Claim Missing Document
Check
Articles

MENSTIMULUS ASPEK SOSIAL MELALUI KEDISIPLINAN HIDUP SEHAT DENGAN PEMBELAJARAN DARING PADA ANAK USIA DINI Cincin Sumayanti; Arifah A Riyanto; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i3.10945

Abstract

Attention deficit hyperactivity disorder or ADHD is a disorder in a child who has difficulty paying attention or is known as hyperactivity. Children with ADHD in this study were motivated by the daily role of parents in accompanying children with the initials KPW. Condition of this child has obstacles to paying attention, high anxiety, and lack of concentration in various activities. While Sundanese is the mother tongue used by the West Java region. One of the methods used is singing to focus attention on ADHD children. This study aims to determine how the role of parents in stimulating Sundanese language skills with the singing method. This research method uses descriptive qualitative. Data collection techniques in this study used interviews, observations, and documentation. This study also uses qualitative data analysis, namely the process of systematically searching for compilers. The results of this study are successful because the role of great parents is to provide support in the form of emotional support and material support to children. When the researcher observed the parents accompanying the children in learning, patiently directing the children to follow the lesson, giving examples of Sundanese language by using the tone of the song that was exemplified by the teacher so that the child was able to do what was exemplified by the parents. The results of this study indicate that parents can stimulate the Sundanese language through the singing method.Anak merupakan  makhluk sosial yang harus bisa menyelesaikan setiap permasalahan akibat dari interaksi dengan lingkungan sosialnya serta harus bisa menujukkan dirinya sesuai norma yang berlaku. Akibat dari tuntutan sosial tersebut  maka anak harus mencapai kematangan sosial dan keterampilan pada aspek sosial. Peneliti menyadari bahwa aspek sosial ialah hal yang harus dipelajari sejak dini.Tujuan penelitian ini untuk menstimulus aspek sosial melalui kedisiplinan hidup sehat dengan cara melakukan pembiasaan sehari-hari seperti berinteraksi dengan orang tua di pagi hari, mandi sendiri, membereskan tempat tidur sendiri, dan makan sendiri. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kelompok B usia 6 tahun sebanyak 10 anak menjadi subjek penelitian. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi dan analisis data menggunakan reduksi, display dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menstimulus aspek sosial anak usia dini melalui kedisiplinan hidup sehat dengan pembelajaran daring pada Kelompok B Di Kober Kadeudeuh mengalami peningkatan, dilihat dari hasil anak yang Berkembang Sangat Baik (BSB) pada Pertemuan ke-1 sekitar 2 sampai 3 anak berkembang meningkat hingga di Pertemuan ke-8 menjadi 6 hingga 7 anak berkembang meningkat.
STIMULASI KECERDASAN NATURALIS ANAK MELALUI KEGIATAN BERCOCOK TANAM SELAMA PEMBELAJARAN DARING Hotiah Hotiah; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i3.10967

Abstract

Early childhood is a child who is in need of various efforts to achieve optimal development, both psychological and physical development, especially in stimulating the intelligence possessed by children. One of the intelligences that must be stimulated in early childhood is naturalist intelligence. Stimulating naturalist intelligence during a pandemic requires interesting activities for children, one of which is the application of farming activities. This article aims to analyze the implementation of farming in stimulating naturalist intelligence in children during online learning. The research method used is descriptive qualitative research method with research subjects aged 5-6 years, totaling 12 children in group B in family planning. Thoriqul Atfal. Data collection methods in this study include observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique uses data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. Based on this research, it was found that during online learning the application of farming activities can stimulate children's naturalist intelligence to develop well. The stimulated ability is that the child is able to recognize plants by type, the child is able to take care of the planted plants, and is able to determine the required weather quality.Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan berbagai upaya guna mencapai perkembangan yang optimal, baik perkembangan psikis dan fisik terutama dalam menstimulasi kecerdasan yang dimiliki oleh anak. Salah satu kecerdasan yang harus distimulasi pada anak usia dini adalah kecerdasan naturalis. Menstimulasi kecerdasan naturalis pada masa pendemi membutuhkan kegiatan yang menarik bagi anak, salah satunya yaitu penerapan kegiatan bercocok tanam. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan skenario dan implementasi kecerdasan naturalis anak melalui kegiatan bercocok tanam selama pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 12 anak kelompok B di KB.  Thoriqul Atfal. Metode pengumpulan data pada penelitian ini meliputi teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa selama pembelajaran daring penerapan kegiatan bercocok tanam dapat menstimulasi kecerdasan naturalis anak berkembang dengan baik. Kemampuan yang terstimulasi yaitu anak mampu mengenal tanaman berdasarkan jenis, anak mampu merawat tumbuhan yang ditanam, mampu menentukan kualitas cuaca yang dibutuhkan. 
KEGIATAN FINGER PAINTING PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS DI SPS MIFTAHUL JANNAH Nanik Yumalasari; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12348

Abstract

This study aims to describe and analyze scenarios and implementations, teacher and child responses, as well as obstacles faced by teachers and children through finger painting activities for children aged 4-5 years in improving fine motor skills in SPS Miftahul Jannah, Karawang Regency. Descriptive research with a qualitative approach was used in this research method. The subjects in this study were children aged 4-5 years as many as 6 children and 2 teachers and the principal as informants. Observations, interviews, and documentation studies were used as data collection tools. The results of the assessment and evaluation of children through activities in semester 2 of 2020/2021 the teacher guides and repeatedly teaches, the results of the achievement level of fine motor development of the child develop very well and increase in these activities, of the 6 children studied 4 children set very well. good (BSB) in the three indicators studied. In contrast, the 2 children in the last indicator showed they were starting to develop (MB), but this has proven a positive response from teachers and children in the finger painting activity. The obstacles faced when implementing learning through finger painting activities are the children's lack of interest in the material being taught, the fear of children playing dirty and feeling disgusted with these activities, and the role of parents in protecting their children.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis skenario dan implementasi, respon guru dan anak, serta kendala yang dihadapi guru dan anak melalui kegiatan finger paintinganak usia 4-5 tahun dalam meningkatkan motorik halus di SPS Miftahul Jannah Kabupaten Karawang. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatifyang dipakai dalam metode penelitian ini. Subjek dalam penelitian ini anak usia 4-5 tahun sebanyak 6 anak dan 2 orang guru serta Kepala Sekolah sebagai informan. Observasi, wawancara dan studi dokumentasi dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Hasil penilaian dan evaluasi terhadap anak melalui kegiatan pada semester 2 tahun 2020/2021 guru membimbing dan mengajarkan secara berulang-ulang diperoleh hasil tingkat pencapaian perkembangan motorik halus anak tersebut berkembang sangat baik dan meningkat dalam kegiatan tersebut, dari 6 anak yang diteliti 4 anak berkembang sangat baik (BSB) dalam tiga indikator yang diteliti sedangkan 2 anak dalam indikator terakhir menunjukkan mulai berkembang (MB), tetapi hal ini sudah membuktikan adanya respon positif dari guru dan anak dalam kegiatan finger paintingtersebut. Kendala-kendala yang dihadapi pada saat mengimplementasikan pembelajaran melalui kegiatan finger paintingadalah kurangnya minat anak terhadap materi yang diajarkan, takutnya anak-anak bermain kotor dan merasa jijik dengan kegiatan tersebut dan peran orangtua yang melindungi anaknya. 
DAMPAK RENDAHNYA PENGHASILAN ORANG TUA TERHADAP HAK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Eva Dwi Mulyati; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12329

Abstract

The purpose of the study was to determine the impact of the low income of parents on the fulfillment of the rights to early childhood education. The method used is descriptive and qualitative, with the aim that researchers can analyze, explain, and summarize based on conditions and data collection based on the results of interviews and observations. The subject of the research was the community of Sukarasa RW 11, which had an early age of 100 heads of families. The sample in this study was taken from 10% of the population, namely 10 people. Data collection techniques with interviews and observations of the community Sukarasa RW 11 took 10% of the population, namely 10 people. The data obtained were analyzed with an approach to obtain conclusions. The type of analysis used is discourse analysis and the process of data analysis through three stages, namely data collection, data reduction, and conclusion. It can be said based on the results of the study that the level of income of parents can affect the fulfillment of children's education rights. Poor economic conditions do not make early childhood education necessary necessity. Meanwhile, Early Childhood Education is very important to prepare for the level, help the growth and development of children as well as teach children to be able to socialize with the environment, and build children's character from an early age.Tujuan penelitian untuk mengetahui dampak dari rendahnya pengahasilan orang tua terhadap terpenuhinya hak Pendidikan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif, dengan tujuan agar peneliti dapat menganalisis, menjelaskan, dan meringkas berdasarkan kondisi dan data yang dikumpulkan berdasarkan hasil wawancara dan observasi. Subjek penelitian masyarakat daerah sukarasa RW 11, yang memiliki anak usia dini yaitu sejumlah 100 kepala keluarga. Sampel pada penelitian ini diambil 10% dari populasi yaitu 10 orang.  Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi kepada masyarakat sukarasa RW 11 diambil 10% dari populasi yaitu 10 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan kualitatif sehingga mendapatkan kesimpulan. Jenis analisis yang dipakai analisis wacana dan dalam proses analisis data melalui tiga tahapan, yaitu pengumpulana data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Dapat disimpulkan berdasarkan hasil penelitian Bahwa tingkat pendapatan orang tua dapat mempengaruhi dalam memenuhi hak Pendidikan anak. Keadaan kondisi ekonomi yang buruk tidak menjadikan pendidikan anak usia dini sebagai suatu kebutuhan yang hal perlu diutamakan. Sedangkan pendidikan Anak Usia Dini sangatlah penting untuk mempersiapkan kejenjang selanjutnya, membantu pertumbuhan dan perkembangan anak juga mengajarkan anak agar dapat bersosialisasi dengan lingkungannya dan membangun karakter anak sejak dini.
MENINGKATKAN SIKAP KEMANDIRIAN MELALUI PERMAINAN PUZZLE GAMBAR PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Rini Dwi Santika; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i6.12785

Abstract

Independence in children must be applied or trained from as early as possible so that children become accustomed to being independent, one of the activities that can foster an attitude of independence in children is playing puzzles. Playing puzzles is a fun activity that is done voluntarily at the child's wish, this game is in the form of dismantling and reassembling the scattered pieces so that they come back into a complete form. The purpose of this study was to determine the increase in the attitude of independence in children 4-5 years old through a picture puzzle game. This research is a descriptive method with a qualitative approach, while the data collection techniques are interviews, observation, and documentation to clarify in obtaining the results of research and data analysis using data reduction, data display and concluding, then using research subjects 12 children aged 4-5 years at RA Atthohiriyah Cililin, West Bandung. Before the research was carried out on the attitude of independence in children aged 4-5 years, 12 children were not independent, then based on the results of research that had been carried out 8 times through picture puzzle games for children aged 4-5 years, at the first meeting the children's achievements were still not developed ( BB), while at the last meeting as many as 12 children achieved success, namely with very good criteria or children developing very well (BSB).Kemandirian pada anak harus diterapkan atau dilatih dari sedini mungkin agar anak menjadi terbiasa untuk mandiri, salah satu kegiatan yang bisa menumbuhkan sikap kemandirian pada anak adalah bermain puzzle. Bermain puzzleadalah kegiatan yang menyenangkan dilakukan dengan sukarela atas keinginan anak sendiri, permainan ini berupa kegiatan bongkar pasang dengan menyusun kembali kepingan-kepingan yang berserakan agar kembali menjadi bentuk yang utuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan sikap kemandirian pada anak 4-5 tahun dengan melalui permainan puzzlegambar. Dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan untuk teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperjelas dalam mendapatkan hasil dari penelitian dan analisis data menggunakan reduksi data, display data dan menarik kesimpulan, selanjutnya dengan menggunakan subjek penelitian 12 anak usia 4-5 tahun di RA Atthohiriyah Cililin, Bandung Barat. Sebelum dilaksanakan penelitian sikap kemandirian pada anak usia 4-5 tahun sebanyak 12 anak yang belum mandiri, kemudian berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan sebanyak 8 kali melalui permainan puzzlegambar pada anak usia 4-5 tahun, pada pertemuan pertama capaian anak masih belum berkembang (BB), sedangkang pada  pertemuan terakhir sebanyak 12 anak mencapai keberhasilan yaitu dengan kriteria  sangat baik atau anak berkembang sangat baik (BSB).
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA SUNDA MELALUI METODE BERNYANYI PADA KELOMPOK B Intan Fuji Anisa; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.12684

Abstract

The background of this study is the lack of ability for young people to speak Sundanese, one reason being that there is not yet an education for Sundanese. Of the many learning methods, one is the singing method. Singing is a particularly enthusiastic activity for children. Therefore the study aims to find out about the implementation of Sundanese learning using singing methods. The research method used is a qualitative approach. The research subject is nine preschoolers in group B. The data-gathering technique in this study is observation and documentation and data analysis techniques by data collection, data reduction, data presentation, and deduction. Studies show that the implementation of Sundanese learning through singing methods is as follows: (1). Through Sundanese learning, the method can be improved. (2) singing methods also promote enthusiasm and attract young children to the learning of Sundanese. (3). Singing methods can also enhance a child's ability in Sundanese for example when reciting words in the song. (4) educators' ability and consistency play an important role in their use of Sundanese as an example for young children. (5) family participation is equally important for the child to be consistent in using the Sundanese language when it is around.Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kecakapan bahasa ibu(bahasa sunda) pada anak prasekolah, salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya pembelajaran bahasa sunda yang dilaksanakan di sekolah. Dari sekian banyak metode pembelajaran salah satunya adalah metode bernyanyi. Bernyanyi adalah suatu kegiatan yang sangat di gemari oleh anak-anak. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang implementasi pembelajaran bahasa sunda melalui metode bernyanyi. Sebagi metode yang dipakai adalah Deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian  ini mengamati 9 orang anak usia dini kelompok B, untuk teknik pengumpulan data digunakan observasi juga dokumentasi sedangkan analisis pada data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi pembelajaran bahasa sunda melalui metode bernyanyi adalah sebagai berikut : (1). Melalui metode bernyanyi pembelajaran bahasa sunda dapat ditingkatkan. (2). Metode bernyanyi juga menambah antusias dan menarik minat anak usia dini dalam pembelajaran bahasa sunda. (3). Metode bernyanyi juga dapat meningkatkan kemampuan anak dalam bahasa sunda contohnya saat melafalkan kata (4). Kemampuan dan konsistensi pendidik sangat memiliki peran penting dalam penggunaan bahasa sunda sebagai teladan anak usia dini. (5). Peran serta keluarga juga tak kalah penting agar anak tetap konsisten dalam menggunakan bahasa sunda ketika dilingkunggannya
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4 – 5 TAHUN MELALUI PERMAINAN MoBIS Habibah Siti Khodijah; Ema Aprianti; Mariyati Mariyati
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.12674

Abstract

This research is motivated by the low fine motor skills of children at RA AS SALAM, learning in schools that requires children to be able to write, draw and fold, but not all children cannot write, draw and fold. This study uses a classroom action research method with Kurt Levin's model consisting of planning, acting, observing, reflecting. Sources of data from this study amounted to 18 children consisting of 5 girls and 5 boys. The results showed that the MoBIS game can improve children's fine motor skills, this can be seen from the initial condition increasing to cycle I, in the initial condition the children who have reached BSB (Very Good Development) are only 0% and then in the first cycle muscle strength the child's hands are starting to get strong but there are still some people who are not strong, children who have reached BSB (very well developed) increased to 40% or an average value of 71.8, continued in the second cycle of children's fine motordevelopment to increase with a percentage increase of 80 % or with a value of 76.9.Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak di RA AS SALAM, pembelajaran disekolah yang menuntut anak agar supaya bisa menulis, menggambar dan melipat, namun tidak semua anak tidak dapat menulis, menggambar dan melipat.Namun kemampuan motorik halus anak tidak akan meningkat dengan tidak adanya stimulus antara dirumah dan disekolah, sehingga sekolah meneyediakan permainan MoBIS sebagai solusiTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui permainan MoBIS yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di Kelompok A RA As Salam. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif, data yang yang telah diperoleh diolah dengan Teknik persentase. Wawacara, observasi dan dokumentasi digunakan untuk Teknik pengumpulan data. Subjek penelitian ini adalah10anak yang terdiri dari 5anakperempuan dan 5anak laki – laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan MoBIS dapat meningkatkan kemampuan Motorik halus anakpada siklus II perkembangan motorik halus anak menjadi meningkatdengan persentase peningkatan sebanyak 80% atau dengan nilai 78,9.
APLIKASI WHATSAPP DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Sinta Mardiana; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.12992

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Semua aktivitas menjadi terhambat dan dibatasi. Begitupula dalam dunia pendidikan. Siswa perlu belajar untuk melalukan aktivitasnya dirumah serta memaksa guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mengimplementasikan pembelajaran jarak jauh. Perkembangan teknologi informasi dan komu- nikasi saat ini tidak mudah diterima dari semua kalangan, terutama di dunia pendidikan. Tetapi hal ini bisa menjadi solusi yang baik untuk meningkatkan kemandirian pada pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan aplikasi whatsApps dalam proses pembelajaran jarak jauh dan meningkatkan kemandirian anak di pandemi. Metode penelitian yang diambil adalah menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari lima orang pesera didik, guru dan orang tua dari TK Dewi Sartika dengan teknik pengumpulan data yang diambil melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik anali- sis yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian yang didapat dalam penelitian ini menunjukan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh menggunakan whatsapp sangat efisien dan cocok digunakan dalam pembelajaran jarak jauh karena penerapan aplikasi whatshapp grup adalah pembelajaran yang mudah dan fleksibel, serta mampu meningkatan kemandirian dalam setiap muatan pembelajaran.The Covid-19 pandemic has harmed people's lives. All activities become blocked and restricted. Likewise in the world of education. Students need to learn to do their activities at home and force Early Childhood Education (PAUD) teachers to implement distance learning. The devel- opment of information and communication technology today is not easily accepted by all cir- cles, especially in the world of education. But it can be a good solution to increase indepen- dence in distance learning. This study aims to determine the application of the WhatsApp appli- cation in the distance learning process and increase children's independence during the pandem- ic. The research method used is descriptive qualitative research, with research subjects consist- ing of five students, teachers, and parents from Dewi Sartika Kindergarten with data collection techniques taken through observation, interviews, and documentation. The analysis technique used is data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results obtained in this study show that the implementation of distance learning using WhatsApp is very efficient and suitable for use in distance learning because the application of WhatsApp group application is easy and flexible learning, and can increase independence in each learning content.
IMPLEMENTASI KEGIATAN MENCETAK GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B PADA PEMBELAJARAN DARING Khani Noor Sofyani; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.14608

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan yang dilakukan di kelompok B TK Puzzle mengenai kemampuan motorik halus pada anak belum berkembang sesuai tahapan usianya. Seperti ada beberapa anak yang menunjukan belum mampu dalam motorik halusnya melalui berbagai kegiatanseperti mencetak gambar. Permasalahan di atas mengidentifikasi bahwa anak pada kelompok B mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan motorik halus, seperti kurangnya pembelajaran kegiatan dalam eksplorasi di lingkungan sekolah, kurangnya stimulus dalam pembelajaran motorik halus seperti menggambar, merobek, menempel, mewar- nai yang dilakukan pembelajaran secara daring. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi kegiatan mencetak gambar terhadap kemampuan motorik halus pada pembelajaran daring. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 8 anak diantaranya 3 orang anak laki-laki dan 5 orang anak perem- puan dengan teknik pengumpulan data menggunakan instrumen observasi, wawancara dan dokumentasi dan analisis data menggunakan reduksi data, dispay data dan menarik kesimpulan dari penelitian ini bahwa melalui kegiatan mencetak gambar kemampuan perkembangan mo- torik halus anak TK Puzzle meningkat secara signifikan yang dilakukan melalui pembelajaran daring.This research was motivated by the results of observations made in group B of Puzzle Kinder- garten regarding fine motor skills in children who have not developed according to their age stages. As some children show that they are not yet capable of fine motor skills through various activities such as printing pictures. The problems above identify that children in group B have difficulty in developing fine motor skills, such as a lack of learning activities in exploration in the school environment, lack of stimulus in fine motor learning such as drawing, tearing, past- ing, and coloring which is done online learning. The purpose of this study is to find out the im- plementation of image printing activities on fine motor skills in online learning. This research method uses a descriptive qualitative method with research subjects of as many as 8 children including 3 boys and 5 girls with data collection techniques using observation instruments, in- terviews, and documentation and data analysis using data reduction, displaying data, and draw- ing conclusions from the research. This means that through the activity of printing pictures, the fine motor development abilities of Kindergarten Puzzle Kindergarten children are significantly increased through online learning.
PENERAPAN METODE BERCERITA AUDIO VISUAL UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPAMPUAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK B DI MASA PEMBELAJARAN DARING Nurmalah Nurmalah; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i3.17420

Abstract

Dalam mengembangkan kemampun kognitif anak dibutuhkan metode yang sesuai dengan kebutuhan dan minat anak dalam pelaksanaannya yang dilakukan secara daring, melalui bercerita audio-visual diharapkan akan mampu mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Puzzle. Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya kegiatan-kegiatan dalam pembelajaran, kurangnya stimulus dalam kegiatan berhitung, merangkai kata dalam kalimat, hal tersebut dapat mengambat kemampuan kognitif anak selama pembelajaran daring. Maka dari itu peneliti mengambil solusi untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan mengembangkan kemampun kognitif anak dengan penerapan metode cerita audio-visual yang dilakukan secara pembelajaran daring. Penelitian ini dilakukan lembaga di TK Puzzle pada anak kelompok B  yang berjumlah delapan anak yang terdiri dari lima anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data menggunakan reduksi data,  display data dan menarik kesimpulan. Dari hasil pengamatan selama melakasanakan penelitian dilakukan di TK Puzzle di kelompok Bdiperoleh hasil dengan pelaksanaan kegiatan penerapan metode bercerita audio visual  yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok B yang dilakukan selama pembelajaran daring berkembang sesuai yang diharapkan, perkembangan kognitif anak berkembang dengan baik.In developing children's cognitive abilities, a method that suits the needs and interests of children is needed in its implementation, which is carried out online through audio-visual storytelling. It is hoped that it will be able to develop the cognitive abilities of group B children in Puzzle Kindergarten. This research is motivated by the lack of activities in learning, the lack of stimulus in counting activities, and assembling words in sentences. These can hinder children's cognitive abilities during online learning. Therefore, researchers took a solution to develop children's cognitive abilities with the aim of knowing the implementation of developing children's cognitive abilities by applying the audio-visual story method, which was carried out online learning. This research was carried out by an institution at Puzzle Kindergarten in group B children, totaling eight children consisting of 5 boys and three girls. The method in this study uses descriptive qualitative methods with data collection techniques of observation, interviews, and documentation, data analysis using data reduction, data display, and drawing conclusions. From the observations during the research conducted at the Puzzle Kindergarten in group B, the results obtained by implementing the activities of applying the audio-visual storytelling method that can develop the cognitive abilities of children in group B, which is carried out during online learning, develops as expected, children's cognitive development develops well.
Co-Authors Aditya, Astry Ala Laela Aldri Frinaldi Amelia, Mia Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Aurumajeda, Tiphanny Ayi Ida Solihat Azhar, Aghnia Farrassyania Cartika, Ika Cincin Sumayanti Dedah Jumiatin Diana, Aan Dyah Putri Anggraeni, Regita Elin Herlina, Elin Euis Eti Rohaeti Euis Eti Rohaeti Euis Eti Rohaeti Eva Dwi Mulyati Farrassyania Azhar, Aghnia Fifiet Dwi Tresna Santana Fitria, Alya Maulida Fuadah, Reska Ghina Azhari Rahmasari Habibah Siti Khodijah Heni Nafiqoh Heni Nafiqoh Herni Oktavia Holisoh, Ai Hotiah Hotiah Iis Intan Fuji Anisa Khani Noor Sofyani Kurniati Kurniati Kustiana, Asep Laelasari Laelasari, Laelasari Lastri Yuniarti Lestari, Ririn Hunafa Lia Yuliani Linda Ernawati Mardianah, Rini Ros Mariyati Mariyati Martiyadi Nurhidayat Medita Ayu Wulandari Mira Lusiana NAFIQOH, HENI Nanik Yumalasari Neng Anggraeni Neni Neni Nila Kurniasih, Novi Widiastuti Erni Puji Astuti Noor, Agus Hasbi Novie Flamboyani Nunung Rohimah Nurdianti Nurdianti Nurlaela Nurlaela Nurmalah Nurmalah Nurunnisa, Rita Ojah Faojah Permatasari, Maya Prita Kartika, Prita Rini Dwi Santika Rita Nurunnisa Riyanto, Arifah A Rohmah, Pia Sani Sadiatu Rohmalina Rohmalina Rohmalina, Rohmalina Ronny Mugara, Ronny Saadah, Ai Siti Sagita, Lely Sahanah Sahanah Sinta Mardiana Siska Yulianti Siti Ruqoyyah Siti Sadiyah Solihah, Tri Haryati Sri Rahayu Sri Sugiarti Sumarlih, Wawa Supriatna, Ecep Titin Trisniarti, Susanti Vindyastuti, Ade Westhisi, Sharina Munggaraning Wiwin Setiawati Wiwin Winangsih Wiwin Yuliani Wulansuci, Ghina Yeni Suhartini Yuliani, Wiwin Zahro, Ifat Fatimah