Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
The International Conference on Cultures & Languages (ICCL) provides an interdisciplinary forum for scholars, researchers, educators, practitioners, and cultural professionals to examine the dynamic relationships between language, culture, society, identity, knowledge, and technological transformation. The conference welcomes theoretical, empirical, comparative, and interdisciplinary studies that explore how languages and cultures evolve, interact, and contribute to addressing contemporary global challenges. Its scope encompasses research on language and linguistics, literature and cultural studies, language education and pedagogy, translation and interpreting, communication and media, cultural heritage and preservation, anthropology and society, intercultural communication, digital humanities and emerging technologies, globalization and cultural diversity, religious and cultural traditions, creative industries and the arts, multilingualism, migration and identity, indigenous and local knowledge, and language and culture in sustainable development. The conference also encourages innovative research connecting language and cultural studies with education, technology, social transformation, environmental sustainability, and global citizenship. Through interdisciplinary dialogue and international collaboration, ICCL seeks to advance new perspectives on how language and culture can foster mutual understanding, cultural resilience, inclusive knowledge production, and sustainable global communities.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"186-201"
:
1 Documents
clear
Akulturasi Islam dengan Budaya Jawa dalam Kilas Balik Gunung Kemukus
Anita Dewi Rachmawati;
Sholahuddin Al Ayubi;
Ismail Maulana Pebiansyah;
Mega Alif Marintan
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 186-201
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/fsacp684
Eksistensi akulturasi ajaran Islam dengan kebudayaan Jawa saat ini masih berkembang. Akulturasi tersebut tumbuh tanpa menambahi makna dan tujuan dari ajaran agama Islam itu sendiri. Adapun dalam perkembangan agama Islam, kebudayaan tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling beriringan dan berkesinambungan. Salah satu wujud akulturasi yaitu kebudayaan yang ada di Gunung Kemukus yang berada di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Gunung Kemukus merupakan tempat peristirahatan terakhir seorang pangeran dari Kerajaan Majapahit yaitu Pangeran Samodra. Tokoh Pangeran Samodra dikenal sebagai penyebar agama Islam melalui kebudayaan Jawa seperti pertunjukan wayang . Terdapat sebuah sendang yang disebut Sendang Ontrowulan yang digunakan untuk mensucikan diri sebelum melakukan ziarah. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana akulturasi kebudayaan Jawa dengan ajaran agama Islam tanpa mengurangi dan menambahi pokok ajarannya dalam kilas balik Gunung Kemukus. Metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara terhadap Dinas Pariwisata Kabupaten Sragen selaku pengelola tempat ziarah, juru kunci selaku orang yang dituakan dan dianggap mengerti mengenai cerita Pangeran Samodra, dan pengunjung sekitar Gunung Kemukus yang berasal dari berbagai daerah. Guna mendukung penelitian ini penulis juga menggunakan sumber data sekunder yaitu sumber data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung malalui perantara. Data sekunder diperoleh melalui buku literasi, catatan atau laporan historis yang telah tersusun rapi yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan, penelitian terdahulu yang terkait, dan beberapa website yang digunakan sebagai data pendukung dalam penelitian. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pertama bentuk akulturasi budaya Jawa dan agama Islam terlihat dari sejarah penyebaran agama Islam; kedua perintah mensucikan dari kotoran di Sendang Ontrowulan merupakan konsep thaharah (bersuci) dalam Islam; ketiga akulturasi budaya Jawa dan Islam dilihat dari peringatan hari sakral yang dilakukan.