Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pendampingan Teknis Pengelolaan Limbah Industri Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant dalam Mendukung Penyediaan Material Konstruksi Beton Ribowo, Anggarani Budi; Susanti, Junita Eka; Kurniawan, Rahmat; Dwiyana, Putri Ayu; Saputra, Cahyo Agung; Prayogi, Galih Rio; Fitriana, Indri Rahmandhani; Hayati, Julita; Mardika, M Gilang Indra; Aprilia, Ayu Sinta; Khanza, Ayu Kamila; Michael, Michael; Yudi, Ahmad; Nadi, Muhammad Abi Berkah; Wirawan, Nugraha Bintang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1232

Abstract

Industri Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant (AMP) berperan strategis dalam penyediaan material konstruksi, namun aktivitas operasionalnya menghasilkan limbah padat dan cair yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara optimal. Sebagai upaya mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Provinsi Lampung dengan fokus pada pendampingan identifikasi, pengolahan, dan pemanfaatan limbah industri sebagai bahan baku alternatif beton non-struktural ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan untuk mengidentifikasi jenis dan volume limbah, pengambilan sampel sludge beton, sisa agregat, serta debu produksi AMP, pengujian karakteristik fisik material di laboratorium, dan perancangan variasi campuran beton dengan substitusi sebagian agregat menggunakan material limbah yang telah melalui proses pengeringan dan pengayakan. Evaluasi dilakukan melalui pengujian kuat tekan beton pada beberapa variasi komposisi limbah. Hasil menunjukkan bahwa pada komposisi limbah 20%–30%, beton non-struktural mampu mencapai kuat tekan rata-rata 12,73 MPa dan masih memenuhi persyaratan teknis untuk aplikasi seperti paving block dan elemen pracetak ringan. Namun, pada komposisi 75%, kuat tekan menurun signifikan menjadi 5,85 MPa. Dengan ketersediaan limbah sekitar 1–2 ton per minggu, pemanfaatan optimal pada kisaran 20%–30% berpotensi mendukung produksi beton non-struktural berkelanjutan serta penerapan prinsip ekonomi sirkular di sektor konstruksi.
ANALISIS TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DAN PENDEKATAN ATP–WTP (STUDI KASUS: FEEDER LRT MUSI PALEMBANG) Khanza, Ayu Kamila; Michael, Michael; Elian Zhafira; Putri Ayu Dwiyana; Cahyo Agung Saputra; Tiorivaldi, Tiorivaldi
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 10 (2026): Nusantara Hasana Journal, March 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i10.2024

Abstract

The LRT Feeder is a supporting mode of transportation that connects areas not yet served by major transport systems to service hubs such as stations. This study aims to analyze the relationship between Vehicle Operating Costs (BOK), Ability to Pay (ATP), and Willingness to Pay (WTP) in determining the fare for the Musi Palembang LRT Feeder on Corridor II. A descriptive quantitative approach was used, with data collected through questionnaires distributed to 100 respondents. Calculations followed the guidelines of the Ministry of Transportation Regulation KM 251 Year 2022. The results show that the BOK is Rp616.64, ATP is Rp158.30, and WTP is Rp130.47. The fact that ATP is higher than WTP but still far below BOK indicates that users have the financial capacity to pay but are not yet able to fully cover operational costs, and their willingness to pay remains low. Determining an ideal fare should consider improving service quality or implementing subsidy interventions to bridge the cost gap and ensure service sustainability. Further research can examine an appropriate fare scheme for users.