Claim Missing Document
Check
Articles

KONTRIBUSI ACADEMIC BURNOUT DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP ACADEMIC ENGAGEMENT PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BUANA PERJUANGAN KARAWANG Cempaka Putrie Dimala; Nita Rohayati
Psychopedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 4 No 2 (2019): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psikologi.v4i2.833

Abstract

This study aims to determine the profile of academic burnout, social support, and academic engagement and find out how much the contribution of academic burnout and social support to academic engagement in UBP Karawang students. The research population of 4,825 people, drawn from three forces, this is because UBP has only three forces. So the sample size is 354 people. The sampling technique used is proportional stratified random sampling. The data analysis method used is the Pearson Product Moment correlation technique. Based on the results of this test the hypothesis is accepted because it shows a significance value of 0,000 less than 0.05. So it can be concluded that there is a contribution of academic burnout and social support to academic engagement in Karawang UBP students have a negative relationship direction, meaning that if academic burnout increases and social support decreases then academic engagement decreases. The contribution of academic burnout and social support variables contributed 24.9% to academic engagement, so it can be seen that 75.1% can be influenced by other variables Keywords: Academic Engagement, Social Support, Academic Burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil academic burnout, dukungan sosial, dan academic engagement serta mengetahui seberapa besar kontribusi academic burnout dan dukungan sosial terhadap academic engagement pada mahasiswa UBP Karawang. Populasi penelitian sebesar 4.825 orang, yang diambil dari tiga angkatan, hal ini dikarenakan UBP baru memiliki tiga angkatan. Sehingga sample sizenya dalah 354 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional stratified random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil pengujian ini hipotesis diterima karena menunjukkan nilai signifikansi 0.000 lebih kecil dari 0.05. Sehinga dapat disimpulkan bahwa ada kontribusi academic burnout dan dukungan sosial terhadap academic engagement pada mahasiswa UBP Karawang memiliki arah hubungan negatif, artinya jika academic burnout meningkat dan dukungan sosial menurun maka academic engagement menurun. Kontribusi variabel academic burnout dan dukungan sosial memiliki kontribusi sebesar 24,9% terhadap academic engagement, sehingga dapat diketahui bahwa 75,1% dapat dipengaruhi oleh variabel lain. Kata Kunci: Academic Engagement, Dukungan Sosial, Academic Burnout.
RESILIENSI SEBAGAI MEDIATOR PENGARUH BULLYING TERHADAP PSYCHOTIC LIKE EXPERIENCE PADA REMAJA DI KABUPATEN KARAWANG Cempaka Putrie Dimala; Arif Rahman Hakim; Riki Aprijal; Indah Nur Azizah; Ahmad Fuad Fadhil
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 6 No 2 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v6i2.2024

Abstract

Psychotic Like Experiences (hereinafter abbreviated as PLEs) are understood as changes in the way a person perceives and thinks about reality, which presents certain peculiarities and thoughts, which are characterized by unconventional logic (Pedero, 2011). One of the factors that cause PLEs are victims of bullying or victims of bullying which can affect mental health (Campbella & Morrisona, 2007). However, most of the studies mentioned do not take into account possible protective factors such as resilience (Georgiades, Farquharson, & Ellett, 2015), and may have the potential to reduce the risk of developing psychotic symptoms. This study aims to test the suitability of the theoretical model of bullying against PLEs with Resilience as a moderator. The measuring instrument used is the CAPE Psychotic-Like Experiences Scale, the CD-RISC Scale, and the Bullying Scale. The sample of this study was 422 teenagers in Karawang, which were obtained through the Nonprobability technique with the snowball sampling technique. The results of the analysis using JASP version 15.0, with the results of the direct effect of the bullying variable on PLEs with a p value of 0.001 <0.05, which means that the bullying variable directly has a significant influence on the psychotic like experience. While the results of the indirect effect calculation between the bullying variable and the psychotic like experience variable and the resilience variable as a mediator, obtained a p value of 0.219> 0.05, which means that the resilience variable cannot be a mediator between the bullying and psychotic like experience variables. Keywords: Psychotic-like experience, bullying, resilience, adolescents, Karawang. Psychotic Like Experiences (yang selanjutnya disingkat PLEs) dipahami sebagai perubahan dalam cara seseorang memandang dan berpikir tentang realitas, yang menghadirkan keanehan dan pemikiran tertentu, yang ditandai oleh logika non-konvensional (Pedero, 2011). Salah satu faktor yang menyebabkan PLEs adalah korban penindasan atau korban bullying yang dapat mempengaruhi kesehatan mental (Campbella & Morrisona, 2007). Namun sebagian besar penelitian yang disebutkan tidak memperhitungkan kemungkinan faktor pelindung seperti resiliensi (Georgiades, Farquharson, & Ellett, 2015), dan mungkin memiliki potensi untuk mengurangi resiko terjadinya gejala psikotik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh bullying terhadap PLEs dengan Resiliensi sebagai moderator. Alat Ukur yang digunakan adalah Skala CAPE Psychotic-Like Experiences, Skala CDRISC, dan Skala Bullying. Sampel penelitian ini adalah 422 remaja di Kabupaten Karawang, yang diperoleh melalui teknik Nonprobability dengan teknik snowball sampling. Hasil analisis menggunakan JASP versi 15.0, dengan hasil direct effect variabel bullying terhadap PLEs dengan nilai p 0.001<0,05 yang berarti secara langsung variabel bullying memiliki pengaruh yang signifikan terhadap psychotic like experience. Sedangkan hasil perhitungan secara indirect effect antara variabel bullying dengan variabel psychotic like experience dan variabel resiliensi sebagai mediator, diperoleh nilai dari p sebesar 0,219>0,05 yang berarti variabel resiliensi tidak bisa menjadi mediator antara variabel bullying dan psychotic like experience. Kata Kunci: Psychotic-like experience, bullying, resiliensi, remaja, Kabupaten Karawang
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP OPTIMISME MENGHADAPI DUNIA KERJA SISWA KELAS XII SMK IPTEK SANGGABUANA PANGKALAN KARAWANG Winda Sri Pramesti Nugraha; Cempaka Putrie Dimala; Arif Rahman Hakim
Psikologi Prima Vol. 4 No. 1 (2021): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v4i1.1909

Abstract

Dunia kerja merupakan dunia tempat sekumpulan individu dalam melakukan suatu aktivitas kerja baik di dalam perusahaan maupun organisasi. Sulitnya mendapatkan pekerjaan di masa globalisasi ini menjadi topik hangat yang sangat meresahkan bagi lulusan-lulusan SMK yang memang belum memiliki pengalaman dalam bekerja. Optimisme merupakan suatu pandangan secara menyeluruh melihat semua hal yang baik dan bisa berpikir secra positif serta berpikir peristiwa buruk hanya bersifat sementara. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial terhadap optimisme menghadapi dunia kerja siswa kelas XII SMK IPTEK Sanggabuana Pangkalan Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumblah populasi keseluruhan kelas XII 270 siswa penggambilan sampel menggunakan sampling kuota yang berjumlah 152 siswa. Hasil uji hipotesis bahwa terdapat pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial terhadap optimisme menghadapi dunia kerja siswa kelas XII SMK IPTEK Sanggabuana Pangkalan Karawang dengan jumlah nilai sebesar 51,3% dan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05).
ASAH, ASIH, ASUH: PEMBELAJARAN KOOPERATIF SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KREATIFITAS DAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DI PANTI ASUHAN DARUL HASANAH KARAWANG Cempaka Putrie Dimala
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 4 No 1 (2022): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.742 KB) | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v4i1.2302

Abstract

Panti asuhan di Indonesia merupakan panti asuhan dengan jumlah terbanyak di seluruh dunia. Minnis, Everet, Pelosi, Dunn, dan Knapp (2006) menyatakan bahwa anak-anak panti asuhan diidentifikasi sering mengalami masalah perilaku dan emosional. Simpulan ini didasari pemikiran bahwa anak-anak yang dikirim ke panti asuhan adalah mereka yang berasal dari keluarga atau kondisi yang bermasalah. Akan tetapi kurangnya tenaga pengajar atau pengasuh di panti asuhan yang berdampak pada kurangnya perhatian secara intensif pada anak-anak di panti asuhan, dan ditambah kondisi saat ini sedang dilanda pandemi membuat anak-anak panti asuhan semakin dibatasi setiap kegiatannya. Oleh karena itu perlu diadakan proses pembelajaran di panti asuhan untuk meningkatkan motivasi belajar, produktivitas dan kreativitas anak di panti asuhan. Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan program kreativitas non-akademik pelatihan kepada anak-anak di panti asuhan dengan melakukan metode belajar sambil bermain dengan teman-temannya (kooperatif learning). Program pembelajaran kooperatif terbagi menjadi enam termin. kegiatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan mengenai pembelajaran kooperatif untuk anak-anak di panti asuhan melalui kegiatan yang dikemas dengan unik dan menarik serta mampu meningkatkan kreativitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan selama 8 minggu pelaksanaan. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok[1]kelompok. Secara deskriptif nilai mean pre-tes (70.00) yang lebih kecil dari mean post-tes (90.63) menjelaskan bahwa kemampuan anak-anak panti asuhan dalam memahami materi setelah diterapkan kooperatif learning meningkat. Hasil analisis inferensial dengan melakukan uji t diperoleh nilai P = 0.000 lebih kecil dari taraf nyata 0.05, artinya hipotesis nol ditolak, ini menunjukkan telah terjadi peningkatan yang signifikan dari kemampuan anak-anak panti asuhan dalam memahami materi himpunan, sehingga terjadi peningkatan motivasi dalam belajar yang akan membantunya dalam proses belajar.
HUBUNGAN SELF-ESTEEM DENGAN OPTIMISME MASA DEPAN PADA SISWA SMK ITENAS KELAS XII Wahyudin; Cempaka Putrie Dimala; Nita Rohayati
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 2 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i2.626

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi saat ini yang belum terselesaikan dari dulu hingga sekarang yaitu minimnya ketersediaan lapangan kerja bagi para lulusan SMK, membuat jumlah pengangguran dengan latar belakang pendidikan SMK semakin meningkat, terlebih pada masa pandemic saat ini. Fenomena tersebut merupakan sebuah permasalahan untuk para lulusan SLTA juga termasuk para siswa sekolah yang saat pandemic ini sedang menuntut ilmu guna mempersiapkan diri untuk menyongsong masa depan. Dengan adanya fenomena seperti itu, para siswa harus memiliki optimisme yang tinggi agar dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi masa depannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara variable self esteemdengan optimisme masa depan pada siswa SMK. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK ITENAS kelas XII. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik quota sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan mencari hubungan antara variabel self esteem dengan optimisme masa depan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala self esteem dan skala optimisme. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi (r hitung) sebesar 0.694 lebih besar dari r tabel 0.195, artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara self esteemdengan optimisme masa depan. This research is based on the current problem that is lack of jobs for high school graduates. Therefore the number of unemployed is increasing, especially during a pandemic like now. That phenomenon is a problem for every freshgraduates even for students who are currently facing a pandemicproblems in learning. Therefore, every student’s must have high optimism in order to prepare themselves as best as possible for their future. This research aims to examine the correlation between self-esteem and future optimism of Vocational High School students. The population in this research were 12th grade of ITENAS’S Vocational High School students. The sampling technique used was the quota sampling technique. This research is a correlational quantitative research between self-esteem and future optimism. Data collection was done using a self-esteem and optimism scales. The data analysis technique used is the product moment correlation. Based on the results of the analysis obtained the correlation coefficient value of 0.694 which is biger than the r-table value of 0.195, it means that there is a very significant positive correlation between self-esteem and future optimism.
PENGARUH RESILIENSI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA GURU PAUD MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN KARAWANG Hidayatul Karomah; Cempaka Putrie Dimala; Nita Rohayati
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 2 No. 1 (2022): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v2i1.646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh resiliensi dan dukungan sosial terhadap psychological well-being guru PAUD masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Karawang. Responden dalam penelitian ini adalah 323 guru PAUD yang aktif mengajar, laki-laki maupun perempuan di Kabupaten Karawang. Pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling. Alat ukur yang digunakan terdiri dari tiga skala yang diadaptasi. Pertama, skala psychological well-being berdasarkan dimensi-dimensi dari Ryff berjumlah dengan koefisien korelasi 0,326-0,630 dan Cronbach Alpha 0,840. Kedua, skala resiliensi berdasarkan aspek-aspek dari Reivich dan Shatte dengan koefisien korelasi 0,319–0,555 dan Cronbach Alpha sebesar 0,827. Ketiga, skala dukungan sosial menggunakan dimensi dari Sarafino dengan koefisien korelasi 0,355-0,721 dan Cronbach Alpha 0,864. Analisis regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi 0,000(p<0,05) dan R Square 0,321yang artinya resiliensi dan dukungan sosial berpengaruh terhadappsychological well-being pada guru PAUD masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Karawang This study aims to determining the effect of resilience and social support on the psychological well-being of PAUD teachers during the COVID-19 pandemic in Karawang Regency. Respondents in this study were 323 PAUD teachers who were actively teaching, both male and female in Karawang Regency. Sampling using incidental sampling technique. The measuring instrument used consists of three adapted scales. First, the psychological well-being scale based on Ryff's dimensions amounts to a correlation coefficient of 0.326-0.630 and Cronbach's Alpha 0.840. Second, the resilience scale is based on aspects of Reivich and Shatte with a correlation coefficient of 0.319-0.555 and Cronbach's Alpha of 0.827. Third, the social support scale uses the dimensions of Sarafino with a correlation coefficient of 0.355-0.721 and Cronbach's Alpha 0.864. Multiple regression analysis showed a significance value of 0.000 (p <0.05) and an R Square of 0.321, which means that resilience and social support affect the psychological well-being of PAUD teachers during the COVID-19 pandemic in Karawang Regency.
PSYCHOLOGICAL CAPITAL SEBAGAI PREDIKTOR PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA DISTRIBUTOR MULTI LEVEL MARKETING TIENS SYARIAH KABUPATEN KARAWANG DI MASA PANDEMI COVID-19 Andyan P.L; Cempaka Putrie Dimala; Arif Rahman Hakim
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 2 No. 2 (2022): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v2i2.660

Abstract

Dampak Covid-19 melanda hampir seluruh sektor, salah satunya adalah sektor ekonomi seperti industri network marketing atau MLM yang menyebabkan penjualan dan rekrutmen downline menurun seluruh aktivitas distributor seperti penjualan dan rekrutmen harus beralih dengan metode online. dampak tersebut dapat mempengaruhi psychological well-being pada distributor Tiens Syariah. Psychological well-being adalah individu yang secara psikologis mampu berfungsi secara positive psychological functioning dimana individu memiliki kondisi mental yang sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh psychological capital terhadap psychological well-being pada distributor multilevel marketing (MLM) Tiens Syariah di Kabupaten Karawang dengan jumlah partisipan sebanyak 210 responden dengan sampel 131 responden menggunakan rumus Issac dan Michael dengan taraf 5%. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik kuota. Berdasarkan hasil uji regresi sederhana diperoleh sig = 0,00 < 0,05, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 24,9%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Psychological Capital terhadap Psychological Well-Being. The impact of Covid-19 has hit almost all sectors, one of which is the economic sector such as the network marketing or MLM industry which causes downline sales and recruitment to decline, all distributor activities such as sales and recruitment must switch to online methods. This impact can affect the psychological well-being of Tiens Syariah distributors. Psychological wellbeing is an individual who is psychologically able to function in a positive psychological functioning where the individual has a healthy mental condition. The purpose of this study was to determine the effect of psychological capital on psychological well-being in Tiens Syariah multi-level marketing (MLM) distributors in Karawang Regency with a total of 210 respondents with a sample of 131 respondents using the Issac and Michael formula with a level of 5%. This research method uses quantitative methods with data collection techniques using quota techniques. Based on the results of the simple regression test obtained sig = 0.00 <0.05, with a coefficient of determination of 24.9%. These results indicate that there is an influence of Psychological Capital on Psychological WellBeing.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DITINJAU DARI PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA DI KABUPATEN KARAWANG DIMASA PANDEMI COVID-19 Putri Nur Rahmawati; Cempaka Putrie Dimala; Randwitya Ayu Ganis Hemasti
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 2 No. 2 (2022): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v2i2.668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prokrastinasi akademik memengaruhi psychological well-being pada mahasiswa di Kabupaten Karawang dimasa pandemi COVID-19. Populasi penelitian ini meliputi seluruh mahasiswa aktif di Kabupaten Karawang dengan jenis populasi tidak diketahui, dan jumlah sampel sebanyak 385 mahasiswa yang diperoleh menggunakan rumus Cochran dimana sampel nantinya dihimpun menggunakan teknik Quota Sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS version 22. Dari hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi 0.00 (p>0.05) dengan persamaan regresi Y=114.209-0.251x yang berarti hipotesis dalam penelitian ini diterima dengan pengertian terdapat pengaruh negatif prokrastinasi akademik terhadap psychological well-being mahasiswa di Kabupaten Karawang. Kontribusi yang diberikan prokrastinasi sendiri hanya sebesar 18.7% dimana 81.3% lebih banyak dipengaruhi oleh variabel atau faktor-faktor lainnya This study aims to determine whether academic procrastination affects psychological wellbeing in students in Karawang Regency during the COVID-19 pandemic. The population of this study includes all active students in Karawang Regency with an unknown population type, and a total sample of 385 students obtained using the Cochran formula where the sample will be collected using the quota sampling technique. The data obtained were then analyzed using a simple linear regression technique with the help of the SPSS version 22 program. From the results of data analysis, a significance value of 0.00 (p>0.05) was obtained with the regression equation Y=114.209-0.251x, which means that the hypothesis in this study is accepted with the understanding that there is an influence. negative academic procrastination on the psychological well-being of students in Karawang Regency. The contribution given by procrastination itself is only 18.7% of which 81.3% is more influenced by other variables or factors
PENGARUH RESILIENSI DAN POLA ASUH OTORITATIF TERHADAP STRES AKADEMIK PADA SISWA DI KARAWANG BARAT Lydia Putri Afandi; Dinda Aisha; Cempaka Putrie Dimala
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 2 No. 3 (2022): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v2i3.677

Abstract

Masa transisi pembelajaran dari online ke offline yang dialami siswa SMA di Karawang Barat setelah 2 tahun belajar dari rumah karena pandemi Covid19, membuat munculnya beberapa masalah yang terjadi salah satunya yaitu ekspektasi akademik baik dari orang tua, guru, serta lingkungan. Hal tersebut menimbulkan stres akademik bagi siswa, sehingga dibutuhkannya kemampuan untuk beradaptasi yang dinamakan resiliensi dan pola asuh yang dinilai paling efektif untuk mengatasi hal tersebut yaitu pola asuh otoritatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh resiliensi dan pola asuh otoritatif terhadap stres akademik pada siswa di Karawang Barat. Populasi penelitian ini adalah siswa di Karawang Barat sebanyak 106 partisipan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif. Teknik sampel yang digunakan adalah non-probality sampling dengan teknik purposive sampling. Hasil uji hipotesis Ha₁ diterima H₀₁ ditolak dengan nilai Sig. 0,015 < 0,05, Ha₂ ditolak H₀₂ diterima dengan nilai Sig. 0,012 > 0,05, dan Ha₃ diterima H₀₃ ditolak dengan nilai Sig. 0,002 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh resiliensi dan pola asuh otoritatif terhadap stres akademik sebesar R² = 11,1% dan sisanya 88,9% lainnya dipengaruhi oleh variabel dan faktor lain he changing learning methods from online to offline experienced by high school students in West Karawang after 2 years of studying from home due to the Covid-19 pandemic caused several problems, one of that was academic expectations from parents, teachers, and the environment. This causes academic stress for students. The ability to adapt is called resilience and the parenting pattern that is considered the most effective to overcome this is the authoritative parenting style. The purpose of this study was to determine the effect of resilience and authoritative parenting on academic stress in students in West Karawang. The population of this study was 106 students where this study used quantitative methods with non-probability sampling methods and purposive sampling techniques. The results is Ha₁ hypothesis are accepted, H is rejected with a Sig value. 0.015 < 0.05, Ha₂ rejected H₀₂ accepted with a value of Sig. 0.012 > 0.05, and Ha₃ is accepted, H is rejected with a Sig value. 0.002 <0.05, which means there is an effect of resilience and authoritative parenting on academic stress of R² = 11.1% and the remaining 88.9% is influenced by other variables
PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA NARAPIDANA REMAJA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KARAWANG Nia Mardiana; Nita Rohayati; Cempaka Putrie Dimala
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 3 No. 1 (2023): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v3i1.793

Abstract

Psychological well-being sangat penting bagi narapidana remaja, tanpa psychological well-being, remaja cenderung memiliki kesehatan fisik yang buruk seperti sakit, tidak produktif, dan akhirnya akan menjadi beban keluarga. tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat Psychological Well-Being pada narapidana remaja lembaga pemasyarakatan kelas IIA karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel atau sampling adalah metode yang digunakan untuk memilih dan mengambil beberapa individu dari kelompok populasi untuk dijadikan sebagai sampel. Dengan pengambilan sampel sampling total sehingga populasi narapidana remaja di Lapas Kelas IIA karawang dengan jumlah 55 orang seluruhnya menjadi responden penelitian. Hasil analisis menunjukan bahwa kategorisasi Psychology well being pada narapidana remaja masuk dalam kategori rendah, sebanyak 55 atau 100%. Ini menunjukkan bahwa remaja tersebut memiliki penilaian yang negatif terhadap pengalaman dan kualitas hidupnya. Ditandai dengan merasa tidak puas dengan diri sendiri, tidak memiliki rasa kontrol atas dunia luar dan kesulitan mengelola urusan sehari-hari, bergantung pada penilaian orang lain, tidak memiliki hubungan yang dekat dan sulit bersikap hangat dengan orang lain, tidak memiliki makna dalam kehidupan, dan tidak mampu mengembangkan sikap atau perilaku baru. Dengan demikian, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang diharapkan dapat memaksimalkan program yang sudah berjalan dengan membangun inovasi pada tiap-tiap program di dalamnya guna meningkatkan psychological well-being pada narapidana. Consumptive psychological well-being is very important for juvenile prisoners, without psychological well-being, adolescents tend to have poor physical health such as being sick, unproductive, and will eventually become a burden on the family. The purpose of this study was to determine the level of Psychological Well-Being in juvenile inmates of Class IIA Karawang Penitentiary. This research uses quantitative descriptive analytic method. Sampling technique or sampling is a method used to select and take several individuals from a population group to serve as a sample. With total sampling, the population of juvenile inmates in the Class IIA Karawang Prison with a total of 55 people became the research respondents. The results of the analysis show that the categorization of Psychology well being in juvenile prisoners is in the low category, as much as 55 or 100%. This shows that the teenager has a negative assessment of the experience and quality of life. Characterized by feeling dissatisfied with oneself, having no sense of control over the outside world and having difficulty managing daily affairs, depending on the judgment of others, not having close relationships and having difficulty being warm to others, having no meaning in life, and unable to develop new attitudes or behaviors. Thus, the Class IIA Karawang Penitentiary is expected to be able to maximize the programs that are already running by building innovations in each program in it to improve the psychological well-being of prisoners.
Co-Authors Afero, Fanny Irawan Agnia Putri Permatasari Ahmad Fuad Fadhil Aisha, Dinda Alfajri, Fauzan Ahmad Ananda Saadatul Maulidia Ananda Saadatul Maulidia Ananda Saadatul Maulidia Andeli, Rossy Andika, Rizki Andyan Lutfahyanto Andyan P.L Anggun Pertiwi Anggun Pertiwi Anisa Priastuti Utami Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Asep Saepuloh Atrianah Christina R Wulandari Christina Rahayu Wulandari Dewi Anggraeni Dewi, Alba Putri Dewi, Andrea Puspita Dimas Prabowo Dimas Prabowo Dinda Aisha Dinda Aisha Dwi Toni Indra Pamungkas Eka Mardia Fadilahasanah, Salsa Fauzul Adim Ubaidillah Febrianto, Helmi Fitria, Reni Haekal Mauludin Hartanti, Riska Tri Haryanti Mustika Hidayatul Karomah Ibad, M Choirul Ibad, M. Choirul Indah Nur Azizah Ivana Mara Salsabila LATIFAH Lekatompessy, Shella Kristiani Leometa, Citra Hati Linda Mora Listiana, Yulinar Dwi Gita Lydia Putri Afandi M. Choirul Ibad Maharani, Alyssa Marwah, Siti Maulida, Ananda Saadatul Maulidia, Ananda Saadatul Mudinillah, Adam Muhamad Gilang Krismana Muharsih, Lania Musriyah, Azizah Mustika, Haryanti Nezia, Amara Nia Mardiana Nita Rohayati Nita Rohayati Nugroho, Sephtian Setyo Nurbaeti Nurzaman, Robby Pandiangan, Saria Indriana Pertiwi, Anggun Pirli, Indriyani Dewi Agita Prasetya, Talitha Aisha Putri PRATOMO, BIMO Purwanti, Dewi Asih Puspa Rahayu Utami Puspa Rahayu Utami Rahman Puspa Rahayu Utami Rahman Putri Nur Rahmawati Rahman, Arif Hakim Rahman, Puspa Rahayu Utami Ramadan, Regi Randwitya Ayu Ganis Hemasti Ratih Saraswati Riki Aprijal Riza, Wina Lova Rohayati, Nita Shabrina, Darin Salsa Silvi Dwianti Siregar, Linda Mora Sofhie Istiqomah Agustin Susi Yeni Syamsiar, Syamsiar Tantia Yuliandina Tourniawan, Irwan Ulva, Maria Wahyudin Winda Sri Pramesti Nugraha Wulandari, Christina R Wulansari, Resi Yudha Adrianto Yufita Jasmine Yulyanti Minarsih Yulyanti Minarsih