p-Index From 2021 - 2026
11.215
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Emotional Maturity with Hate Speech Behavior in Late Adolescents Mardia, Eka; Aisha, Dinda; Dimala, Cempaka Putrie
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 2 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i2.11821

Abstract

Hate speech behavior is now common, as seen from the rise of individuals who use abusive language or swear words that are actually inappropriate to say and do when interacting with others. This can certainly affect individual behavior, especially late adolescents and can trigger the development of new languages and negative behaviors such as hate speech. One of the factors influencing hate speech behavior is emotional maturity. This study aims to see the influence of emotional maturity on hate speech behavior in late adolescents in Karawang. The method used is a quantitative approach. The measuring tools used are the hate speech scale and the emotional maturity scale. The sample of this study amounted to 302 respondents. The sampling technique uses non-probability techniques with snowball sampling techniques. Data analysis techniques in this study use normality tests, linearity tests, hypothesis tests with simple regression analysis, determination coefficient tests and categorization tests. The results in this study showed that the emotional maturity variable had a regression coefficient value of -0.434 with a significance of 0.000 < 0.05 which means that emotional maturity has a negative and significant effect on the value of hate speech. It is known that the variable of emotional maturity has a contribution of (4.4%) to influence hate speech behavior in late adolescents in Karawang. The rest (95.6%) were influenced by other variables not studied in the study. The implications obtained in this study are expected to provide information to adolescents to be more able to contribute practically by honing the ability to control emotions and be able to adapt to the sausage environment in order to avoid negative behaviors such as hate speech.Perilaku ujaran kebencian saat ini sudah sering terjadi, terlihat dari maraknya individu yang menggunakan bahasa kasar atau umpatan kata yang sebenarnya tidak pantas diucapkan dan dilakukan ketika sedang berinteraksi dengan orang lain. Hal tersebut tentunya dapat berpengaruh terhadap perilaku individu khususnya para remaja akhir dan dapat memicu berkembangnya bahasa baru serta perilaku negatif seperti ujaran kebencian. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku ujaran kebencian adalah kematangan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kematangan emosi terhadap perilaku ujaran kebencian pada remaja akhir di Karawang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Alat ukur yang digunakan adalah skala ujaran kebencian dan skala kematangan emosi. Sampel penelitian ini berjumlah 302 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probabilitas dengan teknik snowball sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji linearitas, uji hipotesis dengan analisis regresi sederhana, uji koefisien determinasi dan uji kategorisasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan variabel kematangan emosi memiliki nilai koefisien regresi sebesar -0,434 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa kematangan emosi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai ujaran kebencian. Diketahui bahwa variabel kematangan emosi memiliki kontribusi sebesar (4,4%) untuk memengaruhi perilaku ujaran kebencian pada remaja akhir di Karawang. Sisanya (95,6%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Implikasi yang didapat dalam penelitian ini yaitu diharapkan dapat memberikan informasi kepada remaja untuk lebih dapat berkontribusi secara praktis dengan mengasah kemampuan dalam mengontrol emosi dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosisal agar dapat menghindari diri dari perilaku negatif seperti ujaran kebencian.
Apakah yang Memiliki Akun Roleplay di Media Sosial X Kesepian? (Studi Literasi Dukungan Sosial dan Fear of Missing Out) Fatima Azzahra; Cempaka Putrie Dimala; Dinda Aisha
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 15 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i4.14006

Abstract

Loneliness among social media users is often associated with dissatisfaction with real-life social relationships, which may encourage individuals to seek alternative forms of connection in virtual environments. One such phenomenon is the use of roleplay accounts on the social media platform X (formerly Twitter), where users construct virtual relationships such as romantic partners, families, or friendship networks. This study aimed to analyze the influence of perceived social support and fear of missing out (FoMO) on loneliness among roleplay account users. A quantitative research approach with a correlational design was employed. The participants consisted of 385 roleplay account users on social media platform X, selected using the snowball sampling technique. Data were collected using standardized instruments, namely the UCLA Loneliness Scale (Version 3), the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and the Fear of Missing Out Scale (FoMOS). Data analysis was conducted using multiple regression analysis to examine both partial and simultaneous effects of the independent variables on loneliness. The results indicated that social support and fear of missing out each had a significant partial effect on loneliness, with a significance value of p = 0.000 (p < 0.05). Furthermore, social support and FoMO simultaneously influenced loneliness, accounting for 48% of the variance. Higher levels of perceived social support were associated with lower levels of loneliness, while higher levels of FoMO were associated with increased loneliness. These findings suggest that although roleplay communities may provide a sense of belonging, psychological factors such as social support and FoMO remain critical determinants of loneliness. This study highlights the importance of strengthening perceived social support and managing FoMO to reduce loneliness among roleplay account users in online social environments.
Co-Authors Afero, Fanny Irawan Agnia Putri Permatasari Agustin, Sofhie Istiqomah Ahmad Fuad Fadhil Alfajri, Fauzan Ahmad Amara Nezia Ananda Saadatul Maulidia Ananda Saadatul Maulidia Andeli, Rossy Andika, Rizki Andyan Lutfahyanto Andyan P.L Anggun Pertiwi Anggun Pertiwi Anisa Priastuti Utami Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Asep Saepuloh Atrianah Christina Rahayu Wulandari Dewi, Alba Putri Dewi, Andrea Puspita Dimas Prabowo Dinda Aisha Dwi Toni Indra Pamungkas Fadilahasanah, Salsa Fatima Azzahra Fauzul Adim Ubaidillah Febrianto, Helmi Fitria, Reni Haekal Mauludin Hartanti, Riska Tri Haryanti Mustika Haryanti Mustika Hidayatul Karomah Ibad, M Choirul Ibad, M. Choirul Indah Nur Azizah Inten Mayada Ivana Mara Salsabila Kanti Putri Febriani LATIFAH Lekatompessy, Shella Kristiani Leometa, Citra Hati Listiana, Yulinar Dwi Gita Lydia Putri Afandi M. Choirul Ibad M. Yogi Riyantama Isjoni Maharani, Alyssa Mardia, Eka Marwah, Siti Maulida, Ananda Saadatul Maulidia, Ananda Saadatul Mudinillah, Adam Muhamad Gilang Krismana Muharsih, Lania Musriyah, Azizah Mustika, Haryanti Nia Mardiana Nita Rohayati Nita Rohayati Nugroho, Sephtian Setyo Nurzaman, Robby Pandiangan, Saria Indriana Pertiwi, Anggun Pirli, Indriyani Dewi Agita Prasetya, Talitha Aisha Putri PRATOMO, BIMO Purwanti, Dewi Asih Puspa Rahayu Utami Puspa Rahayu Utami Rahman Putri Nur Rahmawati Rahman, Arif Hakim Raissa Aulia Haryadi Putri Ramadan, Regi Randwitya Ayu Ganis Hemasti Ratih Saraswati Riki Aprijal Riza, Wina Lova Rohayati, Nita Ryzka Salsabila Shabrina, Darin Salsa Silvi Dwianti Siregar, Linda Mora Sonia Puspitasari Susi Yeni Syamsiar, Syamsiar Tantia Yuliandina Tourniawan, Irwan Ulva, Maria Wahyudin Winda Sri Pramesti Nugraha Wulandari, Christina R Wulansari, Resi Yanti Tayo Yudha Adrianto Yufita Jasmine Yulyanti Minarsih Yustika Putri