cover
Contact Name
Arie Hardian
Contact Email
arie.hardian@lecture.unjani.ac.id
Phone
+6285720197346
Journal Mail Official
jurnal-abdimas-kwk@unjani.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi, 40531 Telp. (022) 663 1858
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
ISSN : 27210367     EISSN : 27163512     DOI : https://doi.org/10.26874/jakw.v1i1.9
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma merupakan jurnal ilmiah yang berisi kumpulan artikel yang berasal dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Lingkup Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma mencakup seluruh kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang sains, teknologi, sosiohumaniora, atau kombinasi dari bidang-bidang tersebut. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma menerbitkan 2 nomor per tahun di bulan Maret dan Oktober. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma dapat diakses melalui versi cetak (ISSN 2721-0367) dan elektronik (ISSN 2716-3512).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 464 Documents
Inovasi Pengolahan Tanaman TOGA Jahe menjadi Minuman Granul Fungsional Bernilai Kesehatan dan Ekonomi Lestari, Kharina Septi; Asnawi, Aiyi; Purwaniati, Purwaniati; Pahlevi, Muhamad Reza; Aligita, Widhya; Kosasih, Kosasih
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma (in Progress)
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1240

Abstract

RW 09 Cipadung Kidul Panyileukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kelompok warga yang telah memiliki Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), namun pemanfaatannya masih terbatas untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga. Jahe sebagai komoditas utama TOGA belum dikembangkan menjadi produk bernilai tambah karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan teknis, serta pemahaman mengenai aspek higienitas, pengemasan, dan potensi ekonomi produk herbal. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan TOGA melalui pengolahan jahe menjadi minuman granul fungsional yang praktis dan memiliki nilai jual. Metode pelaksanaan mencakup edukasi mengenai manfaat jahe dan keamanan pangan, pelatihan teknis pembuatan minuman granul jahe secara higienis, serta pendampingan dalam proses pengemasan dan penyimpanan produk. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test, post-test, dan observasi langsung terhadap peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi minuman granul jahe, tersedianya produk contoh siap saji, serta tersusunnya modul panduan pembuatan produk. Selain itu, kegiatan ini juga dipublikasikan melalui berbagai media dan difasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk perlindungan terhadap inovasi yang dihasilkan. Melalui program ini, diharapkan kesehatan masyarakat dapat meningkat sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
KECO-TEA: Inovasi Teh Herbal Antioksidan dari Kecombrang sebagai Produk Unggulan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Subang Andriansyah, Ivan; Lestari, Kharin Septi; Karimah, Karimah; Larasati, Nays
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma (in Progress)
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1253

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat Desa Subang terkait pemanfaatan tanaman lokal, khususnya Kecombrang (Etlingera elatior), sebagai produk herbal bernilai ekonomi. Program ini memperkenalkan inovasi Keco-Tea, yaitu teh herbal berbasis daun Kecombrang yang memiliki potensi antioksidan serta peluang sebagai produk UMKM. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi menggunakan pre–post test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 24–26% pada tiga aspek utama: pemanfaatan daun Kecombrang menjadi teh herbal (25,9%), manfaat Kecombrang (24,2%), dan pemahaman bahwa Kecombrang dapat diolah menjadi teh (24,2%). Peningkatan tersebut mencerminkan efektivitas transfer pengetahuan, keterlibatan aktif masyarakat, dan kesesuaian materi dengan kebutuhan lokal. Program ini menghasilkan peningkatan literasi herbal, kemampuan teknis, serta motivasi masyarakat untuk mengembangkan produk bernilai ekonomi.
Pelatihan Penyusunan Portofolio Digital bagi Siswa Jurusan Desain Pemodelan Informasi Bangunan SMKN 2 Tasikmalaya agar Lulusannya Siap Kerja dan Kuliah Irawan, Pengki; Ramdani, Yusep; ., Hendra; Mutmainah, Lu'liyatul; Sarifah, Fitriana; Noviani, Shanti Astri; Rachma, Intan Nuriskha
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma (in Progress)
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1258

Abstract

Dalam era digital yang terus berkembang, dunia kerja khususnya di sektor konstruksi menuntut lulusan SMK tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu mempresentasikan kompetensi dan pengalaman mereka secara profesional. Salah satu media yang efektif untuk tujuan tersebut adalah portofolio digital. Siswa jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) umumnya memiliki berbagai karya visual, seperti gambar teknik, desain bangunan, model 3D, dan proyek konstruksi, namun masih banyak yang belum memiliki wadah yang tepat untuk menampilkan karya tersebut secara terstruktur dan mudah diakses oleh calon pemberi kerja maupun institusi pendidikan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi strategis dalam membantu siswa menyusun portofolio digital yang representatif guna memperkuat citra profesional mereka. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman, keterampilan, serta kesadaran siswa dalam menyusun dan memanfaatkan portofolio digital sebagai sarana personal branding. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi tentang pentingnya portofolio digital, pelatihan teknis penggunaan aplikasi desain dan platform digital, serta pendampingan langsung dalam proses penyusunan portofolio. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari total 131 peserta, lebih dari 90% memberikan respons positif terhadap seluruh aspek evaluasi.
Pengukuran Kekuatan Otot dan Penyuluhan Mengenai Osteoporosis pada Wanita di Cimahi Artilia, Ira; Sundari, Dika; Novianti, Sri Wulandari; Puspita, Sarizki
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma (in Progress)
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1274

Abstract

Risiko osteoporosis meningkat seiring bertambahnya usia, khususnya pada wanita pascamenopause. Upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini melalui penerapan gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur yang mampu meningkatkan kekuatan otot. Kekuatan otot memiliki hubungan erat dengan kesehatan tulang karena otot yang kuat dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang serta mengurangi risiko pengeroposan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus melakukan pengukuran kekuatan otot sebagai langkah preventif terhadap osteoporosis. Pengukuran dilakukan menggunakan alat hand grip dynamometer untuk menilai kekuatan genggaman tangan sebagai indikator aktivitas fisik yang mendukung pencegahan osteoporosis. Kegiatan dilaksanakan pada siswi SMP Taruna Nusantara (TN) dan komunitas majelis taklim (MT) di Cimahi, dengan melibatkan 17 siswi berusia 15 tahun dan 19 ibu berusia di atas 50 tahun. Selain pengukuran, dilakukan pula penyuluhan mengenai pentingnya kekuatan otot dalam mencegah osteoporosis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok ibu-ibu usia di atas 50 tahun memiliki kekuatan otot yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan kelompok siswi usia 15 tahun. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan program latihan fisik yang terencana dan berkelanjutan sejak usia dini yang berfokus pada penguatan otot sebagai bagian dari upaya pencegahan osteoporosis.