Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Mewariskan Pendidikan Karakter Melalui Filosofi Huma Betang di Kota Palangka Raya Badriah, Siti; A'ini, Nova Nur; Marhamah, Marhamah; Majidi, Muhammad Wahid; Anshari, Muhammad Redha
Tarbawi Vol 10 No 1 (2025): Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v10i1.2304

Abstract

Huma Betang, sebagai simbol kearifan lokal masyarakat Dayak Kalimantan Tengah, mengandung nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, toleransi, musyawarah, saling menghormati, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai filosofi Huma Betang dapat diwariskan sebagai dasar pendidikan karakter kepada mahasiswa di Kota Palangka Raya. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi wawancara, dokumentasi terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Palangka Raya yang memiliki latar belakang budaya lokal Dayak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Nilai-nilai Huma Betang ditanamkan melalui pendidikan formal, kegiatan budaya, media modern, serta keteladanan dari keluarga dan masyarakat. Pewarisan ini penting untuk memperkuat identitas budaya serta membentuk generasi muda yang berkarakter di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini menekankan pentingnya pemanfaatan kearifan lokal dalam sistem pendidikan sebagai langkah strategis untuk mewujudkan pendidikan karakter yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Pendidikan Karakter Sebagai Pondasi Membangun Generasi Berintegritas Di Era Digital Arifi, Rozan Ziyan; Anshari, Muhammad Redha
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 5 (2025): Volume 3, Nomor 5, June 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15754894

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital saat ini telah memberikan dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Generasi muda dihadapkan pada tantangan moral akibat paparan informasi tanpa batas yang sering kali tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi hal yang sangat penting untuk diterapkan secara konsisten sebagai upaya membangun generasi yang berintegritas. Pendidikan karakter tidak hanya bertujuan membentuk pribadi yang berakhlak baik, tetapi juga membangun kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan global dengan tetap berpegang pada prinsip moral dan etika. Artikel ini membahas pentingnya pendidikan karakter di era digital, strategi implementasi yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan, serta tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai literatur terkait pendidikan karakter dan fenomena sosial di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter memiliki peran strategis dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif dunia digital serta membentuk pribadi yang berintegritas, cerdas secara emosional, sosial, dan digital. Diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mewujudkan pendidikan karakter yang efektif dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA DI SMP NEGERI 4 SAMPIT Elyanti, Fahilda Nur; Rizal, Setria Utama; Anshari, Muhammad Redha
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 10 No. 2 (2025): June (Regular Issue)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v10i2.536

Abstract

Religious moderation is an important key in maintaining social harmony amidst the diversity that exists in Indonesia, including in the educational environment. This article discusses the concept and implementation strategy of religious moderation at SMP Negeri 4 Sampit, Central Kalimantan. The research method used in this study is qualitative. The data sources include 4 Muslim teachers, 4 non-Muslim teachers and 1 principal. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The data validation techniques used are triangulation techniques and source triangulation. While the data analysis techniques are data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study show that religious moderation is understood as a balanced religious attitude, namely practicing religious teachings with full confidence while respecting the differences in other people's beliefs. This concept is internalized through the values ​​of love, tolerance, and openness between religious communities. The implementation of the strategy is carried out comprehensively through classroom learning, interfaith activities, and collaboration between religious teachers to build an inclusive school environment. Dialogic approach, teacher role model, and habituation of tolerance values ​​are the main keys in forming moderate student characters. SMP Negeri 4 Sampit aims to form a young generation that is not only religious, but also tolerant and loving within the framework of diversity.
Penguatan Nilai Karakter Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa SMP Negeri 8 Palangka Raya Ulandari, Sri; Hartati, Zainap; Anshari, Muhammad Redha
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 17 No 1 (2025): Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v17i1.3860

Abstract

This study aims to identify and analyze the strengthening of character values in Islamic Religious Education learning for students at SMP Negeri 8 Palangka Raya. The character values in question include aspects such as religious, honesty, discipline, responsibility, curiosity and environmental care by using character strengthening strategies through advice methods, exemplary methods and habituation methods which are considered essential in forming students with noble character and good personality. The research method used is qualitative. Data were collected through structured interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that the application of character values in Islamic Religious Education Learning at SMP Negeri 8 Palangka Raya is carried out through various forms of reinforcement, including the integration of values in Islamic Religious Education learning. In conclusion, strengthening character values in Islamic Religious Education learning has a positive impact on the development of students' character, although there are several challenges that need to be overcome, such as limited time and support from the family environment. This study provides recommendations for the development of more comprehensive and sustainable learning programs to increase the effectiveness of strengthening character values in religious education.
Pembinaan Karakter Religius Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Di SMP Negeri 8 Palangka Raya Hakim, M.Luqman; Mazrur, Mazrur; Anshari, Muhammad Redha
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.510

Abstract

Pendidikan karakter di Indonesia menghadapi tantangan dalam menanamkan nilai-nilai religius di kalangan generasi muda, terutama di era globalisasi yang dipenuhi pengaruh negatif. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka hadir dan dapat secara efektif menumbuhkan karakter religius siswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 8 Palangka Raya dapat menumbuhkan karakter religius siswa. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan siswa dan pembina pramuka, melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan. Analisis data tematik dalam penelitian ini juga  dilakukan untuk melihat pola dan keterkaitannya. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka berkontribusi signifikan dalam menginternalisasi nilai-nilai religius siswa, sehingga tercermin dalam peningkatan sikap toleransi dan empati. Aktivitas seperti baris berbaris, sholat berjamaah, dan pengabdian masyarakat memperkuat keterampilan sosial dan kepemimpinan, serta membangun ikatan antar siswa. Kegiatan pramuka terbukti efektif dalam membina karakter religius siswa, yang tidak hanya berdampak pada perkembangan pribadi mereka, tetapi juga pada lingkungan sosial. Penelitian lebih lanjut mengungkapkan  untuk mengeksplorasi integrasi nilai-nilai religius dalam kurikulum formal guna mengoptimalkan pembinaan karakter religius.
School-Based Management Innovation in Palangka Raya’s Islamic Elementary Schools Syahmidi, Syahmidi; Anshari, Muhammad Redha; Afifi, Mohammad; Lutfi, Saiful
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6759

Abstract

The development of information technology has accelerated digital transformation in education management, aiming to enhance efficiency, transparency, and stakeholder engagement. This study evaluates the implementation of a parent portal application in Islamic elementary schools in Palangka Raya City, focusing on its impact on school–parent communication, stakeholder participation, and School-Based Management (SBM). A mixed-methods approach was employed, involving quantitative surveys from 200 students and 50 teachers, and qualitative interviews with selected teachers, parents, and school administrators. The findings show that 85% of respondents agreed that the application improved communication, with a mean ease-of-access score of 4.3 (SD = 0.6). Teachers reported a 78% increase in parent participation, and there was a significant positive correlation between application usage and communication satisfaction (r = 0.65, p < 0.01). Factors supporting successful implementation included proactive leadership and ongoing digital training, while obstacles included infrastructure limitations, digital literacy gaps, and incomplete SOPs. The study concludes that digital transformation in SBM must be approached holistically, integrating technical, social, and managerial dimensions to ensure sustainability and improved education quality.
Peningkatan Hafalan Surah Pendek dengan Metode One Day One Ayat pada Anak-Anak Putri, Mellinia; Ajahari, Ajahari; Marsiah, Marsiah; Anshari, Muhammad Redha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i1.3887

Abstract

Program pengabdian dan bimbingan kepada masyarakat khususnya di TPA Sukamulya  dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan generasi muda Islam setempat terkait literasi al-Qur’an. IAIN Palangka Raya sebagai perguruan tinggi berbasis Islam di Kota Palangka Raya, secara kontinyu telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan program dan target yang bervariasi. Salah satunya adalah program pengabdian kali ini, yaitu pembinaan menghafal surah pendek pada anak-anak di TPA Sukamulya. Terindikasi terdapat permasalahan di TPA Sukamulya dalam hal menghafal al-Qur’an karena tidak adanya metode menghafal yang ideal diterapkan sebelumnya. Adapun langkah yang digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah metode ODOA (One Day one Ayat)  yang dimulai dengan guru memperkenalkan santri dengan surah pendek yang ayatnya akan dihafal, menggunakan media hafalan berupa Al-Qur’an atau Juz ‘Amma, ayat dibagi menjadi dua kategori hafalan, guru menuntun santri untuk mengulang ayat yang telah dibacakan sebelumnya, santri diminta mengulang bacaan secara mandiri, muroja’ah, bersabar dan tidak tergesa-gesa, kemudian guru memantau perkembangan hafalan santri menggunakan lembar monitoring. Hasilnya adalah kemampuan menghafal surah pendek para santri binaan meningkat secara signifikan. Khususnya bagi anak-anak yang baru mengenal al-Qur’an. Lebih dari itu, sejatinya metode ini dapat menjadi salah satu batu loncatan bagi anak-anak untuk senantiasa terikat, menjaga, dan memuliakan al-Qur’an.
Internalisasi Karakter Religius Melalui Kegiatan Kokurikuler Keagamaan Di MA Darul Ulum Palangka Raya Afrianto, Afrianto; Mazrur, Mazrur; Anshari, Muhammad Redha
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 1 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk dan pelaksanaan kegiatan kokurikuler keagamaan, karakter religius yang diinternalisasikan, serta proses internalisasi karakter religius di MA Darul Ulum Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, melibatkan kepala madrasah, guru pembina, serta siswa kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kegiatan kokurikuler keagamaan meliputi tadarus Al-Qur’an, muhadhoroh, salat dzuhur berjamaah, dan kajian Islami. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara teratur, terstruktur, dan konsisten dengan pendampingan guru. (2) Karakter religius yang terinternalisasi mencakup ketaatan dan kepatuhan beragama, sikap anti perundungan dan kekerasan, semangat persahabatan, serta ketulusan, yang ditanamkan melalui keteladanan dan pembiasaan. (3) Proses internalisasi berlangsung melalui tiga tahap: transformasi nilai (penyampaian pemahaman), transaksi nilai (interaksi aktif antara guru dan siswa), serta transinternalisasi nilai (penerapan nyata dalam sikap dan perilaku). Tahapan ini berdampak pada meningkatnya disiplin beribadah, kesopanan, tanggung jawab, percaya diri, dan kepedulian siswa terhadap sesama. Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan kokurikuler keagamaan berperan strategis dalam pembentukan karakter religius siswa dan perlu terus dikembangkan secara konsisten.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dalam Pendidikan Agama Islam di SMAN 3 Palangka Raya Amaliah, Siti; Muslimah, Muslimah; Anshari, Muhammad Redha
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.6565

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) in Islamic Religious Education at SMAN 3 Palangka Raya under the theme “Say No to Cyber Bullying” and to analyze its impact on students. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation. The informants included the P5 coordinator, Islamic Religious Education teachers, and students. The findings reveal that the P5 project was implemented through careful planning, collaboration between teachers and students, and the application of project-based learning that is contextualized with Islamic teachings and Pancasila values. The Islamic Education teacher acted as a facilitator to integrate moral education with the issue of cyber bullying. Evaluation was carried out through observation, reflection, and assessment of student projects. The project had a positive impact on raising students’ awareness in using social media wisely, enhancing critical thinking skills, and strengthening noble character. However, several challenges were encountered, particularly limited time and coordination among teachers. These challenges highlight the need for flexible scheduling and stronger teacher support. This research is expected to serve as a reference for developing character education strategies based on P5 that are relevant to the challenges of the digital era.
Kulturisasi Ritual Tolak Bala pada Masyarakat Desa Tanjung Jariangau Amaliah, Siti; Muslimah, Muslimah; Anshari, Muhammad Redha
An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Program Pascasarjana, Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/jeis.v1i2.15

Abstract

This study explores the tolak bala ritual that continues to be preserved by the people of Tanjung Jariangau Village. The ritual is a cultural heritage passed down from ancestors and remains significant even in today’s modern era. The tolak bala ritual is usually performed during outbreaks, natural disasters, or other calamities, aiming to ward off misfortunes and restore harmony within the community. The practice involves reciting specific prayers, such as salawat, and carrying out collective traditional ceremonies that engage the wider community. Interestingly, although the entire population is Muslim, the ritual reflects a form of religious syncretism that combines Islamic values with elements of Hinduism, Buddhism, animism, and dynamism. This illustrates how local traditions adapt and coexist with the religious beliefs of the community. The purpose of this study is to examine the meaning and implementation of the tolak bala ritual and to highlight the integration of Islamic teachings within the tradition. The findings reveal that the ritual is not only regarded as a means of protecting individuals, families, and the village from disaster, but also serves as a form of communal healing and a medium to strengthen social cohesion. Therefore, tolak bala serves a dual function, both religious and social. In conclusion, the ritual reflects a harmonious integration of local cultural traditions with religious values and represents a living cultural identity that is continuously maintained by the people of Tanjung Jariangau.   Keywords: Ritual, Tolak Bala, Syncretism