p-Index From 2021 - 2026
9.349
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Ekologi Kesehatan AL KAUNIYAH BERKALA SAINSTEK Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Buletin Plasma Nutfah Quagga BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan Jurnal Wasian Prosiding Seminar Biologi Gontor AGROTECH Science Journal Biota Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Jurnal Sumberdaya Hayati Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa PENA SAINS Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Pro-Life Indonesian Journal of Science and Education Jurnal Biodjati Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture BIOEDUSCIENCE Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Jurnal Mikologi Indonesia Justek : Jurnal Sains Dan Teknologi Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Biosel: Biologi Science and Education Jurnal Penelitian Kehutanan FALOAK Biota Jurnal Agercolere Science Education and Application Journal Jurnal Pembelajaran dan Biologi Nukleus Integrated Lab Journal EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi Konservasi Hayati Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Sciscitatio : Journal for Biological Science SIMBIOSA Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Jurnal Jeumpa BIOVALENTIA: Biological Research Journal Jurnal Wasian Makara Journal of Science SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Ilmu Kehutanan Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi Rumphius Pattimura Biological Journal Maximus: Journal of Biological and Life Sciences THE COMMERCIUM AGROLAND: The Agricultural Sciences Journal Journal of Biology Science and Education Indonesian Journal of Science and Education
Claim Missing Document
Check
Articles

DESKRIPSI MORFOLOGI BEBERAPA JAMUR DI LABORATORIUM LAPANG BIOLOGI, IPB UNIVERSITY Putri, Intan Anggraeni; Kusprianti, Ervina Ning; Ardhani, Nuzrina; Agra, Muhammad Arkouni; Putra, Ivan Permana
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i1.2120

Abstract

Laboratorium lapangan Departemen Biologi IPB University merupakan ekosistem hutan yang menjadi habitat bagi berbagai organisme, di antaranya jamur. Laboratorium lapangan biologi memiliki kondisi lingkungan yang sesuai bagi jamur, namun informasi morfologinya belum lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa jamur di lokasi tersebut guna menambah data keragaman jamur Indonesia. Penelitian dilakukan dengan jelajah oportunistik di lapangan, dan dilanjutkan dengan pengamatan karakter makroskopik dan mikroskopik di laboratorium. Kelima jamur tersebut dibuatkan deskripsi yang menjadi acuan identifikasi morfologi. Hasil identifikasi jamur mengkonfirmasi empat jenis jamur yaitu Schizophyllum commune, Marasmius sp., Gymnopilus sp., dan Gymnopus sp. yang hidup pada serasah hutan dan kayu lapuk. Hasil dokumentasi juga diunggah ke iNaturalist sebagai bentuk kontribusi terhadap pangkalan data makrofungi di Indonesia.
Eksplorasi Jamur Desa Tulung Agung, Lampung Timur dan Potensi Pemanfaatannya Sari, Okta Yulia; Mahardhika, Wahyu Aji; Afsari, Nadhila Mutia; Putra, Ivan Permana
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 24, No 2, Tahun 2022
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.24.2.105-119

Abstract

Mushrooms an be found in various places, such as litter, rotten wood, trees, and soil around residential areas. Tulung Agung Village in East Lampung Regency has various kinds of vegetation and several other abiotic factors that support the growth of mushroom. The study of mushroom’s exploration could elaborate the knowledge about mushroom diversity in resdential areas. This study aims to explore the types of mushrooms based on the description of their fruiting bodies from the residential location of Tulung Agung Village, District Pekalongan, East Lampung Regency, Lampung. The methods used were purposive sampling technique in a shady area or under the shade of a tree, documenting the mushroom fruiting bodies hat were found, and presenting mushrooms with fruiting bodies characters. After the exploration, 18 species from 14 genera of mushrooms were found, including Auricularia auricula-judae, Collybia sp., Conocybe sp., Daldinia sp., Gymnopilus sp., Marasmius sp., Marasmius haematocephalus, Mycena sp., Lepiota sp., Parasola sp., Pycnoporus sp., Trametes sp., Tremellodendron sp., and Xylaria sp. The various potentials of each type of mushrooms that were found are for food sources, traditional medicines, biodegradation of contaminants, sources of bioluminescence, and sources of various bioactive compounds. The Mushroom that were found need molecular identification to get the correct species so that the potential of Mushroom can be utilized optimally by residents based on more specific type information.
Potensi Pemanfaatan Kulat Tiong (Hygrocybe conica) dan Informasi Persebarannya di Indonesia Permana Putra, Ivan
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1725

Abstract

Hygrocybe conica atau yang dikenal dengan nama kulat tiung atau kulat tiong merupakan salah satu jamur edible yang dikonsumsi di Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk menyediakan informasi karakter jamur tersebut yang disertai gambar tubuh buah, potensi pemanfaatannya, dan informasi persebarannya di Indonesia. Eksplorasi jamur dilakukan dengan opportunictic sampling method dengan melibatkan beberapa penggiat jamur di Indonesia. Informasi terkait potensi pemanfaatan dan distribusi H.conica di Indonesia diperoleh melalui diskusi dengan masyarakat lokal dan referensi ilmiah yang tersedia. Jamur ini telah dilaporkan sebanyak 13 kali dari 9 propinsi di Indonesia. Namun sebagian besar laporan yang ada tanpa disertai dengan deskripsi karakter morfologi yang lengkap sehingga menjadi kurang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Jamur ini memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk kesehatan namun belum ditemukan adanya laporan upaya kultivasinya. Informasi pada penelitian ini berkontribusi untuk merapihkan data pencatatan kekayaan diversitas jamur dan potensi pemanfaatannya di Indonesia  
Ulasan: Beberapa Jamur Liar yang Berpotensi Menyebabkan Keracunan di Indonesia Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Pandit, I Gede Suranaya; Putra, Ivan Permana
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 18 No. 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v1i1.34781

Abstract

AbstrakJamur merupakan fungi dengan bentuk makroskopik yang terdistribusi pada berbagai relung ekologi. Pemanfaatan jamur sebagai bahan pangan dan medis telah dilakukan sejak lama di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun, karena secara morfologi tubuh buah jamur sering kali terlihat identik antara satu dengan lainnya, keracunan jamur menjadi resiko yang sering muncul. Hingga saat ini catatan keragaman, potensi pemanfaatan, dan informasi mengenai keracunan jamur liar di Indonesia masih sangat minim. Ulasan ini bertujuan untuk memberikan informasi beberapa jamur liar beracun (hasil penelitian penulis, diskusi dengan penggiat jamur, dan studi literatur) yang dilengkapi dengan deskripsi jamur sebagai media diseminasi ilmu mikologi. Sebanyak 11 kelompok jamur diuraikan pada tulisan ini yaitu Amanita spp., Chlorophyllum molybdites, Clarkeindat trachodes, Cantharocybe cf. virosa, dan Coprinus spp. Pada fase tua, Gymnopilus sp., Inocybe sp., Lepiota sp., Panaeolus sp., Podostroma cornu-damae, dan Scleroderma spp.Beberapa jamur tersebut telah dilaporkan menyebabkan keracunan hingga kematian di Indonesia. Sebagian besar kasus keracunan terjadi akibat kesalahan identifikasi beracun sebagai jamur edible. Namun, beberapa  genus jamur yang dilaporkan juga memiliki spesies yang bisa dikonsumsi pada jenis yang tepat atau umur tubuh buah. Identifikasi yang baik dan pengalaman saat merambah jamur liar merupakan salah satu cara untuk membedakan jamur liar beracun dan konsumsi.AbstractMushrooms are macroscopic forms of fungi that are distributed in various ecological niches. The utilization of mushrooms as food and medical ingredients has been done for a long time all over the world, including Indonesia. However, because morphologically the fruiting bodies of mushrooms often look identical to each other, mushroom poisoning is a risk that often arises. Until now, records of diversity, potential utilization, and information on wild mushroom poisoning in Indonesia are still minimal. This review aims to provide information on several poisonous wild mushrooms (the results of the author's research, discussions with mushroom activists, and literature studies) equipped with mushroom descriptions as a medium for disseminating mycological science. A total of 11 groups of fungi are described in this paper, namely Amanita spp., Chlorophyllum molybdites, Clarkeindat trachodes, Cantharocybe cf. virosa, and Coprinus spp. in the old phase, Gymnopilus sp., Inocybe sp., Lepiota sp., Panaeolus sp., Podostroma cornu-damae, and Scleroderma spp. Some of these fungi have been reported to cause poisoning and death in Indonesia. Most of the poisoning cases occurred due to misidentification of the poisonous mushrooms as edible mushrooms. However, some of the reported fungal genus mushrooms also have species that can be consumed at the right type or age of the fruiting body. Good identification and experience when foraging for wild mushrooms is one way to differentiate between poisonous and edible wild mushrooms.
Catatan Persebaran Russula cf. cyanoxantha di Hutan Kampus Institut Pertanian Bogor Putra, Ivan Permana; Haryadi, Silva Restiana; Nafsahan, Hury Khastina; Emillio, Guido Qais; Nuraeni, Siti Panesya; Anisyah, Fara Ayu; Khairani, Hafifatunil
EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi, dan Mikrobiologi Vol 8 No 1 (2023): Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Agriculture, Fisheries and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ekotonia.v8i1.4016

Abstract

Russula cyanoxantha is one of a group of ectomycorrhizal-forming mushrooms. This species has a main distribution in the four seasons region. Until now, there is limited information on the distribution and taxonomic studies of this species of mushroom in Indonesia. Therefore, this study aimed to add information on the morphological characteristics, taxonomy, and distribution of R. cyanoxantha in Indonesia. This study was conducted in the campus forest of IPB University. Fresh fruiting bodies were observed in the field and in the laboratory. The parameters observed were macroscopic and microscopic characters of the collected samples. The mushroom found had cap colored in shades of white, gray, and purplish. The lamellae are white to cream colored and adnate to the cap, cylindrical stipe. Spores are round to oval with ornaments in the form of small spines on their cell walls. The results of this study are expected to contribute towards the addition of data on Russula mushrooms in Indonesia.
Ophiocordyceps : Fungi Entomopatogen Penyebab Zombie Pada Serangga Putra, Ivan Permana
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.11152

Abstract

Ophiocordyceps is special type of entomopathogenic fungi which well known to infect insects and turning them into zombie. A total of 250 species have been described from its genus, and some are known to control their hosts, which are most notably ants. They are ubiquitous within tropical rain forests across the board, with few publication reports from temperate ecosystems. These fungal pathogens possess the capacity to manipulate host behaviour in order to increase their own fitness. These entomopathogenic fungi cause their hosts frezee to die in an exposed area on the abaxial surface of leaves or branches, which then enhancing the fungus spore production and dispersal. Despite the high diversity of fungi and insect with vast tropical forest as well as drugs potency from Ophiocordyceps, publication of Ophiocordyces was rarely reported from Indonesia. This review will explain the evolution of Ophiocordyceps-insect interaction, simbiont distribution, and zombie-insect formation mechanism, in order to induce zombie-insect research in Indonesia. 
BAURAN PROMOSI SENTRA KULINER GAJAH MADA SIDOARJO Putra, Ivan Permana; Setiadi, Tatak
The Commercium Vol. 8 No. 1 (2024): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v8i1.59328

Abstract

Promosi merupakan salah satu aktivitas penting dalam kegiatan pemasaran suatu pelaku usaha dengan menggunakan berbagai model kegiatan penyampain informasi serta bertujuan menambah jumlah penjualan. Hal serupa juga dilakukan oleh sentra kuliner Gajah Mada di bawah naungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Sidoarjo. Namun, masih ditemukan beberapa fenomena tarkait ativitas promosi pada sentra kuliner Gajah Mada berdasarkan wawancara, penelitian sebelumnya serta rekomendasi dari pihak Dinkopum Sidoarjo dan beberapa komite sentra kuliner Gajah Mada Sidoarjo seperti jumlah pengunjung yang dirasa masih sepi, menurunya omset para pedagang dibanding saat berjualan di jalanan dan promosi yang kurang optimal. Ditemukan hasil penelitian yakni sentra kuliner Gajah Mada Sidoarjo telah melakukan beberapa kegiatan bauran promosi antara lain, pembenahan pelayanan penjualan personal, event rest area, pengadaan live music, mengundang influencer, memanfaatkan media sosial, menerapkan diskon, penanganan isu jam dagang dan sanitasi, serta pemasangan baliho menu informatif. Adapun kendala dalam menjalankan aktivitas promosi yakni, kurangnya daya saing SDM sentra kuliner dalam pemasaran digital dan diskon, evaluasi jam dagang, terjadi penipuan dan belum adanya audit data secara kolektif satu sentra kuliner.
Aktivitas Mikofagi dari Kelas Agaricomycetes di Hutan Kampus Institut Pertanian Bogor, Indonesia Dianita, Ici; Syahbani, Noer; Putra, Ivan Permana
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 19 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jik.v19i2.16455

Abstract

Macrofungi are a nutraceutical food containing high protein, low fat, and are rich in minerals that play an important role in animal physiology, particularly as food supplements because of their distinctive aroma. This research aimed to provide information on the macroscopic and microscopic characters of several macrofungi from the Agaricomycetes consumed by animals, and to describe their antibacterial potentials. This research employed opportunistic sampling, mushroom identification and description, proximate analysis, and antibacterial assays. A total of seven mushrooms of the Agaricomycetes were described, namely Lentinus sajor-caju, Gymnopilus sp., Marasmius sp., Phallus indusiatus, Panus lecomtei, Termitomyces sp., and Schizophyllum commune. Lentinus sajor-caju had carbohydrate, fiber, protein, fat, ash, and moisture contents of 72.02%, 30.03%, 11.63%, 1.37%, 4.26 %, and 10.74%, respectively. The antibacterial assay of L. sajor-caju indicated that both 0.8 mg/ml and 1 mg/ml concentrations showed no significant difference in activity. However, both exhibited potent inhibitory effects against Candida albicans. Lentinus sajor-caju extract inhibited Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC) at a concentration of 5 mg/ml. In comparison, a dose of 0.8 mg/ml effectively suppressed the growth of Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). This current research provided a basic framework for future mycophagy analysis and bioprospection in Indonesia.
Identifikasi Fase Pertumbuhan Makroskopis dan Ciri Mikroskopis Jamur Leucoagaricus sp. Yahya, Chesa Devi Aksa; Utami, Faiza; Puteri, Maulia Nauly Syahlina; Gyanika, Azzahra; Ritonga, Ahmad Rahazi Pangulu; Mahardhika, Wahyu Aji; Putra, Ivan Permana
MAXIMUS: Journal of Biological and Life Sciences Vol. 3 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/maximus.v3i2.2441

Abstract

Indonesia, with its tropical climate, harbors a rich diversity of macroscopic fungi, including wild mushrooms that thrive in various regions, one of which is the Oil Palm Forest area of IPB University, Dramaga. This study aimed to identify the macroscopic growth stages and microscopic characteristics of Leucoagaricus sp. found in the Oil Palm Forest of IPB University, Dramaga. The species was observed to grow in a humid environment, exhibiting three distinct fruiting body growth stages with characteristic coloration corresponding to each stage, and microscopic features including septate hyphae and basidiospores. The development of Leucoagaricus sp. is influenced by environmental factors and ecological interactions. Furthermore, Leucoagaricus sp. possesses therapeutic potential as a natural antimicrobial and antioxidant. This study highlights the importance of conserving and exploring wild fungi as valuable biological resources.
Catatan Keberadaan dan Persebaran Cerioporus squamosus di Indonesia Putra, Ivan Permana
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.124

Abstract

Cerioporus squamosus adalah jamur liar yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan telah dibudidayakan di beberapa negara. Di alam, jamur ini umumnya tumbuh di kayu baik pada hutan ataupun daerah yang dekat dengan kegiatan manusia. Jamur ini jarang dilaporkan keberadaan dan persebarannya di Indonesia, dan sebagian besar publikasi yang ada masih mencantumkan identitas taksonomi yang belum diperbaharui. Selain itu, laporan yang ada seringkali tanpa disertai dengan deskripsi yang lengkap sehingga jamur ini menjadi kurang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk menyediakan informasi keberadaan C. squamosus yang ditemukan di Yogyakarta beserta deskripsi makroskopis, data persebaran lainnya di Indonesia, serta potensi pemanfaatannya. Hingga saat ini, jamur ini telah dilaporkan sebnyak 10 kali di Indonesia pada 9 lokasi yang berbeda. Informasi ini merapihkan data keragaman C. squamosus dan potensi pemanfaatannya di Indonesia.
Co-Authors Abdurrahman, Naufal Hafiz Abi Bakring Balyas Adilah Adawiah Afsari, Nadhila Mutia Agessty Ika Nurlita Agra, Muhammad Arkouni Aisyah Amalia, Nelly Saidah Amandita Lintang Rumondang Amelya, Mega Putri Anggun Sianipar Anisyah, Fara Ayu Ardhani, Nuzrina Arif Rahman Jabal Arina Tri Lunggani Arina Tri Lunggani Arini Ratnasari Ayu, Siti Maulyda Carey Chan Chan, Carey Chelsea Dame Natalia Cut Nelly Dede Heri Yuli Yanto Dede Heri Yuli YANTO Desimaria Panjaitan Dianita, Ici Dinda Rista Mufidah Efendi EFENDI Elis Nina Herliyana Emillio, Guido Qais Ervina Ning Kusprianti Ferry Augustinus Ferry Augustinus Ferry Augustinus Fidela Amadea Dyna Setyaji Frans Grovy Naibaho Gayuh Rahayu Gracia Christy Sitompul Gunawan, Mochammad Rizky Wangsadireja Gyanika, Azzahra Habibah Zam Zamia Hairil Akbar Haryadi, Silva Restiana Herjayanti, Nur I Gde Suranaya Pandit Iman Hidayat Indah Tasya Nabila Intan Anggraeni Putri ISRAWATI HARAHAP Jepri Agung Priyanto, Jepri Agung Juan Alvares Dagtonan Thamrin Juni Kasih Lombu Khairani, Dini Khairani, Hafifatunil Kristanto, Michael Aditya Kurniawati Purwaka Putri Kurniawati Purwaka Putri, Kurniawati Purwaka Kusprianti, Ervina Ning Lembah, Rocky Reviko T. Lilis Supratman Litta Zulvawati Ardi Lutfi Hanafi Mada Triandala Sibero Mada Triandala Sibero Made Jefry Dwi Dharma Mahardhika, Wahyu Aji Maherani, Vincentia Fenice Angger Mahreza Tadsa Mayra Mahtub Ikhsan Manap Trianto MARDIYAH, ERA Mayra, Mahreza Tadsa Mega Putri Amelya Mega Putri Amelya Mega Putri Amelya Mega Putri Amelya Mega Putri Amelya Methodius Digna Kurnia Mountara, Arieh Muhammad Aldi Nasrullah Muhammad Arkouni Agra Muhammad Sholeh Kurnianto Muhammad Usman Murung, Hari Gloria Riwut Teka Mutmainah, Cintami Dewi Nadiah Chalisya Nafsahan, Hury Khastina Nathasya Rizkyana Riyadi Naufal Hafiz Abdurrahman Naufal Hafizh Nugraha Nicho Nurdebyandaru NISA RACHMANIA MUBARIK Nita Noviyanti Nur Herjayanti Nuraeni, Siti Panesya Nurdiyanti, Meilisa Dwi Nurhakiki Nurhakiki Nurhayat, Oktan Dwi Nurulhaq, Muhammad Iqbal Nuzrina Ardhani Nuzrina Ardhani Oktan Dwi Nurhayat Oktan Dwi Nurhayat Oktan Dwi Nurhayat Oktan Dwi Nurhayat Oktan Dwi Nurhayat Oktan Dwi Nurhayat Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Puspitasari, Raditya Febri Puteri, Maulia Nauly Syahlina Putri, Adisti Nursifa Putri, Intan Anggraeni Putri, Nurlaila Putri, Savira Rahma Apriliya Rahayu Nurzakiah Rahmadi Sitompul Ramadhani, Raihan Retno Agnestisia Retno Murwani Rhama, Mega Dwi Rini Riffiani Risya Ayudya Fadilah Risya Ayudya Fadillah Rita Fitriani Ritonga, Ahmad Rahazi Pangulu Rocky Reviko T. Lembah Rudy Hermawan Rudy Hermawan Rudy Hermawan Rudy Hermawan Rudy Hermawan Rudy Hermawan Rudy Hermawan Rumondang, Amandita Lintang Saipul Sihotang Salman, Ali Bin Abithalib Santoso, Geitsha Zahira Shifa Sari, Okta Yulia Sedek Karepesina Sedek Karepesina Septina Veronica Septyani Amini Setiadi, Tatak Shara Nafisah Siagian, Silsilia Lolabella Severina Sibero, Mada Triandala Simanjuntak, Juniarto Gautama Sita Heris Anita Sita Heris Anita Sri Listiyowati Suharti, Asrie Syahbani, Noer Taridala, Sitti Aida Adha Tiara Aulia Dinindaputri Toemon, Agnes Immanuela Ulfa, Aulia Utami, Faiza Wahyu Aji Mahardhika Wahyu Aji Mahardhika Wahyu Aji Mahardhika Yahya, Chesa Devi Aksa Yunisaastari, Rachmi Zahira, Saffana Restu Zalfa Alfatinnisa Zulheri Noer