Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
The International Conference on Cultures & Languages (ICCL) provides an interdisciplinary forum for scholars, researchers, educators, practitioners, and cultural professionals to examine the dynamic relationships between language, culture, society, identity, knowledge, and technological transformation. The conference welcomes theoretical, empirical, comparative, and interdisciplinary studies that explore how languages and cultures evolve, interact, and contribute to addressing contemporary global challenges. Its scope encompasses research on language and linguistics, literature and cultural studies, language education and pedagogy, translation and interpreting, communication and media, cultural heritage and preservation, anthropology and society, intercultural communication, digital humanities and emerging technologies, globalization and cultural diversity, religious and cultural traditions, creative industries and the arts, multilingualism, migration and identity, indigenous and local knowledge, and language and culture in sustainable development. The conference also encourages innovative research connecting language and cultural studies with education, technology, social transformation, environmental sustainability, and global citizenship. Through interdisciplinary dialogue and international collaboration, ICCL seeks to advance new perspectives on how language and culture can foster mutual understanding, cultural resilience, inclusive knowledge production, and sustainable global communities.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"913-931"
:
1 Documents
clear
ISLAM WASATHIYAH DALAM GAGASAN POLITIK ISLAM: MENGUAK PEMIKIRAN ISLAM WASATHIYAH KH ABDURRAHMAN WAHID
Raha Bistara;
Mega Alif Marintan
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 913-931
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/bj6w0381
Indonesia sebagai negara yang majemuk dan memiliki berbagai macam budaya, suku,ras, agama dan lain sebagainya. Menjadikanya negara yang plural dan penting untuk menjagakesatuan dan persatuan bangsa. Dalam menghadapi kemajemukan konsep Islam wasathiyahmenjadi penting untuk di implementasikan dimasa sekarang. Telebih lagi mengenaipermasalahan politik khususnya Islam akan lebih kompleks. Melihat tersebut AbdurramanWahid sebagai cendekiawan muslim memberikan perhatian untuk menciptakan suasana damaiditengah perbedaan. Dengan menggunakan metode kualiatif dan pendekatan library reaserch.Berarti penelitian ini merupakan penelitian pustaka, yang mana sumber data bersumber daripustaka. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan historis, hal tersebut bergunauntuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai konsep Islam wasathiyahAbdurrahman Wahid. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dipaparkan AbdurrahmanWahid merupakan tokoh cendekiawan muslim yang berasal dari lingkungan pesantren. Keduakakenya merupakan ulama yang cukup terkenal dan Kyai sepuh Nahdlatul Ulama (NU).Sebagai orang yang lahir dari keluarga pesantren ia paham betul mengenai ilmu kegamaan.Salah satunya ia berpendapat bahwa Islam washatiyah merupakan tengah-tengah, tidakbersikap ektrim. Konsep Islam washatiyah ini penting diterapkan di Indonesia yang plural.Gagasan politik Islam Abdurrahaman wahid juga sangat relevan diterapkan di Indonesia. Haltersebut dimaksudkan untuk membendung gerakan-gerakan politik Islam yang inginmenerapkan sistem khilafah Islamiah. Sistem yang sebetulnya tidak cocok untuk diterapkan diIndonesia. Walaupun Indonesia menjadi negara dengan mayoritas umat muslim. Namun tidakdapat dipungkiri masih ada umat agama lain yang hidup di Indonesia. Sehingga bersikapmoderat dan berlaku adil dalam hidup berbangsa dan bernegara menjadi syarat wajib dalamupaya menjaga perdamaian di Indonesia khususnya dan perdamaian dunia pada umumnya.