Claim Missing Document
Check
Articles

AKUPRESUR SP6 TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Ariesty, Ghina Ayu; Mariza, Ana; Evrianasari, Nita; Isnaini, Nurul
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.3428

Abstract

Labor pain begins to arise in stage I, which comes from uterine contractions and cervical dilation, labor pain can cause complications of labor, one of which is prolonged labor. Prolonged labor is the most reported complication (41%). One of the techniques for reducing labor pain is acupressure SP6. The research objective was to determine the effect of SP6 acupressure on the intensity of active phase I labor pain at Airan Raya Hospital, South Lampung in 2020. This type of quantitative research uses a quasi-experimental approach and pre-post test design. The time of the study was conducted from April to July 2020. The population in this study were all stage I inpartum patients at Airan Raya Hospital, South Lampung in 2020, a sample of 28 people, using purposive sampling technique. The independent variable was Acupressure SP6, the dependent variable was labor pain. Data collection using the VAS observation sheet, univariate and bivariate data analysis (t test). The results of the study the mean labor pain before being given the SP6 acupressure technique was 7.3 and after being given the SP6 acupressure technique was 5.47. There is an effect of the SP6 acupressure technique on active phase I labor pain at Airan Raya Lampung Selatan Hospital in 2020 (p-value 0.00 <0.05) with a decrease of 1.83. It is suggested for mothers to disseminate their experiences, especially the SP6 acupressure action which aims to reduce pain during labor, so that it can be information for other mothers who are about to give birth. For health workers, improve the skills of officers to perform acupressure techniques SP6. Keywords : SP6 acupressure, labor pain, Active phase I Labor Pain ABSTRAK Nyeri persalinan mulai timbul pada tahap kala I yang berasal dari kontraksi uterus dan dilatasi seriks, nyeri persalinan dapat menimbulkan komplikasi persalinan salah satunya adalah partus lama. Partus lama adalah komplikasi yang paling banyak dilaporkan (41%), salah satu tekhnik untuk pengurangan nyeri persalinan adalah denganakupresur SP6. Tujuan penelitian diketahui pengaruh akupresur SP6 terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di RS Airan Raya Lampung Selatan tahun 2020. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan pre dan post test design. Waktu penelitian dilakukan dari bulan April – Juli 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien inpartu kala I di RS Airan Raya Lampung Selatan tahun 2020, sampel sebanyak 28 orang, tekhnik sampling dengan Purposive Sampling. variabel independen adalah Akupresur SP6, dependen nyeri persalinan. pengumpulan data dengan lembar observasi VAS, analisis data secara univariat dan bivariat (uji T). Hasil penelitian rata-rata nyeri persalinan sebelum diberikan teknik akupresur SP6 adalah 7,3 dan setelah diberikan teknik akupresur SP6 adalah 5,47. Ada pengaruh teknik akupresur SP6 terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di RS Airan Raya Lampung Selatan tahun 2020 (p–value0,00< 0,05) dengan penurunan 1,83. Disarankan bagi ibu untuk menyebarluaskan pengalaman yang didapat, khususnya tindakan  akupresur SP6  yang bertujuan untuk pengurangan nyeri selama persalinan berlangsung, sehingga dapat menjadi informasi bagi ibu yang akan bersalin lainnya. Bagi petugas kesehatan, agar meningkatkan keterampilan petugas untuk melakukan teknik akupresur SP6. Kata kunci  : Akupresur SP6, Nyeri Persalinan, Kala I Fase Aktif 
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Putriyaza, Lala; Mariza, Ana; Putri, Ratna Dewi; Yuviska, Ike Ate
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.5024

Abstract

Background: Nausea (nausea) and vomiting (emesis gravidarum) are normal in pregnant women but if nausea and vomiting occur >10 times a day, it can disrupt the balance of nutrition, electrolytes, and can affect the general condition so that if vomiting increases to hyperemesis it can cause fetal growth disturbed. The incidence of emesis gravidarum in pregnant women is 50-90%, while hyperemesis gravidarum reaches 10-15% in Lampung Province from 19,896 pregnant women. Nausea in pregnancy can be overcome by using complementary therapies, including aromatherapy. The purpose: of the study was to determine the effect of giving lemon aromatherapy on emesis gravidarum in pregnant women TM 1 at the Wonogiri Health Center.Methods: This type of research is quantitative and pre-experimental research design with one group pre-post test design. The population of this study were all 34 pregnant women. . The sample in this study amounted to 34 pregnant women. The sampling technique uses saturated sampling, that is, all members of the population are sampled.  The object of this research is emesis gravidarum and lemon aromatherapy. The research was carried out at the Wonogiri Health Center, Kotabumi, North Lampung in June - July 2021. Data collection used a questionnaire sheet. Data analysis was univariate and bivariate (t test).The results: of the study on average nausea and vomiting before being given lemon aromatherapy was 8.7, while the average nausea and vomiting after being given lemon aromatherapy was 6.4. Conclusion: There is an effect of giving lemon aromatherapy on emesis gravidarum in pregnant women TM 1 at the Wonogiri Health Center with a p-value of 0.000. Suggestion: It is hoped that hoped can do lemon aromatherapy as an effort to reduce nausea and vomiting during pregnancy Keywords: Lemon Aromatherapy, Nausea Vomiting ABSTRAK Latar Belakang: Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) suatu yang normal pada ibu hamil namun jika mual muntah terjadi >10 kali dalam sehari, dapat mengganggu keseimbangan gizi, cairan elektrolit, dan dapat memengaruhi keadaan umum sehingga jika muntah bertambah menjadi hiperemesis dapat mengakibatkan pertumbuhan janin terganggu. Angka kejadian emesis gravidarum pada wanita hamil yaitu 50-90%, sedangkan hiperemesis gravidarum mencapai 10-15% di Provinsi Lampung dari jumlah ibu hamil yang ada yaitu sebanyak 19.896 orang, Rasa mual dalam kehamilan dapat ditanggulangi dengan menggunakan terapi pelengkap antara lain dengan aromaterapi.Tujuan penelitian: diketahui pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil TM 1 di Puskesmas Wonogiri.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian pre eksperimen dengan rancangan one group  pre post test design. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil sebanyak 34 orang. . Sampel pada penelitian ini berjumlah 34 ibu hamil. Teknik sampling menggunakan sampling jenuh yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Objek penelitian ini adalah emesis gravidarum dan aromaterapi lemon. Penelitian telah dilaksanakan di Puskesmas Wonogiri Kotabumi Lampung Utara pada bulan Juni - Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisi data secara univariat dan bivariat (uji t).Hasil penelitian: rata-rata mual muntah sebelum diberikan aromaterapi lemon adalah 8,7, sedangkan rata-rata mual muntah sesudah diberikan aromaterapi lemon adalah 6,4.KesimpulanAda pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil TM 1 di Puskesmas Wonogiri dengan p-value 0,000.Saran : Diharapkan untuk ibu hamil agar dapat menggunakan aromaterapi lemon dalam mengatasi mual muntah dalam kehamilan. Kata Kunci : Aromaterapi Lemon, Mual Muntah 
PERBEDAAN PEMBERIAN KONSUMSI TABLET FE DENGAN FE+ASAM FOLAT TERHADAP PENINGKATAN HAEMOGLOBIN IBU HAMIL TM I DAN II Fradika, Agustina; Samino, Samino; Mariza, Ana; Sari, Dewi Yulia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5195

Abstract

Background: Pregnant women with risk of anemia have miscarriage, prematurely birth babies, low birth weight babies, and bleeding before and after childbirth. In Indonesia, the problem of anemia in pregnant women is still a public health problem because of it’s prevalence of more than 50%. To treat anemia in pregnant women is usually a treatment there are two ways that are pharmacologically and non-pharmacological.Purpose: The purpose of the study aims to determine the consumtion of regular Fe tablets with Fe+Folic acid on increased hemoglobin in pregnant women TM I and II.Methods: Quantitative research type, experimental Quasi with non-equivalent control group approach, sampling technique purposive sampling, univariate data analysis and bivariate using t-test.Results: The statistical test with the t-test obtained a p-value of 0.000 < 0.05 which means there is a difference in routine Fe with Fe+Folic Acid to increase hemoglobin in pregnant women TM I and II.Conclusion: The average pretest hemoglobin in the group that was given routine FE to pregnant women with TM I and II with a mean of 9,733 and after the second measurement there was an increase in Hb with a mean of 10,740. Suggestion The average pretest Hb given FE + folic acid to pregnant women TM I and II with a Mean 10.02 and after the 2nd measurement the Hb increased to a Mean 11.00. Suggestion : It is expected for expectant mothers to always consusate Folic acid and Fe tablets during pregnancy from TM I to TM III and still consume Fe tablets although not consuming Folic acid. Keywords: Fe tablets, Folic Acid, Hemoglobin ABSTRAK Latar Belakang: Ibu hamil yang menderita anemia berisiko mengalami keguguran, bayi lahir sebelum waktunya, bayi berat lahir rendah, serta perdarahan sebelum saat dan setelah melahirkan. Di Indonesia masalah anemia pada ibu hamil masih merupakan masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya lebih dari 50%. Untuk mengatasi anemia pada ibu hamil biasanya penanganan ada 2 cara yang dilakukan yaitu secara farmakologi dan non farmakologi.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian konsumsi tablet Fe rutin dengan Fe+Asam Folat terhadap peningkatan Hemoglobin pada ibu hamil TM I dan II.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, Quasi Eksperimental dengan pendekatan non equivalent control group, teknik sampling purposive sampling, analisa data univariat dan bivariate menggunakan t-tes.Hasil: Rata-rata Hemoglobin pretes pada kelompok yang diberi FE rutin terhadap ibu hamil TM I dan II dengan Mean 9,733 dan setelah dilakukan pengukuran ke 2 mengalami kenaikan Hb dengan Mean 10,740Rata-rata Hb pretes yang diberi FE+asam folat terhadap ibu hamil TM I dan II dengan Mean 10,02 dan setelah dilakukan pengukuran ke 2 mengalami kenaikan Hb menjadi Mean 11,00.Kesimpulan Hasil uji statistik dengan t-tes didapat nilai p-value 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan FE rutin dengan FE+asam folat terhadap peningkatan Hemoglobin pada ibu hamil TM I dan II.Saran: Diharapkan bagi ibu hamil agar selalu mengkonsumsi Asam Folat dan tablet Fe selama masa kehamilan dari TM I hingga TM III dan tetap mengkonsumsi Fe meskipun tidak mengkonsumsi Asam Folat. Kata Kunci: Tablet Fe, Asam Folat, Hemoglobin.   
PIJAT OKSITOSIN TERHADAP TANDA KECUKUPAN ASI PADA BAYI Ningsih, Astri Cahya; Rosmiyati, Rosmiyati; Isnaini, Nurul; Mariza, Ana
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.4460

Abstract

Background: Breast feeding for babies has an important meaning, especially concerning sufficiency of nutrition and other substances required for body immunity against diseases. Oxytocin massage is one solutions to overcome lack of breast milk production, where oxytocin hormone takes a role.Purpose:The objective of this research was to find out the influence of oxytocin massage to breast milk sufficiency for babies in Wirahayu, S.Tr., Keb private midwifery in Panjang of Bandar Lampung in 2020.  Methods: This was a quantitative research by using quasi-experiment design and one group pretest and posttest approach. Population was 20 mothers with babies of 3-6 months old visiting Wirahayu, S.Tr.,Keb in Panjang of Bandar Lampung. 20 respondent samples were taken by using purposive sampling. Data were collected by using questionnaires and observations and analyzed by using univariate and bivariate analyses by using paired t-test.  Result: The result showed that the average (mean) of breast milk sufficiency before and after oxytocin massage were 5.50 and 9.05 respectively. Statistic test result showed that there was an influence of oxytocin massage to breast milk sufficiency for babies in Wirahayu, S.Tr., Keb private midwifery in Panjang of Bandar Lampung in 2020 with p-value 0.000.Conclusion: There was an influence of oxytocin massage to breast milk sufficiency for babies in Wirahayu, S.Tr., Keb private midwifery in Panjang of Bandar Lampung in 2020.Suggestions for health workers to improve health services on how to increase signs of breast milk adequacy, by providing health education about the importance of doing oxytocin massage and providing classes for breastfeeding mothers and classes for oxytocin massage  Keywords            : oxytocin massage and breast milk sufficiency signs Latar Belakang: Pemberian ASI pada bayi mempunyai arti sangat penting ,terutama menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi dan zat lain pembentuk kekebalan tubuh terhadap penyakit. Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak lancaran produksi ASI, hormone yang berperan yaitu hormon oksitosin.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap tanda kecukupan ASI pada bayi di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan pendekatan one group pre test and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 3-6 bulan di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung yang berjumlah 20 responden. 20 sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan lembar kuesioner dan observasi. Data dianalisa dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji paired T-Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukan diketahui rata-rata (mean) tanda kecukupan ASI sebelum pijat oksitosin 5,50 dan rata-rata (mean) tanda kecukupan ASI sesudah pijat oksitosin 9,05. Berdasarkan hasil uji statistic didapatkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap tanda kecukupan ASI pada bayi di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020 dengan p-value 0,000.Kesimpulan: Ada pengaruh pijat oksitosin terhadap tanda kecukupan ASI pada bayi di PMB Wirahayu, S.Tr.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020.Saran petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pelayana kesehatan tentang cara bagaimana meningkatkan tanda kecukupan ASI, dengan cara memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya melakukan pijat oksitosin serta menyediakan kelas ibu menyusui dan kelas pijat oksitosin Kata Kunci          : Pijat Oksitosin & Tanda Kecukupan ASI 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Dukungan Suami Dalam Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Marina, Ni Nyoman; Sari, Nita Evriana; Aryawati, Wayan; Mariza, Ana
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i4.4930

Abstract

Background Pregnant women class is a face-to-face group learning activity  which aims to increase knowledge and skills regarding pregnancy, childbirth, pregnancy care, newborn care, myths and diseases. Data from Way Dente Health Center shows that there are only 32.1% pregnant women attending the class . The purpose of this study was to identify the factors concerning the husband's support to the attendance of pregnant women class  in Way Dente Health Center Work Area, Tulang Bawang Regency, Lampung.Methods This research was quantitative with Cross Sectional approach. The population of this study were all husbands of pregnant women with gestational age ≥ 28 weeks as many as 111 people, with the samples were 87 respondents. The object of this research was husband's support in the attendance of pregnant women's classes, knowledge, education, husband's attitude and occupation. The study was carried out at Way Dente Health Center Work Area, Tulang Bawang Regency, Lampung in June - July 2021. Data collection used a questionnaire sheet distributed to respondents. Data analysis was univariate and bivariate (chi square).Result showed that the characteristic of 87 respondents were 50 (57.5%) people categorized with high husband support, 54 (62.1%) people earned junior high school education, 34 (39.1%) people having good knowledge, 45 (51.7%) people having casual work,  45 (51.7%) people showing a positive husband's attitude. There were relationships among education background (p value = 0.013 OR 3.625), husband's knowledge (p value = 0.012), husband's attitude (p value = 0.004, OR = 4.044), and husband's occupation (p value = 0.020 OR 3.125) towards husband's support in attending pregnant women class at Way Dente Health Center working area Tulang Bawang Regency, Lampung.Conclusion There were relationships among education,husband's knowledge, husband's and husband's occupation towards husband's support in attending pregnant women class at Way Dente Health Center working area Tulang Bawang Regency, Lampung.Suggestion to educate husbands about the importance of pregnant women's classes so that the husbands have a positive attitude towards pregnant women's classes. Keywords : Class of pregnant women, husband support, knowledge, husband's attitude, education, and occupation ABSTRAK Latar Belakang Kelas ibu hamil merupakan suatu kegiatan belajar kelompok dalam bentuk tatap muka yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai kehamilan, persalinan, perawatan kehamilan, perawatan bayi baru lahir, mitos dan penyakit. Pada Puskesmas Way Dente yang memanfaatkan kelas ibu hamil sebesar 32,1%. Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dukungan suami dalam pelaksanaan kelas ibu hamil di Wilayah Kerja  Puskesmas Way Dente Kabupaten Tulang Bawang Lampung.Metode Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh suami ibu hamil usia kehamilan ≥ 28 minggu sebanyak 111 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 87 responden. Objek penelitian ini adalah dukungan suami dalam pelaksanaan kelas ibu hamil, pengetahuan, pendidikan, sikap suami dan pekerjaan. Penelitian telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Way Dente Kabupaten Tulang Bawang Lampung pada bulan Juni - Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang di berikan kepada responden. Analisi data secara univariat dan bivariat (chi square).Hasil penelitian diketahui bahwa dari 87 responden, pada sebagian responden dengan dukungan suami tinggi sebanyak 50 (57,5%) dengan pendidikan smp sebanyak 54 (62,1%) dengan pengetahuan baik sebanyak 34 (39,1%) responden dengan pekerjaan serabutan sebanyak 45 (51,7%) dengan sikap suami positif sebanyak 45 (51,7%) responden. Ada hubungan pendidikan (p value= 0,013 OR 3,625), pengetahuan suami (p value = 0,012), sikap suami (p value = 0,004, OR = 4,044), dan pekerjaan suami (p value =0,020 OR 3,125) dengan dukungan suami dalam pelaksanaan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Way Dente  Kabupaten Tulang Bawang Lampung.Kesimpulan  Ada hubungan pendidikan pengetahuan suami (p value = 0,012), sikap suami (p value = 0,004, OR = 4,044), dan pekerjaan suami (p value =0,020 OR 3,125) dengan dukungan suami dalam pelaksanaan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Way Dente  Kabupaten Tulang Bawang Lampung. Saran diharapkan tenaga kesehatan untuk mengedukasi suami mengenai pentingnya kelas ibu hamil sehingga suami memiliki sikap positif terhadap kelas ibu hamil.   Kata Kunci :    kelas ibu hamil, dukungan suami, pengetahuan, sikap suami, pendidikan, dan pekerjaan  
The Effect Of Citrus (Lemon) Aromatherapy To Reduce Level Of Pain In Active Phase I Labor Mulia, Anissa; lathifah, Neneng Siti; Anggraini, Anggraini; Mariza, Ana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.11932

Abstract

 Latar Belakang: Nyeri persalinan merupakan suatu keadaan fisiologis. Keadaan ini merupakan perasaan tidak menyenangkan yang terjadi pada saat proses persalinan. Jumlah ibu hamil di Kabupaten Tulang Bawang khususnya di RS Mutiara Bunda pada tahun 2022 sebanyak 1638 ibu hamil yang mengalami persalinan normal sebanyak 364 orang dan diperkirakan seluruhnya akan mengalami nyeri saat persalinan (61,53%). Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh aromaterapi jeruk (lemon) terhadap penurunan tingkat nyeri persalinan kala aktif I di RS Mutiara Bunda Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2023.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian eksperimen sederhana (Pretest-Postes With Control Group Design). Populasi ibu yang akan melahirkan sebanyak 364 responden per tahun. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 15 intervensi dan 15 kontrol (tanpa perlakuan). Teknik pengambilan sampel purposif. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji t independen.Hasil: Rata-rata intensitas nyeri persalinan fase aktif I pada kelompok intervensi sebelum diberikan inhalasi aromaterapi jeruk (lemon) dengan mean 8,60. Intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada kelompok intervensi setelah diberikan aromaterapi jeruk (lemon) d inhalasi dengan mean 6,40. Rata-rata intensitas nyeri persalinan fase aktif I sebelum kelompok tidak diberikan inhalasi aromaterapi jeruk (lemon) dengan rerata 8,67. Rata-rata intensitas nyeri persalinan fase aktif I setelah kelompok tidak diberikan inhalasi aromaterapi jeruk (lemon) dengan rerata 8,20. Kesimpulan : Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat pengaruh aromaterapi jeruk (lemon) terhadap penurunan tingkat nyeri persalinan kala I kala I. persalinan di RS Mutiara Bunda Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2023. Saran : Diharapkan kepada petugas kebidanan baik di rumah sakit maupun yang mempunyai praktik bidan mandiri agar dapat memberikan promosi kesehatan melalui media leaflet yang berisi materi manfaat dan manfaat. kegunaan aromaterapi untuk kesehatan, khususnya untuk relaksasi persalinan. Kata Kunci : Aromaterapi Jeruk (Lemon), Nyeri, Fase Aktif Fase I ABSTRACT Background: Labor pain is a physiological condition. This situation is an unpleasant feeling that occurs during the birth process. The number of pregnant women in Tulang Bawang Regency, especially at Mutiara Bunda Hospital in 2022, is 1638 pregnant women who experience normal delivery as many as 364 people and it is estimated that all of them will experience pain during labor (61.53%). Research objective: to know the effect of citrus (lemon) aromatherapy to reduce the level of pain in the first active phase of labor at Mutiara Bunda Hospital, Tulang Bawang Regency in 2023.Method: Type of quantitative research, simple experimental research design (Pretest-Postes With Control Group Design). The population of mothers who will give birth is 364 respondents per year. The sample used 30 respondents who were divided into 2 groups, namely 15 interventions and 15 controls (without treatment). Purposive sampling technique. Univariate and bivariate data analysis using independent t-test.Results: The average intensity of active phase I labor pain in the intervention group before being given citrus (lemon) aromatherapy inhalation with a mean of 8.60. The intensity of labor pain in the first stage of active phase in the intervention group after being given citrus (lemon) aromatherapy d inhalation with a mean of 6.40. The average intensity of labor pain during the first active phase before the group was not given citrus (lemon) aromatherapy inhalation with a mean of 8.67. The average intensity of labor pain during the first active phase after the group was not given citrus (lemon) aromatherapy inhalation with a mean of 8.20. Conclusion: The results of the statistical test obtained a p-value = 0.000 (<0.05), which means that there is an influence of citrus (lemon) aromatherapy to reduce the level of pain in the active phase of labor in the first stage of labor at Mutiara Bunda Hospital, Tulang Bawang Regency in 2023. Suggestion: It is hoped that midwifery officers, both in hospitals and those who have independent midwife practices, should be able to provide health promotion through the media of leaflets containing material on the benefits and uses of aromatherapy for health, especially for relaxing labor. Keywords : Citrus (Lemon) Aromatherapy, Pain, Active Phase I Phase 
Factors Related To Providing Early MPASI To Babies Aged 0-6 Months Naswati, Wawat; Mariza, Ana; Anggraini, Anggraini; Iqmy, Ledy Octaviani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.12547

Abstract

Latar belakang : Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2021) 52,5% atau hanya setengah dari 2,3 juta bayi berusia kurang dari enam bulan yang mendapat ASI eksklusif di Indonesia, atau menurun 12 persen dari angka di tahun 2019. Menurut Dinas Kesehatan Propinsi Lampung pada tahun 2021 bayi yang diberikan MPASI sampai usia 6 bulan hanya (32,2%). Dari data Desa Sidokayo juga menyebutkan angka kejadian diare pada bayi umur kurang dari 1 tahun pada tahun 2022 meningkat sebanyak 39 kasus, sedangkan pada bulan Januari hingga Februari 2022 terdapat 8 kasus diare bayi dalam 1 bulan. Dan dari 8 kasus tersebut bayi yang terkena diare kebanyakan dari mereka telah diberikan MP ASI sebelum usia 6 bulan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor apasaja yang berhubungan dengan diberikannya MPASI dini pada anak usia 0-6 bulan di Desa Sidokayo Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara Tahun 2023. .Metode penelitian : penelitian ini merupakan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan yang berjumlah 40 bayi. Tehnik sampling dengan Total Sampling yaitu sebanyak 40 bayi. Cara pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat  (chi square).Hasil penelitian ada hubungan hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan dengan diberikannya MPASI dini pada anak usia 0-6 bulan.Kesimpulan Berdasarkan hasil univariat menujukkan distribusi frekuensi pengetahuan ibu yang baik (52,5%), Pendidikan tinggi (52.5%), ibu yang bekerja (52.5%) dan responden yang memberikan MPASI dini sebanyak 57.5%. Hasil bivariat didapatkan bahwa dari tiga variabel yang diteliti yaitu pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan diperoleh p = 0,001,  022 ≤ α = 0,05, , maka ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan dengan diberikannya MPASI dini pada anak usia 0-6 bulan. Diharapkan bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan pengetahuan dengan media yang ada, seperti internet, youtube, leflet dan lain sebagainya.Saran Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan kesehatan tentang MP-ASI terutama kepada ibu dengan pendidikan rendah dan atau ibu yang bekerja Kata kunci : MPASI Dini, Pengetahuan, Pendidikan, Pekerjaan ABSTRACT Background : According to Basic Health Research data (RISKESDAS, 2021) 52.5% or only half of the 2.3 million babies aged less than six months are exclusively breastfed in Indonesia, a 12 percent decrease from the 2019 figure. According to the Lampung Provincial Health Office in 2021, only 32.2% of infants were given complementary foods until 6 months of age. Data from Sidokayo Village also states that the incidence of diarrhea in infants aged less than 1 year in 2022 increased by 39 cases, while in January to February 2022 there were 8 cases of infant diarrhea in 1 month. And of the 8 cases of infants affected by diarrhea, most of them had been given MP ASI before the age of 6 months. This study was conducted to determine what factors are associated with early complementary feeding in children aged 0-6 months in Sidokayo Village, Abung Tinggi District, North Lampung Regency in 2023. .Research method : this research is an analytical survey using a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had babies aged 0-6 months totaling 40 babies. The sampling technique with Total Sampling is as many as 40 babies. How to collect data with a questionnaire. The analysis used was univariate and bivariate analysis (chi square).The results showed that there was a relationship between knowledge, education and work with the provision of early solidity in children aged 0-6 months.Conclusion Based on the univariate results, the frequency distribution of good maternal knowledge (52.5%), high education (52.5%), working mothers (52.5%) and respondents who gave early solids as much as 57.5%. The bivariate results showed that of the three variables studied, namely knowledge, education and work, p = 0.001, 022 ≤ α = 0.05, so there is a relationship between knowledge, education and work with early complementary feeding in children aged 0-6 months . It is expected for the community to further increase knowledge with existing media, such as the internet, YouTube, leaflets and so on.Suggestions It is hoped that health workers can provide health counseling about complementary foods, especially to mothers with low education and or working mothers. Keywords : Early complementary feeding, knowledge, education, work 
Influence Of Date Fruit Consumption On Breast Milk Production In Breastfeeding Mothers Ramadhani, Andesta; Amirus, Khoidar; Mariza, Ana; Ermasari, Anissa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i9.15478

Abstract

Latar Belakang : Menyusui bukan sekadar pengalaman menjalin ikatan antara ibu dan anak; itu juga merupakan sumber nutrisi penting bagi bayi. Namun banyak ibu yang mengalami kendala dalam mempertahankan pemberian ASI eksklusif karena produksi ASI yang tidak mencukupi. Nutrisi ibu hamil memainkan peran penting dalam mengatasi masalah ini, dan salah satu solusi yang sering diabaikan adalah konsumsi kurma. Kurma, yang secara ilmiah dikenal sebagai Phoenix dactylifera, telah terkenal karena manfaat nutrisinya selama berabad-abad. Kaya akan galaktagog, protein, dan kalori, kurma telah menunjukkan potensi menjanjikan dalam meningkatkan produksi ASI. Artikel ini mendalami penelitian yang dilakukan di wilayah Puskesmas Kotabumi II pada tahun 2023.Tujuan penelitian : Diktetahui pengaruh konsumsi buah kurma terhadap produksi ASI ibu menyusui.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental dengan menggunakan metodologi two-group test-post test. Populasi penelitian adalah ibu nifas di wilayah Puskesmas Kotabumi II, dengan jumlah sampel yang dikumpulkan pada bulan Agustus 2023 sebanyak 30 orang. Melalui purposive sampling, 15 orang ibu dimasukkan ke dalam kelompok intervensi, sedangkan 15 orang lagi menjadi kelompok kontrol.Hasil Penelitian :Analisis statistik, menggunakan uji Mann-Whitney, menunjukkan nilai p signifikan sebesar 0,028<0,05. Hasil ini menunjukkan adanya pengaruh nyata konsumsi buah kurma terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah Puskesmas Kotabumi II pada tahun 2023. Temuan ini menggarisbawahi potensi kurma sebagai solusi alami untuk meningkatkan tingkat keberhasilan menyusui.Kesimpulan adanya pengaruh nyata konsumsi buah kurma terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusuiSaran :Dengan dosis anjuran 100 gram atau kurang lebih 8 buah kurma setiap hari selama 7 hari, ibu bisa memanfaatkan manfaat alternatif non farmakologi ini. Kata Kunci: ASI, ASI, Buah Kurma, Ibu ABSTRACT  Background: Breastfeeding is not just a bonding experience between a mother and her child; it's also a vital source of nutrition for the infant. However, many mothers face challenges in maintaining exclusive breastfeeding due to insufficient breast milk production. Maternal nutrition plays a crucial role in addressing this issue, and one often-overlooked remedy is the consumption of dates. Dates, scientifically known as Phoenix dactylifera, have been celebrated for their nutritional benefits for centuries. Rich in galactagogue, protein, and calories, dates have shown promising potential in boosting breast milk production. This article delves into a study conducted in the Kotabumi II Community Health Center area in 2023. Purpose : The aim of this research is to determine the effect of dates on breast milk productionMethod: Exploring the influence of date fruit consumption on breastfeeding mothers' milk production. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental design, utilizing a two-group test-post test methodology. Postpartum mothers in the Kotabumi II Community Health Center area constituted the study population, with a total of 30 samples collected in August 2023. Through purposive sampling, 15 mothers were assigned to the intervention group, while another 15 formed the control group.Result : Statistical analysis, employing the Mann-Whitney test, revealed a significant p-value of 0.028<0.05. This outcome suggests a tangible influence of date fruit consumption on the smoothness of breast milk production among breastfeeding mothers in the Kotabumi II Community Health Center area in 2023. These findings underscore the potential of dates as a natural solution to enhance breastfeeding success rates.Concluison a tangible influence of date fruit consumption on the smoothness of breast milk production among breastfeeding mothersSuggestion dosage of 100 grams or approximately 8 pieces of dates daily for a duration of 7 days, mothers can harness the benefits of this non-pharmacological alternative. Keywords: Breastfeeding, Breast Milk, Date Fruit, Mother,
The Influence Of Moringa Leaves Consumption On Infants With Low Birth Weight Below The Green Line Fitriana, Fajar -; Lathifah, Neneng Siti; Parina, Febriyantina; Mariza, Ana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.11812

Abstract

Latar Belakang: Berat badan bayi harus diperhatikan secara cermat oleh ibu untuk mengoptimalkan pertumbuhannya. Berdasarkan data Puskesmas Bandar Jaya, pada tahun 2019 terdapat 59 kasus balita dengan berat badan kurang, pada tahun 2020 sebanyak 63 kasus, dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 87 kasus. Asupan gizi yang dapat meningkatkan gizi balita dengan berat badan kurang antara lain dengan mengonsumsi daun kelor. Daun kelor mengandung protein, vitamin, dan mineral yang berpotensi menjadi bahan terapi dan suplemen bagi anak gizi buruk.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan daun kelor terhadap bayi dengan berat badan dibawah garis hijau di wilayah kerja Puskesmas Bandar Jaya Kabupaten Lampung Tengah.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan non-equivalent control group. Populasinya terdiri dari seluruh bayi dengan berat badan di bawah garis hijau yang berjumlah 34 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Diketahui berat badan bayi sebelum intervensi pada kelompok intervensi adalah 6229,4 gram dan setelah intervensi adalah 6658,8 gram. Sedangkan berat badan bayi sebelum intervensi pada kelompok kontrol adalah 6105,8 gram, dan setelah intervensi adalah 6355,8 gram, dengan selisih berat badan 179,2 gram. Terdapat pengaruh pemberian sediaan daun kelor terhadap bayi dengan berat badan dibawah garis hijau di wilayah pelayanan Puskesmas Bandar Jaya Kabupaten Lampung Tengah (p-value 0,000).Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian sediaan daun kelor terhadap bayi dengan berat badan dibawah garis hijau. Kata Kunci: Berat Badan Bayi, Daun Kelor. ABSTRACT Background: Infant weight should be carefully considered by mothers to optimize growth. Based on the data from Bandar Jaya Health Center, in 2019, there were 59 cases of underweight toddlers, in 2020, there were 63 cases, and in 2021, it increased to 87 cases. Nutritional intake that can enhance the nutrition of underweight toddlers includes consuming moringa leaves. Moringa leaves contain protein, vitamins, and minerals that have potential therapeutic and supplementary food for malnourished children.Objective: To determine the influence of moringa leaves preparation on infants with weight below the green line in the working area of bandar jaya health center, central lampung regency.Method: This is a quantitative study using a quasi-experimental design with a non-equivalent control group approach. The population consisted of all infants with weight below the green line, totaling 34 individuals, with a sample size of 34 respondents using a total sampling technique. Data collection was done using questionnaires. Univariate and bivariate analysis were performed using the Wilcoxon test.Results: It was found that the weight of infants before intervention in the intervention group was 6229.4 grams and after intervention was 6658.8 grams. Meanwhile, the weight of infants before intervention in the control group was 6105.8 grams, and after intervention was 6355.8 grams, with a weight difference of 179.2 grams. There is an influence of moringa leaves preparation on infants with weight below the green line in the service area of Bandar Jaya Health Center, Central Lampung Regency (p-value 0.000).Conclusion: There is an influence of moringa leaves preparation on infants with weight below the green line. Keywords: Infant Weight, Moringa Leaves.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Desminore dan Penanganan Non Farmakologi di SMAN 01 Kebun Tebu Lampung Barat Julaeha, Siti; Mariza, Ana; Suharman, Suharman; Ermasari, Anisa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.12437

Abstract

ABSTRACT Menstruation is the process of shedding the endometrial lining or the inner uterine wall which has many blood vessels from the uterus to the cervix and then blood comes out through the vagina. Preliminary data at Kebun Tebu 1 Public High School, West Lampung Regency, obtained 36 young women out of a total of 74 students who experienced menstrual pain on the first day so they received treatment at the UKS. Researchers also conducted interviews with 10 students who experienced dysmenorrhea at SMAN 01 Kebun Tebu. It was found that all students said that dysmenorrhea greatly interfered with activities, especially when the dysmenorrhea occurred while studying. This is because apart from dysmenorrhea, female students with dysmenorrhea also experience other symptoms such as dizziness, nausea, weakness, back pain and fever. The purpose of this study was to determine the effect of health education on the level of adolescent knowledge about dysmenorrhea and non-pharmacological treatment at SMAN 01 Kebun Sugar Cane, West Lampung Regency in 2023. Type of quantitative research, pre-experimental research design using one group pretest-posttest design, population and sample of all 10th grade students at SMAN 01 Kebun Sugar Cane, West Lampung Regency in 2023, as many as 32 girls. Total sample sampling technique. This research was carried out at SMAN 01 Sugar Cane Gardens, West Lampung Regency in 2023. Data analysis used univariate and bivariate analysis used the Wilcoxon test. Knowledge of adolescents about dysmenorrhea before being given health education about dysmenorrhea and non-pharmacological treatment with a mean of 9.06. While the number of respondents who had scores above the mean were 14 people and scores below the mean were 18. Adolescents' knowledge about dysmenorrhea after being given health education about dysmenorrhea and non-pharmacological treatments with a mean of 13.53. While the number of respondents who had values above the mean were 18 people and values below the mean were 14. The results of bivariate data analysis using the t-test obtained a p-value of 0.000 <0.05, so it can be concluded that there is an influence of health education on the level of adolescent knowledge about dysmenorrhea and non-pharmacological treatment at SMAN 01 Kebun Sugar Cane, West Lampung Regency in 2023. It is hoped that young women can increase their knowledge about dysmenorrhea through the media of leaflets, both at the nearest school or health facility. Keywords: Non-Pharmacological Health Education, Knowledge, Dysminore ABSTRAK Menstruasi adalah proses peluruhan lapisan endometrium atau dinding rahim bagian dalam yang banyak pembuluh darah dari rahim menuju leher rahim kemudian darah keluar melalui vagina. Data pendahulu di SMA Negeri 1 Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat didapat 36 remaja putri dari jumlah siswa sebanyak 74 orang yang mengalami nyeri haid di hari pertama sehingga mendapatkan perawatan di UKS. Peneliti juga melakukan wawancara dengan 10 orang siswi yang mengalami dismenore di SMAN 01 Kebun Tebu diketahui bahwa semua siswi mengatakan bahwa dismenore sangat menganggu aktivitas terutama ketika dismenore tersebut terjadi saat sedang belajar. Hal tersebut dikarenakan selain dismenore, siswi yang dismenore juga mengalami gejala lain seperti pusing, mual, lemah, sakit pinggang dan demam. Tujuan penelitian ini adalah diketahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang disminore dan penanganan non farmakologi di SMAN 01 Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian pra eksperimen menggunakan one group pretes-postes design, Populasi dan sampel seluruh siswi kelas 10 di SMAN 01 Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat Tahun 2023 sebanyak 32 remaja putri. Teknik sampel total sampel. Penelitian ini telah dilaksanakan di SMAN 01 Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat Tahun 2023. Analisa data menggunakan univariat dan analisa bivariate menggunakan uji wilcoxon. Pengetahuan remaja tentang disminore sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang disminore dan penanganan non farmakologi dengan mean 9,06. Sedangkan jumlah responden yang memiliki nilai diatas mean sebanyak 14 orang dan nilai dibawah mean sebanyak 18. Pengetahuan remaja tentang disminore sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang disminore dan penanganan non farmakologi dengan mean 13,53. Sedangkan jumlah responden yang memiliki nilai diatas mean sebanyak 18 orang dan nilai dibawah mean sebanyak 14. Hasil analisa data bivariat menggunakan uji t-tes didapat nilai p-value 0,000 < 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang disminore dan penanganan non farmakologi di SMAN 01 Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat Tahun 2023. Bagi remaja putri diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang disminore melalui media leaflet, baik disekolah ataupun fasilitas kesehatan terdekat. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan Non Farmakologi, Pengetahuan, Disminore 
Co-Authors A.S, Veronica Dyah Adelia, Martha Afriani, Nasita Agustin, Feni Nia Ana Tince Wati Sihombing Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Annisa Umi Kalsum Apridayanti Apridayanti Ariesty, Ghina Ayu Aryawati, Wayan Aslam, Fatmawati Asni Lazary Astriana Astriana, Astriana Auda Audrias Christika Lucia Anggraini Dainty Maternity Desfia HaryatiHS Desi Risna Purnamasari Dewi Yuliasari Dewi Yuliasari Diana Sari Diyan Azhari Dwi Sriwinih Efia, Nur Eka Rohmayanti Ermasari, Anisa Ermasari, Anissa Ermawati, Rosi Ernawati Ernawati Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Fajar Amaliah Febrianti Febrianti Feni Mustilah Fitriana, Fajar - Fradika, Agustina Hera Mutmainah Idayani, Tri Iqmy, Ledy Octaviani Irma Rismaya Khoidar Amirus Kurniasari, Devi Lala Putriyaza Lala Putriyaza Lathifah, Neneng Siti Lestari, Wiwin Lolita Sari Maida Nurahmah Maria Ulfa, Ade Marina, Ni Nyoman Marsal Usman Meilita, Masti Meliya Adiya Putri Mulia, Anissa Nana Kristina Nana Kristina Naswati, Wawat Neneng Siti Lathifah Neni, Neni Ni Putu Eka Budi Sulistiyawati Ningsih, Astri Cahya Nita Andriani Nita Evriana Sari Novi Sulistiyowati Nurliyani Nurliyani Nurul Isnaini Nurul Isnaini Parina, Febriyantina Primadianti, Annisa Putri Lia Rosa Putri, Ratna Dewi Putri, Ratna Dewi Putriyaza, Lala Putu Candrawati Rachmawati, Fijri Ramadhani, Andesta Ratnaningsih, Tri Astuti Riska, An Risma Ayu Perdana Riyanti Riyanti Rizki Novita Ratna Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Samino Samino Samino Samino Sari, Dayu Linda Sari, Dewi Yulia Sari, Nita Evriana Selmi Rita A Serin Jonitha Siti Julaeha, Siti Siti Maysaroh Siti Soleha Sri Utami Suharman Suharman Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Syamraini Silda Tia Erlina Trisnawati Trisnawati Udrotusaniah, Ita Ulfa, Ade Maria Utami, Mei Lidia Utami, Vida Wira wahyuni wahyuni Yuli Yantina Yuspita, Yeni Yuviska, Ike Ate Yuviska, Ike Ate Zaima Zaima zarma Zarma