Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Cahaya dengan Metode Siklik dan Non Siklik pada Tanaman Krisan (Chrysanthemum Sp.) Tipe Standar Maulana, Rifqy Irsandi; Dwi Yamika, Wiwin Sumiya; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisan adalah tanaman hari pendek, krisan akan memasuki fase generatifnya apabila panjang hari yang diterima kurang dari batas kritisnya yaitu 12 jam atau kurang. Krisan yang memasuki fase generatif lebih cepat menyebabkan panjang tangkai yang pendek. Panjang tangkai merupakan syarat untuk menentukan kelas tanaman krisan, sehingga diperlukan upaya untuk memperpanjang tangkai dengan cara penambahan cahaya lampu. Berdasarkan SNI panjang tangkai krisan kelas A adalah ≥70cm, dan diameter bunga kelas A adalah >5cm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi metode penambahan cahaya dan jumlah hari penambahan cahaya pada krisan. Untuk mengetahui pengaruh penambahan cahaya siklik dan non siklik pada krisan. Untuk mengetahui pengaruh penambahan cahaya berdasarkan jumlah hari yang berbeda pada krisan. Untuk mengetahui periode penyinaran tambahan terbaik pada krisan. Penelitian dilaksanakan di screenhouse Desa Sidomulyo, Kota Batu pada Bulan September hingga Desember 2017. Bahan yang digunakan yaitu krisan white fiji. penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama yaitu siklik dan non siklik. Pada anak petak yaitu jumlah hari penambahan cahaya 3 minggu, 4 minggu, 5 minggu dan 6 minggu. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara metode penambahan cahaya dan jumlah hari penambahan cahaya pada semua parameter penga-matan. Tetapi secara terpisah penambahan cahaya berdasarkan jumlah hari meningkat-kan tinggi tanaman, panjang tangkai, diameter bunga, waktu inisiasi bunga, waktu panen, dan vaselife. Sedangkan metode penambahan cahaya memberikan pengaruh yang sama pada semua parameter penga-matan. Berdasarkan kualitas bunga yang dihasilkan dan biaya diperlukan, periode penambahan cahaya terbaik yaitu selama 5 minggu.
Pengaruh Pemberian Pyraclostrobin dan Azoxystrobin terhadap Kualitas Buah Jeruk Keprok Batu 55 (Citrus reticulate) Ambarsari, Ratna Defi; Wicaksono, Karuniawan Puji; Yamika, Wiwin Sumiyah Dwi
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jeruk (Citrus reticulate) me-rupakan tanaman tahunan yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman ini sudah terdapat di Indonesia terutama Kota Batu. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman jeruk adalah kurang optimalnya dalam perawatan sehingga kualitas jerukbelum bisa dipenuhi oleh produsen dalam negeri.Oleh karena itu agar dalam budidaya tanaman dapat dicapai kualitas yang baik, maka perlu dilakukannya pem-berian zat pengatur tumbuh berbahan aktif  Pyraclostrobin dan Azoxystrobin.Penelitian  di-laksanakan pada bulan April hingga Juni 2018 di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtrobika (BALITJESTRO) Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa aplikasi Pyraclostrobin dan Azoxystrobin memberikan hasil yang nyata pada parameter persentase buah bertahan, diameter buah, berat buah, warna buah dan total asam,aplikasi Pyraclostrobin 2 g.l-1dan 3 g.l-1 mampu meningkatkan persentase buah bertahan, aplikasi  Pyraclostrobin 0,8 ml.l-1 meningkatkan diameter buah dan berat buah sedangkan aplikasi Pyraclostrobin dengan konsentrasi 0,8 ml.l-1 dan 2 g.l-1 menghasilkan warna buah yang lebih baik, aplikasi Azoxytrobin   1 ml.l-1 mampu menurunkan kadar total asam.
Pengaruh Pemberian Pyraclostrobin dan Azoxystrobin pada Pertumbuhan Bibit Tanaman Jeruk (Citrus reticulata) dengan Teknik Sambung Pucuk dan Inokulasi Penyakit Pertiwi, Bentari Gilang; Wicaksono, Karuniawan Puji; Dwiastuti, Mutia
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jeruk ialah tanaman hortikultura subtropika yang dimanfaatkan buahnya karena memiliki rasa yang manis dan kandungan vitamin C yang tinggi. Pada tahun 2009 sampai 2013 produksi jeruk mengalami penurunan salah satunya disebabkan serangam hama penyakit. Satu dari usaha yang dapat ialah pembibitan jeruk dengan teknik sambung pucuk yang mampu memperbaiki baik secara kualitas maupun kuantitas. Permasalahan yang muncul pada teknik ini ialah dormansi mata tunas, oleh karena itu pemberian zat pengatur tumbuh yang mampu me-matahkan dormansi mata tunas. Bahan aktif yang memiliki peran dalam me-ningkatkan kandungan hormon auksin dan pengendali penyakit ialah pyraclostrobin dan azoxystrobin.Penelitian dilaksanakan pada bulan Marethingga Mei 2018 di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pyraclostrobin dan azoxystrobin nyata meningkatkan per-tumbuhan bibit jeruk pada parameter ke-cepatan pecah tunas, tinggi tunas, lebar daun dan panjang daun. Perlakuan pyraclostrobin dengan kosentrasi 3 g l-1 nyata meningkatkan pertumbuhan pada parameter kecepatan pecah tunas, lebar daun dan panjang daun, sedangkan perlakuan azoxystrobin dengan konsentrasi 0,6 ml l-1 nyata meningkatkan tinggi tunas. Pyraclostrobin dengan konsentrasi 3 g l-1 juga nyata dalam meningkatkan ketahanan bibit pada parameter luas luka serangan dan persentase tanaman mati terserang penyakit.
Pengaruh Ga3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Snapdragon (Anthirrinum majus L.) Brigin, Alyanesia Fadhiya; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Snapdragon adalah tanaman hias potong yang memiliki kelebihan dalam bentuk, warna dan aroma yang menarik. Snapdragon belum banyak dibudidayakan di Indonesia, sehingga perlu diketahui cara mengopimalkan pertumbuhan tanaman snapdragon. Salah satu upayanya adalah dengan penggunaan GA3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh GA3 terhadap snapdragon dan untuk mengetahui dosis yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil snapdragon. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Santrean, Selorejo, Batu, Jawa Timur pada bulan Novermber 2017 sampai dengan Februari 2018. Bahan yang digunakan adalah bibit snapdragon (varietas Red rocket), pupuk organik, pupuk NPK, pestisida dithen dan GA3. Penelitan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Terdapat 7 petak penelitian pada tiap ulangan yang terdiri dari 32 tanaman per petak. Pengamatan yang dilakukan adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, waktu inisiasi bunga dan jumlah bunga. Data yang didapat di analisis dengan ragam ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian GA3 memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Namun peningkatan dosis GA3 tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter pengamatan yang diamati.
Respon 3 Varietas Pakcoy (Brassica rapa L.) terhadap Simulasi Cekaman Salinitas Ester, Greace; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi huma atau Pakcoy (Brassica rapa L) merupakan tanaman sayuran yang saat ini tercatat memiliki tingkat permintaan yang terus meningkat setiap tahunnya. Proses budidaya yang mudah dan umur panen yang singkat membuat banyak petani  membudidayakan tanaman Pakcoy. Namun beberapa waktu ke depan pasti akan ditemukan berbagai masalah pada tanah sebagai media tanam. Salah satunya adalah tingginya kadar NaCl pada tanah, maka dari itu dilakukan penanaman tanaman Pakcoy pada media tanah dengan simulasi konsentrasi NaCl. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari tanaman Pakcoy terhadap berbagai konsentrasi perlakuan NaCl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2018 diAngkasa Greenhouse, Pangkalan TNI Lanud Abdurahman Saleh, Pakis, Kab. Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Ranca-ngan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor yakni Varietas dan Konsentrasi NaCl. Terdapat 3 perlakuan pada faktor Varietas, 6 perlakuan pada faktor konsentrasi NaCl dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata pada faktor Varietas, namun berpengaruh nyata pada konsentrasi NaCl. Perlakuan konsentrasi NaClmem-berikan pengaruh nyata pada semua variabel pengamatan yaitu luas daun, tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, berat kering, pH tanah, dan daya hantar listrik (EC). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi NaClsampai pada 2000 ppm masih memungkinkan tanaman Pakcoy untuk tumbuh.
Pengaruh Pemberian Pyraclostrobin dan Azoxystrobin terhadap Pertumbuhan dan Kesehatan Bibit Tanaman Jeruk Keprok (Citrus reticulata L.) dengan Teknik Okulasi dan Inokulasi Phytophthora sp. Adiputra, Prasetya Dwi; Dwiastuti, Mutia Erti; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk (Citrus sp.) adalah komoditas buah-buahan yang menjanjikan bagi bidang pertanian di Indonesia. Permasalahan yang sering muncul dalam budidaya jeruk salah satunya adalah serangan penyakit. Tanaman yang terserang oleh penyakit tentu dapat menurunkan mutu buah jeruk sehingga harga jual jeruk di Indonesia kalah bersaing di pasar dunia. Untuk mengatasi permasalahan ini dapat dilakukan dengan cara mengaplikasikan fungisida.Fungisida berperan dalam mengendalikan penyakit sehingga mampu mernjaga kualitas tanaman jeruk tetap baik. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas tanaman jeruk dapat dilakukan juga dengan melakukan perbanyakan vegetatif tanaman. Salah satu cara perbanyakan tanaman jeruk secara vegetatif adalah dengan meng-gunakan teknik okulasi. Masalah yang muncul dalam perbanyakan tanaman jeruk hasil okulasi adalah terjadinya dormansi atau tidak tumbuhnya hasil okulasi tanaman.Salah satu cara mengatasi permasalahan dormansi adalah dengan cara memberikan bahan perangsang pertumbuhan yaitu zat pengatur tumbuh. Zat pengatur tumbuh yang digunakan ialah pyraclostrobin dan azoxystrobin yang juga memiliki peran dalam pengendalian penyakit khususnya penyakit jamur pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pyraclostrobin dan azoxystrobin terhadap pertumbuhan dan kesehatan bibit tanaman jeruk dengan menggunakan teknik okulasi.Hasil penelitian menunjukkan. Pyraclostrobin dengan konsentrasi 3 g l-1 memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan tinggi tunas tanaman jeruk pada saat 2 minggu setelah aplikasi, diikuti oleh azoxystrobin dengan konsentrasi 0,6 ml l-1. Pyraclostrobin dan azoxystrobin dengan konsentrasi yang berbeda dapat mempengaruhi kandungan klorofil pada daun dan menghasilkan warna daun yang berbeda. Tanaman yang diberikan perlakuan pyraclostrobin dan azoxystrobin tidak terserang penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur Phytophthora sp. selama 4 minggu setelah tanaman diinokulasi.
Pengaruh Kepadatan Kanopi Kayu Putih (Eucalyptus pellita) Umur 1 dan 1,5 Tahun pada Komposisi Gulma Dharmawan, Ahmad Arif; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu putih (Eucalyptus pellita) merupakan salah satu komoditas penting tanaman industri yang salah satu fungsinya digunakan untuk bahan baku pembuatan pulp dan kertas di Indonesia.Tanaman kayu putihakan memiliki bentuk tajuk atau kanopi yang berbeda dengan semakin bertambahnya umur tanaman. Perbedaan setiap kanopi tanaman kayu putihini akan berpengaruh pada cahaya matahari yang masuk mengenai permukaan atau dasar tanah, sehingga diduga mampu mempe-ngaruhi kecepatan pertumbuhan gulma dibawah tegakan. Oleh karena itu untuk mengetahui pengaruh kepadatan dari kanopi tanaman kayu putihumur 1 dan 1,5 tahun terhadap perubahan komposisi gulma, sehingga inventarisasi vegetasi gulma yang ada pada lahan perlu dilakukan dan nantinya dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan teknik pengelolaan dan pengendalian gulma yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – September 2018, di perkebunan HTI,Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah metode survei vegetasi kuadrat.Pengamatan gulma dilakukan dengan menggunakan kuadrat (plot) dengan ukuran 1 m × 1 m.Hasil penelitianmenunjukkan kepadatan kanopi tanaman kayu putih umur 1 dan 1,5 tahun memiliki pengaruh terhadap komposisi gulma yang dijelaskan melalui hubungan korelasi positif dan negatif antara indeks luas daun tanamandengan komposisi gulma.Gulma B. alata, M. malabathricum, S. palustris, E. curtisii, A. Mangium, C.Hirtus menunjukkan pertumbuhan lebih baik pada kondisi kanopi tanaman kayu putih umur 1 tahun yang tidak rapat, sedangkan gulma A. intrusa, C. hirta,M. micrantha menunjukkan pertumbuhan lebih baik pada kondisi kanopi tanaman kayu putih umur 1,5 tahun yang lebih rapat.
Efiktifitas Imazapyr dan Glifosat untuk Mengendalikan Gulma pada Tanaman Ekaliptus (Eucalyptus sp.) Putrantyo, Susilo Tri; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekaliptus (Eucalyptus sp.) ialah salah satu komoditas tanaman industri yang salah satu fungsinya digunakan untuk bahan baku pembuatan pulp dan kertas di Indonesia. Permasalahan penting dalam budidaya Ekaliptus adalah keberadaan gulma yang tumbuh pada areal lahan budidaya. Salah satu cara dalam mengendalikan gulma yaitu dengan penyemprotan herbisida pada areal lahan Ekaliptus, Pemberian herbisida dengan dosis yang tepat dapat me-nanggulangi gulma yang tumbuh tanpa merusak tanaman budidaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis yang terbaik dari herbisida Imazapyr dan Glifosat dalam mengendalikan gulma pada lahan Ekalaiptus berumur 1 tahun. Penelitian dilaksanakan bulan Juli sampai dengan September 2018 di Hutan Tanaman Industri PT. Sinarmas Foresty, Riau. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 4 ulangan dengan taraf dosis yang berbeda yaitu: (P1): Kontrol, (P2) Imazapyr 1 L ha-1, (P3): Imazapyr 1,5 L ha-1, (P4): Glifosat 1 L ha-1, (P5) : Glifosat 1 + Imazapyr L ha-1, (P6) : Glifosat 1 + Imazapyr 1,5 L ha-1, (P7) : Glifosat 2 L ha-1, (P8) : Glifosat 2 + Imazapyr 1 L ha-1, (P9) : Glifosat 2 + Imazapyr 1,5 L ha-1.Hasil penelitian me-nunjukkanbahwa dosis herbisida Imazapyr 1,5 L ha-1 baik tunggal maupun dengan campuran Glifosat dengan dosis apapun dapat mengendalikan gulma lebih efektif dibandingkan dengan dosis lain pada lahan Ekaliptus berumur 1 tahun. Dosis herbisida yang digunakan. Herbisida yang digunakan untuk mengendalikan gulma tidak menyebabkan tanaman Ekaliptus meng-alami keracunan herbisida.
Respon Pertumbuhan Stek Daun Tanaman Peperomia Watermelon (Peperomia argyreia) terhadap Asal Bahan Stek dan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Sintetik (Rootone-F) Erawati, Elvira Siska; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Peperomia watermelon (Peperomia argyreia) merupakan tanaman hias yang memiliki corak daun mirip dengan buah semangka. Perbanyakan tanaman Peperomia watermelon dilakukan dengan stek daun. Namun permasalahan yang ada dalam perbanyakan tanaman secara stek daun adalah sulitnya stek berakar dan stek mudah membusuk. Sehingga perlu dilakukan upaya untuk mempercepat pertumbuhan perakaran. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan perakaran adalah dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) sintetik berupa Rootone-F. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman Peperomia watermelon (Peperomia argyreia) terhadap berbagai perlakuan bahan stek dan pemberian ZPT sintetik (Rootone-F). Penelitian ini dilakukan di CV. Bunga Melati Batu pada bulan November 2018 hingga Januari 2019. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) dengan dua faktor yaitu bahan stek dan pemberian ZPT sintetik (Rootone-F). Pada faktor bahan stek terdiri dari lima taraf perlakuan yaitu A1: Daun utuh dengan tangkai, A2: Daun utuh, A3: Bagian bawah daun, A4: Bagian tengah daun, A5: Bagian atas daun. Kemudian pada faktor pemberian ZPT sintetik (Rootone-F)  terdiri dari dua taraf perlakuan yaitu B0: tanpa Rootone-F dan B1: Pemberian Rootone-F 0.4 g/stek. Ulangan dilakukan sebanyak 3 kali dan diuji lanjut menggunakan BNT 5%. Interaksi perlakuan antara asal bahan stek dan pemberian ZPT sintetik (Rootone-F) terdapat pada perlakuan waktu muncul tunas, jumlah tunas per tanaman, panjang tunas, jumlah daun, luas daun, panjang akar, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman. Perlakuan A2B1 (daun utuh dan pemberian Rootone-F 0.4 g/stek) dapat menghasilkan jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, dan luas daun tertinggi diantara perlakuan lainnya.
Profil Biodiversitas Tanaman di Ruas DAS Sengkaling, Tunggulwulung, Lowokwaru dan Kedungkandang Kota Malang Ardella, Erviana Junaifatul; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanskap merupakan suatu bagian ruang pada muka bumi dengan sistem kompleks dalam bentuk aktivitas komponen biotik dan abiotik. Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas merupakan suatu ekosistem yang memberikan jasa lanskap khususnya berupa keanekaragaman hayati (biodi-versitas) terhadap wilayah sekitarnya. Jasa lanskap yang diberikan berupa tata air, biodiversitas, penyerapan karbon, dan keindahan lanskap. Kawasan DAS Brantas memiliki biodiversitas yang cukup tinggi.. Upaya menjaga keberlanjutan biodiversitas tersebut, perlu dilakukan suatu studi identifikasi nilai biodiversitas sebagai penyedia jasa lanskap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui keanekaragaman hayati tanaman di sepanjang  Daerah Aliran Sungai Brantas Kota Malang. Penelitian dilaksanakan di sepanjang Sungai Brantas Kota Malang yaitu area Sengkaling, Tunggulwulung, Lowokwaru dan Kedungkandang pada bulan Mei sampai Juni 2018. Metode yang digunakan yaitu metode transek garis untuk mengamati tanaman di sepanjang DAS serta mengidentifikasi jenis spesies tanaman sepanjang 100m. Kerapatan bernilai rendah berkisar antara 12-50 di masing-masing lokasi. Penyebaran spesies tumbuhan memiliki frekuensi yang sangat rendah yaitu berada pada kelas A (1-20%). Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada keempat lokasi pengamatan bernilai sedang yaitu 1<H’<3 dimana kondisi lingkungannya sedang. Nilai Indeks Dominansi Simpson (D) juga tidak ditemukan adanya tumbuhan yang paling mendominasi karena nilainya 0 < D ≤ 0,5 artinya tidak ada genus yang mendominasi. Manfaat agronomi tumbuhan yaitu dapat digunakan sebagai tanaman pangan, tanaman industri, tanaman hias dan tanaman obat.
Co-Authors Achmad Aji Prasetio Achmad Noerkhaerin Putra Adinugraha, Ibnu Adinugraha, Ibnu Adiputra, Prasetya Dwi Adiputra, Prasetya Dwi Agus Nugroho, Agus Agus Suryanto Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Hidayatullah Zaini Aldiani, Zelby Meutia Aldiani, Zelby Meutia Amalia, Dian Rizki Amalia, Dian Rizki Ambarsari, Ratna Defi Ambarsari, Ratna Defi Andika, Ravika Trio Andika, Ravika Trio Anggraeni, Alifia Nurma Aprilia Fitri Carora Ardella, Erviana Junaifatul Ardella, Erviana Junaifatul Argo, . Aridiansari, Riske Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arin, Iftita Yustitia Artaningrum, Ajeng Ayuningtyas Artaningrum, Ajeng Ayuningtyas Azizah, Nur Bagaskara, Agung Bambang Guritno Barunawati, Nunun Boris Kaido Brigin, Alyanesia Fadhiya Brigin, Alyanesia Fadhiya Brilliyana, Yovi Merllita Brilliyana, Yovi Merllita Carora, Aprilia Fitri Christy, Maria Desi Widya San Christy, Maria Desi Widya San Cyntia Yolanda Apriscia D.P, Della Aprillia Debora S, Hotma Debora S, Hotma Devi Erlinda Mardiyanti Devi, Mia Prastika Dewantri, Marshella Yashinta Dewantri, Marshella Yashinta Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi, Rahma Wilda Kusuma Dhanang Teja Mukti Dharmawan, Ahmad Arif Dharmawan, Ahmad Arif Didik Hariyono Dito Marsal Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Dwiastuti, Mutia Dwiastuti, Mutia Dwiastuti, Mutia Erti Efendi, Yayat Eko Murniyanto Eko Widaryanto Eko Widaryanto Erawati, Elvira Siska Erawati, Elvira Siska Erlina, Yunita Erlina, Yunita Erwiyansyah, Muhammad Jarot Erwiyansyah, Muhammad Jarot Ester, Greace Ester, Greace Estri Pamungkasih Fachry Abda El Rahman Fardiansyah, Ivan Farida Rahmawati Febrisusanto, Permadi Addy Febrisusanto, Permadi Addy Febry Mitra Pradana, Febry Mitra Firman Farid Muhsoni Fitria Yuliasmara Fuadi, Rifki Tri Fuadi, Rifki Tri Hagus Tarno Hanifah, Hanifah Afvida Annisa Putri Hardiman, Baskoro Hardiman, Baskoro Hari Putra, Julian Pratama Hari Putra, Julian Pratama Heddy, Y. B. Suwasono Hermawan, Romy Hidayatullah, Taufiq Husni Thamrin Sebayang Imanuella, Theza Ito, Satoshi Iva Dewi Lestariningsih, Iva Dewi Joko Susilo Kartika Yurlisa, Kartika Kartikasari, Hanna Kartikasari, Hanna Karuniawan, Anggik Kusdi Rahardjo Kusuma, Bayu Adi Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailiyah, Wiharyanti Nur Luqman Qurata Aini Mardiyanti, Devi Erlinda Margareta, Anggy Via Margareta, Anggy Via Marsal, Dito Maulana, Rifqy Irsandi Maulana, Rifqy Irsandi Maulanazri, Tedi Medha Baskara Medha Baskara Meinardhy, Ricky Meitasari, Afidha Dwi Mudhofi Nurrohman Muhammad Luthfi Muhammad Yani, Muhammad Mukti, Dhanang Teja Mutia Erti DWIASTUTI Nia Kurniawan Ningrum, Wulan Asri Ningrum, Wulan Asri Ninuk Herlina Nobukazu Nakagoshi Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Gusti M. Z. C. Aji Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nurkhasanah, Nurul Nurlaelih, Euis Ellih Nurrohman, Mudhofi Nurul Nurkhasanah Pamungkas, Bayu Aji Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pasaribu, Azka Ilafi Pasaribu, Azka Ilafi Pasaribu, Rugun Pasaribu, Rugun Permana, Jaka Permana, Jaka Permana, Yogi Iwan Permana, Yogi Iwan Pertiwi, Bentari Gilang Pertiwi, Bentari Gilang Pradana, Febry Mitra Pradipta, Rangga Purwanto, Galih Purwanto, Galih Puspa Lorina, Mahardika Dianucik Puspa Lorina, Mahardika Dianucik Putrantyo, Susilo Tri Putrantyo, Susilo Tri Putri, Nur Fitriana Edi Putri, Nur Fitriana Edi Rachmad Atmaja, Rachmad Atmaja Rahmadina Fitria Ristanti Rahmawati, Farida Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhan, Varotama Putra Ramadhani, Mirza Ramayanti, Kinta Rangga Pradipta Rifauldin Syahri Riske Aridiansari, Riske Rohman, Ach. Ainur Rohman, Moh. Fa’khur Rohman, Moh. Fa’khur Romadloni, Andhina Romadloni, Andhina Saitama, Akbar Saitama, Akbar Sari Wahyudi, Novita Inka Sari Wahyudi, Novita Inka Sari, Ervita Widya Sembodo, Sri Aryo Sembodo, Sri Aryo Setiawan, Adi Setyono Yudho Tyasmoro Setyono Yudo Tyasmoro Simanjuntak, Abdi Jaya Simanjuntak, Abdi Jaya Simanjuntak, Hotma Debora Simanjuntak, Rionaldo Simanjuntak, Rionaldo Sitawati Sitawati Sitawati Sitawati Suchaida, Azziyaa Suchaida, Azziyaa Susilo, Joko Sutejo, Nur Azizah Luthfina Erry Sutejo, Nur Azizah Luthfina Erry Suwanti, Suwanti Syamsul Arifin Syib'li, Muhammad Akhid Taufiq Hidayatullah Titin Sumarni Ucu Sumirat Udayana, Cicik Uma Khumairoh Wahyudie, Diyan Eko Wahyuni, Udi Wahyuni, Udi Wiharyanti Nur Lailiyah Winda Dwi Juliantika Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Y. B. Suwasono Heddy Yahya, Minhajul Qowim Yamika, Wiwin Sumiyah Dwi Yani Kurniawan, Yani Yani, Muhammad Yasmine, Putri Alya Yayat Efendi Zaahir, Al Ismuz Zaahir, Al Ismuz Zaini, Akbar Hidayatullah Zaini, Akbar Hidayatullah