Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS HERBISIDA DENGAN BAHAN AKTIF PENDIMETHALIN UNTUK PENGENDALIAN GULMA PADA BUDIDAYA PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DENGAN PERBANDINGAN BERBAGAI MACAM TEKNIK PENGENDALIAN GULMA Hidayatullah, Taufiq; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.562 KB) | DOI: 10.21776/706

Abstract

Keberadaan gulma pada lahan budidaya padi berpotensi menurunkan produksi tanaman padi. Salah satu upaya pengendalian gulma secara efektif dan efisien adalah dengan aplikasi herbisida. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas dari herbisida berbahan aktif pendimethalin dalam mengendalikan gulma pada pertanaman padi sawah dan mengetahui pengaruh dosis herbisida berbahan aktif pendimethalin terhadap fitotoksis dan produksi tanaman padi sawah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan September 2016, di lahan padi sawah di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan herbisida dengan bahan aktif pendimethalin dengan dosis 1,5 l.ha-1 mampu menurunkan berat kering gulma total dan memberikan produksi sama dengan pengendalian gulma manual tanpa efek fitotoksis pada tanaman padi. Dilihat dari segi ekonomi, aplikasi herbisida Pendimethalin dengan dosis 1,5 l.ha-1 mampu memberikan hasil setara dengan pengendalian manual yang dilakukan sebanyak 2 kali dengan mengurangi biaya hingga 60%.
APLIKASI HERBISIDA BERBAHAN AKTIF ATRAZIN DAN MESOTRION TERHADAP PENGENDALIAN GULMA DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea Mays L. Saccharata) VARIETAS BONANZA Fuadi, Rifki Tri; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.369 KB) | DOI: 10.21776/707

Abstract

Pengendalian gulma yang tepat salah satunya menggunakan herbisida. Aplikasi herbisida yang sering digunakan oleh petani untuk gulma tanaman jagung adalah herbisida berbahan aktif atrazin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektifitas dari herbisida berbahan aktif Atrazin dan Mesotrion terhadap toksisitas dan hasil tanaman dalam mengendalikan gulma pada tanaman jagung manis varietas Bonansa dan untuk mengetahui pengaruh dosis herbisida berbahan aktif Atrazin dan Mesotrion terhadap toksisitas dan hasil tanaman jagung manis varietas Bonansa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - Oktober 2016 di di Kelurahan Pendem, Kecamatan Junrejo, Kabupaten Batu. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 14 spesies gulma. Perlakuan herbisida berbahan aktif Atrazin maupun Mesotrion pada taraf dosis yang berbeda berpengaruh nyata dalam penurunan bobot kering gulma dibandingkan dengan tanpa pengendalian gulma. Dosis herbisida Mesotrion yang efektif dalam mengendalikan gulma adalah 480 g.ha-1 sedangkan herbisida Atrazin adalah 570 g.ha-1 dan pemberian kedua jenis herbisida menunjukkan gejala toksisitas pada tanaman jagung manis dengan dosis herbisida Mesotrion adalah 960 g.ha-1 dan Atrazin adalah 760 g.ha-1.
OPTIMALISASI WAKTU PEMBERIAN MULSA JERAMI PADA 2 VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA MUSIM PENGHUJAN Purwanto, Galih; Widaryanto, Eko; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/789

Abstract

Teknik modifikasi iklim mikro dapat dilakukan dengan menggunakan mulsa. Aplikasi mulsa merupakan salah satu upaya menekan pertumbuhan gulma, memodifikasi keseimbangan air, suhu dan kelembaban tanah serta menciptakan kondisi yang sesuai bagi tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik (Fithriadi, 2000). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juni 2015 di  Desa Siman, Kepung, Kediri, Jawa Timur. Bahan yang digunakan adalah bibit bawang merah varietas Thailand dan Bauji, jerami padi, pupuk kandang 20 t ha-1, NPK 73 kg ha-1 dan pupuk untuk kocor NPK 65,5 kg ha-1, KNO3 8,2 kg ha-1, DGW 2,7 kg ha-1 dan air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor yaitu waktu penggunaan mulsa jerami dan varietas bawang merah. Perlakuan tersebut diulang tiga kali dan terdiri dari  8 tanaman sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara varietas bawang merah dengan pemberian mulsa jerami pada berat umbi ha-1. Pengamatan jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah dan kering umbi rumpun-1, bobot basah dan kering umbi ha-1 menunjukkan hasil yang lebih tinggi pada pemberian mulsa jerami 10 hst (D1) dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Sedangkan penggunaan varietas Thailand dan Bauji tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah dan kering umbi rumpun-1 dapat dikarenakan sifat dan karakter varietas tersebut yang merupakan varietas lokal unggul dan non-lokal unggul.
APLIKASI BEBERAPA DOSIS NPK DAN KASCING PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Alternanthera amoena Voss.) Artaningrum, Ajeng Ayuningtyas; Azizah, Nur; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/820

Abstract

Tanaman bayam merah (Alternanthera amoena Voss.) ialah tanaman sayuran yang memiliki nilai gizi tinggi. Pengelolaan budidaya tanaman bayam merah untuk skala besar yang menjanjikan ini masih jarang dilakukan petani. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi dan kualitas tanaman bayam yang baik dengan melakukan pemupukan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan kombinasi kascing dan NPK yang optimal sehingga dapat menggantikan kebutuhan pupuk NPK pada budidaya tanaman bayam merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2016 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Kepuharjo, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh dari kombinasi pupuk NPK majemuk dengan kascing terdapat perbedaan nyata pada tinggi tanaman jumlah daun, luas daun, bobot panen tanaman, bobot kering tanaman, dan laju pertumbuhan relatif. Perlakuan P3 (60% Pupuk NPK+40% Kascing) diketahui memberikan pertumbuhan yang paling baik. Kombinasi kascing dengan pupuk NPK majemuk dapat menurunkan dosis pupuk NPK dan kascing dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman bayam merah sehingga penggunaan pupuk anorganik dapat dikurangi.
PENGARUH BEBERAPA LEVEL SALINITAS TERHADAP PERKECAMBAHAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) VARIETAS VIMA 1 Romadloni, Andhina; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/825

Abstract

Salinitas merupakan garam terlarut dalam konsentrasi yang berlebihan di tanah. Salinitas mengurangi  pertumbuhan  dan hasil tanaman pertanian  penting dan dapat menyebabkan terjadinya gagal panen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dan perbedaan perlakuan beberapa level salinitas terhadap perkecambahan kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima 1 sebagai simulasi cekaman salinitas pada pembukaan lahan kacang hijau di daerah pesisir. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh dan perbedaan perlakuan beberapa level salinitas terhadap perkecambahan kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima 1. Hasil pengamatan dan pembahasan menunjukkan bahwa dengan percobaan kacang hijau di petridish melalui uji BNT 5% diperoleh bahwa perlakuan salinitas pada perkecambahan kacang hijau terdapat perbedaan secara nyata, dan berdasarkan hasil uji melalui ANOVA terdapat pengaruh perlakuan salinitas terhadap perkecambahan secara signifikan.
RESPON 3 JENIS TURFGRASS TERHADAP INTERVAL PEMANGKASAN Hardiman, Baskoro; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/832

Abstract

Rumput merupakan tanaman yang memegang peranan penting pada lapangan olahraga. Pemeliharaan yang tepat akan membuat rumput memiliki kualitas yang sesuai unttuk menunjang dalam penggunaan lapangan tersbut. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh interval waktu pemangkasan pada 3 jenis turfgrass. Sedangkan hipotesis yang diajukan yaitu Interval waktu pemangkasan turfgrass yang lebih sering memiliki pertumbuhan jumlah pucuk daun yang paling baik. Penelitian ini dilakukan di lahan yang terletak di UPT Pengembangan Benih Palawija Kecamatan Singosari Malang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok pada 3 jenis tanaman yang diulang sebanyak 6 kali. Ketiga jenis rumput yang digunakan adalah rumput bermuda (Cynodon dactylon), rumput jepang (Zoysia japonica), rumput gajahan (Axonopus compressus). Analisis hasil dilakukan dengan analisis ragam uji F 5%. Apabila hasil nyata dilanjutkan menggunakan BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rumput bermuda terdapat perbedaan nyata pada kepadatan pucuk, berat kering pucuk, berat kering total dan daya recovery dengan perlakuan P2 (Pemangkasan dengan interval 10 hari) adalah yang terbaik, serta ketahanan gulma yang paling baik pada perlakuan P1 (Pemangkasan dengan interval 7 hari). Rumput jepang terdapat perbedaan nyata pada kepadatan pucuk, panjang daun dan daya recovery dengan perlakuan P1 (Pemangkasan dengan interval 7 hari) adalah yang terbaik, serta ketahanan gulma yang paling baik pada perlakuan P1 (Pemangkasan dengan interval 7 hari). Rumput gajahan terdapat perbedaan nyata pada kepadatan pucuk dan daya recovery dengan perlakuan P1 (Pemangkasan dengan interval 7 hari) adalah yang terbaik, serta ketahanan gulma yang paling baik pada perlakuan P1 (Pemangkasan dengan interval 7 hari).
AGROBIODIVERSITAS PADA BERBAGAI JENIS PENGGUNAAN LAHAN SISTEM PERTANIAN Amalia, Dian Rizki; Setiawan, Adi; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/881

Abstract

Peran vegetasi dalam suatu ekosistem sebagai jasa lingkungan dengan pengaturan keseimbangan karbon dioksida dan oksigen dalam udara, perbaikan sifat fisik, kimia dan biologis tanah, dan pengaturan tata air tanah. Metode yang digunakan yaitu metode sampling kuadrat dengan petak 1mx1m sebanyak 51 plot. Hasil penelitian pada lahan tebu dijumpai 21 spesies tanaman strata 3. Nilai SDR lahan tebu 1,02-10,82. Nilai indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) yaitu 2,89. Pada kopi dijumpai 10 spesies tanaman strata 3. Nilai SDR lahan kopi 2,81-26,85. Nilai indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) yaitu 1,92. Pada lahan sawi dijumpai 5 spesies tanaman strata 3. Nilai SDR lahan sawi 12,95-26,78. Nilai indeks Shannon-Wiener (H’) yaitu 1,57. Nilai koefisien komunitas (C) yaitu 5,72% hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan sebesar 94,28% pada ketiga lahan.
Analisis Jasa Lingkungan di Ruang Terbuka Hijau Kota Malang Putri, Nur Fitriana Edi; Baskara, Medha; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/907

Abstract

Serangga merupakan salah satu organisme yang paling dominan di muka bumi. Keberadaan serangga pada suatu tempat dapat dijadikan sebagai indikator kesehatan ekosistem, biodiversitas serta degradasi lanscape. Serangga memiliki peran sebagai jasa lingkungan dalam ekosistem diantaranya adalah sebagai polinator, dekomposer, predator dan parasitoid. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman biodiversitas sebagai jasa lingkungan di Ruang Terbuka Hijau dengan pengelolaan lanskap bentuk koridor dan clustered. Penelitian dilaksanakan di hutan kota Malabar dan Jalan Jakarta, Malang, pada bulan Mei 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang terdiri dari 4 kuadran. Dalam 1 kuadran terdapat 4 pitfall, 1 light trap dan 1 malaise trap. Penentuan pemasangan perangkap dilakukan dengan metode diagonal. Dari hasil pengambilan sampel dan identifikasi serangga dan vegetasi yang dilakukan pada hutan kota Malabar diperoleh 60 jenis pohon dan 294 ekor serangga. Sedangkan untuk hutan kota Jalan Jakarta diperoleh 40 jenis pohon dan 215 ekor serangga. Pada hutan kota Malabar lebih banyak ditemukan ordo Lepidoptera sedangkan pada hutan kota Jalan Jakarta banyak ditemukan ordo Diptera. Dengan suhu rata-rata yang diperoleh 24,48oC di Malabar dan 26,48oC di Jalan Jakarta. Membuat serangga merasa nyaman di dalam lingkungan hutan kota, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan indeks keanekaragaman dari masing-masing hutan kota yang mempunyai indeks keanekaragaman yang sedang/kondisi lingkungan sedang.
Pola Keanekaragaman Gulma pada Ruas Jalan A. Yani Hingga Jalan J. Basuki Rahmat Median Jalan Kota Malang Febrisusanto, Permadi Addy; Baskara, Medha; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/910

Abstract

Gulma ialah tumbuhan yang tumbuh dan berkembang di tempat yang tidak dikehendaki dan juga termasuk dalam masalah perkotaan khususnya pada median jalan, hal tersebut dikarenakan median jalan ialah frontface / wajah dari suatu kota serta tanaman hias pada median jalan termasuk dalam agroekosistem.  Tujuan penelitian ialah mengetahui keanekaragaman gulma median jalan dan interaksi khusus antara gulma median jalan dengan tanaman hias median jalan disepanjang ruas Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Jenderal Basuki Rahmat Kota Malang. Penelitian ini mengamati gulma pada 3 (tiga) spesies tanaman hias pada ruas median jalan. Metode yang digunakan ialah metode kuadrat dengan frame kuadrat 0,8x0,8m pada 15 (lima belas) titik pengamatan dengan ulangan 1(satu) kali. Analisis data meliputi Summed dominance Ratio (SDR) dan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Penelitian dilaksanakan selama Juli 2017. Hasil penelitian untuk gulma yang ditemukan pada 3 (tiga) spesies tanaman hias median jalan ialah sebanyak 8 (delapan) spesies gulma dengan nilai SDR terbesar pada spesies gulma Calincing jawa (Oxalis javanica) dengan nilai masing-masing 44,762; 30,588 dan 47,214 dan rentang Nilai Indeks keanekaragaman (H’) ialah dengan 0-0,362. Kesimpulan Penelitian ialah mengacu pada nilai SDR dan Indeks keanekaragaman (H’), menemukan pola interaksi khusus tanaman hias median jalan ialah dengan gulma spesies Calincing jawa (Oxalis javanica) dan keanekaragaman spesies gulma termasuk kategori rendah (dibawah angka 1).
Respon Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa var. Lollorosa) terhadap Media Tanam dan Konsentrasi Nutrisi pada Hidroponik Sistem Sumbu Sembodo, Sri Aryo; Nurlaelih, Euis Ellih; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/920

Abstract

Pelaku budidaya selada merah hidroponik selama ini kurang memperhatikan media tanam dan konsentrasi  nutrisi yang digunakan, sehingga terkadang selada merah yang dibudidayakan tumbuh berdaun hijau, hasilnya kurang optimal dan rasanya pahit. Sedangkan hidroponik merupakan metode budidaya yang memerlukan biaya cukup tinggi. Dengan melihat kondisi tersebut maka diperlukan teknologi yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas selada merah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari jenis media tanam dan konsentrasi nutrisi yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil selada merah dengan sistem hidroponik, serta analisis usahatani hidroponik selada merah. Penelitian ini dilaksanakan di dalam screen house pada Bulan Oktober-November 2016 yang bertempat di Jl. Sebuku II, Bunul, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan, yaitu dengan mengkombinasikan jenis media tanam berupa arang sekam, cocopeat, dan pasir dengan konsentrasi nutrisi 3 ml l-, 5 ml l-, dan 7 ml l-. Seluruh kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian memberikan hasil yang signifikan hanya pada parameter jumlah daun tanaman pada umur 14 hst. Sedangkan hasil analisis usahatani menunjukkan bahwa perlakuan pasir + 3 ml l- larutan A dan B (M7) merupakan perlakuan yang paling efisien dan ekonomis.
Co-Authors Achmad Aji Prasetio Achmad Noerkhaerin Putra Adinugraha, Ibnu Adinugraha, Ibnu Adiputra, Prasetya Dwi Adiputra, Prasetya Dwi Agus Nugroho, Agus Agus Suryanto Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Hidayatullah Zaini Aldiani, Zelby Meutia Aldiani, Zelby Meutia Amalia, Dian Rizki Amalia, Dian Rizki Ambarsari, Ratna Defi Ambarsari, Ratna Defi Andika, Ravika Trio Andika, Ravika Trio Anggraeni, Alifia Nurma Aprilia Fitri Carora Ardella, Erviana Junaifatul Ardella, Erviana Junaifatul Argo, . Aridiansari, Riske Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arin, Iftita Yustitia Artaningrum, Ajeng Ayuningtyas Artaningrum, Ajeng Ayuningtyas Azizah, Nur Bagaskara, Agung Bambang Guritno Barunawati, Nunun Boris Kaido Brigin, Alyanesia Fadhiya Brigin, Alyanesia Fadhiya Brilliyana, Yovi Merllita Brilliyana, Yovi Merllita Carora, Aprilia Fitri Christy, Maria Desi Widya San Christy, Maria Desi Widya San Cyntia Yolanda Apriscia D.P, Della Aprillia Debora S, Hotma Debora S, Hotma Devi Erlinda Mardiyanti Devi, Mia Prastika Dewantri, Marshella Yashinta Dewantri, Marshella Yashinta Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi, Rahma Wilda Kusuma Dhanang Teja Mukti Dharmawan, Ahmad Arif Dharmawan, Ahmad Arif Didik Hariyono Dito Marsal Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Dwiastuti, Mutia Dwiastuti, Mutia Dwiastuti, Mutia Erti Efendi, Yayat Eko Murniyanto Eko Widaryanto Eko Widaryanto Erawati, Elvira Siska Erawati, Elvira Siska Erlina, Yunita Erlina, Yunita Erwiyansyah, Muhammad Jarot Erwiyansyah, Muhammad Jarot Ester, Greace Ester, Greace Estri Pamungkasih Fachry Abda El Rahman Fardiansyah, Ivan Farida Rahmawati Febrisusanto, Permadi Addy Febrisusanto, Permadi Addy Febry Mitra Pradana, Febry Mitra Firman Farid Muhsoni Fitria Yuliasmara Fuadi, Rifki Tri Fuadi, Rifki Tri Hagus Tarno Hanifah, Hanifah Afvida Annisa Putri Hardiman, Baskoro Hardiman, Baskoro Hari Putra, Julian Pratama Hari Putra, Julian Pratama Heddy, Y. B. Suwasono Hermawan, Romy Hidayatullah, Taufiq Husni Thamrin Sebayang Imanuella, Theza Ito, Satoshi Iva Dewi Lestariningsih, Iva Dewi Joko Susilo Kartika Yurlisa, Kartika Kartikasari, Hanna Kartikasari, Hanna Karuniawan, Anggik Kusdi Rahardjo Kusuma, Bayu Adi Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailiyah, Wiharyanti Nur Luqman Qurata Aini Mardiyanti, Devi Erlinda Margareta, Anggy Via Margareta, Anggy Via Marsal, Dito Maulana, Rifqy Irsandi Maulana, Rifqy Irsandi Maulanazri, Tedi Medha Baskara Medha Baskara Meinardhy, Ricky Meitasari, Afidha Dwi Mudhofi Nurrohman Muhammad Luthfi Muhammad Yani, Muhammad Mukti, Dhanang Teja Mutia Erti DWIASTUTI Nia Kurniawan Ningrum, Wulan Asri Ningrum, Wulan Asri Ninuk Herlina Nobukazu Nakagoshi Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Gusti M. Z. C. Aji Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nurkhasanah, Nurul Nurlaelih, Euis Ellih Nurrohman, Mudhofi Nurul Nurkhasanah Pamungkas, Bayu Aji Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pasaribu, Azka Ilafi Pasaribu, Azka Ilafi Pasaribu, Rugun Pasaribu, Rugun Permana, Jaka Permana, Jaka Permana, Yogi Iwan Permana, Yogi Iwan Pertiwi, Bentari Gilang Pertiwi, Bentari Gilang Pradana, Febry Mitra Pradipta, Rangga Purwanto, Galih Purwanto, Galih Puspa Lorina, Mahardika Dianucik Puspa Lorina, Mahardika Dianucik Putrantyo, Susilo Tri Putrantyo, Susilo Tri Putri, Nur Fitriana Edi Putri, Nur Fitriana Edi Rachmad Atmaja, Rachmad Atmaja Rahmadina Fitria Ristanti Rahmawati, Farida Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhan, Varotama Putra Ramadhani, Mirza Ramayanti, Kinta Rangga Pradipta Rifauldin Syahri Riske Aridiansari, Riske Rohman, Ach. Ainur Rohman, Moh. Fa’khur Rohman, Moh. Fa’khur Romadloni, Andhina Romadloni, Andhina Saitama, Akbar Saitama, Akbar Sari Wahyudi, Novita Inka Sari Wahyudi, Novita Inka Sari, Ervita Widya Sembodo, Sri Aryo Sembodo, Sri Aryo Setiawan, Adi Setyono Yudho Tyasmoro Setyono Yudo Tyasmoro Simanjuntak, Abdi Jaya Simanjuntak, Abdi Jaya Simanjuntak, Hotma Debora Simanjuntak, Rionaldo Simanjuntak, Rionaldo Sitawati Sitawati Sitawati Sitawati Suchaida, Azziyaa Suchaida, Azziyaa Susilo, Joko Sutejo, Nur Azizah Luthfina Erry Sutejo, Nur Azizah Luthfina Erry Suwanti, Suwanti Syamsul Arifin Syib'li, Muhammad Akhid Taufiq Hidayatullah Titin Sumarni Ucu Sumirat Udayana, Cicik Uma Khumairoh Wahyudie, Diyan Eko Wahyuni, Udi Wahyuni, Udi Wiharyanti Nur Lailiyah Winda Dwi Juliantika Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Y. B. Suwasono Heddy Yahya, Minhajul Qowim Yamika, Wiwin Sumiyah Dwi Yani Kurniawan, Yani Yani, Muhammad Yasmine, Putri Alya Yayat Efendi Zaahir, Al Ismuz Zaahir, Al Ismuz Zaini, Akbar Hidayatullah Zaini, Akbar Hidayatullah