Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
The International Conference on Cultures & Languages (ICCL) provides an interdisciplinary forum for scholars, researchers, educators, practitioners, and cultural professionals to examine the dynamic relationships between language, culture, society, identity, knowledge, and technological transformation. The conference welcomes theoretical, empirical, comparative, and interdisciplinary studies that explore how languages and cultures evolve, interact, and contribute to addressing contemporary global challenges. Its scope encompasses research on language and linguistics, literature and cultural studies, language education and pedagogy, translation and interpreting, communication and media, cultural heritage and preservation, anthropology and society, intercultural communication, digital humanities and emerging technologies, globalization and cultural diversity, religious and cultural traditions, creative industries and the arts, multilingualism, migration and identity, indigenous and local knowledge, and language and culture in sustainable development. The conference also encourages innovative research connecting language and cultural studies with education, technology, social transformation, environmental sustainability, and global citizenship. Through interdisciplinary dialogue and international collaboration, ICCL seeks to advance new perspectives on how language and culture can foster mutual understanding, cultural resilience, inclusive knowledge production, and sustainable global communities.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"873-893"
:
1 Documents
clear
Toleransi Beragama Dalam Pendidikan Bahasa Inggris Sekolah Dasar Kelas 1: Analisis Kurikulum KTSP, Kurikulum 2013, dan Kurikulum Merdeka
Shedy Amalia Rozzaqi;
Ade Septiana;
Naura Fairuz Syifa
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 873-893
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/ykx54f69
Mengenalkan toleransi beragama sejak kelas 1 sekolah dasar merupakan aspek penting dan perlu diperhatikan. Menurut definisi yang dirumuskan A. Zaki Baidawiy, tasamuh (toleransi) adalah pendirian atau sikap yang termanifestasi pada kesedian untuk menerima berbagai pandangan dan pendirian yang beranekaragam, meskipun tidak sependapat dengannya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa toleransi ini erat kaitannya dengan masalah kebebasan atau kemerdekaan hak asasi dalam tata kehidupan bermasyarakat, sehingga mengizinkan berlapang dada terhadap adanya perbedaan pendapat dan keyakinan dari setiap individu[1]. Dengan memiliki rasa toleransi, siswa dapat berpegang teguh dalam menghargai dan menghormati kemajemukan di sekitarnya, sehingga tidak terjerumus dalam kefanatikan, rasisme, dan egosentris. Hal tersebut perlu diimplementasikan dalam kurikulum yang menjadi pedoman pembelajaran untuk mencapai salah satu tujuan pendidikan. Studi ini akan menganalisis perkembangan materi toleransi beragama pada buku Basic English kurikulum KTSP, buku Grow With English kurikulum 2013, dan buku My Next Words pada kurikulum merdeka. Berdasarkan analisis yang dilakukan, penulis menggabungkan metode literatur dan kepustakaan. Dari hasil studi ini menyatakan bahwa toleransi beragama sudah diajarkan sejak sekolah dasar yang sesuai dengan perkembangan kurikulum. Pada buku literatur kurikulum KTSP tidak membahas mengenai toleransi beragama, sedangkan pada kurikulum 2013 mulai menyisipkan toleransi beragama menggunakan ilustrasi visual dan diidentifikasi sesuai dengan sukunya. Sementara itu, pada buku literatur kurikulum merdeka memberi gambaran secara lebih spesifik mengenai toleransi beragama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perkembangan kurikulum berbanding lurus dengan berkembangnya zaman dan kesadaran sosial di lingkungan pendidikan. Maka melalui studi ini diharapkan pengimplementasian toleransi beragama dapat dimuat di setiap perkembangan kurikulum.