Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PELATIHAN DESAIN BATIK DENGAN MOTIF KREASI MINANGKABAU UNTUK GURU SD SE- GUGUS III KECAMATAN TILATANG KAMANG KABUPATEN AGAM Trisnawati, Desi; Hendra, Hendra; Ranelis, Ranelis; Fajri, M; Apriadi, Muhammad
Batoboh Vol 1, No 1 (2016): Batoboh -Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v1i1.138

Abstract

 Dewasa ini perhatian pemerintah terhadap pentingnya pendidikan seni daridini sebagai langkah awal membentuk karakter bangsa sudah mulai terasa. Berbagai kegiatan dan lomba di bidang seni rutin dilaksanakan guna menjaring bakat bakat seni yang ada di diri anak mulai dari tingkat SD, SMP dan SMU sederajad.Namun sayangnya perhatian itu tidak disertai dengan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia yaitu para guru yang menjadi ujung tombak pendidik dan sekaligus pembimbing anak anak tersebut di sekolah.Banyak diantara guru kesenian di sekolah memiliki kompetensi terbatas dalam bidang seni yang ditujukan. Hal kini tentunya akan membuat potensi atau bakat seni yang ada di siswa didik tak bisa diasah secara optimal karena keterbatasan kemampuan dari tenaga guru yang ada. Kondisi ini yang terjadi pada siswa SD di gugus III Kecamatan Tilatang Kamang, dimana guru kesenian yang ada disana tidak ada yang memiliki latar belakang pendidikan seni rupa. Hasilnya setiap ada perlombaan siswa dibidang seni rupa, mereka selalu gagal untuk lolos ditingkat kecamatan. . Dengan kegiatan pelatihan desain batik ini, diharapkan para guru bisa mentransfer pengetahuan dan pengalaman yang didapatkannya kepada siswa didik. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa metode dari presentasi dan diskusi kelas yang diadakan untuk mengetahui sejauhmana pemahaman dan pengetahuan para guru dibidang desain. Selanjutnya akan diadakan praktek mendesain dengan berpedoman kepada beberapa contoh yang diberikan. Selama kegiatan para guru bisa mendapatkan pengetahuan dan juga pelatihan bagaimana mendesain dan mewarnai suatu desain dengan peralatan dan teknik yang tepat.Dari hasil kegiatan ini diharapkan siswa SD se gugus III akan memiliki prestasi lebih di bidang seni rupa terutama perlombaan desain batik yang menjadi fokus kegiatan ini. Setelah selesainya kegiatan ini, akan dibuatkan laporan dan dipublikasikan dalam bentuk jurnal ilmiah yang bisa menjadi referensi dalam bidang pengembangan desain batik.
PELATIHAN MEMBUAT TAS MAKRAME BAGI REMAJA PUTUS SEKOLAH DI UPTD BINA HARAPAN REMAJA KOTA PADANG PANJANG Trisnawati, Desi; Ranelis, Ranelis; Wendra, Wendra; Prasilia, Lucy; Ediantes, Ediantes
Batoboh Vol 3, No 2 (2018): BATOBOH : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v3i2.525

Abstract

Makrame adalah kerajinan dalam bentuk simpul tali. Simpul tali ini bermacam-macam seperti simpul pipih, kordon, kordon berganda dan simpul rantai. Kerajinan tangan yang dapat dibuat menggunakan teknik makrame berupa; tas, dompet, asesoris, fashion, dan penghias interior tekstil. Di Sumatera Barat khususnya di Padangpanjang, teknik makrame ini belum banyak dikenal. Untuk memperkenalkan teknik makrame kepada masyarakat dilakukan pelatihan bagi remaja putri putus sekolah di UPTD Dinas Sosial Bina Remaja Harapan Kota Padangpanjang. Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat jiwa usaha bagi remaja putri dengan kemampuan atau skill yang mereka dapatkan setelah dilakukan pelatihan ini. Pelatihan ini dilakukan dengan beberapa metode antara lain; penyampaian materi dasar tentang kerajinan makrame dengan cara persentasi dan diskus dilanjutkan dengan praktek berbagai macam simpul makrame sebagai dasar untuk membuat produk dengan teknik makrame
Diversifikasi Kerajinan Gerabah Tradisional Andaleh Menjadi Produk Cendramata Khas Minangkabau Berbasis Kearifan Lokal Ferawati, Ferawati; Harissman, Harissman; Ananta, Aryoni; Irawan, Indra; Trisnawati, Desi
Batoboh Vol 10, No 1 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i1.4872

Abstract

Diversifikasi produk gerabah tradisional andaleh dari produk fungsional menjadi produk estetik merupakan upaya memajukan kerajinan gerabah tradisional Andaleh. Kerajinan yang sudah berumur puluhan tahun tersebut masih tetap eksis walaupun adanya penurunan dari segi omzet pengrajin. Gerabah tradisional yang biasanya digunakan sebagai periuk tersebut dijual dengan harga yang murah dan tentunya sangat merugikan bagi pengrajin. Oleh karena itu perlu ada upaya untuk meningkatkan nilai guna dari gerabah tersebut agar nilai jualnya juga meningkat. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual produk gerabah tradisional Andaleh. Produk gerabah tersebut didekorasi dengan menarik sehingga kemudian bisa menjadi hiasan. Gerabah didekorasi dengan motif batik Minangkabau dengan pengaplikasian motif menggunakan canting batik. Hal ini bertujuan agar karakter batik dari motif yang dihasilkan nampak. Produk gerabah tersebut juga akan menjadi lebih menarik setelah dilakukan proses finishing. Proses mencanting dilakukan langsung di permukaan gerabah untuk kemudian dilakukan dfinishing. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan pengrajin gerabah tradisional Andaleh. Hal ini bertujuan untuk membuka wawasan dan pola fikir pengrajin guna meningkatkan taraf hidupnya. Produk gerabah ini nantinya bisa dijual melalui objek wisata yang ada dan menjadi produk unggulan daerah. Lebih lanjut kegiatan ini akan meningkatkan taraf hidup pengrajin.
Pelatihan Membatik Untuk Pembentukan Karakter Santri Di Pesantren Thawalib Gunuang Kota Padangpanjang Trisnawati, Desi; Hendra, Hendra; Sumadi, Sumadi; Ferawati, Ferawati; Sundari, Sri
Batoboh Vol 10, No 1 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i1.4828

Abstract

Pondok pesantren Thawalib Gunuang merupakan salah satu merupakan salah satu pondok pesantren yang mewajibkan santrinya untuk memiliki kompetensi seni sebagai wujud pembentukan karakter. Kompetensi senirupa yaitu membatik juga merupakan salah satu hal yang perlu dimiliki santri sebagai wujud kecintaan pada budaya daerah. Untuk itu penulis melaksanakan pelatihan membatik bagi santri putri di pondok pesantren Thawalib Gununang sebagai upaya meningkatkan kecintaan peserta terhadap budaya bangsa. Peserta pelatihan membatik merupakan santri yang dipilih berdasarkan minatnya terhadap seni rupa. Santri diajarkan proses membatik dari mulai membuat motif, menerapkan motif ke kain, mencanting, mewarnai, hingga melorod. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, peserta berhasil membuat dua buah produk batik yaitu sapu tangan dan syal batik. Kegiatan pelatihan membatik tentunya membutuhkan fokus dan ketelitian dari peserta untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini karena tahapan membatik yang cukup panjang dan juga penerapan motif yang membutuhkan ketelitian agar produk batik yang dihasilkan menjadi maksimal. Diakhir kegiatan diadakan diskusi dengan peserta terkait kendala yang dihadapi. Dan untuk keberlanjutan kegiatan ini, juga diserahkan peralatan membatik lengkap kepada peserta sehingga mereka bisa berkreasi dan berlatih lebih intens lagi.
Pengaruh Pengalaman Merek dan Kepribadian Halal Merek Terhadap Minat Beli Kembali dengan Preferensi Merek Sebagai Variabel Mediasi Pramita, Nofia Indra; Trisnawati, Desi
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 1: Desember 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i1.2910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman merek dan kepribadian halal merek tehadap minat beli kembali dengan preferensi merek sebagai variabel mediasi. Objek dalam penelitian ini adalah pengguna kosmetik merek Wardah di Jawa Tengah. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan menyebarkan kuisioner sebagai teknik pengambilan data. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 100 responden dengan teknik nonprobability sampling. Data yang diperoleh diolah menggunakan alat analisis SPSS 25. Metode analisis data meliputi uji instrumen, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan uji path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalam merek tidak memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap minat beli kembali. Sedangkan itu kepribadian halal merek dan preferensi merek memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap minat beli kembali konsumen. Berdasarkan analisis jalur, preferensi merek tidak mampu memediasi pengaruh pengalaman merek dan kepribadian halal merek terhadap minat beli kembali.
KEBAYA LABUH SEBAGAI INSPIRASI FEMININE ROMANTIC STYLE Khairani, Isbatul; Trisnawati, Desi; Imelda, Desra
Style : Journal of Fashion Design Vol 4, No 2 (2025): Style : Journal Of Fashion Desain
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v4i2.5755

Abstract

Kebaya labuh merupakan salah satu jenis baju kebaya yang banyak dipakai oleh masyarakat suku melayu seperti di Riau. Kebaya labuh cenderung tertutup dan sopan namun tetap terkesan elegan. Masyarakat Melayu mengutamakan syariat Islam dalam cara berpakaian dengan baju yang longgar pada lengan, badan, dan pinggul. Tema dalam penciptaan busana ini adalah feminine romantic style yang identik dengan pakaian berdetail manis sehingga menampilkan kesan elegan. Style ini sangat cocok dipadukan dengan kebaya labuh mengingat karakteristik perempuan Melayu yang lemah lembut, ramah dan penyabar. Metode penciptaan pada karya ini melalui tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Trend yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah Co-exist dengan sub- tema The soul searchers, memiliki bentuk busana yang loose, serba longgar dan nyaman, serta didominasi oleh warna natural dalam nuansa pastel. Hasil karya yang diciptakan yaitu tiga karya ready to wear, dua karya ready to wear deluxe dan satu karya houte couture. Busana dapat digunakan sebagai busana pesta dan semi formal.
Implementasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching Berbasis Tri-N untuk Menumbuhkan Kreativitas Siswa Trisnawati, Desi; Zulfiati, Heri Maria; Barriyah, Insanul Qisti; Wibawa, Sutrisna
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i2.72143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Pendekatan Pengajaran Responsif Budaya Berbasis Tri-N dan hasilnya dalam meningkatkan kreativitas siswa. Metodologi kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan digunakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Culturally Responsive Teaching Berbasis Tri-N melalui tahap Niteni, Nirokake, dan Nambahi dapat dapat diimplementasikan secara efektif pada mata pelajaran Seni Budaya yang terintegrasi dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Pancasila. Selanjutnya hasil yang didapatkan yakni siswa dapat menumbuhkan kreativitas siswa pada komponen yang menghasilkan konsep unik, karya dan aktivitas asli, serta fleksibilitas mental dalam mengejar pendekatan yang berbeda terhadap suatu isu.