Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
The International Conference on Cultures & Languages (ICCL) provides an interdisciplinary forum for scholars, researchers, educators, practitioners, and cultural professionals to examine the dynamic relationships between language, culture, society, identity, knowledge, and technological transformation. The conference welcomes theoretical, empirical, comparative, and interdisciplinary studies that explore how languages and cultures evolve, interact, and contribute to addressing contemporary global challenges. Its scope encompasses research on language and linguistics, literature and cultural studies, language education and pedagogy, translation and interpreting, communication and media, cultural heritage and preservation, anthropology and society, intercultural communication, digital humanities and emerging technologies, globalization and cultural diversity, religious and cultural traditions, creative industries and the arts, multilingualism, migration and identity, indigenous and local knowledge, and language and culture in sustainable development. The conference also encourages innovative research connecting language and cultural studies with education, technology, social transformation, environmental sustainability, and global citizenship. Through interdisciplinary dialogue and international collaboration, ICCL seeks to advance new perspectives on how language and culture can foster mutual understanding, cultural resilience, inclusive knowledge production, and sustainable global communities.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"816-831"
:
1 Documents
clear
Toleransi dalam Tradisi Ruwahan di Puro Mangkunegaran
Irma Ayu Kartika Dewi
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 816-831
Publisher :
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/ebpekj33
Ruwahan merupakan salah satu tradisi yang masih dijaga dan dilestarikan oleh Puro Mangkunegaran. Dalam pelaksanaannya diikuti oleh kerabat, abdi dalem dan masyarakat. Beberapa memiliki keyakinan yang berbeda, tetapi melakukan tradisi Ruwahan di tempat yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengupas tradisi Ruwahan di Puro Mangkunegaran dan nilai yang terkandung di dalamnya, untuk mengetahui toleransi beragama dalam pelaksanaan Ruwahan di Puro Mangkunegaran serta dampak toleransi beragama dalam pelaksanaan Ruwahan di Puro Mangkunegaran. Metode yang dilakukan adalah literature review, observasi serta wawancara langsung dengan kerabat, abdi dalem dan masyarakat di sekitar Puro Mangkunegaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ruwahan merupakan ritual yang memiliki maksud dan tujuan yang sama dengan ritual selametan. Dalam hal ini kegiatan ruwahan juga identik dengan kegiatan ziarah kubur yaitu mendoakan dan mengenang para leluhur. Puro Mangkunegaran biasanya melakukan Ruwahan pada malam hari setelah tanggal 1 bulan Ruwah, diawali dengan wilujengan dilanjutkan dengan ziarah kubur. Tradisi ziarah kubur mengajarkan kita untuk menghargai jasa-jasa dan menghormati para leluhur yang telah tiada dengan mendoakan agar memperoleh ketenangan dialamnya. Selanjutnya dalam tradisi ziarah kubur mengajarkan kita untuk mensyukuri nikmat yang telah kita peroleh dan mengajarkan kita untuk berbagi antar sesama. Dalam pelaksanaan tradisi Ruwahan di Puro Mangkunegaran dapat dilihat tidak ada perbedaan atau perlakuan khusus. Semua kerabat, abdi dalem, serta masyarakat yang hadir menjalankan tradisi sesuai dengan urutan-urutan prosesi Ruwahan. Meskipun terdapat perbedaan agama, hal tersebut tidak mengurangi makna dan kekhusukan dalam melakukan tradisi Ruwahan. Hal tersebut terjadi karena kerabat, abdi dalem maupun masyarakat saling menjaga toleransi beragama dan karena kebersamaan itulah maka pelaksanaan tradisi Ruwahan berjalan dengan lancar. Dampak toleransi beragama tersebut mampu membentuk karakter manusia yang lebih baik. Karakter yang baik itu dapat ditunjukkan dengan tindakan-tindakan yang bernilai moral terhadap Tuhan, bernilai moral terhadap sesama manusia berupa sikap toleransi.