disturbances, neural development and intelligence effects, socioeconomic implications, and health risks. The purpose is To understand the relationship between parenting patterns, exclusive breastfeeding, and history of infections with the occurrence of stunting. Methods in This study was quantitative design, utilizing an analytical survey design with a cross-sectional time approach. The population for this research consisted of all mothers with toddlers in the working area of Kebun Tebu Public Health Center in West Lampung, totaling 193 individuals. The sampling technique employed is proportional random sampling. Chi-square test is used for statistical analysis. Result is The statistical test results showed that variable parenting patterns get a p-value = 0.034, and OR = 2.308, exclusive breastfeeding p-value = 0.000, and OR = 6.369, and history of infectious diseases (p-value = 0.000, and OR = 5.995), and the occurrence of stunting. Conclusion is The research findings indicated a relationship between parenting patterns, exclusive breastfeeding, history of infectious diseases, and the occurrence of stunting. Suggestion: hoped that healthcare professionals enhance efforts to improve the nutritional status of toddlers through supplementary feeding and provide education on exclusive breastfeeding and Early Initiation of Breastfeeding (EIB) for mothers starting from pregnancy. Keywords: Parenting Patterns, Exclusive Breastfeeding, History of Infections, Stunting  ABSTRAK Stunting hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Data stunting di Kabupaten Lampung Barat tahun 2021 yaitu 22,7%. Prevalensi stunting di Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat cukup tinggi yaitu 27,1%. Dampak stunting bagi balita meliputi gangguan metabolik, infeksi dan imunitas, sistem digestif/ pencernaan, dampak perkembangan saraf dan kecerdasan, sosial ekonomi, serta risiko kesehatan. Tujuan penelitian ini Diketahui hubungan pola asuh, pemberian ASI eksklusif, dan riwayat infeksi dengan kejadian stunting. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat, dengan jumlah 193 orang, dan teknik sampling proportional random sampling. Uji stastistik menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik variabel pada  pola asuh orangtua diperoleh  p-value = 0,034, dan OR = 2,308, pemberian ASI eksklusif p-value = 0,000, dan OR= 6,369, dan riwayat penyakit infeksi p-value = 0,000, dan OR= 5,995. Kesimpulan yaitu Hasil penelitian diperoleh ada hubungan pola asuh orangtua, pemberian ASI eksklusif, dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting. Saran dalam penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan upaya perbaikan status gizi balita dengan pemberian makanan tambahan dan penyuluhan ASI eksklusif dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) bagi ibu sejak masa kehamilan. Kata Kunci: Pola Asuh, Pemberian ASI Eksklusif, Riwayat Infeksi, Stunting
Pengaruh Penyuluhan dengan Media LCD terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Keputihan di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) Utami, Sri; Mariza, Ana; Aryawati, Wayan; Ermasari, Anisa
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.11855

Abstract

ABSTRACT Leucorrhoea is discharge other than blood from the vaginal canal that is out of the ordinary, whether it smells or not, and is accompanied by itching. Leucorrhoea can be caused by an infection/inflammation. In addition, it can be caused by hormonal problems and lack of awareness and knowledge to maintain good feminine hygiene. Leucorrhoea is a common thing experienced by women, one of which is young women, especially high school students. Quantitative research, quasy experimental research design with a two group pre and posttest approach. The population of this study were all teenagers at SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) as many as 192 people with a sample used as many as 66 respondents divided into 33 intervention groups and 33 control groups using quota sampling. The research was conducted at SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) in June 2023. Data collection by questionnaire. Data analysis was univariate (average) and bivariate (wilcoxon). There is an effect of counseling with LCD media on increasing the knowledge of adolescent girls about vaginal discharge at SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS). Showed that the knowledge of adolescents about vaginal discharge before being given to the intervention group was 7.8 and after the intervention was 11.8. While the knowledge of adolescents about vaginal discharge before the control group was 9.12 and knowledge of adolescents about vaginal discharge after the control group was 11.0. There is an effect of counseling with LCD media on increasing the knowledge of adolescent girls about vaginal discharge at SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) (p-value = 0.000). For the school to further improve the counseling about vaginal discharge in collaboration with the local health center to provide information about reproductive health. Keywords: Counseling, Vaginal Discharge, Adolescent Knowledge  ABSTRAK Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina di luar kebiasaan, baik berbau atau tidak, serta disertai gatal. Keputihan dapat disebabkan oleh adanya infeksi/peradangan.Salah satu cara untuk mencegah keputihan adalah meningkatkan pengetahuan melalui  penyuluhan melalui media LCD. Dari 10 remaja tersebut sebanyak 70% diantaranya belum mendapatkan informasi tentang keputihan. Hal ini disebabkan karena belum pernah diadakan penyuluhan terkait keputihan di sekolah. Sebanyak 60% dari 10 siswa tersebut, tidak mengetahui bagaimana cara membasuh setelah BAB dan BAK yang benar (dari depan kebelakang).Tujuan penelitian ini adalah diketahui pengaruh penyuluhan dengan media LCD terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang keputihan di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunakan quasy eksperimen dengan pendekatan two group pre and posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja yang berada di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) sebanyak 192 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 66 responden dibagi menjadi 33 kelompok intervensi dan 33 kelompok kontrol dengan teknik sampling yang digunakan yaitu sampling kuota. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner serta analisis data  yang dilakukan secara univariat (rata-rata) dan bivariat (wilcoxon). Ada pengaruh penyuluhan dengan media LCD terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang keputihan di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh. Hasil Penelitian diketahui pengetahuan remaja tentang keputihan sebelum diberikan pada kelompok intervensi adalah 7,8 dan sesudah intervensi adalah 11,8. Sedangkan pengetahuan remaja tentang keputihan sebelum kelompok kontrol adalah 9,12 dan pengetahuan remaja tentang keputihan sesudah kelompok kontrol adalah 11,0. Ada pengaruh penyuluhan dengan media LCD terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang keputihan di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) (p-value = 0,000). Bagi pihak sekolah agar lebih meningkatkan lagi penyuluhan tentang keputihan dengan bekerjasama dengan pihak puskesmas setempat untuk memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Penyuluhan, Keputihan, Pengetahuan Remaja
INOVASI GERAH MINUM DUGAN (GERAKAN CEGAH ANEMIA DENGAN MADU DAN BUAH NAGA) DI PMB PUTU RINA S.Tr,Keb DESA KAGUNGAN RAHAYU KECAMATAN MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG Mariza, Ana; Isnaini, Nurul; A.S, Veronica Dyah
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.17875

Abstract

Anemia adalah keadaan kadar hemoglobin dalam darah dibawah normal. Penyebabnya karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah, seperti Zat Besi, asam folat, atau Vitamin B12. Anemia dapat terjadi apabila kadar Hemoglobin 10 gr/dl,dan jika kadar Hb kurang dari 6 gr/dl maka disebut Anemia Gravis. Pada wanita normal nilai hemoglobin sebesar 12-15 gr/dl namun pada ibu hamil memiliki resiko lebih besar untuk terkena anemia, kondisi ibu hamil yang anemia adalah Ibu yang memiliki kadar Hb kurang dari 11 gr/dl. Kadar hemoglobin <11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang cara mencegah anemia dengan pemanfaatan jus buah naga dan madu. Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan jus buah naga dan madu kepada ibu hamil selama 45 menit. Media yang digunakan adalah power point dan leaflet. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2024 di PMB Putu Rina, S.Tr.Keb Desa Kagungan Rahayu. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 7 ibu hamil. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi tentang manfaat dari mengkonsumsi jus buah naga dan madu untuk meningkatkan HB selama masa kehamilan. Diharapkan hasil kegiatan inovasi ini dapat bermanfaat bagi ibu hamil untuk meningkatkan HB dalam darah dengan cara mengkonsumsi jus buah naga dan madu. 
Inovasi Cemilan Nagadu (Cegah Anemia Pada Kehamilan Dengan Buah Naga Dan Madu) Rachmawati, Fijri; Mariza, Ana; Idayani, Tri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20843

Abstract

Anemia dalam kehamilan merupakan suatu kondisi ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11 gr/dL pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr/dL pada trimester II. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang jus buah naga dan madu dalam meningkatkan Hb selama masa kehamilan. Kegiatan ini dilaksanakan di Tiyuh Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kegiatan dimulai dengan terlebih dahulu dengan memberikan soal pre test guna menggali pemahaman ibu hamil tentang manfaat jus buah naga dan madu untuk mencegah anemia. Selanjutnya memberikan edukasi/penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan jus buah naga dan madu yang ditujukan kepada ibu hamil selama 45 menit dan selanjutnya melakukan evaluasi terhadap pemahaman ibu hamil setelah diberikan penyuluhan dengan memberikan soal post test. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi akan manfaat dari konsumsi jus buah naga dan madu.Kata kunci : Anemia, buah naga, ibu hamil, madu
Analysis Of Factors Causing Low Birth Weight (Lbw) Incidents Afriani, Nasita; Rachmawati, Fijri; Mariza, Ana; Kurniasari, Devi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.18224

Abstract

Latar Belakang Data World Health Organization (WHO) menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mencapai 111.719 kasus pada tahun 2019. Kasus kematian bayi di Kota Bandar Lampung tahun 2022 sebanyak 56 kasus atau 3,1 per kelahiran hidup. Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin menunjukkan terdapat 1.197 bayi yang lahir pada tahun 2021-2023. Berdasarkan observasi ada 30 (0,02%) bayi yang mengalami BBLR.  Dampak bayi BBLR yaitu rentan stunting, IQ rendah, disabilitas permanen, gangguan kognitif, gangguan perkembangan syaraf, dan rentan infeksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2021-2023. Metode Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Bintang Amin dilakukan pada bulan Maret-juli. Populasi bayi lahir di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin 2021-2023 sebanyak 1.197 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 responden. Variabel independent dalam penelitian ini adalah usia ibu, paritas, anemia, status gizi ibu dan ketuban pecah dini dengan variabel dependent kejadian bayi BBLR. Teknik sampling purposive sampling, Analisa data univariate dan bivariate menggunakan uji chi square. Hasil analisis dari 60 bayi, BBLR sebanyak 30 responden (50,0%) dan tidak BBLR sebanyak 30 (50,0%) responden. Faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah usia ibu p-value 0,000 (<0,05), paritas p-value 0,000 (<0,05), anemia p-value 0,000 (<0,05), status gizi p-value 0,000 (<0,05), ketuban pecah dini p-value 0,004(<0,05). Sehingga usia ibu, paritas, anemia, status gizi, dan ketuban pecah dini berhubungan dengan kejadian BBLR. Diharapkan dapat diberikan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan BBLR sedini mungkin. Kata Kunci : BBLR, Usia, Paritas, Gizi, Anemia ABSTRACT Background World Health Organization (WHO) data shows that the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia reached 111,719 cases in 2019. Cases of infant mortality in Bandar Lampung City in 2022 were 56 cases or 3.1 per 100,000 live births. Pertamina Bintang Amin Hospital showed that there were 1,197 babies born in 2021-2023. Based on observations, there were 30 (0.02%) babies who experienced LBW. The impact of LBW babies is prone to stunting, low IQ, permanent disability, cognitive disorders, neurodevelopmental disorders, and susceptibility to infection. The purpose of the study was to determine the factors that influence the occurrence of LBW at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2021-2023. Quantitative research with a cross-sectional research design. The study was conducted at Bintang Amin Hospital in March-July. The population of babies born at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2021-2023 was 1,197 people. The sample in this study was 60 respondents. Independent variables in this study were maternal age, parity, anemia, maternal nutritional status and premature rupture of membranes with dependent variables of LBW infants. The sampling technique was purposive sampling, Univariate and bivariate data analysis using the chi square test. The results of the analysis of 60 infants, LBW as many as 30 respondents (50.0%) and non-LBW as many as 30 (50.0%) respondents. Factors related to the incidence of LBW are maternal age p-value 0.000 (<0.05), parity p-value 0.000 (<0.05), anemia p-value 0.000 (<0.05), nutritional status p-value 0.000 (<0.05), premature rupture of membranes p-value 0.004 (<0.05). So that maternal age, parity, anemia, nutritional status, and premature rupture of membranes are related to the incidence of LBW. It is expected that public knowledge can be provided about preventing LBW as early as possible. Keywords : LBW, Age, Parity, Nutrition, Anemia 
Relationship Between Knowledge Level And Nutritional Status With Anemia Incidence In Pregnant Women Susilawati, Susilawati; Amirus, Khoidar; Mariza, Ana; Sunarsih, Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.17904

Abstract

Anemia merupakan kondisi menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit di bawah nilai normal. Menurut World Health Organization (WHO), 20% dari 515.000 kematian ibu di seluruh dunia disebabkan oleh anemia. Ibu hamil dengan anemia yang mengalami anemia di Puskesmas Gedung Menheng pada tahun 2022 sebanyak 43 dari 210 ibu hamil. Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan persentase anemia pada ibu hamil pada tahun sebelumnya, yakni tahun 2021 yang hanya sebanyak 38 dari 198 ibu hamil.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil bulan Juli di Puskesmas Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang sebanyak 42 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling Analisis Univariat dan Bivariat dengan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang mengalami anemia tidak mengalami anemia yaitu 16 orang (53,3%), pengetahuan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang 15 orang (50%), status gizi sebagian besar responden baik yaitu 16 responden (53,3%). Ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, diperoleh nilai p sebesar 0,001 (<0,05) OR 26.000 Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil, diperoleh nilai p sebesar 0,000 (<0,05). OR yang diperoleh 42.000. Disarankan bagi ibu hamil untuk mencegah anemia dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti ikan, telur, daging, bayam, tomat, tahu/tempe, kacang merah, dan lain-lain serta mengonsumsi tablet FeKata Kunci: Anemia, Pengetahuan, Status Gizi, Ibu Hamil ABSTRACTAnemia is a condition of decreased hemoglobin, hematocrit and erythrocyte count below normal values. According to the World Health Organization (WHO), 20% of the 515,000 maternal deaths worldwide are caused by anemia. Pregnant women with anemia who experienced anemia at the Gedung Menheng Health Center in 2022 were 43 out of 210 pregnant women. This figure has increased when compared to the percentage of anemia in pregnant women in the previous year, namely 2021, which was only 38 out of 198 pregnant women. The purpose of the study was to determine the relationship between the level of knowledge and nutritional status with the incidence of anemia in pregnant women at the Gedung Meneng Health Center, Tulang Bawang Regency in 2023.The type of research used was analytical research with a cross-sectional approach. The population in this study were pregnant women in July at the Gedung Meneng Health Center, Tulang Bawang Regency, as many as 42 people. The sample in this study was 30. The sampling technique used was purposive sampling Univariate and Bivariate Analysis with the Chi Square test.The results of the study showed that most of the respondents who experienced anemia did not experience anemia, namely 16 people (53.3%), the knowledge of most respondents had insufficient knowledge 15 people (50%), the nutritional status of most respondents was good, namely 16 respondents (53.3%). There is a relationship between knowledge and the incidence of anemia in pregnant women, obtained a p.value of 0.001 (<0.05) OR 26,000 There is a relationship between nutritional status and the incidence of anemia in pregnant women, obtained a p.value of 0.000 (<0.05). OR obtained 42,000. It is recommended for pregnant women to prevent anemia by eating foods containing iron such as fish, eggs, meat, spinach, tomatoes, tofu/tempeh, red beans, and others and consuming Fe tablets Keywords: Anemia, Knowledge, Nutritional Status, Pregnant Women
The Effect Of Tui Na Massage With Weight Increase To Bgm Toddlers Ages 1-3 Years Old Sari, Diana; Yantina, Yuli; Nurliyani, Nurliyani; Mariza, Ana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.21666

Abstract

ABSTRAK : PENGARUH PIJAT TUI NA DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN BALITA BGM USIA1-3 TAHUN Latar Belakang : Berat badan merupakan salah satu parameter pertumbuhan seorang anak, disamping faktor tinggi badan. Data dari Puskesmas Branti Raya pada tahun 2022 kasus balita BGM meningkat sebesar 24 kasus. Upaya untuk mengatasi kesulitan makan dapat dilakukan dengan cara non farmakologi seperti Pijat Tui na. Pijat Tu Ina ini merupakan teknik pijat yang lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan, melalui modifikasi dari akupunktur tanpa jarum. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh pijat tui na dengan kenaikan berat badan balita BGM Di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Tahun 2022. Jenis penelitian: kuantitatif dengan rancangan pra eksperimen semu dengan one group pretest-postest. Populasi dalam penelitian adalah balita yang akan dilakukan Pijat Tui Na dengan sampel berjumlah 24 balita, teknik sampel yang digunakan total sampling. Penelitian ini telah dilaksanaan di wilayah kerja Puskesmas Rawat Beranti Raya pada bulan Apil – Juni 2022. Pangambilan data dengan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji t test). Hasil : Diketahui rata-rata berat badan balita sebelum dilakukan pijat tui na adalah 9383.3 gram dan setelah dilakukan pijat tui na rata-rata berat badan adalah 9841,6 gram. Kesimpulan Ada Pengaruh Pijat Tui Na Dengan Kenaikan Berat Badan Balita BGM Di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Tahun 2022 dengan nilai (p-value = 0,000 < α = 0,05). Saran pada ibu balita agar dapat memanfaatkan teknik pijat tui na sebagai cara dalam mengatasi kesulitan makan pada anak balita dan mengaplikasikan terapi pijat tui na dalam kehidupan sehari-hari Kata. Kunci : Berat Badan Balita, Gizi Kurang, Pijat Tui NaABSTRACTBackground : Body weight is one of the growth parameters of a child, in addition to the height factor. Data from the Branti Raya Health Center in 2022 cases of BGM toddlers increased by 24 cases. Efforts to overcome eating difficulties can be done by non-pharmacological methods such as Tui na massage. Tu Ina massage is a more specific massage technique to overcome eating difficulties in toddlers by improving blood circulation in the spleen and digestion, through a modification of acupuncture without needles. The purpose of this study was to determine the effect of tui na massage with weight gain of BGM toddlers in the Branti Raya Health Center Working Area in 2022. Type of research: quantitative with a quasi-experimental design with one group pretest-posttest. The population in this study is toddlers who will have Tui Na massage with a sample of 24 toddlers, the sample technique used is total sampling. This research was carried out in the working area of the Rawat Beranti Raya Health Center in April – June 2022. The data were collected using observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate (t test). Results: It is known that the average body weight of toddlers before tui na massage is 9383.3 grams and after tui na massage the average weight is 9841.6 grams. Conclusion There is an Effect of Tui Na Massage with BGM Toddler Weight Gain in the Work Area of the Branti Raya Health Center in 2022 with a value (p-value = 0.000 < = 0.05). Suggestions for mothers of toddlers to be able to use tui na massage techniques as a way to overcome eating difficulties in toddlers and apply tui. na massage therapy in daily lifeKeywords: Toddler Weight, Malnutrition, Tui Na Massage
Optimalisasi Jahe Merah Sebagai Analgesik Kewanitaan Dalam Bentuk Sediaan Dried Ginger Mariza, Ana; Sunarsih, Sunarsih; Primadianti, Annisa
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.21024

Abstract

Dismenore memiliki dampak besar terhadap kehidupan wanita dan dapat menurunkan  kualitas hidup seperti pembatasan aktivitas sehari-hari, produktivitas kerja menurun, kualitas tidur berkurang dan gangguan suasana hati yang menyebabkan tingginya tekanan emosional sehingga terjadi kecemasan dan depresi.  Dampak fisik berupa nyeri kronis yang dapat menghambat aktivitas, menimbulkan ketidaknyamanan fisik, stress, kecemasan dan kerusakan organ reproduksi yang memperkecil peluang terjadinya kehamilan. Di Indonesia kejadian dismenorea sekitar 64,25%, dari 30-60% wanita yang mengalami dismenorea, sebanyak 7-15% tidak pergi ke sekolah atau bekerja. Tujuan kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesehatan mitra serta kemampuan Masyarakat secara mandiri mengolah jahe merah menjadi analgesic kewanitaan dalam bentuk sediaan dried ginger. Kegiatan dilakukan di keluarahan Kebon Jeruk Kota Bandar Lampung. Kegoatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi tentang dismenorea, pengukuran nyeri dismenorea sebelum dan setelah konsumsi jahe merah serta pelatihan dan pendampingan pembuatan analgesic kewanitaan dari jahe merah dalam bentuk dried ginger menggunakan teknologi inovasi berupa Mesin pencuci dan pengupas jahe merah, mesin pengiris jahe merah dan mesin pengering dengan Food Dehydrator Machine. Hasil kegiatan adanya peningkatan kesehatan mitra yaitu berkurangnya nyeri dismenore hingga 80%  setelah mengkonsumsi jahe merah selama 1 siklus menstruasi  yang di ukur dengan kuisioner NRS (Numeric Rating Scale). Sedangkan peningkatan level keberdayaan mitra diketahui Masyarakat mampu secara mandiri mengolah jahe merah dalam sediaan dried ginger dengan skor minimal keterampilan yaitu 75. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya wanita dengan memanfaatkan tanaman yang ada di lingkungan masyarakat yaitu jahe merah.
The Relationship Of Knowledge With The Incidence Of Anemia In Premarital Women Andriani, Nita; Sunarsih, Sunarsih; Mariza, Ana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i9.7976

Abstract

Latar Belakang: Pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh keberlanjutan dan kualitas generasi muda sebagai subjek maupun objek pembangunan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi anemia pada perempuan usia pranikah sebesar 26,50%, perempuan usia subur 26,9%, ibu hamil 40,1%, dan balita 47,0%. Di wilayah kerja Puskesmas Pugung Raharjo, kasus anemia pada perempuan usia pranikah periode Januari–April 2022 tercatat sebanyak 105 kasus.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada perempuan usia pranikah di wilayah kerja Puskesmas Pugung Raharjo tahun 2021/2022.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan pendekatan survei analitik. Populasi penelitian sebanyak 105 responden, seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat.Hasil: Responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 45 (42,9%). Responden yang tidak mengalami anemia sebanyak 58 (55,2%), sedangkan yang mengalami anemia 47 (44,8%). Pada kategori pengetahuan baik, tidak anemia 14 (13,3%) dan anemia 18 (17,1%). Pengetahuan cukup, tidak anemia 32 (30,5%) dan anemia 13 (45,0%). Pengetahuan kurang, tidak anemia 12 (11,4%) dan anemia 16 (15,2%). Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p = 0,017 < α (0,05), artinya terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kejadian anemia.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada perempuan usia pranikah.Saran: Diharapkan perempuan usia pranikah lebih memperhatikan kesehatan melalui pemeriksaan rutin, khususnya terkait anemia, serta menjaga pola konsumsi makanan bergizi seimbang. Kata kunci: Anemia, pengetahuan, pranikah ABSTRACT Background: The development of a nation is determined by the sustainability and quality of the younger generation as both subjects and objects of development. According to data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, the prevalence of anemia among premarital women is 26.50%, women of reproductive age 26.9%, pregnant women 40.1%, and children under five 47.0%. In the working area of Pugung Raharjo Public Health Center, there were 105 cases of anemia among premarital women during the period of January–April 2022. Objective: This study aimed to determine the relationship between the level of knowledge and the incidence of anemia among premarital women in the working area of Pugung Raharjo Public Health Center in 2021/2022.Methods: This was a quantitative study with a cross-sectional design and an analytical survey approach. The study population consisted of 105 respondents, all of whom were included as the sample using a total sampling technique. Data analysis was conducted using univariate and bivariate tests.Results: Respondents with sufficient knowledge totaled 45 (42.9%). A total of 58 respondents (55.2%) did not experience anemia, while 47 respondents (44.8%) experienced anemia. In the good knowledge category, 14 (13.3%) had no anemia and 18 (17.1%) had anemia. In the sufficient knowledge category, 32 (30.5%) had no anemia and 13 (45.0%) had anemia. In the poor knowledge category, 12 (11.4%) had no anemia and 16 (15.2%) had anemia. The bivariate test showed a p-value of 0.017 < α (0.05), indicating a significant relationship between knowledge and the incidence of anemia.Conclusion: There is a significant relationship between the level of knowledge and the incidence of anemia among premarital women.Suggestion: Premarital women are encouraged to pay more attention to their health through regular check-ups, particularly concerning anemia, and to maintain a balanced and nutritious diet. Keywords: Anemia, knowledge, premarital women
Efektifitas pemberian tablet fe dan madu terhadap kadar hemoglobin ibu hamil Efia, Nur; Mariza, Ana; Evrianasari, Nita; Astriana, Astriana
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 1 No. 1 (2023): December Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v1i1.1098

Abstract

Anemia is a health problem in all over the world especially developing country which is estimated around 30% of world’s citizen suffer from anemia/ the number of anemia on pregnancy in Indonesia shows the high number which is 3.8% on trimester I, 13.6% on trimester II and 24.8% on trimester III. At Hajimena Health Centre of Natar sub-district South Lampung Regency has not handled anemia on pregnant woman yet by giving FE and honey. The researcher wants to know is there any affectivity of giving FE tablet and honey towards pregnant woman’s hemoglobin at the working area of Hajimena Health Centre of Natar sub-district South Lampung Regency. Quantitative research type with quasy experiment research design and two group pretest-posttest. The research population of anemia on pregnant woman as many as 79 people with the sample as many as 32 people, the sampling technique was Purposive Sampling. The data analysis was t-test univariate and bivariate. The influence of Fe tablet and honey giving towards pregnant woman’s haemoglobin at the working area of Hajimena Health Centre of Natar sub-district South Lampung Regency year of 2019 (t-test > t count 14.067, p-value 0.000 < 0.05). There were the difference of hemoglobin level on experiment group and control group where it was obtained t-test > tcount 8.292 > 1.725 p-value = 1.0004 (<α 0.05) which means there was the hemoglobin level difference between experiment group and control group, with mean difference as much as 0.8. Pregnant woman should improve consuming the food contains vitamin C, B12, folic acid and protein to improve FE absorption in the body and also to prevent consuming food source FE along with the food which can inhibit FE absorption such as tea, coffee and milk. Keywords : Hemoglobin level, pregnant woman, FE+Honey Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia, banyak terjadi terutama pada ibu hamil. Madu merupakan panganan mengandung besi ( Fe ), Vitamin C, Vitamin B. Kompleks dan Asam Folat yang dapat membantu meningkatkan pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia. Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada efektifitas pemberian tablet Fe dan madu terhadap kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Lampung Selatan tahun 2019. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan two group pretest-postest. Populasi penelitian ibu hamil sampel sebanyak 32 orang, teknik sampling Purposive Sampling. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test). Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis didapat bahwa distribusi frekuensi kadar Hemoglobin ibu hamil sebelum pemberian Fe dan madu adalah 9,975 dengan standar deviasi 0,4187 dan distribusi frekuensi kadar Hemoglobin ibu hamil setelah diberikan FE dan madu adalah 11,213 dengan standar deviasi 0,3964. Ada pengaruh Pemberian Tablet Fe Dan Madu Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Diwilayah Kerja Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan (t-test > t hitung 14,067, p–value 0,000 < 0,05). Terdapat perbedaan kadar hemoglobin pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dimana didapatkan t- test > t hitung 8,292 > 1.725 p-value = 0,004 (< α 0,05) yang berarti ada perbedaan kadar haemoglobin antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan perbedaan nilai mean sebesar 0.8 point. Kata kunci: Kadar haemoglobin , ibu hamil, FE+Madu
Co-Authors A.S, Veronica Dyah Adelia, Martha Afriani, Nasita Agustin, Feni Nia Ana Tince Wati Sihombing Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Annisa Umi Kalsum Apridayanti Apridayanti Ariesty, Ghina Ayu Aryawati, Wayan Aslam, Fatmawati Asni Lazary Astriana Astriana, Astriana Auda Audrias Christika Lucia Anggraini Dainty Maternity Desfia HaryatiHS Desi Risna Purnamasari Dewi Yuliasari Dewi Yuliasari Diana Sari Diyan Azhari Dwi Sriwinih Efia, Nur Eka Rohmayanti Ermasari, Anisa Ermasari, Anissa Ermawati, Rosi Ernawati Ernawati Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Fajar Amaliah Febrianti Febrianti Feni Mustilah Fitriana, Fajar - Fradika, Agustina Hera Mutmainah Idayani, Tri Iqmy, Ledy Octaviani Irma Rismaya Khoidar Amirus Kurniasari, Devi Lala Putriyaza Lala Putriyaza Lathifah, Neneng Siti Lestari, Wiwin Lolita Sari Maida Nurahmah Maria Ulfa, Ade Marina, Ni Nyoman Marsal Usman Meilita, Masti Meliya Adiya Putri Mulia, Anissa Nana Kristina Nana Kristina Naswati, Wawat Neneng Siti Lathifah Neni, Neni Ni Putu Eka Budi Sulistiyawati Ningsih, Astri Cahya Nita Andriani Nita Evriana Sari Novi Sulistiyowati Nurliyani Nurliyani Nurul Isnaini Nurul Isnaini Parina, Febriyantina Primadianti, Annisa Putri Lia Rosa Putri, Ratna Dewi Putri, Ratna Dewi Putriyaza, Lala Putu Candrawati Rachmawati, Fijri Ramadhani, Andesta Ratnaningsih, Tri Astuti Riska, An Risma Ayu Perdana Riyanti Riyanti Rizki Novita Ratna Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Samino Samino Samino Samino Sari, Dayu Linda Sari, Dewi Yulia Sari, Nita Evriana Selmi Rita A Serin Jonitha Siti Julaeha, Siti Siti Maysaroh Siti Soleha Sri Utami Suharman Suharman Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Syamraini Silda Tia Erlina Trisnawati Trisnawati Udrotusaniah, Ita Ulfa, Ade Maria Utami, Mei Lidia Utami, Vida Wira wahyuni wahyuni Yuli Yantina Yuspita, Yeni Yuviska, Ike Ate Yuviska, Ike Ate Zaima Zaima zarma Zarma