p-Index From 2021 - 2026
17.776
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search
Journal : Koneksi

Analisis Posisi Perempuan yang Bekerja Sebagai Sales Promotion Girl pada Acara GIIAS 2017 Jennifer Jennifer; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2433

Abstract

Sales Promotion Girl merupakan suatu profesi dalam pemasaran atau promosi suatu produk. Profesi ini biasanya menggunakan perempuan dengan karakter fisik yang menarik sebagai usaha untuk menarik perhatian konsumen. Perempuan yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl otomotif pada acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 hanya sebagai pemanis atau pelengkap dan daya tarik pengunjung untuk melihat produk yang sedang dipamerkan. Profesi sebagai Sales Promotion Girl memiliki stigma negatif ataupun stereotip negatif dari pengunjung yang mayoritas laki-laki ataupun lingkungannya dan dari sebagian besar masyarakat. Stigma negatif atau stereotip negatif terhadap Sales Promotion Girl adalah genit, murahan, “bisa dipakai”, tidak berpendidikan. Sales Promotion Girl sering mendapat pelecehan komunikasi secara verbal atau non verbal dari pengunjung laki-laki seperti dicolek atau perkataan yang tidak pantas. Penelitian ini mengkaji tentang perempuan, khususnya perempuan yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl pada acara GIIAS 2017. Penelitian dilakukan untuk menganalisis posisi perempuan yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl pada acara GIIAS 2017. Penelitian menggunakan metode kualitatif, data diperoleh melalui wawancara dari tiga narasumber dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi Sales Promotion Girl hanya sebagai pemanis atau pelengkap dan daya tarik pengunjung.
Representasi Superstitious Masyarakat Indonesia dalam Komik Online Webtoon “Next Door Country” Grace Nathasya; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2008

Abstract

Webtoon “Next Door Country” merupakan sebuah komik online yang menceritakan kisah kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri. Salah satu keunikan adalah kepercayaan terhadap takhayul. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan representasi takhayul masyarakat Indonesia. Dengan metode kualitatif, peneliti menggunakan analisis semiotika Roland Barthes, yang membagi makna menjadi dua tingkatan yaitu denotatif dan konotatif yang kemudian membentuk mitos. Tingkatan denotatif dan konotatif dibagi lagi menjadi dua tingkatan, yaitu signifier dan signified. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia yang memiliki kecenderungan untuk menganggap fenomena atau kejadian alam akibat hal gaib atau supernatural, mengakibatkan sikap masyarakat Indonesia terhadap sesuatu ditentukan oleh mitos yang ada dalam diri masing-masing individu. Sikap tersebut muncul sebagai reaksi adanya sugesti dari takhayul yang dipercayai dan memungkinkan hal yang dipercayai benar-benar dapat terjadi. Takhayul yang dipercayai masyarakat Indonesia ini menjadi salah satu contoh dari budaya konteks tinggi.
Retorika Gaya Motivator dalam Pemberian Motivasi Sella Desember; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.10459

Abstract

Rhetoric in communication is very necessary, because rhetoric is the basis for us to train our way of speaking to a wide audience. Rhetoric is also needed in the social, political, economic and educational fields. Rhetoric is very important for the motivator in conveying his motivational message. Apart from speaking the words motivator also requires oculesic and kinesic in the delivery. Motivators and characters are usually given great attention when it comes to conveying messages or words. The I'M POSSIBLE program on MetroTV, hosted by Merry Riana as a host as well as a motivator, is an inspiring, educational and motivating program. At the I'M POSSIBLE event, the writer saw that in giving motivation from Merry Riana there were aspects of rhetoric in it, because the delivery was not heavy and the topics presented were very relevant to all people then the colorful way of delivery made this program not boring. Therefore, the writer examines the rhetoric of motivator style in giving motivation (analysis on Merry Riana in the event I'M POSSIBLE on MetroTV). Based on a discussion that includes rhetoric on motivators, this study uses qualitative case study methods and semiotics to analyze every word and motion given by Merry Riana.Retorika dalam komunikasi sangat diperlukan, karena retorika merupakan dasar untuk individu melatih cara bicara di depan khalayak. Retorika juga diperlukan pada bidang sosial, politik, ekonomi dan pendidikan. Retorika sangat penting bagi motivator dalam menyampaikan pesan motivasinya. Selain bertutur kata motivator juga memerlukan okulesik dan kinesik dalam penyampaianya. Motivator dan para tokoh biasanya sangat diperhatikan dalam hal dia menyampaikan pesan atau kata-kata. Program acara I’m Possible di MetroTV yang dibawakan oleh Merry Riana sebagai pemandu acara sekaligus motivator merupakan sebuah program acara yang inspiratif, edukatif, dan memotivasi. Pada acara I’m Possible ini penulis melihat dalam pemberian motivasi dari Merry Riana terdapat aspek-aspek retorika didalamnya, karena penyampaiannya yang tidak berat dan topik yang dibawakan sangat relevan untuk semua masyarakat kemudian cara penyampaiannya yang penuh warna membuat program acara ini tidak membosankan. Maka dari itu, penulis meneliti retorika gaya motivator dalam pemberian motivasi pada Merry Riana dalam acara I’m Possible di MetroTV. Berdasarkan pembahasan yang meliputi retorika pada motivator, penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif dan semiotika untuk menganalisa setiap kata-kata dan gerak yang diberikan oleh Merry Riana.
Motif Menggunakan Media WhatsApp Messenger Terhadap Kepuasan Dalam Menyampaikan Pesan (Studi Pada Remaja Di Jakarta) Dewi Dewi; Eko Harry Susanto; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1353

Abstract

Media sosial saat ini telah menjadi media yang wajib dipakai oleh semua kalangan untuk melengkapi kegiatan komunikasi mereka. Salah satunya yang akan dibahas pada penelitian ini adalah WhatsApp Messenger. WhatsApp Messenger adalah media sosial yang saat ini sedang tren di kalangan dewasa. Biasanya WhatsApp Messenger dipakai sebagai media komunikasi para pekerja yang memiliki umur 20 hingga 35 tahun. Namun pada penelitian ini akan membahas pada kalangan remaja akhir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motif yang dimiliki dalam memakai WhatsApp Messenger serta tingkat kepuasan yang didapatkan dalam menggunakan WhatsApp Messenger. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini memakai metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja akhir yang berada di DKI Jakarta dengan sampel penelitian sebanyak 130 responden. Hasil akhir dapat dilihat pada uji regresi linier sederhana sebesar 0,482 yang artinya memiliki pengaruh yang positif. Motif tertinggi ada pada motif integrasi dan interaksi sosial serta kepuasan tertinggi ada pada dimensi persepsi kualitas.
Citra Diri dalam Instagram Jokowi Cindy Cindy; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6380

Abstract

Communication is one of the basic human basic needs in living life as a social creature. Along with the development of the times that there is technology developing until social media is very developed, one of which is developing social media is Instagram which is now present in the middle of the community. The community can use Instagram social media which is currently also as a media that can make everyone able to communicate both remotely and short distance. Instagram can also see how one's self-image in an existing social media like in a post on Instagram that can show someone's activities. One of them is Instagram owned by the President of the Republic of Indonesia, Joko Widodo, who is fairly active on Instagram social media, despite having a very crowded activity. Jokowi also showed his image through every post uploaded on Instagram. President Joko Widodo is very active in uploading every post whether in political activities, family or even community activities. In this study, the author wants to find out how the attitude of a President of the Republic of Indonesia Joko Widodo on social media Instagram on society, family, and politics. The author will analyze each of Jokowi's posts from June to August to find out how the attitude of a President of the Republic of Indonesia on social media Instagram. The purpose of the research to be achieved by the writer is to know and describe the self-image in Instagram Jokowi.Komunikasi merupakan salah satu pokok yang menjadi kebutuhan dasar manusia dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk sosial. Seiring perkembangan zaman yang ada teknologi berkembang hingga media sosial pun sangat berkembang, salah satunya media sosial yang berkembang adalah Instagram yang saat ini telah hadir ditengah masyarakat. Masyarakat dapat menggunakan media sosial Instagram yang saat ini juga sebagai media yang dapat membuat setiap orang dapat berkomunikasi baik secara jarak jauh maupun jarak dekat. Instagram juga bisa melihat bagaimana  citra diri seseorang  dalam sebuah media sosial yang ada seperti pada  postingan di Instagram yang dapat memperlihatkan kegiatan seseorang. Salah satunya Instagram milik Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang terbilang aktif di media sosial Instagram, meski memiliki kegiatan yang sangat padat. Jokowi juga menunjukkan citra dirinya melalui setiap postingan yang diunggah di Instagram. Presiden Joko Widodo sangat aktif dalam mengunggah setiap postingan baik dalam kegiatan politik, keluarga bahkan sampai kegiatan bersama masyarakat. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui bagaimana penyikapan diri seorang Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam media sosial Instagram terhadap masyarakat, keluarga, dan politik. Penulis akan menganalisis setiap postingan Jokowi dari bulan Juni hingga Agustus untuk mengetahui bagaimana penyikapan diri seorang Presiden Republik Indonesia dalam media sosial Instagram. Tujuan penelitian yang ingin dicapai oleh penulis adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Citra diri dalam Instagram Jokowi
Komunikasi Antar Persona Ibu dan Anak Bertato Ivan Surya; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6145

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antar persona atau komunikasi interpersonal yang terjadi antara ibu dan anak bertato. Apakah terdapat perubahan dalam komunikasi antar persona antara seorang ibu dengan anaknya, sesudah dan sebelum mempunyai tato. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data yang didapat adalah melalui tiga cara yaitu dokumentasi, observasi, serta wawancara mendalam. Peneliti menyimpulkan bahwa komunikasi antar persona yang terjadi pada setiap narasumber berbeda-beda. Seorang ibu akan menerima anaknya kembali seperti semula walaupun anaknya sudah berbuat hal yang negatif atau buruk. Alasan terkuat seorang ibu melarang anaknya untuk mempunyai tato adalah supaya tidak terkena penyakit atau merusak bagian kulit dan tubuhnya. Hal ini karena ibu lebih mementingkan kesehatan anaknya.
Pola Komunikasi Kelompok pada Tim Bola Basket Merah Putih Samator Jessica Febriani Thoeng; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2434

Abstract

Komunikasi merupakan sarana untuk membangun kerja sama dalam tim. Pada suatu tim terjadi komunikasi kelompok yang akan membentuk pola komunikasi berbeda-beda. Pola komunikasi tersebut akan membentuk aliran komunikasi sehingga penelitian ini dilakukan untuk memahami proses komunikasi kelompok yang terjadi dalam tim bola basket Merah Putih Samator dengan menggunakan konteks kedalaman suatu pesan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan empat subjek penelitian. Objek dari penelitian ini yaitu pola komunikasi antara pelatih-pemain begitu juga antar pemain dan juga media komunikasi yang membantu terjadinya komunikasi. Teori yang digunakan adalah teori pola jaringan sehingga hasil dari penelitian ini terdapat dua pola yang dibentuk oleh tim tersebut yaitu pola rantai dan semua saluran. Pola rantai terbentuk melalui komunikasi pelatih dan pemain dengan pesan tidak mendalam dan menggunakan alur two step flow communication. Sedangkan pola semua saluran terbentuk pada komunikasi antar pemain dengan pesan tidak mendalam dan menggunakan alur one step flow communication. Komunikasi yang terjadi pada tim tersebut lebih menggunakan pesan yang informatif. Pada tim tersebut terdapat bentuk kepemimpinan yaitu kepemimpinan demokratis.
Komunikasi Verbal dan Nonverbal dalam Game Online League of Legends Ivander Stefanus; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8156

Abstract

91% of Indonesian people use mobile phones in their daily lives and 22% of people use laptops or computers in their daily lives and not infrequently they also play games from their gadgets or computers. Game is known as a mere intermezo, but with globalization game that should’ve been entertainment to drive away fatigue after daily activities has growing rapidly to become competitive with the existence of online games. In team-based online games one of the factors to achieve victory is communication because with communication players can produce synergies and a plan to win the game.  In analyzing this study, author uses the theory of verbal and nonverbal communication between players in League of Legends, in order to find out the forms of verbal and nonverbal communication between players in League of Legends. The main theory in this study is the theory of verbal and nonverbal communication. This Research use a qualitative approach that is descriptive and using phenomenology method. The results of this study indicate that in League of Legends, there are verbal communication in the form of in-game chat, voice chat, and through Discord. Whereas nonverbal communication is in the form of smart ping, and emotes.Sebanyak 91% masyarakat Indonesia menggunakan handphone dalam kehidupan sehari-hari serta sebanyak 22% masyarakat menggunakan laptop atau komputer dalam kehidupan sehari-hari mereka dan tak jarang pula mereka memainkan game dari gadget atau komputer mereka. Game lebih dikenal sebagai sebuah intermezo belaka, namun seiring berkembangnya zaman game yang seharusnya menjadi hiburan untuk mengusir penat setelah aktivitas sehari-hari secara pesat telah berkembang menjadi kompetitif dengan adanya game online. Dalam game online berbasis tim salah satu faktor untuk mencapai kemenangan dalam game adalah komunikasi karena dengan adanya komunikasi maka tim dapat menghasilkan sinergi dan rencana yang matang untuk memenangkan game. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk komunikasi verbal dan nonverbal di antara pemain dalam game online League of Legends dengan tujuan untuk mengetahui bentuk komunikasi verbal dan nonverbal di antara pemain dalam game online League of Legends. Teori utama dalam penelitian ini adalah teori komunikasi verbal dan nonverbal. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan metode fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam game League of Legends terdapat saluran komunikasi verbal yaitu berupa in-game chat, voice chat, dan melalui Discord. Sedangkan komunikasi nonverbal berupa smart ping, dan emotes.
Representasi Perempuan dalam Film Dangal Karya Disney dan Aamir Khan Productions Myesha Adira; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3925

Abstract

Dangal merupakan film keluarga dengan genre drama bertemakan olahraga yang diproduksi oleh Walt Disney Pictures dan Aamir Khan Productions karya sutradara Nitesh Tiwari. Film yang diangkat dari kisah nyata ini, menceritakan tentang dua orang kakak beradik perempuan asal India bernama Geeta dan Babita, yang mengalami kehidupan tidak sewajarnya seperti perempuan kebanyakan. Geeta dan Babita sengaja dilatih oleh sang ayah menjadi atlet gulat untuk dapat mengibarkan bedera negaranya dalam ajang kejuaraan olimpiade, yang mana olahraga gulat sangat terkenal di India. Film ini berbeda dari film-film Disney terdahulu, karena dalam film Dangal ini menggambarkan perempuan mengambil peran yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki dalam bidang gulat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi perempuan di dalam film tersebut. Dalam menganalisis film ini, metode yang digunakan yaitu semiotika yang dipelopori oleh Roland Barthes, yang membagi ke dalam denotasi, konotasi dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran penggambaran perempuan sebagai karakter yang kuat dan berani, perempuan dengan sikap feminime mampu untuk bersaing dengan laki-laki.
Adaptasi Kultural Pendatang India terhadap Kebudayaan Baru di Jakarta Devita Novelia; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10149

Abstract

Culture plays an important role in oneself, when one moves and settles into a new environment, they must adapt to the new environment and culture. The interaction between Indian migrants and the residents of Jakarta creates anxiety and uncertainty for Indian migrants. This study describes the process of cultural adaptation as well as the efforts made by Indian migrants in managing the feeling of anxiety and uncertainty in cross – cultural  communication, using Gudykunts' theory of anxiety / uncertainty management. The approach used is qualitative with phenomenological methods and data collection techniques by interviews and observations. The anxiety faced by migrants is due to differences in attitudes and behavior of Jakarta residents compared to Indians in general, while the uncertainty that arises is due to the inability of newcomers to predict the behavior and circumstances that will occur. Indian immigrants try to adjust themselves in order to create effective communication with the residents of Jakarta, because according to migrants adapting to the Jakarta environment is easier than adapting to the behavior and attitudes of the Jakarta residents themselves.Budaya memainkan peran penting dalam diri individu, sehingga ketika individu tinggal dan menetap di lingkungan baru, individu harus melakukan adaptasi terhadap lingkungan dan budaya barunya. Interaksi antara pendatang India dengan penduduk Jakarta menimbulkan kecemasan (anxiety) dan ketidakpastian (uncertainty) dalam diri pendatang. Penelitian ini mendeskripsikan proses adaptasi budaya serta upaya yang dilakukan pendatang India dalam pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian dalam komunikasi antarbudaya, dengan menggunakan teori anxiety/uncertainty management dari Gudykunts. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan obeservasi. Kecemasan yang dihadapi pendatang adalah karena adanya perbedaan sikap dan perilaku penduduk Jakarta dibandingkan orang India pada umumnya, sedangkan ketidakpastian yang muncul dikarenakan ketidakmampuan pendatang dalam memprediksi perilaku maupun keadaan yang akan terjadi. Pendatang India berupaya menyesuaikan diri guna menciptakan komunikasi yang efektif dengan penduduk Jakarta, karena menurut pendatang beradaptasi dengan lingkungan Jakarta lebih mudah dibandingkan beradaptasi dengan perilaku dan sikap penduduk Jakarta sendiri. 
Co-Authors A , Tyas Martika Abner lumika Arung Ai Ping Teoh Al Fajar, Lukman Riadh Al Razin, Ramdhan Labib Aldi Nirjana Alexandra Virginia Alyya Siddiqa, Alyya Amalia, Tasya Syawa Amesz, Mutiara Fransisca Amiroh, Syarifah Al Andi Setiawan Andrea, Dika Andriyani, Risa Anisah, Dian Zahroh Aqila, Mu’Amar Zaki Archie Gredyon ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arindi, Umi Arrafi, Muhamad Iman Assaqof, Achmad Naufal Atwar Bajari Audrey Sugito Augustine, Michelle Aulia, Ikmala Najwa Auliya, Puri Ben Thiodanu Cahyani, Regita Emelia Carolina, Alexandra Carolina, Christine Vonny Catherine Dwitama Shan Catherine Gisela Chandra Ronaldo Chang, Keysha Abigail Christabella, Marvelyn Christina Christina Christine Natalia Chandra Christine Vonny Carolina Cindy Cindy Clarisa Tan Clemens Clemens Daniel Kurniawan Harijanto Devita Novelia Dewi Dewi DF, Filia Klarasinta Dionisius Kevin Doddy Salman Eko Harry Susanto Elvi Valentina Emilson, Nur Husni Enzo Scifo Jauwinata Evelyn Thelia Fadhilaturrohmah, Ika Nur Farid Fatmoko, Adlim Dwi Febriyani, Nikita Felicia Masali Felisia Ferina, Sheren Fikri, Ahmad Labibul Fitria, Khofifah Habibah Fransisca Graciela M B Fransisca Kristy Franslie, Reynaldo Frinico Alfian Friscilla Purnama Sari Gavrila, Sherina Grace Nathasya Graceica Octavia Haikal, Faldie Muhamad Hanny Hafiar Hardja, Diovanny Helen, Helen Heru Chandra Litmanen Hetty Karunia Tunjungsari Hidayat, Angel Hokky Putra Pangestu Hutomo Rio Pangesthio Ibanez Vienoza Ngan Ihsan, Zainur Irena, Lydia Islamiya, Tamara Nur Ivan Surya Ivander Stefanus Jason Subandi Jennifer Jennifer Jennifer Lauren Jesselyn, Eunike Jessica Febriani Thoeng Jessyca Indra Joko Susilo Jonathan, Maureen Julianto, Irwan Dwi Junaidi Diharyo Karina Wongso Keni Keni KENI KENI Kezia Stephanie Halim Khairunnisa, Julia Khang, Helen Lady Ta, Yesha Lestari, Nadia Ayu Rahma Lie, Michelle Lioni Lioni Lulu Ferent Luluk Alawiyah, Luluk Lusia Savitri Setyo Utami Maulana, Irvan Maulana, Muhammad Irfan Mei Ie Messy Stella Fabiola Michelle Jennifer Michelle, Laurencia Mita Restinia Morisca Morisca Muhammad Rifki Myesha Adira Nigar Pandrianto Nirwasita, Wulan Novianty, Melinda Nur'afifah, Laila Nurtami Soedarsono Okprianti, Reny Paramita, Sinta Paranpara, Mahrestaksa Al-Fath Pearlees Tjoeng Pesik, Vanessa Thabita Regina Phillip, Olivia Yuriko PUJI LESTARI Putra, Kiki Pradana Putra, Rio Sanjaya Putri, Aneesa Joenice Qonitha Risky Queennie Millendian Rahmawati, Dea Indi Ravinazan, Ravinazan Reginald Gusli Reniati Reniati Rezasyah, Teuku Rheza Alfredo Bunyamin Ria Puspitawati Rianty, Fety Fajar Ridwan, Salwa Salsabilla Rika Rachmawati Rina Oktarina, Rina Riris Loisa Risky, Qonitha Riwanda, Josephine Kayla Rizky Ferdy Rizky, Fitri Nur Romi Ferdian Rosario, Fernando Roswita Oktavianti, Roswita Ruth Ambar Santoso, Maria Regina Yanuarika Putri Sella Desember Selvina Suryanto Shafira Nusa Kusuma Shella Oskania Shella Shella shinta Octavia Shinta Octavia, Shinta Sinta Paramita Sinta Paramita Sri Wahyuni Sriwijaya, Latifah Stefany Stefany Stephanie Violita Chandra Sukendro, Gregorius Genep Suzy Azeharie Suzy Azeharie, Suzy Teoh, Ai Ping Theja, Calista Takako Thing, Yi Tindaon, Elisabeth Indira Dameria Tomy Andreas Tursilawati , Heri Tuwendi, William Alexander Vendy Octavian Verina Bellini Haryadi Vincent Vincent Vincent Vincent, Vincent Viriyaputra, Kevin Vony Anatya Winduwati, Septia Winnie Agustina Wiraguna, Daniel Gabriel Yasir Hudzaifah Yeni Yeni Yoedtadi, Muhammad Gafar Yohanes Yohanes Zhafirah Sholihah