Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
The International Conference on Cultures & Languages (ICCL) provides an interdisciplinary forum for scholars, researchers, educators, practitioners, and cultural professionals to examine the dynamic relationships between language, culture, society, identity, knowledge, and technological transformation. The conference welcomes theoretical, empirical, comparative, and interdisciplinary studies that explore how languages and cultures evolve, interact, and contribute to addressing contemporary global challenges. Its scope encompasses research on language and linguistics, literature and cultural studies, language education and pedagogy, translation and interpreting, communication and media, cultural heritage and preservation, anthropology and society, intercultural communication, digital humanities and emerging technologies, globalization and cultural diversity, religious and cultural traditions, creative industries and the arts, multilingualism, migration and identity, indigenous and local knowledge, and language and culture in sustainable development. The conference also encourages innovative research connecting language and cultural studies with education, technology, social transformation, environmental sustainability, and global citizenship. Through interdisciplinary dialogue and international collaboration, ICCL seeks to advance new perspectives on how language and culture can foster mutual understanding, cultural resilience, inclusive knowledge production, and sustainable global communities.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"229-270"
:
1 Documents
clear
Moderasi Beragama Dalam Motif Batik “Tiga Negeri” (Tionghoa, Jawa, dan Arab) di Kota Lasem (Tinjuan Semiotika Sastra)
Farah Fauziyah Haqiqi;
Elen Inderasari
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 229-270
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/3152m452
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas menguatnya ancaman terhadap nilai-nilai luhur pada bangsa Indonesia, khususnya nilai moral, persatuan, dan toleransi melalui motif batik Lasem. Kota Lasem memiliki kekuatan moderasi beragama dari ragam etnis, agama serta budaya. Masyarakat Lasem hidup berdampingan dengan damai. Kekuatan ekonomi masyarakat Lasem bergerak dalam usaha industri batik. Motif batik Lasem merupakan wujud toleransi kehidupan masyarakat Lasem dengan membawa ikon Tiga Negeri (Tionghoa, Jawa, dan Arab). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui wujud moderasi beragama dalam motif batik Tiga Negeri (Tionghoa, Jawa, dan Arab) dengan tinjauan semiotika sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan pisau analisis yang digunakan adalah semiotika model Charles Sanders Pierce. Sumber data dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder, primer dari hasil wawancara dan dokumentasi sedangkan sekunder dari buku, jurnal, e-book, maupun artikel yang terkait dan mendukung. Datanya berupa motif batik di rumah produksi batik kota Lasem. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 30 motif batik Lasem yang memuat lima nilai moderasi beragama yaitu moderat, seimbang, proporsional, toleran, dan (dinamis, kreatif dan inovatif) yang di kategorikan berdasarkan nilai religius hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.