Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stres Pengasuhan pada Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Rahman, Puspa Rahayu Utami; Dimala, Cempaka Putrie; Tourniawan, Irwan; Ramadan, Regi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.771

Abstract

Pengasuhan anak bukan tugas yang mudah untuk dilakukan sehingga dapat menimbulkan stres. Stres pengasuhan adalah situasi penuh tekanan yang terjadi pada pelaksanaan tugas pengasuhan anak yang dapat berdampak buruk bagi perkembangan anak terlebih anak berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial, efikasi diri, dan resiliensi terhadap stres pengasuhan pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Populasi penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Karawang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak tiga ratus tiga puluh empat responden. Teknik pengumpulan data menggunakan empat skala yaitu Parental Stress Scale, Multidimensional Scale of Perceived Social Support, General Self-Efficacy Scale, The Connor-Davidson Resilience Scale. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh dukungan sosial, efikasi diri, dan resiliensi terhadap stres pengasuhan pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus.
SUBJECTIVE WELL-BEING DRIVER GOJEK DITINJAU DARI WORK LIFE BALANCE DAN SELF-ESTEEM Cempaka Putrie Dimala; Arif Rahman Hakim; Haekal Mauludin
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 6 No 1 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v6i1.1469

Abstract

Well-being is something that humans always want to achieve because it is considered as an important thing in life. Everyone will strive to achieve their welfare with all the efforts made, one of which is undergoing the profession of being a Gojek driver. Employees can be said to have high subjective well-being if they are satisfied with their work and more often experience positive emotional experiences and rarely experience negative emotions. Drivers choose this profession because of work-life balance, besides the factors that affect subjective well-being, namely selfesteem. This research was conducted to see the effect of work-life balance and self-esteem on the subjective well-being of motorbike taxi drivers in Karawang. The method used in this research is quantitative method. The sampling technique uses incidental sampling. The number of participants as many as 220 driver participants in Karawang, data collection using a questionnaire which consists of three scales, namely the work-life balance scale, self-esteem scale, and satisfaction with life scale. Hypothesis testing in this study used multiple regression analysis, based on the results of data analysis showing Sig.F 0.005 <0.05 (p <0.05) so that there is an influence between worklife balance and self-esteem variables on subjective well being. The amount of influence is 10.4% (R2 = 0.104) and the remaining 89.6% is influenced by other factors. Keywords: Gojek driver, work-life balance, self-esteem, subjective well-being. Kesejahteraan (well-being) merupakan hal yang selalu ingin dicapai oleh manusia, karena dianggap sebagai hal yang penting dalam kehidupan. Setiap orang akan berupaya untuk mencapai kesejahteraannya dengan segala upaya yang dilakukan, salah satunya menjalani profesi menjadi driver Gojek. Karyawan dapat dikatakan memiliki subjective well-being yang tinggi jika mereka puas dengan pekerjaannya dan lebih sering mengalami pengalaman emosi yang positif dan jarang mengalami pengalaman emosi yang negatif. Driver memilih profesi tersebut karena keseimbangan kehidupan kerja atau disebut juga work-life balance, selain itu faktor yang mempegaruhi subjective well-being yaitu self-esteem. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari work-life balance dan self-esteem terhadap subjective well-being pada driver gojek yang ada di Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, teknik pengambilan sampling menggunakan insidental. Jumlah partisipan sebanyak 220 partisipan driver di Karawang, pengambilan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari tiga skala, yaitu skala work life balance, self-esteem scale, dan satisfaction with life scale. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda, berdasarkan hasil analisis data menunjukan Sig.F 0,005<0,05 (p<0,05) sehingga terdapat pengaruh antara variabel work-life balance dan selfesteem terhadap subjective well-being. Besarnya pengaruh sebesar 10,4% (R2=0,104) dan selebihnya 89,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci: Driver gojek, work-life balance, self-esteem, subjective well-being.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP RESILIENCE DENGAN DIMEDIASI SELF-ESTEEM PADA NARAPIDANA REMAJA DI LAPAS KLAS IIA KARAWANG Yudha Adrianto; Cempaka Putrie Dimala; Arif Rahman Hakim
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 1 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i1.1069

Abstract

Penahanan remaja di Lapas sejatinya bertujuan untuk dilakukan pembinaan agar mampu berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Akan tetapi pada prosesnya remaja mengalami berbagai permasalahan. Oleh karena itu tingkat resilience memegang peran penting selama masa pembinaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap resilience melalui mediasi self-esteem dengan menggunakan 3 skala psikologi sebagai alat ukur yaitu dukungan sosial keluarga, resilience dan self-esteem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampling total yang berarti seluruh populasi sebanyak 65 narapidana remaja di Lapas Klas IIA Karawang menjadi responden penelitian. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana, analisis regresi berganda secara parsial dan analisis jalur menggunakan program SPSS versi 25 tahun 2017. Hasil analisis menunjukan bahwa dukungan sosial keluarga tidak memengaruhi resilience secara langsung dengan nilai sinifikansi 0,255 > 0,05. Akan tetapi dukungan sosial keluarga memiliki pengaruh tidak langsung terhadap resilience melalui mediasi self-esteem dengan nilai signifikansi dukungan sosial keluarga terhadap self-esteem 0,011 < 0,05 dan nilai signifikansi self-esteem terhadap resilience 0,000 < 0,05. Sehingga efek mediasi yang terjadi adalah mediasi sempurna. Diharapkan keluarga dapat memberi dukungan yang terarah kepada peningkatan self-esteem, sehingga narapidana remaja akan memiliki resilience yang tinggi dan berimplikasi pada proses pembinaan yang lebih optimal. Detention of juveniles in prisons actually aims to provide guidance so that they are able to change into better individuals. However, in the process, adolescents experience various problems. Therefore, the level of resilience plays an important role during the coaching period. This study aims to determine the effect of family social support on resilience through mediation of self-esteem by using 3 psychological scales as a measuring tool, namely family social support, resilience and self-esteem. This study uses a quantitative approach with total sampling which includes the entire population of 65 juveniles in the Klas IIA Karawang prison as research respondents. Hypothesis testing in this study uses simple regression analysis, partial multiple regression analysis and path analysis using the SPSS version 25 in 2017. The results of the analysis show that family social support does not directly affect resilience with a significance value of 0.255 > 0.05. However, family social support has an indirect effect on resilience through mediation of self-esteem with a significant value of family support on self-esteem 0.011 <0.05 and a significant value of self-esteem on resilience 0.000 <0.05. So that the mediating effect that occurs is perfect mediation. Families are expected to provide support that is directed at increasing self-esteem, so that adolescents will have high resilience and have implications for a more optimal coaching process.
GAMBARAN PROSES KONSELING KASUS KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI P2TP2A KARAWANG Silvi Dwianti; Puspa Rahayu Utami Rahman; Cempaka Putrie Dimala
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i2.1182

Abstract

Kasus kekerasan seksual setiap tahunnya mengalami peningkatan khususnya kekerasan seksual terhadap anak, dan tragisnya pelaku merupakan orang terdekat. Pelaku bisa berasal dari lingkungan sosial, lingkungan pendidikan bahkan lingkungan keluarga. Dalam menangani kasus kekerasan seksual, P2TP2A tidak hanya mendampingi dari ranah hukum saja. Namun, P2TP2A Karawang mendampingi korban dengan memberikan konseling untuk penanganan konseling untuk penanganan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran proses konseling kasus kekerasan seksual pada anak di P2TP2A Karawang. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan pedoman wawancara yang disusun berdasarkan teori proses konseling. Partisipan dalam penelitian ini adalah satu orang psikolog yang berperan sebagai konselor di P2TP2A Karawang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses konseling yang dilakukan oleh konselor terdapat tiga tahapan yaitu tahap awal (building rapport), tahap kerja (working) dan tahap akhir (terminasi). Hal ini menunjukkan bahwa proses konseling berjalan sesuai dengan kaidah proses konseling. Hal tersebut, diperkuat dengan adanya kualitas konselor di bidang psikologi serta klien yang kooperatif dalam pelaksanaan konseling. Cases of sexual violence increase every year, especially sexual violence against children, and tragically the perpetrators are the closest people. Perpetrators can come from the social environment, educational environment and even the family environment. In handling cases of sexual violence, P2TP2A does not only assist from the legal realm. However, P2TP2A Karawang assists victims by providing counseling for counseling for psychological treatment. The purpose of this study was to determine the description of the counseling process for cases of sexual violence in children at P2TP2A Karawang. This research method uses descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation and interview guidelines prepared based on the theory of the counseling process. Participants in this study were one psychologist who acted as a counselor at P2TP2A Karawang. The results of this study indicate that the counseling process carried out by the counselor has three stages, namely the initial stage (building rapport), the working stage (working) and the final stage (termination). This shows that the counseling process runs according to the rules of the counseling process. This is reinforced by the quality of counselors in the field of psychology and cooperative clients in the implementation of counseling.
PELANA: Pemberdayaan Lansia Aktif untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia di Masa Pandemi Covid-19 Cempaka Putrie Dimala
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 5 No 1 (2023): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v5i1.5660

Abstract

Lanjut usia (Lansia) merupakan bagian dari proses tumbuh kembang. Masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia adalah depresi yang ditandai dengan perasaan sedih yang ekstrim, minat yang rendah untuk beraktivitas dan ketidakmampuan untuk merasakan kebahagiaan. Salah satu penyebab depresi pada lansia adalah karena faktor psikologis, misalnya dukungan sosial. Selain faktor psikologis sebagai lansia juga perlu memperhatikan kesehatan fisiknya agar tetap aktif sampai tua, sejak muda individu perlu menerapkan dan mempertahankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, melakukan aktifitas fisik/ olahraga secara benar dan teratur dan tidak merokok. Kualitas hidup lansia terutama status fungsionalnya perlu ditingkatkan sehingga lansia dapat melakukan aktifitas sehari-hari secara mandiri. Terutama di masa pandemi Covid 19 ini banyak kegiatan yang biasanya bisa dilakukan jadi tidak bisa dilakukan karena pembatasan sosial yang diberlakukan oleh pemerintah. Individu biasanya akan menyadari betapa pentingnya pola hidup sehat ketika telah merasakan kekurangan fungsi dari organ tubuhnya ketika menginjak usia lanjut. Oleh karena itu dibutuhkan pembelajaran mengenai perilaku hidup bersih dan sehat dengan metode yang tidak membosankan serta mampu membuat lansia merasa tidak kesepian. Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan program kreativitas non-akademik menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dimana program tersebut merupakan suatu upaya memberikan pengalaman belajar bagi perorangan, kelompok, dan masyarakat dengan cara membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi guna meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku melalui pendekatan bina suasana, pembelajaran dengan metode yang menyenangkan dengan melibatkan orang-orang disekitar lansia dan melakukan gerakan pemberdayaan masyarakat sehingga dapat menerapkan cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara, melindungi, dan meningkatkan kesehatan fisik maupun psikologisnya.
TABAH (Tangguh Dan Bahagia): Pendampingan Dalam Mengatasi Stress Pengasuhan Pada Orang Tua Dengan Anak Berkebutuhan Khusus Cempaka Putrie Dimala; Puspa Rahayu Utami
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 6 No 1 (2024): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v6i1.6223

Abstract

Di Indonesia angka kisaran disabilitas anak usia 5-10 tahun adalah 3,3% dari jumlah penduduk pada usia tersebut, artinya jumlah anak berkebutuhan khusus berkisar 2.197.833 jiwa. Anak berkebutuhan khusus menunjukkan perbedaan perkembangan dibanding dengan anak lain yang seusia dengan mereka. Orang tua yang memiliki anak dengan berkebutuhan khusus sangat mungkin mengalami kesulitan dalam mengelola stres. Tekanan yang dialami orang tua dengan anak berkebutuhan khusus juga dapat memicu timbulnya parenting stress. Maka dari itu, untuk mengurangi kecemasan dan tekanan yang dirasakan orangtua dalam mengasuh dan merawat anak berkebutuhan khusus, orangtua harus mengetahui cara mengatasi stres agar lebih optimal dalam mencari informasi mengenai kondisi anak dan dapat menyelesaikan masalah pengasuhan yang tepat.
Pengaruh Mental Toughness Terhadap Competitive Anxiety Pada Atlet Indonesia Listiana, Yulinar Dwi Gita; Dirmala, Cempaka Putrie; Pertiwi, Anggun
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/personifikasi.v15i1.25963

Abstract

Competitive anxiety dipandang sebagai kondisi yang menganggap pertandingan merupakan situasi yang berbahaya dan memiliki ketegangan serta kecemasan tersendiri dalam menghadapinya. Atlet yang memiliki kondisi ini akan sangat memengaruhi  dalam menghadapi pertandingan, sehingga diperlukan upaya-upaya agar atlet dapat mengahadapi situasi tersebut, salah satunya adala melalui mental toughness. Atlet yang memiliki mental toughness yang tinggi akan mengurangi perasaan competitive anxiety yang sedang dihadapi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh mental toughness terhadap competitive anxiety pada atlet Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data sampel snowball sampling dan jumlah responden sebanyak 151 atlet Indonesia. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan dua skala, skala yang digunakan untuk mengukur competitive anxiety adalah sport competitive anxiety test (SCAT) dan skala yang digunakan untuk mengukur mental toughness adalah sport mental toughness quisionaire (SMTQ). Hasil dari uji hipotesis diketahui bahwa nilai p value 0,00 lebih kecil dari 0,05 yang menunjukan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya terdapat pengaruh mental thoughness terhadap competitiv anxiety pada atlet Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi mental toughness atlet maka semakin rendah tingkat competitive anxiety. Dan dalam uji koefisien determinasi sebesar 0,122 yang artinya mental toughness memiliki pengaruh sebesar 12,2% terhadap competitive anxiety.
Penggunaan Media Sosial yang Bermasalah pada Dewasa Awal: Ditinjau dari Fear of Missing Out dan Loneliness Ulva, Maria; Dimala, Cempaka Putrie; Maulidia, Ananda Saadatul
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 1 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i1.2226

Abstract

Media sosial memiliki peran dalam pertukaran informasi, sarana hiburan, dan penunjang kegiatan sehari-hari. Namun, akses yang begitu mudah seringkali membuat penggunanya selalu ingin terlibat dengan media sosial, terutama bagi yang haus akan update informasi dan merasa kesepian. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fear of missing out dan loneliness terhadap problematic social media use pada dewasa awal di Karawang. Menggunakan metode kuantitatif dengan teknik sampling insidental. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 387 dewasa awal berusia 18-40 tahun. Pengumpulan data menggunakan alat ukur fear of missing out scale, UCLA loneliness scale versi 3, dan social media use questionnaire. Analisis data menggunakan uji regresi linear berganda dengan aplikasi SPSS versi 25.0 for windows. Nilai signifikansi dari hasil uji T dan uji F mendapat nilai <0,05. Maka, baik secara parsial maupun simultan fear of missing out dan loneliness berpengaruh terhadap problematic social media use. Peranan positif yang diberikan sebesar 42,3%. Artinya, seseorang yang takut tertinggal informasi melalui media sosial dan merasa kesepian, cenderung memiliki perilaku penggunaan media sosial yang berlebihan sampai mengganggu kehidupan sosial dan kesejahteraan psikologisnya. Perilaku ini lebih rentan dialami perempuan, usia 18-25 tahun, dan mahasiswa, maka sebaiknya kegiatan yang melibatkan media sosial dapat dikontrol dan membangun relasi sosial sehat di lingkungan sekitar.
Resiliensi pada Dewasa Awal dengan Orang Tua Bercerai: melalui Self-esteem dan Dukungan Sosial Teman Sebaya Prasetya, Talitha Aisha Putri; Dimala, Cempaka Putrie; Maulidia, Ananda Saadatul
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 2 (2024): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i2.410

Abstract

Angka perceraian di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, mengakibatkan meningkatkan anak korban perceraian orang tua. Kondisi ini akan memengaruhi kemampuan untuk bangkit atau disebut dengan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi pada dewasa awal dengan orang tua bercerai, yang ditinjau melalui self-esteem dan dukungan sosial teman sebaya. Responden penelitian sebanyak 126 responden dengan rentang usia 18-25 tahun, penelitian ini menggunakan teknik pengambilan data non-probability sampling dengan jenis accidental sampling, dengan analisis data menggunakan regresi linier berganda. Skala penelitian yang digunakan merupakan Skala Self-esteem, Skala Dukungan Sosial Teman Sebaya, dan Skala Resiliensi CD-RISC. Hasil uji hipotesis memperoleh hasil p = 0,000 (p 0,05), artinya terdapat pengaruh self-esteem dan dukungan sosial teman sebaya terhadap resiliensi. Hasil uji hipotesis parsial self-esteem terhadap resiliensi memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 (p 0,05), artinya self-esteem memiliki pengaruh terhadap resiliensi. Di sisi lain, pada variabel dukungan sosial teman sebaya diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,247 ( p 0,05) yang menunjukkan bahwa tidak dapat pengaruh antara dukungan sosial teman sebaya terhadap resiliensi. Hal ini dapat ditengarai oleh tugas perkembangan dewasa awal yaitu menjalin relasi dengan significant others, salah satunya adalah pasangan.
Membentuk OCB Ideal: Integrasi Iklim Organisasi dan Traits Conscientiousness Karyawan Alih Daya Andika, Rizki; Dimala, Cempaka Putrie; Maulida, Ananda Saadatul
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.425

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan alih daya di PT Sanghiang Perkasa melalui iklim organisasai dan trait conscientiousness. Pada penelitian kuantitatif ini menggunakan desain penelitian kausal-asosiatif. Data hasil penelitian di analisa dengan analisa regresi berganda. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh, dengan jumlah sample 85 karyawan alih daya di PT Sanghiang Perkasa. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur OCB menggunakan skala pengukuran OCB dari Organ yang di adaptasi dari Khasanah (2019), untuk mengukur iklim organisasi menggunakan skala iklim organisasi yang diadaptasi dari Indrasari (2017) yang disusun berdasarkan teori Luisser, dan pengukuran trait conscientiousness menggunakan skala BFI versi Bahasa Indonesia (Big Five Inventory) dari Jhon (1990) yang telah di adopsi Ramdhani (2012) dan hanya mengambil dimensi conscientiousness. Penelitian ini memperlihatkan hasil iklim organisasi dan trait conscientiousness memengaruhi OCB dengan hasil pengujian nilai sig 0,00 0,05, menunjukkan Ha diterima dan Ho ditolak, dengan besaran kontribusi 23,8%. Peneliti selanjutnya dapat mempertimbangkan penggunaan variabel lain yang berkaitan dengan OCB yang belum diteliti dalam penelitian ini. Untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi OCB dengan lebih baik, variasi metode penelitian selain metode kuantitatif juga dapat dipertimbangkan.
Co-Authors Afero, Fanny Irawan Agustin, Sofhie Istiqomah Ahmad Fuad Fadhil Alfajri, Fauzan Ahmad Ananda Saadatul Maulidia Ananda Saadatul Maulidia Andeli, Rossy Andika, Rizki Andyan Lutfahyanto Andyan P.L Anggun Pertiwi Anggun Pertiwi Anisa Priastuti Utami Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Asep Saepuloh Atrianah Christina Rahayu Wulandari Dewi, Alba Putri Dewi, Andrea Puspita Dimas Prabowo Dimas Prabowo Dinda Aisha Dwi Toni Indra Pamungkas Eka Mardia Fadilahasanah, Salsa Fauzul Adim Ubaidillah Febrianto, Helmi Fitria, Reni Haekal Mauludin Hartanti, Riska Tri Haryanti Mustika Hidayatul Karomah Ibad, M Choirul Ibad, M. Choirul Indah Nur Azizah Ivana Mara Salsabila Jasmine, Yufita Krismana, Muhamad Gilang LATIFAH Lekatompessy, Shella Kristiani Leometa, Citra Hati Listiana, Yulinar Dwi Gita Lydia Putri Afandi M. Choirul Ibad M. Yogi Riyantama Isjoni Maharani, Alyssa Marwah, Siti Maulida, Ananda Saadatul Maulidia, Ananda Saadatul Mudinillah, Adam Muharsih, Lania Musriyah, Azizah Mustika, Haryanti Nezia, Amara Nia Mardiana Nita Rohayati Nita Rohayati Nugraha, Winda Sri Pramesti Nugroho, Sephtian Setyo Nurbaeti Nurzaman, Robby Pandiangan, Saria Indriana Permatasari, Agnia Putri Pertiwi, Anggun Pirli, Indriyani Dewi Agita Prasetya, Talitha Aisha Putri PRATOMO, BIMO Purwanti, Dewi Asih Puspa Rahayu Utami Puspa Rahayu Utami Rahman Putri Nur Rahmawati Rahman, Arif Hakim Ramadan, Regi Randwitya Ayu Ganis Hemasti Ratih Saraswati Ridwan, Eka Riki Aprijal Riza, Wina Lova Rohayati, Nita Shabrina, Darin Salsa Silvi Dwianti Siregar, Linda Mora Susi Yeni Syamsiar, Syamsiar Tantia Yuliandina Tourniawan, Irwan Ulva, Maria Wahyudin Winda Sri Pramesti Nugraha Wulandari, Christina R Wulansari, Resi Yudha Adrianto Yulyanti Minarsih