Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH BERMAIN DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK PADA SISWA PAUD DI KOTA CIMAHI Ecep Supriatna; Ema Aprianti; Wiwin Yuliani
Tunas Siliwangi Vol 5, No 2 (2019): VOL 5 NO 2, OKTOBER 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v5i2p126-135.1574

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya permainan terhadap perkembangan anak. Tujuan penelitian untuk menyelidiki dampak permainan terhadap keterampilan sosial. Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif. Hasil pengambilan sampel ini didapatkan tiga PAUD yang ada di Cimahi. Pengambilan sampel acak sederhana Kuesioner disebarkan kepada para guru terkait pengumpulkan informasi demografis responden dan pengaruh permainan terhadap keterampilan sosial. metode ini melibatkan pengamatan untuk mengumpulkan data mengenai ketersediaan media bermain, dan interaksi siswa dengan media bermain, dan teman sebaya selama kegiatan bermain. Berdasarkan hasil penelitian bahwa ketersediaan materi bermain memiliki hubungan dengan keterampilan sosial. Hasil penelitian menunjukan keterlibatan guru memiliki pengaruh penting dalam mengembangkan keterampilan sosial anak. Selain itu anak-anak yang terlibat dalam berbagai jenis permainan dapat mempengaruhi meningkatkan keterampilan sosial mereka. Semakin banyak jenis permainan yang dimainkan semakin baik.Kata kunci : Bermain, Anak, Keterampilan
MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI PROGRAM PEMBIASAAN BELAJAR DI RUMAH BERBANTUAN MEDIA SOSIAL DI MASA PANDEMI COVID 19 Ema Aprianti; Rita Nurunnisa
Tunas Siliwangi Vol 6, No 2 (2020): VOL 6 NO 2, OKTOBER 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i2p111-118.2148

Abstract

Pada penelitian ini mengangkat permasalahan terkait perkembangan social yang ingin di teliti pada anak usia dini mengenai bekerjasama, mau berbagi dan prilaku akrab. Dikarenakan di masa pandemi yang mana pembelajaran dilakukan dari rumah tanpa interaksi langsung dengan guru dan teman menunjukkan kurangnya interaksi sosial pada anak usia dini dikarenakan dimasa pendemi ini adanya sosial distancing yang mana berjaga jarak dengan orang lain yang hal tersebut mengurangi esensi dalam inteaksi sosial anak jadi kurang akrab, kurang bekerjasama dan tidak merasa bersaing. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan tujuan peneliti dapat menganalisis, mendeskripsikan serta meringkas berdasarkan kondisi, berdasarkan data yang terkumpul berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan(Subandi, 2011). Berdasarkan hasil peneiltian dapat disimpulkan proses meningkatkan interaksi social pada anak usia dini pada program pembiasaaan pembelajaran dari rumah  melalui bebantuan media social di masa pandemi Covid 19 dapat dinyatakan berhasil dilihat melalui hasilanak yang belum berkembang (BB) sebanyak 0%, dan mulai berkembang (MB) sebanyak 0%, kurang dari setengahnya berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 29%, dan  lebih dari setengahnya berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 71%.  Hasil ini sudah memenuhi kriteria kategori berkembang sangat baik, dan kriteria tersebut sudah memenuhi standar penelitian dan harapan peneliti anak mampu berbagi, anak mampu bekerjasama dan anak mulai akrab dengan anggota keluarga dirumah.
Meningkatkan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Penilaian Anak Usia Dini dengan Teknik Fortopolio HENI NAFIQOH; EMA APRIANTI; EUIS ETI ROHAETI
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 2, No 02 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v2i02.440

Abstract

Rendahnya keinginan dan kemauan seorang pendidik dalam melakukan penilaian pada anak usia dini sudah dirasakan dan terlihat dari kemampuan seorang guru dalam melakukan penilaian. Bagi seorang guru penilaian merupakan hal yang sulit dan menyita waktu sehingga banyak yang melupakan dan meninggalkannya akan tetapi kita sadar bahwa penilaian merupakan kunci utama dalam melihat kemampuan anak selanjutnya dengan demikian  guru merupakan ujung tombak untuk menentukan masa depannya. Namun apa yang kita temukan di daerah purwakarta ternyata kemampuan seorang guru dalam mengolah penilaian masih terlihat kurang memahami terutama penilaian yang berbentuk portofolio, mereka masih belum tahu bagaimana cara membedakan antara hasil karya anak dan fortopolio, sebagian pendidik beranggapan bahwa hasil karya anak yang disatukan disebut dengan fortopolio namun sebenarnya tidak demikian, akibat dari minimnya pemahaman dan pengetahuan tentang fortopolio sehingga pendidik melakukan banyak kesalahan dalam penilaian bentuk fortopolio. Pengabdian ini dilakukan dari hasil temuan bahwa guru-guru yang ada di purwakarta belum cukup pengetahuannya dalam penilaian fortopolio.
Pendekatan Open-Ended dalam Mempengaruhi Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Usia Dini Rohmalina Rohmalina; Ema Aprianti; Ririn Hunafa Lestari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i2.805

Abstract

Kemampuan lambang bilangan bagi anak usia dini penting dirangsang untuk memahami konsep matematika dijenjang pendidik selanjutnya. Akan tetapi pemahaman guru dalam mengajarkan matematika yang baik dan tepat masih kurang, sehingga dilakukan penelitian terkait dengan konsep bilangan terhadap pendekatan open-ended sebagai metode pembelajaran anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan sampel penelitian adalah anak-anak dari kelas A yang terbagi menjadi dua kelas dengan menggunakan lembar observasi sebagai teknik pengumpulan data yang kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan data pre-test pada dua kelas memiliki kemampuan yang sama. Setelah diberikan treatment dan dilakukan post-test diperoleh perhitungan uji statistik menggunakan t-test bahwa terdapat perbedaan konsep bilangan anak usia dini setelah diberikan pembelajaran dengan pendekatan open-ended, sehingga anak usia dini mampu menyelesaikan konsep bilangan matematika yang bersifat abstrak melalui pembelajaran yang terbuka dengan memberikan kesempatan kepada anak dalam memecahkan masalah sendiri.
PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKANKETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK KELOMPOK B Herni Oktavia; Kurniati Kurniati; Fifiet Dwi Tresna Santana; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i2.p%p

Abstract

This research is about the application of discovery learning methods to improve children's science skills in kindergarten. The research objective is to find out the application of discovery learning methods to the kindergarten children's science skills through a scientific approach. The research method is quasi-experimental. In learning with a scientific approach that involves more children in the use of science skills outside the classroom. Throughout the study, children's learning is based on science skills with a scientific learning approach to determine the effect of science in the application of discovery learning methods that can be compared with a comparison class. The results show that there are class differences by applying the discovery learning method and the kindergarten children's science skills with a comparison class that is 24.64 before giving the method and 29.92 after conducting the research. The application of discovery learning methods to these scientific skills needs to be thoroughly assisted and thoroughly guided.Penelitian ini tentang yakni penerapan  metode discovery learning untuk meningkatkan keterampilan sains anak di TK. Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui penerapan metode discovery learning terhadap keterampilan sains anak taman kanak-kanak pada melalui pendekatan saintifik. Metode penelitian yakni metode kuasi eksperimen. Dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang lebih melibatkan anak pada penggunaan keterampilan sains di luar kelas. Sepanjang penelitian, pembelajaran anak didasarkan pada keterampilan sains dengan pendekatan pembelajaran saintifik untuk mengetahui pengaruh sains dalam penerapan metode discovery learning dapat dibandingkan dengan kelas pembanding. Hasil terlihat bahwa terlihat dan terdapat perbedaan kelas dengan menerapkan pembelajaran metode discovery learning dan keterampilan sains anak taman kanak-kanak dengan kelas pembandinganya yaitu 24,64 sebelum pemberian metode dan 29.92 setelah dilakukan penelitian. Penerapan metode discovery learning terhadap keterampilan sains ini perlu dilakukan pendampingan dan arahan secara menyeluruh dengan baik.
UPAYA MENGEMBANGKAN KECERDASAN LOGIS MATEMATIS ANAK USIA 5-6 TAHUN MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL Wiwin Setiawati; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.068 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v3i1.p%p

Abstract

This study aims to describe the traditional game that can develop mathematical logical intelligence of children aged 5-6 years. The types of traditional games applied in this study to develop mathematical logical intelligence of children aged 5-6 years are congklak and crank. The research method that will be used is descriptive quantitative, the process of collecting and extracting data in this study uses complementary methods of observation, interviews, and supporting documents. The population in this study were students in one of the Kank-kindergarten in Cimahi City with a sample of 49 children from class A and 48 students from class B, data were analyzed using SPSS related statistics to obtain a picture of the results of mathematical logical intelligence development in each type traditional game. The results of this study concluded that the data showed the development of mathematical logical intelligence of children aged 5-6 years using traditional congklak games had higher results in children in the development of mathematical logical intelligence compared to using traditional crank.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan permainan tradisional yang dapat mengembangkan kecerdasan logis  matematis  anak  usia 5-6 tahun. Jenis permainan tradisional yang diterapkan pada penelitian ini untuk mengembangkan kecerdasan logis matematis anak usia 5-6 tahun adalah congklak dan engklek. Metode penelitian yang akan digunakan deskriptif kuantitatif, proses  pengumpulan  dan penggalian  data  dalam  penelitian  ini menggunakan  metode  yang  saling melengkapi  yaitu  observasi, wawancara,  dan  dokumen pendukung. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di salah satu Taman Kank-kanak di Kota Cimahi dengan sampelnya yaitu 49 orang anak dari kelas A dan 48 orang siswa dari kelas B, data dianalisis menggunakan SPSS terkait  statistik untuk memperoleh gambaran hasil perkembangan kecerdasan logis matematis  pada  setiap  jenis permainan tradisional. Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa data menunjukan  pengembangan kecerdasan logis matematis anak usia 5-6  tahun  menggunakan  permainan tradisonal  congklak  memiliki  hasil yang  lebih  tinggi  pada  anak  dalam pengembangan  kecerdasan logis matematis  dibandingkan menggunakan  permainan  tradisional engklek.
MENINGKATKAN SIKAP EMPATI MELALUI METODE MENDONGENG PADA ANAK USIA DINI Wiwin Winangsih; Lastri Yuniarti; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.439 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v1i3.p42-47

Abstract

Empathy is the ability of someone to put themselves in the position of others, to understand the views and feelings of people or to experience what the person experienced. Storytelling method is a way of delivering the learning done orally and by engineered by the storyteller of movement and body expression, the fairy tale has a specific meaning that is something related to the world of fantasy.the empathy ability of children of A group Bustanul Arifin Kindergarten is still low. The purpose of this study is to obtain an overview of the improvement of empathy ability of children through the application of storytelling method. The research was done by research method of class action of this research data collected through observation and documentation of data which have been collected analyzed by description.In accordance with the results of the research we have analyzed and it can be concluded that the development of empathy of Group A children from the number of children 25 consisting of 12 males and 13 girls in fact has increased, this is derived from the final result after the implementation of the action on cycle 2 which can be explained from each number of children in the category of BB as many as 3 children, in the MB category, as many as 7 children, in the category of BSH, as many as 11 children, and on BB category, a number of 4 children.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK MELALUI METODE BERMAIN MENGGUNAKAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI KELOMPOK B TK PELITA CICENDO BANDUNG Ala Laela; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.427 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v2i6.p295-301

Abstract

This study discusses the low learning interest of children in group B in one kindergarten in Bandung.This study uses the playing method using educational games. The purpose of this research is to know the use of educational game tools to increase the interest of learning Children in Group B. This research is a class action research conducted with twice the research cycle. The study subject amounted to 14 children consisting of 7 males and 7 females. Based on the results The study gained a 36% increase cycle results in cycle II to 79%. Thus, it can be concluded that the learning interest of children can be improved through the educational game tools in group B.Penelitian ini membahas tentang rendahnya minat belajar anak pada kelompok B di salah satu TK di Bandung. Penelitian ini memakai metode bermain dengan menggunakan alat permainan edukatif (APE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan alat permainan edukatif  untuk meningkatkan minat belajar anak di Kelompok B. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua kali siklus penelitian. Subjek penelitian berjumlah 14 anak terdiri dari 7 laki-laki dan 7  perempuan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil siklus I 36% meningkat pada siklus II menjadi 79%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa minat belajar anak dapat ditingkatkan melalui alat permainan edukatif di kelompok B.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN LOGIKA MATEMATIKA ANAK MELALUI PEMBELAJARAN TERPADU DI TAMAN KANAK-KANAK Neni Neni; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.657 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v3i1.p%p

Abstract

Integrated learning provides meaningful learning concepts that are learned by children. This is seen from its development so that children learn easily and meaningfully. The purpose of the research is to improve mathematics learning, the benefits, the influence on children's lives, the development of thinking power through mathematics. Integrated Learning For Kindergarten Children, consisting of integrated learning for kindergarten children, integrated learning principles, and the characteristics and benefits of integrated learning. The role of the teacher is so helpful in achieving learning that is set or in accordance with expectations, mathematical concepts that can be learned through playing while learning. This type of research is a qualitative study using data collection techniques as follows: observation, interviews, documentation and literature studies. The data collected from this study is that the process of improving mathematical abilities in kindergarten children through improved integrated learning abilities can help children's cognitive development well. The results showed the application of integrated learning for mathematics learning can improve mathematical logic abilities.Pembelajaran terpadu memberikan konsep belajar yang bermakna yang dipelajari oleh anak. Hal ini dilihat dari perkembangannya supaya anak belajar dengan mudah dan bermakna. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pembelajaran matematika, manfaat, pengaruh Terhadap Kehidupan Anak, Pengembangan Daya Pikir Melalui Matematika. Pembelajaran Terpadu Untuk Anak Taman Kanak-Kanak, terdiri dari Pembelajaran terpadu untuk Anak Taman Kanak-Kanak, Prinsip-prinsip pembelajaran terpadu, serta ciri-ciri dan manfaat pembelajaran terpadu. Peranan pengajar begitu membantu dalam ketercapaian pembelajaran yang ditetapkan atau sesuai dengan harapan, konsep matematika yang dapat dipelajari melalui bermain sambil belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan tehnik pengumpulan data sebagai berikut: observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Data terkumpul dari penelitian ini adalah bahwa proses meningkatkan kemampuan matematika pada anak TK melalui peningkatan kemampuan pembelajaran terpadu dapat membantu perkembangan kognitif anak dengan baik. Hasil penelitian menunjukan penerapan pembelajaran terpadu untuk pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan logika matematika.
PEMBELAJARAN DARING UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BAHASA MELALUI KEGIATAN BERMAIN DADU HURUF PADA KELOMPOK B DI TK IKHSAN MUSLIMIN BANDUNG Mira Lusiana; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i6.p%p

Abstract

This research is motivated by the lack of language development in early childhood, especially in the ability to recognize and distinguish letters, read and write letters, as well as children's ability to answer more complex questions. In developing language skills, practical learning media are needed to introduce letters to children, therefore research uses letter dice media where letter recognition is carried out with fun playing activities, especially during online learning. The study was conducted to determine the implementation of improving language development in children through the activity of playing dice letters in online learning at Ikhsan Muslimin Kindergarten in Bandung. The method used in this research is descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation, analysis of research data using data reduction, displaying data and drawing conclusions. The research was conducted in 8 meetings, with the research subjects being 8 children in group B of Ikhsan Muslimin Kindergarten in Bandung. From the results of the meetings that have been carried out during online learning, the researchers concluded that online learning to improve language development through the activity of playing dice letters in group B at Ikhsan Muslimin Kindergarten Bandung has increased, seen by children being able to recognize and distinguish letters, able to read and write letters. and able to answer more complex questions.Penelitian dilatar belakangi oleh kurangnya perkembanganbahasa anak usia dini, terutama dalam kemampuan mengenal dan membedakan huruf, membaca dan menuliskan huruf, serta kemampuan anak dalam menjawab pertanyaan yang lebih kompleks.Dalam mengembangkan kemampuan bahasa diperlukan media pembelajaran yang praktis untuk mengenalkan huruf kepada anak oleh karena itu penelitian menggunakan media dadu huruf dimana pengenalan huruf dilakukan dengan kegiatan bermain yang menyenangkan terutama saat pembelajaran  daring. Penelitian dilakukan untuk mengetahui implementasi peningkatan perkembangan bahasa pada anak melalui kegiatan bermain dadu huruf dalam pembelajaran daring di TK Ikhsan Muslimin Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif  dengan teknik pengumpulan databerupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, analisis data penelitian menggunakan reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Penelitian dilaksanakan sebanyak 8 kali pertemuan, dengan subjek penelitian  8 anak dikelompok B TK Ikhsan Muslimin Bandung. Dari hasil pertemuan yang telah dilaksanakanselama pembelajaran daring, penelitimengambil kesimpulan bahwa pembelajaran daring untuk meningkatkan perkembangan bahasa melalui kegiatan bermain dadu huruf  pada kelompok Bdi TK Ikhsan Muslimin Bandung mengalami peningkatan, terlihat dengan anak mampu mengenal dan membedakan huruf, mampu membaca dan menuliskan hurufserta mampu menjawab pertanyaan yang lebih kompleks.