Articles
Perilaku Phubbing Pada Remaja Pengguna Media Sosial Ditinjau dari Fear of Missing Out
Dewi, Alba Putri;
Dimala, Cempaka Putrie;
Pertiwi, Anggun
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.456
Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui perilaku phubbing pada remaja pengguna media sosial ditinjau dari fear of missing out. Partisipan pada penelitian ini merupakan remaja aktif pengguna media sosial di Karawang dengan rentang usia 11-20 tahun dengan sampel 150 partisipan. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Variabel FoMO diukur menggunakan FoMO’S Scale dan perilaku phubbing diukur dengan the phubbing scale. Hasil penelitian ini menunjukkan uji pengaruh dengan hasil 0,652 dan signifikansi 0,000 0,05 yang mana hipotesa penelitian ini diterima. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif antara tingkat FoMO dan perilaku phubbing pada remaja pengguna media sosial, yang berarti semakin tinggi tingkat FoMO, semakin tinggi juga perilaku phubbing yang dialami pada remaja pengguna media sosial. Penelitian ini mendapatkan nilai R2 sebanyak 68,4%, dan sisanya 31,6% di pengaruhi oleh variabel lainnya, seperti technology addiction dan lack of self control. Temuan pada penelitian ini diharapkan, agar remaja dapat mengolah waktu (time management) untuk mengarahkan diri pada kegiatan aktivitas di lingkungan sosial serta lingkungan keluarga sehingga mampu menciptakan lingkungan sosial yang hangat bagi para remaja.
Fenomena Burnout Ibu Rumah Tangga: Studi Berbasis Stres Dan Dukungan Sosial
Fadilahasanah, Salsa;
Dimala, Cempaka Putrie;
Maulidia, Ananda Saadatul
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.453
Tugas-tugas rumah tangga sering kali dibebankan pada wanita atau ibu rumah tangga, sehingga ibu rumah tangga rentan mengalami burnout, namun sayangnya hal ini belum banyak dibahas dan diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi burnout ibu rumah tangga ditinjau dari stres dan dukungan sosial. Teknik pengambilan data yang digunakan accidental sampling dengan jumlah responden 236 ibu rumah tangga. Alat ukur yang digunakan skala burnout pada ibu rumah tangga yang disusun oleh Ramirez (2009) yaitu Cuestionario De Brunout Para Amas De Casa (CUBAC), Perceived Stress Scale (PSS) oleh Cohen (1994) untuk skala stres dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) oleh Zimet (dalam Dimala dkk., 2024) untuk skala dukungan sosial. Metode analisis data penelitian menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh secara positif antara stres dan burnout ibu rumah tangga (Ha₁diterima), terdapat pengaruh secara negatif antara dukungan sosial dan burnout (Ha₂ diterima), terdapat pengaruh secara bersamaan antara stres dan dukungan sosial terhadap burnout ibu rumah tangga (Ha₃ diterima). Nilai koefisien determinan sebesar 57,1%, (dengan p 0.000 0.05) sementara 42,9% sisanya merupakan faktor lain. Ibu rumah tangga dengan tingkat stres rendah serta dukungan sosial yang tinggi dapat menjalankan tugas ibu rumah tangga dengan baik tanpa mengalami burnout akan pekerjaanya.
Nomophobia Pada Dewasa Awal: Bagaimanakah Peran Kontrol Diri Dan Kesepian?
Febrianto, Helmi;
Dimala, Cempaka Putrie;
Maulidia, Ananda Saadatul
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.457
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari kontrol diri dan kesepian terhadap nomophobia pada dewasa awal. Sampel diambil dengan non-probability dengan teknik kuota sampling pada dewasa awal di Kabupaten Karawang dengan jumlah 391 partisipan diantaranya 157 laki-laki dan 234 wanita serta rentang usia 18-40 tahun, dengan analisis data menggunakan regesi linier berganda. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan skala R-UCLA milik Russell yang di adaptasi ke Bahasa Indonesia, dan Skala NMP-Q yang dikembangkan oleh Yildirim dan Correia yang telah di adaptasi ke Bahasa Indonesia serta skala kontrol diri milik Tangney yang sudah diadapatasi. Analisis data menggunakan SPSS Statistics 25 for Windows. Hasil hipotesis menunjukkan nilai pengaruh langsung variabel kontrol diri terhadap nomophobia dengan nilai p= 0,000 (p < 0.05). Di sisi lain, tidak ada pengaruh antara kesepian terhadap nomophobia dengan nilai (p> 0.05.) Namun, melalui hasil analisis regresi berganda diketahui bahwa kontrol diri dan kesepian secara bersama-sama memiliki peran terhadap nomophobia pada dewasa awal sebesar 16% dengan 84% dipengaruhi variabel lainnya yang tidak ada dalam variabel penelitian yang diteliti oleh peneliti.
Kecemasan Bertanding Pada Atlet Bola Basket Kabupaten Karawang Ditinjau Melalui Efikasi Diri Dan Dukungan Sosial Teman Sebaya
Nurzaman, Robby;
Dimala, Cempaka Putrie;
Maulida, Ananda Saadatul
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.451
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya terhadap kecemasan bertanding pada atlet. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan jenis asosiatif kausal. Sampel penelitian berjumlah 125 orang yang didapatkan dengan metode convenience-sampling dengan kriteria yang telah dipilih oleh peneliti yaitu atlet bola basket di Kabupaten Karawang yang masih mengikuti pertandingan olahraga basket. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala efikasi diri, dukungan sosial teman sebaya, dan kecemasan bertanding Sport Competition Anxiety Tes (SCAT). Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda menunjukkan adanya pengaruh negatif dan signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan bertanding (Ha1 diterima), selanjutnya tidak terdapat pengaruh antara dukungan sosial teman sebaya dengan kecemasan bertanding (Ha2 ditolak), dan terdapat kontribusi secara bersamaan antara efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya terhadap kecemasan bertanding (Ha3 diterima) dengan nilai koefisien determinasi sebesar 30.3 % (dengan p 0.000 0.05) dan sisanya dipengaruhi faktor lain diluar penelitian. Atlet dengan efikasi diri dukungan sosial teman sebaya yang tinggi akan memiliki kecemasan bertanding yang rendah, sehingga atlet dapat bertanding dengan baik dan maksimal.
Pengaruh Dukungan Sosial dan Kebersyukuran Terhadap Resiliensi Ibu Dengan Anak Down Syndrome Di POTADS Jakarta
Fitria, Reni;
Dimala, Cempaka Putrie;
Pertiwi, Anggun
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 3 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/sl.v4i3.304
Menjadi ibu dengan anak down syndrome bukanlah hal yang mudah, hal ini tak jarang membuat para ibu mengalami stres hingga depresi. Resiliensi merupakan potensi yang dimiliki seseorang untuk bisa bangkit dari keterpurukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan kebersyukuran terhadap resiliensi ibu yang memiliki anak down syndrome. Metode riset yang digunakan ialah metode kuantitatif. Responden pada riset ini ialah ibu dengan anak down syndrome yang merupakan anggota POTADS Jakarta berjumlah 184 responden. Alat ukur yang dipakai pada riset ini Multidimensional Scale of perceived Social support (MSPSS), skala gratitude atau kebersyukuran versi Indonesia, dan Alat ukur Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) versi Cina yang dilakukan penyesuaian oleh Yu Zhang. Data yang dikumpul dianalisis dengan uji regresi menggunakan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) versi 25 for Windows. Hasil pengujian determinasi dihasilkan bahwa nilai R square sejumlah 0,422, maka besaran pengaruh variabel dukungan sosial dan kebersyukuran terhadap variabel resiliensi sebesar 42,2 % dan sisanya merupakan pengaruh dari variabel lainnya.
Academic Burnout Pada Mahasiswa Pekerja: Peran Dukungan Sosial Dan Self-Efficacy Sebagai Mediator
Alfajri, Fauzan Ahmad;
Dimala, Cempaka Putrie;
Pertiwi, Anggun
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 3 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/sl.v4i3.291
Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial dan self-efficacy sebagai mediator terhadap academic burnout yang dilakukan kepada 218 responden yang merupakan mahasiswa pekerja. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu Maslach Burnout Inventory Survey Study (MBI-SS), General Self-efficacy Scale (GSES), dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Teknik pengambilan data yang digunakan non-probability sampling dengan jenis snowball sampling. Analisis data menggunakan path analysis. Hasil uji hipotesis melalui path analysis dengan menghasilkan path coefficeint pengaruh dukungan sosial terhadap academic burnout sebesar 0.244 (p0.05), artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Serta pengaruh dukungan sosial terhadap self-efficacy sebesar 0.001 (p0.05) artinya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan. Lalu pengaruh self-efficacy terhadap academic burnout sebesar 0.001 (p0.05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan, indirect effects antara dukungan sosial dan self-efficacy terhadap Academic burnout sebesar 0.001 (p0.05) artinya bahwa self-efficacy dapat berperan sebagai mediator penuh pengaruh dukungan sosial terhadap academic burnout. Studi ini menemukan bahwa dukungan sosial tidak memiliki pengaruh terhadap kelelahan akademik mahasiswa yang bekerja. Namun, melalui jalur self-efficacy, dukungan sosial berkontribusi sebesar 23,2 % terhadap academic burnout dan terhadap self-efficacy sebesar 16,7%.
Psychometric Properties Of The Perceived Stress Scale (PSS-10) In Indonesian Version
Hakim, Arif Rahman;
Mora, Linda;
Leometa, Citra Hati;
Dimala, Cempaka Putrie
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 13, No 2 (2024): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/jp3i.v13i2.35482
The Perceived Stress Scale (PSS-10) by Cohen is a popular tool for measuring stress from a psychological perspective. The PSS-10 measures the extent to which situations in a person's life are perceived as stressful. This study aims to evaluate the psychometric properties of the Perceived Stress Scale adapted into Indonesian. The PSS-10 has been translated into various languages, but no previous studies have specifically explored the psychometric properties of the PSS-10 in Indonesian. Additionally, this study seeks to test the construct invariance of the PSS-10 among students and workers. The respondents of this study were employees working in several regions in Indonesia (N=259) and college students (N=244). Data analysis was conducted using Confirmatory Factor Analysis (CFA) and Measurement Invariance (MI). After testing for validity based on internal structure, the Indonesian version of the PSS-10 fit the two-factor model (perceived helplessness and perceived self-efficacy). The AVE value of 0.38 for student participants was considered low, with a CR value of 0.81, which is quite good. For employee participants, the AVE value was 0.58 and the CR value was 0.93, both of which were good. Based on the multigroup CFA analysis test, there are differences in the factor structure of the PSS-10 between students and employees, where these differences lie in how the two groups respond to and interpret the items of the PSS-10.
Psychological Well-Being ditinjau dari Hardiness pada Mahasiswa di Karawang
Musriyah, Azizah;
Dimala, Cempaka Putrie;
Pertiwi, Anggun
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 4 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pencerah.v10i4.6250
Mahasiswa jika dilihat dari segi usia berada pada masa dewasa awal yang merupakan masa peralihan dari masa remaja menuju dewasa, dalam masa peralihan ini berpotensi menimbulkan kondisi penuh tekanan yang dapat memengaruhi psychological well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hardiness terhadap psychological well-being pada mahasiswa di Karawang. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kausal asosiatif. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 379 mahasiswa Karawang, teknik pengambilan data menggunakan non-probability sampling dengan jenis accidental sampling. Alat ukur yang digunakan yaiyu skala adopsi dari Ryff Psychological Well-Being Scale (RPWBS) yang telah diadaptasi oleh Fadhil (2021) dan skala hardiness DRS-15 yang dikembangkan oleh Bartone (1995). Hasil uji hipotesis regresi linear sederhana menyatakan bahwa hardiness memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap psychological well-being dengan p =0,000 (p<0,05). Besaran pengaruh hardiness terhadap psychological well-being adalah 40,3%, sedangkan sisanya 59,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan hardiness yang dimiliki dengan cara memiliki komitmen dan aktif pada setiap aktivitas yang dilakukan, percaya dengan kemampuan diri dalam mengambil keputusan, serta tetap optimis agar mahasiswa memiliki psychological well-being yang tinggi sehingga dapat mengoptimalkan perannya sebagai mahasiswa.
Problematic Internet Use Pada Remaja Pengguna Internet di Kabupaten Karawang: Apakah Fear of Missing Out Dan Loneliness Memiliki Peran?
Latifah;
Dimala, Cempaka Putrie;
Pertiwi, Anggun
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 4 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pencerah.v10i4.6379
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) dan loneliness terhadap Problematic Internet Use (PIU) pada remaja pengguna internet di Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas asosiatif. Populasi penelitian ini adalah remaja pengguna internet yang berusia 18 tahun sampai 21 tahun yang tinggal di Kabupaten Karawang. Jumlah populasi pada penelitian ini tidak diketahui secara pasti, maka dilakukan pengambilan sampel dengan teknik non-probability sampling dengan menggunakan convenience sampling. Instrumen yang digunakan mencakup alat ukur Fear of Missing Out Scale untuk mengukur FoMO, UCLA loneliness Scale Version 3 untuk mengukur loneliness dan Generalized Problematic Internet Use Scale 2 untuk mengukur PIU yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji linieritas menunjukkan hasil lebih besar dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, berdasarkan hasil tersebut diketahui adanya pengaruh yang signifikan FoMO (X1) dan loneliness (X2) terhadap PIU (Y). Uji koefisien determinasi dengan R square menghasilkan nilai 0,653, yang berarti bahwa variabel FoMO dan loneliness berpengaruh sebesar 65,3% terhadap Problematic Internet Use, dan terdapat variabel lain yang mempengaruhi dan tidak diteliti pada penelitian ini sebesar 34,7%.
Burnout pada Tenaga Kesehatan di Kabupaten Karawang: Peran Dukungan Sosial dan Perceived Stress
Pratomo, Bimo;
Dimala, Cempaka Putrie;
Pertiwi, Anggun
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 14, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/gdn.v14i4.10576
This study aims to examine the effect of social support and perceived stress on burnout in health workers in Karawang Regency. Participants in this study were early to late adults aged 20 to 45 years and domiciled in Karawang Regency with a total of 102 participants, the method used was quantitative with causality design and cluster sampling technique. Data were collected through psychological scales that measure variables of multidimensional scale of perceived social support (MSPSS), perceived stress scale (PSS), and maslach burnout inventory (MBI). Data analysis was conducted using normality test, linearity test, multiple regression test, and coefficient of determination test with the help of SPSS program. The results showed that the data was normally distributed and both independent variables, namely social support and perceived stress significantly influenced the level of burnout with a significance value of 0.000. The coefficient of determination of social support and perceived stress on burnout is (R Square) 0.249 or 24.9%, where social support and perceived stress contribute 0.005 while perceived stress is 0.000, meaning that these findings indicate the need for interventions aimed at increasing social support and reducing perceived stress to prevent burnout in health workers. Further research is recommended to focus on more specific and contextual intervention strategies according to the needs of health workers in Karawang Regency.