Claim Missing Document
Check
Articles

Perspektif Hukum Ekonomi Syari’ah Tentang Perjanjian Upah Borongan Pembangunan Syaripudin, Enceng Iip; Nurlailawati, Siti
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al-Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v4i1.819

Abstract

This study aims to analyze the perspective of sharia economic law on the practice of wholesale wage agreements in development, especially in the Tilawatil Quran Development Institute (LPTQ) of Garut Regency. The practice of wholesale wage agreements is a phenomenon that is still quite common in the community, but there has been no in-depth study of its conformity with the principles of sharia economic law. The research method used is a case study with a qualitative approach. Data collection was conducted through interviews, observations, and documentation studies. Primary data are obtained from parties involved in the practice of piecemeal agreements in LPTQ Garut, while secondary data comes from literature related to shari'ah economic law. The results of the study show that the practice of wholesale wage agreements for development at LPTQ Garut in general is in accordance with the principles of sharia economic law. The wages provided are considered fair and proportional based on mutual agreement. However, there are several aspects that need attention, such as ensuring work safety, paying wages on time, and transparency of information between the parties involved. Based on the analysis of maqashid shari'ah (the purpose of Islamic law), the practice of wholesale wage agreements in LPTQ Garut can provide maslahah (benefit) for the parties involved. However, efforts are needed to strengthen aspects of sharia compliance in order to create more comprehensive justice, balance, and benefit.  Keywords: Shari'ah Economics, Wage Agreement, Volume, Development
Tinjauan Hukum Islam Tentang Pemanfaatan Harta Waris Secara Bersama Syaripudin, Enceng Iip; Mubarok, Fahmi Farhan
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al-Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v4i1.906

Abstract

Inheritance is the right of every individual heir. Heirs are free to determine the use of the inheritance that is their share individually without having to be bound to other heirs. However, in practice in the Jati Village community there are inheritances that are used together. The purpose of this study is to see the mechanism of joint utilization of inheritance assets carried out by the people of Jati Village, Tarogong Kaler District, Garut Regency from an Islamic Law perspective. This research will focus on data from the field (field research) with a qualitative approach. Data is obtained through interviews, observations, and other supporting data related to the subject and object of research. The results of the study indicate that there are two practices of joint utilization of inheritance assets carried out by the Jati Village community, namely rotating rice fields and joint management of inheritance assets before they are distributed. This practice does not conflict with Islamic law. because it is carried out based on an agreement with the aim of maintaining the integrity and harmony of the family, as well as ensuring mutual welfare and in line with the principle of willingness and helping each other in goodness. However, it is better if this practice is carried out after the distribution of inheritance assets or at least each heir knows their share.  Keyword : Islamic law, property, inheritance
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Tentang Jual Beli Online dengan Metode Dropship di Aplikasi Tokopedia Syaripudin, Enceng Iip; Fathonih, Ah.; Quroni, Aqfa Fikril
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al-Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v4i1.942

Abstract

In Indonesia, the dropshipping sales system is growing rapidly. Dropshipping is a method where the seller (dropshipper) markets and sells products owned by another party without needing to stock the items. The dropshipper acts as a mediator between producers or suppliers, such as importers, and consumers. This study employs a descriptive qualitative method to depict the observed phenomena. Data were collected from verbal and written descriptions relevant to dropshipping practices. The findings reveal that the dropshipping mechanism is quite complex, with the potential for gharar elements between buyers and dropshippers. The contract used is an akad salam, where the buyer pays the dropshipper in advance, and the dropshipper then orders the item according to the buyer's request from the supplier. This system is permitted under Sharia law as long as the product specifications are clear and remain unchanged between the supplier and the dropshipper. For instance, dropshipping practices on the Tokopedia platform are considered not to affect the validity of the ba'i salam contract, provided that product specifications are transparent and understood by buyers.  Keywords: Islamic Law; Buying and Selling Online ; Dropship; Tokopedia Application;
Analisis Hukum Islam tentang Akad Endorsement Syaripudin, Enceng Iip; Laili Ahad, Tiara
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v1i1.119

Abstract

AbstrakPenjualan dalam bentuk Endorsement memang sudah semakin banyak dilakukan,namun hal ini membuat para klien dan penerima jasa endorse sebagian besar tidakberhati-hati dalam melakukan endorsment melalui hiburan virtual. Perumusanmasalah yang dibahas adalah mengenai Bagaimana Praktek Akad Endorsementdalam Hukum Islam dan Bagaimana Sistem Kerja Endorsement menurut HukumIslam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeksripsikan sebagaimanarumusan masalah yang telah di deskripsikan yaitu Praktek Akad Endorsement dalamHukum Islam dan Sistem Kerja Endorsement menurut Hukum Islam. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah Jenis metode penelitian kualitatif. Penelitiankualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan,menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh socialyang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatankuantitatif. Penelitian ini bersifat deksriptif analisis yaitu penelitian yang dilakukandengan menyajikan fakta lalu menganalisisnya secara sistematis sehingga lebihmudah dipahami dan disimpulkan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa, akadendorsment termasuk ke dalam akad ijarah dalam kaitan nya endorsement memilikisuatu ikatan kesepakatan akad, dalam ruang lingkup hukum Islam, dan terjadi suatuperjanjian antara dua orang yang telah memenuhi syarat untuk melakukan suatuperjanjian maka akan terjadi suatu akad yang sah yang meliputi praktek endorsementdalam perdagangan dan perpromosian suatu barang dan dalam kaitanya diperbolehkan oleh syariat Islam.Kata Kunci : Endorsment, Hukum Islam, Akad.
Akad Gadai Sawah Tanpa Batas Waktu persfektif Hukum Ekonomi Syariah Munir, Ridwan; Nurajijah, Rena; Syaripudin, Enceng Iip
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v1i1.124

Abstract

Abstrak Rahn adalah akad utang piutang antara rahin dan murtahin dengan jaminan barang bernilai jual sebagai penguat kedua belah pihak. Dalam Islam Rahn merupakan akad yang memiliki prinsip tolong menolong yang tidak mencari keuntungan. Terjadinya akad gadai tanpa ada batas waktu yang di lakukan masyarakat menarik untuk di teliti kejelasan hukumnya menurut hukum ekonomi syariah. Oleh karena itu tujuan daripada penulisan penelitian ini yaitu untuk mengetahui mengenai permasalahan: praktek gadai sawah tanpa batas waktu di Desa Cintarasa Kecamatan Samarang Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa praktek gadai sawah yang terjadi di Desa Cintarasa Kecamatan Samarang Garut dilakukan hanya secara lisan tidak disertai bukti tertulis, kemudian dalam akad tidak disebutkan sampai kapan gadai sawah tersebut. Jika dilihat dari rukun dan syarat sah nya akad maka akad gadai ini tidak sah. Dikarenakan akad yang terjadi cacat pada shigat akad, ketika Ijab qabul diucapkan tidak ada kejelasan kapan berakhirnya gadai tersebut. Karena tidak adanya jatuh tempo atau batas waktu berakhirnya gadai maka mengakibatkan gadai tersebut berlangsung bertahun-tahun, maka pihak rahin dengan leluasa menunda pembayaran utangnya dengan alasan kebutuhan yang lebih penting. Sehinggga pihak murtahin bebas tanpa ketentuan yang jelas memanfaatkan tanah sawah yang menjadi jaminan tanpa ada kejelasan yang pasti. Kata kunci: Akad Gadai, Hukum Ekonomi Syariah
Kajian Kategori Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syari'ah Syaripudin, Enceng Iip; Tri Putri , Mutiara
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v1i1.150

Abstract

Abstrak Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial yang disalurkan secara non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui prosedur akun elektronik yang hanya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di E-Warong (Elektronik Warong) dalam setiap bulannya, tetapi masih ada pendistribusian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang belum tepat sasaran, itu merupakan masalah yang perlu diteliti. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu, 1) Bagaimana kebijakan kategori penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), 2) Bagaimana perspektif kategori Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam Hukum Ekonomi Syari’ah. Adapun tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk menganalisis kebijakan kategori penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), 2) Untuk menganalisis perspektif kategori Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam Hukum Ekonomi Syari’ah. Jenis penelitian ini adalah adalah penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dari penelitian kepustakaan (library research), wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi kategori penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yaitu seseorang yang tergolong ke dalam kriteria fakir dan miskin. Dalam perspektif Hukum Ekonomi Syari’ah, penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) masih kurang efektif karena program bantuan ini masih kurang tepat sasaran dan masih ada masyarakat penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tidak bersikap jujur kepada pihak pemerintah bahwa masyarakat tersebut sudah mampu dan tidak layak untuk menerima bantuan tersebut.
Pengaruh Program BPNT Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Sindangsari Kecamatan Cigedug Syaripudin, Enceng Iip; Fikarudin, Wildan; Munir, Ridwan
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v1i1.167

Abstract

Abstrak Program Bantuan Non Tunai ialah upaya mereformasi progam subsidi rastra yang dilaksanakan berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran. Program ini ialah salah satustrategipemerintahmengatasi permasalahan kemiskinan yang mana diharapkan memberi dampak bagi peningkatan kesejahteraan dan kemampuan ekonomi penerima manfaat. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif regresi linear sederhana, data yang digunakan dalam studiini adalah data primer yaitu data hasil kuisioner dan wawancara. Riset ini menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik serta hipotesis dengan menggunakan Program Statistic Product and Service Solution (SPSS) versi 25.0. Berdasarkan pengujian, diketahui nilai Fhitung sebesar 98,656 pada sig 0,000, hal ini menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan, Harga dan Kualitas Produkberpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat yaitu Kepuasaan Masyarakat. Hipotesisini menjelaskan bawah mempunyai pengaruh secara simultan terhadap Kepuasaan Masyarakat diterima. Berdasarkan hasil analisis, riset ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pihak manajeman Advance Desa Sindangsari apabila ingin meningkatkan kepuasaan masyarakat. Kata kunci: BPNT, Kesejahteraan, Desa Sindangsari
Pendidikan Karakter Di Sekolah Dalam Al-Qur’an Kajian Atas Tafsir Al-Ibriz Dan Al-Misbah Sunarsa, Sasa; Iip Syaripudin, Enceng
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.6807

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa saat ini terjadi dekadensi moral, oleh karena itu pemerintah mencanangkan program pendidikan karakter untuk mengantisipasi krisis moral yang lebih serius. Pada pendidikan Islam, karakter merupakan salah satu bagian yang sangat diperhatikan dalam al-Qur'an. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan karakter yang sesuai dengan al-Qur'an mutlak dilakukan dalam kehidupan khususnya dalam bidang pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan karakter di sekolah dalam al-qur’an kajian atas tafsir al-ibriz dan al-misbah. Penelitian menggunakan pendekatan metode kualitatif berdasarkan penelitian lapangan, data penelitian dihimpun melalui observasi, wawancara, dokumentasi, analisis, reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan pendidikan karakter menurut Tafsir Al-Ibriz tetap relevan dengan pembinaan karakter generasi muda saat ini. Era modern yang dipenuhi dengan tantangan moral dan budaya membutuhkan landasan kuat berupa nilai-nilai etika dan kebajikan yang diajarkan oleh Tafsir Al-Ibriz. Adapun dalam kajian tafsir al-misbah bahwa nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam surat al-Ahzab ayat 21 meliputi: siddiq merupakan sebuah Kenyataan yang benar yang tercermin dalam perkataan, perbuatan atau tindakan, dan keadaan yang ada pada diri Rasul, amanah adalah sebuah kepercayaan yang harus diemban dalam mewujudkan sesuatu yang dilakukan dengan penah komitmen, kompeten, kerja keras, dan konsisten, fathanah adalah sebuah kecerdasan, kemahiran, atau penguasaan bidang tertentu yang mencakup kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, serta tabligh adalah sebuah upaya merealisasikan pesan atau misi tertentu yang dilakukan dengan pendekatan atau metode tertentu. Dari keempat nilai pendidikan karakter ini dapat memberikan kontribusi terhadap meningkatkan mutu lembaga pendidikan Islam.
Implementasi Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Yuliasari, Yustina; Iip Syaripudin, Enceng
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.7144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program moderasi beragama STAI Musaddadiyah Garut Indonesia melalui pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam). Lalu, tujuan lainnya adalah untuk mengetahui nilai-nilai moderasi beragama yang ada di STAI Musaddadiyah Garut Indonesia. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Lalu dalam penelitian ini menggunakan tahapan pendekatan studi deskriptif, dengan mengakses beberapa sumber data yang bersifat sekunder yang memuat literatur-literatur, buku, jurnal, karya tulis Ilmiah terkait data moderasi beragama di STAI Musaddadiyah Garut. Adapun hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa konsep moderasi beragama di STAI Al-Musaddadiyah Garut ini dapat disalurkan melalui proses penyampaian pembelajaran PAI. Upaya STAI al-Musaddadiyah dalam mengimplementasi program moderasi beragama dengan memperkaya literasi-literasi moderasi beragama, media sosial atau website, merealisasikan keaktifan mahasiswa dalam memperkaya produk literasi itu sendiri melalui karya tulis ilmiah seperti jurnal, skripsi, hingga tesis. Rasionalisasi implementasi moderasi beragama di STAI al-Musaddadiyah karena adanya faktor tantangan yang muncul dari pihak eksternal seperti kemajemukan masyarakat Indonesia. Adapun nilai moderasi beragama yang ditanamkan diantaranya sikap perdamaian, derajat persamaan Islam, tidak melakukan hal yang zalim, kepedulian, cinta dan kasih sayang terhadap seluruh makhluk.
Tinjauan Hukum Islam Pemanfaatan Tanah PT. KAI oleh Masyarakat Perspektif Maqashid Syariah dan Kesejahteraan Ekonomi Syaripudin, Enceng Iip; Mubarokah, Ismi Latifah
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v4i2.1200

Abstract

The utilization of land owned by PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) that is not being used as intended is still commonly found in various regions. This situation gives rise to numerous issues, both in terms of positive law and from the perspective of Islamic law. The aim of this research is to examine the mechanisms by which the community utilizes such land and to analyze it through the lens of maqashid shariah, economic welfare aspects, and the fundamental principles of Islamic law.The method used in this study is a qualitative approach with a literature review methodology. Data sources were obtained from various references, including national academic journals, undergraduate theses, books, and online articles accessed via Google Scholar.The findings reveal that the process of utilizing PT KAI land by the community involves several administrative steps, including the submission of a formal request letter, asset data verification, field surveys, lease contract signing, as well as payment and handover of the leased property.From the perspective of maqashid shariah, this utilization aligns with the five primary objectives of Islamic law: protection of religion, life, intellect, lineage, and property. Meanwhile, the analysis of economic welfare includes variables such as population, education, income, household consumption, employment, and housing and environmental conditions. In the view of Islamic law, this practice is analyzed based on principles such as tawhid (oneness of God), justice, consultation (shura), mutual assistance, equality, tolerance, and enjoining good while forbidding evil (amar ma’ruf nahi munkar). Therefore, the community’s use of PT KAI’s land assets should be comprehensively understood in order to achieve social justice, collective benefit (maslahah), and legal certainty. Keywords: Land utilization, maqashid shariah, economic welfare, Islamic law