Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Gambaran Pasien Tumor Payudara Jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang Tahun 2023 Bahri, Miranda Ashari; Gani, Azis Beru; Harahap, Muhammad Wirawan; Dahliah, Dahliah; Hasbi, Berry Erida
Health and Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HEME January 2026
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v8i1.1866

Abstract

Latar Belakang: Tumor payudara jinak merupakan masalah kesehatan signifikan di seluruh dunia, dengan peningkatan kasus di Indonesia. Tumor payudara jinak, meskipun tidak bersifat kanker, tetap memerlukan perhatian karena dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai gambaran pasien tumor payudara jinak, termasuk usia, pekerjaan, indeks massa tubuh (IMT), dan lokasi tumor. Metode: Metode penelitian deskriptif dengan desain observasional dilakukan pada pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu selama periode Agustus hingga Oktober 2024. Data dikumpulkan dari rekam medis dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Dari 24 pasien, sebagian besar pasien berusia 17-25 tahun (33%), berstatus pelajar (50%), dengan indeks massa tubuh (IMT) obesitas tingkat 1 (46%), serta lokasi tumor lebih banyak di payudara kiri (59%). Kesimpulan: Tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang paling banyak terjadi pada wanita muda usia produktif, berstatus pelajar, memiliki IMT berlebih, dan lebih sering terjadi di payudara kiri.
The Relationship Between Fasting Blood Sugar Levels And the Quality Of Life Of Type 2 Diabetes Mellitus Patients At the Makassar City Health Service Center In 2025 Alifya, Kafka Mutiara; Hidayati, Prema Hapsari; Harahap, Muhammad Wirawan; Kanang, Indah Lestari Daeng; Jafar, Muh. Alfian; Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10056

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat, khususnya di Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien DM Tipe 2 adalah kadar gula darah puasa (GDP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah puasa dan kualitas hidup pasien DM Tipe 2 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 36 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Kadar GDP diukur dengan glukometer, sementara kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% pasien memiliki GDP yang terkendali, dan 47,2% melaporkan kualitas hidup yang buruk. Terdapat hubungan signifikan antara kadar GDP dan kualitas hidup pasien, dengan pasien dengan GDP terkendali melaporkan kualitas hidup yang lebih baik (p < 0,002). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian gula darah yang baik berhubungan langsung dengan peningkatan kualitas hidup pasien DM Tipe 2. Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat terhadap kadar gula darah dan dukungan psikologis serta edukasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes.
The Relationship Between Low Back Pain and Obesity among Nurses in the Working Area of Mitra Manakarra Hospital in 2025 Waskito, Farah Nadhilla Ramadhani; Makmun, Armanto; Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Dahliah, Dahliah; Harahap, Muhammad Wirawan
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10020

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh tenaga medis, termasuk perawat, dengan berbagai faktor risiko seperti posisi tubuh yang buruk, kelelahan, dan beban fisik yang tinggi. Salah satu faktor yang berkontribusi pada LBP adalah obesitas, yang dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang dan memperburuk postur tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan kejadian LBP pada perawat di Rumah Sakit Mitra Manakarra pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan observasional dengan desain cross-sectional, melibatkan 37 perawat yang dipilih secara acak dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dari total 55 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas berhubungan signifikan dengan peningkatan keparahan LBP. Sebagian besar perawat dengan obesitas mengalami disabilitas sangat parah akibat LBP, sementara perawat dengan IMT normal lebih banyak mengalami disabilitas minimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa obesitas dapat meningkatkan keparahan LBP pada perawat dan merekomendasikan pengembangan program pencegahan yang mencakup pelatihan ergonomi, peningkatan aktivitas fisik, dan pengelolaan pola makan sehat. Penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang obesitas terhadap LBP.
Nutritional Status Among Children Under Five with Radiologically Diagnosed Bronchopneumonia at Ibnu Sina Hospital Makassar, 2022–2024 Nizam, Alyah Nasywa Alzena; Harahap, Muhammad Wirawan; Hasbi, Berry Erida; Jafar, Muh. Alfian; Pratiwi, Dwi
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10057

Abstract

Pneumonia, khususnya bronkopneumonia, merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun, dengan malnutrisi sebagai faktor risiko utama. Di Indonesia, prevalensi malnutrisi pada balita, termasuk stunting dan wasting, masih tinggi dan berkontribusi pada tingginya angka kejadian pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status gizi pada anak balita yang menderita bronkopneumonia di RS Ibnu Sina Makassar pada periode 2022–2024. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif, yang menganalisis data sekunder dari rekam medis pasien anak balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia 0-12 bulan, dengan sebagian besar memiliki status gizi baik (47,6%), diikuti dengan gizi kurang (20,1%) dan obesitas (13,6%). Penelitian ini juga menemukan bahwa status gizi yang buruk berkontribusi pada peningkatan kejadian bronkopneumonia dan memperburuk prognosis penyakit. Kesimpulannya, intervensi gizi yang tepat sangat penting untuk mencegah dan mengurangi keparahan bronkopneumonia pada anak balita. Kolaborasi antara tenaga medis, ahli gizi, dan kebijakan kesehatan diperlukan untuk memperbaiki status gizi dan menurunkan angka kejadian pneumonia.
Correlation Between Nutritional Status and Anemia Incidence in Pregnant Women At Minasaupa Public Health Center, Makassar in 2023 Maarif, Ahmad Safei; Safitri, Asrini; Harahap, Muhammad Wirawan; Bamahry, Aryanti R; Dewi, Anna Sari
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10052

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Kota Makassar. Penyebab utama anemia pada ibu hamil adalah defisiensi zat besi dan status gizi yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Minasa Upa, Kota Makassar. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 36 responden ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan dianalisis menggunakan SPSS dengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80,6% ibu hamil mengalami anemia, dengan 83,3% ibu hamil memiliki status gizi buruk (KEK). Selain itu, tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe rendah, dengan 88,9% ibu hamil tidak patuh mengonsumsi tablet Fe. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara status gizi dan kejadian anemia (p-value 0,014). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi yang buruk, terutama KEK, berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Diperlukan intervensi yang lebih baik dalam edukasi gizi dan kepatuhan konsumsi suplemen zat besi untuk mencegah anemia pada ibu hamil.
Patient Satisfaction Survey Towards The Eracs Method In Caesarean Delivery At Sitti Khadijah 1 Makassar Maternity Hospital Pakaya, Nickyta S; Dwimartyono, Fendy; Nurulaisyah, Windy; Mappaware, Nasruddin Andi; Harahap, Muhammad Wirawan
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10041

Abstract

Kehamilan dan persalinan merupakan momen penting dalam kehidupan seorang perempuan yang melibatkan perubahan fisik dan psikologis. Salah satu tindakan medis yang sering dilakukan adalah operasi caesar (sectio caesarea), yang meskipun dapat menyelamatkan ibu dan bayi, seringkali menimbulkan komplikasi pasca-operasi. Penerapan metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) bertujuan untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan kenyamanan pasien pasca-operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap metode ERACS pada persalinan sectio caesarea di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner pada pasien yang melahirkan secara sectio caesarea dengan metode ERACS pada Februari-Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% pasien menyatakan puas dengan prosedur ERACS, meskipun 60% pasien melaporkan nyeri pasca-operasi. Selain itu, 73,3% pasien dapat melakukan mobilisasi dini, dan tidak ada pasien yang mengalami mual atau muntah. Kesimpulannya, penerapan ERACS di RSIA Sitti memberikan tingkat kepuasan yang tinggi dan mempercepat pemulihan pasca-operasi. Penerapan metode ini dapat menjadi model bagi rumah sakit lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Perbandingan Tajam Penglihatan pada Wanita Hamil di Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar Putri, Rista Awanda; Hamsah, M.; Aulia, Nur; Kusumawardhani, Sri Irmandha; Harahap, Muhammad Wirawan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.22038

Abstract

ABSTRACT Visual acuity is the eye's ability to distinguish fine details of an object or surface. Impairment in visual acuity is one of the most common symptoms reported by individuals experiencing visual disturbances. This study aims to compare visual acuity among pregnant women at Sitti Khadijah Hospital, Makassar. The research employed an observational analytic design with a longitudinal approach and was analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests, as the data were not normally distributed. The target population included all pregnant women under the age of 40 who visited Sitti Khadijah Hospital. Data analysis was performed using SPSS.The results showed that in the examination of pregnant women from the first to the second trimester, the Wilcoxon test yielded a p-value of 0.102, indicating no significant difference. This is likely due to hormonal and physiological changes in early pregnancy not yet significantly affecting the structure and function of the eye, particularly the cornea and lens. However, in the examination from the second to the third trimester, the Wilcoxon test yielded a p-value of 0.042, indicating a significant difference. This may be attributed to increased corneal thickness and curvature due to fluid retention triggered by hormonal fluctuations during late pregnancy. Meanwhile, the Mann-Whitney test comparing the two groups (first to second trimester and second to third trimester) yielded a p-value of 0.379, indicating no statistically significant difference between the two groups of pregnant women. Keywords: Visual Acuity, Pregnancy, Trimester, Refractive Changes.  ABSTRAK Ketajaman penglihatan adalah suatu kemampuan mata dalam membedakan bagian-bagian yang sangat spesifik baik objek atau suatu permukaan. Kelainan pada ketajaman penglihatan merupakan gejala yang paling umum dikeluhkan oleh orang yang mengalami gangguan penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tajam penglihatan pada wanita hamil di Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian longitudinal yang dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney karena data tidak berdistribusi normal. Populasi yang ditargetkan dalam penelitian ini yaitu semua wanita hamil pada usia di bawah 40 tahun yang berkunjung ke Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar. Analisis dilakukan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan pada pemeriksaan wanita hamil trimester 1 ke 2 di Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar didapatkan nilai p value dari hasil uji Wilcoxon p=0.102 yang artinya tidak terdapat perbedaan signifikan antara TM 1 ke TM 2 hal ini disebabkan oleh perubahan hormonal dan fisiologis yang terjadi pada awal kehamilan belum cukup memengaruhi struktur dan fungsi mata, terutama pada bagian kornea dan lensa; Pada pemeriksaan wanita hamil trimester 2 ke 3 di Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar didapatkan nilai p value dari hasil uji Wilcoxon p=0.042 yangartinya terdapat perbedaan signifikan antara TM 2 ke TM 3 hal ini disebabkan oleh peningkatan ketebalan dan kelengkungan kornea akibat retensi cairan yang dipicu oleh fluktuasi hormon kehamilan; Pada hasil uji Mann-Whitney untuk membandingkan antara 2 kelompok TM 1 ke TM 2 dan TM 2 ke TM 3 didapatkan nilai p=0.379 yang artinya tidak terdapat perbedaan signifikan pada 2 kelompok wanita hamil. Kata Kunci: Tajam Penglihatan, Kehamilan, Trimester, Perubahan Refraksi.
Hubungan Faktor Risiko pada Pasangan Suami dengan Kejadian Preeklampsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Saputri, Deya Dwi Indah; Hamsah, M.; Yanti, Andi Kartini Eka; Harahap, Muhammad Wirawan; Iskandar, Gina Isni Djanuaresty
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22702

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia, characterized by hypertension and proteinuria after 20 weeks of gestation, continues to be a major global health challenge contributing to maternal and perinatal morbidity and mortality. The present study explored the relationship between paternal risk factors and the incidence of preeclampsia at RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. A quantitative cross-sectional method was applied with 30 participants, comprising 15 pregnant women diagnosed with preeclampsia and 15 without. Data were collected using structured questionnaires and medical records, then analyzed with the chi-square test. Findings indicated that most husbands were aged 20–35 years, had completed high school, and waited less than one year for conception. Among the eight risk factors investigated, only husbands’ knowledge of preeclampsia showed a significant association with its incidence (p=0.014), whereas other factors such as diabetes history, smoking exposure, primipaternity, and paternal genetic background did not. These findings underscore the need for enhanced paternal health education as a preventive strategy against preeclampsia. Keywords: Preeclampsia, Paternal Risk Factors, Health Education, Husband’s Knowledge.  ABSTRAK Preeklamsia, yang ditandai dengan hipertensi dan proteinuria setelah 20 minggu kehamilan, terus menjadi tantangan kesehatan global utama yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara faktor risiko paternal dan insiden preeklamsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. Metode potong lintang kuantitatif diterapkan dengan 30 partisipan, terdiri dari 15 ibu hamil yang didiagnosis preeklamsia dan 15 ibu hamil tanpa preeklamsia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan rekam medis, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar suami berusia 20–35 tahun, telah menyelesaikan sekolah menengah atas, dan menunggu kurang dari satu tahun untuk konsepsi. Di antara delapan faktor risiko yang diteliti, hanya pengetahuan suami tentang preeklamsia yang menunjukkan hubungan signifikan dengan insidennya (p=0,014), sedangkan faktor-faktor lain seperti riwayat diabetes, paparan merokok, primipaternitas, dan latar belakang genetik paternal tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya peningkatan edukasi kesehatan paternal sebagai strategi pencegahan preeklamsia. Kata Kunci: Preeklampsia, Faktor Risiko Paternal, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan Suami.
Hubungan Asuhan Antenatal terhadap Kejadian Stunting Ifu, Ahda Triani; Nasaruddin , Hermiaty; Harahap, Muhammad Wirawan; M.Said , Masita Fujiko; Samosir, Abdi Dwiyanto Putra
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12250

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi utama pada balita di Indonesia, dengan prevalensi yang cenderung meningkat di beberapa wilayah, termasuk Sulawesi Selatan. kondisi ini berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kesehatan jangka panjang anak. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap status gizi anak adalah kualitas asuhan antenatal. Pelayanan antenatal yang tidak sesuai standar terbukti meningkatkan risiko terjadinya stunting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keteraturan asuhan antenatal yang dilakukan ibu selama kehamilan, untuk mengetahui kejadian stunting pada balita, serta untuk menganalisis hubungan antara asuhan antenatal dengan kejadian stunting. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian menunjukkan bahwa hanya 27,5% ibu yang melakukan asuhan antenatal secara teratur sesuai standar. Kejadian stunting pada balita masih tinggi yaitu sebesar 62,5%. Terdapat hubungan signifikan antara keteraturan asuhan antenatal dengan kejadian stunting (p = 0,000)), di mana ketidakteraturan kunjungan meningkatkan risiko gangguan gizi tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa keteraturan asuhan antenatal berperan penting dalam mencegah stunting. Ibu yang tidak melakukan kunjungan antenatal secara teratur memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan anak dengan gangguan gizi, sehingga pemenuhan pelayanan antenatal sesuai standar perlu diperkuat.
Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Perkembangan Karakter Mahasiswa Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Periode 2025 Batariola, Nurfi Tarissyah; Mokhtar, Shulhana; Harahap, Muhammad Wirawan; Makmun, Armanto; Aisyah, Windy Nadia
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12421

Abstract

Organisasi kemahasiswaan, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), berperan penting dalam pengembangan karakter mahasiswa melalui pembentukan nilai tanggung jawab, kepemimpinan, kedisiplinan, dan religiusitas. Dalam pendidikan kedokteran, penguatan karakter dan kompetensi non-akademik sejalan dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Budaya organisasi yang positif terbukti berkontribusi terhadap pembentukan karakter dan motivasi mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Organisasi Terhadap Perkembangan Karakter Mahasiswa Pengurus BEM Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Desain penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif, metode penelitian yang diambil adalah rancangan penelitian observasi analitik dengan desain penelitian potong lintang (cross-sectional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap perkembangan karakter mahasiswa pengurus BEM Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Budaya organisasi berkontribusi nyata dalam membentuk karakter disiplin, religius, kepemimpinan, dan tanggung jawab mahasiswa, sehingga tujuan umum penelitian untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap perkembangan karakter mahasiswa pengurus BEM FK UMI telah tercapai. Dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan karakter mahasiswa pengurus BEM Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, khususnya pada aspek disiplin, religius, kepemimpinan, dan tanggung jawab.
Co-Authors Abdi, Dian Amelia Adinda Putri, Tasya Aisyah, Windy N. Aisyah, Windy Nadia Alifya, Kafka Mutiara Amir, Suliati Amir, Suliati P Andi Millaty Halifah Dirgahayu Lantara Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin, Andi Tenri Sanna Aulia, Aulia Bahri, Miranda Ashari Bakri, Sri Intan Akmal Bamahry, Aryanti R Batariola, Nurfi Tarissyah Bima, Irmayanti Haidir Butang, Dwiputri Djaya Dahliah, Dahliah Damayanti, Fina Darussalam, Andi Husni Esa Daud, Nur Ramahdani Dewanty, Ashita Mary Dewi, Anna Sari Dwi Pratiwi Efendy, Annisa Al Adawiyah Fahruddin, Annisa Fauziy, Aqil Fendy Dwimartyono Fujiko, Masita G. Gunawan Gani, Azis Beru Ghassani Rivai, Andi Fauzan Hamsah, M. Hamzah, Pratiwi Nasir Handayani, Dewi Sri Hasbi, Berry Erida Ifu, Ahda Triani Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irna, Ade Irwan, Andi Alamanda Iskandar, Gina Isni Djanuaresty Jafar, Muh. Alfian Jaya, Gede Indra Juhamran, Reeny Purnamasari Kanang, Indah Lestari Daeng Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karina, Dhian M.Said , Masita Fujiko Maarif, Ahmad Safei Makmun, Armanto Mangarengi, Yusriani Mappaware, Nasruddin Andi Mappaware, Nasrudin Andi Masdipa, Andi Mokhtar, Shulhana Mulyadi, Farah Ekawati Nasaruddin , Hermiaty Nizam, Alyah Nasywa Alzena Nur, Muh Jabal Nurelly Noro Waspodo, Nurelly Noro Nurmadilla, Nesyana Nurulaisyah, Windy Pakaya, Nickyta S Pramono, Sigit Dwi Prema Hapsari Purnamasari, Reeny Putri, Andi Nur Afifah Maharani Putri, Rista Awanda Putri, Yolanda Salsabila Dwi Rambulangi, Ronaldo August Rasfayanah, Rasfayanah Safitri, Asrini Salsabila, Andi Hafidzah Qurani Samosir, Abdi Dwiyanto Putra Saputra, Muh Farhan Saputri, Deya Dwi Indah Sari, Nurul Adha Sodiqah, Yani Sommeng, Faisal Sri Irmandha K Sri Julyani Sri Vitayani Subhan, Waode Aqilla Putri Pratama Susilo, Wawan Swarga, Tirta Tahir, Akina Maulidhany Waskito, Farah Nadhilla Ramadhani Waspodo, Nurelly N. Yanti, Andi Kartini Eka Yasya, Ghina Saniyyah Putri