Claim Missing Document
Check
Articles

Loneliness Pada Pengguna Instagram: Bagaimana Self-Disclosure Memengaruhi Peer Relationship Sebagai Moderator Hartanti, Riska Tri; Dimala, Cempaka Putrie; Pertiwi, Anggun
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 2 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i2.725

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh self-disclosure terhadap loneliness serta peran peer relationship sebagai moderator pada individu dewasa awal pengguna Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain kausalitas dan analisis regresi moderasi yang digunakan pada penelitian ini. Sampel penelitian berjumlah 385 orang, menggunakan teknik insidental. Instrumen penelitian yang digunakan telah di uji validitas dan relibilitanya yaitu self-disclosure scale (RSDS) dari , loneliness scale UCLA versi 3, dan friendship quality scale. Hasil analisis menunjukkan bahwa self-disclosure berpengaruh signifikan terhadap loneliness. Peer relationship juga berperan sebagai moderator yang memperlemah hubungan tersebut Sebanyak 66,5% responden memiliki tingkat loneliness rendah, sementara 57,1% memiliki tingkat self disclosure sedang, dan 66,6% menunjukkan kualitas hubungan teman sebaya yang tinggi. Hasil ini menegaskan bahwa keterbukaan diri yang disertai dukungan sosial dari teman sebaya dapat menurunkan perasaan kesepian pada dewasa awal. Hal ini menunjukkan pentingnya perilaku self-disclosure digital dan peer relationship dalam menjaga kesehatan psikologis individu, khususnya dalam menekan rasa loneliness di era digital.
Apakah Karyawan Marketing Sejahtera Secara Psikologis? (Menilik peran Stres Kerja & Resiliensi) Maharani, Alyssa; Dimala, Cempaka Putrie; Aisha, Dinda
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 2 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i2.752

Abstract

Kesejahteraan psikologis adalah kondisi ideal ketika individu mampu mengalir secara utuh dalam kehidupannya serta mengaktualisasikan potensi yang dimiliki. Pada penelitian ini bertujuan untuk apakah karyawan marketing sejahtera secara psikologis di kaitkan dengan stres kerja dan resiliensi di Kabupaten Karawang. Penelitian ini di lakukan terhadap 211 responden yang merupakan karyawan marketing. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 skala psikologis, yaitu Ryff Psychological Well-Being Scale untuk menilai kesejahteraan psikologis, skala perceived istress scale (PSS) untuk mengukur tingkat stres kerja, serta skala CD-RISC yang telah diadaptasi oleh Yu Zhang untuk mengukur resiliensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, baik stres kerja maupun resiliensi berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis. Secara simultan menunjukan bahwa stres kerja dan resiliensi memiliki dampak terhadap kesejahteraan psikologis pada karyawan marketing di Karawang dengan nilai signifikansi 0,000 0,05. Stres kerja dan resiliensi memberikan dampak sebesar 73,5% pada kesejahteraan psikologis.
Dewasa Awal dan Kecantikan: Perilaku Konsumtif Pembelian Produk Kosmetik Ditinjau Melalui Body Image dan Fear of Missing Out (FoMO) Shabrina, Darin Salsa; Dimala, Cempaka Putrie; Pertiwi, Anggun
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 2 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i2.754

Abstract

Perilaku konsumtif dalam pembelian produk kosmetik semakin umum terjadi dikalangan wanita dewasa awal. Hal ini dipicu oleh kesadaran akan penampilan fisik yang menarik serta keinginan untuk memenuhi standar kecantikan sosial mendorong individu melakukan pembelian secara impulsive dan tidak rasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh body image dan fear of missing out (FoMO) terhadap perilaku konsumtif pembelian produk kosmetik. Metode kuantitatif digunakan dengan sampel 385 wanita dewasa awal di Kabupaten Karawang, dipilih melalui convenience sampling. Instrumen meliputi skala perilaku konsumtif, Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire (MBSRQ-AS), dan Fear of Missing Out Scale (FoMOs). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial body image berpengaruh negatif dan signifikan, FoMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif. Artinya, semakin rendah body image dan semakin tinggi fear of missing out maka semakin tinggi pula perilaku konsumtif pembelian produk kosmetik pada wanita dewasa awal. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa body image dan fear of missing out secara bersama-sama dapat memprediksi perilaku konsumtif secara signifikan dengan konstribusi sebesar 76,2%.
Mahasiswa Bekerja: Studi tentang Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi di UBP Karawang Pandiangan, Saria Indriana; Rahman, Arif Hakim; Dimala, Cempaka Putrie
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 2 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i2.755

Abstract

Mahasiswa yang bekerja merupakan pelajar yang fokus pendidikan diperguruan tinggi yang berdampingan dengan aktivitas pekerjaan dalam organisasi atau perusahaan. Mahasiswa yang memutuskakan untuk kuliah sambil bekerja harus menempuh peran yang lebih berat dari pada mahasisa yang tidak bekerja. Dalam situasi tersebutlah komitmen organisasi tersebut diuji. Komitmen organisasi ialah suatu bentuk upaya loyalitas terhadap organisasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap komitmen organisasi terhadap 319 mahasiswa di Universitas Buana Perjuangan Karawang. Dengan menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Dalam penelitian ini digunakan 2 skala: skala komitmen organisasi dari Allen dan Mayer terdiri dari 24 aitem dan skala motivasi kerja Mc Clelland terdiri dari 14 aitem. Program statistik SPSS 26 digunakan untuk menganalisis data penelitian ini. Hasil hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0.000 P0,05 yang berarti adanya pengaruh motivasi kerja terhadap komitmen organisasi pada mahasiswa yang bekerja diUniversitas Buana Perjuangan Karawang. Sebesar 63,1%, variasi komitmen organisasi dapat dijelaskan oleh tingkat motivasi kerja.
CYBERBULLYING PADA EMERGING ADULTHOOD: PERAN SELF ESTEEM SEBAGAI MODERATOR Rahman, Puspa Rahayu Utami; Aisha, Dinda; Dimala, Cempaka Putrie; Marwah, Siti
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 10 No. 1 (2025): PSIKOISLAMEDIA: JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v10i1.28672

Abstract

Cyberbullying diakui sebagai masalah sosial yang berpotensi mengakibatkan konsekuensi serius dan berkepanjangan bagi kehidupan seseorang. Individu yang mendapatkan cyberbullying di masa kanak-kanak atau remaja akan melakukan cyberbullying kepada orang lain di masa dewasa muda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran self-esteem sebagai moderator dalam pengaruh cyberbullying victimization terhadap cyberbullying perpetration. Populasi dalam penelitian ini adalah individu dewasa muda yang berusia 18 sampai 25 tahun di Jawa Barat. Adapun metode sampel adalah non-probability sampling. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 385 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik pengumpulan data menggunakan skala cyberbullying dan self-esteem. Uji analisis data dengan uji regresi dan uji moderasi. Hasil penelitian menunjukan nilai p = 0.001 < 0.05, Ha diterima dan H0 ditolak, artinya self-esteem berperan sebagai moderator antara cyberbullying victimization terhadap cyberbullying perpetration.
Epistemic Curiosity as a Predictor of Psychological Well-Being: A Correlational Analysis Ibad, M. Choirul; Mora, Linda; Dimala, Cempaka Putrie
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 8 No. 1 (2025): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v8i1.26215

Abstract

The advancement of knowledge and the abundance of information can trigger confusion, information fatigue, and uncertainty that have an impact on an individual's psychological well-being. This study has three hypotheses, with one main hypothesis being to test the relationship between epistemic curiosity and psychological well-being. There are two remaining hypotheses testing the dimensions of epistemic curiosity on psychological well-being. This study uses a quantitative correlational approach with two instruments: epistemic curiosity and psychological well-being. The participants obtained were 376 students who were taken using convenience sampling and snowball sampling techniques. The results of this study did not find a significant relationship between epistemic curiosity and psychological well-being. However, Deprivation-Type Curiosity as a dimension of psychological well-being was not proven to be substantial for psychological well-being. In other words, a high level of curiosity can have positive or negative impacts, depending on the various factors that influence it. Therefore, it is important to investigate mediating or moderating variables in subsequent studies.Keywords: epistemic curiosity, psychological well-being, correlational study, mental health
Examining Impact of Internal Problems on Academic Procrastination in Adolescents: Emotion Regulation as Mediator Aisha, Dinda; Dimala, Cempaka Putrie; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Mora, Linda; Hakim, Arif Rahman
Islamic Guidance and Counseling Journal Vol. 8 No. 2 (2025): Islamic Guidance and Counseling Journal
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/0020258651400

Abstract

In current society, academic procrastination has emerged as one of factors contributing to academic failure among youth. They often prioritize leisure activities over fulfilling academic responsibilities. The objective of this study is to examine the role of emotion regulation as a mediator in the relationship between internal problems, including non-suicidal self-injury (NSSI), paternal involvement, and dependent decision-making, on academic procrastination in adolescents in Karawang, West Java, Indonesia. This study used quantitative survey research design involving 148 adolescents who lived in Karawang as participants. The data collection technique was using 4 scales, there are The Self Harm Screening Inventory (SHSI), Brief Version Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS-18), Perception of Father Involvement Scale and General Decision-Making Style Questionnaire (GDMS). Research data analyzes by using JASP 0.19.1, an open-source program for statistical analysis. The results demonstrate that the relationship between NSSI and academic procrastination, father engagement and academic procrastination, and dependent decision making and academic procrastination may all be mediated by emotion regulation. Research finding indicates the potential of emotion regulation to function as a mediator in the relationship between variables and academic procrastination. Specifically, NSSI affects academic procrastination through emotion regulation as a mediator. Similarly, father involvement influences academic procrastination when emotion regulation is considered as a mediator. Lastly, dependent decision-making impacts academic procrastination if emotion regulation serves as a mediator. In conclusion, this research contributed to showed the importance of emotion regulation in explaining the reason behind academic procrastination. Especially for vulnerable youth who have less father involvement or have performed NSSI. They may not perform academic procrastination if they have high emotion regulation.
Kesepian Pasca Putus Cinta pada Dewasa Awal: Menilik Pengaruh Self Compassion dan Dukungan Sosial Anisa Priastuti Utami; Cempaka Putrie Dimala; Anggun Pertiwi
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 2 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i2.8136

Abstract

Loneliness that arises after a breakup is an emotional challenge that is often experienced by early adult individuals who are in the stage of building emotional closeness. Self compassion plays a role in helping individuals deal with negative emotions adaptively, while social support is believed to reduce feelings of alienation. The research method used is quantitative with a causality approach. The research sample consisted of 385 respondents aged 18-30 years who were selected through purposive sampling technique. The measuring instruments used include the UCLA Loneliness scale, Self Compassion Scale (SCS), and Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). The results of partial hypothesis testing show that self compassion has an effect by getting a significance value of 0.000 on loneliness (p < 0.05), while social support shows no effect by getting a significance value of 0.085 (p < 0.05). The results of simultaneous hypothesis testing show that self compassion and social support have an effect with a significance value of 0.000 on loneliness (p < 0.05), with a contribution of 52.9%..
Parental Stress Pada Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Ditinjau Dari Efikasi Diri Melalui Dukungan Sosial Sebagai Mediator Tourniawan, Irwan; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Dimala, Cempaka Putrie
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 3 (2023): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i3.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parental stress pada orang tua anak berkebutuhan khusus ditinjau dari efikasi diri melalui dukungan sosial sebagai mediator. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling , dengan jumlah partisipan sebanyak 334 orang. Alat ukur yang digunakan untuk parental stress yaitu Parental Stress Scale (PSS) yang diadaptasi dari Kumalasari,dkk (2022), untuk efikasi diri yaitu General Self Efficacy Scale (GSES) yang diadaptasi dari Novrianto,dkk (2019) dan untuk dukungan sosial yaitu Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang diadaptasi dari Laksmita,dkk (2020). Metode analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier sederhana, uji parsial dan uji Sobel. Hasil penelitian ini menunjukkan ada keterkaitan antara efikasi diri dengan parental stress (Ha1 diterima) , ada keterkaitan antara efikasi diri dengan dukungan sosial (Ha2 diterima ), dan ada pengaruh dukungan sosial terhadap parental stress (Ha3 diterima). Dari hasil penelitian, juga diperoleh nilai koefisien regresi 0,434 (dengan p 0.000 0.05) dan hasil tes Sobel (t=3,36) yang menunjukkan bahwa Ha4 diterima, berarti parental stress orang tua anak berkebutuhan khusus terbukti dipengaruhi efikasi diri dengan dimediasi dukungan sosial. Hasil penelitian ini juga mendapat nilai R2 sebesar 0,168, yang menunjukkan variabel efikasi diri dengan mediasi dukungan sosial memiliki kontribusi sebesar 16,8% terhadap parental stress, sementara itu 83,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.
Dyadic Coping dan Perceived Stress pada Marital Satisfaction Pasangan Menikah di Kabupaten Karawang Andeli, Rossy; Dimala, Cempaka Putrie; Mustika, Haryanti
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 3 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i3.832

Abstract

Fenomena meningkatnya konflik rumah tangga akibat tekanan ekonomi, tuntutan peran ganda, dan komunikasi yang tidak efektif, menjadi hal umum yang memengaruhi kepuasan pernikahan di Kabupaten Karawang, dua faktor yang diduga berperan dalam fenomena ini adalah Dyadic Coping dan Perceived Stress. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dyadic coping dan perceived stress terhadap marital satisfaction pada pasangan menikah di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas; sampel berjumlah 204 pasangan suami istri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMS); Dyadic Coping Inventory (DCI); dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Pengumpulan data dilakukan secara daring; analisis data menggunakan SPSS dengan uji asumsi normalitas Kolmogorov-Smirnov dan linearitas ANOVA; serta uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dyadic coping berpengaruh positif dan signifikan terhadap marital satisfaction; sedangkan perceived stress menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan, secara simultan dyadic coping dan perceived stress memiliki pengaruh signifikan terhadap marital satisfaction. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemampuan pasangan dalam mengelola stres bersama dapat meningkatkan kepuasan pernikahan; sementara persepsi terhadap stres yang tinggi cenderung menurunkan kualitas hubungan.
Co-Authors Afero, Fanny Irawan Agustin, Sofhie Istiqomah Ahmad Fuad Fadhil Alfajri, Fauzan Ahmad Ananda Saadatul Maulidia Andeli, Rossy Andika, Rizki Andyan Lutfahyanto Andyan P.L Anggun Pertiwi Anisa Priastuti Utami Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Asep Saepuloh Atrianah Christina Rahayu Wulandari Dewi, Alba Putri Dewi, Andrea Puspita Dimas Prabowo Dinda Aisha Dwi Toni Indra Pamungkas Eka Mardia Fadilahasanah, Salsa Fauzul Adim Ubaidillah Febrianto, Helmi Fitria, Reni Haekal Mauludin Hartanti, Riska Tri Haryanti Mustika Hidayatul Karomah Ibad, M Choirul Ibad, M. Choirul Indah Nur Azizah Ivana Mara Salsabila Jasmine, Yufita Krismana, Muhamad Gilang LATIFAH Lekatompessy, Shella Kristiani Leometa, Citra Hati Listiana, Yulinar Dwi Gita Lydia Putri Afandi M. Choirul Ibad M. Yogi Riyantama Isjoni Maharani, Alyssa Marwah, Siti Maulida, Ananda Saadatul Maulidia, Ananda Saadatul Mudinillah, Adam Muharsih, Lania Musriyah, Azizah Mustika, Haryanti Nezia, Amara Nia Mardiana Nita Rohayati Nita Rohayati Nugraha, Winda Sri Pramesti Nugroho, Sephtian Setyo Nurbaeti Nurzaman, Robby Pandiangan, Saria Indriana Permatasari, Agnia Putri Pertiwi, Anggun Pirli, Indriyani Dewi Agita Prasetya, Talitha Aisha Putri PRATOMO, BIMO Purwanti, Dewi Asih Puspa Rahayu Utami Puspa Rahayu Utami Rahman Putri Nur Rahmawati Rahman, Arif Hakim Ramadan, Regi Randwitya Ayu Ganis Hemasti Ratih Saraswati Ridwan, Eka Riki Aprijal Riza, Wina Lova Rohayati, Nita Shabrina, Darin Salsa Silvi Dwianti Siregar, Linda Mora Susi Yeni Syamsiar, Syamsiar Tantia Yuliandina Tourniawan, Irwan Ulva, Maria Wahyudin Winda Sri Pramesti Nugraha Wulandari, Christina R Wulansari, Resi Yudha Adrianto Yulyanti Minarsih