Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Morfometrik dan Conception Rate (CR) Kambing PE yang di Inseminasi dengan Semen Pejantan Boer Kentjonowaty, Inggit; Sholikah, Nisa'us; Humaidah, Nurul; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung; Mahardhika, Brahmadhita Pratama
Jurnal Sains Peternakan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v11i1.7837

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk melakukan seleksi kambing PE sebagai induk yang akan dikawinkan melalui inseminasi buatan dengan semen kambing Boer melalui evaluasi morfometrik di Sleman, Yogyakarta. Objek dalam penelitian ini adalah induk kambing PE sebanyak 24 ekor. Pada penelitian ini dilakukan analisa regresi dan korelasi untuk mencari hubungan antara panjang badan, lingkar dada, lingkar perut, dan tinggi badan kambing PE betina terhadap bobot badannya. Setelah itu, kambing PE diinseminasi dengan semen pejantan Boer untuk mendapatkan informasi Conception rate nya. Hasil penelitian ini menjukkan bahwa panjang badan, lingkar dada, lingkar perut dan tinggi badan kambing PE berkorelasi dengan bobot badannya. Hubungan antara panjang badan, lingkar dada, lingkar perut kambing PE dengan Bobot badannya sangat erat dengan nilai koefisien korelasi  R2 masing-masing 0,75; 0,75 dan 0,72 sedangkan hubungan antara tinggi badan dengan bobot badan tergolong erat yaitu dengan nilai koefisein korelasi R2 sebesar 0,50. Conseption rate hasil perkawinan kambing PE dengan pejantan Boer melalui inseminasi buatan pada peneltian ini sebesar 45,83%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat keeratan hubungan yang tinggi antara mofometrik dan bobot badan induk kambing PE dengan keberhasilan kebuntingan sebesar 45,83%.
Optimizing Cattle Farm Waste Management Through the Application of Biogas Technology in Kondoano Village, Mowila Subdistrict, South Konawe Regency Has, Hamdan; Aka, Rahim; Rahadi, Syam; Fadilla, Zahra Jinan; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Indonesian Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijcs.v4i2.2365

Abstract

Cattle waste is one of the common problems in cattle farms. Through proper processing, waste can be turned into new products with higher added value. This community service program takes the form of technical guidance provided by the Faculty of Animal Husbandry Team at Halu Oleo University to farmers. This activity aims to improve farmers' knowledge and skills in processing ruminant manure waste so that it can become an alternative energy source through the use of biogas technology. This activity was carried out in Kondoano Village, Mowila District, South Konawe Regency. The method of implementation began with a site survey, analysis of the problems experienced, exploration of the potential in Kondoano Village, technical guidance, and evaluation of the activities. Kondoano farmers were given additional knowledge through technical guidance on the application of biogas technology by utilizing livestock waste to produce energy and reduce environmental pollution. This activity involved a team of lecturers from the UHO Faculty of Animal Husbandry, students, and farmers. This technical guidance has been able to provide additional knowledge for the community to independently process livestock waste into biogas.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT TERHADAP SUSUT MASAK DAN UJI pH PADA MEATBALL AYAM KAMPUNG Santosa, David Kusworo Budi; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meatball merupakan produk olahan dari daging yang dihaluskan, seperti daging sapi, ayam, atau ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh penambahan tepung rumput laut terhadap susut masak dan pH meatball ayam kampung sekaligus menentukan tingkat penambahan yang paling efektif. Bahan-bahan yang digunakan adalah es batu, tepung rumput laut, tepung tapioka, 2.500 gram daging paha ayam kampung jantan berumur delapan bulan, dan bumbu pendukung. Lima perlakuan dan empat ulangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah 10% tepung tapioka dan 5%, 10%, 15%, dan 20% tepung rumput laut, serta kelompok kontrol tanpa tepung rumput laut. Parameter yang diamati adalah susut masak dan pH, dan jika terdapat perbedaan yang signifikan, uji BNT dilakukan setelah analisis ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah tepung rumput laut secara signifikan (P<0,01) menurunkan susut masak dan meningkatkan pH, dengan perlakuan 10% menghasilkan hasil terbaik berupa susut masak sebesar 30,0% dan pH 7,42. Kata Kunci : Daging Ayam Kampung, Tepung Rumput Laut, Susut Masak, pH. THE EFFECT OF THE ADDITION OF SEAWEED FLOUR ON THE COOKING LOSS AND pH TEST KAMPUNG CHICKEN MEABALLAbstractMeatballs are processed products from mashed meat, such as beef, chicken, or fish. This study aims to assess the effect of the addition of seaweed flour on the shrinkage of cooking and pH of free-range chicken meatballs as well as determine the most effective level of addition. The ingredients used were ice cubes, seaweed flour, tapioca flour, 2,500 grams of eight-month-old male free-range chicken thighs, and supporting spices. The five treatments and four replicates used in this trial were 10% tapioca flour and 5%, 10%, 15%, and 20% seaweed flour, as well as the control group without seaweed flour. The parameters observed were ripe shrinkage and pH, and if there was a significant difference, the BNT test was performed after ANOVA analysis. The results showed that a significant increase in the amount of seaweed flour (P<0.01) reduced ripening shrinkage and increased pH, with 10% treatment producing the best results in the form of ripening shrinkage of 30.0% and pH of 7.42. Keywords: Free-Range Chicken Meat, Seaweed Flour, Cooking Depreciation, pH
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN PARE (Momordica charantia L.) SECARA PENGUAPAN TERHADAP RONGGA UDARA DAN TOTAL BAKTERI TELUR AYAM RAS Verdianto, Ageng Prima; Suryanto, Dedi; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pemberian berbagai konsentrasi ekstrak daun pare (Momordica charantia L.) secara penguapan terhadap rongga udara dan total bakteri telur ayam ras. Materi pada penelitian ini yaitu telur ayam ras (ISA Brown) segar berumur 1 hari yang diambil langsung dari peternak dan bubuk daun pare yang diekstraksi dengan etanol 96%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 6 pengulangan. Perlakuan penelitian ini meliputi P0 : telur tanpa penguapan 0%, P1 : penguapan telur dengan konsentrasi ekstrak daun pare 5%, P2 : penguapan telur dengan konsentrasi ekstrak daun pare 10%, dan P3 : penguapan telur dengan konsentrasi ekstrak daun pare 15%, kemudian telur disimpan selama 21 hari pada suhu ruang. Variabel yang dianalisis mencakup rongga udara dan total bakteri. Analisis statistik yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA). Penelitian yang dilakukan  menunjukkan hasil perlakuan penguapan telur ayam ras menggunakan ekstrak daun pare yang disimpan selama 21 hari tidak memberikan adanya pengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai rongga udara dan total bakteri. Hasil nilai rata-rata rongga udara pada setiap perlakuan yaitu P0 : 0,53 cm; P1 : 0,495 cm; P2 : 0,42 cm; dan P3 : 0,445 cm. Rata-rata nilai total bakteri pada setiap perlakuan yaitu: P0 sebesar 3,5 x 108 CFU/ml; P1 sebesar 13 x 108 CFU/ml; P2 sebesar 1,3 x 108 CFU/ml; dan P3 sebesar 2,0 x 108 CFU/ml. Kesimpulan yang didapat yaitu pemberian berbagai konsentrasi ekstrak daun pare secara penguapan belum mampu mempertahankan kualitas nilai total bakteri, namun pemberian berbagai konsentrasi ekstrak daun pare secara penguapan dapat mempertahankan mutu kualitas rongga udara setelah disimpan pada suhu ruang selama 21 hari. Pemberian konsentrasi ekstrak daun pare sebanyak 10% secara penguapan menghasilkan nilai rongga udara sebanyak 0,42 cm dengan nilai mutu I, sedangkan nilai total bakteri sebanyak 1,3 x 108 CFU/ml.Kata kunci: telur ayam ras, ekstrak daun pare, penguapan, rongga udara, dan total bakteri.THE EFFECT OF GIVING VARIOUS CONCENTRATIONS OF BITTER GOURD LEAF EXTRACT (Momordica charantia L.) BY FUMIGATION ON THE AIR CELL                              AND TOTAL BACTERIA OF LAYER CHICKEN EGGS ABSTRACT This study was conducted to analyze the effect of giving various concentrations of bitter melon leaf extract (Momordica charantia L.) by evaporation on the air cavity and total bacteria of purebred chicken eggs. The material in this study is 1 day old fresh purebred chicken eggs (ISA Brown) taken directly from farmers and bitter melon leaf powder extracted with 96% ethanol. This research uses an experimental method with a Complete Random Design (RAL) consisting of 4 treatments and 6 repetitions. The treatment of this study includes P0 : eggs without 0% evaporation, P1 : evaporation of eggs with a concentration of 5% bitter melon leaf extract, P2 : evaporation of eggs with a concentration of 10% bitter melon leaf extract, and P3 : evaporation of eggs with a concentration of 15% bitter melon leaf extract, then the eggs are stored for 21 days at room temperature. The variables analyzed include air cavities and total bacteria. The statistical analysis used is Analysis of Variance (ANOVA). The research carried out showed that the results of the evaporation treatment of purebred chicken eggs using bitter melon leaf extract stored for 21 days did not have a real effect (P>0.05) on the value of air cavities and total bacteria. The average result of the air cavity in each treatment is P0 : 0,53 cm; P1 : 0,495 cm; P2 : 0,42 cm; and P3 : 0,445 cm. The average total value of bacteria in each treatment is: P0 is 3.5 x 108 CFU/ml; P1 is 13 x 108 CFU/ml; P2 is 1.3 x 108 CFU/ml; and P3 is 2.0 x 108 CFU/ml. The conclusion obtained is that the administration of various concentrations of bitter melon leaf extract by evaporation has not been able to maintain the quality of the total value of bacteria, but the administration of various concentrations of bitter melon leaf extract by evaporation can maintain the quality of the air cavity after being stored at room temperature for 21 days. The administration of a bitter melon leaf extract concentration of 10% by evaporation produces an air cavity value of 0.42 cm with a quality value of I, while the total value of bacteria is 1.3 x 108 CFU/ml. Keywords: hicken eggs, bitter melon leaf extract, evaporation, air space, and total bacteria. 
PENGARUH PENAMBAHAN SKIM PADA GRAIN KEFIR DARI LOKASI BERBEDA TERHADAP TOTAL KHAMIR DAN TOTAL ASAM TERTITRASI Mujahidin, Muhammad Wildan; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan susu skim pada grain kefir dari lokasi berbeda terhadap total khamir dan total asam tertitrasi (TAT). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang pada Juli–Desember 2025. Bahan yang digunakan meliputi susu sapi segar dan grain kefir yang berasal dari tiga lokasi berbeda, yaitu Malang (A1), Banyumas (A2), dan Tasikmalaya (A3). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor, yaitu faktor A (asal grain kefir) dan faktor B (konsentrasi penambahan susu skim), yang terdiri atas B0 (0%), B1 (6%), dan B2 (8%), dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati adalah total khamir dan total asam tertitrasi. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal grain kefir tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total khamir, dengan nilai rata-rata berkisar antara 5,9 × 10⁹ hingga 1,1 × 10¹⁰ CFU/ml. Penambahan susu skim hingga 8% juga tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total khamir, serta tidak terdapat interaksi antara kedua faktor tersebut. Sebaliknya, asal grain kefir berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total asam tertitrasi. Grain kefir asal Banyumas (A2) menghasilkan nilai TAT tertinggi sebesar 0,92%, diikuti Malang (0,84%) dan Tasikmalaya (0,76%). Penambahan susu skim dan interaksi antara asal grain dan konsentrasi skim tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai TAT, dengan kisaran nilai 0,83–0,85%, yang masih berada dalam standar mutu kefir segar menurut SNI (0,6–1,2%). Penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik mikroba pada grain kefir dari lokasi berbeda lebih berperan dalam pembentukan total asam tertitrasi dibandingkan penambahan susu skim, sedangkan total khamir relatif stabil terhadap kedua perlakuan. Grain kefir asal Banyumas berpotensi menghasilkan kefir dengan tingkat keasaman terbaik. Saran selanjutnya perlu melakukan penelitian lebih lanjut dengan variabel lain seperti uji organoleptik, viskositas, kadar protein serta menambahkan susu skim lebih dari 8%. Kata kunci: kefir, susu skim, grain kefir, khamir, TAT
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG PUCUK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) YANG TERSUPLEMENTASI ENZIM NSP (NON-STARCH POLYSACCHARIDE) TERHADAP BOBOT ALBUMIN, NILAI pH, DAN INDEKS PUTIH TELUR PUYUH Nisa Sifa Sabila Sabila; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bobot albumin, nilai pH, dan indeks putih telur puyuh ketika diberi pakan tepung pucuk daun kelor yang disuplementasi dengan enzim NSP. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah penambahan tepung pucuk daun kelor dalam pakan, dan faktor kedua adalah penambahan enzim NSP pada pakan. Riset ini menggunakan empat perlakuan dan tiga ulangan, dimana terdapat lima ekor ternak percobaan pada setiap perlakuan. Berat albumin, nilai pH, dan indeks putih telur puyuh merupakan variabel yang diamati. Analisyst of Variance (ANOVA) digunakan untuk menganalisis data. Jika hasilnya berpengaruh nyata, Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) digunakan untuk investigasi lebih lanjut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bobot albumin dan indeks putih telur berpengaruh nyata (P <0,05) oleh penambahan tepung pucuk daun kelor. Tidak ditemukan dampak signifikan (P>0,05) pada bobot albumin, nilai pH, dan indeks putih telur ketika enzim NSP ditambahkan sendiri atau bersamaan dengan tepung pucuk daun kelor. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian tepung pucuk daun kelor sebesar 5%/kg pakan efektif meningkatkan bobot albumin dan indeks putih telur, namun penambahan enzim NSP sebesar 30g/kg pakan serta pakan kombinasi tidak memperbaiki bobot albumin, nilai pH, dan indeks putih telur. Kata Kunci : tepung pucuk daun kelor, enzim NSP, bobot albumin, nilai pH, indeks putih telur, burung puyuh  THE EFFECT OF MORINGA (MORINGA OLEIFERA) LEAF MEAL SUPPLEMENTED WITH NSP (NON-STARCH POLYSACCHARIDE) ENZYMES ON ALBUMEN WEIGHT, pH VALUE, AND EGG WHITE INDEX OF QUAIL EGGS AbstractThe purpose of this study was to determine the effect of albumin weight, pH value, and egg white index of quail when fed kelor leaf shoot flour processed with NSP enzyme. This study used a RALF (Completely Randomized Factorial Design) experimental design. This experiment had four treatments and three replications, with five experimental animals in each treatment. The first factor was the addition of kelor leaf shoot flour in the feed, and the second factor was the addition of NSP enzyme in the feed. Albumin weight, pH value, and egg white index of quail were the characteristics observed. Investigation of Variance (ANOVA) was used to test the data. If the results were statistically significant, the Least Significant Difference (LSD) test was used for further investigation. The results of this study showed that albumin weight and egg white index were significantly affected (P <0.05) by the addition of kelor leaf shoot flour. No significant effect (P>0.05) was found on albumin weight, pH value, and egg white index when NSP enzyme was added alone or together with kelor leaf shoot flour. The conclusion of this study is that the administration of kelor leaf shoot flour at 5%/kg of feed effectively increases albumin weight and egg white index, but the addition of NSP enzyme at 30g/kg of feed and combination feed does not improve albumin weight, pH value, and egg white index.Keywords: moringa oleifera leaf meal, NSP enzymes, albumen weight, pH value, egg white index, quail
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abiwardhani, Alif Brillian Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achsan Sabilan Al Falah Ahlul Ilham Mahayana Ahmad Bayu Kusuma Ahmad Fadholi, Ahmad Ahmad Fa’iqin Alik Maulidiyah Andi Kausar Arisandi Arfin Angga Saputra Armada armada Azmi, Ahmad Faruq Badat Muwakhid Bagus Singgih Putra Pratama Dhana Bayu Pratama, Bima Sakti Bustami Fauzan Daniar Dwi Absari Dedi Suryanto Desirma Cipta Masnaly Desy Desy Dicky Ari Pratangga Dinasari, Irawati Dwi Aji Andrianto Edi Hartono Edy Purwanto Fadilla, Zahra Jinan Fadillah, Daffa Akbar Faiqul Mubarok Fajar Bayu Dwi Kurniawan Fanani, Khoirul Farid Wadjdi Fathor Rahman Fatimah Azzahra Firda Uswatun Khotimah Fitriani Fitriani Hae, Nabila Latifa Hairil Ansyarif Hamdan Has Hariri, Moh Hulwani Rujianto, Alif Noval Ibrahim, Ismet Igo Athief Naufal, Maulana Ilmayana Husnia In&#039;am Maulidha Rizaldy Inggit Kentjonowaty Inggit Kentjonowaty Intan Dwi Novieta, Intan Dwi Irawati Dinasari Irawati Dinasari Retnaningtyas Irawati Dinasari Retnaningtyas Irmayani Irmayani Ita Athia Iva Siska Anggraeni Devitasari Kentjonowaty , Inggit Khadafi, Muhammad Rahul Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Kusnarida, Elif Luluh Anggriani M Nurkholis M. Basid Sidiq M. Farid Wadjdi Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masnaly, Desirma Cipta Maulana, Robby Rizaldi Merlita Herbani Mochammad Endrian Novabrianto Mu’is, Muhammad Mubaraq, Ghusni Mudawamah Mudawamah Muhamad Farid Wadjdi Muhammad Faisal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Muhammad Nizham Pradiptha Muhammad Wahyu Indra c Lasmana Mujahidin, Muhammad Wildan Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nanda Agustia Nasharuddin Nisa Sifa Sabila Sabila Nisa’us Sholikah Norizan Norizan Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Laili Azizah Nur Laili Azizah Nurazka, Nauval Nurul Friska Maulidah Nurul Humaidah Nurul Jadid Mubarokati Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Oktriza Melfazen Prasetya Gusti Samiaji Purnama, Shelly Eka R, Rasidin Rahmat Dianto Rasbawati, Rasbawati Retnaningtyas, irawati Dinasari Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rifkas, Alvin Paradiptya Rita Dewi Antika Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Rizki Sadewa, Jihad Sahidan Rais Salsabila, Maulida Santosa, David Kusworo Budi Setiawan, Tri Bagus Sihabudin, Agus Sirojuddin, Khidzir Siti Aminah Anwar Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sultoni, Muhammad Sumartono Sunaryo Sunaryo Susilowati , Sri Syafirah, Nurmaya Syam Rahadi Thaufiqur Rochman, Achmad Tintrim Rahayu, Tintrim Toriq Nur Satrio Prayoga Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum Unung Lesmanah Unung Lesmanah Usman Ali Usman Ali Utomo, Moch Luthfi Hadi Verdianto, Ageng Prima Wijaya, Ega Adi Wulang, Chairul Usman Muhammad Yanti Nurjaya, Maria Indradi Yudha Apridho Al Ghani