Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA GURU MENINGKATKAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI METODE DEMOSTRASI Yeni Suhartini; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v2i6.p309-315

Abstract

In general, The research aims to "find out the application of the Demonstration method to improve the Social Development of PAUD children". This research was conducted with the approach used in this study is a qualitative research approach. Sugiyono The data source of this research is the kindergarten student Pelita Bandung. While the sample consisted of 25 children. The research data were collected using instruments in the form of interview guidelines and observation guidelines. The use of Demonstration Method to improve children's Social Development skills in this study was carried out through two observations. The learning conditions of Social Development activities using the Demonstration Method have begun to be conditioned. The child can concentrate on paying attention to the instructions of the guru and wants to practice the Social Development activities directly by using pictures of animals on the planel board. The results obtained through observation show satisfying results. By using the Demonstration Method in Social Development learning, the media used are rabbits and sprouts that are interesting, so the child wants to hold and see and observe the picture. In addition, children are more enthusiastic about learning because teachers demonstrate directly how the media works in Social Development learning activities, and teachers are also given opportunities for children to practice and demonstrate in front of other friends, hopefully children will remember the learning of Social Development continuously this and the more enthusiastic want to try.Secara umum, penelitian bertujuan untuk “mengetahui penerapan metode Demonstrasi untuk meningkatkan Perkembangan Sosial anak PAUD”.Penelitian ini dilaksanakan dengan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif, sampel berjumlah 25 orang anak. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi. Metode demonstrasi digunakan untuk meningkatkan keterampilan aspek perkembangan sosial anak dalam penelitian ini dilaksanakan dengan melalui dua kali observasi. Kondisi pembelajaran kegiatan perkembangan sosial dengan menggunakan Metode Demonstrasi sudah mulai terkondisikan. Anak sudah bisa berkonsentrasi untuk memperhatikan instruksi dari guru dan mau mempraktekkan langsung kegiatan Perkembangan Sosial dengan menggunakan gambar binatang pada papan planel. Hasil yang diperoleh melalui observasi menunjukkan hasil yang memuaskan. Dengan menggunakan metode demonstrasi di dalam pembelajaran perkembangan sosial, media yang digunakan yang berupa binatang kelinci dan tumbuhan kecambah yang menarik, sehingga anak ingin memegang dan melihat serta mengamati gambar tersebut. Selain itu, anak semakin termotivasi untuk  mengikuti pembelajaran dikarenakan guru memperagakan langsung bagaimana cara pengerjaan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran Perkembangan Sosial, dan guru juga kesempatan diberikan pada anak agar mempraktekkan dan mendemonstrasikan di depan teman-teman yang lain, diharapkan anak akan mengingat terus pembelajaran Perkembangan Sosial ini dan semakin termotivasi ingin mencoba.
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL BAKIAK UNTUK MELATIH KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK KELOMPOK B Neng Anggraeni; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i2.p%p

Abstract

Early childhood usually develops their social activities by playing using games or media to sup- port social activities with their friends. These activities can be obtained through traditional games. Many traditional games can stimulate children's social activities. Traditional types of games that can be applied are through clogs. The purpose of implementing this game is to train the child's emotional social abilities. The method chosen was classroom action research. Data obtained through interviews, observations, documentation studies. The subjects in the study were 20 children. Data analysis using descriptive analysis based on data in the field. Data ob- tained in two cycles with four meetings. Each cycle consists of two meetings. The results of the study in cycle one obtained 66%, while in the second cycle data obtained 96%, thus there was a significant increase in the application of traditional clogs learning. Based on the data in the two cycles, it can be concluded that this study found that training children's social-emotional intelli- gence, one of which is through the traditional game of clogs.Anak usia dini biasanya mengembangkan akivitas sosialnya dengan bermain menggunakan permainan atau media untuk menunjang aktivitas sosial bersama teman-temannya. Aktivitas tersebut dapat diperoleh melalui permainan tradisional. Banyak permainan tradisional yang dapat menstimulus aktivitas sosial anak. Di luar jenis permainan tradisional yang dapat diterapkan adalah melalui bakiak. Tujuan penerapan permainan ini adalah untuk melatih kemampuan sosial emosional anak. Metode yang dipilih adalah penelitian tindakan kelas. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi. Subyek dalam penelitian adalah sebanyak 20 orang anak. Analisis data dengan menggunakan deskriptif analisis berdasarkan data di lapangan. Data diperoleh dalam dua siklus dengan empat pertemuan. Setiap satu siklus terdiri dari dua pertemuan. Hasil penelitian pada siklus satu diperoleh 66%, sementara pada siklus kedua diperoleh data sebesar 96%, dengan demikian terjadi peningkatan yang signifikan terhadap penerapan pembelajaran permainan tradisional bakiak. Berdasarkan data pada kedua siklus tersebut diperoleh kesimpulan bahwa penelitian ini diperoleh bahwa melatih kecerdasan sosial emosional anak salah satunya adalah melalui permainan tradisional bakiak. 
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROSES SAINS AUD MELALUI PEMBELAJARAN PENGENALAN PENCAMPURAN WARNA DI RA AL-MUBAROK Ayi Ida Solihat; Arifah A Riyanto; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

It takes skills that are enhanced by science skills that can be developed through learning to strengthen color mixing. Problems that occur in the field are cognitive abilities that have not improved properly. This is interesting because the use of media and learning used by teachers is less attractive. In the end, the child is less successful and bored. The purpose of this study is to get a picture of the presence/absence of improvement in process capability. The research method used is a qualitative research method through classroom action research (CAR). Data collection techniques consist of study documentation, observation, and interviews. The data used in the form of descriptive, consisting of words that are described according to data in the field. The data analysis technique is a qualitative descriptive technique, the data obtained from the results of observations and research results of children in the daily implementation plan (RPPH). The results showed the value in cycle 1 was 44% and cycle 2 was 94%. This shows a significant increase in each cycle. Based on the results of this study, color mixing learning can improve the ability of AUD cognitive development in RA Al-Mubarok.Dalam aspek kognitif terdapat keterampilan yang perlu ditingkatkan yaitu keterampilan sains yang bisa dikembangkan melalui pembelajaran pengenalan pencampuran warna. Permasalahan yang terjadi di lapangan adalah kemampuan kognitif yang belum meningkat dengan baik. Hal ini disebabkan karena penggunaan media dan pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang menarik. Pada akhirnya anak kurang bersemangat dan bosan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang ada/tidaknya peningkatan kemampuan proses sains anak dalam pembelajaran pengenalan pencampuran warna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan datanya berupa studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang digunakan berbentuk deskriptif, yaitu berupa kata-kata yang diideskripsikan sesuai data di lapangan. Teknik analisis datanya adalah teknik deskriptif kualitatif, data-data diperoleh dari hasil observasi dan hasil penlitian anak pada rencana pelaksanaan harian (RPPH). Hasil penelitian menunjukkan perolehan nilai pada siklus 1 sebesar 44% dan siklus 2 sebesar 94%. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan yang cukup signifikan di setiap siklus. Berdasarkan hasil penelitian ini, pembelajaran pencampuran warna bisa meningkatkan kemampuan perkembangan kognitif AUD di RA Al-Mubarok.
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK LOKOMOTOR MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BOI-BOIAN PADA KELOMPOK B DI TK ISLAM RUMAH ILMU CIMAHI Sahanah Sahanah; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.375 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v1i3.p24-29

Abstract

The study was conducted based on the findings of the problem that tekait with rough motor skills in group B in Islamic Kindergarten of Rumah Ilmu Cimahi. Problems that exist in the Islamic Kindergarten House Science is almost no land to play, where the physical movement of children requires a wide range of movement. Also habituation of children who prefer to watch television and play dadget. Traditional boi-boian games can support rough motor stimulation in children. The boi-boian game activities conducted in this research succeeded in assisting one of these obstacles. In the process performed can be seen that children who had a poor motor skills are less good, began to do some rough motor activities better. Based on the background of the above research shows the need for efforts in improving the abilities of rough motor physical children. The formulation of the problem in this research is "Is Through Boi-Boian Games in Children Can Improve the Ability of Motoric Motorcycle of Children in Group B in Islamic Kindergarten of House of Science?" This research aims to increase the rough motor skills of children through traditional boi-boian game. The method used in this research is qualitative method with analytical descriptive. Research data collected by using instrument in the form of interview and observation guideline. The results obtained are very satisfactory
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR SIMBOLIK ANAK USIA DINI MELALUI METODE PERMAINAN FLASHCARD Ojah Faojah; Siska Yulianti; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.96 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v3i1.p%p

Abstract

This research is important in the teacher's effort to improve the ability to think symbolically in terms of recognizing the age group of 4-5 years. Early childhood is a period in which all aspects of development experienced by children occur in many aspects of development and all life skills that must be developed. Therefore, early childhood is said to be a golden age and is called a sensitive period for children. and after this development has passed, then any intelligence that is used, it is quite difficult to develop intelligence again in an effort to stimulate the development of children's abilities, it is necessary to use appropriate methods. This research develops aspects of the development of symbolic thinking of children aged 4-5 years at our institution, namely the ability to recognize symbols or numbers. The purpose of the researchers conducted this study was to see how much change in the increase in the ability to think symbolically children aged 4-5 years at our institution by playing a flashcard that is equipped with numbers and images. In the research the researchers conducted was to use a Quasi Experiment with the type of design none equivalent to Group Pretst posttest Design. The results of the study showed the results of the SPSS test version version 20. Then from the implementation of the study it was concluded that the conclusions of this study were quite significant in improving the ability to recognize the numbers of children aged 4-5 years.Penelitian ini penting dalam upaya guru untuk meningkatkan kemampuan berfikir simbolik dalam hal mengenal angka kelompok usia 4-5 tahun. Anak usia dini merupakan masa di mana seluruh aspek perkembangan yang dialami anak terjadi dalam banyak aspek perkembangan dan segenap kecakapan hidup yang harus dikembangkan. Maka dari itu, anak usia dini di katakan usia keemasan dan di sebut masa peka bagi anak. dan setelah perkembangan ini lewat, maka kecerdasan apapun yang di pakai, cukup sulit mengembangkan kecerdasan lagi dalam upaya menstimulasi perkembangan kemampuan anak diperlukan adanya penggunaan cara yang tepat. Penelitian ini mengembangkan aspek perkembangan berfikir simbolik anak  usia 4-5 tahun di lembaga kami yaitu kemampuan untuk mengenal simbol atau angka-angka. Adapun tujuan peneliti mengadakan penelitian ini untuk melihat seberapa besar perubahan dalam peningkatan kemampuan berfikir simbolik  anak usia 4-5 tahun di lembaga kami dengan melakukan permainan flashcard yang dilengkapi dengan angka dan  gambar. Metode   penelitian yang peneliti laksanakan adalah menggunakan Quasi Eksperimen dengan jenis desain none equivalen Group Pretst posttest Design. Hasil dari penelitian menunjukkan hasil perhitungan uji SPSS versi 20. Maka dari pelaksanaan penelitian tersebut diperoleh kesimpilan penelitian ini cukup signifikan dalam meningkatkan kemampuan dalam mengenal angka anak usia 4-5 tahun.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS UNTUK ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MEMBENTUK PLASTISIN KELOMPOK A Nunung Rohimah; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i1.p%p

Abstract

In early childhood, the role of parents and teachers as well as the community is very influential in the growth and development of children, give a good and positive stimulus at an early age, then it will determine the future. Researchers found that the problem in the learning process of children tends to only use normal learning in class activities, whereas in early childhood learning is fun, not bound by the burden of learning, researchers try to test with different learning to improve children's logical abilities by using plasticine to improve the logical abilities of children of this study this method uses a quasi-experimental method, the results of the study show that learning using plasticine is less effective in improving logical thinking skills for group A, apparently using conventional learning methods the results are more significant, possibly due to forming plasticine requires more ideas or creativity of children, not all children are able to form with plasticine, in research in the field there are some children who are impatient in forming plasticine, some even use or disgust holding plasticine then from that to develop children's logical abilities are less effective in plasticine activitiesPada anak usia dini, peran orang tua serta guru dan juga masyarakat sangatlah berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak, berilah stimulus yang baik dan positif di usia dini, maka itu  sangat menentukan dimasa selanjutnya. Peneliti menemukann permasalahan yaitu pada proses pembelajaran anak-anak cenderung hanya menggunakan pembelajaran yang biasa dalam kegiatan dikelas, sedangkan dalam pembelajaran anak usia dini itu menyenangkan, tidak terikat dengan beban pembelajaran, peneliti mencoba menguji dengan pembelajaran yang berbeda dalam meningkatkan kemampuan logis anak yaitu dengan menggunakan plastisin untuk meningkatkan kemampuan logis anak penelitian ini metode ini menggunakan metode kuasi eksperimen, hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan plastisin kurang efektif dalam meningkatkan kemampuan berfikir logis untuk kelompok A, ternyata dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional hasilnya lebih signifikan, kemungkinan dikarenakan membentuk plastisin lebih membutuhkan ide-ide atau kreativitas anak, tidak semua anak mampu membentuk dengan plastisin, dalam penelitian dilapangan ada beberapa anak tidak sabar dalam membentuk plastisin, bahkan ada yang mengatakan jijik memegang plastisin maka dari itulah untuk pengembangan kemampuan logis anak kurang efektif dalam kegiatan plastisin 
MENGEMBANGKAN PERCAYA DIRI ANAK MELALUI METODE BERCERITA PADA PEMBELAJARAN DARING Novie Flamboyani; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i6.p%p

Abstract

This article aims to find out how to develop children's confidence through storytelling methods in online learning. This article uses the research method of literature study by collecting from some previous research results. This is done to find out the connection between the child's confidence and the method of storytelling conducted online. Literature studies taken from the source of 10 journals are then continued by reading other sources of reading material. Based on the results obtained in previous research that developing children's confidence through storytelling methods in online learning for paud level has not been fully applicable. This is due to time constraints, no direct interaction between the teacher and the child, the child feels saturated, lack of concentration, and motivation of the child to follow the learning online. As well as the importance of teachers in trying various media when using storytelling methods. It can be concluded from some research results that reveal that to develop children's confidence through storytelling methods in online learning, teachers are required to think creatively and innovatively so that the meaning and purpose of the story can be digested and understood by the child. Thus it is expected that the child will be more confident.Artikel ini  bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengembangkan percaya diri anak melalui metode bercerita pada pembelajaran daring. Pada artikel ini menggunakan metode penelitian studi literatur dengan mengumpulkan dari beberapa hasil penelitian sebelumnya. Hal ini dilakukan guna mengetahui keterkaitan antara kepercayaan diri anak dengan metode bercerita yang dilakukan secara daring. Studi literatur yang diambil dari sumber 10 artikel jurnal kemudian dilanjutkan dengan membaca sumber bahan bacaan lainnya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi. Berdasarkan hasil yang didapat pada penelitian sebelumnya bahwa mengembangkan percaya diri anak melalui metode bercerita pada pembelajaran daring untuk jenjang PAUD belum sepenuhnya dapat diterapkan. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu,  tidak adanya interaksi  langsung antara guru dengan anak, anak merasa jenuh,  kurangnya konsentrasi dan motivasi anak untuk mengikuti pembelajaran secara daring. Serta pentingnya guru dalam mencoba berbagai media pada saat menggunakan metode bercerita. Dapat disimpulkan dari beberapa hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa untuk mengembangkan percaya diri anak melalui metode bercerita pada pembelajaran daring, guru diharuskan berpikir kreatif dan inovatif agar makna dan tujuan dari cerita yang disampaikan dapat di cerna dan di pahami oleh anak. Dengan demikian diharapkan anak akan lebih percaya diri.
MENINGKATKAN KONSEP BILANGAN MELALUI BERMAIN KENCLENG KELERENG Sri Sugiarti; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.048 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v2i5.p268-275

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness the method of playing kencleng marbles in improving the recognize the concept of numbers in early childhood. The research method used is a quasi-experimental method that is using two classes. Data analysis was performed using descriptive for qualitative data, and using statistics for quantitative data. Based the results of data analysis, the average at the class experimental pretest was 50 and the class control 47.5. The applicat of the marbling kencleng playing method was implemented well. This is evident from the average posttest score of the class experiment which increased by 31.6 to 81.6. While the average control class is 53.3. This research data has a significance value of 2-tailed 0.02, which means 0.05, then the data has a significan different in the ability to recognize the concept of numbers between the class experimental who were given the method of playing marbles and the control class given conventional methods. Normalized gain test calculation shows this N-Gain Score for the experimental class of 64.9% is included in the quite effective category. While the class control Score N-Gain of 29.5% is included in the ineffective category. Thus, the application of the method of playing kencleng marbles has been completed in accordance expected goals of increasing the ability to recognize the concept of numbers in group A TK Bhayangkari 49.Penelitian ini dilakukan guna mengetahui efektifitas metode bermain kencleng kelereng dalam meningkatkan kemampuan anak usia rendah terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan. Pada  penelitian ini merode yang digunakannya adalah metode quasi eksperimen yaitu menggunakan dua kelas. Berdasarkan analisis data didapatkan rata-rata pretest kelompok eksperimen sebesar 50 dan kelompok kontrol sebesar 47,5. Adapun penerapan metode bermain kencleng kelereng  telah  terlaksana dengan baik. Hal demikian terlihat dari rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen meningkat sebesar 31,6 sehingga menjadi 81,6. Sedangkan rata-rata kelompok kontrol sebesar 53,3. Data penelitian ini memiliki nilai signifikasi 2-tailed  0,02 yang artinya kurang dari 0.05, maka data tersebut memiliki perbedaan yang sangat signifikan pada kemampuan mengenal konsep bilangan antara kelompok eksperimen yang diberi metode bermain kencleng kelereng dan kelompok kontrol yang diberi metode konvensional. Perhitungan uji gain normalisasi menunjukkan bahwa N-Gain Score untuk kelompok eksperimen sebesar 64.9% termasuk dalam kategori cukup efektif.  Sementara N-Gain Score kelas control sebesar 29.5% termasuk dalam kategori tidak efektif. Dengan demikian, penggunaan metode bermain kencleng kelereng telah selesai sesuai dengan tujuan yang diharapkan yakni dapat meningkatkan konsep bilangan pada kelompok A TK Bhayangkari 49. 
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK USIA DINI ME-LALUI METODE PROYEK Sri Rahayu; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

This study aims to analyze the understanding of balanced nutrition in early childhood through parenting activities. Ineffective parenting styles lead to a lack of understanding of balanced nutrition in early childhood. The study population was PAUD Uswatun Hasanah Naringgul. The research subjects were group A with 13 children consisting of 6 boys and 7 girls. The method used is Classroom Action Research (PTK). Data analysis using quantitative descriptive. Data collection techniques used observation, interviews and documentation carried out in the field during the study using the steps of data reduction, presentation, and verification. The results showed an increase in understanding of balanced nutrition in children through parenting activities with the category of BSB, the results of pre-cycle 0% (0 people), cycle I 15% (2 people), cycle II 77% (10 people). From these data, it can be concluded that parenting activities can increase understanding of children's balanced nutrition, they can distinguish which foods contain nutrition and which are not, and cooperation appears to be seen between parents and children in every activity. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sosial pada anak dapat ditingkatkan melalui metode proyek. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode penelitian studi literaturuntuk persiapan awal dalam menyusun kerangka penelitian untuk memperoleh data di lapangan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi pada hasil penelitian dan karya tulis yang telah dipublikasikan. Analisis data menggunakan anotasi bibliografi. Sampel dalam penelitian ini yaitu penelitian yang berjudul “Pengaruh Metode Proyek Terhadap Kemampuan Sosial Pada Kelompok B Di TK Gugus III” dan penelitian yang berjudul  “Meningkatkan Perkembangan Sosial Anak Usia Dini Melalui Metode Proyek Pada Anak Kelompok B Di TK Sayang Bunda Kelurahan Pijoan”. Berdasarkan hasil analisis data penelitian sebelumnya bahwa metode proyek mampu membangun minat anak untuk melakukan kerjasama serta sosial secara senang hati. Hasil dari penelitian ini adalah metode poyek mampu meningkatkan kemampuan sosial anak, karena melalui metode ini anak mampu menyesuaikan diri dengan kelompok, mampu berkomunikasi, dan mampu bekerja sama. Pembelajaran menggunakan metode proyek terhadap kemampuan sosial anak mampu memberikan kesempatan pada anak untuk meningkatkan pembelajaran yang menyenangkan serta dapat meningkatkan perkembangan sosial anak
Peningkatan Keaksaraan Awal dan Pengenalan Kemampuan Berhitung Dasar Anak Usia Dini dengan Menggunakan Model Maya Hasyim Heni Nafiqoh; Ema Aprianti; Euis Eti Rohaeti
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2019): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v3i1.4813

Abstract

AbstractThe objectives to be achieved through this research are to analyze and describe the implementation of the Maya Hasim implementation of the word through Kindergarten to improve the development of early literacy skills and basic counting. Results of the Maya Hasim application of words and their effects on Kindergarten. Drivers and obstacles to the application of Maya Hasim words in an effort to improve the development of early literacy skills and calculate the basis for children in Kober. The research method used is qualitative research with the consideration that the research subject is TK Tridaya Cimahi students. This study shows that the efforts of early literacy skills and basic counting through the application of the Maya Hasim  Hasim model were useful. Children can imitate what the teacher has shown and done. In order for children to emulate all the activities instructed by the teacher, the teacher must regulate the application of the Maya Hasim model in explaining their activities. The application of the Maya Hasim model is very influential on the concentration of children. The application of the model Maya Hasim makes children interested in learning, children will become more enthusiastic about learning. Keywords: Early Literacy and Basic Counting.           AbstrakTujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk menganalisa serta mendeskripsikan pelaksanaan penerapan maya hasim melalui TK untuk meningkatkan pengembangan kemampuan keaksaraan awal dan berhitung dasar. Hasil penerapan maya hasim dan pengaruhnya terhadap TK.  Pendorong dan penghambat  penerapan maya hasim dalam upaya peningkatan  pengembangan kemampuan keaksaraan awal dan berhitung dasar  bagi anak di TK. Metode Penelitian yang di gunakan Penelitian kualitatif dengan pertimbangan bahwa subjek riset adalah Siswa TK Tridaya Cimahi. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa upaya  kemampuan keaksaraan awal dan berhitung dasar  melalui penerapan model maya hasim. Anak dapat meniru apa yang telah ditunjukkan dan dilakukan oleh guru. Agar anak dapat meniru semua kegiatan yang diinstruksikan oleh guru, guru harus mengatur penerapan model maya hasim dalam menjelaskan kegiatannya. Penerapan model maya hasim sangat berpengaruh pada konsentrasi anak. Penerapan model maya hasim membuat anak tertarik untuk mengikuti pembelajaran, anak akan menjadi lebih antusias mengikuti pembelajaran.  Kata Kunci:  Keaksaraan Awal dan Berhitung Dasar.                 
Co-Authors Aditya, Astry Ala Laela Aldri Frinaldi Amelia, Mia Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Aurumajeda, Tiphanny Ayi Ida Solihat Azhar, Aghnia Farrassyania Cartika, Ika Cincin Sumayanti Dedah Jumiatin Diana, Aan Dyah Putri Anggraeni, Regita Elin Herlina, Elin Euis Eti Rohaeti Euis Eti Rohaeti Euis Eti Rohaeti Eva Dwi Mulyati Farrassyania Azhar, Aghnia Fifiet Dwi Tresna Santana Fitria, Alya Maulida Fuadah, Reska Ghina Azhari Rahmasari Habibah Siti Khodijah Heni Nafiqoh Heni Nafiqoh Herni Oktavia Holisoh, Ai Hotiah Hotiah Iis Intan Fuji Anisa Khani Noor Sofyani Kurniati Kurniati Kustiana, Asep Laelasari Laelasari, Laelasari Lastri Yuniarti Lestari, Ririn Hunafa Lia Yuliani Linda Ernawati Mardianah, Rini Ros Mariyati Mariyati Martiyadi Nurhidayat Medita Ayu Wulandari Mira Lusiana NAFIQOH, HENI Nanik Yumalasari Neng Anggraeni Neni Neni Nila Kurniasih, Novi Widiastuti Erni Puji Astuti Noor, Agus Hasbi Novie Flamboyani Nunung Rohimah Nurdianti Nurdianti Nurlaela Nurlaela Nurmalah Nurmalah Nurunnisa, Rita Ojah Faojah Permatasari, Maya Prita Kartika, Prita Rini Dwi Santika Rita Nurunnisa Riyanto, Arifah A Rohmah, Pia Sani Sadiatu Rohmalina Rohmalina Rohmalina, Rohmalina Ronny Mugara, Ronny Saadah, Ai Siti Sagita, Lely Sahanah Sahanah Sinta Mardiana Siska Yulianti Siti Ruqoyyah Siti Sadiyah Solihah, Tri Haryati Sri Rahayu Sri Sugiarti Sumarlih, Wawa Supriatna, Ecep Titin Trisniarti, Susanti Vindyastuti, Ade Westhisi, Sharina Munggaraning Wiwin Setiawati Wiwin Winangsih Wiwin Yuliani Wulansuci, Ghina Yeni Suhartini Yuliani, Wiwin Zahro, Ifat Fatimah