Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan leadership untuk meningkatkan kemampuan berorganisasi pada siswa SMK 3 Garut Aprianti, Ema; Kustiana, Asep; Kartika, Prita; Widiastuti, Novi
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk melaksanakan pelatihan kepemimpinan dalam meningkatkan kemampuan berorganisasi pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Garut. Latar belakang pengabdian ini didasarkan pada kebutuhan akan persiapan siswa untuk menghadapi tuntutan zaman yang semakin kompleks, di mana kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan yang efektif menjadi kunci untuk kesuksesan masa depan. Teori kepemimpinan dan pengembangan diri digunakan sebagai landasan teoritis untuk mendukung kegiatan ini. Metode pelaksanaan pengabdian ini melibatkan serangkaian kegiatan pelatihan kepemimpinan yang meliputi materi tentang komunikasi efektif, manajemen waktu, pengambilan keputusan, dan kerjasama tim. Peserta pelatihan terdiri dari siswa SMK 3 Garut. Pelatihan dilakukan dalam bentuk workshop interaktif yang melibatkan diskusi kelompok, permainan peran, dan latihan simulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kepemimpinan di era milenial telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi siswa SMK 3 Garut. Peserta pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan percaya diri mereka dalam berbagai aspek kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi. Selain itu, hubungan tim di antara peserta juga terbukti menguat sebagai hasil dari pelatihan ini. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa pelatihan kepemimpinan di era milenial merupakan langkah yang efektif dalam mempersiapkan siswa SMK 3 Garut untuk menghadapi tantangan di masa depan sebagai pemimpin yang kompeten dan bertanggung jawab.
Peningkatan Kualitas Pengajaran melalui Kreativitas Menggambar Dasar bagi Guru TK Aurumajeda, Tiphanny; Nurhidayat, Martiyadi; Aprianti, Ema
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Mei 2025
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jurnalinovasi.v5i2.39319

Abstract

Kemampuan menggambar dan mendongeng merupakan keterampilan penting bagi guru dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan interaktif. Namun, banyak guru yang merasa kurang percaya diri dalam menggambar karena belum memiliki kompetensi yang memadai. Untuk mengatasi kendala ini, dilaksanakan pelatihan tiga tahap yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggambar dan mendongeng. Tahap pertama berfokus pada penguasaan teknik dasar menggambar, di mana guru diperkenalkan dengan konsep dasar dan latihan sederhana. Pada tahap kedua, guru diajarkan cara menggambar karakter dari bangun datar, yang memudahkan mereka menciptakan bentuk-bentuk sederhana namun bermakna. Tahap ketiga menggabungkan keterampilan menggambar dengan mendongeng secara langsung, sehingga guru dapat menceritakan kisah sambil menciptakan ilustrasi secara spontan di depan siswa. Untuk mendukung kelancaran kegiatan ini, dikembangkan teknologi terapan berupa papan tulis portabel yang ergonomis, dirancang agar mudah dibawa dan digunakan di berbagai tempat, sehingga memungkinkan guru untuk menggambar dengan nyaman dalam berbagai posisi. Seluruh rangkaian pelatihan ini dilaksanakan menggunakan metode Partisipatory Action Research (PAR), memastikan keterlibatan aktif dan umpan balik berkelanjutan, sehingga program ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan guru serta kualitas pembelajaran di kelas.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BCM (BERMAIN, CERITA, MENYANYI) DALAM KONTEKS PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI KOBER BAITURROHIM KABUPATEN BANDUNG BARAT Aprianti, Ema
Tunas Siliwangi Vol 3 No 2 (2017): VOL 3 NO 2, OKTOBER 2017
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v3i2p195-211.651

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang : “Penerapan Pembelajaran BCM (Bermain, Cerita Menyanyi) Dalam Konteks Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di Kober Baiturrohim Kabupaten Bandung Barat “.Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah memperoleh gambaran mengenai perencanaan penerapan pembelajaran BCM (Bermain, Cerita Menyanyi) di Kober Baiturrohim.Mengetahui perkembangan sosial emosional anak usia dini di Kober Baiturrohim (tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi).Mengetahui hasil BCM (Bermain, Cerita Menyanyi) ada tidaknya peningkatan perkembangan sosial emosional anak usia dini di Kober Baiturrohim.Penelitian ini dilaksanakan dengan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Sugiyono (2009 : 21-22). Sumber data penelitian ini adalah 30 orang siswa dan 3 orang pendidik. Untuk kepentingan studi kasus ditetapkan 3 orang pendidik dan 3 orang peserta didik. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa pedoman wawancara dan  pedoman observasi dan angket. Pada dasarnya hasil penelitian tentang penerapan pembelajaran BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi) dalam konteks perkembangan sosial emosional anak usia dini di Kober Baiturrohim Kabupaten Bandung Barat pada perencanaannya telah menunjukan proses penyelenggaraan pembelajaran yang merujuk kepada ketentuan baku sejak perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi guru-guru yang bersangkutan pada perkembangan sosial emosional anak usia dini di Kober Baiturrohim telah melaksanakan sesuai dengan tahap-tahap perencanaan pembelajaran sejak pembentukan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar dan media pembelajaran (sesuai dengan panduan kurikulum 2013 PAUD). Seluruh dampak positif yang tampak berkaitan dengan perkembangan sosial emosional anak merupakan hasil serta tujuan dari penerapan pembelajaran BCM (Bermain, Cerita dan Menyanyi) di Kober Baiturrohim. Tingkat keberhasilan juga sangat bergantung pada stimulasi yang diberikan oleh guru dalam mengaplikasikan BCM tersebut pada setiap kegiatan pembelajaran baik didalam maupun diluar kelas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pertanyaan penelitian ini yang menyatakan Penerapan Pembelajaran BCM (Bermain, Cerita Menyanyi) Dalam Konteks Perkembangan Sosial Emosional anak usia dini dapat diterima. 
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM KEGIATAN MENGAJAR ANTARA GURU DAN MURID PAUD PADA PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER Aprianti, Ema
Tunas Siliwangi Vol 4 No 1 (2018): VOL 4 NO 1, APRIL 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v4i1p1-9.716

Abstract

Komunikasi interpersonal dalam kegiatan mengajar antara guru dan murid paud pada proses pembentukan karakter bertujuan untuk mengetahui  bagaimana   langkah-langkah  penerapan  komunikasi interpersonal dalam dalam kegiatan mengajar di PAUD Hikmah Teladani.Penelitian ini dilaksanakan dengan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Sugiyono (2009 : 21-22). Sumber data penelitian ini adalah anak  Siswa PAUD Hikmah Teladani Cimahi. Sedangkan sampel berjumlah 20 orang anak untuk sampel refresentatif diambil 2 orang tutor dan 5 anak untuk menjadi kasus. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa pedoman wawancara dan  pedoman observasi. Pengaruh komunikasi interpersonal untuk meningkatkan karakter percaya diri anak dalam penelitian ini dilaksanakan dengan  melalui  dua  kali observasi. Kondisi pembelajaran kegiatan kesadaran lingkungan dengan pengaruh komunikasi interpersonal sudah mulai terkondisikan. Anak sudah bisa berkonsentrasi untuk memperhatikan instruksi dari tutor dan mau mempraktekkan langsung kegiatan meningkatkan kreativitas dengan pengaruh komunikasi interpersonal. Hasil yang diperoleh melalui observasi menunjukkan bahwa Pengaruh komunikasi interpersonal sebagai media pembelajaran dalam bentuk-bentuk tertentu telah memberikan kontribusi yang baik walaupun masih bervariatif dalam meningkatan karakter percaya diri anak pada umumnya terutama bila  komunikasi interpersonal diperlukan latihan, konsentrasi, walaupun masih ditemukan sebagian kecil anak yang menunjukkan kadar partisipasi dalam pengaruh komunikasi interpersonal sebagai media pembelajaran. Dengan pengaruh komunikasi interpersonal di dalam  pembelajaran  meningkatkan kreativitas percaya diri,  media  yang  digunakan  yang  melalui metode  komunikasi interpersonal yang menarik, sehingga anak ingin mengikuti dan bermain dalam kegiatan tersebut. Selain itu, anak semakin antusias mengikuti pembelajaran dikarenakan tutor memperagakan langsung bagaimana  komunikasi interpersonal tersebut diaplikasikan dalam sentra, dan tutor juga memberikan kesempatan  kepada anak untuk mempraktekkan  dan  mendemonstrasikan  di  depan teman-teman  yang  lain, sehingga anak akan terus mengingat pembelajaran dan lebih percaya diri dan semakin antusias untuk terus mencobanya. 
METODE PEMBELAJARAN BERMAIN KARTU KATA DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN KOGNITIF DI TK TRIDAYA CIMAHI Aprianti, Ema; Nafiqoh, Heni; Rohaeti, Euis Eti
Tunas Siliwangi Vol 6 No 1 (2020): Vol 6 No 1, APRIL 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i1p%p.1478

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang : dengan judul “Metode Pembelajaran Bermain Kartu Kata Dalam Meningkatkan kecerdasan kognitif di TK TRIDAYA CIMAHI “.Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan : (1) Untuk mengetahui data tentang pelaksanaan penggunaan media kartu kata melalui anak TK untuk meningkatkan pengembangan kecerdasan kognitif (2) Hasil penggunaan media kartu kata dan pengaruhnya terhadap anak TK (3) Pendorong dan penghambat  penggunaan media kartu kata dalam upaya peningkatan  pengembangan kecerdasan kognitif bagi anak di Taman Kanak-Kanak. Metode Penelitian yang di gunakan Penelitian kualitatif dengan pertimbangan bahwa subjek riset adalah Siswa Taman Kanak-Kanak Tridaya pengumpulan data yang hanya bisa didekati dengan pendekatan pengamatan dan tidak bisa menggunakan instrument baku yang disusun sebelumnya sehingga peneliti berpindah sebagai instrument.Teknik yang digunakan melalui penggunaan observasi dan wawancara dikarenakan banyak orang yang lebih suka berbicara daripada menulis untuk memberikan respon terhadap pernyataan tertentu, apalagi anak-anak (Best, J.W., Khan, J.V. 2003:323). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Berdasarkan hasil observasi metode pembelajaran yang digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi anak yaitu menggunakan media kartu gambar sebagai upaya peningkatan kecerdasan kognitif dan pelaksanaannya sangat diminati anak. 2) Berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan media kartu gambar pada upaya peningkatan kecerdasan kognitif sangat besar pengaruhnya terhadap anak, dengan media kartu gambar berpengaruh positif anak lebih termotivasi dalam pembelajaran konsep huruf. 3) Berdasarkan Observasi ditemukan kesulitan pada faktor pendorong dan pendukung dalam penggunaan media kartu gambar adalah sarana dan prasarana serta seperti penataan ruangan yang kurang menarik serta cara tutor dalam memimpin kegiatan sehingga anak kurang berminat dalam pembelajaran. Dari  penjelasan di atas, dapat  disimpulkan bahwa upaya  kecerdasan kognitif melalui media kartu kata. Anak dapat meniru apa yang telah ditunjukkan dan dilakukan oleh tutor. Agar anak dapat meniru semua kegiatan yang dilakukan oleh tutor, tutor harus mengatur media kartu kata dalam menjelaskan kegiatannya. Media kartu kata sangat berpengaruh pada konsentrasi anak. Media kartu kata membuat anak tertarik untuk mengikuti pembelajaran, anak akan menjadi lebih antusias mengikuti pembelajaran.
PENGARUH BERMAIN DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK PADA SISWA PAUD DI KOTA CIMAHI Supriatna, Ecep; Aprianti, Ema; Yuliani, Wiwin
Tunas Siliwangi Vol 5 No 2 (2019): VOL 5 NO 2, OKTOBER 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v5i2p126-135.1574

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya permainan terhadap perkembangan anak. Tujuan penelitian untuk menyelidiki dampak permainan terhadap keterampilan sosial. Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif. Hasil pengambilan sampel ini didapatkan tiga PAUD yang ada di Cimahi. Pengambilan sampel acak sederhana Kuesioner disebarkan kepada para guru terkait pengumpulkan informasi demografis responden dan pengaruh permainan terhadap keterampilan sosial. metode ini melibatkan pengamatan untuk mengumpulkan data mengenai ketersediaan media bermain, dan interaksi siswa dengan media bermain, dan teman sebaya selama kegiatan bermain. Berdasarkan hasil penelitian bahwa ketersediaan materi bermain memiliki hubungan dengan keterampilan sosial. Hasil penelitian menunjukan keterlibatan guru memiliki pengaruh penting dalam mengembangkan keterampilan sosial anak. Selain itu anak-anak yang terlibat dalam berbagai jenis permainan dapat mempengaruhi meningkatkan keterampilan sosial mereka. Semakin banyak jenis permainan yang dimainkan semakin baik.Kata kunci : Bermain, Anak, Keterampilan
MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI PROGRAM PEMBIASAAN BELAJAR DI RUMAH BERBANTUAN MEDIA SOSIAL DI MASA PANDEMI COVID 19 Aprianti, Ema; Nurunnisa, Rita
Tunas Siliwangi Vol 6 No 2 (2020): VOL 6 NO 2, OKTOBER 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i2p111-118.2148

Abstract

Pada penelitian ini mengangkat permasalahan terkait perkembangan social yang ingin di teliti pada anak usia dini mengenai bekerjasama, mau berbagi dan prilaku akrab. Dikarenakan di masa pandemi yang mana pembelajaran dilakukan dari rumah tanpa interaksi langsung dengan guru dan teman menunjukkan kurangnya interaksi sosial pada anak usia dini dikarenakan dimasa pendemi ini adanya sosial distancing yang mana berjaga jarak dengan orang lain yang hal tersebut mengurangi esensi dalam inteaksi sosial anak jadi kurang akrab, kurang bekerjasama dan tidak merasa bersaing. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan tujuan peneliti dapat menganalisis, mendeskripsikan serta meringkas berdasarkan kondisi, berdasarkan data yang terkumpul berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan(Subandi, 2011). Berdasarkan hasil peneiltian dapat disimpulkan proses meningkatkan interaksi social pada anak usia dini pada program pembiasaaan pembelajaran dari rumah  melalui bebantuan media social di masa pandemi Covid 19 dapat dinyatakan berhasil dilihat melalui hasilanak yang belum berkembang (BB) sebanyak 0%, dan mulai berkembang (MB) sebanyak 0%, kurang dari setengahnya berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 29%, dan  lebih dari setengahnya berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 71%.  Hasil ini sudah memenuhi kriteria kategori berkembang sangat baik, dan kriteria tersebut sudah memenuhi standar penelitian dan harapan peneliti anak mampu berbagi, anak mampu bekerjasama dan anak mulai akrab dengan anggota keluarga dirumah.
PENGGUNAAN LAGU WAJIB NASIONAL UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER PELAJAR PANCASILA CINTA TANAH AIR Fitria, Alya Maulida; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i2.25674

Abstract

Media sosial memiliki dampak negatif kepada anak usia dini. Salah satunya yaitu lagu yang diperdengarkan tidak sesuai dengan usia anak. Hal ini menyebabkan anak sering menyanyikan lagu tersebut. Oleh karena itu, pengarahan dari orang terdekat sangat diperlukan.  Orang-orang terdekat bisa mengganti lagu yang tidak sesuai dengan usia anak dengan lagu nasional. Pemilihan lagu nasional ini selain sesuai dengan usia anak serta dapat menanamkan rasa cinta tanah air pada anak. Setelah peneliti melakukan observasi di RA (Raudhatul Athfal) Al-Mudhiyah sebagian besar dari peserta didik disana sering menyanyikan lagu yang tidak sesuai dengan usianya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter pelajar Pancasila cinta tanah air menggunakan lagu wajib nasional melalui metode demontrasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dalam 2 siklus, setiap siklus terdapat tiga pertemuan. Subjeknya adalah 25 anak kelompok B di RA Al-Mudhiyah.  Data dikumpulkan menggunakan observasi kemudian dianalisis dalam bentuk persentase. Penelitian ini dapat meningkatkan karakter pelajar Pancasila cinta tanah air pada anak dengan kategori nilai berkembang sangat baik. Pada kondisi prasiklus belum terdapat anak dengan kategori nilai berkembang sangat baik, siklus pertama meningkat menjadi 14,7% dan pada siklus II menjadi 73,3%. Social media hurts early childhood. One of them is the songs that are played that are not appropriate for the child's age. This causes children to often sing the song. Therefore, direction from the closest person is essential. The closest people can replace songs that are not appropriate for the child's age with national songs. The selection of this national song is not only appropriate for the child's age but can also instill a sense of love for the country in children. After the researcher conducted observations at Raudhatul Athfal Al-Mudhiyah, most of the students there often sang songs that were not appropriate for their age. Therefore, this study aims to improve the character of Pancasila students who love the country using national compulsory songs through the demonstration method. This study uses a classroom action research method in 2 cycles; each cycle has 3 meetings. The subjects were 25 children in group B at RA Al-Mudhiyah. Data was collected using observation and then analyzed in the form of a percentage. This study can improve the character of Pancasila students who love the country in children with a very well-developed value category (BSB). In the pre-cycle conditions, there were no children with very good development value categories; in the first cycle, it increased to 14.7%, and in cycle 2, it became 73.3%.
Snake and Ladder: Penerapan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kecerdasan Logika Matematika Anak Usia Dini Ernawati, Linda; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i3.26026

Abstract

Logical-mathematical intelligence refers to the ability to process numbers, recognize shapes and symbols, and understand calculation concepts. Logical-mathematical intelligence plays a crucial role in daily life; therefore, it must be stimulated to develop optimally. In Group A children aged 4–5 years, the development of logical-mathematical intelligence often faces obstacles, primarily due to the lack of media that effectively stimulates it. To address this issue, the researchers used snake and ladder media as a stimulus for children's logical-mathematical intelligence. The purpose of this study was to improve children's logical-mathematical intelligence through the use of snake and ladder media. This study employed classroom action research (CAR). The research subjects consisted of eight Group A children and one teacher. Data were collected through observation and analyzed using descriptive quantitative techniques with percentage calculations. The results showed that after the implementation of snake and ladder media, the logical-mathematical intelligence of Group A children increased in each cycle, from 48% to 81%. Indicators of children's intelligence included (1) ability to follow game rules, (2) understanding of forward and backward counting, and (3) ability to count from 1 to 10.
Does Parental Involvement Affect The Development Of Social Skills In Early Childhood Education Students? Supriatna, Ecep; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i4.28755

Abstract

This study aims to examine the effect of parental involvement on social skills in early childhood education students in Bandung City (1). The research approach uses quantitative with a comparative study method that compares two groups of children based on their parental involvement (3). The sampling technique used is convenience sampling. This technique selects respondents who are easy to reach and willing to participate. This study involved 227 parents who assessed their involvement in their children's education through a self-report scale, and 34 early childhood education teachers who assessed their children's social skills through observation (2). The instruments used consisted of a parental involvement scale and an observation-based social skills scale. Data analysis used the Mann-Whitney U nonparametric statistical test to see differences in children's social skills based on the level of parental involvement. The results showed that there were significant differences in the social skills of early childhood education students between children with high and low parental involvement (5). Children with higher parental involvement tend to have better social skills. This topic is important to study considering the role of parents in early childhood education is a key factor in forming social skills that are important for children's development in the future