Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor yang Berpengaruh Terhadap Pelaksanaan Keselamatan Pasien pada Perawat di Unit Rawat Inap RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022: Analysis of Factors Affecting the Implementation of Patient Safety on Nurses in the Inpatient Unit of Labuang Baji Hospital, South Sulawesi Province in 2022 Masnitarini, Chintasih; Thamrin, Yahya; Ahri, Reza Aril
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1616

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Keselamatan pasien mendapatkan perhatian pemerintah seperti yang dituangkan dalam Undang-Undang Kesehatan Nomor 44 Tahun 2009.Rumah Sakit wajib melaksanakan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan efektif dengan mengutamakan keselamatan pasien. Berdasarkan hasil observasi ada beberapa faktor yang diidentifikasi dapat mempengaruhi keselamatan pasien yaitu tingkat pengetahuan perawat, sikap perawat, beban kerja perawat, dan pelaksanaan supervisi terhadap perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh masing-masing dari tingkat pengetahuan, sikap, beban kerja, serta pelaksanaan supervisi terhadap pelaksanaan keselamatan pasien pada perawat di Unit Rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar dan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap pelaksanaan keselamatan pasien pada perawat di Unit Rawat inap RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: Populasi penelitian adalah semua perawat di unit rawat inap RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan berjumlah 181 orang. Teknik pengambilan sampel secara random sampling, dengan penetapan jumlah sampel menggunakan Rumus Slovin sehingga diperoleh sampel 127 orang. Alat analisis menggunakan analisis univariate untuk menggambarkan kondisi responden dan variabel, analisis bivariate untuk mengukur pengaruh variabel dan multivariate untuk mengetahui faktor yang dominan. Hasil: Menunjukkan bahwa sikap, serta pelaksanaan supervisi masing-masing berpengaruh nyata terhadap pelaksanaan keselamatan pasien pada perawat di Unit Rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar, sedangkan pengetahuan dan beban kerja tidak memberikan pengaruh nyata. Adapun variabel yang paling memberikan pengaruh adalah supervisi. ABSTRACT Background: Patient safety gets the government's attention as outlined in Health Law Number 44 of 2009. Hospitals are required to provide safe, quality and effective health services by prioritizing patient safety. Based on the observation results, there are several identified factors that can affect patient safety, namely the level of knowledge of nurses, attitudes of nurses, workload of nurses, and implementation of supervision of nurses. Objective: This study aims to analyze the influence of each level of knowledge, attitude, workload, and implementation of supervision on the implementation of patient safety in nurses at the Inpatient Unit of RSUD Labuang Baji Makassar and to find out the variables that most influence the implementation of patient safety to nurses at the inpatient unit of the Labuang Baji Hospital, South Sulawesi Province. Method: The study population was all nurses in the inpatient unit of Labuang Baji General Hospital, South Sulawesi Province, totaling 181 people. The sampling technique was random sampling, by determining the number of samples using the Slovin formula so that a sample of 127 people was obtained. The analysis tool uses univariate analysis to describe the condition of the respondents and variables, bivariate analysis to measure the effect of variables and multivariate to determine the dominant factor. Results: Show that the attitude and implementation of each supervision had a significant influence on the implementation of patient safety among nurses in the Inpatient Unit of Labuang Baji Hospital, Makassar, while knowledge and workload did not have a significant influence. The variable that has the most influence is supervision.
Pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan Quality of Work Life (QWL) Terhadap Kinerja Perawat Pegawai Tidak Tetap Melalui Kepuasan Kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan: The Effect of Organizational Citizenship Behavior (OCB) and Quality of Work Life (QWL) on the Performance of Non-Permanent Employee Nurses through Job Satisfaction at Labuang Baji Regional General Hospital, South Sulawesi Province. Tahir, Nurul Mukhlisah; Ahri, Reza Aril; Mahmud, Nur Ulmy
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1617

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Labuang Baji dari hasil pengamatan awal yang telah dilakukan peneliti dimana kinerja dari karyawan maupun tenaga Kesehatan di RSUD Labuang Baji mengalami penurunan sebagai contoh masih banyaknya karyawan terkhusus perawat tidak tetap ataupun tenaga kesehatan yang datang terlambat dari jam kerjanya mengakibatkan terlambatnya dimulai jam pelayanan kepada pasien sehingga terjadi antrean di pelayanan pasien di RSUD Labuang Baji dan dengan adanya tenaga kesehatan yang datang terlambat akan berdampak pada karyawan lainnya yang harus merangkap jabatan. Hal ini tentu akan berdampak pada ketidakefektivitasan pegawai dalam bekerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan Quality of Work Life (QWL) terhadap Kinerja Perawat Pegawai Tidak Tetap Melalui Kepuasan Kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pegawai tidak tetap dengan jumlah sampel sebanyak 83 responden. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Hasil: Menunjukkan bahwa Organizational Citizenship Behavior (OCB) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja perawat tidak tetap melalui Kepuasan Kerja dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,210, nilai t-statistic sebesar 3,840, dan nilai p-value sebesar 0,000. Quality of Work Life (QWL) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja perawat tidak tetap melalui Kepuasan Kerja dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,561, nilai t-statistic sebesar 9,335, dan nilai p-value sebesar 0,000. Serta Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan Quality of Work Life (QWL) secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja perawat tidak tetap melalui Kepuasan Kerja dengan nilai p-value sebesar 0,000. ABSTRACT Background: Labuang Baji from the results of initial observations made by researchers where the performance of employees and health workers at Labuang Baji Hospital has decreased, for example, there are still many employees, especially non-permanent nurses or health workers who arrive late from their working hours, resulting in the late start of service hours to patients so that there are queues in patient services at Labuang Baji Hospital and with health workers who arrive late, it will have an impact on other employees who have to double up. This will certainly have an impact on the ineffectiveness of employees at work. Objective: This study aims to determine the effect of Organizational Citizenship Behavior (OCB) and Quality of Work Life (QWL) on Non-Permanent Employee Nurse Performance through Job Satisfaction at Labuang Baji Regional General Hospital, South Sulawesi Province. Method: This study uses a quantitative approach with explanatory research. The population in this study were non-permanent employee nurses with a sample size of 83 respondents. Primary data collection in this study used a questionnaire instrument. Data analysis in this study using multiple linear regression. Results: Shows that Organizational Citizenship Behavior (OCB) has a significant influence on the performance of non-permanent nurses through Job Satisfaction with a path coefficient value of 0.210, a t-statistic value of 3.840, and a p-value of 0.000. Quality of Work Life (QWL) has a significant influence on the performance of non-permanent nurses through Job Satisfaction with a path coefficient value of 0.561, a t-statistic value of 9.335, and a p-value of 0.000. And Organizational Citizenship Behavior (OCB) and Quality of Work Life (QWL) simultaneously have a significant influence on the performance of non-permanent nurses through Job Satisfaction with a p-value of 0.000.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Petugas Kesehatan Unit Rawat Inap RSUD Nunukan: Clean and Healthy Living Behavior of Health Workers in the Inpatient Unit of RSUD Nunukan Azizah, Wafiq Khalifatul; Ahri, Reza Aril; Muchlis, Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1672

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini berasal dari observasi awal di rumah sakit umum daerah nunukan, banyak keluarga pasien/pengunjung yang tidak melaksanakan PHBS sesuai standar seperti membuang sampah dan meludah sembarangan, merokok di dalam ruangan dan tidak menggunakan fasilitas yang tersedia di rumah sakit sesuai fungsinya. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi terkait implementasi PERMENKES RI Nomor 2269 Tahun 2011 tentang Perilaku Hidup Bersih petugas kesehatan di RSUD Kabupaten Nunukan. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis  penelitian kualitatif dengan pendekatan desktiptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang diantaranya 4 informan biasa yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling, 1 informan pendukung (petugas PKRS), dan 1 informan kunci (kepala bidang pengembangan dan kemitraan. Hasil : Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dari segi input di dapatkan bahwa kebijakan dan pedoman PHBS rumah sakit mengikuti regulasi yang berlaku, sumberda manusia terlibat dengan mempraktikkan  PHBS dsn patuh pada krbijakan PHBS,rumah sakit memfasilitasi dan memastikan peralatan yang mendukung PHBS.Lalu dari segi proses  didapatkan bahwa edukasi dan pelatihan PHBS itu melalui penyuluhan,  strategi penyampaian informasi tentang PHBS melaui spanduk, poster, penyuluhan, dan pengawasan di lakukan oleh tim PPI. Lalu dari segi output di dapatkan bahwa upaya untuk lingkungan yang bersih dan sehat, rumah sakit menjalankan prakitik kebersihan yang baik, rumah sakit melakukan pengelolaan limbah seperti pemisahan limbah medis dan pemusnahan sampah, system laporan dan evaluasi melalui data kepatuhan protokol, dan hasil survey, peningkatan kesehatan masyarakat melalui pemberian layanan kesehatan dan kerja sama dengan pihak eksternal.   ABSTRACT Background: The problems studied in this research came from initial observations at the Nunukan regional general hospital, many families of patients/visitors did not implement PHBS according to standards such as throwing rubbish and spitting carelessly, smoking indoors and not using the facilities available at the hospital according to their function. Objective: The purpose of this study was to obtain information related to the implementation of PERMENKES RI Number 2269 of 2011 concerning Clean Living Behavior of health workers at RSUD Nunukan Regency. Method: This research uses qualitative research with a descriptive approach. There were 6 informants in this study, including 4 regular informants selected using purposive sampling techniques, 1 supporting informant (PKRS officer), and 1 key informant (head of development and partnerships. Results: The results of the research revealed that in terms of input it was found that the hospital's PHBS policies and guidelines followed applicable regulations, human resources were involved in practicing PHBS and adhered to PHBS policies, the hospital facilitated and ensured equipment that supported PHBS. Then in terms of process it was found that education and PHBS training is through counseling, strategies for conveying information about PHBS through banners, posters and counseling, and supervision is carried out by the PPI team. Then in terms of output it is found that efforts are made for a clean and healthy environment, the hospital carries out good hygiene practices, hospitals carry out waste management such as separating medical waste and destroying waste, reporting and evaluation systems through protocol compliance data, and survey results, improving public health through providing health services and collaborating with external parties.
Implementasi Pelayanan Gawat Darurat Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 di BLUD RS H.M. Djafar Harun Kolaka Utara Tahun 2024 Abbas, Emmy Safitri; Ahri, Reza Aril; Burhanuddin, Alfina
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1685

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 didalamnya terdapat 8 indikator untuk Pelayanan Gawat Darurat. Saat ini pelaksanaan indikator pelayanan gawat darurat di BLUD RS H.M. Djafar Harun Kolaka Utara masih terdapat banyak masalah. Tujuan: Untuk menganalisis Implementasi Pelayanan Gawat Darurat Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 di BLUD RS H.M. Djafar Harun Kolaka Utara Tahun 2024 dari segi Input, Proses, dan Output. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik snowballing sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, telusur dokumen, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teori Miles and Hurberman yaitu Reduksi data, Paparan data, dan Penarikan kesimpulan. Penelitian dilakukan bulan Februari-Maret 2024. Hasil: Data pengukuran dari RS H.M. Djafar Harun, 7 dari 8 Indikator telah memenuhi standar pada Desember 2023, kecuali belum tersedianya tim manajemen bencana. Namun, berdasarkan hasil wawancara dan observasi masih ditemukan banyak permasalahan yang terjadi dalam pengimplementasian SPM IGD baik itu dari segi input, proses, dan output. Kesimpulan: Implementasi SPM di IGD BLUD RS H.M. Djafar Harun Kolaka Utara masih harus diperhatikan aspeknya secara keseluruhan mulai dari input, proses, dan output, sehingga pencapaian indikator 7 dari 8 dapat ditingkatkan, dan masalah-masalah yang dapat menurunkan angka pencapaian indikator SPM di IGD dapat diatasi secara keseluruhan. ABSTRACT Background: Hospital Minimum Service Standards (SPM) are regulated in the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 129 in which there are 8 indicators for Emergency Services. Currently the implementation of emergency service indicators at BLUD RS H.M. Djafar Harun North Kolaka still has many problems. Objective: To analyze the Implementation of Emergency Services Based on Decree of the Minister of Health Number 129 at BLUD RS H.M. Djafar Harun North Kolaka Year 2024 in terms of Input, Process, and Output. Method: The method used in this research is qualitative. Determination of informants in this study using snowballing sampling technique. Data collection techniques used in-depth interviews, document searches, and observation. The data analysis technique uses the Miles and Hurberman theory, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research was conducted in February-March 2024. Results: Measurement data from H.M. Djafar Harun Hospital, 7 out of 8 Indicators have met the standard by December 2023, except for the unavailability of a disaster management team. However, based on the results of interviews and observations, there are still many problems that occur in the implementation of SPM IGD both in terms of input, process, and output. Conclusion: Implementation of SPM in the Emergency Room of BLUD RS H.M. Djafar Harun North Kolaka still has to be considered as a whole aspect starting from input, process, and output, so that the achievement of indicators 7 out of 8 can be improved, and problems that can reduce the achievement rate of SPM indicators in the Emergency Room can be overcome as a whole.
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pasien Memilih Rawat Jalan di RSIA Malebu Husada: The Influence of Marketing Mix on Patient Decisions to Choose Outpatient Care at Malebu Husada Hospital Sukman, Musyarrafah; Haeruddin, Haeruddin; Sumiaty, Sumiaty; Ahri, Reza Aril; Yusuf, Rezky Aulia
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 3 No. 2 (2022): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v3i2.1688

Abstract

Abstract Background: As a health care facility needed by the community, hospitals must be ready and agile to adapt to changes in the number and type of patients who come. This study aims to analyze the effect of the marketing mix on outpatient decisions at Malebu Husada Hospital. Method: This type of research is observational with a cross sectional study design. The population of this study was 1,053 patients and a sample of 100 patients selected by proportionate stratified random sampling.  The collected data were analyzed using chi square test and binary logistic regression test. Results: Most respondents were aged 17-35 years (61%), female (79%), college graduates (41%), and private employees (31%). The results of the chi square test analysis show that there is a relationship between marketing mix variables and patient decisions. The results of binary logistic regression analysis show that there are several variables that have no effect on patient decisions. Partially, there is no effect of medical services (p=0.329), supporting services (p=0.055), tariff suitability (p=0.062), payment method (p=0.711), access (easy to reach) (p=0.170), security (p=0.346), comfort (p=0.907), appearance (p=0.307), competence (p=0.923), service procedures (p=0.928), good facilities (p=1. 000), adequate building (p=0.240), attractive building (p=0.193). Variables that have an influence are advertising (p=0.000), responsiveness (p=0.008), suitability of time standards (p=0.005) on outpatient decisions. Simultaneously, the most influential marketing mix variable is responsiveness. Conclusions: The most dominant factor influencing the marketing mix is responsiveness. It is recommended that Malebu Husada Hospital be more disciplined in organizing the work schedule of health workers so that patients do not wait long to get health services. Abstrak Latar Belakang: Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat, rumah sakit harus siap dan lincah beradaptasi dengan perubahan jumlah dan jenis pasien yang datang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pasien rawat jalan di RSIA Malebu Husada. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini sebanyak 1.053 pasien dan sampel sebanyak 100 pasien yang dipilih dengan cara proportionate stratified random sampling.  Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik biner. Hasil: Sebagian besar responden berusia 17-35 tahun (61%), berjenis kelamin perempuan (79%), pendidikan tamat perguruan tinggi (41%), dan pekerjaan pegawai swasta (31%). Hasil analisis uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan variabel bauran pemasaran dengan keputusan pasien. Hasil analisis regresi logistic biner menunjukkan ada beberapa variabel yang tidak ada pengaruhnya terhadap keputusan pasien. Secara parsial menunjukkan tidak ada pengaruh pelayanan medis (p=0,329), pelayanan penunjang (p=0,055), kesesuaian tarif (p=0,062), cara pembayaran (p=0, 711), Akses (mudah dijangkau) (p=0,170), keamanan (p=0,346), kenyamanan (p=0,907), penampilan (p=0,307), kompetensi (p=0,923), prosedur pelayanan (p=0,928), Fasilitas yang baik (p=1.000), bangunan yang memadai (p=0,240), bangunan yang menarik (p=0,193). Variabel yang memiliki pengaruh adalah periklanan (p=0,000), daya tanggap (p=0,008), kesesuaian standar waktu (p=0,005) terhadap keputusan pasien rawat jalan. Variabel bauran pemasaran secara simultan yang paling berpengaruh adalah daya tanggap. Kesimpulan: Faktor paling dominan mempengaruhi bauran pemasaran adalah daya tanggap. Direkomendasikan kepada RSIA Malebu Husada lebih disiplin dalam mengatur jadwal kerja tenaga kesehatan sehingga pasien tidak menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Pengaruh Brand Image Terhadap Kepuasan Pasien dan Pemanfaatan Kembali Layanan Kesehatan pada Unit Rawat di Inap RSIA Malebu Husada Makassar Tahun 2024: The Effect of Brand Image on Patient Satisfaction and Re-Utilization of Health Services at the Inpatient Unit of RSIA Malebu Husada Makassar Year 2024 Syukur, Ayu Pratiwi; Ahri, Reza Aril; Arman, Arman
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1698

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan, pelanggan dipengaruhi oleh beberapa pertimbangan, salah satu yang mempengaruhi pertimbangan pelanggan ialah adanya Brand Image yang tinggi dari sebuah rumah sakit. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh brand image terhadap kepuasan pasien dan pemanfaatan kembali layanan kesehatan pada instalasi rawat inap RSIA Malebu Husada. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan analisis jalur (Path Analysis).  Populasi penelitian ini sebanyak 128 responden dan sampel sebanyak 56 responden. Teknik Sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling.  Penelitian ini menggunakan instrumen Servqual. Hasil: lokasi dan fasilitas (<p=0,001) dan kinerja karyawan(<p=0,037) secara langsung berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kepuasan pasien di unit rawat inap. Kepuasan pasien berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan kembali layanan kesehatan dengan nilai signifikansi (<p=0,13). Lokasi dan fasilitas berpengaruh signifikan secara tidak langsung terhadap pemanfaatan kembali layanan kesehatan melalui kepuasan pasien sebagai variabel intervening dengan nilai signifikansi (<p=0,034). Identitas rumah sakit (>p=0,781) dan pelayanan yang diberikan (>p=0,996) tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kepuasan pasien. Identitas rumah sakit (>p=0,944), lokasi dan fasilitas (>p=0,208), kinerja karyawan (>p=0,398) dan pelayanan yang diberikan (>p=0,643) tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap pemanfaatan kembali layanan kesehatan. Identitas rumah sakit (>p=0,767), kinerja karyawan (>p=0,147) dan (>p=0,996) tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap pemanfaatan kembali layanan kesehatan melalui kepuasan pasien sebagai variabel intervening. Kesimpulan: (1) Lokasi dan fasilitas berpengaruh terhadap kepuasan pasien (2) Kinerja karyawan berpengaruh terhadap kepuasan pasien (3) Kepuasan pasien berpengaruh terhadap pemanfaatan kembali layanan kesehatan. (4) Lokasi dan fasilitas berpengaruh terhadap pemanfaatan kembali layanan kesehatan melalui kepuasan pasien sebagai variabel intervening. ABSTRACT Background: Health service user considerations are influenced by various factors, one of which is the frequency with which a hospital promotes its brand image. Objective: Therefore, the purpose of this study was to investigate the impact of brand image on patient satisfaction and the intention of patients to utilize the health service again at the inpatient facility of RSIA Malebu Husada. Method: The design of this study was path analysis (Path Analysis). Then, from a population of 128 respondents, 56 were selected as samples. In the subsequent phase of this research, accidental sampling was employed to gather data and Servqual instrument was utilized. Results: Employee performance (p = 0.037) and location and facilities (p = 0.001) had a significant direct impact on patient satisfaction in the inpatient unit. Following that, with a significance value of p < 0.13, patient satisfaction confirmed a critical influence on patient intention to utilize health services. Furthermore, it was found that patient satisfaction, acting as an intervening variable, had a significant indirect effect on patients' intention to reuse health services, with location and facilities having a notable impact (p = 0.034). Nevertheless, neither existing hospital identity nor services (>p = 0.781 and >p = 0.996, respectively) demonstrated a significant direct impact on patient satisfaction. Furthermore, there was no significant direct effect observed for hospital identity (>p=0.944), location and facilities (>p=0.208), employee performance (>p=0.398), or provided services (>p=0.643) on patients' intention to reuse health services. Furthermore, through patient satisfaction as an intervening variable, hospital identity (>p=0.767), employee performance (>p=0.147), and (>p=0.996) did not have an indirect effect on the patient's intention to reuse health services. Conclusion: (1) Patient satisfaction is influenced by location and facilities; (2) Patient satisfaction is determined by employee performance; (3) Patient satisfaction is the determining factor in patient intention to reuse health services; and (4) Patient satisfaction acts as an intervening variable between location and facilities and patient intention to reuse health services.
Implementasi Percepatan Penurunan Stunting Menurut Perpres No 72 Tahun 2021 di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Indonesia: Accelerated Implementation of Stunting Reduction According to Presidential Decree No. 72 of 2021 in Banggai Laut Regency, Central Sulawesi, Indonesia Radjulaeni, Nur Azizah A; Masriadi, Masriadi; Ahri, Reza Aril
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi percepatan penurunan stunting berdasarkan input proses output menurut Perpres No 72 tahun 2021 di Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi (phenomenology) yaitu jenis penelitian yang terperinsi penjelasan dan pemahaman individual berdasarkan pengalaman yang didapatkan khususnya mengenai implementasi Perpres 72 Tahun 2021 dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banggai Laut menggunakan teknik Indepth Interview (wawancara mendalam), dan melakukan observasi serta dokumentasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung dengan 8 informan. Berdasarkan hasil wawancara dengan para informan, bahwa komponen input yaitu dilihat dari sumber daya manusia, pendanaan, dan sarana prasarana sudah berjalan dengan baik dengan adanya tim percepatan penurunan stunting yang dibentuk. Alokasi dana dalam percepatan penurunan stunting dikabupaten banggai laut pendanaannya dari APBN daerah melalui intevensi Dana Alokasi Khusus dan Dana Alokasi Umum. Sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan program penanggulangan stunting untuk alat pengukuran jumlahnya masih kurang, terutama alat antropometri. Sementara komponen proses yaitu dilihat dari sisi perencanaan program dan pelaksanaan program stunting, yang mana proses dalam percepatan penurunan stunting dikabupaten Banggai Laut telah berjalan dengan baik sesuai dengan Perpres no 72 tahun 2021. Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa program yang dijalankan dalam percepatan penurunan stunting sesuai dengan program yang telah dilakukan pada tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya yaitu berupa kegiatan 5 pilar. Dan komponen output bahwa prevalensi stunting dikabupaten banggai laut dari tahun ketahun mengalami penurunan dan sudah melewati target yang ditentukan sesuai perpres no 72 tahun 2021, Kabupaten Banggai Laut menjadi kabupaten dengan angka prevalensi stunting terendah diSulawesi Tengah. Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut telah melakukan upaya percepatan penurunan stunting dengan baik berdasarkan Perpres no 72 tahun 2021 dan melaksanakan 5 pilar strategi percepatan penurunan stunting terbukti dengan prevalensi stunting dikabupaten Banggai Laut yang mengalami penurunan setiap tahunnya dan telah mencapai 14% sesuai dengan target dalam perpres no 72 tahun 2021.
Pengaruh Kepemimpinan Transformational Melalui Kualitas Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros : The Influence of Transformational Leadership Through Employee Quality on Employee Performance at RSUD dr. La Palaloi, Maros Regency Mulya, Virdha Dwi; Masriadi, Masriadi; Ahri, Reza Aril
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1726

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformational melalui kualitas karyawan terhadap kinerja karyawan di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros. Penelitian merupakan penelitian deskriptif korelasi menggunakan pengumpulan dengan desain penelitian Cross Sectional jenis penelitian menekankan pengukuran Observasi Variabel. Penelitian dilaksanakan di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros pada tanggal 22 Maret s/d 22 April 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah semua tenaga administrasi yang bertugas di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros sebanyak 115 orang. Sampel dalam penelitian adalah sebagian tenaga administrasi bertugas di sebanyak 53 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kharisma kualitas berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,003), kharisma kualitas berpengaruh terhadap kinerja karyawan (p=0,016), motivasi inspiratif berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,001), motivasi inspiratif berpengaruh terhadap kinerja karyawan (p=0,006), stimulasi intelektual berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,043), stimulasi intelektual berpengaruh terhadap kinerja karyawan (p=0,003), perhatian individual berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,002), perhatian individual berpengaruh terhadap kinerja karyawan (p=0,008), kualitas karyawan berpengaruh terhadap kinerja karyawan (p=0,010), kharisma berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,009) melalui kinerja karyawan, motivasi inspiratif berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,016) melalui kinerja karyawan, stimulasi intelektual berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,023) melalui kinerja karyawan, perhatian individual berpengaruh terhadap kualitas karyawan (p=0,017) melalui kinerja karyawan. Disarankan pihak rumah sakit mampu memperhatikan sikap dan perilaku karyawannya dalam bekerja, seperti perilaku dalam disiplin waktu saat bekerja serta sikap dan perilaku tanggung jawab karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan, maka akan meningkatkan kinerja karyawan. Abstract This research aimed to analyze the influence of transformational leadership through employee quality on employee performance at RSUD dr. La Palaloi, Maros Regency. The descriptive correlational research uses collection with a Cross-Sectional research design. This type of research emphasizes the measurement of Observational Variables. The research was carried out at RSUD dr. La Palaloi, Maros Regency from March 22 to April 22 2024. The population in this study were all administrative staff who served at RSUD dr. La Palaloi, Maros Regency, is 115 people. The sample in the research consisted of 53 administrative staff on duty using a purposive sampling technique. The results of the research show that quality charisma transformational leadership influences employee quality (p=0.003), quality charisma influences employee performance (p=0.016), inspirational motivation influences employee quality (p=0.001), inspirational motivation influences employee performance (p =0.006), intellectual stimulation influences employee quality (p=0.043), intellectual stimulation influences employee performance (p=0.003), individual attention influences employee quality (p=0.002), individual attention influences employee performance (p=0.008 ), employee quality influences employee performance (p=0.010), charisma influences employee quality (p=0.009) through employee performance, inspirational motivation influences employee quality (p=0.016) through employee performance, intellectual stimulation influences employee quality ( p=0.023) through employee performance, individual attention influences employee quality (p=0.017) through employee performance. It is recommended that the hospital be able to pay attention to the attitudes and behavior of its employees at work, such as behavior in time discipline while working as well as the attitude and behavior of employee responsibility in completing work, this will improve employee performance.
Implementasi Penanggulangan Penyakit Tidak Menular Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2015 di Puskesmas Kahu Kabupaten Bone Multazam, Andi Muhammad; Padjalangi, Andi Tripea Maharani; Ahri, Reza Aril
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1730

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk menganalisis implementasi penanggulangan penyakit tidak menular berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2015 di Puskesmas Kahu Kabupaten Bone. Jenis penelitianyang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran informasi mendalam tentang penerapan suatu program, aktivitas, kejadian dan proses secara mendalam untuk mengetahui sejauh mana implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (PTM) diterapkan. Data primer diperoleh dengan triangulasi teknik pengumpulan data, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini ada 6 informan yaitu 1 informan kunci dan 6 informan biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Permenkes Nomor 71 Tahun 2015 di Puskesmas Kahu sudah berjalan sesuai dengan aturan yang ada, namun masih terdapat hambatan dalam pelaksanaan surveilans penyakit tidak menular, perlindungan khusus, serta dalam penelitian dan pengembangan, terlihat dari hasil wawancara ke enam informan. Rekomendasi untuk pihak Puskesmas untuk lebih aktif dalam mensosialisasikan dan melakukan penyuluhan tentang penyakit tidak menular serta memperkuat kerjasama dengan lintas program melalui upaya promosi kesehatan dengan melibatkan petugas promosi kesehatan dan pengelola penyakit tidak menular. Abstract The research aims to analyze the implementation of non-communicable disease control based on Minister of Health Regulation Number 71 of 2015 at the Kahu Community Health Center, Bone Regency. The type of research used in this research is descriptive qualitative to get an in-depth description of information about the implementation of a program, activity, event, and process in depth to find out the extent of implementation of Minister of Health Regulation Number 71 of 2015 concerning Management of Non-Communicable Diseases (PTM). applied. Triangulating data collection techniques, in-depth interviews, observation, and documentation obtained primary data. There were 6 informants in this study, namely 1 key informant and 6 regular informants. The results of the research show that the implementation of Minister of Health Regulation Number 71 of 2015 at the Kahu Community Health Center has been running following existing regulations. However, there are still obstacles in implementing non-communicable disease surveillance, and special protection, as well as in research and development, as seen from the results of interviews with six informants. Recommendations for the Community Health Center to be more active in socializing, providing education about non-communicable diseases, and strengthening collaboration with cross-programs through health promotion efforts involving health promotion officers and non-communicable disease managers.
Implementasi Program Skrining Hipotiroid Kongenital Berdasarkan Permenkes No.78 Tahun 2014 di Kabupaten Pinrang: Implementation of Congenital Hypothyroid Screening Program Based on Permenkes No.78 Year 2014 in Pinrang District Musdalifah, Musdalifah; Ahri, Reza Aril; Batara, Andi Surahman
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1755

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Hipotiroid Konginetal merupakan penyakit yang banyak ditemui pada anak. Skrining dilakukan untuk melakukan deteksi dini terhadap bayi baru hari agar hipotiroid dapat segera diatasi sebelum anak berumur 1 bulan. Maka Skrining Hipotiroid Konginetal sangat penting untuk dilakukan. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian Skrining Hipotirioid Konginetal di Kabupaten Pinrang ditinjau dari beberapa aspek yaitu Input, Proses dan Output yang ini ditinjau dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 78 Tahun 2014. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi kualitatif dengan metode wawancara. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pinrang dan waktu pelaksanaan pada bulan April - Juni 2024. Penentuan sumber data pada informan penelitian dilakukan secara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci, informan utama dan informan pendukung. Hasil: Skrining hipotiroid konginetal telah berjalan di Kabupaten Pinrang namun dalam pelaksanaannya permenkes no. 78 tahun 2014 belum diimplementasikan secara menyeluruh. Masalah utama dalam pelaksanaanannya adalah Petugas yang belum mendapatkan pelatihan yang memadai, kurangnya bahan medis habis pakai yang tersedia sehingga ada bayi yang tidak dapat diskrining, belum adanya SPO yang digunakan sehingga menyebabkan kurang maksimalnya pelaksanaan Skrining ini berdasarkan Permenkes No. 78 Tahun 2014. Saran: Diharapkan kedepannya Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang dapat berbenah dalam berbagai aspek agar pelaksanaan dapat sesuai dengan Permenkes yang berlaku dan semua bayi mendapatkan kesempatan yang sama untuk diskrining. ABSTRACT Background: Congenital hypothyroidism is a disease that is often found in children. Screening is carried out to carry out early detection of newborn babies so that hypothyroidism can be treated immediately before the child is 1 month old. So Congenital Hypothyroid Screening is very important to do. Objective: This research was conducted to find out how the Congenital Hypothyroid Screening is implemented in Pinrang Regency in terms of several aspects, namely Input, Process and Output, which are reviewed in accordance with Minister of Health Regulation No. 78 of 2014. Method: The type of research used is quasi qualitative research with interview method. This research was conducted in Pinrang Regency and the implementation time was April - June 2024. Determination of data sources on research informants was carried out by purposive sampling. Informants in this study consisted of key informants, main informants and supporting informants. Results: Congenital hypothyroid screening has been running in Pinrang Regency, but in its implementation health regulation no. 78 of 2014 has not been implemented comprehensively. The main problems in its implementation are officers who have not received adequate training, a lack of consumable medical materials available so that there are babies who cannot be screened, there are no SOPs that are not used, which causes the implementation of this screening to be less than optimal based on Minister of Health Regulation No. 78 of 2014. Suggestion: It is hoped that in the future the Pinrang District Health Office can improve in various aspects so that implementation can be in accordance with the applicable Permenkes and all babies get the same opportunity to be screened.
Co-Authors A. Fachrin, Suharni A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abbas, Emmy Safitri Abdul Gafur Abdullah, Achmad Fauzy Abuhasan, Muhammad Thaib Ahmad, Iva Astriva Alfina Baharuddin Alwi, Muhammad Khidri Alwi, Muhammad Kidri AM, Nasruddin Amaliya, Ceria Amalya, Eka Rizka Amran Razak Anas, Novita Sri Anas, Novitha Sri Andayani, Ella Andi Faisal, Andi Andi Nurlinda Andi Rizki Amelia Andri Anwar Andry Pratama, Andry Anisa, Wa Ode Nur AP, Andi Rizki Amelia Arfa, Arina Rezkyana Arman Arman Arman Arni Rizqiani Rusydi Astrini, Serly Aulia, Andi Besse Rezky Aulia, Widya Azis, Irma Kusuma Azizah, Wafiq Khalifatul Basalamah, Fatimah Fauzi Basalamah, Khadijah Fauzi Burhanuddin, Alfina Dahlan, Kholifah Wirdayana Dudung, Desy Een Kurnaesih Elfandari, Enno Fachrin, Suharni A Fachrin, Suharni Andi Fadly, Moch. Imam Nur Fajrin, Kurniawati Fatmah Afrianty Gobel Fitrauni, Rika Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hamzah, Wardiah Haruna, Ria Haerani Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idris, Fairus Prihatin Ikhram Hardi S Ikram Hardi, Ikram IRDAWATI Ismulail, Andi Muhammad Rifqi Jannah, A Nurmiftahul Jannah, A. Nurmiftahul Kasim, Nurwahidah Mahmud, Muhdar Masnitarini, Chintasih Masriadi, Masriadi Muhammad Ikhtiar Muhammad Tahir Abdullah Muis, Rahma Muliany, Andi Any Multazam, Muh Mulya, Virdha Dwi Musdalifah Musdalifah Nasrudin Natsir, Renalda Trianti Putri Niswah Rahmat, Khairun Novitasari, Kesna Nathasya Nur Ulmy Mahmud Nuranisa, Nuranisa Nurbaeti Nurdin, Novi Safitri Nurmiati Muchlis Nurul Alrahmi Nurul Hikmah Nurwahdaniar Syahrul Padjalangi, Andi Tripea Maharani Palu, Basir Palu, Basri Patuang, Wulandari Permatasari, Nur Indah Putri Baharuddin, Alifiah Radjulaeni, Nur Azizah A Radjulaeni, Nur Azizah A. Rahman Rahmi, Nurul Al Rasyidin Abdullah Rauf, Ningrum Sekarsari Rauf, Rakhmawati Resky, Fauzan Rina Riski, Aulia Rusniati Rusniati Rusyidi, Arni Rizqiani S, Ikhram Hardi Samsualam, Samsualam Samuel, Frezzy Sanatha Sarrafah Sarrafah, Sarrafah Sitti Patimah Suharni Suharni Sukman, Musyarrafah Sumiaty Sumiaty Susilawati, Susilawati Syamsiar, Nur Khairunnisa Syukur, Ayu Pratiwi T, Andriani T., Nur Najmah Tahir, Nurul Mukhlisah Triana Amaliah Jayanti Yahya Thamrin Yusriani, Yusriani Yusuf, Rezky Aulia