Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
The International Conference on Cultures & Languages (ICCL) provides an interdisciplinary forum for scholars, researchers, educators, practitioners, and cultural professionals to examine the dynamic relationships between language, culture, society, identity, knowledge, and technological transformation. The conference welcomes theoretical, empirical, comparative, and interdisciplinary studies that explore how languages and cultures evolve, interact, and contribute to addressing contemporary global challenges. Its scope encompasses research on language and linguistics, literature and cultural studies, language education and pedagogy, translation and interpreting, communication and media, cultural heritage and preservation, anthropology and society, intercultural communication, digital humanities and emerging technologies, globalization and cultural diversity, religious and cultural traditions, creative industries and the arts, multilingualism, migration and identity, indigenous and local knowledge, and language and culture in sustainable development. The conference also encourages innovative research connecting language and cultural studies with education, technology, social transformation, environmental sustainability, and global citizenship. Through interdisciplinary dialogue and international collaboration, ICCL seeks to advance new perspectives on how language and culture can foster mutual understanding, cultural resilience, inclusive knowledge production, and sustainable global communities.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"493-508"
:
1 Documents
clear
MEMORI MASYARAKAT TERHADAP SENDANG BANYUNING DI DESA SINGOPADU KECAMATAN SIDOHARJO KABUPATEN SRAGEN
Nofi Permatasari;
Irma Ayu Kartika Dewi
Vol. 2 No. 1 (2024): Proceeding of International Conference on Cultures & Language 2024 493-508
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/yk5nkq52
Sendang Banyuning merupakan sendang tertua yang berada di Kecamatan Sidoharjo serta sebagai sumber mata air yang tidak pernah mengalami kekeringan sejak zaman penjajahan Belanda. Sendang ini berada di Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang bersifat sakral serta dihormati sehingga sendang tersebut memiliki tradisi tertentu. Sendang Banyuning mengalami perkembangan dan sampai sekarang menjadi salah satu tempat yang menyimpan memori masyarakat Desa Singopadu. Dalam penelitian ini ingin mengungkap beberapa hal yaitu bagaimana sejarah dan perkembangan Sendang Banyuning dan bagaimana memori masyarakat terhadap Sendang Banyuning di Desa Singopadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Desa Singopadu tepatnya di Sendang Banyuning, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen. Subjek penelitian ini adalah para warga setempat, sedangkan informan penelitian ini adalah juru kunci sendang dan sesepuh dusun. Teknik data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahapan metode yang dilakukan yaitu Heuristik (proses mencari data-data), Kritik (menyeleksi sumber sejarah), Interpretasi (menafsirkan kata-kata dalam proses pencarian data), dan Historiografi (penulisan). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sejarah berdirinya dan berkembangnya Sendang Banyuning tidak terlepas dari peran tokoh ulama’ dan masyarakat setempat. Sendang Banyuning berkembang dari tahun ke tahun. Pada tahun 1960 mengalami renovasi dengan dana iuran dari warga serta bergotong royong dalam memperbaiki sendang tersebut dan sejak saat itu Sendang Banyuning dikelola oleh masyarakat setempat. Sendang Banyuning yang masih dilestarikan hingga sekarang menyimpan beberapa memori masyarakat yaitu dianggap sebagai salah satu tempat keramat dan dihormati oleh masyarakat setempat Desa Singopadu. Masyarakat di Desa Singopadu sendiri percaya bahwa tradisi yang dilakukan dapat menghindarkan dari marabahaya yang menimpa masyarakat. Terus dijaganya memori masyarakat tentang Sendang Banyuning, menimbulkan beberapa tradisi yang dilakukan di Sendang Banyuning. Tradisi tersebut yaitu tradisi Sedekah Desa, Sadranan, dan siraman bagi pengantin baru.