Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI SISTEM TUMPANGSARI JAGUNG (Zea mays L.) DAN BAWANG PREI (Allium porrum L.) PADA BERBAGAI JARAK TANAM Hari Putra, Julian Pratama; Wicaksono, Karuniawan Puji; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.877 KB) | DOI: 10.21776/439

Abstract

Sistem tanam tumpangsari adalah salah satu sistem tanam dimana terdapat dua atau lebih jenis tanaman yang berbeda ditanam secara bersamaan dalam waktu relatif sama atau berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tanaman sela terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada jarak tanam yang berbeda dan menentukan nilai Nisbah Kesetaraan Lahan yang tertinggi pada pola tanam tumpangsari antara tanaman jagung dan bawang prei dibandingkan dengan pola tanam tumpangsari. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Februari sampai dengan Mei Tahun 2015 di Desa Dadaprejo dengan mengunakan metode penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penanaman dengan sistem tumpangsari antara jagung dan bawang prei dengan jarak tanam 60 cm x 50 cm menunjukkan nilai Nisbah Kesetaraan Lahan 1,55. Pada perlakuan ini memberikan hasil yaitu 7,94 ton.ha-1 bobot kering tongkol jagung dan 1,6 ton.ha-1bobot segar konsumsi bawang prei. Tumpangsari jagung dan bawang prei memiliki R/C Rasio 1.51 - 1.63 lebih rendah dibandingkan dengan monokultur jagung. Pada sistem monokultur jagung yang ditanam dengan jarak 60 cm x 30 cm memiliki nilai R/C Rasio tertinggi yaitu 2,52 yang artinya usaha tani tersebut paling menguntungkan.
PENGATURAN JARAK TANAM PADA RICE TRANSPLANTER DAN DOSIS PUPUK MAJEMUK TERHADAP HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG Ramadhan, Apianto Rizky; Wicaksono, Karuniawan Puji; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/499

Abstract

Padi merupakan jenis tanaman yang diusahakan di Indonesia sebagai sumber bahan pangan pokok bagi 90% penduduk Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (2014) produksi padi Indonesia pada tahun 2014 adalah 69,87 juta ton, sedangkan pada  tahun 2013 sebesar 71,28 juta ton. Dapat dilihat bahwa terjadi penurunan produksi sebesar 1,98%.  Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah pengaruh dan interaksi pengaturan jarak tanam mesin penanam padi pada hasil padi varietas Ciherang dan mengetahui pengaruh dosis pemupukan pupuk majemuk padi pada hasil padi varietas Ciherang. Penelitian ini dilakukan di lahan sawah Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Penelitian ini dilakukan pada bulan Pebruari 2015 sampai dengan juni 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan Petak Utama pengaturan jarak tanam menggunakan rice transplanter (30x22 cm dan 30x15 cm), dan Anak Petak  dosis pupuk majemuk (300 kg ha-1, 600 kg ha-1, 900 kg ha-1, dan 1.200 kg ha-1). Penelitian diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 30 x 22 cm dan dosis pupuk majemuk 600 kg ha-1 adalah yang terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan anatara lain jumlah anakan, jumlah daun, luas daun bobot kering total tanaman dan komponen hasil yaitu bobot 1.000 butir, presentase gabah hampa, bobot gabah per malai dan bobot kering gabah.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN SERAPAN CO2 DAN PENURUNAN SUHU UDARA DARI HUTAN KOTA DAN TAMAN KOTA BALIKPAPAN Sari Wahyudi, Novita Inka; Sitawati, Sitawati; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.871 KB) | DOI: 10.21776/503

Abstract

Balikpapan adalah salah satu kota di Provinsi Kalimantan Timur dengan pembangunan infrastruktur kota yang cukup pesat, sehingga berdampak pada kualitas dan kuantitas ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau sangat diperlukan pada wilayah perkotaan yaitu untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan sehat bagi masyarakat kota. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan Hutan Kota dan Taman untuk menyerap CO2 dan mengurangi suhu udara ambien. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2015, di  Hutan Kota dan Taman Bekapai, Balikpapan, Kalimantan Timur. Metode penelitian ini membagi tiap lokasi menjadi 3 zona yaitu 0 m, 30 m dan 80 m, yang dilaksanakan pada pukul 06:00, 09:00, 12:00, 15:00 dan 18.00 WITA. Variabel pengamatan meliputi kadar CO2, suhu udara ambien, intensitas cahaya matahari, kelembaban udara, kecepatan angin dan analisa vegetasi. Berdasarkan hasil penelitian, Taman Bekapai adalah ruang terbuka hijau (luas 55 m x 100 m) dan zona aktif yang berlokasi di jantung kota Balikpapan. Sedangkan Hutan Kota merupakan salah satu bentuk ruang terbuka hijau (luas 182.63 m x 164.13 m) yang berada di pinggir Jalan Kapten Piere Tendean. Kandungan CO2 di Hutan Kota lebih rendah dibandingkan dengan Taman Bekapai yaitu sebesar 417.0 ppm, artinya Hutan Kota memiliki kemampuan serapan CO2 lebih baik dibandingkan Taman Bekapai. Selain itu, hasil pengamatan suhu udara ambien di Hutan Kota hampir sama dengan Taman Bekapai. Hal ini didukung dengan hasil uji t yaitu t hitung < t tabel (0.88 < 3.18), artinya tidak ada perbedaan nyata suhu udara ambien di Hutan Kota dan Taman Bekapai.
RESPON PEMBERIAN PUPUK NPK DAN MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) TERHADAP PEMBUNGAAN TANAMAN ROMBUSA MINI (Tabernaemontana corymbosa) Dewantri, Marshella Yashinta; Wicaksono, Karuniawan Puji; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/507

Abstract

Tanaman hias Rombusa mini memiliki nilai estetika tinggi sehingga banyak permintaan terhadap tanaman rombusa mini. Tanaman hias rombusa mini memiliki jangka waktu berbunga cukup lama antara 1 sampai 2 tahun serta jarang berbunga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pemberian pupuk NPK dan Monosodium Glutamat  (MSG) terhadap pembungaan tanaman hias rombusa mini. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Besuki Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri pada awal bulan Juni hingga akhir bulan Juli 2015. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama pupuk NPK dengan 3 taraf percobaan yaitu N0 : penambahan NPK 0 gram, N1 : penambahan NPK 1,5 gram dan N2 : penambahan NPK 3 gram. Faktor kedua Monosodium Glutamat (MSG) dengan 3 taraf percobaan V0 : Monosodium Glutamat (MSG) 0 ppm, V1 : Monosodium Glutamat (MSG) 3000 ppm, dan V2 : Monosodium Glutamat (MSG) 6000 ppm. Ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan Pupuk NPK dan Monosodium Glutamat (MSG) terhadap tinggi tanaman dan jumlah kuncup bunga tanaman Rombusa mini (Tabernaemontana corymbosa). MSG 6 g per ℓ (6000 ppm) dapat digunakan sebagai pengganti NPK 1,5 g per tanaman per 2 minggu dengan peningkatan jumlah kuncup bunga sebesar 54 % dibandingkan tanpa pupuk.
RESPON PEMBUNGAAN DAN HASIL TANAMAN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) cv. SMOOTH CAYENNE TERHADAP PENGURANGAN PEMUPUKAN DAN APLIKASI ETILEN Suwanti, Suwanti; Susilo, Joko; Baskara, Medha; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/513

Abstract

Kebutuhan buah terutama nanas di dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Buah nanas saat ini mendominasi perdagangan dunia untuk buah-buahan tropis. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai Juni 2015 di PT. Great Giant Pineapple Lampung. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi aplikasi etilen yaitu 2 dan 3 kali aplikasi etilen dan faktor kedua adalah pengurangan pemupukan sebelum aplikasi etilen yaitu pengurangan pemupukan 15, 30 dan 45 hari sebelum aplikasi etilen. Parameter pengamatan yaitu persentase pembungaan dan hasil bobot segar tanaman, bobot buah, diameter buah serta panjang buah. Hasil analisa ragam menunjukkan pada parameter pembungaan terdapat interaksi nyata terhadap persentase bunga pada pengamatan 35 hari setelah aplikasi etilen dengan nilai tertinggi pada perlakuan pengurangan pemupukan 45 hari sebelum aplikasi etilen dan aplikasi etilen 3 kali lebih cepat berbunga daripada perlakuan lainnya, pengamatan panen, menunjukkan pada perlakuan pengurangan pemupukan 15 hari sebelum aplikasi etilen dan aplikasi etilen 2 kali secara konstan pada bobot tanaman, bobot buah, panjang buah dan diameter buah lebih baik daripada perlakuan lain. Didapatkan kesimpulan yaitu pengurangan pemupukan dan aplikasi etilen dapat meningkatkan persentase pembungaan pada perlakuan pengurangan pemupukan 45 hari sebelum aplikasi etilen dan aplikasi etilen 3 kali dan pada perlakuan pengurangan pemupukan 45 hari sebelum aplikasi etilen dan aplikasi etilen 2 kali dapat meningkatkan hasil dari bobot segar tanaman, bobot buah, panjang buah dan diameter buah pada tanaman nanas.
PENGARUH VERNALISASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN SEDAP MALAM (Polianthes tuberosa L.) PADA BERBAGAI KEDALAMAN TANAM Aldiani, Zelby Meutia; Wicaksono, Karuniawan Puji; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/536

Abstract

Tanaman sedap malam (Polianthes tuberosa L.) merupakan tanaman hias yang umum digunakan sebagai bunga vas dan banyak digemari di Indonesia, namun produksi bunga sedap malam masih belum mampu memenuhi permintaaan pasar. Selain produksi yang masih rendah, kualitas sedap malam juga perlu ditingkatkan. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi dan kualitas sedap malam dengan mengaplikasikan vernalisasi yakni perlakuan suhu rendah (bukan beku) dan menanam bahan tanam berupa umbi pada kedalaman tanam tertentu. Vernalisasi dapat merangsang hormon pembungaan sehingga mempercepat inisiasi bunga, sedangkan kedalaman tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan sedap malam. Organ tanaman yang mendapat perlakuan vernalisasi tidak boleh terkena kondisi ekstrem agar tidak mengalami devernalisasi, karena itu perlu kedalaman tanam pada kisaran tertentu agar lingkungan tumbuh mempunyai suhu yang optimal sehingga mampu mempertahankan pengaruh vernalisasi yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempercepat pembungaan tanaman sedap malam melalui aplikasi vernalisasi dan kedalaman tanam. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai September 2015 di Desa Sumberurip Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan faktor pertama berupa vernalisasi dan faktor kedua berupa kedalaman tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara vernalisasi dan kedalaman tanam terhadap saat muncul tunas, inisiasi bunga, panjang tanaman, jumlah daun, dan luas daun. Vernalisasi 5oC dan kedalaman tanam 10 cm mempercepat inisiasi bunga hingga 37 hst dibanding tanaman tanpa vernalisasi dan kedalaman tanam 15 cm.
PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN GIBERELIN (GA3) DAN PERBEDAAN BOBOT BONGGOL TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS PADA PERBANYAKAN PISANG MAS KIRANA (Musa acuminata L) Sutejo, Nur Azizah Luthfina Erry; Wicaksono, Karuniawan Puji; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.789 KB) | DOI: 10.21776/594

Abstract

Berbagai kendala dalam budidaya pisang secara konvensional adalah sulit men-dapatkan bibit yang berkualitas dalam  jumlah besar, waktu yang singkat dan ber-kelanjutan. Upaya meningkatkan produksi tanaman pisang dapat dilakukan melalui perbaikan teknologi budidayanya. Pe-ningkatan kualitas bibit dilakukan melalui pengembangan bibit melalui bonggol pisang sehingga diperoleh bibit dalam jumlah banyak dan seragam. Giberellin termasuk zat pengatur tumbuh yang berguna bagi tanaman, dalam konsentrasi rendah dapat merangsang pembelahan dan pemanjangan sel. Efek giberelin tidak hanya mendorong perpanjangan batang, tetapi juga terlibat dalam proses regulasi perkembangan tumbuhan. Disintesis pada ujung batang dan akar, giberelin menghasilkan pengaruh yang cukup luas. Salah  satu efek utamanya adalah mendorong pemanjangan batang dan daun.  Penelitian dilaksanakan di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang pada bulan Mei hingga September 2015. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok faktorial, yang terdiri dari  dua faktor, yaitu perlakuan per-bedaan bobot bonggol dan perlakuan konsentrasi larutan Giberelin. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian larutan giberelin dan perbedaan bobot bonggol secara efektif dan efisien mampu meningkatkan pertumbuhan tunas tanaman pisang pada waktu munculnya tunas, jumlah tunas, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar dan bobot bagian bawah tanah. Bobot bonggol ter-tinggi 500-650 g memberikan hasil terbaik.  Pemberian larutan giberelin dengan kon-sentrasi 150 ppm mampu me-ningkatkan pertumbuhan tanaman.
PENGARUH FERMENTASI URIN KELINCI DAN FERMENTASI PAITAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAPRIKA (Capsicum annuum var Grossum) DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT Rahmawati, Farida; Wicaksono, Karuniawan Puji; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/631

Abstract

Paprika sebagai salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi, memiliki peluang besar yang buahnya dapat diekspor ke luar negeri. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi paprika adalah melalui intensifikasi dan teknologi penanaman. Teknik budidaya secara hidroponik merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan buah paprika. Salah satu sistem hidroponik dalam budidaya paprika yaitu dengan hidroponik substrat yang tidak menggunakan air sebagai media, tetapi menggunakan media padat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh penambahan fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan terhadap pertumbuhan dan hasil buah paprika. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2013 – Oktober 2014 di Batu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 perlakuan tanpa fermentasi urin kelinci dan tanpa fermentasi paitan dan 8 perlakuan aplikasi fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan. Jumlah perlakuan ada 9 yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali, sehingga total satuan percobaan berjumlah 27 petak. Setiap petak percobaan terdiri dari 3 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan memberikan hasil yang lebih pada panjang tanaman, jumlah daun, luas daun dan bobot buah per tanaman. Perlakuan dengan penambahan fermentasi paitan 100%  memberikan hasil jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman yang lebih tinggi daripada perlakuan kontrol. Pada hasil tanaman paprika, pemberian fermentasi urin kelinci dan fermentasi paitan belum dapat meningkatkan hasil buah tanaman paprika.
PENGGUNAAN HERBISIDA OKSIFLUORFEN DAN PENDIMETHALIN PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Permana, Jaka; Widaryanto, Eko; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.003 KB) | DOI: 10.21776/680

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu tanaman komoditas hortikultura yang penting di Indonesia. Kebutuhan bawang merah cenderung meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan teknik budidaya agar tidak kehilangan hasil akibat gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan herbisida oksifluorfen dan pendimethalin dalam pengendalian gulma serta pengaruhnya terhadap hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Siman Kec. Kepung Kab. Kediri, pada bulan September sampai November 2015. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian gulma menggunakan herbisida oksifluorfen 1,5 l ha-1 pada 15, 30, 45, 60 hari setelah tanam secara signifikan menekan pertumbuhan gulma sebesar 82,43%, 83,09%, 53,07%, 50,56% apabila dibandingkan dengan perlakuan weedy atau tanpa pengendalian gulma. Pengendalian gulma dengan aplikasi herbisida oksifluorfen 1,5 l ha-1 dan pengendalian gulma dengan aplikasi pendimethalin 1000 g ha-1 yang diaplikasikan secara pra tumbuh dapat menghasilkan panen sebesar 15,23 ton ha-1, 13,61 ton ha-1 atau meningkat sekitar 52,70%, 57,73% dibandingkan dengan perlakuan penyiangan manual.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK Lumbricus rubellus TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Simanjuntak, Abdi Jaya; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.129 KB) | DOI: 10.21776/699

Abstract

Tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) ialah  sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia, tetapi sawi yang dikonsumsi masih banyak yang dibudidayakan secara anorganik dan tidak baik untuk kesehatan. Budidaya anorganik secara terus menerus dapat mengakibatkan kerusakan tanah baik secara biologi, kimia dan fisika. Sistem pertanian organik merupakan solusi terbaik untuk memperbaiki sifat biologi, kimia dan fisika tanah serta tanaman sawi yang dihasilkan sehat untuk dikonsumsi. Salah satu upaya untuk mendukung pertanian organik adalah penggunaan pupuk organik cair Lumbricus rubellus. Pupuk ini merupakan pupuk yang berbahan dasar cacing tanah jenis Lumbricus rubellus, karena cacing ini mengandung unsur hara yang baik untuk tanaman terutama unsur nitrogen yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik  Lumbricus rubellus terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi serta membandingkan pengaruh pupuk tersebut dengan pupuk anorganik rekomendasi. Penelitian ini dilaksanakan pada April 2016 sampai Juni 2016 di lahan Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian Malang. Penelitian ini menggunakan metode  Rancangan Acak Kelompok  dengan 8 perlakuan  yang diulang sebanyak 4 kali. Data dianalisis menggunakan  analisis ragam (ANOVA). Apabila terdapat pengaruh nyata dilakukan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  perlakuan pupuk Lumbricus rubellus dan perlakuan pupuk anorganik rekomendasi memberi pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Perlakuan  yang berpengaruh baik adalah pupuk anorganik rekomendasi dan beberbeda nyata dengan perlakuan pupuk Lumbricus rubellus. Perlakuan pupuk Lumbricus rubelus 22 ml L-1 dan perlakuan pupuk anorganik rekomendasi memiliki hasil tanaman sawi yang tinggi dan tidak berbeda nyata.
Co-Authors Achmad Aji Prasetio Achmad Noerkhaerin Putra Adinugraha, Ibnu Adinugraha, Ibnu Adiputra, Prasetya Dwi Adiputra, Prasetya Dwi Agus Nugroho, Agus Agus Suryanto Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Hidayatullah Zaini Aldiani, Zelby Meutia Aldiani, Zelby Meutia Amalia, Dian Rizki Amalia, Dian Rizki Ambarsari, Ratna Defi Ambarsari, Ratna Defi Andika, Ravika Trio Andika, Ravika Trio Anggraeni, Alifia Nurma Aprilia Fitri Carora Ardella, Erviana Junaifatul Ardella, Erviana Junaifatul Argo, . Aridiansari, Riske Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arin, Iftita Yustitia Artaningrum, Ajeng Ayuningtyas Artaningrum, Ajeng Ayuningtyas Azizah, Nur Bagaskara, Agung Bambang Guritno Barunawati, Nunun Boris Kaido Brigin, Alyanesia Fadhiya Brigin, Alyanesia Fadhiya Brilliyana, Yovi Merllita Brilliyana, Yovi Merllita Carora, Aprilia Fitri Christy, Maria Desi Widya San Christy, Maria Desi Widya San Cyntia Yolanda Apriscia D.P, Della Aprillia Debora S, Hotma Debora S, Hotma Devi Erlinda Mardiyanti Devi, Mia Prastika Dewantri, Marshella Yashinta Dewantri, Marshella Yashinta Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi, Rahma Wilda Kusuma Dhanang Teja Mukti Dharmawan, Ahmad Arif Dharmawan, Ahmad Arif Didik Hariyono Dito Marsal Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Dwiastuti, Mutia Dwiastuti, Mutia Dwiastuti, Mutia Erti Efendi, Yayat Eko Murniyanto Eko Widaryanto Eko Widaryanto Erawati, Elvira Siska Erawati, Elvira Siska Erlina, Yunita Erlina, Yunita Erwiyansyah, Muhammad Jarot Erwiyansyah, Muhammad Jarot Ester, Greace Ester, Greace Estri Pamungkasih Fachry Abda El Rahman Fardiansyah, Ivan Farida Rahmawati Febrisusanto, Permadi Addy Febrisusanto, Permadi Addy Febry Mitra Pradana, Febry Mitra Firman Farid Muhsoni Fitria Yuliasmara Fuadi, Rifki Tri Fuadi, Rifki Tri Hagus Tarno Hanifah, Hanifah Afvida Annisa Putri Hardiman, Baskoro Hardiman, Baskoro Hari Putra, Julian Pratama Hari Putra, Julian Pratama Heddy, Y. B. Suwasono Hermawan, Romy Hidayatullah, Taufiq Husni Thamrin Sebayang Imanuella, Theza Ito, Satoshi Iva Dewi Lestariningsih, Iva Dewi Joko Susilo Kartika Yurlisa, Kartika Kartikasari, Hanna Kartikasari, Hanna Karuniawan, Anggik Kusdi Rahardjo Kusuma, Bayu Adi Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailiyah, Wiharyanti Nur Luqman Qurata Aini Mardiyanti, Devi Erlinda Margareta, Anggy Via Margareta, Anggy Via Marsal, Dito Maulana, Rifqy Irsandi Maulana, Rifqy Irsandi Maulanazri, Tedi Medha Baskara Medha Baskara Meinardhy, Ricky Meitasari, Afidha Dwi Mudhofi Nurrohman Muhammad Luthfi Muhammad Yani, Muhammad Mukti, Dhanang Teja Mutia Erti DWIASTUTI Nia Kurniawan Ningrum, Wulan Asri Ningrum, Wulan Asri Ninuk Herlina Nobukazu Nakagoshi Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Gusti M. Z. C. Aji Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nurkhasanah, Nurul Nurlaelih, Euis Ellih Nurrohman, Mudhofi Nurul Nurkhasanah Pamungkas, Bayu Aji Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pasaribu, Azka Ilafi Pasaribu, Azka Ilafi Pasaribu, Rugun Pasaribu, Rugun Permana, Jaka Permana, Jaka Permana, Yogi Iwan Permana, Yogi Iwan Pertiwi, Bentari Gilang Pertiwi, Bentari Gilang Pradana, Febry Mitra Pradipta, Rangga Purwanto, Galih Purwanto, Galih Puspa Lorina, Mahardika Dianucik Puspa Lorina, Mahardika Dianucik Putrantyo, Susilo Tri Putrantyo, Susilo Tri Putri, Nur Fitriana Edi Putri, Nur Fitriana Edi Rachmad Atmaja, Rachmad Atmaja Rahmadina Fitria Ristanti Rahmawati, Farida Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhan, Varotama Putra Ramadhani, Mirza Ramayanti, Kinta Rangga Pradipta Rifauldin Syahri Riske Aridiansari, Riske Rohman, Ach. Ainur Rohman, Moh. Fa’khur Rohman, Moh. Fa’khur Romadloni, Andhina Romadloni, Andhina Saitama, Akbar Saitama, Akbar Sari Wahyudi, Novita Inka Sari Wahyudi, Novita Inka Sari, Ervita Widya Sembodo, Sri Aryo Sembodo, Sri Aryo Setiawan, Adi Setyono Yudho Tyasmoro Setyono Yudo Tyasmoro Simanjuntak, Abdi Jaya Simanjuntak, Abdi Jaya Simanjuntak, Hotma Debora Simanjuntak, Rionaldo Simanjuntak, Rionaldo Sitawati Sitawati Sitawati Sitawati Suchaida, Azziyaa Suchaida, Azziyaa Susilo, Joko Sutejo, Nur Azizah Luthfina Erry Sutejo, Nur Azizah Luthfina Erry Suwanti, Suwanti Syamsul Arifin Syib'li, Muhammad Akhid Taufiq Hidayatullah Titin Sumarni Ucu Sumirat Udayana, Cicik Uma Khumairoh Wahyudie, Diyan Eko Wahyuni, Udi Wahyuni, Udi Wiharyanti Nur Lailiyah Winda Dwi Juliantika Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Y. B. Suwasono Heddy Yahya, Minhajul Qowim Yamika, Wiwin Sumiyah Dwi Yani Kurniawan, Yani Yani, Muhammad Yasmine, Putri Alya Yayat Efendi Zaahir, Al Ismuz Zaahir, Al Ismuz Zaini, Akbar Hidayatullah Zaini, Akbar Hidayatullah