Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pembuatan Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Di Desa Watunggarandu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara Yusran, Sartiah; Bahar, Hartati; Silvia, Nadila; Isnaini, Ikhlas Ibnu; Manik, Sri Ulina
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 2 No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v3i3.636

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman berkhasiat yang dikelola keluarga di lahan pekarangan rumah. TOGA bermanfaat dalam mengobati dan meningkatkan kesehatan dalam keluarga. Kegiatan penanaman obat keluarga ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang manfaat tanaman TOGA sebagai alternatif pengobatan mandiri dalam keluarga. Metode pengabdian masyarakat dimulai pada tanggal 8 Mei-11 Mei 2024 di Desa Watunggarandu melalui 3 tahap yaitu tahap perencenaan, tahap pelaksaan dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan ini masyarakat sudah mampu memahami jenis tanaman TOGA beserta manfaatnya serta mampu memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan kebun TOGA
ANALISIS PENANGANAN KELUHAN PELAYANAN KESEHATAN PASIEN JKN DI RSUD KOTA KENDARI TAHUN 2023 Wati, Wa Ode Rahma; Yusran, Sartiah; Kamrin, Kamrin
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Salah satu tujuan peningkatan mutu pelayanan kesehatan yakni memastikan kepuasan pasien. Pasien yang puas dengan pelayanan kesehatan umumnya cenderung mematuhi saran medis dan rencana pengobatan yang telah disepakati. Sebaliknya, mereka yang merasa tidak puas atau kecewa dengan pelayanan kesehatan cenderung tidak mengikuti rencana pengobatan, mencari dokter lain, atau bahkan memilih pindah fasilitas pelayanan kesehatan. Ketidakpuasan pasien muncul karena adanya perbedaan antara harapan pasien dengan kemampuan pelayanan kesehatan yang dirasakan saat menggunakan pelayanan kesehatan. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Puskesmas Poasia dari 10 orang pasien yang telah diwawancarai didapat bahwa sebanyak 6 orang pasien mengatakan kurang puas terhadap pelayanan kesehatan karena masih lama menunggu dalam pelayanan awal dan sebanyak 4 orang pasien mengatakan puas terhadap pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Poasia Kota Kendari Tahun 2023. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study, dengan jumlah sampel 72 responden dan teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling. Hasil: Ada hubungan antara tangible dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,015), tidak ada hubungan antara reliability dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,563), ada hubungan antara responsiveness dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,003), tidak ada hubungan antara assurance dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,49), ada hubungan antara emphaty dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,00). Kesimpulan: Ada hubungan antara tangible, responsiveness, emphaty dengan kepuasan pasien rawat inap dan tidak ada hubungan antara reliability, assurance dengan kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Poasia Kota Kendari Tahun 2023, sehingga perlu adanya evaluasi dari puskesmas terkait tangible, responsiveness, emphaty agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan. Abstract Background: One of the goals of improving the quality of healthcare is to ensure patient satisfaction. Patients who are satisfied with their healthcare generally tend to adhere to the medical advice and treatment plans that have been agreed upon. In contrast, those who are dissatisfied or disappointed with health services tend not to follow the treatment plan, find another doctor, or even choose to move health care facilities. Patient dissatisfaction arises because of the difference between patient expectations and the perceived ability of health services when using health services. Preliminary studies conducted by researchers at the Poasia Health Center from 10 patients who have been interviewed found that as many as 6 patients said they were less satisfied with health services because they were still waiting long in the initial service and as many as 4 patients said they were satisfied with health services. Objectives: To determine the relationship between the quality of health services and the satisfaction of inpatients at the Poasia Health Center, Kendari City in 2023. Methods: This type of research is quantitative research using a cross sectional study design, with a sample size of 72 respondents and a sampling technique using simple random sampling. Results: There is a relationship between tangible and inpatient satisfaction (p value = 0.015), there is no relationship between reliability and inpatient satisfaction (p value = 0.563), there is a relationship between responsiveness and inpatient satisfaction (p value = 0.003), there is no relationship between assurance and inpatient satisfaction (p value = 0.49), there is a relationship between empathy and inpatient satisfaction (p value = 0.00) Conclusion: There is a relationship between tangible, responsiveness, empathy with inpatient satisfaction and there is no relationship between reliability, assurance with inpatient satisfaction at the Poasia Health Center, Kendari City in 2023, so that there needs to be an evaluation from the puskesmas regarding tangible, responsiveness, empathy in order to improve health services.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS ONE WAARA KABUPATEN BUTON TENGAH TAHUN 2022 Fitriyani, Fitriyani; Yusran, Sartiah; Effendy, Devi Savitri
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Beberapa jenis Coronovirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit Covid-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan pencegahan Covid-19 di wilayah kerja UPTD Puskesmas One Waara Kabupaten Buton Tengah tahun 2022. Metode: Jenis penelitian Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 70 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebar secara langsung. Hasil: Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan Covid-19 dengan nilai p = 0,111 (p > 0,05). Sikap menunjukkan ada hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan Covid-19 dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Tindakan menunjukkan ada hubungan tindakan dengan perilaku pencegahan Covid-19 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Simpulan penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan Covid-19, akan tetapi sikap dan tindakan berhubungan dengan perilaku pencegahan Covid-19.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL DI SMP N 3 PARIGI KABUPATEN MUNA TAHUN 2023 Syah, La Ode Muhamad Nur Abdul Rahman; Yusran, Sartiah; Ahmad, La Ode Ali Imran
Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Definisi kesehatan mental merupakan "keadaan sejahtera di mana setiap individu menyadari potensinya sendiri, mampu mengatasi tekanan sehari-hari, mampu bekerja secara produktif, dan mampu berkontribusi pada komunitasnya." Kesejahteraan kognitif, perilaku, dan emosional semuanya terkait dengan kesehatan mental. Ini ada hubungannya dengan bagaimana orang merasa, berpikir, dan berperilaku. Karena dikaitkan dengan kurang tidur, sulit berkonsentrasi, pelupa, dan dapat menurunkan motivasi remaja, penggunaan media sosial berdampak negatif pada kesehatan mental remaja. Topik ini menarik untuk dibicarakan karena menekankan seberapa sering orang menggunakan media sosial. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana penggunaan media sosial mempengaruhi kesehatan mental. Metode: Pendekatan cross sectional digunakan dalam studi kuantitatif ini. 116 siswa SMPN 3 Parigi yang aktif menggunakan media sosial dan memiliki profil media sosial dijadikan subjek penelitian. Cluster random sampling adalah metode yang digunakan untuk pengambilan sampel. Skala intensitas penggunaan media sosial dan kesehatan mental merupakan skala yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara kesehatan mental dan intensitas penggunaan media sosial yang bervariasi, dengan nilai Sig. 0,020. Koefisien korelasi sebesar 0,216. Kesimpulan: Oleh karena itu, diketahui bahwa 0,05% intensitas penggunaan media sosial dapat mengganggu kesehatan mental.
GERAKAN KELUARGA SEHAT TANPA ASAP ROKOK (GERAK STAR) PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA LOMBUEA KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN Lestari, Hariati; Bahar, Hartati; Paridah, Paridah; Yusran, Sartiah; Sari, Bulan
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 05 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokok adalah satu-satunya produk berbahaya yang dampak negatifnya bisa langsung dirasakan oleh orang di sekitar penikmatnya. Pencegahan kebiasan merokok dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu sangat penting untuk memberikan edukasi kepada Ibu rumah tangga tentang bahaya rokok dan bagaimana mencegah keluarga dari aktivitas merokok dan agar anggota keluarga yang tidak merokok tidak terpapar asap rokok. Oleh karena itu pada kegiatan Program Desa Sehat Binaan dilakukan kegiatan Gerakan Keluarga Sehat Tanpa Asap Rokok (GERAK STAR). Kegiatan GERAK STAR telah dilakukan pada tanggal 03 Agustus 2024, kegiatan penyuluhan ini merupakan rangkaian kegiatan oleh tim program Desa Sehat Binaan FKM UHO Di Desa Lombuea. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala Desa dan beberapa aparat Desa, Kader Posyandu dan Ibu Rumah Tangga. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan games menarik. Pada kegiatan ini dialkukan pre test dan post test pengetahuan Ibu Rumah Tangga tentang materi rokok. Berdasarkan hasil Uji T dengan nilai p value 0,00 < 0,05, artinya Ada perbedaan rata-rata hasil pre-test dengan post test. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi ini berhasil meningkatkan Pengetahuan tentang rokok di Desa Lombuea. Diharapkan Ibu Rumah Tangg dapat menjadi contoh dan penggerak bagi keluarga untuk mencegah kebiasaan meroko dalam lingkungan keluarga.
EDUKASI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DENGAN PENDEKATAN KELUARGA DI DESA LOMBUEA KECAMATAN MORAMO UTARA Hartati Bahar; Yusran, Sartiah; Lestari , Hariati; Paridah, Paridah
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 05 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HPK adalah penentu ribuan hari berikutnya setelah anak dilahirkan. Periode ini biasa di sebut periode emas yang menentukan tumbuh kembang anak hingga dewasa. Pemberdayaan keluarga khususnya ibu untuk kesehatan keluarga perlu dioptimalkan untuk berperan sebagai penggerak utama dalam pemberdayaan keluarga, ibu sehat juga bisa menjadi pemutus rantai kekurangan gizi pada perempuan melalui Gerakan 1000 HPK. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu tentang 1000 HPK di Desa Lombuea. Metode yang digunakan dalam edukasi ini yaitu metode ceramah interaktif dan menggunakan media persentase power point dan pemutaran video juga disertai simulasi dan demostrasi. Hasil edukasi ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test rata-rata dan hasil post-test 1.674 dan setelah edukasi 1.015 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi 1000 HPK dengan hasil uji statistic dengan Uji T , nilai p value 0,00 < 0,05 artinya ada perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi 1000 HPK pada ibu di Desa Lombuea.
SOSIALISASI PEMBERIAN VITAMIN A PADA BALITA 6-59 BULAN DI BALAI DESA NGAPAWALI KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN Yusran, Sartiah; Hartati Bahar; Lestari, Hariati; Resqy, Resqy Nongri Anesta; Paridah, Paridah; Effendi, Devi Savitri; Muchtar, Febriana; Tosepu, Ramadhan; Handayani, Listy
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 01 (2025): JANUARI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin A sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan merupakan vitamin yang larut dalam lemak. Berdasarkan profil dinas kesehatan sulawesi tenggara cakupan pemberian kapsul vitamin A di tahun 2019-2023 dengan data tertinggi pada tahun 2019 sebesar 85,71% dan yang paling terendah pada tahun 2021 sebesar 75,20%. Tujuan dari penyuluhan ini untuk meningkatkan kesadaran para ibu akan pentingnya pemberian vitamin A kepada anak usia 6 hingga 59 bulan di Balai Desa Ngapawali Kecamatan Kolono Timur. Metode yang di gunakan adalah motode sosialisasi konseling pada ibu balita tentang pentingnya vitamin A dalam mencegah infeksi. Hasil sosialisasi dan edukasi yang di dapatkan menunjukkan adanya perbedaan rata-rata tingkat pengetahuan ibu yang di ukur dengan pre-test dan post-test. Dari hasil pre-test berada pada kategori baik 14(56%) dan kategori kurang baik 11(44%) Dari hasil post test berada pada kategori baik 18(72) dan kategori kurang baik 7(28%) dengan hasil uji-T Statistic menyatakan p value (0,000) > (0,05) dengan rata-rata skor pre-test sebesar 66.80 dan post-test sebesar 79.20 sehingga dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan terhadap kegiatan sosialisasi dan edukasi dengan peningkatan pengetahuan ibu
Pelatihan Pengukuran Antropometri Balita Pada Kader Posyandu di Desa Lombuea Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Paridah; Yusran, Sartiah; Bahar, Hartati; Lestari, Hariati; Annaba, Muh. Fitra; Yani, Indra; Zahrah, Inayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v3i1.411

Abstract

The Healthy Indonesia Program aims to improve the health and nutritional status of the community through health efforts and community empowerment supported by financial protection and equitable distribution of health services. One of the 12 indicators of the Healthy Indonesia Family Approach Program is the growth of toddlers which is monitored every month. Posyandu cadres are the central point for conducting initial screening for nutritional problems through monitoring the nutritional status of toddlers at Posyandu. The aim of this activity is to evaluate and refresh methods for measuring toddler anthropometry at Posyandu Cadres in Lombuea Village, North Moramo District. This activity began with a pre-test on the skills of Posyandu cadres in carrying out anthropometric measurements, then a simulation of how to measure anthropometrically well and correctly was given by the Healthy Village Team. The pre-test results show that it is true that Posyandu cadres still have errors during anthropometric measurements which can influence the measurement results. After being given a simulation on how to measure anthropometrically for babies and toddlers properly and correctly, Posyandu cadres are aware of several errors during measurements and know how to measure well. and true. It is recommended that cadres continue to refresh anthropometric measurements of toddlers so that they can carry out measurements accurately so that assessing the nutritional status of toddlers at posyandu can also produce data that is appropriate to the condition of babies and toddlers
A climate Encouraging the Growth and Flourishing of Monkeypox in Indonesia Ramadhan Tosepu; Effendy, Devi Savitri; Nasaruddin, Nasaruddin; Asriati, Asriati; Yusran, Sartiah
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 1: MARCH 2025
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i1.6198

Abstract

Introduction: Introduction: Climate change has significant impacts on human health and has the potential to trigger the emergence of various diseases by changing temperature, rainfall, wind patterns, and sunlight exposure. These changes create environmental conditions that support the survival, reproduction, and spread of disease-causing agents, such as viruses and bacteria. Adaptation of disease agents to these changes increases the risk of disease spreading in the community. In addition, climate change also expands the range of some disease agents, which were previously limited to certain areas, thus having a wider impact. Low temperatures (10–25°C), high humidity (?70%), and limited sunlight (UV index <6) promote the environmental persistence of the monkeypox virus, whereas high temperatures (>30°C) and UV exposure (290–320 nm) accelerate its degradation, influencing transmission patterns and infection risk in humans and animals. Methods: This study examines the climate conditions that may support the development of monkeypox in Jakarta. The main focus of this study is to identify climate factors, such as temperature, humidity, and rainfall patterns, that allow the spread of monkeypox virus. Climate data are analyzed to understand how these conditions play a role in increasing the risk of monkeypox virus transmission, both from animals to humans and between humans. Results: Our findings indicate a minimum temperature of 27.96°C, a maximum of 33.74°C, and an average of 30.11°C. The average humidity was 74.21%. The duration of sunlight ranged from a minimum of 7.30 hours to a maximum of 9.60 hours. Conclusion: Climate factors are key triggers in the development of Monkeypox within the environment. Specific temperature and humidity levels can create favorable conditions for the spread of the Monkeypox virus in certain regions. Additionally, extreme climate fluctuations may influence the spread patterns and severity of the disease, underscoring the importance of understanding how environmental conditions affect the transmission of diseases like Monkeypox.
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SDN 3 Lalonggasumeeto Desa Watunggarandu Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe Tahun 2024 Yusran, Sartiah; Bahar, Hartati; Safitri, Nur Haliza; Wulandari, Asse
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Juni 2024
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/JUPKes.v3i2.624

Abstract

Sekolah merupakan salah satu tatanan Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) yang perlu diperhatikan dalam penerapan PHBS. Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah serangkaian program yang bertujuan agar terjadi adanya perubahan dari perilaku tidak bersih dan sehat menjadi perilaku bersih dan sehat pada siswa kelas 4 dan 5 SD. Tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi siswa SD untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang dimulai dari diri sendiri, keluarga hingga masyarakat. Kegiatan ini dilakukan di SDN 3 Lalonggasumeeto Desa Watunggarandu, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, pada murid kelas 4 dan 5 berjumlah 24 murid pada tanggal 21 Mei 2024. Pada awal penyuluhan peserta diberikan pre-test kemudian pada akhir kegiatan peserta diberikan post-test untuk melihat adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Berdasarkan hasil data yang diperoleh, data nilai pre-test dan post-test 1 yakni p-value (0,001), nilai post-test 1 dan post-test 2 yakni p value (0,000) dan nilai pre-test dan post-test 2 yakni p value (0,000) yang mana p lebih kecil dari α (0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dimana ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) yang dilakukan, sehingga  dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada siswa SDN 3 Lalonggasumeeto setelah dilakukan Penyuluhan PHBS.
Co-Authors Abdul Kadir Abdul Rahman Agustin, Gracia Indri Akifah, Akifah Algazali, Algazali Alini, Deswita Putri Cahya Ani Umar Annaba, Muh. Fitra Arnida, Fadhilah Alya Arum Dian Pratiwi, Arum Dian Asriati Asriati, Asriati Assingkily, Muhammad Shaleh Astina Astina, Astina Azim, La Ode Liaumin Binekada, I Made Christian Defriani Devi Savitri Effendy, Devi Savitri Dian Pratiwi Dian Sasmita, Dian Effendi, Devi Savitri Ekaputri, Rista Endang Sutriani Eva Herik Fajriah, Linda Findriyanti, Findri Fithria, Fithria FITRIANTI Fitriyani Fitriyani Fredinan Yulianda Hamzah, Nurmiaty Handayani, Listy Hardian, Wa Ode Hardiana, Wa Ode Hariati Lestari Harleli, Harleli Hartati Bahar Hartati bahar Hasmawati Herik, Eva Hibali, Chintya Mulia F Laode Hidayanty, Healthy Hidayat, Sabrina Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irwan, Ikha Zilfana Isnaini, Ikhlas Ibnu Iswandi Jamal Saripa Jumakil, Jumakil Junaid Junaid, Junaid Kamrin, Kamrin Karimuna, Siti Rabbani Kartina NA, Sri Kombong, Oselya Meidy La Ode Ali Imran Ahmad, La Ode Ali Imran La Ode Muhammad Sety Larisu, Zulfiah Laxmi, Laxmi Lestari , Hariati Listian, Ayu Machmud, Sri Wulan Manik, Sri Ulina Mokodompit, Eliyanti Agus Muchtar, Febriana Murniasi, Eri Nani Yuniar Nasaruddin Nasaruddin Nirwidiarni, Hikma Sri Nurmulya, Wa Ode Sitti Nurnaningsih Nurnaningsih, Nurnaningsih Paridah Paridah Paridah Pratiwi, Dian ` Priadin, Ari Putri, Noni Rabbihim, Inda Rahman, Mishri Hidayatul Ramadhan Tosepu ramadhan tosepu Resqy, Resqy Nongri Anesta Rezal, Farit Rosya, Salsabila Ruslan Majid, Ruslan Safei, Nur Hasanah Safitri, Nur Haliza Saputri, Ningtias Eka Sari, Bulan Selamat, Laode Muh. Zulkifli Silondae, Tri Zulhijriana Silvia, Nadila Sri Hartati Sri Ratna Ningsih, Sri Ratna Suhadi Suhadi Syah, La Ode Muhamad Nur Abdul Rahman Syamsiah T Syamsuddin Syamsuddin Tisnawati, Dewi Ulfa Matoka, Ulfa Umayah, Yul Fatul Utami, Mufida Wati, Masna Wati, Wa Ode Rahma Widarni, Widarni Wulandari, Asse Yani, Indra Yunawati, Irma Yusuf Sabilu, Yusuf Zahrah, Inayah Zainuddin, Asnia Zhafirah, Maydina