Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
The International Conference on Cultures & Languages (ICCL) provides an interdisciplinary forum for scholars, researchers, educators, practitioners, and cultural professionals to examine the dynamic relationships between language, culture, society, identity, knowledge, and technological transformation. The conference welcomes theoretical, empirical, comparative, and interdisciplinary studies that explore how languages and cultures evolve, interact, and contribute to addressing contemporary global challenges. Its scope encompasses research on language and linguistics, literature and cultural studies, language education and pedagogy, translation and interpreting, communication and media, cultural heritage and preservation, anthropology and society, intercultural communication, digital humanities and emerging technologies, globalization and cultural diversity, religious and cultural traditions, creative industries and the arts, multilingualism, migration and identity, indigenous and local knowledge, and language and culture in sustainable development. The conference also encourages innovative research connecting language and cultural studies with education, technology, social transformation, environmental sustainability, and global citizenship. Through interdisciplinary dialogue and international collaboration, ICCL seeks to advance new perspectives on how language and culture can foster mutual understanding, cultural resilience, inclusive knowledge production, and sustainable global communities.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"465-478"
:
1 Documents
clear
GLOKALISASI BAHASA DAN MEDIA DALAM FILM “BUDI PEKERTI” KARYA WREGAS BHANUTEJA
Firlanda Azzahro;
Nisrina Faradiva Az Zahra;
Mia Kusumawati;
Riski Saputra
Vol. 2 No. 1 (2024): Proceeding of International Conference on Cultures & Language 2024 465-478
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/nf6x3f97
Glokalisasi yang merupakan perpaduan antara globalisasi dan lokalitas memiliki dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam bahasa dan media. Glokalisasi mengacu pada proses di mana unsur global dipadukan dengan elemen lokal, menciptakan bentuk baru yang mencerminkan identitas budaya yang unik dan juga terkoneksi dengan dunia global. Film "Budi Pekerti" disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, sineas terkenal dari Indonesia dengan gaya penceritaan yang unik, mengeksplorasi tema moralitas dan integritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa dan peran media sosial dalam film "Budi Pekerti" karya Wregas Bhanuteja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa film "Budi Pekerti" yang ditulis oleh Wregas Bhanuteja. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, teknik rekam, dan pencatatan. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang mencakup identifikasi temuan, interpretasi, dan pemahaman terhadap representasi glokalisasi dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “Budi Pekerti” secara kuat mencerminkan konsep glokalisasi dalam ranah bahasa dan media. Penggunaan campuran bahasa antara bahasa Indonesia dan bahasa Jawa menjadi contoh nyata glokalisasi sebagai upaya untuk menggabungkan unsur lokal dengan aspek global. Hal tersebut mencerminkan identitas budaya lokal sambil tetap terhubung dengan audiens yang lebih luas. Selain itu, media sosial dalam film ini dihadirkan sebagai sarana global yang menjadi wadah utama dalam menyebarkan informasi dan pendapat mengenai peristiwa lokal, menciptakan ruang bagi dialog dan interaksi antara individu dari berbagai latar belakang budaya. Namun, dampak dari penggunaan media sosial juga terlihat dalam bentuk perundungan online, yang menjadi dampak negatif dari fenomena glokalisasi. Film "Budi Pekerti" menggambarkan bagaimana glokalisasi bahasa dan media dapat mempromosikan budaya lokal disertai tantangan dan konsekuensi negatif dalam masyarakat modern yang terkoneksi secara global, memberikan pandangan mendalam tentang kompleksitas hubungan antara globalisasi dan lokalitas dalam konteks kontemporer. Dengan demikian, penerapan glokalisasi bahasa dan media dalam film dapat membantu meningkatkan daya tarik dan keterlibatan penonton lokal, serta menjadikan pengalaman menonton lebih relevan dan berarti bagi mereka. Hal ini dapat menjadi strategi yang efektif bagi pembuat film untuk memperluas jangkauan pasar mereka ke tingkat lokal atau internasional.