Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN SIAP ASESMEN PADA KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU SMA NEGERI 1 WONOTUNGGAL Madya Giri Aditama
-
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v6i2.4793

Abstract

Kebijakan Kurikulum Merdeka yang belum sepenuhnya dipahami oleh guru dan pendidik di lapagan menjadi kesulitan tersendiri yang dihadapi dalam menyongsong penerapan kurikulum baru ini pada tahun ajaran baru nanti. Salah satu poin penting dalam penerapan kurikulum ini adalah penerapan asesmen dalam proses pemebelajaran. Di SMA N 1 Wonotunggal, guru mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan asesmen sesuai dengan kebijakan kurikulum yang baru. Mayoritas guru masih menganggap asesmen adalah tes yang dilakukan hanya diakhir pembelajaran, namun faktanya asesmen lebih dari itu. Guru akan dapat mengetahui kebutuhan murid dan memaksimalkan potensi murid dengan menerapkan tahapa asesmen yang tepat dan sesuai. Kegiatan pelatihan siap asesmen pada kurikulum merdeka di SMA N 1 Wonotunggal ini diikuti 26 peserta yang terdiri dari guru – guru di sekolah tersebut. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah polysynchronus learning dimana merupakan perpaduan synchronous dan asynchronous learning secara daring dan luring. Tujuan utama dalam kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajran terutama asesmen sesuai kebijakan Kurikulum Merdeka. Kegiatan pelatihan ini berdampak baik pada guru – guru di SMA N 1 Wonotunggal dalam mengembangkan kemampuan mengajar dan metode asesmen. Hal ini ditunjukkan dengan pembuatan kanvas pembelajaran dan asesmen serta latihan praktik mengajar yang dilakukan.  Hal ini juga didukung dengan hasil kuesioner menunjukkan kepuasan guru setelah mendapatkan pelatihan serta menerapkan metode asesmen yang sesuai denagn kebutuhan belajaran murid.
Implementation of Differentiated Learning based on Local Wisdom in ELT Aditama, Madya Giri
ELLITE Vol 8, No 2 (2023): ELLITE: November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ellite.v8i2.21121

Abstract

An educational process must be able to analyze and meet the learning needs of each student. Differentiated learning is an educator's effort to adjust learning activities in the classroom to fulfill the learning needs of students related to readiness to receive new material, students' interests and learning profiles or learning styles of diverse students. Differentiated learning can be done by 1) content differentiation; 2) process differentiation; and 3) product differentiation; The integration of local wisdom in learning gives a real picture to students so students can understand material concepts more easily. This research is qualitative research using a phenomenology approach with data collection methods using observation, interviews and questionnaires where the data subjects were 20 high school and vocational high school English teachers in Batang Regency who applied differentiation learning. According to the results of the research conducted, it was found that 12 teachers applied content differentiation, 14 applied process differentiation, 15 applied product differentiation, and among these results some teachers applied a combination of differentiation in their learning.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Project Based Learning melalui Temu Pendidik Daerah Aditama, Madya Giri; Shofyana, Maila Huda; Muslim, Rachmat Imam; Pamungkas, Imam; Susiati, Susiati
Buletin KKN Pendidikan Vol. 4, No. 1, Juni 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v4i1.18215

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut peningkatan kemampuan guru untuk menyesuaikannya. Salah satu poin utama dalam aplikasi kurikulum tersebut adalah penerapan metode Project Based Learning yang dianggap memiliki potensi besar dalam memaksimalkan kompetensi siswa. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meingkatakan kompetensi guru di daerah Kota Pekalongan dalam memahami Project Based Learning dan penerapannya. Kegitan yang di selenggarakan di SMA Sains Cahaya Al Quran Pekalongan ini diikuti oleh 32 peserta, terdiri dari guru-guru yang berasal dari beberapa sekolah di kota pekalongan. Metode pelatihan diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini yang dikemas dalam konsep Temu Pendidik Daerah. Fakta dilapangan yang telah terjadi bahwa mayoritas pendidik hanya memahami PjBL sebatas pemberian tugas keapada siswa, padahal PjBL lebih dari itu. Metode ini dapat memaksimalkan kompetensi siswa, menerapkan 6 profil pelajar pancaseila dengan maksimal, serta dapat membantu guru dalam penilaian apabila dikombinasikan dengan asesmen yang tepat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selain meluruskan miskonsepsi tersebut juga untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun pembelajaran dalam era Merdeka Belajar.
Pemberdayaan Guru dalam Peningkatan Layanan Bimbingan Konseling di SD/MI Muhammadiyah Se-Surakata pada Era Komunikasi Global Prayitno, Harun Joko; Wulandari, Murfiah Dewi; Widyasari, Choiriyah; Nursalam, Nursalam; Malaya, Krisma Anugra; Bachtiar, Faisal Yusuf; Hermawan, Hengki; Wulandari, Desi Tri; Aditama, Madya Giri
Buletin KKN Pendidikan Vol. 2, No. 2, Desember 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v2i2.11853

Abstract

Tata kelola penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran jenjang sekolah dasar dihadapkan banyak tantangan dan persoalan pada era komunikasi dan komputasi global ini. Layanan kegiatan bimbingan dan konseling dari guru kepada siswa dan orang tua/wali memerlukan adaptasi cepat supaya pendidikan dan pembelajaran mampu mengikuti perkembangan dan tunturan perubahan tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan layanan bimbingan konseling bagi guru-guru SD/MI Muhammadiyah Se-Surakarta pada era komunikasi dan komputasi global. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan holistik reflektif partisipatif (HRP). Kegiatan dirancang bersama dengan melibatkan kepala sekolah dan guru unggulan sebagai model layanan bimbingan. Kegiatan diteruskan dengan totorial KDT (Kelompok Disukusi Terpumpun), dan partisipasi aktif serta diakhiri dengan refleksi secara holistik. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah bahwa guru-guru SD/MI kemampuan layanan bimbingan dan konselingnya diperlukan pengayaan dan pemutakhiran secara berkala dan terus-menerus. Layanan bimbingan dan konseling guru-guru SD/MI perlu menyeimbangkan antara kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Kompetensi sosial ini memerlukan jangka waktu dan proses yang lebih lama karena berhubungan dengan hakikat kemampuan dan kemandirian anak dalam berkehidupan bermasyarakat. Layanan bimbingan konseleling dari guru kepada anak-anak dan orang tua/wali pada era komunikasi dan komputasi global memerlukan adaptasi teknik dan strategi yang kontekstual.
Pengembangan Sistem Klasifikasi Kepustakaan dengan Dewey Decimal Classification (DDC) Anggraeni, Diah Bekti; Widyastuti, Widyastuti; Rahmawati, Fitri Puji; Aditama, Madya Giri
Buletin KKN Pendidikan Vol. 3, No. 2, Desember 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v3i2.15734

Abstract

Perpustakaan suatu sekolah menjadi salah satu tolak ukur suatu sekolah dikatakan maju atau tidak. Perpustakaan yang ideal ialah yang memiliki ruang perpustakaan nyaman, bahan pustaka yang lengkap, serta pustaka-wan yang melakukan pelayanan secara COMFORT. SD Negeri 1 Gema-wang berada di Kecmatan Girimarto Kabupaten Wonogiri mempunyai koleksi pustaka yang memadai, akan tetapi sistem administratif per-pustakaan serta belum adanya sumber manusianya sebagai pustakawan. Perpustakaan di SD Negeri 1 Gemawang telah mendapatkan bahan pustaka baru dari Dinas Pendidikan yang belum ditata dan dilakukan pengadminitrasian. Pembuatan kategorisasi bahan pustaka yang dil-akukan di perpustakaan SD Negeri 1 Gemawang menggunakan sistem klasifikasi Dewey Decimal Classification (DDC). Mengklasifikasi bahan pustaka dengan menggunakan sistem klasifikasi DDC terdiri dari nomor klasifikasi, lalu diikuti 3 huruf awal nama pengarang kemudian satu huruf kecil dari judul buku. Penyusunan buku harus sistematis. Penyusunan pertama dimulai dari nomor klasifikasi, dimulai dari nomor klasifikiasi terkecil dari bahan pustaka di perpustakaan hingga ke terbesar, kemudian menurut abjad dari tiga huruf awal pengarang, dan menurut abjad terkecil dari huruf pertama judul. Dengan adanya pembu-atan kategorisasi bahan pustaka menurut DDC memberikan kemudahan bagi pustakawan dalam temu kembali koleksi. Selain itu, diharapkan dapat menumbuhkan minat baca para siswa-siswi dan menjadikan SD Negeri 1 Gemawang sekolah yang semakin maju dan berkembang.
Integrasi Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Warga Binaan Lapas Kelas IIA Kendal Sugiharto, Prasetyawan Aji; Santoso, Yan Imam; Najib, Muhammad Reza Ainun; Shofyana, Maila Huda; Aditama, Madya Giri; Mubarak, Zaky
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Trimas: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58707/trimas.v4i2.969

Abstract

Efforts to build character through education are the right of every citizen to obtain education. The educational movement in prisons (correctional institutions) aims to strengthen the character of inmates through harmonization of heart (ethics), sense (aesthetics), thought (literacy) and sports (kinesthetics) with the support of public involvement and collaboration between educational institutions. Apart from that, it equips inmates to face conditions of moral, ethical and character degradation. The method of community service activities is through lectures and outreach to the target residents regarding religious aspects, educational aspects, legal aspects and health aspects. This community service activity was carried out on June 6 2024 at the Kendal Class IIA Correctional Institution. With this activity, prison inmates can strengthen their religious aspects so that they are able to correct mistakes and behave well, become citizens based on the character values ​​of the Indonesian nation, can know their rights as legal prisoners and lead a healthy life in body and soul.
Integrating Local Wisdom in Project-Based Learning to Improve Post-Pandemic English Learning Huda Shofyana, Maila; Giri Aditama, Madya; Iqbal Nugroho, Harliyandri; Tri Asmoro, Heri
ENGLISH FRANCA : Academic Journal of English Language and Education Vol. 6 No. 2 November (2022): ENGLISH FRANCA : Academic Journal of English Language and Education pr
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ef.v6i2.5418

Abstract

The project-Based Learning (PjBL) method is the recommended method to be applied in the Merdeka Belajar curriculum. The application of Proj-BL based on local wisdom allows students to freely express and maximize creativity in doing assignments and also as a medium for cultural preservation and the introduction of various kinds of local wisdom, as well as a socialization event in the environment. It is qualitative research with the purpose is to analyze the local wisdom-based Project Based Learning (PjBL) teaching method applied by English teachers at SMA and SMK levels in Batang Regency in post-pandemic learning in the Merdeka Belajar curriculum. The objects of this study are 20 English teachers in Batang regency. The result shows that the application of PjBL based on local wisdom by teachers is commonly used in culture, Tourism, peoples, local industry, entrepreneurship, folklore, and myth scopes. This study reveals several examples of the application PjBl in Language Learning, which can be referenced for readers and teachers. It is also found that this method can develop students’ soft skills such as sympathy, empathy, self-confidence, problem-solving, and teamwork; also this method can maximize students' & teachers’ competencies in learning
PEMANFAATAN PUBLIC SPEAKING BAGI SISWA SMA DALAM PERSIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA Yan Imam Santoso; Aji Sugiharto, Prasetyawan; Madya Giri Aditama; Muhammad Reza Ainun Najib; Muhammad Andre Wibisana; Firyal Afaf Anasa
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i1.3290

Abstract

Public speaking merupakah sebuah kemampuan manusia dalam mengungkapkan gagasan atau ide secara oral dikhalayak ramai, yang kemudian memberikan pesan yang mudah dipahami dan dapat dipercaya. Namun tidak semua orang dapat melakukan public speaking dengan baik dan benar. Hal ini juga terjadi pada siswa-siswa SMA Muhammadiyah Tersono. Dimana kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan memberikan kebermanfaatan mengenai public speaking dalam rangka mempersiapkan kemampuan siswa untuk menghadapi dunia kerja sehingga mendapatkan pekerjaan yang diharapkan. Pelatihan ini dilaksanakan secara online atau daring melalui zoom meeting. Kegiatan ini disampaikan dengan metode ceramah dan diskusi secara interaktif dengan memberikan penjelasan-penjelasan dengan video, gambar, sesi tanya jawab, berlatih praktik secara langsung serta memberikan kuisioner. Hasil dari kegiatan ini adalah banyak siswa yang menegaskan bahwa public speaking memberikan dampak positif secara psikologi dan sosial.
Pengembangan Kompetensi Guru Dalam Pembelajaran Diferensiasi Melalui Kegiatan Temu Pendidik Madya Giri Aditama; Saiful Risqi; Bagiya; Eny Winaryati; Opah Ropiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran pada era penerapan Kurikulum Merdeka memberikan fokus utama pada peningkatan kompetensi siswa dan pemenuhan kebutuhan siswa. Sangat penting bagi guru untuk mampu menerapkan pembelajaran diferensiasi guna memenuhi tuntutak kebutuhan belajar siswa yang berbeda. Kegiatan pelatihan bertajuk Temu Pendidik ini merupakan Kerjasama dengan Komunitas Guru Belajar Pekalongan yang diikuti oleh 42 guru dari jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA di daerah Pekalongan. Bertempat di SMK Muhammadiyah Pekalongan, metode yang digunakan berupa FGD dan dilanjutkan dengan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini adalah, dari total 42 guru yang awalnya 95% masih bingung dengan konsep pembelajaran diferensiasi, di akhir kegiatan 100% peserta telah mengerti dan mampu merancang konsep pembelajaran diferensiasi untuk diterapkan di kelasnya masing-masing
Bridging Cultures: Integrating Game-based Learning based on Local Wisdom in ELT Maila Shofyana; Yan Imam Santoso; Madya Giri Aditama; Etrisa Helga Yulianti; Mohammad Andre Wibisana
Tell : Teaching of English Language and Literature Journal Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : English Department FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/tell.v12i2.23365

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia aims to cultivate students who embody the values of Pancasila. However, achieving the profile of Pancasila learners has been challenging due to less meaningful learning experiences that do not cater to diverse student needs. This study explores the potential of Game-Based Learning (GBL) integrated with local wisdom to address these challenges in Batang Regency's high schools and vocational schools. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected from 25 teachers through questionnaires, interviews, and observations. The findings reveal that GBL activities, such as traditional game adaptations, folktale integration, cultural role-playing, and local-themed vocabulary and grammar games, significantly enhance student engagement, motivation, and cultural awareness. These activities not only make learning more enjoyable and relevant but also foster the values of Pancasila, promote local culture, and support Batang tourism. The study reveals the importance of providing adequate resources and training for teachers to overcome implementation challenges and suggests future research to explore the long-term impacts and scalability of GBL. By integrating local wisdom into GBL, educators can create a dynamic and inclusive learning environment that aligns with the Merdeka Curriculum's goals and enriches the educational experience in Indonesia.