Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
The International Conference on Cultures & Languages (ICCL) provides an interdisciplinary forum for scholars, researchers, educators, practitioners, and cultural professionals to examine the dynamic relationships between language, culture, society, identity, knowledge, and technological transformation. The conference welcomes theoretical, empirical, comparative, and interdisciplinary studies that explore how languages and cultures evolve, interact, and contribute to addressing contemporary global challenges. Its scope encompasses research on language and linguistics, literature and cultural studies, language education and pedagogy, translation and interpreting, communication and media, cultural heritage and preservation, anthropology and society, intercultural communication, digital humanities and emerging technologies, globalization and cultural diversity, religious and cultural traditions, creative industries and the arts, multilingualism, migration and identity, indigenous and local knowledge, and language and culture in sustainable development. The conference also encourages innovative research connecting language and cultural studies with education, technology, social transformation, environmental sustainability, and global citizenship. Through interdisciplinary dialogue and international collaboration, ICCL seeks to advance new perspectives on how language and culture can foster mutual understanding, cultural resilience, inclusive knowledge production, and sustainable global communities.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"58-74"
:
1 Documents
clear
Pluralisme Agama Perspektif Māqasid Syari’ah
Achmad Reza Hutama Al Faruqi;
Rif’at Husnul Ma’afi;
Sayyid Muhammad Indallah
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 58-74
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/vm0kn820
Paham pluralisme agama sebagai bagaian dari toelogi liberal, bertujuan untuk mendamaikan semua umat beragama. Akan tetapi, hal ini justru menimbulkan problem bagi agama-agama, khususnya agama Islam. Karena dalam agama Islam terdapat bagian-bagian ushuliah atau asas dari agama yang tidak dapat ditolerir. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pluralisme agama dalam perspektif maqasid syari’ah. Dalam penulisan artikel ini, digunakan metode analisis-kritis. Islam merupakan agama rahmatan lil alamin atau kemaslahatan untuk seluruh makhluk. Namun, bukan berarti agar dapat bertoleransi dengan agama-agama ataupun budaya-budaya lain harus menyertakan agama di dalamnya. Karena, pluralisme agama-agama yang diartikan sebagai toleransi pada ranah teologis akan mengubah tujuan syari’at dan hukum-hukum yang ada dalam agama Islam. Atau mudahnya mengubah maqāsid syari’ah atau tujuan adanya syari’ah. Hasil dari penelitian ini dapat dirangkum dalam beberapa poin. Pertama, pluralisme agama-agama yang bertujuan mendamaikan umat beragama, justru menimbulkan kerusakan. Kedua, paham pluralisme sangat bertentangan dengan konsep dīn menurut al-Attas. Ketiga, Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin memiliki toleransi namun tidak pada tahap teologis.