Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pelatihan dan Pembentukan Komunitas Malikussaleh Muda: Digitalisasi Museum Islam Samudera Pasai Masriadi Masriadi; Halida Bahri; Kamaruddin Kamaruddin; Cut Andyna; Jafaruddin Jafaruddin; Zahari Zahari
Jurnal Vokasi Vol 10, No 2 (2026): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i2.8332

Abstract

Kegiatan pengabdian dilaksanakan bertujuan untuk mengedukasi dalam bentuk pelatihan kepada mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh dalam bentuk pelatihan jurnalisme sejarah. Fokus utama yaitu meningkatkan kompetensi peserta memproduksi konten sejarah yang disimpan dalam Museum Islam Samudera Pasai di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Prasyarat peserta yaitu memiliki kemauan belajar menulis dan memproduksi konten foto, audio dan video sejarah. Seluruh peserta menjadi anggota komunitas yang diberinama Malikussaleh Muda. Komunitas ini yang akan membuat konten dan mempublikasikannya baik lewat website internal museum, media sosial dan media massa. Sehingga masyarakat akan mudah mengakses sejarah dan koleksi museum. Kegiatan ini sebagai sumbangsih Universitas Malikussaleh yang mengusung nama Sultan Malikussaleh sebagai nama institusi perguruan tinggi negeri. Pada akhirnya, produk digital inilah yang mudah diakses oleh pembaca secara global tanpa mengenal ruang dan waktu. Dalam jangka panjang, produk digital ini mejadi warisan untuk dibaca, ditonton dan didengar secara terus menerus oleh generasi berikutnya di Indonesia.
Analisis Pesan Motivasi Dalam Film Kimetsu No Yaiba Mugen Ressha-Hen Karya Koyoharu Gotoge Ikhsan Falah Pakpahan; Dwi Fitri; Cut Andyna; Bobby Rahman; Zahari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13177

Abstract

Film ini mengisahkan perjalanan Tanjiro, Nezuko dan sahabatnya, untuk menjalankan misi mereka untuk melawan dan membasni iblis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan motivasi dalam film Kimetsu No Yaiba Mugen Ressha-Hen menggunakan analisis isi Klaus Kripendorrf. Analisis dilakukaan untuk menafsirkan makna komunikasi, memahami makna pesan, dan memahami fenomenan sosial dengan menganalisis teks yang di analisis berupa berbagai elemen seperti kata, makna simbol, gambar, ide, tema, dan sebagainya. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah pada scene-scene yang mengandung pesan motivasi terkait dengan kebutuhan dasar manusia menurut teori Maslow, seperti keamanan, dukungan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 23 scene yang dianalisis, 16 di antaranya mengandung pesan motivasi yang dapat dikaitkan dengan teori Maslow berupa kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, aktualisasi diri. Secara keseluruhan, film animasi Kimetsu No Yaiba Mugen Ressha-Hen berhasil menyampaikan pesan motivasi yang kuat melalui dialog antar karakter, mengilustrasikan bagaimana berbagai bentuk motivasi yang memenuhi kebutuhan dasar manusia menurut teori Maslow. Film animasi ini memberikan pelajaran moral dan motivasi yang signifikan, dan sebagai alat edukatif yang menghibur sekaligus memberikan nilai tambah bagi penonton.
IMPLEMENTASI PROMOTION MIX DUTA WISATA DALAM STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PARIWISATA KABUPATEN BENER MERIAH Fitriana; Ainol Mardhiah; Muchlis; Harinawati; Zahari
At-Tabayyuun: Journal Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2026): AT-TABAYYUN - JOURNAL ISLAMIC STUDIES
Publisher : Pascasarjana IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/atjis.v8i1.7280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi elemen promotion mix yang diterapkan oleh Duta Wisata Kabupaten Bener Meriah dalam strategi komunikasi pemasaran pariwisata guna meningkatkan jumlah pengunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas unsur Dinas Pariwisata Kabupaten Bener Meriah, Duta Wisata (Ikatan Beru Bujang Gayo Bener Meriah), dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bauran promosi (promotion mix) yang dilakukan oleh duta wisata telah berjalan melalui lima elemen utama. Pada elemen periklanan (advertising), pemanfaatan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook telah dilakukan, namun belum optimal karena pengelolaannya masih cenderung pasif dan kurang konsisten. Pada promosi penjualan (sales promotion), duta wisata aktif terlibat dalam event-event besar daerah dan kegiatan sosialisasi edukatif di sekolah. Pemasaran langsung (direct marketing) dan penjualan pribadi (personal selling) menunjukkan efektivitas yang tinggi melalui interaksi tatap muka, komunikasi yang ramah, persuasif, serta penampilan profesional yang membangun kepercayaan pengunjung. Sementara itu, strategi hubungan masyarakat (public relation) diterapkan melalui pembekalan sikap positif, pendekatan partisipatif dengan pengelola destinasi, serta pembinaan hubungan harmonis dengan masyarakat. Secara keseluruhan, strategi komunikasi duta wisata telah mencerminkan prinsip komunikasi yang efektif, tetapi memerlukan penguatan pada pengelolaan konten digital, konsistensi promosi, dan perluasan jangkauan pasar.
Strategi Komunikasi Kesehatan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Kesehatan Balita Digampong Cot Merbo Kecamatan Kutamakmur Aceh Utara Zahratul Fitri; Subhani; Asmaul Husna; Cindenia Puspasari; Zahari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15199

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi kesehatan yang digunakan oleh kader Posyandu dalam meningkatkan kesehatan balita di Gampong Cot Merbo, Kecamatan Kutamakmur, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman sebagian orang tua balita terhadap informasi kesehatan yang disampaikan oleh kader, yang berdampak pada kasus penurunan berat badan dan gizi kurang pada balita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi bidan desa, kader Posyandu, serta orang tua balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader Posyandu menerapkan strategi komunikasi persuasif dan interpersonal, serta memanfaatkan media sederhana seperti poster dan penyuluhan langsung. Namun, efektivitas penyampaian pesan masih belum optimal akibat rendahnya tingkat pendidikan orang tua, keterbatasan kemampuan komunikasi kader, serta minimnya penggunaan media komunikasi yang variatif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas komunikasi kader melalui pendekatan yang lebih interaktif dan berbasis budaya lokal agar pesan kesehatan dapat dipahami dan diterapkan secara lebih efektif oleh masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi yang tepat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program peningkatan kesehatan balita di tingkat desa.
Strategi Pemasaran Warung Soto Riendang Dalam Mempertahankan Eksistensi Sri Mulya; Asmaul Husna; Zahari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.17262

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Pemasaran Warung Soto Riendang Dalam Mempertahankan Eksistensi Di Kota Lhokseumawe. Warung Soto Riendang mampu mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan kuliner modern di Kota Lhokseumawe. Di tengah maraknya usaha kuliner baru yang menawarkan konsep kekinian dan promosi digital yang menarik, Warung Soto Riendang tetap bertahan selama lebih dari empat dekade. Keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan strategi komunikasi pemasaran yang efektif dan konsisten. Penelitian dilakukan di Warung Soto Riendang yang berlokasi di Jalan Perdagangan No. 19, Kota Lhokseumawe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Warung Soto Riendang dalam mempertahankan eksistensinya di Kota Lhokseumawe serta mengidentifikasi hambatan komunikasi pemasaran yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pemilik warung, karyawan, dan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Warung Soto Riendang menerapkan strategi komunikasi pemasaran melalui bauran pemasaran (marketing mix) yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi. Konsistensi cita rasa produk, penetapan harga yang terjangkau, lokasi yang strategis, serta promosi dari mulut ke mulut dan media sosial menjadi faktor utama dalam mempertahankan eksistensi warung. Adapun hambatan komunikasi pemasaran yang dihadapi meliputi hambatan teknis, semantik, dan psikologis. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang konsisten dan adaptif mampu membantu usaha kuliner tradisional bertahan di tengah persaingan yang semakin modern.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL CUSTOMER SERVICE PT TELKOMSEL DALAM MENGHADAPI KELUHAN PELANGGAN Nabila Najwa; Harinawati Harinawati; Awaluddin Arifin; Zahari Zahari; Jafaruddin Jafaruddin; Muhammad Fazil
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8245

Abstract

Penelitian ini berjudul Komunikasi Interpersonal Customer Service PT. Telkomsel Cabang Medan Dalam Menghadapi Keluhan Pelanggan (Deskriptif Kualitatif Pada Grapari Putri Hijau). Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana customer service mengelola komunikasi interpersonal secara efektif dalam menghadapi berbagai keluhan pelanggan yang datang dengan kondisi emosional beragam, mulai dari kecewa, marah, hingga panik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan komunikasi interpesonal customer service PT. Telkomsel Cabang Medan dalam menghadapi keluhan pelanggan di GaPARI Putri Hijau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di GraPARI Telkomsel Putri Hijau Medan pada Oktober 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari dua customer service dan lima pelanggan. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal di GraPARI Telkomsel Putri Hijau dilakukan melalui tiga fase berdasarkan Uncertainty Reduction Theory: (1) Entry phase, menciptakan kesan pertama positif melalui sikap ramah dan sikap tenang; (2) Personal phase, membangun komunikasi empatik dengan mendengarkan aktif dan memberikan solusi menggunakan bahasa sederhana; (3) Exit phase, memastikan pemahaman pelanggan dan menutup interaksi dengan kesan positif. Kesimpulan penelitian ini adalah customer service GraPARI Putri Hijau Medan berhasil menerapkan komunikasi interpersonal yang efektif dan humanis melalui empati, kesabaran, dan profesionalisme, sehingga mampu mengurangi ketidakpastian pelanggan dan menciptakan kepuasan dalam pelayanan.
Analisis Pola Komunikasi Keluarga dalam Film How to Make Millions Before Grandma Dies Marsha Aulia; Zahari Zahari; Ainol Mardhiah; Cut Andyna; Asmaul Husna
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8256

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh popularitas film How to Make Millions Before Grandma Dies yang merepresentasikan dinamika hubungan antargenerasi dalam keluarga etnis Tionghoa, sarat dengan pesan komunikasi dan konflik kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pola komunikasi keluarga yang tergambar dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotasi, konotasi, dan mitos. Analisis dilakukan terhadap 30 adegan yang merepresentasikan interaksi utama antar tokoh. Kerangka teori yang digunakan adalah teori pola komunikasi keluarga Fitzpatrick yang meliputi pola konsensual, pluralistik, protektif, dan laissez-faire. Data primer diperoleh melalui observasi mendalam terhadap aspek audio-visual film, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 adegan, terdapat 10 adegan berpola konsensual, 8 adegan berpola protektif, 7 adegan berpola pluralistik, dan 5 adegan berpola laissez-faire. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola komunikasi konsensual paling dominan, yang mencerminkan adanya keseimbangan antara penghormatan terhadap nilai tradisional dan keterbukaan diskusi dalam keluarga. Hasil penelitian ini penting untuk memahami representasi komunikasi keluarga dalam media film sebagai refleksi nilai sosial dan budaya.
Sosialisasi Kebijakan Ketahanan Pangan di Kecamatan Matangkuli Fikri Hasfita; Zahari Zahari; Syukriah Syukriah; Ferizaldi Ferizaldi; Umaruddin Umaruddin; Suryadi Suryadi; Wiza Ulfa Fibarzi; Faisal Faisal
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i2.26138

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Kecamatan Matangkuli memiliki potensi sumber daya pertanian yang cukup besar, namun masih dihadapkan pada keterbatasan pemahaman masyarakat terkait kebijakan ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai kebijakan ketahanan pangan serta mendorong partisipasi aktif dalam implementasinya di tingkat lokal. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, dan penyampaian materi secara partisipatif kepada aparatur desa dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai konsep ketahanan pangan, peran pemerintah, serta upaya yang dapat dilakukan masyarakat dalam menjaga ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat di Kecamatan Matangkuli.
Personal Branding sebagai Strategi Pemulihan Citra: Studi Netnografi Akun Tiktok Purbaya Yudhi Sadewa Siti Indah Fauziah; Mulyadi Mulyadi; Zahari Zahari; Muhammad Ali; Cut Andyna
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8jndn811

Abstract

Kemajuan teknologi komunikasi mengubah pola interaksi pejabat publik dengan masyarakat, salah satunya melalui TikTok. Purbaya Yudhi Sadewa memanfaatkan platform ini untuk memulihkan Personal Branding-nya pasca isu negatif akibat pernyataan terkait demo “17+8” tuntutan rakyat. Penelitian ini bertujuan mengetahui Personal Branding yang dibangun Purbaya melalui akun TikTok @purbayayudhis dalam memulihkan citranya. Penelitian menggunakan delapan konsep Personal Branding Peter Montoya sebagai kerangka analisis, dengan pendekatan kualitatif melalui metode netnografi. Objek penelitian adalah lima video pada akun TikTok @purbayayudhis yang diunggah sepanjang September 2025-Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan lima unggahan tersebut merepresentasikan seluruh delapan konsep Personal Branding Peter Montoya, meskipun tidak semua konsep muncul pada setiap unggahan. Konsep Spesialisasi dan Kepemimpinan konsisten muncul pada konten formal, seperti klarifikasi kebijakan, pidato di forum resmi, dan kunjungan kerja. Sebaliknya, konsep Kepribadian, Perbedaan, Kenampakan, Kesatuan, Keteguhan, dan Nama Baik tampil konsisten melalui konten nonformal, seperti sarapan bersama pegawai di warung kopi Aceh dan kegiatan Car Free Day bersama masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa Purbaya membangun Personal Branding melalui dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu otoritatif sebagai pejabat ekonomi yang kompeten dan humanis sebagai pribadi yang autentik serta dekat dengan rakyat, sehingga sehingga berkontribusi terhadap pemulihan citra secara efektif dan berkelanjutan pasca pernyataan “17+8.
Efektivitas Komunikasi Interpersonal Agen Pangkalan LPG terhadap Pemahaman Masyarakat Ulfa Musfirah; Subhani Subhani; Zahari Zahari; Jafaruddin Jafaruddin; Teuku Muzaffarsyah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ta72vj04

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi interpersonal agen pangkalan LPG dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan gas bersubsidi. Penelitian dilakukan di Gampong Uteun Bayi, Kota Lhokseumawe, dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan tujuh informan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Teori Penetrasi Sosial Altman dan Taylor serta lima dimensi komunikasi DeVito digunakan sebagai kerangka analisis. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi tatap muka menjadi strategi utama dalam menyampaikan informasi terkait NIK, harga eceran, stok, jadwal distribusi, dan aturan pembelian. Komunikasi berkembang secara bertahap hingga terbentuk kepercayaan. Hambatan berupa perbedaan pemahaman, keterbatasan waktu, gangguan teknis, dan kesalahan penafsiran diatasi melalui komunikasi berulang dan sederhana.