Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
The International Conference on Cultures & Languages (ICCL) provides an interdisciplinary forum for scholars, researchers, educators, practitioners, and cultural professionals to examine the dynamic relationships between language, culture, society, identity, knowledge, and technological transformation. The conference welcomes theoretical, empirical, comparative, and interdisciplinary studies that explore how languages and cultures evolve, interact, and contribute to addressing contemporary global challenges. Its scope encompasses research on language and linguistics, literature and cultural studies, language education and pedagogy, translation and interpreting, communication and media, cultural heritage and preservation, anthropology and society, intercultural communication, digital humanities and emerging technologies, globalization and cultural diversity, religious and cultural traditions, creative industries and the arts, multilingualism, migration and identity, indigenous and local knowledge, and language and culture in sustainable development. The conference also encourages innovative research connecting language and cultural studies with education, technology, social transformation, environmental sustainability, and global citizenship. Through interdisciplinary dialogue and international collaboration, ICCL seeks to advance new perspectives on how language and culture can foster mutual understanding, cultural resilience, inclusive knowledge production, and sustainable global communities.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"202-228"
:
1 Documents
clear
Toleransi Derma Kebudayaan Pecinan di Kota Solo
Siti Habibah Dwi Rahayuningtyas;
Andi Yoga Pratama;
Nur Fadlilah;
Mega Alif Marintan
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 202-228
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/wdv49y82
Toleransi saat ini menjadi topik yang sering di kesampingkan dalam kehidupan masyarakat. Toleransi diartikan sebagai sikap menghargai sesama umat manusia tanpa membedakan ras, suku, budaya, maupun agama, baik secara individu atau kelompok. Kehidupan bermasyarakat akan selalu berdampingan dengan sikap toleransi agar tidak menimbulkan banyak perkara antar manusia. Adapun dalam kebudayaan masyarakat Tionghoa yang hadir di Kota Solo menjunjung tinggi adanya toleransi. Hubungan kontak sosial serta akulturasi kebudayaan yang baik terjadi antar kebudayaan etnis Tionghoa dengan kebudayaan Jawa khususnya di Kota Solo. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana bentuk toleransi dalam Derma Kebudayaan Pecinan di Kota Solo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan kualitatif. Peneliti melakukan wawancara kepada tokoh Tionghoa serta observasi langsung ke objek yang dikaji untuk memperkuat data. Selain itu referensi lain dalam bentuk penelitian terdahulu atau artikel yang sejenis juga digunakan. Penelitian ini menunjukan bahwa adanya kontak sosial yang baik antara masyarakat Tionghoa dan masyarakat di Kota Solo. Hasil dari penelitian ini ini yaitu pertama kontribusi kebudayaan etnis Tionghoa dalam kebudayaan Jawa melalui Grebeg Sudiro, kedua toleransi dalam derma Pecinan dapat dilihat dari penampilan Barongsai yang melibatkan warga Solo dalam pementasan, ketiga bentuk toleransi dan akulturasi dapat dilihat dari corak batik yang di kawinkan dengan corak Cina, keempat bentuk akulturasi dilihat dari ragam kuliner seperti kue moho, tahok, lumpia, bakmi, onde-onde, lontong cap go meh, ronde dan masih banyak lagi akulturasi kebudayaan antara etnis Tionghoa dan etnis Jawa.