Claim Missing Document
Check
Articles

Examining Impact of Internal Problems on Academic Procrastination in Adolescents: Emotion Regulation as Mediator Aisha, Dinda; Dimala, Cempaka Putrie; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Mora, Linda; Hakim, Arif Rahman
Islamic Guidance and Counseling Journal Vol. 8 No. 2 (2025): Islamic Guidance and Counseling Journal
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/0020258651400

Abstract

In current society, academic procrastination has emerged as one of factors contributing to academic failure among youth. They often prioritize leisure activities over fulfilling academic responsibilities. The objective of this study is to examine the role of emotion regulation as a mediator in the relationship between internal problems, including non-suicidal self-injury (NSSI), paternal involvement, and dependent decision-making, on academic procrastination in adolescents in Karawang, West Java, Indonesia. This study used quantitative survey research design involving 148 adolescents who lived in Karawang as participants. The data collection technique was using 4 scales, there are The Self Harm Screening Inventory (SHSI), Brief Version Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS-18), Perception of Father Involvement Scale and General Decision-Making Style Questionnaire (GDMS). Research data analyzes by using JASP 0.19.1, an open-source program for statistical analysis. The results demonstrate that the relationship between NSSI and academic procrastination, father engagement and academic procrastination, and dependent decision making and academic procrastination may all be mediated by emotion regulation. Research finding indicates the potential of emotion regulation to function as a mediator in the relationship between variables and academic procrastination. Specifically, NSSI affects academic procrastination through emotion regulation as a mediator. Similarly, father involvement influences academic procrastination when emotion regulation is considered as a mediator. Lastly, dependent decision-making impacts academic procrastination if emotion regulation serves as a mediator. In conclusion, this research contributed to showed the importance of emotion regulation in explaining the reason behind academic procrastination. Especially for vulnerable youth who have less father involvement or have performed NSSI. They may not perform academic procrastination if they have high emotion regulation.
Kesepian Pasca Putus Cinta pada Dewasa Awal: Menilik Pengaruh Self Compassion dan Dukungan Sosial Anisa Priastuti Utami; Cempaka Putrie Dimala; Anggun Pertiwi
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 2 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i2.8136

Abstract

Loneliness that arises after a breakup is an emotional challenge that is often experienced by early adult individuals who are in the stage of building emotional closeness. Self compassion plays a role in helping individuals deal with negative emotions adaptively, while social support is believed to reduce feelings of alienation. The research method used is quantitative with a causality approach. The research sample consisted of 385 respondents aged 18-30 years who were selected through purposive sampling technique. The measuring instruments used include the UCLA Loneliness scale, Self Compassion Scale (SCS), and Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). The results of partial hypothesis testing show that self compassion has an effect by getting a significance value of 0.000 on loneliness (p < 0.05), while social support shows no effect by getting a significance value of 0.085 (p < 0.05). The results of simultaneous hypothesis testing show that self compassion and social support have an effect with a significance value of 0.000 on loneliness (p < 0.05), with a contribution of 52.9%..
Parental Stress Pada Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Ditinjau Dari Efikasi Diri Melalui Dukungan Sosial Sebagai Mediator Tourniawan, Irwan; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Dimala, Cempaka Putrie
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 3 (2023): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i3.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parental stress pada orang tua anak berkebutuhan khusus ditinjau dari efikasi diri melalui dukungan sosial sebagai mediator. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling , dengan jumlah partisipan sebanyak 334 orang. Alat ukur yang digunakan untuk parental stress yaitu Parental Stress Scale (PSS) yang diadaptasi dari Kumalasari,dkk (2022), untuk efikasi diri yaitu General Self Efficacy Scale (GSES) yang diadaptasi dari Novrianto,dkk (2019) dan untuk dukungan sosial yaitu Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang diadaptasi dari Laksmita,dkk (2020). Metode analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier sederhana, uji parsial dan uji Sobel. Hasil penelitian ini menunjukkan ada keterkaitan antara efikasi diri dengan parental stress (Ha1 diterima) , ada keterkaitan antara efikasi diri dengan dukungan sosial (Ha2 diterima ), dan ada pengaruh dukungan sosial terhadap parental stress (Ha3 diterima). Dari hasil penelitian, juga diperoleh nilai koefisien regresi 0,434 (dengan p 0.000 0.05) dan hasil tes Sobel (t=3,36) yang menunjukkan bahwa Ha4 diterima, berarti parental stress orang tua anak berkebutuhan khusus terbukti dipengaruhi efikasi diri dengan dimediasi dukungan sosial. Hasil penelitian ini juga mendapat nilai R2 sebesar 0,168, yang menunjukkan variabel efikasi diri dengan mediasi dukungan sosial memiliki kontribusi sebesar 16,8% terhadap parental stress, sementara itu 83,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.
Dyadic Coping dan Perceived Stress pada Marital Satisfaction Pasangan Menikah di Kabupaten Karawang Andeli, Rossy; Dimala, Cempaka Putrie; Mustika, Haryanti
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 3 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i3.832

Abstract

Fenomena meningkatnya konflik rumah tangga akibat tekanan ekonomi, tuntutan peran ganda, dan komunikasi yang tidak efektif, menjadi hal umum yang memengaruhi kepuasan pernikahan di Kabupaten Karawang, dua faktor yang diduga berperan dalam fenomena ini adalah Dyadic Coping dan Perceived Stress. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dyadic coping dan perceived stress terhadap marital satisfaction pada pasangan menikah di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas; sampel berjumlah 204 pasangan suami istri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMS); Dyadic Coping Inventory (DCI); dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Pengumpulan data dilakukan secara daring; analisis data menggunakan SPSS dengan uji asumsi normalitas Kolmogorov-Smirnov dan linearitas ANOVA; serta uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dyadic coping berpengaruh positif dan signifikan terhadap marital satisfaction; sedangkan perceived stress menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan, secara simultan dyadic coping dan perceived stress memiliki pengaruh signifikan terhadap marital satisfaction. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemampuan pasangan dalam mengelola stres bersama dapat meningkatkan kepuasan pernikahan; sementara persepsi terhadap stres yang tinggi cenderung menurunkan kualitas hubungan.
WORK FAMILY CONFLICT SEBAGAI PREDIKTOR TERJADINYA BURNOUT PADA ANGGOTA KEPOLISIAN DI POLRES KARAWANG Nugroho, Sephtian Setyo; Dimala, Cempaka Putrie; Pertiwi, Anggun
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69414

Abstract

Profesi kepolisian dikenal memiliki tingkat stres tinggi dan rentan mengalami burnout akibat tuntutan pekerjaan berat dan jam kerja panjang. Work family conflict timbul dari ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan keluarga, dapat menjadi faktor signifikan dalam terjadinya burnout. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work family conflict terhadap burnout pada anggota kepolisian di Polres Karawang. Studi terdahulu menunjukkan bahwa work family conflict dapat menjadi prediktor burnout pada berbagai profesi, termasuk kepolisian. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling yang digunakan Purposive Sampling, sampel terdiri dari 271 personil Polri di Polres Karawang. Instrumen penelitian menggunakan The Multidimensional Measure of Work Family Conflict dan Maslach Burnout Inventory – Human Service Survey (MBI-HSS). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara work family conflict terhadap burnout ditunjukan dengan hasil (t = 37,590, p < 0,05). Work family conflict berkontribusi sebesar 84% terhadap terjadinya burnout. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya mengurangi work family conflict di kalangan anggota kepolisian untuk mencegah dan mengurangi burnout.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PRIA TRANSGENDER (WARIA): DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL & SELF-EFFICACY Dewi, Andrea Puspita; Dimala, Cempaka Putrie; Pertiwi, Anggun
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69429

Abstract

Pria transgender adalah pria yang mengidentifikasi diri sebagai wanita, tetapi ditetapkan sebagai pria saat lahir. Pria transgender atau wanita pria (yang selanjutnya disebut waria) juga dikenal sebagai pria trans, transmaskulin atau pria dengan pengalaman transgender. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan self-efficacy terhadap psychological well-being. Partisipan dalam penelitian ini adalah pria transgender berusia 25 – diatas 45 tahun yang berdomisili di Kabupaten Bekasi dengan jumlah 105 partisipan. Pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala multidimensional scale of perceived social support (MSPSS), general self-efficacy scale (GSES), dan psychological well-being scales (RPWBS) dengan metode kuantitatif dan desain penelitian kausalitas. Analisis data menggunakan teknik regresi berganda, dengan bantuan program SPSS versi 25.0 for windows 64-bit. Hipotesis dalam penelitian ini ada Hasil dari analisis data diperoleh nilai signifikansi regresi dukungan sosial dan self-efficacy terhadap psychological well-being sebesar 0,000 (P= 0,000<0,05) yang artinya hipotesis diterima, yaitu adanya pengaruh dukungan sosial dan self-efficacy terhadap psychological well-being pada pria transgender di Kabupaten Bekasi. Nilai Koefiensi determinasi dukungan sosial dan self- efficacy terhadap psychological well-being adalah (R Square) 0.696 atau 69,6%, yang di mana dukungan sosial berkontribusi 48,6% sedangkan self-efficacy 21.0% artinya dukungan sosial memiliki pengaruh lebih besar dari pada self-efficacy terhadap psychological well-being pada pria transgender di Kabupaten Bekasi.
Perilaku Self-Harm pada Remaja Broken Home Pengguna Sosial Media di Karawang: Peran Adverse Childhood Experiences dan Dukungan Sosial Dewi Anggraeni; Cempaka Putrie Dimala; Haryanti Mustika
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 2 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i2.9751

Abstract

This study aims to determine the effect of adverse childhood experiencess and social support on self-harm behavior among adolescents from broken homes. The study sample consisted of 204 participants, including 65 males and 139 females aged between 13 and 21 years old residing in Karawang Regency. The sampling technique used was convenience sampling, which involves selecting participants based on their availability and ease of access. Data collection was conducted using a quantitative approach with three main instruments: the Self-harm Inventory (SHI) to measure self-harm behavior, the Adverse childhood experiences Questionnaire (ACE-Q) to measure adverse childhood experiencess, and the Social Provisions Scale (SPS) to measure perceptions of social support. The data obtained were analyzed using multiple regression analysis. The results of the analysis indicated that adverse childhood experiencess significantly influenced self-harm behavior (significance value = 0.00; p < 0.05). However, social support did not have a significant influence on self-harm behavior (significance value = 0.187; p > 0.05). These findings indicate that adverse childhood experiencess play an important role in the development of self-harm behavior, while social support may not be sufficient to reduce the tendency toward self-harm behavior among adolescents from broken homes in Karawang.
Is Curiosity a Problem? Mediasi Academic Burnout pada Epistemic Curiosity dan Psychological Well-Being M. Choirul Ibad; Cempaka Putrie Dimala; Linda Mora; Fauzul Adim Ubaidillah
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v16i1.1456

Abstract

Rasa ingin tahu yang mendalam dapat membuat psikologis individu merasa tidak tenang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh epistemic curiosity terhadap psychological well-being dengan tambahan academic burnout sebagai variabel mediator. Menggunakan design kuantitatif, penelitian ni melibatkan responden sebanyak 534 mahasiswa dari universitas negeri dan swasta. Data diambil dengan tehnik convenience & snowaball sampling melalui google-form secara online. Hasil analisis menunjukkan epistemic curiosity tidak berpengaruh secara langsung terhadap psychological well-being. Namun academic burnout berhasil menjadi mediator pada pengaruh epistemic curiosity terhadap psychological well-being. Dengan kata lain, mahasiswa yang mengalami ketidaksejahteraan psikologis tidak semata-mata karena rasa keingintahuan yang mendalam, akan tetapi secara bersamaan individu juga mengalami kelelahan dalam menghadapi serta menjalani tugas dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa.
Tanpa Sosok Ayah: Dampak Fatherless pada Hubungan Romantis Dewasa Awal Purwanti, Dewi Asih; Dimala, Cempaka Putrie; Mustika, Haryanti
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 2 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i2.9739

Abstract

The absence of a father figure in a child’s life has a long-term impact on the psychological and social development of the individual, particularly in forming interpersonal relationships such as romantic relationships in early adulthood. This study aims to determine whether there is an influence of fatherlessness on romantic relationships, with a total of 204 participants, who are young adults who have experienced fatherlessness and are currently in romantic relationships. This study employs a quantitative method with a causal design, non-probability sampling techniques, and accidental sampling as the sampling method. Two scales were used in this study: the Father Presence Questionnaire and the Relatiionship Assesment Scale, with data analysis conducted using simple linear regression techniques. The analysis results indicate a significant influence between fatherlessness and romantic relationships in young adults, with a significance value of 0.000 (p <0.05). The result of this study show that the higher the level of fatherlessness in young adults, the stronger the romantic relatinships that can be built. This indicates a tendency to become closer to one’s partner as an effort to fill the void caused by the absence of a father in the past. The influence shown is quite strong with an R value of 0.674 and R-square of 0.455, meaning that 45,5% is fluence by the fatherless factor while the remaining 54,5% is influenced by other factors. One of the other factors influencing romantic relationships is communication.
Gulir Tak Berujung: Pengaruh Doomscrolling terhadap Kesehatan Mental Gen Z Karawang Pirli, Indriyani Dewi Agita; Dimala, Cempaka Putrie; Mustika, Haryanti
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 2 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i2.9741

Abstract

Doomscrolling, defined as the excessive consumption of negative information on social media, has become one of the factors that worsen mental health among Generation Z. This study aims to examine the effect of doomscrolling on the mental health of Gen Z in Karawang. A quantitative method with a causal design was applied, involving 384 respondents aged 13–28 years selected through snowball sampling. The instruments used were the Doomscrolling Scale and the Mental Health Inventory (MHI-38), both of which had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using simple linear regression. The findings revealed that doomscrolling had a significant effect on mental health, with a regression coefficient of -0.748 (p < 0.001) and a contribution of 75.7%. This indicates that higher levels of doomscrolling are associated with lower levels of mental health among respondents. These results highlight the urgency of promoting digital literacy, emotional regulation, and psychological interventions to help Generation Z manage social media use more wisely and maintain psychological well-being.
Co-Authors Afero, Fanny Irawan Agnia Putri Permatasari Ahmad Fuad Fadhil Aisha, Dinda Alfajri, Fauzan Ahmad Ananda Saadatul Maulidia Ananda Saadatul Maulidia Ananda Saadatul Maulidia Andeli, Rossy Andika, Rizki Andyan Lutfahyanto Andyan P.L Anggun Pertiwi Anggun Pertiwi Anisa Priastuti Utami Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Asep Saepuloh Atrianah Christina R Wulandari Christina Rahayu Wulandari Dewi Anggraeni Dewi, Alba Putri Dewi, Andrea Puspita Dimas Prabowo Dimas Prabowo Dinda Aisha Dinda Aisha Dwi Toni Indra Pamungkas Eka Mardia Fadilahasanah, Salsa Fauzul Adim Ubaidillah Febrianto, Helmi Fitria, Reni Haekal Mauludin Hartanti, Riska Tri Haryanti Mustika Hidayatul Karomah Ibad, M Choirul Ibad, M. Choirul Indah Nur Azizah Ivana Mara Salsabila LATIFAH Lekatompessy, Shella Kristiani Leometa, Citra Hati Linda Mora Listiana, Yulinar Dwi Gita Lydia Putri Afandi M. Choirul Ibad Maharani, Alyssa Marwah, Siti Maulida, Ananda Saadatul Maulidia, Ananda Saadatul Mudinillah, Adam Muhamad Gilang Krismana Muharsih, Lania Musriyah, Azizah Mustika, Haryanti Nezia, Amara Nia Mardiana Nita Rohayati Nita Rohayati Nugroho, Sephtian Setyo Nurbaeti Nurzaman, Robby Pandiangan, Saria Indriana Pertiwi, Anggun Pirli, Indriyani Dewi Agita Prasetya, Talitha Aisha Putri PRATOMO, BIMO Purwanti, Dewi Asih Puspa Rahayu Utami Puspa Rahayu Utami Rahman Puspa Rahayu Utami Rahman Putri Nur Rahmawati Rahman, Arif Hakim Rahman, Puspa Rahayu Utami Ramadan, Regi Randwitya Ayu Ganis Hemasti Ratih Saraswati Riki Aprijal Riza, Wina Lova Rohayati, Nita Shabrina, Darin Salsa Silvi Dwianti Siregar, Linda Mora Sofhie Istiqomah Agustin Susi Yeni Syamsiar, Syamsiar Tantia Yuliandina Tourniawan, Irwan Ulva, Maria Wahyudin Winda Sri Pramesti Nugraha Wulandari, Christina R Wulansari, Resi Yudha Adrianto Yufita Jasmine Yulyanti Minarsih Yulyanti Minarsih