Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Coffee Grounds and Coconut Husk in Layered Filter Treatment for Efficiency Removal and Degradation Capacity of Pollution Parameters in North Aceh Waters Cut Meurah Nurul 'Akla; Arina Ruzanna; Anis Nugrahawati; Rahma Fitria; Rian Firdaus; Imanullah; Aldo Dermawan; Afif Tri Putra; Andi Saputra Simanjuntak; Ichsan Kamil Mandhay
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 8 No. 4 (2023)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i4.5105

Abstract

Polluted estuaries can result in oxygen depletion, accumulation of toxic substances and heavy metals, and become a source of pathogens that are threaten for cultivated aquatic biota and coastal tourists. This research aims to analyze 1) pollution index; 2) status of water pollution in Bangka Jaya and Tanoh Anoe Regencies; and 3) testing the level of effectiveness of Layered Filtered Treatment (LFT) using analysis of removal efficiency and degradation capacity on water quality. LTF is a filtration media that composed of coconut husk, membrane and coffee grounds made into briquettes, LFT used to filter polluted estuary waters. The pollution parameters analyzed at Bangka Jaya were nitrate, phosphate, Escherichia coli bacteria and ammonia, while the pollution parameters at Tanoh Anoe were heavy metals Pb and Cd. The research results showed that the pollution status of Bangka Jaya estuary (A1) and Bangka Jaya coastal waters (A2) are moderately polluted, with indices at stations A1, A2 and A3 respectively is 9.19; 8.42; and 8.42. Meanwhile, the water pollution status in Tanoh Anoe estuary are heavily polluted (station B1) and moderately polluted (station B2) with the pollution index at each station being 14.07 and 9.36. The conclusion of this research is that LFT has not been proven capable of removing and degrading the pollutant parameters nitrate, phosphate, E.coli bacteria and ammonia, however the LFT method has been proven capable of increasing dissolved oxygen, stabilizing sea acid, temperature and also water salinity. LFT has also been proven to be able to prevent ocean acidification with a degradation capacity percentage of 6.60%.
PENDAMPINGAN KEGIATAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI LINGKUNGAN POLSEK MEURAH MULIA Cut Rozana Sari; Ade Firmansyah Tanjung; Fadhliani Fadhliani; Septiarini Zuliati; Anis Nugrahawati; Sakral Hasby Puarada
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3658-3664

Abstract

Setiap warga negara mempunyai hak untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan bukan menjadi kekhawatiran terkait dengan kedaulatan atau ketersediaan pangan. Pemerintah harus mempunyai rencana untuk menjamin ketahanan, kemandirian, dan kecukupan pangannya sendiri dan meramalkan perubahan yang akan terjadi baik secara domestik maupun global. Pangan berkembang seiring dengan kesempatan dan pergantian peristiwa secara mekanis. Tujuan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Polsek Meurah Mulia di Kabupaten Aceh Utara adalah untuk meningkatkan produktivitas pekarangan dan pemanfaatan tanaman pangan, khususnya tanaman cabai dan brokoli. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2023. Alat yang digunakan adalah cangkul, garpu, gunting, dan polibag. Kegiatan P2L diikuti oleh anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara sehingga anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia dapat memahami teknik budidaya pertanian, khususnya tanaman cabai yang merupakan komoditas andalan Indonesia. Tahapan kegiatan meliputi (1) memberikan pemaparan tentang program P2L terhadap ketahanan pangan dan (2) memberikan demonstrasi dan pelatihan P2L. Peserta sangat antusias dan berperan aktif ketika mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengabdian. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi memanfaatkan lahan pekarangan menjadi pekarangan pangan lestari demi mewujudkan ketahanan pangan di masyarakat.