Claim Missing Document
Check
Articles

KEANEKARAGAMAN IKAN DI PERAIRAN TELUK KENDARI SULAWESI TENGGARA [Fish Diversity in Kendari Bay, Southeast Sulawesi] Asriyana Asriyana; M. F. Rahardjo; S. Sukimin; D. F. Lumban Batu; E. S. Kartamihardja
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 9 No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v9i2.183

Abstract

Research on fish diversity was carried out from August to October 2009 with three times of sampling in three stations in Kendari Bay, Southeast Sulawesi. Fish collection using experimental gillnets (with different mesh sizes %, 1, 1%, 1%, 2, 3, and 4 inch) and seser (0 1 meter and mesh size 0.04 inch). During research, 45 species of 30 families were collected. Based on individual quantities, at the first sampling, Sardinella fimbriata was dominant species on Station I and II, S. longiceps on Station III; in the second sampling, S. fimbriata was dominant species on Station I, S. longiceps on Station II, Plotosus canius on S3; in the third sampling, Ambassis sp. was dominant species on Station I, S.longiceps on Station II, Upeneus suphureus and Stolephorus commersonii on S3. Diversity index (H’) was range between 0.512.25, dominance index (C) was range between 0.16-0.83 and evenness index (E) was range between 0.19-0.75.
KEBIASAAN MAKANAN IKAN TEMBANG Sardinella flmbriata Val. (Fam. Clupeidae) DI PERAIRAN TELUK KENDARI SULAWESI TENGGARA [Study on Food Habits of Fringescale Sardinella, Sardinellafimbriata Val. (Fam. Clupeidae) in Kendari Bay, Southeast Sulawesi] Asriyana Asriyana; Sulistiono Sulistiono; M. F. Rahardjo
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 4 No 1 (2004): Juni 2004
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v4i1.256

Abstract

A study on food habit of Fringescale Sardinella, Sardinella fimbriata Val. in Kendari Bay was conducted from March to December 2003. This research aims to observe food habits and feeding periodicity of the fish and relation of the food habits and plankton, food habit was determined by using Index of Relative Importance method. Result of the study indicates that fringescale Sardinella is plankton feeder and taking its food by filtering. Important diet of fish is Bacillariophyceae and Crustacea.
Food and feeding strategy of sunrise goatfish Upeneus sulphureus, Cuvier (1829] in Kendari Bay, Southeast Sulawesi Asriyana Asriyana; Nur Irawati
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 18 No 1 (2018): February 2018
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v18i1.372

Abstract

Knowledge of food and feeding strategies are essential to understand the ecological role and productive capacity of fish populations. This information is critical for development of conservation and management plans of fishery resources. This study aimed to analyze the food and feeding strategy of sunrise goatfish in Kendari bay. Sampling was done monthly from May to November 2016, with bottom experimental gillnets with mesh size ¾, 1, 1 ¼, and 1 ½ inches. The food habits was analyzed using index of preponderance; while feeding strategy was determined by Amundsen modified Costello method. There were 386 fish with total length and weight ranged from 46.0-176.0 mm and 3.0-67.1 g, res-pectively. The fish were categorized into 3 groups based on the length sizes. The length sizes were classified into small size (45.0-69.7 mm), medium size (69.8-94.3 mm) and large size (94.4-119.0 mm). Twenty eight species of organisms were found in the digestive system of the sunrise goatfish dominated by the phytoplankton genus Thallasiothrix. The sunrise goatfish has significant dietary changes with increasing total length and time. The sunrise goatfish developed mix feeding strategies; specialist and generalist. Generalist strategy developed for all prey, except Thallasiothrix obtained by spesialist strategy. Abstrak Pengetahuan tentang makanan dan strategi pola makan adalah penting untuk memahami peran ekologi dan kapasitas produktif populasi ikan. Informasi tersebut sangat penting untuk pengembangan rencana konservasi dan pengelolaan sumber daya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makanan dan strategi pola makan ikan kuniran di per-airan Teluk Kendari. Pengambilan contoh dilakukan sekali sebulan dari bulan bulan Mei sampai November 2016, de-ngan jaring insang eksperimental berukuran mata jaring ¾, 1, 1 ¼, dan 1 ½ inci. Kebiasaan makanan dianalisis meng-gunakan metode indeks bagian terbesar, sedangkan strategi pola makan ditentukan melalui metode Costello yang dim-odifikasi oleh Amundsen. Jumlah ikan yang terkumpul sebanyak 386 ekor dengan kisaran panjang total 46,0–176,0 mm dan kisaran bobot 3,0–67,1 g. Ikan dikelompokkan kedalam tiga kelompok ukuran yaitu ukuran kecil (46,0–90,0 mm), sedang (91,0–134,0 mm), dan ukuran besar (135,0–176,0 mm). Ditemukan 28 jenis organisme makanan dalam saluran pencernaan ikan kuniran. Menu makanan didominasi oleh kelompok fitoplankton genus Thallasiothrix. Ikan kuniran mengalami perubahan makanan yang signifikan sejalan dengan bertambahnya ukuran panjang tubuh dan waktu. Dalam memanfaatkan makanan di perairan, kuniran umumnya mengembangkan strategi pola makan campuran antara generalis dan spesialis. Strategi pola makan generalis dikembangkan untuk memperoleh semua jenis mangsa, kecuali mangsa Thallasiothrix diperoleh dengan strategi pola makan spesialis.
GROWTH OF GOSTFISH, Upeneus sulphureus IN KENDARI BAY, SOUTHEAST SULAWESI Asriyana Asriyana; Nur Irawati
AQUASAINS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.485 KB)

Abstract

Research on growth and condition factor of goatfish were carried out from May 2015 to November 2015 in Kendari Bay, Southeast Sulawesi. The purpose of this researchwas to analyze growth and condition factor of goatfish in Kendari Bay, Southeast Sulawesi. Fish samples were collected using bottom experimental gillnets and trammel nets with different mesh sizes ¾, 1, 1¼, and 1½ inch.Growth parameters were analyzed following von Bertalanffy formula using ELEFAN I software of package program of FiSAT II. A total of 386 individual fish was caught with ranged from 46–176 mm in the total length and 3,1 – 67,1g in weight. The length-weight relationship of goatfish is Lt= 184,42 {1E–1;5(t006)}
ANALISIS HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) SEBAGAI TARGET UTAMA DAN KOMPOSISI BY-CATCH ALAT TANGKAP GILLNET DI PERAIRAN PANTAI PURIRANO, SULAWESI TENGGARA Normayanti Thamrin Mardhan; La Sara; Asriyana Asriyana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 19 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.924 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v19i2.1217

Abstract

Abstrak : Penangkapan rajungan di perairan Pantai Purirano umumnya dilakukan oleh usaha perikanan rajungan skala kecil, yang menggunakan jaring insang (gillnet). Gillnet merupakan alat tangkap pasif yang pengoperasiannya tidak merusak sumberdaya hayati perairan. Walaupun demikian, gillnet merupakan alat tangkap yang tingkat selektivitasnya rendah, sehingga dikhawatirkan hasil tangkapan sampingan (bycatch) lebih banyak daripada hasil tangkapan utama (target species). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi hasil tangkapan rajungan (portunus pelagicus) sebagai target utama dan komposisi bycatch alat tangkap gillnet di perairan Pantai Purirano.Sampel rajungan ditangkap menggunakan jaring insang (gillnet) dengan ukuran mata jaring 4 inci & lebar jaring 80 cm. Hasil tangkapan selama penelitian diperoleh 29 jenis dari 25 famili. Hasil tangkapan yang diutamakan adalah rajungan dari famili Portunidae, tetapi terdapat juga jenis-jenis lain yang juga tertangkap (bycatch), yang sebagian dimanfaatkan (useable) dan sebagian lain dibuang ke laut (discarded). Jumlah total hasil tangkapan rajungan jantan selama penelitian adalah 58 ekor (54%) dan betina sebanyak 50 ekor (46%). Indeks dominansi hasil tangkapan tergolong rendah yaitu berkisar 0,21 – 0,27. Hal ini mengindikasikan bahwa selektivitas alat tangkap jaring insang tergolong rendah.Kata Kunci : Rajungan (Portunus pelagicus), Bycatch, Gillnet, PuriranoAbstrack : Catching crabs in Purirano Beach is generally carried out by small-scale crab fishing businesses, which use gillnet.  Gillnet is a passive fishing gear whose operation does not damage aquatic biological resources.  However, gillnet is a fishing tool with a low selectivity level, so it is feared that bycatch by-catch is more than the main catch (target species).  This study aims to determine the proportion of crab catches (portunus pelagicus) as the main target and the composition of gillnet fishing gear bycatch in Purirano Beach waters.  Swimming crab samples were captured using gill nets with mesh sizes of 4 inches & net width of 80 cm.  The catch during the study obtained 29 species from 25 families.  The preferred catch is crabs from the family Portunidae, but there are also other species that are also caught (bycatch), some are used (useable) and some others are thrown into the sea (discarded).  The total number of male crab catches during the study was 58 individuals (54%) and 50 females (46%).  The catch index dominance is relatively low, in the range of 0.21 - 0.27.  This indicates that the selectivity of gill nets is relatively low.Keywords : Rajungan (Portunus pelagicus), Bycatch, Gillnet, Purirano
BIOLOGI REPRODKSI IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER BRACHYSOMA BLEEKER, 1851) DI TELUK STARING, SULAWESI TENGGARA Sudarno Sudarno; La Anadi La Anadi; Asriyana Asriyana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 20 No. 1 (2020): Januari - April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.832 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v20i1.1676

Abstract

Abstrak: Biologi reproduksi suatu organisme merupakan salah satu informasi penting dalam upaya pengelolaan sumberdaya perairan. Penelitian biologi reproduksi ikan kembung (Rastrelliger brachysoma) di Teluk Staring, Sulawesi Tenggara dilakukan dari bulan Maret sampai Juli 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biologi reproduksi ikan kembung yang meliputi tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), dan ukuran pertama kali matang gonad. Koleksi ikan menggunakan alat tangkap jaring insang permukaan bermata jaring 2 dan 2 ¼ inci. Kematangan gonad ikan diamati berdasarkan morfologi gonad yaitu bentuk, warna, dan bobot gonad. Sebanyak 215 individu ikan kembung tertangkap dengan kisaran panjang 206-297 mm dan bobot 110,0-366,0 g. IKG ikan jantan dan betina tertinggi ditemukan saat bulan Maret (1,80 dan 2,22) dan Mei (1,77 dan 1,91). Ukuran pertama kali matang gonad ikan jantan dan betina terjadi saat berukuran panjang 247 mm dan 239 mm. Penelitian ini mengindikasikan bahwa puncak pemijahan ikan kembung (R. brachysoma) di perairan Teluk Staring terjadi saat bulan Maret dan Mei.Kata kunci: Reproduksi, kembung, musim pemijahan, Teluk Staring, Sulawesi TenggaraAbstract: Reproduction biology of organism is one of information for aquatic resources management. Research on the biology of short mackerel reproduction (Rastrelliger brachysoma) in Gulf of Staring, Southeast Sulawesi was conducted from March to July 2018. The objective of this research was to describe aspects of the reproductive biology of short mackerel such as gonadal maturation, gonadosomatic index, and length at first maturity (Lm50). Fish collection was done using gillnets (with mesh sizes of 2 and 2¼ inches). The gonadal maturation of fish was determined morphologically by comparing the shape, size, color, and gonad weight. A total of 215 individual fish were caught with ranging 206-297 mm in length and 110.0-366.0 g in weight. The gonadosomatic index of male and female were found in March (1.80 and 2.22) and May (1.77 and 1.91), while length at first maturity (Lm50) of male and female were 239 mm and 247 mm, respectively. This research indicates that the peak of short mackerel spawning in Gulf of Staring waters occurred during March and May.Keywords: Reproduction; short mackerel; spawning season; Gulf of Staring, Southeast Sulawesi
Studi Kebiasaan Makanan Kerang Mutiara (Pteria penguin) di Perairan Palabusa Harfan Harfan; Ma’ruf Kasim; Asriyana Asriyana
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian untuk menganalisis studi kebiasaan makanan kerang mutiara (Pteria penguin) di Perairan Palabusa. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan pada lokasi budidaya kerang mutiara (Pteria penguin) di Perairan Palabusa Selat Buton Sulawesi Tenggara. Hewan uji kerang mutiara sebanyak 80 individu. Sebaran ukuran yang diperoleh pada umumnya bervariasi 170-180 mm (35%) dan terendah pada ukuran 85-95 mm (1,25 %) Kelompok jenis makanan yang terdapat dalam lambung kerang (Pteria penguin) antara lain : Bacillariophyceae, merupakan jenis kelompok makanan yang dominan, kemudian Dinophyceae, Cyanophyceae, Clorophyceae, Zyngnemaphyceae, Chorellaceae, Rotifera, Synurophyceae dan Cryptophyceae. yang terdapat di dalam lambung kerang (Pteria penguin). Frekuensi kemunculan jenis makanan tertinggi diperoleh pada jenis makanan Microcytis sp. (3,24 %) sedangkan frekuensi kemunculan terendah diperoleh pada jenis makanan Noctiluca sp. (0,01%). Hasil penelitian di peroleh jenis makanan yang sering muncul pada kerang ukuran 85-113 mm adalah dari jenis A. granullata (1,27%); pada kerang ukuran 114-142 mm adalah jenis Microcystis sp. (9,00%); sementara pada ukuran 143-147 mm dari jenis G. flaccida (0,90%). Hasil analisis berdasarkan ukuran jenis makanan tidak menunjukan adanya perbedaan jenis makanan. Kualitas air merupakan faktor penunjang dalam keberhasilan kegiatan budidaya suhu dalam kategori stabil berkisar antara 28-30 32ºC, salinitas berkisar 30-34 ppt dan sebaran pH perairan berkisar 7-8.Kata Kunci: Studi kebiasaan makanan kerang mutiara (Pteria penguin)
Variations in Food of Largehead Hairtail Fish (Trichiurus lepturus) In the Kolono Bay Waters East Kolono District South Konawe Regency Sri Aswanti Nun Sugian; Asriyana Asriyana; Halili Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trichiurus lepturus are commonly known as largehead hairtail fish. These fish generally live in subtropical to tropical climate areas that spread from north of the equator to the south of the equator. T. lepturus generally lives in bottom waters and usually vertical migration (benthopelagic) and migration to river mouths at a young stage (amphidromous). In general, this species lives in waters with a depth of 0-400 meters. This study aims to analyze variations in the types of fish food largehead hairtail fish  in the water of Kolono Bay. The research was carried out from February to My 2020 in the waters of the Kolono Bay. Analysis of fish food habits using the data analysis method of Index Stomach Content, Indeks of Propenderance, niche breadth and overlap. The results showed that the type of food for largehead hairtail fish (T. lepturus) in the waters of Kolono Bay was the most common type of Engraulidae, then Clupeidae and the least species of Loliginidae, Mullidae, Gerreidae and Crustacea.
Biologi Reproduksi Ikan Layur (Trichiurus lepturus) di Perairan Teluk Kolono Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan Wa Amia Karau; Asriyana Asriyana; Farid Yasidi
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2020 untuk mengkaji biologi reproduksi ikan layur di perairan Teluk Kolono Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan. Sampel ikan layur ditangkap menggunakan jaring insang hanyut (drifting gill net) dengan mesh size 1¼, dengan panjang total jaring ±1105 m, panjang setiap jaring 65 m dan tinggi setiap jaring 15 m. Pengukuran yang dilakukan yaitu sebaran frekuensi panjang, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, fekunditas, ukuran pertama kali matang gonad, dan diameter telur. Jumlah sampel ikan yang tertangkap selama penelitian sebanyak 329 (179 individu betina dan 150 individu jantan). Sebaran frekuensi panjang ikan jantan berkisar 574-628 mm, sedangkan ikan betina berkisar 629-684 mm. Tingkat kematangan gonad ikan jantan dan ikan betina didominasi TKG I. Indeks kematangan gonad menunjukkan adanya variasi pada ikan layur betina dan jantan, dengan rata-rata IKG betina lebih besar dibandingkan jantan. Fekunditas ikan layur berkisar 6.539-97.210 butir serta tidak ada hubungan fekunditas dengan panjang maupun berat ikan. Ukuran pertama kali matang gonad ikan layur di perairan Teluk Kolono pada ikan jantan 354-407 mm dan betina 481-517 mm. Diameter telur ikan layur betina berkisar 0,54-0,63 mm, dimana ukuran diameter telur ikan layur dijelaskan sebagai ikan parsial spawner yaitu spesies ikan yang mengeluarkan telur matang secara bertahap pada satu kali periode pemijahan. Kata kunci: biologi reproduksi, Trichiurus lepturus, Teluk Kolono.
Kebiasaan Makanan Ikan Terubuk (Tenualosa ilisha) di Perairan Rumbia Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana Sartina Masila; Asriyana Asriyana; La Ode Abdul Rajab Nadia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerairan Rumbia memiliki potensi yang cukup besar untuk menunjang kegiatan perikanan tangkap. Pengetahuan tentang kebiasaan makanan organisme bergantung pada persediaan makanan di perairan. Penelitian ini dilakukan di perairan Rumbia, Kabupaten Bombana yang bertujuan untuk menganalisis kebiasaan makanan ikan terubuk (Tenualosa ilisha) meliputi indeks bagian terbesar, luas relung dan tumpang tindih. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan dari bulan Oktober 2019 hingga Januari 2020, yang terdiri dari penelitian lapang dan penelitian laboratorium. Pengambilan contoh ikan menggunakan alat tangkap gill net dengan mesh size (1, 1,5, dan 2) berukuran panjang 50 m dan tinggi 2 m. Ikan terubuk yang tertangkap selama penelitian sebanyak 144 ekor. Data penelitian dianalisis menggunakan indeks bagian terbesar, luas relung dan tumpang tindih. Hasil analisis isi saluran pencernaan ikan terubuk ditemukan jenis makanan berupa serasah, Navicula sp., Diatom, Synedra sp., Coscinosdiscus sp., Oscilatoria sp., MTT dan pasir. Jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi ikan terubuk adalah serasah yang konsisten ditemukan setiap bulannya. Indek bagian terbesar makanan ikan terubuk tidak hanya terlihat berdasarkan jenis kelamin, tetapi juga berdasarkan waktu pengamatan dan uji kruskal wallis (P>0,05; α =5%, db = n-1). Ikan terubuk memiliki luas relung sedang dan rendah. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai tumpang tindih yang tinggi yaitu terjadi dari bulan Oktober 2019 hingga Januari 2020.Kata Kunci: Kebiasaan makan, perairan Rumbia, Tenualosa ilisha.
Co-Authors . Haslianti A. Ginong Pratikno Abdullah Abdullah Adi Imam Wahyudi Afyudi, Bobby Agus Kurnia Agus Kurnia Ahmad Musseng Ahmad Mustafa Aninditia Sabdaningsih Annaastasia, Nurhuda Apriliyanti, Annisa Arami, Hasnia Arami, Hasnia Ari Sandy Muchtar Ari Sandy Muchtar, Ari Sandy Arsyad, Risko Asnawati Asrari Aswady, Tri Utary Azwar Sidiq Baampe, Chevy Iwani Bahrin, Nurtini Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar, . Balubi, Abdul Muis Cia, Wa ode Cimiming D. F. Lumban Batu D. F. Lumban Batu DARYANTI DARYANTI Dasweni, Sri Dayuman, . Dedy Oetama Disnawati Disnawati, Disnawati Djamar Tumpal F. Lumbanbatu E. S. Kartamihardja E. S. Kartamihardja Emiyarti Endi S. Kartamihardja Ermayanti Ishak, Ermayanti Erni, Rosma Fadila, Miftahul Farid Yasidi Gusrin, Gusrin Haeruddin Halili Halili Hamid, Ode Ali Akbar Hardianti Hardianti, Hardianti Harfan Harfan Hasan Eldin Adimu Haslianti Haslianti Haslianti, Haslianti Hasnia Arami Hasuba, Tezza Fauzan Hatma, Muhammad Iksan hatta, iksal Haya, La Ode M. Yasir Haya, La Ode Muhammad Hute, Endang Rahmi Ira Ira Irawati, Nur Irawati, Nur Irdam Riani, Irdam Jali, Wa Jumiati, . Kamri, Syamsul Kasim, Ma'ruf KIKI WULANDARI La Anadi La Anadi La Asrin La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Alirman La Ode Baytul Abidin La Ode Baytul Abidin La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode Muh Yasir Haya La Ode Muhamad Julhija Sanda La Ode Muhammad Arsal La Ode Muhammad Yasir Haya La Onu La Ola La Sara La Sara La Sara La Sara La Sara, La Sara Laode Muhamad Hazairin Nadia Lawelle, Sjamsu Alam Lenny S. Syafei M. F. Rahardjo M. F. Rahardjo M. F. Rahardjo Mangurana, Wa Ode Intiyani Marhana, Wa Ode Muhaimin Hamzah Muhajirah, Eva Muhammad Fajar Purnama Muhammad Ramli Muhammad Ramli Muhammad Ramli Muhammad Trial Fiar Erawan Muhtar Muhtar Muliani Muliani Munier, Taswin Mursalim Mursalim Muslim Tadjudah Muslim Tadjuddah Normayanti Thamrin Mardhan Nur Hajrah Hasan sanaki Nur Irawati Nur Irawati Nur Irawati Nur Irawati Nurdiana A Nurdiana A Nurdiana Azis Nurgayah, Wa Nurhuda Annaastasia Nurwanah, Nurwanah Onu La Ola, Onu Patadjai, Rahmad Sofyan Permatahati, Yustika Intan Piliana, Wa Ode Pono Suderajad Putra, Apriawan Arufi Rahmawati, Karisma Dwy Ramli, Muh. Ratna Diyah Palupi Ratna Sari Raudhatul Mahdaniah Ridwan Hasan Ridwan, Exfar Alli Risfandi Riswana, Emilia Roslindah Daeng Sian Roslindah Daeng Siang Rosmawati Ruwiah S. Sukimin Saleh, Linda Fatmawati Salwiyah Salwiyah, Salwiyah Sarini Yusuf Sartina Masila Sjamsu Alam Lawelle Slamet Budi Prayitno Sri Aswanti Nun Sugian Subhan Subhan Sudarno Sudarno Sudarno Sudarno Sudarno Sulistiono Sulistiono Suriani, Ningsih Tadjuddah, Muslim Taufikir, . Trisma Wa Amia Karau Wa Jali Wa Nurgayah Wellem H. Muskita