Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Physicochemical Characteristics And Essential Minerals Of Zink (Zn) Trash Fish Nugget Products Warsidah
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.48180

Abstract

Fish nuggets are processed frozen foods, both made from seawater fish and freshwater fish, contain high nutritional value, and are favored by children and adolescents as snacks and as side dishes. This study aimed to determine the physicochemical characteristics of trash fish nuggets added with Eucheuma cottonii seaweed. The physicochemical characteristics include pH, proximate levels such as protein, fat, and carbohydrates, water content and ash content, and the essential mineral content of zinc (Zn). Trash fish nuggets with the addition of wheat flour alone have characteristics, including pH of 6.8-7.1, water content of 40.5%, ash content of 1.04%, protein content of 40.3%, fat content of 7 0.07% and carbohydrate content of 10.12%, zinc content of 2.55 g/g nugget weight, while trash fish nuggets with the addition of a mixture of wheat flour and E. cottonii had a pH of 6.8-7.1, water content of 42.5%, ash content of 1.22%, protein content of 42.9%, fat content of 5.97% and carbohydrate content of 4.11% and zinc content of 4.56 g/g nugget weight. Based on the organoleptic examination, trash fish and E. cottonii nuggets were chewy with a delicious and savory taste. Keywords: characteristics, phytochemistry, E. cottonii, nuggets, trash fish Abstrak Nugget ikan merupakan salah satu olahan pangan frozen food, baik berbahan ikan air laut maupun ikan air tawar, mengandung nilai gizi tinggi dan digemari oleh anak-anak dan remaja sebagai cemilan maupun sebagai lauk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisikokimia dari nugget ikan rucah yang ditambahkan dengan rumput laut Eucheuma cottonii. Karakteristik fisikakimia meliputi pH, kadar proksimat seperti protein, lemak dan karbohidrat, kadar air dan kadar abu serta kandungan mineral essensial seng (Zn). Nugget ikan rucah dengan penambahan tepung gandum saja memiliki karakteristik antara lain pH sebesar 6,8-7,1, kandungan air sebesar 40,5 %, kadar abu sebesar 1,04 %,  kadar protein sebesar 40,3 %, kadar lemak sebesar 7,07 % dan kadar karbohidrat sebesar 10,12 %, kandungan seng  sebesar 2,55 μg/g bobot nugget, sedangkan nugget ikan rucah dengan penambahan campuran tepung gandum dan E. cottonii memiliki  pH sebesar 6,8-7,1, kandungan air sebesar 42,5 %, kadar abu sebesar 1,22 %,  kadar protein sebesar 42,9 %, kadar lemak sebesar 5,97 % dan kadar karbohidrat sebesar 4,11 % serta kandungan seng sebesar 4,56 μg/g bobot nugget. Berdasarkan pemeriksaan organoleptis menunjukkan produk nugget ikan rucah dan E. cottoni lebih kenyal dengan rasa yang lezat dan gurih. Kata kunci: karakteristik, fisikokimia, E. cottonii, nugget, ikan racuh
Diversity of Gastropods in the Mangrove Area of Desa Bakau Sambas Regency Sofiana, Mega Sari Juane; Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Oktavia, Oktavia
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.49032

Abstract

Mangrove forests in Desa Bakau, Sambas Regency, West Kalimantan play an important role as a habitat for various types of aquatic biota, one of them being gastropods. Gastropods are reported to have a wide distribution in both inland and marine waters. Local people catch them for sale and consumption. An inventory of gastropod species in the mangrove area of Desa Bakau can provide initial information regarding the diversity of existing species. This data can be used as a database for sustainable management and utilization of natural resources. The purpose of this study was to identify the species of gastropods in the mangrove of Desa Bakau, Sambas Regency, West Kalimantan. This study used the exploratory method of collecting gastropods at the observation station. The results found 5 types of gastropods in Desa Bakau, such as Cassidula, Ellobium, Cerithidea, Littoraria, and Pirenella. Keywords: gastropods, mangrove, mollusk, Sambas Abstrak Hutan mangrove di Desa Bakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat berperan penting sebagai tempat berbagai jenis biota perairan, salah satunya yaitu gastropoda. Gastropoda dilaporkan memiliki distribusi luas baik di perairan darat maupun laut. Masyarakat setempat melakukan penangkapan untuk dijual dan dikonsumsi. Inventarisasi jenis gastropoda yang ada di area mangrove Desa Bakau dapat menjadi informasi awal mengenai keanekaragaman jenis yang ada. Data tersebut dapat digunakan sebagai database dalam pengelolaan berkelanjutan serta pemanfaatan sumberdaya alam yang ada. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis gastropoda di area mangrove Desa Bakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dengan mengambil gastropoda yang ada di stasiun pengamatan. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis gastropoda mangrove di Desa Bakau, yaitu Cassidula, Ellobium, Cerithidea, Littoraria, dan Pirenella. Kata kunci: gastropoda, mangrove, moluska, Sambas
Nutritional Value Composition Of Lamun Fruit Enhalus Acoroides From Samboang Beach, Bulukumba District, Sulawesi Selatan Minsas, Sukal; Warsidah; Irwan
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.51961

Abstract

As the main producer, seagrass leaves are the main food for several marine animals such as turtles and dugongs, while seagrass fruit which contains soft seeds can be consumed as food for humans, but it is not very popular and there is not much information regarding the nutritional content of seagrass fruit. One species of seagrass that is often found in the waters of Samboang Beach, Bulukumba Regency is the Enhalus acoroides species. This research aims to determine the proximate and essential metal content of Enhalus acoroides seagrass fruit taken from Samboang coastal waters, Bulukumba Regency, South Sulawesi. Determination of proximates, namely proteins, was carried out using the Kjeldahl method, fats using the extraction method with n-hexane solvent and essential metals, and while determination of essential metal content using the atomic absorption spectrophotometry method. The results of this research show that the water content is 87%, the ash content is 0.76%, the protein content is 1.2%, the fat content is 0.66% and the carbohydrate content is 10.38%. The essential metal test results show zinc (Zn) levels of 5.32 ppm, iron (Fe) of 7.2 ppm, and cobalt (Co) of 0.11 ppm. Keywords: Enhalus acoroides, proximate, protein, Samboang beach, essential Abstrak Sebagai produsen utama, daun lamun merupakan makanan utama dari beberapa hewan laut seperti penyu dan dugong sedangkan buah lamun yang mengandung biji yang lunak dapat dikonsumsi sebagai pangan untuk manusia, tetapi belum begitu populer dan informasi terkait kandungan gizi dari buah lamun tersebut belum banyak ditemukan. Salah satu spesies lamun yang banyak ditemukan di perairan Pantai Samboang Kabupaten Bulukumba adalah dari jenis Enhalus acoroides. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan proksimat dan logam esensial dari buah lamun Enhalus acoroides yang diambil dari perairan pantai Samboang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Penentuan proksimat yaitu protein dilakukan dengan metode kjeldahl, lemak menggunakan metode ekstraksi dengan pelarut n-heksan dan logam esensial, sedangkan penentuan kandungan logam esensial dengan menggunakan metode spektrofotometri serapan atom. Dari hasil penelitian ini menunjukkan kadar air sebesar 87%, kadar abu sebesar 0.76%, kadar  protein sebesar 1.2 %, kadar lemak sebesar 0.66% dan kadar karbohidrat sebesar  10.38 %. Pada hasil pengujian logam esensial menunjukkan kadar logam zink (Zn) sebesar 5.32 ppm, besi (Fe) sebesar 7.2 ppm dan kobalt (Co) sebesar 0.11 ppm Keywords: Enhalus acoroides, proksimat, protein, Samboang beach, essensial
Utilization of Landsat 8/ETM+ and Google Earth Engine Images for Coastal Identification in Sungai Nibung Village, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Nurdiansyah , Syarif Irwan; Helena, Shifa; Warsidah
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.52191

Abstract

Changes in coastlines cause continuous processes through various processes, both abrasion and coastal accretion, which are caused by sediment movements and coastal currents. This research aims to map changes in the coastline in Sungai Nibung Village using multi-temporal imagery for 2013-2023 from Google Earth Engine (GEE). The benefit of this research is to see changes in the coastline of Sungai Nibung so that coastal area management, including abrasion disaster mitigation, can be carried out appropriately. The method used is a quantitative descriptive method from the results of processed NSM and EPR data from DSAS and the results of Landsat image digitization from GEE. The most extensive abrasion phenomenon results will occur in 2023, namely 64,924 m2 and accretion of 120,886 m2. Coastal changes digitized using ArcGIS showed that the coastline change in 2013 was 0.433 km2, in 2016 it was 0.521 km2, in 2019 it was 0.538 km2 and in 2023 it was 0.649 km2. DSAS analysis shows that almost every stretch of beach in Sungai Nibung has experienced abrasion. Abrasion in Sungai Nibung occurred because there were not many wave breakers and damage to mangrove land. The rate of abrasion in Sungai Nibung over 10 years reached -574.96 m. Keywords: DSAS, EPR, NSM, Google Earth Engine. Abstrak Perubahan garis pantai menyebabkan proses terus menerus melalui berbagai proses baik abrasi maupun akresi pantai yang diakibatkan oleh pergerakan sedimen, arus susur pantai. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perubahan garis pantai di Desa Sungai Nibung menggunakan citra multi temporal tahun 2013-2023 dari Google Earth Engine (GEE). Manfaat penelitian ini untuk melihat perubahan pesisir pantai Desa Sungai Nibung  maka pengelolaan kawasan pesisir termasuk di dalamnya mitigasi bencana abrasi dapat dilakukan dengan tepat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dari hasil olahan data NSM dan EPR dari DSAS dan hasil digitasi Citra Landsat dari GEE. Hasil fenomena abrasi paling luas terjadi di tahun 2023 yaitu 64,924 m2 dan akresi sebesar 120,886 m2. Perubahan pesisir yang digitasi menggunakan ArcGIS diperoleh perubahan garis pantai tahun 2013 sebesar 0,433 km2 , tahun 2016 sebesar 0,521 km2 , tahun 2019 sebesar 0,538 km2 dan tahun 2023 sebesar 0,649 km2. Analisis DSAS hampir di setiap ruas pantai di Desa Sungai Nibung mengalami abrasi. Abrasi di Desa Sungai Nibung terjadi akibat belum banyak pemecah ombak dan rusaknya lahan mangrove. Laju abrasi di Desa Sungai Nibung selama 10 tahun mencapai -574,96 m. Kata Kunci  : DSAS, EPR, NSM, Google Earth Engine
Proximate and Macromineral Content of Gastropods in the Mangrove Area of Desa Bakau Sambas Regency Warsidah; Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane; Oktavia
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.54376

Abstract

Gastropods are the largest class of the phylum mollusks, with 75,000 identified species. Gastropods are widely distributed in freshwater, marine waters, and mangrove ecosystems. Gastropods are a fishery commodity with an important economic value containing high protein (36-70.8%) and low fat (0.02-1.50%). This biota has vitamins, essential minerals, omega-3, and omega-6. This research aimed to determine the proximate content (protein, fat, water, ash, and carbohydrates) and macrominerals (Na, K, Mg, Ca, and P) in gastropods found in Bakau Village, Sambas Regency, West Kalimantan. The gastropods found were Ellobium, Cerithidea, and Pirenella. Fifty individuals were taken for proximate analysis. Moisture and ash content were determined by the gravimetric method. Total protein levels were analyzed by the Kjedahl method. The fat content was determined by the Soxhlet method, and the carbohydrate content by the by difference method. Atomic Absorption Spectrophotometer determined mineral macro. The proximate content of mangrove gastropods in Bakau Village is high in protein (48.06–54.62%) and low in fat (1.31–7.40%). The most elevated protein was 54.62 in Ellobium and Pirenella, with the lowest fat being 1.31%. The macro mineral content in gastropods is Ca (14.91-91.48 mg/kg), Mg (13.16-21.74 mg/kg), Na (8.19-20.62 mg/kg), K (13.07-17.33 mg/kg), and P (0.66-0.71 mg/kg). The highest mineral content was shown by the genus Pirenella (91.48 mg/kg) Ca. Keywords: gastropod, macromineral, mangrove, proximate. Abstrak Gastropoda adalah kelas terbesar dari filum moluska dengan 75.000 jenis yang telah teridentifikasi. Gastropoda terdistribusi luas di perairan tawar, perairan laut, dan ekosistem mangrove.  Gastropoda merupakan salah satu komoditas perikanan dengan nilai ekonomis penting yang mengandung protein tinggi (36-70,8%) dan lemak yang rendah (0,02-1,50%). Biota ini juga memiliki vitamin, mineral esensial, omega-3 dan omega-6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan proksimat (protein, lemak, air, abu, dan karbohidrat) serta makromineral (Na, K, Mg, Ca, dan P) pada gastropoda yang ditemukan di Desa Bakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Gastropoda yang ditemukan pada penelitian ini adalah Ellobium, Cerithidea, dan Pirenella. Setiap jenis dari gastropoda, masing-masing diambil sebanyak 50 individu untuk dilakukan analisis. Kadar air dan abu ditentukan dengan metode gravimetri. Kadar total protein dianalisis dengan metode Kjedahl. Kadar lemak ditentukan dengan metode soxhlet dan kadar karbohidrat dengan metode by difference. Makro mineral ditentukan dengan Spektrofotometer Serapan Atom. Kandungan proksimat dari jenis gastropoda mangrove Desa Bakau adalah tinggi protein (48,06–54,62%), rendah lemak (1,31–7,40%). Protein tertinggi 54,62 pada Ellobium dan Pirenella dengan lemak terendah 1,31%. Kandungan makro mineral pada gastropoda adalah Ca (14,91-91,48 mg/kg), Mg (13,16-21,74 mg/kg), Na (8,19-20,62 mg/kg), K (13,07-17,33 mg/kg), dan P (0,66-0,71 mg/kg). Kandungan mineral tertinggi ditunjukkan oleh genus Pirenella (91,48 mg/kg) Ca. Kata kunci: gastropoda, makromineral, mangrove, proksimat.
Macro Mineral Profile of Several Species of Brown Macroalgae from Lemukutan Waters as Biostimulant Candidates Warsidah; Aritonang, Anthoni Batahan; Apindiati, Rita Kurnia
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.54606

Abstract

Biostimulants are natural or synthetic substances that can be used to stimulate plant growth, development, and defense responses and can be obtained from various sources such as plants, phytohormones, and microorganisms. Macroalgae is one of the potential marine biota that can be used as a biostimulant because it contains a lot of chemicals such as micro, macro minerals, and phytohormones. As a first step in exploring macroalgae from the waters of Lemukutan Island as biostimulant candidates, this research was carried out to determine the macro mineral content of calcium, potassium, sodium, and phosphorus from macroalgae types Turbinaria and Sargassum. The research was carried out using the atomic absorption spectrophotometric (AAS) analysis method. The results of determining the macro mineral content show that Turbinaria sp has a Calcium (Ca) content of 13.20 mg/kg, Potassium (K) of 31.24 mg/kg, Sodium (Na) of 21,45 mg/kg and Magnesium (Mg) of 17.5 mg/kg, while Sargassum sp has a Calcium (Ca) content of 10.50 mg/kg, Potassium (K) of 26.35 mg/kg, Sodium (Na) of 30.55 mg/kg and Magnesium (Mg) of 18.7 mg/kg. Keywords: Biostimulants, AAS, macro minerals, phytohormones. Abstrak Biostimulan adalah substansi alami atau sintetis yang dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan, perkembangan, dan respons pertahanan tanaman dan dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti tanaman, fitohormon dan mikroorganisme. Makroalga adalah salah satu biota potensial dari laut yang dapat digunakan sebagai biostimulan karena kandungan kimianya sangat banyak seperti mineral mikro, makro dan fitohormon. Sebagai langkah awal dalam eksplorasi makroalga dari perairan pulau Lemukutan  sebagai kandidat biostimulan, maka penelitian ini dilakukan untuk menentukan kandungan makro mineral kalsium, kalium, natrium dan posfor dari makroalga jenis  Turbinaria dan Sargassum. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis spektrofotometri serapan atom (SSA). Hasil penentuan kandungan mineral makro tersebut menunjukkan Turbinaria sp memiliki kandungan  Kalsium (Ca) sebesar 13,20 mg/kg, Kalium (K)  sebesar 31,24 mg/kg, Natrium (Na) sebesar 21,45 mg/kg dan Magnesium (Mg) sebesar 17,5 mg/kg, sedangkan Sargassum sp memiliki kandungan Kalsium (Ca) sebesar 10,50 mg/kg, Kalium (K)  sebesar 26.35 mg/kg, Natrium (Na) sebesar 30.55 mg/kg dan Magnesium (Mg) sebesar 18,7 mg/kg. Kata kunci : Biostimulan, SSA, mineral makro, fitohormon.
Determination of Micro Minerals of Several Species of Sea Urchins from Samboang Waters as Functional Food Candidates Hartanti, Lucky; Warsidah; Helena, Shifa; Tahirah; Irwan
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.54621

Abstract

Functional foods are foods that can be consumed with additional health benefits beyond their basic function as an energy source. The search for food sources from the sea is increasing, with many discoveries of active compounds from marine organisms. This research aims to determine the micromineral content of iron (Fe), zinc (Zn), and iodine (I) in several species of sea urchins in the coastal waters of Samboang Bulukumba. The results of this research can be a basis for utilizing this biota as a functional food. This laboratory research uses micromineral measurement instruments, for example, Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) for Fe and Zn, while for iodine minerals using High Performed Liquid Chromatography (HPLC) instruments. In this study, 2 types of sea urchins were found which were identified as Diadema cytosum and Tripneustes gratilla. The results of measuring the water content and ash content of the gonads of the two sea urchins were 77.32% and 1.15% for Diadema cytosum and 72.22% and 2.09% for Tripneustes gratilla. The results of measuring the levels of micro minerals Fe, Zn, and Iodine were respectively 115.24 ppm, 31.44 ppm and 16.71 ppm for Diadema cytosum and 150.75 and 27.27 ppm 21.21 ppm for Tripneustes gratilla. Keywords: functional food, AAS, HPLC, Diadema cytosum, Tripneustes gratilla Abstrak Pangan fungsional adalah makanan yang dapat dikonsumsi dengan manfaat kesehatan tambahan di luar dari fungsi dasarnya sebagai sumber energi. Pencarian sumber pangan dari laut semakin meningkat, dengan banyaknya penemuan senyawa-senyawa aktif dari organisme laut. Penelitian ini bertujuan  menentukan kandungan mikro  mineral besi (Fe), seng (Zn) dan yodium (I) dalam beberapa spesies bulu babi di perairan pantai Samboang Bulukumba. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam memanfaatkan biota tersebut sebagai pangan fungsional. Penelitian laboratorium ini menggunakan instrumen pengukuran mineral mikro misalnya dengan  penggunaan Atomic Absorption Spectrofotometry (AAS) untuk Fe dan Zn, sedangkan untuk mineral yodium menggunakan instrumen High Performed Liquid Chromatography (HPLC). Dalam penelitian ini ditemukan 2 jenis bulu babi yang teridentifikasi sebagai  Diadema sitosum dan Tripneustes gratilla. Hasil pengukuran kadar air dan kadar abu gonad kedua bulu babi tersebut  diperoleh 77.32% dan 1.15% untuk Diadema sitosum dan sebesar 72.22% dan 2.09% untuk Tripneustes gratilla.  Hasil pengukuran  kadar mineral mikro Fe,  Zn dan Yodium masing-masing adalah sebesar 115.24  ppm, 31.44 ppm dan 16.71ppm untuk Diadema sitosum dan 150.75 dan 27.27 ppm 21.21 ppm untuk Tripneustes gratilla. Kata kunci : pangan fungsional, AAS, HPLC, Diadema sitosum, Tripneustes gratilla
Co-Authors . Apriansyah A. Kushadiwijayanto, Arie A.Nurrahman, Yusuf Abdul Hafiz, Iqbal Ade Hidayat, Ade Agustina, Sella Alfadzri, Andry Amelia, Debie Rizky Amran, Arman Andini, Dina Andryani, Semi Aninda, Dea Apriansyah Ari Widiyantoro Arief Nurrahman, Yusuf Aritonang, Anthoni B. Aritonang, Anthoni Batahan Ashari, Asri Mulya Astuti, Mega Sri Aswandi Aswandi, Aswandi Awlia, Isti Ayyash, Muhammad Yahya Bambang Kurniadi, Bambang BAMBANG SUJATMIKO Cahyany, Brigita Sari Kusuma Dahliana Dahliana dedi irawan Deni Deni Diah Wulandari Rousdy Dwi Gusmalawati Dzul Fadly Edwin Eny Enawaty Fadliah Nur, Andi Denisa Farhaby, Arthur M Fatmadiwi, Anggi Gusti Eva Tavita Haq, Izhar Amirul Hardan, Hardan Harianto Harianto Harianto Harianto, Miko Hasanah, Fadiah Amalia Helena, Shifa Hidayat, Maulana Idawati, Nora Ikha Ikha Safitri Irawan, Suhardi Irwan Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Izroil, Uwaiz Maulana Jayatri, Rahmi Jayuska, Afghani Juane, Mega Sari Junaidi, Levy Juniarti Juniarti Kalija, Tedi Ahmad Kasbutin, Hendri Kristianto, Deniomisi Kurniawanalamm Kushadiwijayanto , Arie Antasari Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kusuma, Kwirinus Rio Kusumardana, Setra Laili Fitri Yeni Laksmitandari, Gania Ahlul Jannah Listy, Irma Lucky Hartanti, Lucky Lukas, Novan Luis Pernando Mardianto, Tomi Mardini, Delvia Devi Mariana Br. Surbakti Maryani Maryani Maser, Agnes Putri Masriani . Mega Sari Juane Sofiana Meidiantino, Stefans Melia Trianasta Minsas , Sukal Minsas, Sukal Muhardi Muhardi Muliadi Nabil, Ilhan Nail Neva Satyahadewi Nora Idiawati Noyanti, Resti Nur, Widia Nurdiansyah , Syarif Irwan Nurdiansyah, Irwan Nurdiansyah, Irwan Syarif Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurhamidah, Anggia Nurrahman , Yusuf Arief Nurul Asikin Oktavia Oktavia Oktavia Paulus Paulus Pratiwi, Mutiara Anugerah Prayitno, Dwi Imam Priani , Wina Puji Ardiningsih Putri, Kristina Meissy Andini Raden Mohamad Herdian Bhakti Rafdinal Rafdinal Rahmat Rasmawan Ramadhan Sailendra, Pingkan Retno, Mayang Sari Rini Muharini Risko, Risko Rita Kurnia Apindiati Riza Linda Rody Putra Sartika Rudiyansyah Rudiyansyah Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto S.J Sofiana, Mega Safitri , Ikha Sakina, Haiwatus Samira Samira Satyahadewi , Neva Selviana, Alya Septianingrum, Rergisza Vika Priscilla Zudianty Siahaan, Jni Walbet Sihotang, Nesya Lia Simamora, Chinda Setia Lestari Sofiana, Mega Sj Sudiono, Gatot Sukal Minsas Suparnawati, Suparnawati Supriwanti, Supriwanti Surya Darma Sy. Irwan Nurdiansyah Syamswisna , Tahirah Hasan Tengku Riza Zarzani N Tia Nuraya Triono, Riski WAHYUNI Waldi Widian Sari, Margareta Lita yasnidar yasir Yuliono, Agus Yunivah, Adinda Yusuf Arief Nurrahman `B Aritonang, Anthoni