Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Capaian Peradaban Islam Pada Masa Khulafaur Rasyidin Ustman Bin Affan Rahmat, Nur; Arbi, Arbi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa kepemimpinan Utsman bin Affan, peradaban Islam mengalami berbagai kemajuan signifikan baik dalam bidang politik, agama, maupun sosial-ekonomi. Sebagai khalifah ketiga dari Khulafaur Rasyidin, Utsman melanjutkan ekspansi wilayah Islam yang dimulai sejak kepemimpinan sebelumnya. Pada era ini, wilayah kekuasaan Islam semakin luas, mencakup kawasan Afrika Utara, Persia, dan sebagian Eropa. Salah satu pencapaian terbesar Utsman adalah kodifikasi dan penyebaran Al-Qur'an dalam versi standar, yang bertujuan untuk menjaga kemurnian teks suci Islam di tengah perbedaan dialek dan versi. Kebijakan ini memainkan peran kunci dalam menjaga persatuan umat Islam. Selain itu, Utsman memprioritaskan pembangunan infrastruktur publik seperti masjid dan jaringan irigasi, yang memperkuat basis sosial-ekonomi masyarakat Muslim. Namun, kepemimpinan Utsman juga menghadapi tantangan berupa konflik internal dan pemberontakan, yang disebabkan oleh berbagai faktor termasuk kebijakan nepotisme dan ketidakpuasan terhadap distribusi sumber daya.
Konversi Peradaban Arab Jahiliah ke Peradaban Islam Masnur, Fitri Ali; Arbi, Arbi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan peradaban Arab Jahiliah menjadi peradaban Islam merupakan salah satu transformasi sosial, budaya, dan religius yang paling signifikan dalam sejarah manusia. Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Arab hidup dalam tatanan sosial yang didominasi oleh budaya kesukuan, konflik antar suku, penyembahan berhala, serta ketidakadilan sosial, terutama terhadap perempuan dan kelompok marjinal. Era Jahiliah ditandai dengan kekacauan moral, lemahnya ikatan sosial, serta ketiadaan sistem hukum yang adil. Dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW dan diturunkannya Al-Qur'an, transformasi tersebut dimulai secara bertahap melalui pembentukan akidah tauhid, penerapan prinsip-prinsip keadilan, dan pembentukan sistem hukum yang berlandaskan syariat Islam. Islam memperkenalkan nilai-nilai baru seperti monoteisme, persamaan hak, keadilan sosial, dan solidaritas antar umat, yang menggantikan norma-norma pra-Islam yang eksploitatif dan diskriminatif. Konversi peradaban ini tidak hanya mengubah cara hidup masyarakat Arab, tetapi juga menciptakan fondasi bagi kemajuan sosial, ekonomi, dan politik yang membawa Arab menjadi pusat peradaban dunia pada masa kekhalifahan. Abstrak ini mengeksplorasi dinamika perubahan peradaban dari era Jahiliah menuju era Islam, serta dampak transformasi tersebut dalam menciptakan stabilitas sosial, mengubah pola pikir masyarakat, dan membangun tatanan sosial yang lebih adil dan harmonis.
Pencapaian Khulafaurrasyidin Masa Ali bin Abi Thalib, Terutama dalam Prestasi Membenahi Baitul MalL Akbar, Nurul; Arbi, Arbi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin terakhir dalam Khulafa’ur Rasyidin yang memegang kendali pemerintahan pada masa yang sangat berbeda dibandingkan era Nabi Muhammad SAW. Berbagai pembaruan yang beliau lakukan membawa kemajuan di beberapa bidang penting, Termasuk pembenahan keuangan negara melalui Baitul Mal, Pengembangan ilmu bahasa, Dan pembangunan infrastruktur. Di bawah kepemimpinan Ali, Baitul Mal mengalami reformasi besar, dari sekadar membagi harta hingga menjadi lembaga penyimpanan dan pengelolaan kekayaan negara. Pengelolaan Baitul Mal yang lebih tertata dan sistematis juga menjadi sarana untuk membiayai kebutuhan negara dan kesejahteraan rakyat. Ali menekankan pentingnya distribusi harta secara adil tanpa membeda-bedakan kaya-miskin maupun suku. Ia juga memberlakukan sistem administrasi yang transparan untuk memerangi korupsi dan nepotisme. Penelitian ini menggunakan metode heuristik dan studi literatur, Mengkaji jurnal, Arsip, Dokumen, Dan buku yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Ali, Baitul Mal dikelola dengan baik untuk kemajuan umat Islam dan kesejahteraan sosial secara merata.
Wujud Kemajuan Peradaban Islam dalam Situasi Sosial Politik Pada Masa Dinasti Bani Umayyah Azmi, Nurul; Arbi, Arbi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemajuan peradaban Islam yang terjadi selama masa Dinasti Bani Umayyah (661-750 M) dalam konteks sosial dan politik. Bani Umayyah merupakan dinasti pertama setelah khulafaurasyidin, yang membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Islam. Melalui pendekatan historis dan analisis komparatif, penelitian ini mengeksplorasi dampak kebijakan politik, pengembangan ekonomi, dan interaksi sosial yang membentuk masyarakat Islam pada masa tersebut. Penelitian ini mengkaji wujud kemajuan peradaban Islam selama masa Dinasti Bani Umayyah (661-750 M) dalam konteks situasi sosial politik. Bani Umayyah, sebagai dinasti pertama setelah khulafaurasyidin, memainkan peran penting dalam ekspansi wilayah dan pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kebijakan politik yang terpusat, interaksi antar etnis, dan perkembangan ilmu pengetahuan serta seni berkontribusi terhadap kemajuan peradaban Islam. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan historis, menggali sumber-sumber primer dan sekunder untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan seperti ketegangan etnis dan konflik internal, kontribusi Bani Umayyah dalam bidang ekonomi, budaya, dan pendidikan membentuk fondasi yang kuat bagi peradaban Islam selanjutnya. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang pengaruh dinamika sosial politik terhadap kemajuan peradaban dalam konteks sejarah Islam.
Kerajaan Mughal: Puncak Peradaban Islam di Tengah Dominasi Agama Hindu di India Agustin, Siti Maulidiya; Arbi, Arbi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajaan Mughal di India merupakan salah satu peradaban Islam terbesar yang berhasil mencapai puncak kejayaannya di tengah dominasi mayoritas agama Hindu. Artikel ini membahas bagaimana kebijakan dan strategi pluralisme agama yang diterapkan oleh para pemimpin Mughal, terutama Akbar, mampu menciptakan harmoni antara komunitas Muslim dan Hindu, serta menjaga stabilitas politik dalam masyarakat yang beragam. Kebijakan seperti "Sulh-i Kull" (perdamaian universal), penghapusan pajak jizyah, pernikahan politik dengan bangsawan Hindu, dan pengangkatan pejabat Hindu ke dalam pemerintahan memainkan peran penting dalam membangun koeksistensi yang damai. Pengaruh kebijakan ini tidak hanya terlihat dalam struktur pemerintahan yang inklusif dan stabil, tetapi juga dalam perkembangan seni, budaya, dan arsitektur Mughal, yang memperlihatkan perpaduan elemen-elemen Islam dan Hindu. Artikel ini juga menyoroti pelajaran penting yang dapat diambil dari keberhasilan dinasti Mughal dalam mengelola keberagaman agama untuk diaplikasikan pada konteks kontemporer, khususnya di negara-negara dengan latar belakang pluralistik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa toleransi, inklusivitas, dan dialog antaragama adalah kunci untuk menciptakan stabilitas politik dan sosial, serta merangkul keberagaman sebagai sumber kekuatan dalam membangun peradaban yang maju.
Kontribusi The Golden Age Bani Abbasiyah Bidang Ilmu Pengetahuan di Era Kekinian Lestari, Putri; Arbi, Arbi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era saat ini terdapat tantangan dalam bidang ilmu pengetahuan maupun bidang lainnya. Hal ini membuat kita harus belajar dari masa lalu terkait bagaimana di masa terdahulu terdapat masa-masa kemajuan ilmu pengetahuan dan ilmu lainnya yang diistilahkan dengan era golden age pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah. Berdasarkan penjelasan di atas, maka adapun tujuan dari penelitian ini adalah membahas terkait kontribusi the golden age bani abbasiyah bidang ilmu pengetahuan di era kekinian. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research), pengumpulan data dengan cara mencari sumber dan merkontruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang sudah ada. Hasil penelitian ini terdapat konstribusi yang sangat banyak dari era golden age pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah seperti banyaknya tokoh-tokoh dalam ilmu tafsir dan ilmu lainnya yang sangat terkenal dengan karya-karyanya sehingga sampai saat ini masih dijadikan referensi dalam studi Islam. Kemudian di era kekinian kita bisa memanfaatkan hasil-hasil karya yang diperoleh pada masa golden age bani Abbasiyah.
Islam di Mekah : Kajian Metode, Pendekatan dan Strategi Pendidikan Nabi Kamsul, Gebi; Arbi, Arbi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sejarah dan perkembangan pendidikan pada masa Nabi Muhammad SAW. periode Makkah, Untuk mengetahuisistempendidikanpada Masa Nabi Muhammad SAW. Periode Makkah, Untuk mengetahuibagaimana metode pendidikan pada masa Nabi Muhammad SAW. Periode Makkahdan Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan yangterkandung dalamdakwah Nabi Muhammad SAW pada periode Makkah. Adapun metode penelitian yang relevan dengan konteks ini adalah menggunakanmetode penelitian kualitatif dengan pendekatan reflektif kontekstual yaitu teori yang ditemukan dalam buku-buku sejarah dan ayat-ayat Al-Quran serta Hadist Nabi Muhammad SAW. dianalisis atau ditafsirkan sesuai dengan masalah yang diteliti.Sedangkan hasil dari penelitian ini adalah bahwa, Pendidikan Islamsudah ada semenjak Rasulullah SAW. hidup dan beliaulah yang meletakkan fondasinya dengan banyak keteladanan yang bisa diambil.Hal itu dapat dilihat dari dihasilkannya generasi yang islami,juga didapati peradaban mulia seperti yang sudah tercatat dalam sejarah dunia tentang kegemilangan peradaban Islammengubah dunia dari kegelapan menuju pencerahan hakiki.
Ekspansi Peradaban Islam Pada Masa Bani Umayyah II Siregar, Rahmayani; Arbi, Arbi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinasti bani Umayyah merupakan kerajaan Islam pertama yang didirikan oleh Muawiyah Ibn Abi Sufyan. Perintisan dinasti ini dilakukannya dengan cara menolak pembai'atan terhadap khalifah Ali bin Abi Thalib, kemudian ia memilih berperang dan melakukan perdamaian dengan pihak Ali dengan strategi politik yang sangat menguntungkan baginya. Terlepas dari persoalan sitem pemerintahan yang diterapkan, sejarah telah mencatat bahwa Dinasti Umayyah adalah Dinasti Arab pertama yang telah memainkan perang penting dalam perluasan wilayah, ketinggian peeradaban dan menyebarkan agama Islam keseluruh penjuru dunia, khususnya eropa, sampai akhirnya dinasti ini menjadi dikuasa. Melihat pentingnya pembelajaran mengenai corak pemerintahan Bani Umayyah, maka pada kesempatan kali ini pemakalah akan membahas sekelumit tentang Dinasti Umayyah.
The Contestation of the Malay Arabic and Roman Literature: Shifts in Culture, Literature, and Religion Dewi, Eva; Munthe, Bermawy; Arbi, Arbi; Afriza, Afriza
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 7 No. 1 May (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v7i1.5654

Abstract

This study aimed to analyze and explicate the influence of the advent of Latin script (Roman script) on the progress of Malay-Arabic script culture, language, and religion in the archipelago. The arrival of Islam had a major influence on the language, religion, and culture of the archipelago through a script, known as the Malay Arabic script. In the archipelagic history, the reconstruction of local culture through an Arabic-Malay script has affected the growth and progress of civilization. The use of the Malay-Arabic script around the 13th century in the writing tradition in schools and Islamic boarding schools as a medium made it easier to read the Qur'an, to study Arabic grammar, and to learn various aspects of other scientific fields. After that, the situation changed due to the emergence of the Romance script in the 15th century, which was brought by Europeans to the Malay world or the Archipelago. Based on the type of qualitative research using a historical approach, it showed that there was a contestation of the Arabic-Malay script with the emergence of the Romance script in Indonesia. This could be seen from the following: 1) The position of the Arabic-Malay script, which had been popular in society and was entrenched in formal and normal institutions, had been increasingly lost due to the appearance of the Roman script. 2) It was difficult to find references related to religious, social, cultural, and political sciences written in the Arabic-Malay script. 3) The transition from using the Arabic-Malay script to the Roman script also had a religious mission, namely the eradication of Islamic symbols marked by many generations who did not understand the Arabic-Malay script as a medium to make it easier to read the Qur'an and understand religion. Based on this data, it is demonstrated that the study of Arabic-Malay script in today's society is decreasing, and the longer the majesty of the Arabic-Malay script as the Lingua Franca in archipelago civilization can be forgotten if it is not preserved and implemented in formal and non-formal education in Indonesia.
Enhancing Critical Reasoning Character in Pancasila Students: A STEAM Approach by E-Module PRISMA Utaminingsih, Esty Setyo; Anwar, Abu; Arbi, Arbi; Lala, Carolina; Salama, Mahi Sultan; Apriantoro, Muhamad Subhi; Intania, Belita Yoan; Ihsandi, Aldi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 10 (2024): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i10.7325

Abstract

This study aimed to assess the Prisma e-module's impact on elementary school students' critical reasoning abilities. A pre-experimental Pretest Posttest Control Group Design was employed. Two groups—experimental and control—received different treatments. The experimental group used e-modules, while the control group relied on books. Pre- and post-treatment tests were conducted to evaluate the e-module's effect. An Independent Sample t-test was used to compare the two groups, with results showing a Sig. (2-tailed) value of 0.000, leading to the rejection of H0 and acceptance of Ha. The N-Gain test measured improvements in various critical reasoning elements. The experimental group showed significant improvement, with the highest N-Gain of 0.74 in "obtaining and processing information and ideas" and the lowest of 0.71 in "reflecting and evaluating one's thoughts." The overall N-Gain was 0.72, classified as "high." These findings indicate that the Prisma e-module effectively enhanced critical reasoning in fifth-grade students. Future research is encouraged to explore other aspects of Pancasila students' character development