Claim Missing Document
Check
Articles

Rhetorical Strategies in Political Campaign Banners: Language Use in the 2024 Election in Pekanbaru City Perizga, Andiana; Nurhaliza; Charlina, Charlina; Deani, Amira; Putri, Ghina’a Jayanthi; Wahyudin, Syabrina
GERAM Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.25332

Abstract

This study aims to analyze the rhetorical strategies employed in campaign banners of legislative candidates in the 2024 General Election in Pekanbaru City using the Aristotelian rhetorical framework of ethos, pathos, and logos. The study adopts a qualitative approach with a descriptive method based on textual analysis of the verbal and visual messages contained in campaign banners. Data were collected through stratified purposive sampling and analyzed to identify the forms, dominant tendencies, and implications of rhetorical strategy use in visual-based political campaigning. The findings indicate that ethos is the most dominant rhetorical strategy. Candidates’ credibility is constructed through the emphasis on personal identity, political track records, social and local affiliation, religious legitimacy, and narratives of integrity and leadership responsibility. Pathos functions as a supporting strategy manifested through political promises, personal and religious appeals, as well as creative humor to establish emotional closeness with voters. Meanwhile, logos appears in a limited and simplified form, primarily through references to technocratic capacity and institutional functions, indicating the existence of rational constraints inherent in campaign banners as static visual media. This study concludes that the ethos–pathos–logos hierarchy in campaign banners is contextual and shaped by media characteristics as well as the social configuration of the local community.
PENGGUNAAN IDIOM PADA RUBRIK OLAHRAGA KORAN RIAU POS Tsania, Dzahira; Charlina, Charlina; Sinaga, Mangatur
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk idiom dan makna idiomatik yang digunakan dalam rubrik olahraga koran Riau Pos. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa idiom-idiom yang terdapat dalam rubrik olahraga Riau Pos edisi Mei 2024, yang diperoleh melalui teknik baca dan catat. Peneliti menyimak secara cermat isi teks berita olahraga dan mencatat ungkapan yang teridentifikasi sebagai idiom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat idiom penuh dan idiom sebagian berdasarkan teori Chaer, serta idiom yang dikategorikan menurut unsur pembentuknya, seperti bagian tubuh, warna, benda alam, tumbuhan, binatang, dan bilangan. Penggunaan idiom dalam rubrik olahraga ini berfungsi untuk memperkuat ekspresi, memperindah gaya bahasa, dan menyampaikan makna kiasan secara efektif, sehingga menjadi salah satu strategi bahasa jurnalistik dalam membangun daya tarik dan emosi pembaca.
SISTEM SAPAAN BAHASA MELAYU RIAU SUBDIALEK KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI UNIVERSITAS RIAU Jana, Naja Suhratul; Charlina, Charlina; Sinaga, Mangatur
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1003

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem sapaan kekerabatan dan nonkekerabatan Bahasa Melayu Riau subdialek Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan masyarakat dalam bentuk sapaan. Sumber data yaitu masyarakat yang berada di Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh adanya sapaan kekerabatan dan sapaan nonkekerabatan. Data yang penulis temukan ada sebanyak 79 data mengenai tentang sistem sapaan di Kecamatan Gunung Toar. Terdiri dari sistem sapaan kekerabatan terdiri dari kekerabatan berdasarkan keturunan/ keluarga inti dan sistem sapaan berdasarkan hubungan perkawinan. Dan sistem sapaan nonkekerabatan terdiri dari sapaan adat, sapaan agama dan sapaan berdasarkan usia.
KESANTUNAN BERBAHASA GURU DAN SISWA PADA KEGIATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI.A1 SMA NEGERI 9 PEKANBARU Shabilla, Rihan Naya; Sinaga, Mangatur; Charlina, Charlina
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1016

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pematuhan kesantunan berbahasa guru dan siswa kelas XI.A1 SMA Negeri 9 Pekanbaru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa yang mematuhi kesantunan berbahasa. Sumber data penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI.A1 dan siswa-siswi kelas XI.A1 SMA Negeri 9 Pekanbaru. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik rekam, teknik simak, dan teknik catat. Peneliti akan merekam percakapan selama proses pembelajaran, peneliti menyimak dengan seksama seluruh tuturan guru dan siswa yang ada dalam rekaman dan mencatat tuturan guru dan siswa yang teridentifikasi pematuhan maksim kesantunan berbahasa. Hasil penelitian ini adalah ditemukan sebanyak 26 tuturan guru yang mematuhi 6 maskim, yaitu makim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. Ditemukan 9 tuturan siswa ketika berinteraksi kepada guru yang mematuhi 3 maksim kesantunan berbahasa yaitu, maksim kebijaksanaan, maksim kerendahan hati, dan maksim kesepakatan. Sedangkan ditemukan juga 19 tuturan siswa ketika berinteraksi sesame siswa yang mematuhi 6 maksim kesantunan berbahasa. Tuturan guru dominasi mematuhi maksim kebijaksanaan, sedangkan siswa dominasi mematuhi maksim kesepakatan dan maksim kerendahan hati.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN MASYARAKAT JORONG PASAR BARU CUPAK KABUPATEN SOLOK Yeniza, Ilma Putri; Charlina, Charlina; Mustika, Tria Putri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1109

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan fungsi implikatur percakapan pada percakapan masyarakat Jorong Pasar Baru Cupak, Kabupaten Solok. Fokus pada peneilitian ini adalah percakapan sehari-hari masyarakat Jorong Pasar Baru Cupak yang melibatkan berbagai konteks sosial, seperti interaksi antartetangga dan percakapan dalam lingkungan sekitar yang sering kali melanggar prinsip percakapan dan bagaimana implikatur digunakan sebagai sarana untuk menjaga kesantunan dalam interaksi sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik rekam, simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Jorong Pasar Baru Cupak menggunakan empat bentuk dan lima fungsi implikatur percakapan. Bentuk dan fungsi implikatur percakapan yang paling banyak digunakan yaitu bentuk interogatif dan fungsi direktif, sedangkan yang paling sedikit digunakan yaitu bentuk deklaratif dan fungsi deklaratif.
DEIKSIS SOSIAL PADA FILM PARIBAN: IDOLA DARI TANAH JAWA Silitonga, Rut Helmina; Charlina, Charlina; Sinaga, Mangatur
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1119

Abstract

Film Pariban: Idola dari Tanah Jawa merefleksikan perbenturan budaya urban (Jakarta) dan adat (Batak) melalui pilihan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) bentuk dan (2) fungsi deiksis sosial yang digunakan para tokoh dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data berupa 276 tuturan deiksis sosial (berdasarkan skripsimu) dianalisis menggunakan kerangka analisis bentuk dan fungsi. Hasil penelitian menemukan enam bentuk deiksis sosial: (1) Relasional Sapaan Hormat, (2) Relasional Honorifik Adat (3) Relasional Gelar, (4) Relasional Pronomina Persona, (5) Relasional Tingkat Formalitas, dan (6) Bentuk Absolut. Selanjutnya, ditemukan tiga fungsi utama dari bentuk-bentuk tersebut, yaitu: (1) Fungsi Perbedaan Status Sosial, (2) Fungsi Mengatur Kesopanan dan Formalitas, dan (3) Fungsi Sikap Sosial Sesuai Norma Budaya. Temuan ini menyimpulkan bahwa deiksis sosial (seperti "Gue/Lo" vs. "Tulang/Pariban") adalah elemen naratif kunci yang digunakan untuk merefleksikan konflik, identitas sosial, dan adaptasi budaya dalam film.
KRITIK SOSIAL DALAM FILM BALADA SEPASANG KEKASIH GILA KARYA HAN GAGAS Cahyani, Septia Riska; Sinaga, Mangatur; Charlina, Charlina
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial dalam film Balada Sepasang Kekasih Gila karya Han Gagas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi untuk mengkaji data yang bersumber dari film berdurasi 1 jam 30 menit yang dirilis pada tahun 2021. Data penelitian terdiri atas 27 temuan yang diklasifikasikan ke dalam delapan kategori kritik sosial, yaitu masalah ekonomi, politik, hukum dan ketidakadilan, moral, agama, kriminalitas, gender, serta pelacuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini menampilkan representasi persoalan sosial yang kompleks dan beragam dalam kehidupan masyarakat, khususnya melalui pengalaman tokoh utama dalam menghadapi ketimpangan sosial, penindasan, dan stigma sosial. Oleh karena itu, film Balada Sepasang Kekasih Gila dapat dipandang sebagai karya yang menyuarakan kritik terhadap realitas sosial di Indonesia.
Co-Authors Abdul Razak Adriansyah Adriansyah Agi, Sutrisno Alim, Jesi Amri, Atiqoh Rosari Anah Mutaslimah, Anah Andhi, Rahmat Rizal Annisa Rahmi, Annisa Arza Aibonotika Aulia, Niken Ayu, Rahmatika Sari Azaky, Andri Burhanuddin, Dudung Cahyani, Septia Riska Cici Oktaviani Darmawan, Tengku Hamid Deani, Amira Desnita, Deni Dewi, Hepta Pracipta Dian Ayu Novitasari, Dian Ayu Dudung Burhanudin, Dudung Elmustian, Elmustian Eriyani, Desta Erlisnawati Erlisnawati Fadila, Nazhifa Filma Alia Sari Fitrah Fitrah, Fitrah Gustimal Witri Hadi Rumadi Hadriana Hadriana Hasminur, Hasminur Hasnah Faizah AR Hermandra, Hermandra Indah Fauziah Isjoni Isjoni Jamil, Redovan Jana, Naja Suhratul Julia, Sandra Juliana, S., Juliana Karina, Agidia Kresmanitalia, Kresmanitalia Lestari, Afdhal Lindayanti, Cucu M. Nur Mustafa Mangatur Sinaga Mangatur Sinaga Sinaga, Mangatur Sinaga Maria, Desri Ida Maryam Kasnaria, Maryam Masita, Masita Melani, Endah Miftahul Jannah Muhammad Fajri Muhammad Fendrik Muhammad Zulfadhli, Muhammad Mulyani, Eva Mulyani, Eva Astuti Nabila, Nabila Naila Fauza Nana Rahayu, Nana Nelsa, Widya Neni Hermita Ningsih, Silvina Ati Nirindra, Nia Nofita Sari, Dwi Sapta Elsa Nofitasari, Elva Nurhaliza Nurhikmah Nurhikmah Nurmiyanti, Nurmiyanti Oki Rasdana Okta Hari Mulya, Okta Hari Oktanur, Ory Dwi Perizga, Andiana Purnawati, Mega Putri Mustika, Tria Putri, Ghina’a Jayanthi Ria Novianti Rifqa Gusmida Syahrun Barokah Safitri, Amaliah Saputri, Karin Sarah, Nurmalia Sari, Dwi Sapta Elsa Nofita Sari, Tiara Yuyun Septyanti, Elvrin Setiawati, Sonia Shabilla, Rihan Naya Shintia Minandar, Shintia Sholihah, Dwi Mar’atus Sidik, Ilham Silitonga, Rut Helmina Simanjuntak, Juliana Sinanga, Mangatur Situmorang, Netti Yuliana Sri Marlina, Sri Sukrisno, Sukrisno SUMIYATI SUMIYATI Suroyo Suroyo Syafriafdi, Non Syafrial Syafrial Syamsiar, Syamsiar Tria Putri Mustika, Tria Putri Tsania, Dzahira Ventrina, Relwi Vitasari, Wulan Wahyudin, Syabrina Widiastuti, Rahma Wirna, Yurmai Wiwik Lianiska, Wiwik Wulandari, Utari Yanthi, Erlina Yuli Yeniza, Ilma Putri Yohani, A.M. Yonaldi, Deyon Afri Yulia, Melan Zaimarni, Silvia Zaini, Nadia Zetra Hainul Putra Zulhafizh, Zulhafizh Zulhaini, Zulhaini