p-Index From 2021 - 2026
17.776
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 42 Documents
Search
Journal : Prologia

Strategi Komunikasi Pariwisata sebagai Media Pemasaran (Studi pada Desa Temajuk Kabupaten Sambas) Felisia; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.21621

Abstract

The large amount of potential that Temajuk Village has, which is nicknamed Heaven at the Edge of Borneo, will not make the place develop by itself, it needs human intervention to increase its potential and introduce Temajuk Village to the outside world. This study aims to identify the tourism communication strategy implemented by the Sambas Regency Tourism Office in marketing the Temajuk Tourism Village in Sambas Regency, West Kalimantan Province. In this study, tourism communication theory is used which is influenced by marketing and media strategies. This study used a descriptive qualitative approach accompanied by a case study method. The research results were obtained from in-depth interviews, field observations, documentation, and literature studies. The results of the research conducted are that the promotion carried out by the Tourism Office of Sambas Regency has not run effectively. Tourism communication activities carried out by the agency in promoting Temajuk Village are by disseminating information about the natural potential of Temajuk Village through the media, both print media, digital media and social media. In addition, efforts to organize tourism training to improve the quality and awareness of HR (Human Resources), hold events and set special times for uploading content are also the Sambas Tourism Office's strategy in carrying out promotions. From these strategies, it turns out that the media plays a very important role in tourism communication because it is a place to introduce Temajuk Village and a source of information for tourists who want to come. Banyaknya potensi yang dimiliki Desa Temajuk yang dijuluki sebagai “Surga di Ujung Borneo” tidak akan membuat tempat tersebut berkembang dengan sendirinya, perlu adanya campur tangan manusia untuk meningkatkan potensi yang dimiliki dan mengenalkan Desa Temajuk ke dunia luar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi komunikasi pariwisata yang diterapkan Dinas Pariwisata Kabupaten Sambas dalam memasarkan Desa Wisata Temajuk di Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Dalam penelitian ini menggunakan teori komunikasi pariwisata yang dipengaruhi strategi pemasaran dan media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif disertai metode studi kasus, hasil penelitian diperoleh dari wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, serta studi kepustakaan. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu promosi yang dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Sambas belum berjalan dengan efektif. Kegiatan komunikasi pariwisata yang dilakukan dinas dalam mempromosikan Desa Temajuk yaitu dengan menyebarkan informasi tentang potensi alam Desa Temajuk melalui media baik media cetak, media digital maupun sosial media. Selain itu, upaya mengadakan pelatihan wisata untuk meningkatkan kualitas dan kesadaran SDM (Sumber Daya Manusia), menggelar event serta menetapkan waktu-waktu khusus dalam meng-upload konten juga menjadi strategi Dinas Pariwisata Sambas dalam melakukan promosi. Dari beberapa strategi tersebut, ternyata media memegang peranan yang sangat penting dalam komunikasi pariwisata karena menjadi tempat untuk mengenalkan Desa Temajuk dan menjadi sumber informasi bagi wisatawan yang ingin datang.
Electronic Word of Mouth dan Citra Merek The Originote di Kalangan Generasi Z Christina, Christina; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27570

Abstract

Nowadays, skincare products are widely promoted on social media. This is an example of the impact from social media development. Marketing that was done through conventional media is now starting to utilize the existence of social media and choosing Generation Z as the target market because this generation dominates the use of social media in this era. Electronic Word of Mouth marketing communication makes The Originote brand become increasingly recognized and attracts so much attention since 2022. This research aims to determine how is the impact of Electronic Word of Mouth on The Originote’s brand image. This research uses quantitative method and utilizes survey as the data-collector method. The data that has been collected from 124 respondents then tested with validity test, reliability test, and normality test. The results show the measuring instrument and data is valid, reliable, and normally distributed. The answers then processed with T-test, simple linear regression analysis and coefficient of determination. The result of T-test is 13.634 > 1.9796.  The simple linear regression analysis indicates that the significance is less than 0.05. The coefficient of determination is 0.604 or 60,4%. Research result shows that Electronic Word of Mouth can helps business in creating Brand Image effectively.  Produk perawatan kulit yang kini marak dipromosikan di media sosial merupakan salah satu contoh dampak perkembangan media sosial. Pemasaran yang awalnya dilakukan melalui media konvensional kini mulai memanfaatkan keberadaan media sosial dengan menetapkan Generasi Z sebagai target pasar. Komunikasi pemasaran Electronic Word of Mouth yang terjadi terhadap merek The Originote membuat merek ini menjadi semakin dikenal dan menarik perhatian para peminat skincare. Mengetahui apakah Electronic Word of Mouth mempengaruhi citra merek The Originote adalah tujuan penelitian ini dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa survei. Data yang telah terkumpul dari 124 responden selanjutnya diuji keabsahannya dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji normalitas. Hasilnya, alat ukur dan data dinyatakan valid, reliabel, dan berdistribusi secara normal. Jawaban responden selanjutnya diolah melalui uji T, analisis regresi linear sederhana, dan koefisien determinasi. Hasil uji T adalah 13,634 > 1,9796. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan signifikansi lebih kecil dari 0,05. Koefisien determinasi menunjukkan angka 0,604. Disimpulkan bahwa Electronic Word of Mouth secara cukup kuat berpengaruh terhadap citra merek The Originote sebesar 60,4%. Maka, dapat dikatakan pemanfaatan Electronic Word of Mouth secara efektif membantu pelaku bisnis dalam membentuk citra merek.
Analisis Regresi User Generated Content terhadap Brand Image Produk Skintific di Aplikasi TikTok Untuk Generasi Z Jesselyn, Eunike; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27604

Abstract

In the dissemination of information in this highly advanced era, there exists a type of marketing content known as User Generated Content (UGC). This content comprises reviews or evaluations from internet users who have tested a product or service and shared their experiences through social media. Due to the perception that these reviews are neutral and trustworthy, the researcher conducted this study to understand the influence of User Generated Content on the Brand Image of Skintific products on the TikTok application. The process of forming a brand image is essentially similar to the perception process, as the brand image is shaped by perceptions that have existed over an extended period. This research employed a quantitative method by distributing questionnaires targeted at the Generation Z. Data analysis of 100 respondents was conducted using SPSS version 26. The results of the correlation coefficient revealed a positive relationship, indicating that an increase in User Generated Content corresponds to an increase in Brand Image. The coefficient of determination results indicated that User Generated Content has an influence of 78% on Brand Image. Penyebaran informasi di era yang sangat canggih ini, terdapat suatu jenis konten pemasaran yang dikenal sebagai user generated content. Konten ini merupakan ulasan atau tinjauan dari pengguna internet yang telah menguji suatu produk atau jasa dan berbagi pengalaman mereka melalui media sosial. Oleh karena kesan bahwa tinjauannya bersifat netral dan dapat dipercaya, Peneliti melakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh user generated content terhadap brand image produk Skintific di aplikasi TikTok. Proses pembentukan brand image pada dasarnya mirip dengan proses persepsi, karena brand image terbentuk dari persepsi yang telah ada dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan membagikan kueisoner yang akan ditunjukkan kepada generasi Z. Analisis data terhadap 100 responden menggunakan aplikasi SPSS ver. 26. Pada hasil koefisien korelasi diperoleh hubungan yang bersifat positif. Hal ini berarti setiap kenaikan dari user generated content akan diikuti juga pada kenaikan dari brand image. Pada hasil koefisien determinasi didapatkan bahwa user generated content memberikan pengaruh sebesar 78% terhadap brand image.
Mengembangkan Konten Menarik Sebagai Strategi Branding @Folkative Viriyaputra, Kevin; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27651

Abstract

In the era of social media, it is very easy for us to share various things via Kit's social media accounts, which is also what Folkative's social media accounts do. When discussing social media in this research, researchers want to focus on Instagram, which is one of the most common or widely used social media. Folkative is an online media platform that operates in the field of using the social network Instagram as a medium for transmitting information. New media, which includes the emergence of computer, digital or network technology and communication at the beginning of the 21st century, is called new media or new media. Technology almost always described as new media, especially digital, which often has the characteristics of being tractable, compact, networked, impartial, and interactive. The Folkative Instagram account is intended as an Instagram account to provide information specifically to the younger generation z. This research aims to analyze Folkative's social media using Analisa.io software. The approach used is a qualitative approach using social media content analysis as a data collection method. The research object is branding and the research subject is Folkative's Instagram account. The research results show that Folkative's branding strategy as an information medium can present interesting content, because the language is easy to understand and the information conveyed by Folkative is very concise and clear which is attractive to generation z. Di era media sosial sangat mudah untuk kita berbagi berbagai hal lewat akun media sosial kit itu juga yang di lakukan akun media sosial Folkative. Ketika membahas media sosial dalam penelitian ini, peneliti ingin fokus pada.Instagram adalah salah satu platform media sosial yang paling digandrungi generasi saat ini. Folkative merupakan platform media online  yang bergerak di bidang penggunaan jejaring sosial Instagram sebagai media transmisi informasi.Media baru, yang mencakup munculnya teknologi dan komunikasi komputer, digital atau jaringan pada awal abad ke-21, disebut dengan istilah yaitu new media atau media baru.Teknologi hampir selalu digambarkan sebagai media baru, khususnya digital, yang seringkali memiliki ciri khas penurut, padat, berjejaring, tidak memihak, dan interaktif. Akun Instagram Folkative dimaksudkan sebagai akun Instagram untuk memberikan informasi secara khusus kepada  generasi muda z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa media sosial Folkative menggunakan software Analisa.io, Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mengunakan analisis isi media sosial sebagai metode pengambilan data. Objek penelitan adalah branding dan subjek penelitian nya adalah akun Instagram Folkative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi branding Folkative sebagai media informasi dapat menyajikan konten-konten yang menarik, karena bahasa yang mudah di mengerti dan juga penyampaian informasi yang disampaikan oleh Folkative singat padat dan jelas yang menarik untuk generasi z.
Optimalisasi Brand Exposure Kopi Lokal melalui Micro Influencer: Studi Kasus Kopimin Carolina, Christine Vonny; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27655

Abstract

Coffee is one of Indonesia's plantation products that is in demand by local and foreign people. This is a fairly big business opportunity for people who want to operate in the copy sector, one of which is Kopimin. In its development as a local coffee, Kopimin needs more effort to show the existence of its brand to the public. In this case, Kopimin uses micro influencers to develop brand exposure for Kopimin local coffee. The aim of this research is to find out and explain the use of micro influencers carried out by Kopimin in developing brand exposure for local coffee. In this research, the author used a qualitative approach. This research uses several supporting concepts, namely brand exposure, micro influencers, and social media. The primary data in writing this thesis are observations and in-depth interviews with micro influencers who collaborate with Kopimin and the owners of Kopimin. Secondary data in this research includes documentation and internet sources related to research. The results of this research are that local micro influencers have an advantage in building public trust because they are considered to have original information about local products. Although the collaboration showed a significant increase in engagement on social media. The micro influencers used by Kopimin do not have long-term effects. Therefore, internal efforts are still needed to provide long-term effects, including maintaining product quality and continuing to carry out independent promotional strategies. Kopi adalah salah satu produk perkebunan Indonesia yang diminati masyarakat lokal maupun mancanegara. Hal ini menjadi peluang bisnis yang cukup besar bagi masyarakat yang ingin bergerak di bidang kopian, salah satunya adalah Kopimin. Dalam perkembangannya sebagai kopi lokal, Kopimin membutuhkan usaha lebih untuk menunjukkan keberadaan mereknya kepada masyarakat. dalam hal ini Kopimin menggunakan micro influencer dalam mengembangkan brand exposure kopi lokal Kopimin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pemanfaatan micro influencer yang dilakukan oleh Kopimin dalam mengembangkan brand exposure kopi lokal. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan beberapa konsep penunjang yaitu brand exposure, micro influencer, dan media sosial. Data primer dalam penulisan skripsi ini yaitu observasi dan wawancara mendalam dengan micro influencer yang bekerjasama dengan Kopimin dan pemilik Kopimin. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi dokumentasi dan sumber internet terkait penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan micro influencer lokal memiliki keunggulan dalam membangun kepercayaan masyarakat karena dianggap memiliki informasi orisinil mengenai produk lokal. Meskipun kolaborasinya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam engagement di media sosial. Micro influencer yang digunakan oleh Kopimin tidak memiliki efek jangka panjang. Maka dari itu tetap diperlukan upaya internal untuk memberi efek jangka, termasuk menjaga kualitas produk dan tetap melakukan strategi promosi mandiri.
Pengaruh Celebrity Endorser terhadap Impulsive Buying (Studi pada Pemanfaatan Enhypen oleh Brand Nabati Goguma) Putri, Aneesa Joenice; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33167

Abstract

South Korean popular culture, particularly K-Pop, has become a global phenomenon that influences consumer patterns, including in Indonesia. In the context of marketing, the use of celebrity endorsers has proven effective in attracting consumer attention, such as the collaboration between Nabati and Enhypen in promoting the Nabati Goguma product. This study aims to analyze the impact of celebrity endorsers on impulsive buying behavior, using a quantitative method with a survey of 100 Enhypen fans as respondents. Celebrity endorsers can be explained through four dimensions: Visibility, Credibility, Attraction, and Power. The impulsive buying behavior studied includes: spontaneity in purchasing, buying without consideration, appeal, and the desire for immediate acquisition. The analysis results show that celebrity endorsers have a significant impact on impulsive buying, with a contribution of 31% based on simple linear regression analysis. The results from the mean test show the highest value in the attraction dimension for both variables, emphasizing the importance of visual appeal in marketing strategies to create an emotional connection with the audience. This study recommends exploring other dimensions, such as credibility and visibility, as well as optimizing visual appeal in marketing campaigns to enhance promotional effectiveness. Budaya populer Korea Selatan, khususnya K-Pop, telah menjadi fenomena global yang memengaruhi pola konsumsi masyarakat, termasuk di Indonesia. Dalam konteks pemasaran, penggunaan celebrity endorser terbukti efektif untuk menarik perhatian konsumen, seperti kolaborasi antara Nabati dan Enhypen dalam mempromosikan produk Nabati Goguma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh celebrity endorser terhadap perilaku impulsive buying, menggunakan metode kuantitatif dengan survei 100 responden penggemar Enhypen. Celebrity endorser dapat dijelaskan melalui empat dimensi yaitu: Visibility, Credibility, Attraction dan Power. Perilaku impulsive buying yang diteliti mencakupi: spontanitas pembelian, pembelian tanpa pertimbangan, daya tarik dan keinginan segera. Hasil analisis menunjukkan bahwa celebrity endorser memiliki pengaruh signifikan terhadap impulsive buying, dengan kontribusi sebesar 31% berdasarkan analisis regresi linear sederhana. Hasil pada uji mean diperoleh nilai tertinggi pada dimensi daya tarik pada kedua variabel yang menekankan pentingnya daya tarik visual dalam strategi pemasaran untuk menciptakan hubungan emosional dengan audiens. Penelitian ini merekomendasikan eksplorasi dimensi lainnya, seperti credibility dan visibility, serta optimalisasi daya tarik visual dalam kampanye pemasaran untuk meningkatkan efektivitas promosi.
Analisis Regresi Iklan Media Sosial TikTok pada Perilaku Konsumen Produk Kosmetik di Indonesia Khang, Helen; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33181

Abstract

One of the social media platforms that has grown rapidly and become an effective marketing tool is TikTok. With over 90 million monthly active users in Indonesia, primarily from the 18–35 age group, TikTok has significant reach. This study aims to analyze the influence of TikTok advertisements on consumer behavior regarding Skintific cosmetics. The research adopts advertising communication and consumer behavior theories, focusing on the elements of content creativity, influencer impact, and interactivity level. The research employs a quantitative approach through a survey of 106 TikTok users exposed to Skintific advertisements. Data analysis includes simple linear regression and Pearson correlation tests. The results reveal that TikTok advertisements significantly influence consumer behavior, with content creativity and influencer recommendations serving as the primary factors driving purchase interest. Additionally, high interactivity on the TikTok platform is shown to enhance consumer engagement, ultimately leading to purchase decisions. Based on these findings, it is recommended that Skintific continue to enhance creative content strategies, collaborate with influencers, and utilize TikTok's analytical data for personalized ad campaigns. The conclusion of this study asserts that TikTok advertisements significantly affect consumer behavior regarding Skintific cosmetics. Salah satu platform media sosial yang telah tumbuh pesat dan menjadi alat pemasaran yang efektif adalah TikTok. Lebih dari 90 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia, terutama dari kelompok usia 18-35 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklan di platform TikTok terhadap perilaku konsumen pada kosmetik Skintific. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi iklan dan perilaku konsumen, dengan fokus pada elemen kreativitas konten, pengaruh influencer, serta tingkat interaktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 106 responden pengguna TikTok yang telah terpapar iklan Skintific. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan TikTok memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen, dengan kreativitas konten dan rekomendasi influencer menjadi faktor utama yang mendorong minat beli. Selain itu, interaktivitas yang tinggi pada platform TikTok terbukti meningkatkan engagement konsumen, yang berujung pada keputusan pembelian. Berdasarkan hasil temuan, disarankan agar Skintific terus meningkatkan strategi konten kreatif dan kolaborasi dengan influencer, serta memanfaatkan data analitik TikTok untuk personalisasi kampanye iklan. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa iklan TikTok berpengaruh terhadap perilaku konsumen pada kosmetik Skintific.
Pengaruh Terpaan Media dan Celebrity Worship terhadap Tingkat Adiksi Drama Korea pada Dewasa Awal Thing, Yi; Sari, Wulan Purnama; Irena, Lydia
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33209

Abstract

Media exposure plays a significant role in increasing the popularity of Korean dramas. Human life is also greatly influenced by technology and the mass media.  In an effort to find their identity, adolescents often idealize celebrities as perfect role models, a phenomenon commonly known as celebrity worship.  With this background, this study aims to analyze the influence of media and celebrity worship on Korean drama addiction among early adults. A quantitative method with a questionnaire instrument was used, and the multiple linear regression data analysis technique was applied to test the hypothesis. The results of the study found that media exposure had a partial effect on the level of addiction, while the celebrity worship variable did not have a partial effect. This means that the more often someone is exposed to media related to Korean dramas and the higher the level of worship of the actors, the greater the likelihood they will be addicted to watching them. Simultaneously, media exposure and celebrity worship have an influence of 25.3% on the level of Korean drama addiction. In conclusion, this study provides empirical evidence that both media and celebrity worship play a significant role in driving Korean drama addiction among early adults. Terpaan media memainkan peran yang sangat signifikan dalam menaikkan popularitas drama Korea. Kehidupan manusia pun sangat dipengaruhi oleh teknologi dan media massa. Dalam upaya mencari identitas diri, remaja seringkali mengidealkan selebritas sebagai role model yang sempurna, hal ini biasa disebut sebagai celebrity worship. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh media dan celebrity worship terhadap adiksi drama Korea pada kalangan dewasa awal. Metode penelitian kuantitatif dengan instrumen kuesioner digunakan, dan teknik pengolahan data analisis regresi linear berganda diaplikasikan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menemukan terpaan media berpengaruh secara parsial terhadap tingkat adiksi, sedangkan variabel celebrity worship secara parsial tidak memiliki pengaruh. Ini berarti, semakin sering seseorang terpapar media terkait drama Korea dan semakin tinggi tingkat pemujaannya terhadap para pemain, maka semakin besar kemungkinan mereka akan kecanduan tontonan tersebut. Secara simultan, terpaan media dan celebrity worship memiliki pengaruh sebesar 25,3% terhadap tingkat adiksi drama Korea. Simpulannya, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa baik media maupun pemujaan selebriti memiliki peran besar dalam mendorong kecanduan drama Korea pada kalangan dewasa awal.
Weverse sebagai Media Interaksi: Studi Motif dan Kepuasan Penggemar Enhypen Jonathan, Maureen; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33203

Abstract

Digital communication is a form of communication conducted through internet-based media, offering various features such as text messaging, video calling, and social media platforms. One of the popular platforms that support digital communication, especially in the K-Pop entertainment industry, is Weverse. This platform allows fans to interact with artists, share information, and form communities. Enhypen has many fans who use Weverse for various purposes. The purpose of this study is to determine how much the relationship between motives and satisfaction in using the Weverse platform. The type of research that will be used is a quantitative approach, based on the uses and gratifications theory which considers audiences to actively choose the media to be used. In line with the concepts used by Palmgreen in his research, to measure Gratification Sought (GS) and Gratification Obtained (GO) which will produce a significant influence between the two. The results showed that the highest motive was the information motive. This shows that there is an influence between motives and satisfaction in using the Weverse platform. Komunikasi digital adalah bentuk komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis internet, menawarkan berbagai fitur seperti pesan teks, panggilan video, dan platform media sosial. Salah satu platform yang populer dalam mendukung komunikasi digital, terutama dalam industri hiburan K-Pop adalah Weverse. Platform ini memungkinkan penggemar untuk berinteraksi dengan artis, berbagi informasi, dan membentuk komunitas. Enhypen memiliki banyak penggemar yang menggunakan Weverse untuk berbagai tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan motif dan kepuasan dalam penggunaan platform Weverse. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan berlandaskan pada teori uses and gratifications yang menganggap khalayak secara aktif memilih media yang akan digunakan. Sejalan dengan konsep yang digunakan Palmgreen dalam penelitiannya, untuk mengukur Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtained (GO) yang akan menghasilkan pengaruh signifikan antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan motif yang paling tinggi adalah motif informasi. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara motif dan kepuasan dalam penggunaan platform Weverse.
Kredibilitas Komunikator pada Platform YouTube dengan Konten Misteri Ferina, Sheren; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33205

Abstract

The horror and mystery genre are very popular in Indonesia, both in the form of films and digital content. Reporting from Radio Republik Indonesia, 10 of the 15 best-selling films in Indonesia as of 2023 are horror films. The development of social media has allowed anyone to become a communicator on social media. One of the famous mystery content creators on YouTube is Nessie Judge. This research aims to analyze Nessie Judge's credibility as a communicator on YouTube. This research uses a quantitative approach with descriptive statistical data processing techniques to see the audience's perception of Nessie Judge's credibility. The sampling technique used was simple random sampling (SRS) of 100 respondents using the Lemeshow formula. The research results show that the majority of respondents agree with Nessie Judge's statement as a credible communicator. Nessie Judge is considered to have in-depth knowledge, is trustworthy and consistent in her content, and has a communication style that is attractive to her audience. Then the results of the mean test show that the highest average value is in the attractiveness dimension and the lowest average value is in the trustworthiness dimension. It can be concluded that the results of the analysis show that Nessie Judge is considered a credible communicator as measured by the aspects of expertise, trustworthiness and attractiveness. Genre horor dan misteri merupakan salah satu genre yang ramai diminati di Indonesia, baik dalam bentuk film maupun konten digital. Dilansir dari Radio Republik Indonesia, 10 dari 15 film terlaris di Indonesia per 2023 merupakan film horor. Perkembangan media sosial telah mengizinkan siapapun untuk menjadi komunikator di media sosial. Salah satu kreator konten misteri yang terkenal di YouTube adalah Nessie Judge. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kredibilitas Nessie Judge sebagai komunikator di YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengolahan data statistik deskriptif untuk melihat persepsi audiens terhadap kredibilitas Nessie Judge. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling (SRS) sebanyak 100 responden melalui rumus Lemeshow. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden setuju dengan pernyataan Nessie Judge sebagai komunikator yang kredibel. Nessie Judge dinilai memiliki pengetahuan yang mendalam, terpercaya dan konsisten dalam kontennya, dan memiliki gaya komunikasi yang menarik oleh penontonnya. Kemudian hasil uji mean menunjukkan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada dimensi daya tarik dan nilai rata-rata terendah terdapat pada dimensi keterpercayaan. Dapat disimpulkan bahwa hasil analisis menunjukkan Nessie Judge telah dianggap sebagai komunikator yang kredibel diukur dari aspek keahlian, keterpercayaan, dan daya tarik.
Co-Authors A , Tyas Martika Abner lumika Arung Ai Ping Teoh Al Fajar, Lukman Riadh Al Razin, Ramdhan Labib Aldi Nirjana Alexandra Virginia Alyya Siddiqa, Alyya Amalia, Tasya Syawa Amesz, Mutiara Fransisca Amiroh, Syarifah Al Andi Setiawan Andrea, Dika Andriyani, Risa Anisah, Dian Zahroh Aqila, Mu’Amar Zaki Archie Gredyon ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arindi, Umi Arrafi, Muhamad Iman Assaqof, Achmad Naufal Atwar Bajari Audrey Sugito Augustine, Michelle Aulia, Ikmala Najwa Auliya, Puri Ben Thiodanu Cahyani, Regita Emelia Carolina, Alexandra Carolina, Christine Vonny Catherine Dwitama Shan Catherine Gisela Chandra Ronaldo Chang, Keysha Abigail Christabella, Marvelyn Christina Christina Christine Natalia Chandra Christine Vonny Carolina Cindy Cindy Clarisa Tan Clemens Clemens Daniel Kurniawan Harijanto Devita Novelia Dewi Dewi DF, Filia Klarasinta Dionisius Kevin Doddy Salman Eko Harry Susanto Elvi Valentina Emilson, Nur Husni Enzo Scifo Jauwinata Evelyn Thelia Fadhilaturrohmah, Ika Nur Farid Fatmoko, Adlim Dwi Febriyani, Nikita Felicia Masali Felisia Ferina, Sheren Fikri, Ahmad Labibul Fitria, Khofifah Habibah Fransisca Graciela M B Fransisca Kristy Franslie, Reynaldo Frinico Alfian Friscilla Purnama Sari Gavrila, Sherina Grace Nathasya Graceica Octavia Haikal, Faldie Muhamad Hanny Hafiar Hardja, Diovanny Helen, Helen Heru Chandra Litmanen Hetty Karunia Tunjungsari Hidayat, Angel Hokky Putra Pangestu Hutomo Rio Pangesthio Ibanez Vienoza Ngan Ihsan, Zainur Irena, Lydia Islamiya, Tamara Nur Ivan Surya Ivander Stefanus Jason Subandi Jennifer Jennifer Jennifer Lauren Jesselyn, Eunike Jessica Febriani Thoeng Jessyca Indra Joko Susilo Jonathan, Maureen Julianto, Irwan Dwi Junaidi Diharyo Karina Wongso KENI KENI Keni Keni Kezia Stephanie Halim Khairunnisa, Julia Khang, Helen Lady Ta, Yesha Lestari, Nadia Ayu Rahma Lie, Michelle Lioni Lioni Lulu Ferent Luluk Alawiyah, Luluk Lusia Savitri Setyo Utami Maulana, Irvan Maulana, Muhammad Irfan Mei Ie Messy Stella Fabiola Michelle Jennifer Michelle, Laurencia Mita Restinia Morisca Morisca Muhammad Rifki Myesha Adira Nigar Pandrianto Nirwasita, Wulan Novianty, Melinda Nur'afifah, Laila Nurtami Soedarsono Okprianti, Reny Paramita, Sinta Paranpara, Mahrestaksa Al-Fath Pearlees Tjoeng Pesik, Vanessa Thabita Regina Phillip, Olivia Yuriko PUJI LESTARI Putra, Kiki Pradana Putra, Rio Sanjaya Putri, Aneesa Joenice Qonitha Risky Queennie Millendian Rahmawati, Dea Indi Ravinazan, Ravinazan Reginald Gusli Reniati Reniati Rezasyah, Teuku Rheza Alfredo Bunyamin Ria Puspitawati Rianty, Fety Fajar Ridwan, Salwa Salsabilla Rika Rachmawati Rina Oktarina, Rina Riris Loisa Risky, Qonitha Riwanda, Josephine Kayla Rizky Ferdy Rizky, Fitri Nur Romi Ferdian Rosario, Fernando Roswita Oktavianti, Roswita Ruth Ambar Santoso, Maria Regina Yanuarika Putri Sella Desember Selvina Suryanto Shafira Nusa Kusuma Shella Oskania Shella Shella shinta Octavia Shinta Octavia, Shinta Sinta Paramita Sinta Paramita Sri Wahyuni Sriwijaya, Latifah Stefany Stefany Stephanie Violita Chandra Sukendro, Gregorius Genep Suzy Azeharie Suzy Azeharie, Suzy Teoh, Ai Ping Theja, Calista Takako Thing, Yi Tindaon, Elisabeth Indira Dameria Tomy Andreas Tursilawati , Heri Tuwendi, William Alexander Vendy Octavian Verina Bellini Haryadi Vincent Vincent Vincent Vincent, Vincent Viriyaputra, Kevin Vony Anatya Winduwati, Septia Winnie Agustina Wiraguna, Daniel Gabriel Yasir Hudzaifah Yeni Yeni Yoedtadi, Muhammad Gafar Yohanes Yohanes Zhafirah Sholihah