Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PELATIHAN DESAIN BATIK DENGAN MOTIF KREASI MINANGKABAU UNTUK GURU SD SE- GUGUS III KECAMATAN TILATANG KAMANG KABUPATEN AGAM Trisnawati, Desi; Hendra, Hendra; Ranelis, Ranelis; Fajri, M; Apriadi, Muhammad
Batoboh Vol 1, No 1 (2016): Batoboh -Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v1i1.138

Abstract

 Dewasa ini perhatian pemerintah terhadap pentingnya pendidikan seni daridini sebagai langkah awal membentuk karakter bangsa sudah mulai terasa. Berbagai kegiatan dan lomba di bidang seni rutin dilaksanakan guna menjaring bakat bakat seni yang ada di diri anak mulai dari tingkat SD, SMP dan SMU sederajad.Namun sayangnya perhatian itu tidak disertai dengan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia yaitu para guru yang menjadi ujung tombak pendidik dan sekaligus pembimbing anak anak tersebut di sekolah.Banyak diantara guru kesenian di sekolah memiliki kompetensi terbatas dalam bidang seni yang ditujukan. Hal kini tentunya akan membuat potensi atau bakat seni yang ada di siswa didik tak bisa diasah secara optimal karena keterbatasan kemampuan dari tenaga guru yang ada. Kondisi ini yang terjadi pada siswa SD di gugus III Kecamatan Tilatang Kamang, dimana guru kesenian yang ada disana tidak ada yang memiliki latar belakang pendidikan seni rupa. Hasilnya setiap ada perlombaan siswa dibidang seni rupa, mereka selalu gagal untuk lolos ditingkat kecamatan. . Dengan kegiatan pelatihan desain batik ini, diharapkan para guru bisa mentransfer pengetahuan dan pengalaman yang didapatkannya kepada siswa didik. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa metode dari presentasi dan diskusi kelas yang diadakan untuk mengetahui sejauhmana pemahaman dan pengetahuan para guru dibidang desain. Selanjutnya akan diadakan praktek mendesain dengan berpedoman kepada beberapa contoh yang diberikan. Selama kegiatan para guru bisa mendapatkan pengetahuan dan juga pelatihan bagaimana mendesain dan mewarnai suatu desain dengan peralatan dan teknik yang tepat.Dari hasil kegiatan ini diharapkan siswa SD se gugus III akan memiliki prestasi lebih di bidang seni rupa terutama perlombaan desain batik yang menjadi fokus kegiatan ini. Setelah selesainya kegiatan ini, akan dibuatkan laporan dan dipublikasikan dalam bentuk jurnal ilmiah yang bisa menjadi referensi dalam bidang pengembangan desain batik.
PELATIHAN MEMBUAT TAS MAKRAME BAGI REMAJA PUTUS SEKOLAH DI UPTD BINA HARAPAN REMAJA KOTA PADANG PANJANG Trisnawati, Desi; Ranelis, Ranelis; Wendra, Wendra; Prasilia, Lucy; Ediantes, Ediantes
Batoboh Vol 3, No 2 (2018): BATOBOH : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v3i2.525

Abstract

Makrame adalah kerajinan dalam bentuk simpul tali. Simpul tali ini bermacam-macam seperti simpul pipih, kordon, kordon berganda dan simpul rantai. Kerajinan tangan yang dapat dibuat menggunakan teknik makrame berupa; tas, dompet, asesoris, fashion, dan penghias interior tekstil. Di Sumatera Barat khususnya di Padangpanjang, teknik makrame ini belum banyak dikenal. Untuk memperkenalkan teknik makrame kepada masyarakat dilakukan pelatihan bagi remaja putri putus sekolah di UPTD Dinas Sosial Bina Remaja Harapan Kota Padangpanjang. Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat jiwa usaha bagi remaja putri dengan kemampuan atau skill yang mereka dapatkan setelah dilakukan pelatihan ini. Pelatihan ini dilakukan dengan beberapa metode antara lain; penyampaian materi dasar tentang kerajinan makrame dengan cara persentasi dan diskus dilanjutkan dengan praktek berbagai macam simpul makrame sebagai dasar untuk membuat produk dengan teknik makrame
Diversifikasi Kerajinan Gerabah Tradisional Andaleh Menjadi Produk Cendramata Khas Minangkabau Berbasis Kearifan Lokal Ferawati, Ferawati; Harissman, Harissman; Ananta, Aryoni; Irawan, Indra; Trisnawati, Desi
Batoboh Vol 10, No 1 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i1.4872

Abstract

Diversifikasi produk gerabah tradisional andaleh dari produk fungsional menjadi produk estetik merupakan upaya memajukan kerajinan gerabah tradisional Andaleh. Kerajinan yang sudah berumur puluhan tahun tersebut masih tetap eksis walaupun adanya penurunan dari segi omzet pengrajin. Gerabah tradisional yang biasanya digunakan sebagai periuk tersebut dijual dengan harga yang murah dan tentunya sangat merugikan bagi pengrajin. Oleh karena itu perlu ada upaya untuk meningkatkan nilai guna dari gerabah tersebut agar nilai jualnya juga meningkat. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual produk gerabah tradisional Andaleh. Produk gerabah tersebut didekorasi dengan menarik sehingga kemudian bisa menjadi hiasan. Gerabah didekorasi dengan motif batik Minangkabau dengan pengaplikasian motif menggunakan canting batik. Hal ini bertujuan agar karakter batik dari motif yang dihasilkan nampak. Produk gerabah tersebut juga akan menjadi lebih menarik setelah dilakukan proses finishing. Proses mencanting dilakukan langsung di permukaan gerabah untuk kemudian dilakukan dfinishing. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan pengrajin gerabah tradisional Andaleh. Hal ini bertujuan untuk membuka wawasan dan pola fikir pengrajin guna meningkatkan taraf hidupnya. Produk gerabah ini nantinya bisa dijual melalui objek wisata yang ada dan menjadi produk unggulan daerah. Lebih lanjut kegiatan ini akan meningkatkan taraf hidup pengrajin.
Pelatihan Membatik Untuk Pembentukan Karakter Santri Di Pesantren Thawalib Gunuang Kota Padangpanjang Trisnawati, Desi; Hendra, Hendra; Sumadi, Sumadi; Ferawati, Ferawati; Sundari, Sri
Batoboh Vol 10, No 1 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i1.4828

Abstract

Pondok pesantren Thawalib Gunuang merupakan salah satu merupakan salah satu pondok pesantren yang mewajibkan santrinya untuk memiliki kompetensi seni sebagai wujud pembentukan karakter. Kompetensi senirupa yaitu membatik juga merupakan salah satu hal yang perlu dimiliki santri sebagai wujud kecintaan pada budaya daerah. Untuk itu penulis melaksanakan pelatihan membatik bagi santri putri di pondok pesantren Thawalib Gununang sebagai upaya meningkatkan kecintaan peserta terhadap budaya bangsa. Peserta pelatihan membatik merupakan santri yang dipilih berdasarkan minatnya terhadap seni rupa. Santri diajarkan proses membatik dari mulai membuat motif, menerapkan motif ke kain, mencanting, mewarnai, hingga melorod. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, peserta berhasil membuat dua buah produk batik yaitu sapu tangan dan syal batik. Kegiatan pelatihan membatik tentunya membutuhkan fokus dan ketelitian dari peserta untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini karena tahapan membatik yang cukup panjang dan juga penerapan motif yang membutuhkan ketelitian agar produk batik yang dihasilkan menjadi maksimal. Diakhir kegiatan diadakan diskusi dengan peserta terkait kendala yang dihadapi. Dan untuk keberlanjutan kegiatan ini, juga diserahkan peralatan membatik lengkap kepada peserta sehingga mereka bisa berkreasi dan berlatih lebih intens lagi.
Pengaruh Pengalaman Merek dan Kepribadian Halal Merek Terhadap Minat Beli Kembali dengan Preferensi Merek Sebagai Variabel Mediasi Pramita, Nofia Indra; Trisnawati, Desi
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 1: Desember 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i1.2910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman merek dan kepribadian halal merek tehadap minat beli kembali dengan preferensi merek sebagai variabel mediasi. Objek dalam penelitian ini adalah pengguna kosmetik merek Wardah di Jawa Tengah. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan menyebarkan kuisioner sebagai teknik pengambilan data. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 100 responden dengan teknik nonprobability sampling. Data yang diperoleh diolah menggunakan alat analisis SPSS 25. Metode analisis data meliputi uji instrumen, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan uji path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalam merek tidak memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap minat beli kembali. Sedangkan itu kepribadian halal merek dan preferensi merek memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap minat beli kembali konsumen. Berdasarkan analisis jalur, preferensi merek tidak mampu memediasi pengaruh pengalaman merek dan kepribadian halal merek terhadap minat beli kembali.
KEBAYA LABUH SEBAGAI INSPIRASI FEMININE ROMANTIC STYLE Khairani, Isbatul; Trisnawati, Desi; Imelda, Desra
Style : Journal of Fashion Design Vol 4, No 2 (2025): Style : Journal Of Fashion Desain
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v4i2.5755

Abstract

Kebaya labuh merupakan salah satu jenis baju kebaya yang banyak dipakai oleh masyarakat suku melayu seperti di Riau. Kebaya labuh cenderung tertutup dan sopan namun tetap terkesan elegan. Masyarakat Melayu mengutamakan syariat Islam dalam cara berpakaian dengan baju yang longgar pada lengan, badan, dan pinggul. Tema dalam penciptaan busana ini adalah feminine romantic style yang identik dengan pakaian berdetail manis sehingga menampilkan kesan elegan. Style ini sangat cocok dipadukan dengan kebaya labuh mengingat karakteristik perempuan Melayu yang lemah lembut, ramah dan penyabar. Metode penciptaan pada karya ini melalui tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Trend yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah Co-exist dengan sub- tema The soul searchers, memiliki bentuk busana yang loose, serba longgar dan nyaman, serta didominasi oleh warna natural dalam nuansa pastel. Hasil karya yang diciptakan yaitu tiga karya ready to wear, dua karya ready to wear deluxe dan satu karya houte couture. Busana dapat digunakan sebagai busana pesta dan semi formal.
Implementasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching Berbasis Tri-N untuk Menumbuhkan Kreativitas Siswa Trisnawati, Desi; Zulfiati, Heri Maria; Barriyah, Insanul Qisti; Wibawa, Sutrisna
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v15i2.72143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Pendekatan Pengajaran Responsif Budaya Berbasis Tri-N dan hasilnya dalam meningkatkan kreativitas siswa. Metodologi kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan digunakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Culturally Responsive Teaching Berbasis Tri-N melalui tahap Niteni, Nirokake, dan Nambahi dapat dapat diimplementasikan secara efektif pada mata pelajaran Seni Budaya yang terintegrasi dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Pancasila. Selanjutnya hasil yang didapatkan yakni siswa dapat menumbuhkan kreativitas siswa pada komponen yang menghasilkan konsep unik, karya dan aktivitas asli, serta fleksibilitas mental dalam mengejar pendekatan yang berbeda terhadap suatu isu.
PENGARUH ETHICAL COMPETENCY DAN STRATEGIC COMPETENCY TERHADAP PERTUMBUHAN BISNIS MAHASISWA Utomo, Budi; Trisnawati, Desi
Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management Vol. 5 No. 3 (2025): Bussman Journal | September - Desember 2025
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/buss.v5i3.486

Abstract

This study examines the influence of ethical competency and strategic competency on student business growth. Ethical competency refers to the ability of students to apply ethical values in business decision-making, while strategic competency involves the capacity to plan and execute effective business strategies. Using a quantitative approach, the study surveyed 101 student entrepreneurs from the Faculty of Islamic Economics and Business, UIN Salatiga. Data were collected through questionnaires and analyzed using SPSS. The results reveal that both ethical and strategic competencies significantly contribute to business growth. Students with strong ethical competency tend to make responsible and transparent decisions that enhance long-term performance, while those with strong strategic competency demonstrate greater adaptability and sustainability. These findings emphasize the importance of integrating ethical and strategic competency development into entrepreneurship education programs. It is hoped, the study recommends that entrepreneurship education should strengthen students’ ethical and strategic skills through practical learning, mentoring, and business incubation programs. Universities should provide continuous support, monitoring, and training to help students make responsible decisions and develop effective strategies. Additionally, opportunities for networking, collaboration, and hands-on business experience should be expanded to enhance students’ readiness and long-term business growth
Penerapan Model Project Based Learning Terintegrasi TPACK untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Trisnawati, Desi; Wibawa, Sutrisna
Instructional Development Journal Vol 8, No 3 (2025): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v8i3.37621

Abstract

The purpose of this study was to explain: 1) the application of the TPACK integrated Project Based Learning learning model, 2) the results of application the TPACK integrated Project Based Learning learning model have increased student engagement. This study uses a qualitative descriptive approach with field research. Documentation, interviews, and observations are the methods used to obtain data. Data analysis was carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that: 1) The TPACK integrated Project Based Learning model can be successfully used in learning Pancasila Education for grade IV at SD Negeri 1 Troso. 2) These indications show that the TPACK integrated Project Based Learning model increases student activeness.
ANALISIS SIFAT FISIK DAN KANDUNGAN GIZI DIMSUM IKAN KEMBUNG : (Rastrelliger sp.) Trisnawati, Desi; Dadan Ahmad Hudaya; Marlinda Indriati; Euis Kartika
International Journal Mathla’ul Anwar of Halal Issues Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food diversification is a strategic approach to improving a balanced and nutritious diet based on local resources. Mackerel (Rastrelliger sp.) is a rich source of animal protein in Banten Province but remains underutilized, despite its high content of protein, omega-3 and omega-6 fatty acids, as well as essential vitamins and minerals. This study aimed to evaluate the organoleptic characteristics and nutritional content of dim sum made from mackerel as a form of marine-based food diversification. The research was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of five treatment formulations with varying ratios of mackerel and chicken (P0 to P4), each tested in two replications. Observed parameters included organoleptic tests, proximate analysis (moisture, ash, protein, fat, carbohydrates, and iron), total energy calculation, and contribution to Recommended Dietary Allowance (RDA). The results showed that formulation P1 achieved the best scores in organoleptic attributes (color, aroma, taste, and texture) and had higher protein (28.44%), fat (4.80%), and iron (152.23 ppm) content compared to the control. The RDA contribution per 100 g of dim sum P1 included 47.40% protein, 7.16% fat, 2.84% carbohydrates, and 9.02% total energy. Mackerel based dim sum demonstrated high nutritional value and consumer acceptability, indicating its potential for development as a healthy and functional processed food product utilizing local marine resources.