Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pencegahan Kecacingan Melalui Pendampingan Pembiasaan Pola Hidup Bersih Sehat dan Pemeriksaan Kecacingan pada Anak-Anak Di SD Negeri 3 Konawe Selatan: Pencegahan Kecacingan Melalui Pendampingan Pembiasaan Pola Hidup Bersih Sehat dan Pemeriksaan Kecacingan pada Anak-Anak Di SD Negeri 3 Konawe Selatan Aulya, Muhammad Sultanul; Idris, Sri Aprilianti; Fusvita, Angriani; firdayanti, Firdayanti; Fusvita; Umar, Ani; Idris, Kemal; Wenty, Darmayanita
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6202

Abstract

Worm infections caused by Soil Transmitted Helminth (STH) are intestinal nematode worms which are transmitted through the soil in their life cycle. The various kinds of nematode class worms that are known are roundworms (Ascaris Lumbricoides), whipworms (Trichuris trichiura) and hookworms (Ancylostoma duodenale and Necator americanus). Worms have a very bad effect on health, in children worms will have an impact on learning disorders, decreased quality of intelligence and reduced nutritional intake. The aim of this community service activity is to provide socialization on the prevention of worms through assistance in getting used to a clean, healthy lifestyle and checking for worms among children at SD Negeri 3 Konawe selatan. The respondents in this activity were children at SD Negeri 3 Konawe selatan and 31 stool samples were obtained. The results of stool examination using the direct method on 31 children's stool samples did not find positive samples and 31 children's stool samples did not contain intestinal nematode worm eggs.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Concept Mapping Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik SD Inpres Tetebatu 1 Firdayanti, Firdayanti; Irfan, Muhammad; Tolla, Ismail
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 3 (2024): September - Desember 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.3.2024.4983

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah apakah penerapan model Pembelajaran Problem Based Learning berbasis concept mapping berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas V SD Inpres Tetebatu 1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis concept mapping di kelas V SD Inpres Tetebatu 1, menggambarkan keterampilan berpikir kritis peserta didik, serta mengetahui apakah model pembelajaran tersebut berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian terdiri dari 45 peserta didik kelas VA dan VB, dengan sampel sebanyak 22 siswa dari kelas VB yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis concept mapping berada pada kategori sangat baik, dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik berada pada kategori baik. Keterampilan berpikir kritis siswa setelah diberi perlakuan berada pada kategori baik dengan rata-rata nilai 67,22. Hasil analisis inferensial menggunakan paired sample t-test menunjukkan nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05, yang mengindikasikan bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis concept mapping berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas V SD Inpres Tetebatu 1.
Green Organizational Culture Sebagai Mediasi Kualitas Pelayanan dan Kinerja Tenaga Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien RSUD Di Sulawesi Selatan Latief, Mutmainnah; Hardi, Hardi; Firdayanti, Firdayanti; Putri, Resty Amalia
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.1930

Abstract

Persaingan rumah sakit di era globalisasi semakin ketat, dimana RSUD masih menghadapi kendala, seperti waktu tunggu lama, keterampilan komunikasi tenaga kesehatan yang terbatas, dan kurangnya kepedulian lingkungan. Green organizational culture diyakini dapat memperkuat hubungan kualitas pelayanan dan kinerja tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien, Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi peran green organizational culture sebagai mediasi pada pengaruh kualitas pelayanan dan kinerja nakes dalam meningkatkan kepuasan pasien RSUD di Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan metode survey cross-sectional dengan menerapkan structural equation modelling dengan pendekatan SEM-PLS. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh pasien rawat jalan di RSUD Sulawesi Selatan dimana pengambilan sampelnya menggunakan teknik cluster random sampling dengan sampel 350 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas pelayanan  green organizational culture (β = 0.177; p = 0.000), Kinerja nakes green organizational culture (β = 0.625; p = 0.000), Kualitas pelayanan,  kepuasan pasien (β = 0.225; p = 0.000), Kinerja nakes, Kepuasan pasien (β = 0.452; p = 0.000), Green organizational culture, Kepuasan pasien (β = 0.208; p = 0.004), Mediasi: Kualitas pelayanan, GOC, Kepuasan pasien (β = 0.037; p = 0.021), Kinerja nakes,  GOC,  Kepuasan pasien (β = 0.130; p = 0.005). Model menjelaskan 64,2% variabilitas kepuasan pasien (R² = 0.642). Kesimpulan bahwa terdapat kontribusi, pengaruh serta peran green organizational culture sebagai mediasi pada pengaruh kualitas pelayanan dan kinerja Nakes dalam meningkatkan kepuasan pasien RSUD di Sulawesi Selatan termasuk memperkuat pengaruh kualitas pelayanan dan kinerja tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien.
Pembuatan Teh Kombucha dengan Tambahan Tanaman Herbal sebagai Minuman Probiotik Kesehatan di Desa Soropia Idris, Sri Aprilianti; Pryangan, Wulandari; Karmilah, Karmilah; Firdayanti, Firdayanti; Fusvita, Angriani; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Wenty, Darmayanita; Susanti, Susanti; Zeptiano, Zeptiano; Dhea, Alisha
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2226

Abstract

Kombucha tea is the result of the fermentation of tea and sugar solution using Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY) which produces a drink with a fresh taste, distinctive aroma, and contains various bioactive compounds, such as organic acids, vitamins, and probiotics. The addition of herbal ingredients to kombucha tea, such as ginger, lemongrass, or mint leaves, can enhance the taste and improve health. Soropia Village as a coastal area has great potential in the development of products based on natural ingredients. However, limited knowledge and skills of the community in processing ingredients into value-added products remain a barrier. The purpose of community service is to increase knowledge and training to the community in Soropia Village on making kombucha tea with the addition of herbs as a health drink rich in probiotics. The methods used are socialization, education, training and evaluation. This activity was carried out in Soropia Village with the target group of the Soropia Village Family Welfare Movement (PKK). This training enables the community to know and understand how to make kombucha tea with the addition of herbal plants as a health drink that can be made into a product. The training and interviews following teh kombucha tea-making workshop demonstrated that all participants understood the material, with nearly 30 participants answering the questionnaire correctly. After the training, participants were able to independently make kombucha tea with ginger at home.ABSTRAKTeh kombucha merupakan hasil fermentasi larutan teh dan gula menggunakan Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY) yang menghasilkan minuman dengan cita rasa segar, beraroma khas, serta mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti asam organik, vitamin, dan probiotik. Penambahan bahan herbal pada teh kombucha, seperti jahe, serai, atau daun mint, dapat meningkatkan cita rasa sekaligus dapat meningkatkan kesehatan. Desa Soropia sebagai salah satu wilayah pesisir memiliki potensi besar dalam pengembangan produk berbasis bahan alami. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan menjadi produk bernilai tambah masih menjadi kendala. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan dan pelatihan kepada masyarakat di desa soropia tentang pembuatan teh kombucha dengan tambahan herbal  sebagai minuman kesehatan yang kaya probiotik. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, edukasi, pelatihan dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan di desa soropia dengan target kelompok PKK desa Soropia. Pelatihan ini membuat masyarakat dapat mengetahui dan memahami bagaimana cara pembuatan teh kombucha dengan tambahan tanaman herbal sebagai minuman kesehatan yang dapat dijadikan produk. Hasil pelatihan dan wawancara setelah dilakukan pengabdian pembuatan teh kombucha, seluruh peserta memahami materi yang diberikan dengan hasil jawaban hampir 30 peserta menjawab kuesioner dengan benar. Setelah pelatihan, peserta dapat membuat teh kombucha dengan tambahan jahe secara mandiri dirumah.
PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI MELALUI KELAS PERSIAPAN PERNIKAHAN DAN PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI PADA KELOMPOK REMAJA AKHIR Firdayanti, Firdayanti; Taherong, Ferawati; Alza, Nurfaizah; Andryani, Zelna Yuni; Kautzar, Anieq Mumthi’ah Al; Diarfah, A. Dian
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21826

Abstract

Abstrak: Pernikahan dini merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi pada remaja dengan kejadian yang masih tinggi yaitu pada usia kurang dari 19 tahun pada tahun 2020 sebanyak 21,84% dan mulai lagi mengalami peningkatan pada masa pandemi covid-19. Tujuan kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan kepada remaja terkait kesiapan pernikahan dalam aspek islam, pendewasaan usia pernikahan dan peduli terhadap kesehatan reproduksi sekaligus membentuk kelas persiapan pernikahan dini dan peduli kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan adalah ceramah tanya jawab dan diskusi secara ofline dan online. Jumlah sasaran pada kegiatan ini adalah 17 orang. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan pengetahuan remaja antara sebelum dan setelah pemberian materi dengan dengan perubahan rata-rata 10,00 serta terbentuknya kelas persiapan pernikahan dini dan peduli kesehatan reproduksi yang akan menjadi konselor sebaya bagi remaja lainnya yang diketuai oleh bidan koordinator Puskesmas Rappocini disertai pendampingan dari tim pengabdian masyarakat.Abstract: Early marriage is one of the reproductive health problems in adolescents with a still high incidence, namely at the age of less than 19 years in 2020 at 21.84%, which began to increase again during the COVID-19 pandemic. The aim of this service activity is to increase knowledge among teenagers regarding marriage readiness in Islamic aspects, maturing the age of marriage, and caring for reproductive health, as well as forming early marriage preparation classes and caring for reproductive health. The methods used are question-and-answer lectures and offline and online discussions. The number of targets for this activity was 17 people. The results obtained were an increase in teenagers' knowledge between before and after giving the material, with an average change of 10.00 as well as the formation of an early marriage preparation and reproductive health care class which will become peer counselors for other teenagers, headed by the Rappocini Community Health Center coordinator midwife accompanied by assistance from community service team.
OPTIMALISASI PERAN IBU DALAM PEMBERIAN PIJAT BAYI TERHADAP TUMBUH KEMBANG BAYI Andryani, Zelna Yuni; Firdayanti, Firdayanti; Hidayah, Nurul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28165

Abstract

Abstrak: Optimalisasi pertumbuhan dan perkembagan pada bayi selain mengonsumsi nutrisi yang baik, perlu adanya bantuan rangsangan stimulasi dengan pijat bayi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam pemberian pijat bayi di kelurahan Kalase’rena. Metode dalam pengabdian ini menggunakan pendekatan Community Based Participatory Research (CBPR), yaitu berupa pendekatan dan pendampingan secara langsung mengenai pemberian pijat bayi pada ibu, sebagai upaya dalam menstimulasi tumbuh kembang, peserta sebayak 30 ibu yang memiliki bayi. Evaluasi dilakukan dengan pengukuran pengetahuan dan perilaku ibu tentang pemberian pijat bayi dan tumbuh kembang bayi, kemudian dilakukan pengukuran berat badan, panjang badan dan LILA bayi sebelum dan setelah tindakan. Hasil dari kegiatan ini di dapatkan pengetahuan ibu memiliki nilai pre-tes 40% dan post-tes 100%, perilaku ibu pre-tes 73,3% dan post-tes 80. Kemudian berat badan, panjang badan dan LILA bayi juga menunjukan perbedaan sebelum dan sesudah diberikan pijat bayi. Pemberian Pijat bayi yang dilakukan oleh ibu sendiri efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.Abstract: Optimizing growth and development in babies, apart from consuming good nutrition, requires assistance with stimulation with baby massage. This service aims to increase mothers' knowledge and skills in providing baby massage in the Kalase'rena sub-district. The method in this service uses a Community-Based Participatory Research (CBPR) approach, namely in the form of a direct approach and assistance regarding giving baby massage to mothers, to stimulate growth and development, participants as young as 30 mothers who have babies. The evaluation was done by measuring the mother's knowledge and behavior regarding giving the baby a massage and the baby's growth and development, then measuring the baby's weight, body length, and LILA before and after the procedure. This activity showed that the mother had a pre-test score of 40% and a post-test of 100%, the mother's pre-test behavior was 73.3% and the post-test was 80. Then the baby's weight, body length, and LILA also showed differences before and after giving the baby a massage. Giving baby massage by the mother herself is effective in increasing the child's growth and development optimally.
Midwifery Care Management for Pregnant Women in Mrs. “R” Gestation 20-22 Weeks With Mild Anemia At Mamajang Health Center, June 07- august 2, 2024 Yayu, Sriwahyuni; Firdayanti, Firdayanti; Taherong, Ferawati; Diarfah , Andi Dian; Andryani, Zelna Yuni
Jurnal Midwifery Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v8i1.56691

Abstract

Introduction Mild anemia in pregnant women with Hb ≥11 Gr/dl The impact of mild anemia can be moderate to severe anemia in pregnancy, can be fatal if not immediately addressed such as causing miscarriage, premature labor, uterine inertia, prolonged labor, uterine atony, and bleeding and shock. The World Health Organization (WHO) states that globally the prevalence of pregnant women who experience anemia is 83.2% while in Southeast Asia the prevalence is 97.8%. This shows that the prevalence of anemia in Southeast Asia exceeds the global prevalence value. From the data above, it indicates that anemia in pregnant women is one of the important risk factors in health. Research Methods This study aims to implement midwifery care for pregnant women in Mrs. "R" with mild anemia based on midwifery care management. The method applied in this study is using the 7-step Varney analysis. Case Study Results Mrs. "R" With mild anemia for 8 weeks, anamnesis was conducted through interviews by asking about patient complaints, monitoring vital signs, supporting Hb examinations and taking care measures by advising the mother to maintain adequate diet and rest and recommending routine consumption of iron tablets during pregnancy. The conclusion of the case study of Mrs. "R" was a visit at 8 weeks, the results showed that the mother's condition was good, with no dizziness, vital signs within normal limits and Hb within normal limits where previously 9.3 Gr / dl became 11.9 Gr / dl and no potential problems occurred. So in the documentation that has been done on Mrs. "R" there is no theoretical gap.    
Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Nn. “A” dengan obesitas di SMA Negeri 10 Gowa Tahun 2025 Afrianisa, Nurul; Firdayanti, Firdayanti; Saleha, Sitti; Alkautzar, Anieq Mumthi’ah
Jurnal Midwifery Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v8i1.64408

Abstract

Adolescence is also a transitional age from childhood to adulthood, where at that age many changes are felt by teenagers searching for their identity by following the current trends and lifestyles of the current era. In Indonesia, the prevalence of childhood obesity based on body mass index (BMI/U) and age ratio in children aged 5–12 years increased from 8.8% (Riskesdas, 2013) to 9.2% (Riskesdas, 2018). The prevalence of obesity and overweight among adolescents aged 16 to 18 years also increased from 1.6% to 4.0% and from 5.7% to 9.5%, respectively. Obesity in adolescents is caused by many factors: lack of physical activity, unbalanced diet, excessive intake of macronutrients, frequent consumption of fast food, a history of obesity in parents, and the habit of skipping breakfast.This research paper aims to carry out Midwifery Care Management for Adolescent Ms. "A" with obesity at State Senior High School 10 Gowa from May 5 to June 23, 2025 using Varney's 7-step midwifery care management approach and documentation of the SOAP form.The results obtained by the Adolescent Midwifery Care Management Ms. "A" with obesity, the client complained of difficulty in carrying out activities due to being overweight and also easily tired during activities, and had a habit of eating excessive portions and not exercising. After eight weeks of care, the physical condition was good, not easily tired, vital signs were within normal limits, and weight loss was seen as the client began to regulate food portions and exercise every day.Conclusion and case study of 7-step Varney and SOAP care management, namely from the first visit to the eighth visit there were no complications, and the weight of Ms. "A" decreased to 53 kg and BMI 22.1 kg/m2, there was no gap between theory and the case of Ms. "A".