Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH INTEGRASI NILAI KARAKTER DALAM KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PERILAKU SISWA DI SMP ISLAM NURUL IHSAN PALANGKARAYA Safitri, Suci Aulia; Maulana, Andin Muhammad; Khoirul Anam, Arif Miftakhul; Rahmayani, Anita; Anshari, Muhammad Redha
Borneo Journal of Islamic Education Vol 5 No 2 (2025): Borneo Journal of Islamic Education, 5 (2), November 2025
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjie.v5i2.10777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi nilai karakter dalam Kurikulum Merdeka terhadap perilaku siswa kelas VIII di SMP Islam Nurul Ihsan Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data diperoleh melalui angket skala Likert yang disebarkan kepada 30 siswa dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat integrasi nilai karakter dalam Kurikulum Merdeka berada pada kategori sangat tinggi (82,8%), dengan nilai religius mencapai 88%, kejujuran dan tanggung jawab 85%, dan gotong royong 82%. Sementara itu, perilaku siswa berada pada kategori tinggi (76,8%), dengan skor religiusitas 81%, tanggung jawab akademik 80%, dan kedisiplinan 78%. Uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan (r = 0,684 > r tabel = 0,361), menandakan bahwa semakin tinggi penerapan nilai karakter, semakin baik pula perilaku siswa. Kurikulum Merdeka melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) terbukti menjadi sarana strategis dalam internalisasi nilai karakter lintas disiplin. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pelatihan guru secara berkelanjutan, penguatan kolaborasi sekolah dan keluarga, serta pengembangan lingkungan belajar yang kondusif agar karakter siswa dapat terbentuk secara optimal dan berkelanjutan di masa depan. Oleh karena itu, generasi yang dihasilkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual
Implementasi Moderasi Beragama pada Pembelajaran Agama di SMK Negeri 4 Palangka Raya Fauzi, Alfian; Ajahari; Anshari, Muhammad Redha
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i1.991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran agama di SMK Negeri 4 Palangka Raya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama diterapkan melalui pengintegrasian nilai-nilai moderasi dalam kurikulum pendidikan agama, pendekatan pembelajaran yang interaktif dan inklusif, serta berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Kegiatan seperti bakti sosial, perayaan hari besar agama lintas keyakinan, dan diskusi lintas agama memperkuat nilai-nilai toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan kerja sama. Meskipun terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan sarana dan rendahnya kesadaran sebagian siswa, pihak sekolah telah menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan fasilitas pembelajaran, pelatihan guru, dan pengembangan kegiatan lintas agama untuk memperkuat implementasi moderasi beragama di sekolah.                  
Pelatihan Maulid Habsyi Pada Remaja Masjid An-Nahar Melalui Media Audiovisual di SMAN 1 Palangka Raya Fauzi; Anshari, Muhammad Redha; Muhajir, Ahmad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4085

Abstract

It has not been maximized in mastering Maulid Habsyi so it is necessary to facilitate and improve the pronunciation. This PKM method, namely the service learning method, was established because in it there are elements of activities to develop a person or community (Mustofa, 2019) as in this PKM solves the problem of not being able to take advantage of time by actively participating in activities, namely Maulid Habsyi. The findings of this PKM are that with this activity, Maulid Habsyi is active again, in addition to the goal of smoothing and improving the training, this training also makes the time they pass more useful. Based on the results of the Maulid Habsyi training program through audio-visual media, it can be concluded that it makes it easier for the participants to understand and be enthusiastic in training, helping and serving to foster enthusiasm to strengthen Habsyi art culture and is expected to create regeneration
Finding Religious Moderation in Pondok Pesantren: Religious Moderation Education at Pondok Pesantren in Central Kalimantan Surawan, Surawan; Anshari, Muhammad Redha; Azmy, Asmail; Adi, Muhammad Iqbal Purnama
NALAR Vol 6 No 2 (2022): Spirituality and Religious Moderation in Indonesia
Publisher : Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Islamic University of Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/njppi.v6i2.4507

Abstract

This study aims to explore the role of Kyai and Ustadz in implementing religious moderation education at Pondok Pesantren in Central Kalimantan. The study was conducted at four Pondok Pesantren in Central Kalimantan, namely Pondok Pesantren Hidayatul Insan, Pondok Pesantren Hasanka, Pondok Pesantren Darul Ulum, and Pondok Pesantren Darul Amin Sampit. This study is a qualitative study with an interpretive paradigm. The study was conducted from April to September 2021. Data was obtained through observation, interviews and documentary studies. Informants in this study were educators in Pondok Pesantren, namely Kyai, Ustadz, and teachers who teach. The data obtained were then analysed using interactive qualitative analysis techniques: data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. This study found that there are five roles of Kyai and Ustadz in religious moderation education, namely the role of conservator, innovator, the role of transmitter, the role of a transformer, and role of organiser. Departing from these findings, it can be concluded that there is a connectivity between academic and managerial dimensions in implementing religious moderation education at Pondok Pesantren in Central Kalimantan. At this level, Kyai and Ustadz not only play a role in providing understanding and knowledge regarding religious moderation but also carry out managerial activities so that religious moderation education can be carried out and be successful.Keywords:
Penerapan Program Pembinaan Ibadah Tatacara Wudhu Yang Baik dan Benar di TPA Sukamulya Holifit, Holifit; Wahdah, Nurul; Anshari, Muhammad Redha
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i4.3907

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mencari tau bagaimana proses dari penerapan sebuah program pembinaan ibadah tatacara wudhu yang baik dan benar yang dilakukan di TPA Sukamulya serta untuk mengetahui bagaimana tahap pelaksanaannya, output yang dihasilkan, strategi yang digunakan, dan faktor pendukung atau penghambatnya. Lokasi penelitian ini dilakukan di TPA Sukamulya Kelurahan Tangkiling Kecamatan Bukit Batu Kota Palangkaraya dengan waktu selama 4 bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriftif dengan cara mengumpulkan data melalui observasi dilokasi , mewawancarai dan mendokumentasikan sebagai bahan penelitian. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan di TPA Sukamulya bahwa penerapan program pembinaan ibadah tatacara wudhu yang baik dan benar sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan anak didik dalam menjalankan wudhu yang baik dan benar. Adapun output yang dihasilkan setelah anak-anak mengikuti program pembinaan ibadah tatacara wudhu yang baik dan benar yaitu bertambahnya pengetahuan dan wawasan serta anak-anak lebih rajin terampil dalam menjalankan wudhu. Faktor pendukung dari program pembinaan ibadah ini yaitu fasilitas yang memadai, mendapat dukungan penuh dari orang tua wali anak dan anak-anak memiliki semangat yang tinggi dalam mengikuti program pembinaan ibadah tatacara wudhu yang baik dan benar. Faktor penghambatnya adalah waktu yang sangat sedikit untuk anak-anak dalam belajar dan masih terdapat anak-anak yang kurang memperhatikan dikarenakan sibuk bermain bersama temannya pada saat belajar. 
Motivating children to learn the Arabic language through classic Arabic books Sya'diah, Marliana; Hamidah; Anshari, Muhammad Redha
Journal of Arabic Language Learning and Teaching (JALLT) Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Arabic Language Learning and Teaching (JALLT)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jallt.v2i2.175

Abstract

This research aims to determine: (1) Al-Qur'an literacy activities (2) Children's motivation to learn Arabic through classic Arabic books and (3) Barriers to Al-Qur'an literacy activities. This research is descriptive in nature with a qualitative approach. The results of the research show that (1) The activities carried out at Madrasah Diniyah Sidomulyo are Al-Qur'an literacy activities which consist of practicing reading the Al-Qur'an, makharijul letters, and recitation knowledge. Meanwhile, for learning Arabic, we use standard classical Islamic boarding school books, including Ta'lim muta'alim, al-jurumiyah, at-Tasrif and aqidatul awwam. (2) The motivation for children to learn Arabic at Madrasah Diniyah Sidomulyo is divided into 2, namely intrinsic motivation which is influenced by the child's drive and need to learn and the desire to successfully master Arabic, because of the hopes and aspirations of becoming an Arabic teacher. And extrinsic motivation is based on interesting learning activities and a conducive learning environment. (3) The implementation of Al-Qur'an literacy activities at Madrasah Diniyyah is hampered due to a lack of teachers, students are not yet accustomed to using classic Islamic boarding school books, resulting in difficulties in learning. Lack of facilities and infrastructure such as management rooms, teaching rooms, administration rooms and libraries.
PENDAMPINGAN PEMBIASAAN IBADAH MELALUI KEGIATAN MAJELIS TAKLIM PUTRI DI MAN KOTA PALANGKA RAYA Mahrini, Mahrini; Anshari, Muhammad Redha
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan pembiasaan ibadah Jumat melalui kegiatan Majelis Taklim Putri di MAN Kota Palangka Raya merupakan upaya penguatan karakter religius siswi sekaligus pembentukan budaya ibadah yang berkelanjutan di lingkungan madrasah. Program ini dilatarbelakangi oleh kurangnya partisipasi dan koordinasi dalam kegiatan keagamaan siswi, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu menggerakkan potensi dan aset yang telah dimiliki sekolah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development) melalui lima tahapan: Discovery, Dream, Design, Define, dan Deliver. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam semangat beribadah, kedisiplinan, serta partisipasi aktif siswi dalam kegiatan Majelis Taklim. Siswi tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga tampil sebagai pemimpin dalam pembacaan surah, kultum, dan pelaksanaan ibadah berjamaah. Program ini berhasil mengubah kegiatan keagamaan yang semula bersifat sporadis menjadi kegiatan rutin dan mandiri, serta menumbuhkan budaya religius yang hidup di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pendampingan ini berkontribusi nyata dalam membentuk generasi madrasah yang beriman, berkarakter, dan berdaya spiritual tinggi.
PENGARUH METODE BERKISAH MELALUI MEDIA VISUAL TERHADAP PENGUASAAN NILAI-NILAI RELIGIUS DI TPA SIDOMULYO PALANGKA RAYA Maysara, Nur Winda; Wahdah, Nurul; Anshari, Muhammad Redha
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 14 No. 1 (2022): September 2022
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v14i1.1689

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode berkisah melalui media visual dan pengaruhnya terhadap penguasaan nilai-nilai religius pada anak di TPA Sidomulyo Palangka Raya. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif eksperimen dengan jenis one group pre-test post-test design. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam penerapan metode berkisah melalui media visual terdapat sejumlah tahapan-tahapan, seperti membuat media pendukung, menyiapkan materi kisah, serta perlakuan (penerapan metode berkisah melalui media visual). Adapun pengaruhnya, berdasarkan rata-rata N-Gain Ternormalisasi maka dihasilkan nilai 0,34 sehingga termasuk pada kategori sedang, sementara hasil uji Paired Simple Test mendapatkan nilai 0,000. Nilai 0,000>0,05 maka terdapat pengaruh, sehingga diketahui bahwa metode berkisah melalui media visual terhadap penguasaan nilai-nilai religius di TPA Sidomulyo Palangka Raya adalah berpengaruh pada tingkat/kategori sedang.
Pendampingan Latihan Dasar Kepemimpinan Pengurus OSIM sebagai Upaya Mencetak Pemimpin Muda Berkarakter di MTs Hidayatul Muhajirin Palangka Raya Thoyibah, Firda Amalia; Anshari, Muhammad Redha; Nihayati, Tutik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3346

Abstract

Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) berperan penting sebagai platform pengembangan kepemimpinan dan karakter siswa di sekolah menengah pertama. Namun, banyak kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang belum optimal dalam penguatan nilai-nilai karakter, sehingga diperlukan pendampingan sistematis. Berangkat dari tantangan ini, kegiatan pengabdian bertujuan untuk menguatkan praktik kepemimpinan siswa melalui pendampingan LDK OSIM oleh mahasiswa MBKM di MTs Hidayatul Muhajirin Palangka Raya, yang berfokus pada penerapan nilai-nilai kepemimpinan di lapangan. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang menerapkan experiential learning melalui tahapan persiapan, orientasi, pelaksanaan (outbound leadership, simulasi pengambilan keputusan, dan dinamika kelompok), serta evaluasi dan pelantikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan yang melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator aktif berhasil menumbuhkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan kolaborasi, terbukti dari respons positif dan antusiasme tinggi peserta. Secara keseluruhan, integrasi teori dan praktik melalui pendampingan LDK OSIM yang terstruktur menciptakan pembelajaran yang efektif dalam membentuk generasi pemimpin muda yang berkarakter.
Kearifan Lokal Huma Betang sebagai Basis Pendidikan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Islam Anshari, Muhammad Redha; Wibisono, Yusuf; Basofi, Imam; Syahmidi, Syahmidi
ALSYS Vol 5 No 6 (2025): NOVEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v5i6.7913

Abstract

In Central Kalimantan, values of tolerance are deeply rooted in the local wisdom of the Dayak community through the Huma Betang philosophy, which not only represents the structure of a longhouse but also symbolizes communal life grounded in the principles of togetherness, deliberation, and respect for social and religious differences. This study aims to develop an effective model of religious tolerance based on the Huma Betang philosophy within the context of Islamic higher education, with a case study on the Islamic Religious Education (PAI) Study Program in Central Kalimantan. A mixed methods approach was employed, combining qualitative techniques through interviews and observations with a quantitative survey administered to 62 students. The findings reveal that the religious tolerance model in the PAI program is built on three core pillars: (1) integration of tolerance values into the academic curriculum, (2) application of dialogical and contextual teaching strategies by lecturers, and (3) reinforcement of academic culture through interfaith student activities. Quantitative data confirm that the majority of students demonstrate increased awareness and inclusive attitudes toward religious diversity. This study underscores that the internalization of tolerance values in Islamic higher education requires the active role of institutions and lecturers in fostering a moderate, contextual, and locally grounded learning ecosystem. The implications suggest that this model is not only relevant for shaping moderate student character but also contributes to the broader goal of building a harmonious plural society in Indonesia.