cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 28076605     EISSN : 28076567     DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.IDPaper
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2807-6605 dan E-ISSN : 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,465 Documents
Menuju Desa Cerdas Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGS): Penguatan Tata Kelola Desa Wisata Wanurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melalui Inovasi Aplikasi Berbasis Smartphone Dian Fithra Permana; Nina Oktarina; Uswatun Hasanah; Angga Dwi Ardianto; Syaefa Habsyah Nur Maulida
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2369

Abstract

Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Desa Wisata Wanurejo memiliki peran strategis dalam pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat, namun masih menghadapi permasalahan nyata berupa tata kelola manajerial yang konvensional dan keterbatasan pemasaran digital produk wisata dan UMKM. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya daya saing dan keberlanjutan ekonomi desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat tata kelola Desa Wisata Wanurejo melalui digitalisasi berbasis aplikasi smartphone sebagai upaya menuju desa cerdas yang sejalan dengan SDGs. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui Focus Group Discussion untuk menggali kebutuhan mitra, ceramah interaktif, serta pelatihan dan praktik langsung penggunaan Aplikasi Dewi (Desa Wisata). Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas pengelola Balkondes, pelaku UMKM, dan masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas mitra dalam pengelolaan administrasi desa wisata dan pemasaran digital produk serta layanan wisata. Lebih dari sekadar peningkatan keterampilan, program ini mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam proses transformasi digital desa. Dampak pemberdayaan terlihat pada meningkatnya kemandirian mitra dalam mengelola dan mempromosikan potensi desa secara berkelanjutan. Keberlanjutan program didukung melalui pemanfaatan aplikasi sebagai sistem pengelolaan harian dan dasar pengembangan desa wisata berbasis digital di masa mendatang.
Sosialisasi Potensi Kotoran Ternak Sebagai Pupuk Organik Ramah Lingkungan Dengan Metode Fermentasi Di Kelompok Tani Harapan Maju Muhammad Miftahul Abid; Ni Wayan Arya Utari; Nurbaiti Nurbaiti; Ulfah Izdihar; Septian Faris Al Amin
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2457

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Harapan Maju di Desa Mojopahit, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia melalui pemanfaatan limbah peternakan berupa kotoran kambing (kohe)sebagai pupuk organik. Permasalahan mitra diidentifikasi melalui diskusi awal dan observasi lapangan yang menunjukkan keterbatasan akses pupuk kimia serta menurunnya kesuburan tanah. Program pengabdian dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi dampak penggunaan pupuk kimia, penyuluhan manfaat pupuk organik, pelatihan partisipatif pembuatan pupuk kohe berbasis fermentasi menggunakan starter bakteri, serta pendampingan praktik secara langsung. Mitra terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyediaan bahan baku hingga praktik langsung pembuatan pupuk kohe. Evaluasi dilakukan untuk melihat perubahan pemahaman dan kesiapan mitra dalam mengadopsi teknologi yang diperkenalkan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra mengenai konsep dan manfaat pupuk organik serta kemampuan mitra dalam memproduksi pupuk kohe secara mandiri. Kegiatan ini berkontribusai terhadap peningkatan kemandirian petani, optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal, serta berpotensi memberikan dampak jangka menengah berupa efisiensi biaya produksi dan perbaikan kualitas tanah secara berkelanjutan.
Pelatihan Pengenalan Asesmen Awal kepada Guru SMP di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah untuk Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Workshop Interkatif Konder Manurung; Wahyudin Wahyudin; Maghfira Maghfira; Happy Cruzia Rini; Grace Novenasari Manurung
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2477

Abstract

Pengetahuan mengenai asesmen awal  merupakan prasyarat penting dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi sebagai salah satu strategi pendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Asesmen awal berfungsi untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat dirancang secara tepat dan berpusat pada peserta didik. Namun, keterbatasan pemahaman dan penerapan asesmen awal masih ditemukan pada guru-guru SMP di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru terkait asesmen awal sebagai dasar perencanaan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif melalui workshop yang diikuti oleh delapan guru SMP Negeri Satu Atap LIK Layana Indah Palu. Data dikumpulkan menggunakan angket untuk mengukur tingkat pemahaman guru. Hasil analisis angket menunjukkan peningkatan pemahaman guru mengenai teknik asesmen awal, dari 39,6% sebelum pelatihan menjadi 81,3% setelah pelatihan. Pengetahuan tentang instrumen asesmen awal juga meningkat dari 37% menjadi 83%. Selain itu, seluruh peserta memahami tujuan dan manfaat asesmen awal, meskipun sebagian besar belum melaksanakannya sebelum penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil ini mengindikasikan bahwa pelatihan efektif mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui penguatan asesmen awal. Pelatihan asesmen awal terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman guru SMP terkait perencanaan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Untuk keberlanjutan praktik asesmen, diperlukan pendampingan lanjutan agar asesmen awal terintegrasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Implementasi Aplikasi Berbasis Web untuk Manajemen Driver Mandiri dan Order Pengiriman Barang UMKM di Wilayah Malang Raya Lailil Muflikhah; Aryo Pinandito; Langgeng Setyono; Retno Damayanti; Dimas Firmanda Al Riza
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2558

Abstract

Di era digital saat ini telah banyak bermunculan aplikasi yang dibuat untuk mendukung system IT jual beli, pengantaran barang, dan driver online. Di samping itu bermunculan juga kebutuhan serupa untuk support IT pemesanan ambulan, pengambilan sampah atau bank sampah, transportasi umum/bus wisata keliling serta distribusi hasil panen, sembako dan produk jualan. Digitalisasi akan membuat aktivitas-aktivitas di atas lebih efisien, praktis, cepat dan paperless daripada menggunakan cara konvensional ataupun hanya berbasis whatsapp. Aplikasi yang sudah ada tidak dapat diterima oleh sebagian masyarakat karena terkadang pengguna dan driver merasa dikapitalisasi dan dirugikan oleh aplikasi yang sudah ada. Oleh karenanya pada program doktor mengabdi ini akan dibuat sistem support IT berbasis web untuk UKM dan driver mandiri. Sistem yang dibuat akan menyambungkan pengirim-driver-penerima baik dari informasi barang atau orang yang dibawa dan posisinya. Sistem ini akan membebaskan driver dari aturan-aturan yang tidak mereka sepakati ketika menggunakan aplikasi yang mainstream. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pengembangan aplikasi dan pendampingan untuk operasional aplikasi. Pengembangan sistem yang dilakukan adalah membangun aplikasi delivery online yaitu treksistem.apps. Sistem terdiri dari 2 aplikasi, yaitu aplikasi berbasis website yang digunakan untuk pengelola atau admin dan aplikasi berbasis Android yang digunakan oleh driver dan masyarakat umum.
Pemberdayaan dan Pelatihan Kader Posyandu Lansia dalam Pencegahan Hipertensi di Desa Tibubeneng, Kabupaten Badung, Propinsi Bali Agus Sri Lestari; Komang Ayu Henny Achjar; Ketut Sudintara
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2560

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia yang mencapai 11,75% pada tahun 2023 menimbulkan tantangan bagi layanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan hipertensi sebagai penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan kapasitas kader posyandu lansia sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader melalui edukasi, pelatihan pengukuran tekanan darah, dan pendampingan lapangan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, praktik langsung penggunaan sphygmomanometer digital, serta supervisi berkelanjutan kepada 25 kader posyandu. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 65 menjadi 88, dengan proporsi kategori sangat baik naik dari 8% menjadi 76%. Pada aspek keterampilan, kemampuan melakukan pengukuran tekanan darah sesuai standar meningkat dari 20% menjadi 100% setelah intervensi. Program ini berdampak pada penguatan kualitas layanan kesehatan primer dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals 3 (SDG 3) tentang kesehatan yang baik dan kesejahteraan.
Penguatan Kapasitas Tata Kelola Keuangan BumDes Nekafmese melalui Pelatihan dan Pendampingan Berbasis Akuntabilitas dan Transparansi di Desa Oeltua, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur Klaasvakumok J. Kamuri; Janri D. Manafe; Tuti Setyorini; Maria G. Y. Tallo; Wihelmina Muni; Rohani P. Dima; Noldy D. P. Mumu; Petrus V. Baunsele; Plafianto J. Himpi; Maxymilianus S. M. Kombong
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2561

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nekafmese di Desa Oeltua, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menghadapi permasalahan dalam pengelolaan keuangan, khususnya terkait pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Keterbatasan kapasitas pengurus menyebabkan pelaporan keuangan tidak berjalan secara rutin dan berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat serta stagnasi aktivitas usaha BUMDes. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus BUMDes dalam tata kelola keuangan melalui pelaksanaan pelatihan dan pendampingan yang aplikatif. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan observasi awal, pelatihan terstruktur, pendampingan berkelanjutan, dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan secara modular dan simulatif, sedangkan pendampingan dilakukan secara intensif oleh tim dosen dan mahasiswa Project Based Learning (PBL) dalam penerapan langsung pencatatan dan pelaporan keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan nyata pada mitra, berupa tersusunnya format laporan keuangan sederhana, meningkatnya konsistensi pencatatan transaksi, serta mulai diterapkannya pelaporan keuangan secara berkala. Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kemandirian pengurus dalam mengelola keuangan dan tumbuhnya kembali kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes. Dengan demikian, pelatihan dan pendampingan pengelolaan keuangan terbukti efektif sebagai strategi penguatan kapasitas dan keberlanjutan BUMDes.
Pemberdayaan UMKM Kerajinan Alya Kokedama dalam Optimalisasi Pengolahan Limbah Kayu Ulin sebagai Souvenir Khas Daerah untuk Menumbuhkan Ekonomi berbasis Sustainable Craftsmanship di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Fendy Hariatama; Grace Evelina Buji; Liling Lenlioni; Listy Purnamma; Muhammad Charis Alfajar; Rahmat Ramadani; Yul Agustin
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2572

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM Kerajinan Alya Kokedama (Palangka Raya, Kalimantan Tengah) dalam memanfaatkan limbah kayu ulin menjadi suvenir khas daerah yang bernilai jual. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan variasi desain, mutu finishing, standarisasi kualitas, dan pemasaran digital. Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif berupa sosialisasi, pelatihan teknis pengolahan bahan, pelatihan desain berbasis sustainable craftsmanship, pendampingan produksi dan finishing, penyusunan SOP quality control, serta pelatihan digital marketing. Evaluasi dilakukan dengan pre-post test pengetahuan/keterampilan dan checklist mutu produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan teknis mitra, munculnya dua varian produk baru (gantungan kunci bermotif Telawang dan vas mini kayu ulin kolaboratif dengan kokedama), serta penerapan standar mutu sederhana pada proses finishing dan kemasan. Pada aspek pemasaran, mitra mulai mengelola kanal promosi digital dan memproduksi konten katalog sederhana untuk memperluas jangkauan pasar. Secara umum, kegiatan mendorong penguatan daya saing UMKM, identitas budaya lokal, dan praktik pemanfaatan limbah yang lebih bertanggung jawab.
Edukasi dan Penerapan Intervensi Relaksasi Nafas Dalam dan Fisioterapi Dada terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga dan Saturasi Oksigen pada Pasien PPOK di Ruang IGD RSUD Menggala Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung Eliyana Eliyana; Sulistia Nur; Sugiarto Sugiarto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2576

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan gangguan pernapasan kronik dimana Kondisi ini menyebabkan penurunan saturasi oksigen dan menimbulkan gejala seperti sesak napas dan batuk berdahak. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat membantu meningkatkan saturasi oksigen adalah teknik relaksasi napas dalam dan fisioterapi dada. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan menerapkan intervensi relaksasi napas dalam dan fisioterapi dada terhadap peningkatan pengetahuan dan saturasi oksigen pada pasien PPOK di ruang IGD RSUD Menggala. Desain kegiatan yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan pendekatan edukasi kesehatan dan pendampingan keluarga. Sasaran kegiatan terdiri dari 10 pasien dengan diagnosis medis Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan 10 anggota keluarga pendamping yang mengalami atau merawat pasien dengan keluhan sesak napas dan penurunan saturasi oksigen. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama tiga hari, dengan durasi 15–20 menit setiap sesi, meliputi pemberian edukasi, demonstrasi, dan pendampingan langsung kepada pasien dan keluarga mengenai teknik relaksasi napas dalam dan fisioterapi dada sebagai upaya meningkatkan fungsi pernapasan dan bersihan jalan napas. Keluarga dilibatkan secara aktif sebagai caregiver dalam membantu dan mendampingi pasien melakukan teknik tersebut secara mandiri di rumah. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga serta pasien dalam menerapkan teknik relaksasi napas dalam dan fisioterapi dada. Selain itu, ditemukan perbaikan kondisi pernapasan pada pasien PPOK, yang ditandai dengan penurunan keluhan sesak napas dan batuk berdahak serta peningkatan saturasi oksigen. Rata-rata saturasi oksigen pasien mengalami peningkatan setelah intervensi edukasi dan pendampingan dilakukan.
Pemberdayaan Komunitas Disabilitas dalam Meningkatkan Perawatan Kesehatan Gigi melalui Pelatihan Pembuatan Obat Kumur Herbal Berbasis Edukasi Hendrik Setia Budi; Yuliati Yuliati; Aqsa Sjuhada Oki; Vaya Sophia; Herfriandhyna Ghaitsa Azzahra Setyawan; I Gusti Ayu Agung Ratih Citra Dewi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2577

Abstract

Penyandang disabilitas mempunyai resiko kerusakan gigi yang besarkarena sulit membersihkan giginya secara sempurna. Penggunaan obat kumur antiseptik telah terbukti membantu dalam menekan pertumbuhan kuman patogen di rongga mulut, sehingga sangat membantu penyandang disabilitas dalam meningkatkan kesehatan gigi. Penggunaan obat kumur berbahan herbal banyak dikembangkan karena tidak menimbulkan resistensi, murah, dan mudah didapat dengan memanfaatkan ketersediaan di lingkungan, dengan khasiat antimikroba yang setara dengan obat kimia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemandirian komunitas disabilitas pada Yayasan Cahaya Mutiara Ubud dalam perawatan kesehatan gigi melalui pelatihan pembuatan loloh obat kumur herbal berbahan daun sirih. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan praktik langsung yang disesuaikan dengan kondisi fisik peserta, disertai pendampingan adaptif untuk mengatasi keterbatasan motorik. Proses pelatihan berlangsung secara partisipatif, melibatkan interaksi kolaboratif antara peserta, dosen, dan mahasiswa, serta memanfaatkan kearifan lokal agar materi lebih mudah diterima. Tantangan seperti keterbatasan sarana diatasi dengan modifikasi alat sederhana, sementara respons peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan kepercayaan diri. Hasil kegiatan tidak hanya menghasilkan produk loloh antiseptik, tetapi juga memperkuat kapasitas peserta untuk mengelola perawatan diri secara berkelanjutan. Program ini menegaskan pentingnya pendekatan inklusif dan partisipatif dalam pemberdayaan komunitas disabilitas.
Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Pencegahan Bullying dan Kekerasan pada Remaja di SMPN 15 Kota Tangerang Eva Marsepa; Siti Haeriyah; Ernida Hafni Nasution; Melta Aprianingsih
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2578

Abstract

Latar belakang yakni jumlah kasus kekerasan di Indonesia masih meningkat sebanyak 17.422. korban yang mengalami kekerasan adalah sebagian besar perempuan sebanyak 80,6% dan pelaku kekerasan adalah berjenis kelamin laki-laki sebanyak 88,4%. Korban kekerasan terbanyak menurut usia 13 – 17 tahun sebanyak 35,7 %. Pelaku kekerasan terbanyak menurut usia 24 – 44 tahun sebanyak 45,7. Dampak dari kekerasan serta bullying yaitu kesehatan mental seperti depresi, cemas, performa akademik menurun hingga bunuh diri.  Solusi dari permasalahan yaitu memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Pencegahan Bullying dan Kekerasan di Sekolah. Metode pelaksanaan yaitu memberikan edukasi kepada siswa/I tentang Pencegahan Bullying dan Kekerasan di Sekolah. Hasil pelaksanaan dari pengabdian kepada masyarakat sebelum diberikan edukasi memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 2 orang dengan persentasi sebesar 6%. Sesudah diberikan edukasi memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 19 orang dengan persentasi 53%. Kesimpulan dari penyuluhan adalah Pengetahuan responden dari sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan mengalami peningkatan pengetahuan baik menjadi 47% dan mengalami penurunan pengetahuan kurang menjadi 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah mengetahui cara penanganan ketika terjadi bullying dan kekerasan di sekolah. Responden memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan, termasuk melaporkan kejadian kepada guru atau pihak sekolah serta memberikan dukungan kepada korban.