p-Index From 2021 - 2026
11.215
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PELANA: Pemberdayaan Lansia Aktif untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia di Masa Pandemi Covid-19 Cempaka Putrie Dimala
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v5i1.5660

Abstract

Lanjut usia (Lansia) merupakan bagian dari proses tumbuh kembang. Masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia adalah depresi yang ditandai dengan perasaan sedih yang ekstrim, minat yang rendah untuk beraktivitas dan ketidakmampuan untuk merasakan kebahagiaan. Salah satu penyebab depresi pada lansia adalah karena faktor psikologis, misalnya dukungan sosial. Selain faktor psikologis sebagai lansia juga perlu memperhatikan kesehatan fisiknya agar tetap aktif sampai tua, sejak muda individu perlu menerapkan dan mempertahankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, melakukan aktifitas fisik/ olahraga secara benar dan teratur dan tidak merokok. Kualitas hidup lansia terutama status fungsionalnya perlu ditingkatkan sehingga lansia dapat melakukan aktifitas sehari-hari secara mandiri. Terutama di masa pandemi Covid 19 ini banyak kegiatan yang biasanya bisa dilakukan jadi tidak bisa dilakukan karena pembatasan sosial yang diberlakukan oleh pemerintah. Individu biasanya akan menyadari betapa pentingnya pola hidup sehat ketika telah merasakan kekurangan fungsi dari organ tubuhnya ketika menginjak usia lanjut. Oleh karena itu dibutuhkan pembelajaran mengenai perilaku hidup bersih dan sehat dengan metode yang tidak membosankan serta mampu membuat lansia merasa tidak kesepian. Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan program kreativitas non-akademik menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dimana program tersebut merupakan suatu upaya memberikan pengalaman belajar bagi perorangan, kelompok, dan masyarakat dengan cara membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi guna meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku melalui pendekatan bina suasana, pembelajaran dengan metode yang menyenangkan dengan melibatkan orang-orang disekitar lansia dan melakukan gerakan pemberdayaan masyarakat sehingga dapat menerapkan cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara, melindungi, dan meningkatkan kesehatan fisik maupun psikologisnya.
TABAH (Tangguh Dan Bahagia): Pendampingan Dalam Mengatasi Stress Pengasuhan Pada Orang Tua Dengan Anak Berkebutuhan Khusus Cempaka Putrie Dimala; Puspa Rahayu Utami
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v6i1.6223

Abstract

Di Indonesia angka kisaran disabilitas anak usia 5-10 tahun adalah 3,3% dari jumlah penduduk pada usia tersebut, artinya jumlah anak berkebutuhan khusus berkisar 2.197.833 jiwa. Anak berkebutuhan khusus menunjukkan perbedaan perkembangan dibanding dengan anak lain yang seusia dengan mereka. Orang tua yang memiliki anak dengan berkebutuhan khusus sangat mungkin mengalami kesulitan dalam mengelola stres. Tekanan yang dialami orang tua dengan anak berkebutuhan khusus juga dapat memicu timbulnya parenting stress. Maka dari itu, untuk mengurangi kecemasan dan tekanan yang dirasakan orangtua dalam mengasuh dan merawat anak berkebutuhan khusus, orangtua harus mengetahui cara mengatasi stres agar lebih optimal dalam mencari informasi mengenai kondisi anak dan dapat menyelesaikan masalah pengasuhan yang tepat.
Psychometric Properties Of The Perceived Stress Scale (PSS-10) In Indonesian Version Hakim, Arif Rahman; Mora, Linda; Leometa, Citra Hati; Dimala, Cempaka Putrie
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol. 13 No. 2 (2024): JP3I
Publisher : FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v13i2.35482

Abstract

The Perceived Stress Scale (PSS-10) by Cohen is a popular tool for measuring stress from a psychological perspective. The PSS-10 measures the extent to which situations in a person's life are perceived as stressful. This study aims to evaluate the psychometric properties of the Perceived Stress Scale adapted into Indonesian. The PSS-10 has been translated into various languages, but no previous studies have specifically explored the psychometric properties of the PSS-10 in Indonesian. Additionally, this study seeks to test the construct invariance of the PSS-10 among students and workers. The respondents of this study were employees working in several regions in Indonesia (N=259) and college students (N=244). Data analysis was conducted using Confirmatory Factor Analysis (CFA) and Measurement Invariance (MI). After testing for validity based on internal structure, the Indonesian version of the PSS-10 fit the two-factor model (perceived helplessness and perceived self-efficacy). The AVE value of 0.38 for student participants was considered low, with a CR value of 0.81, which is quite good. For employee participants, the AVE value was 0.58 and the CR value was 0.93, both of which were good. Based on the multigroup CFA analysis test, there are differences in the factor structure of the PSS-10 between students and employees, where these differences lie in how the two groups respond to and interpret the items of the PSS-10.
Self-Efficacy as a Mediation the Influence of Proactive Personality on Career Adaptability in Early Adults Afero, Fanny Irawan; Dimala, Cempaka Putrie; Ibad, M Choirul
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i4.12315

Abstract

Early adulthood, as defined by Huclock (2012), is a transitional period from adolescence to adulthood, spanning the age range of 18 to 40 years. The fact that 80% of Indonesian students do not work in fields related to their college majors indicates a discrepancy between graduates' qualifications and the job demands in the labor market. Furthermore, data stating that only about 27% of graduates have jobs in their field of study highlights a high level of incongruity between graduates' qualifications and the job demands in specific industries or sectors. This research aims to explore the role of self-efficacy as a mediator of the influence of proactive personality on career adaptability among young adults in Kabupaten Karawang. The distribution of questionnaire data is conducted electronically. The instruments used in this study include the Career Adapt-Abilities Scale (CAAS), The General Self-Efficacy Scale (GSES-12), and the Proactive Personality Scale (PPS), all of which have been translated into Indonesia. The results of the analysis indicate that proactive personality significantly influences career adaptability. However, self-efficacy does not have a significant influence on career adaptability. Neither proactive personality nor self-efficacy individually has an impact on career adaptability. Data analysis using mediation analysis shows that there is no mediating role of self-efficacy between proactive personality and career adaptability among young adults in Kabupaten Karawang.Dewasa awal, menurut Huclock (2012), adalah periode peralihan dari masa remaja menuju dewasa dengan rentang usia 18 hingga 40 tahun. Fakta bahwa 80% mahasiswa Indonesia tidak bekerja sesuai dengan jurusan kuliahnya menunjukkan adanya kesenjangan antara kualifikasi yang dimiliki oleh lulusan dengan kebutuhan dan permintaan pekerjaan di pasar kerja. Selain itu, data yang menyatakan hanya sekitar 27% lulusan yang memiliki pekerjaan sesuai dengan bidang ilmunya menunjukkan tingginya tingkat ketidaksesuaian antara kualifikasi lulusan dengan tuntutan pekerjaan di industri atau sektor tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran efikasi diri sebagai perantara dari pengaruh kepribadian proaktif terhadap adaptabilitas karir pada dewasa awal di Kabupaten Karawang. Penyebaran data kuesioner melalui media elektronik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup Skala Adaptabilitas Karir (CAAS), Skala Efikasi Diri Umum (GSES-12), dan Skala Kepribadian Proaktif (PPS), yang semuanya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepribadian proaktif memiliki pengaruh signifikan terhadap adaptabilitas karir. Namun, efikasi diri tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap adaptabilitas karir. Baik kepribadian proaktif maupun efikasi diri secara individual tidak memiliki pengaruh pada adaptabilitas karir. Analisis data menggunakan analisis mediasi menunjukkan bahwa tidak ditemukan peran mediasi dari efikasi diri antara kepribadian proaktif dan adaptabilitas karir pada dewasa awal di Kabupaten Karawang.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stres Pengasuhan pada Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Rahman, Puspa Rahayu Utami; Dimala, Cempaka Putrie; Tourniawan, Irwan; Ramadan, Regi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.771

Abstract

Pengasuhan anak bukan tugas yang mudah untuk dilakukan sehingga dapat menimbulkan stres. Stres pengasuhan adalah situasi penuh tekanan yang terjadi pada pelaksanaan tugas pengasuhan anak yang dapat berdampak buruk bagi perkembangan anak terlebih anak berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial, efikasi diri, dan resiliensi terhadap stres pengasuhan pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Populasi penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Karawang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak tiga ratus tiga puluh empat responden. Teknik pengumpulan data menggunakan empat skala yaitu Parental Stress Scale, Multidimensional Scale of Perceived Social Support, General Self-Efficacy Scale, The Connor-Davidson Resilience Scale. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh dukungan sosial, efikasi diri, dan resiliensi terhadap stres pengasuhan pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus.
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Stres Kerja Terhadap Burnout pada Karyawan Manufaktur di Kabupaten Karawang Dimas Prabowo; Cempaka Putrie Dimala; Ananda Saadatul Maulidia
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 1 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i1.5296

Abstract

This This research aims to examine the influence of emotional intelligence and work stress on burnout in manufacturing employees in Karawang district. Participants in this research were employees of manufacturing companies in Karawang district and domiciled in Karawang district with a total of 383 participants. The method used is quantitative with a causality design and accidental sampling technique. Data was collected using psychological scales including the Emotional Intelligence Questionnaire (EIQ) scale from Goleman (2009) to measure emotional intelligence, the Job Stress Scale (JSS) which was prepared referring to the theory of Parker dan DeCotiis (1983) to measure the work stress scale and the Oldenburg burnout scale. inventory (OLBI) to measure burnout tendencies. Data analysis used in this research is normality test, linearity test, multiple regression test and coefficient of determination with the help of the SPSS program. Based on the results of research that has been conducted, there is an influence of emotional intelligence and work stress on burnout with a significance value of 0.000. The results of the coefficient of determination test show that emotional intelligence and work stress on burnout have an influence of 28.8%. Further research is recommended to focus on more specific and contextual intervention strategies according to the needs of manufacturing employees in Karawang district.
Can Self-Efficacy Serve as a Mediator Variable of Hardiness to Cheating Behavior in College Students? Agustin, Sofhie Istiqomah; Dimala, Cempaka Putrie; Wulandari, Christina R
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 2 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i2.11767

Abstract

Cheating behavior is nothing new nowadays. This dishonest behavior is considered normal in the world of education. If it continues, there are possibility that this dishonesty behavior will also be applied in every  social situations. This research aims to determine the role of hardiness in cheating behavior through self-efficacy. This research involved 400 college students. The Cheating Behavior measuring instrument use the Cheating Behavior Scale based on Cizek category  (2003). The Hardiness Scale modified from the Christianto and Amalia scale (2022), and the Self-Efficacy Scale were measured using a modified Indonesian version of the General Self-Efficacy Scale from Novrianto et al (2019). The approach used in this research is a quantitative approach with statistical analysis, namely regression analysis. The results showed that: (1) there is a significant direct role of hardiness on cheating behavior; (2) There is a significant direct role of hardiness on self-efficacy; (3) There is a significant direct role of self-efficacy on cheating behavior; (4) Self-efficacy can play a significant role as a mediator variable from hardiness to cheating behavior. It can be concluded that hardiness plays a role in cheating behavior through self-efficacy as a mediator variable. The role obtained from hardiness and self-efficacy towards cheating behavior together is equal to 29.3% with effective contributions of hardiness is 23.9% and self-efficacy is 5.3%. The implication of this research is the importance of hardiness as an individual personality characteristic, this affects self efficacy. Thus the possibility of individuals to do cheating behavior in academic environment will be low.Perilaku menyontek bukanlah hal yang baru pada saat ini. perilaku tidak jujur ini sudah dianggap biasa dalam dunia pendidikan, jika terus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan perilaku ketidakjujuran ini akan diterapkan juga dalam lingkungan sosial sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran efikasi diri sebagai variabel mediator dari  hardiness terhadap perilaku menyontek. Teknik sampling penelitian ini menggunakan kuota sampling dengan sampel sebanyak 400 mahasiswa di Karawang. Alat ukur Perilaku Menyontek dalam penelitian ini menggunakan Skala Perilaku Menyontek (Cheating) berdasarkan kategori Cizek (2003). Skala Hardiness yang  dimodifikasi  dari skala Christianto dan Amalia (2022), dan Skala  Efikasi diri diukur menggunakan modifikasi General Self Efficacy Scale (GSES) Versi Indonesia dari Novrianto, et al (2019). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik yaitu analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat peran langsung yang signifikan dari hardiness terhadap perilaku menyontek; (2) Terdapat peran langsung yang signifikan dari hardiness terhadap efikasi diri ; (3) Terdapat peran langsung yang signifikan dari efikasi diri terhadap perilaku menyontek; (4) Efikasi diri dapat berperan signifikan sebagai variabel mediator dari hardiness terhadap perilaku menyontek. Dapat disimpulkan bahwa terdapat peran hardiness terhadap perilaku menyontek melalui efikasi diri sebagai variabel mediator. Peranan yang diperoleh dari hardiness dan efikasi diri terhadap perilaku menyontek secara bersama-sama yaitu sebesar 29.3% dengan sumbangan efektif hardiness sebesar 23.9% dan efikasi diri sebesar 5.3%. Implikasi pada penelitian ini yaitu pentingnya hardiness sebagai karakteristik kepribadian individu, hal ini berpengaruh terhadap efikasi diri. Sehingga, kemungkinan individu untuk melakukan perilaku menyontek di lingkungan akademik akan rendah.
Apakah Remaja Panti Asuhan Merasa Kesepian? Menilik Pengaruh Interaksi Sosial Dan Self-Compassion Asep Saepuloh; Cempaka Putrie Dimala; Anggun Pertiwi
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 10 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i10.9685

Abstract

Loneliness is a psychological problem often experienced by adolescents in orphanages, due to limited social relationships and emotional support. This study aims to determine the effect of social interaction and self-compassion on loneliness among adolescents living in orphanages in Karawang Regency. Using a quantitative approach and a causal design, this study involved 103 adolescents aged 13–19 years residing in six orphanages in the region, selected through a saturated sampling technique. The research instruments included a loneliness scale based on the UCLA Loneliness Scale, a social interaction scale developed based on Sarwono's concept of social interaction, and the Self-Compassion Scale (SCS). Regression analysis results indicate that social interaction (β = -0.849; p < 0.05) and self-compassion (β = -0.288; p < 0.05) partially have a significant negative effect on loneliness. Simultaneously, both also had a significant effect on loneliness (F = 55.816; p < 0.05), contributing 52.7% to the variation in loneliness, with social interaction contributing 32.15% and self-compassion 20.58%. These results indicate that improving the quality of social interaction and the ability to positively accept oneself can help reduce loneliness levels among orphanage adolescents.
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Stres Kerja Terhadap Burnout pada Karyawan Manufaktur di Kabupaten Karawang Dimas Prabowo; Cempaka Putrie Dimala; Ananda Saadatul Maulidia
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 1 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i1.5296

Abstract

This This research aims to examine the influence of emotional intelligence and work stress on burnout in manufacturing employees in Karawang district. Participants in this research were employees of manufacturing companies in Karawang district and domiciled in Karawang district with a total of 383 participants. The method used is quantitative with a causality design and accidental sampling technique. Data was collected using psychological scales including the Emotional Intelligence Questionnaire (EIQ) scale from Goleman (2009) to measure emotional intelligence, the Job Stress Scale (JSS) which was prepared referring to the theory of Parker dan DeCotiis (1983) to measure the work stress scale and the Oldenburg burnout scale. inventory (OLBI) to measure burnout tendencies. Data analysis used in this research is normality test, linearity test, multiple regression test and coefficient of determination with the help of the SPSS program. Based on the results of research that has been conducted, there is an influence of emotional intelligence and work stress on burnout with a significance value of 0.000. The results of the coefficient of determination test show that emotional intelligence and work stress on burnout have an influence of 28.8%. Further research is recommended to focus on more specific and contextual intervention strategies according to the needs of manufacturing employees in Karawang district.
Pengaruh Pola Asuh Demokratis dan Kontrol Diri Terhadap Perilaku Cyberbullying pada Remaja di Karawang Yustika Putri; Cempaka Putrie Dimala; Dinda Aisha
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Vol 7, No 2 (2026): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v7i2.1004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh demokratis dan kontrol diri terhadap perilaku cyberbullying pada remaja di Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas. Subjek penelitian berjumlah 385 remaja berusia 15– 18 tahun yang merupakan pengguna aktif media sosial, dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian meliputi Cyberbullying in Social Media Scale (CSMS), skala pola asuh demokratis, dan Self-Control Scale (SCS). Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis dan kontrol diri secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perilaku cyberbullying (p < 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,487, yang berarti kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 48,7%. Secara parsial, pola asuh demokratis berpengaruh negatif terhadap perilaku cyberbullying, sedangkan kontrol diri berpengaruh signifikan terhadap perilaku cyberbullying. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran pola asuh orang tua dan kemampuan kontrol diri dalam upaya pencegahan perilaku cyberbullying pada remaja.
Co-Authors Afero, Fanny Irawan Agnia Putri Permatasari Agustin, Sofhie Istiqomah Ahmad Fuad Fadhil Alfajri, Fauzan Ahmad Amara Nezia Ananda Saadatul Maulidia Ananda Saadatul Maulidia Andeli, Rossy Andika, Rizki Andyan Lutfahyanto Andyan P.L Anggun Pertiwi Anggun Pertiwi Anisa Priastuti Utami Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Asep Saepuloh Atrianah Christina Rahayu Wulandari Dewi, Alba Putri Dewi, Andrea Puspita Dimas Prabowo Dinda Aisha Dwi Toni Indra Pamungkas Fadilahasanah, Salsa Fatima Azzahra Fauzul Adim Ubaidillah Febrianto, Helmi Fitria, Reni Haekal Mauludin Hartanti, Riska Tri Haryanti Mustika Haryanti Mustika Hidayatul Karomah Ibad, M Choirul Ibad, M. Choirul Indah Nur Azizah Inten Mayada Ivana Mara Salsabila Kanti Putri Febriani LATIFAH Lekatompessy, Shella Kristiani Leometa, Citra Hati Listiana, Yulinar Dwi Gita Lydia Putri Afandi M. Choirul Ibad M. Yogi Riyantama Isjoni Maharani, Alyssa Mardia, Eka Marwah, Siti Maulida, Ananda Saadatul Maulidia, Ananda Saadatul Mudinillah, Adam Muhamad Gilang Krismana Muharsih, Lania Musriyah, Azizah Mustika, Haryanti Nia Mardiana Nita Rohayati Nita Rohayati Nugroho, Sephtian Setyo Nurzaman, Robby Pandiangan, Saria Indriana Pertiwi, Anggun Pirli, Indriyani Dewi Agita Prasetya, Talitha Aisha Putri PRATOMO, BIMO Purwanti, Dewi Asih Puspa Rahayu Utami Puspa Rahayu Utami Rahman Putri Nur Rahmawati Rahman, Arif Hakim Raissa Aulia Haryadi Putri Ramadan, Regi Randwitya Ayu Ganis Hemasti Ratih Saraswati Riki Aprijal Riza, Wina Lova Rohayati, Nita Ryzka Salsabila Shabrina, Darin Salsa Silvi Dwianti Siregar, Linda Mora Sonia Puspitasari Susi Yeni Syamsiar, Syamsiar Tantia Yuliandina Tourniawan, Irwan Ulva, Maria Wahyudin Winda Sri Pramesti Nugraha Wulandari, Christina R Wulansari, Resi Yanti Tayo Yudha Adrianto Yufita Jasmine Yulyanti Minarsih Yustika Putri