Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
The International Conference on Cultures & Languages (ICCL) provides an interdisciplinary forum for scholars, researchers, educators, practitioners, and cultural professionals to examine the dynamic relationships between language, culture, society, identity, knowledge, and technological transformation. The conference welcomes theoretical, empirical, comparative, and interdisciplinary studies that explore how languages and cultures evolve, interact, and contribute to addressing contemporary global challenges. Its scope encompasses research on language and linguistics, literature and cultural studies, language education and pedagogy, translation and interpreting, communication and media, cultural heritage and preservation, anthropology and society, intercultural communication, digital humanities and emerging technologies, globalization and cultural diversity, religious and cultural traditions, creative industries and the arts, multilingualism, migration and identity, indigenous and local knowledge, and language and culture in sustainable development. The conference also encourages innovative research connecting language and cultural studies with education, technology, social transformation, environmental sustainability, and global citizenship. Through interdisciplinary dialogue and international collaboration, ICCL seeks to advance new perspectives on how language and culture can foster mutual understanding, cultural resilience, inclusive knowledge production, and sustainable global communities.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"105-119"
:
1 Documents
clear
Dialog Teologis, Mistisisme dan Metafisika dalam Perdamaian Umat Islam dan Kristen di Indonesia
Qisthi Faradina Ilma Mahanani;
Fahmi Khumaini
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 105-119
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/6k17b566
Beberapa tahun terakhir, dinamika keberagaman di Indonesia diwarnai dengan kasus ketegangan antar umat beragama khususnya Umat Islam dan Kristen. Harmonisasi keberagaman Umat Islam dan Kristen terusik dengan adanya oknum yang mendorong pada aksi pertentangan kedua agama tersebut. Kasus seperti terpotongnya nisan salib di Purbayan, Kotagede, Yogyakarta dan kasus ceramah agama di media sosial yang mengandung unsur penghinaan terhadap agama lain, sehingga menimbulkan hate-speech antar umat beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan suatu inisiatif dialog antara umat Islam dan Kristen yang tak sekedar teologis namun juga melibatkan mistisisme dan metafisika sehingga diperoleh titik kesepakatan dan perdamaian bersama, baik tataran teoretis maupun praktis. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dan fenomenologis terhadap kasus ketegangan antar umat Islam dan Kristen yang terjadi di beberapa tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebuah perdamaian antar umat beragama akan dapat terwujud dengan mendialogkan titik temu religius berdasarkan kajian komparatif terkait isu-isu vertikal-teologi, mistisisme dan metafisika. Dialog teologis, mistisisme dan metafisika antar umat Islam dan Kristen ini merupakan sarana dalam mengimplementasikan konsep moderasi beragama di Indonesia.