Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pendampingan Implementasi Layanan PAUD dalam Kurikulum Merdeka di Daerah Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) Putri, Ayu Aprilia Pangestu; Wahyuningsih, Tri; Sjamsir, Hasbi; Halida, Halida; Fauzi, Chandra
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v14i3.63836

Abstract

Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) Indonesia adalah sentral dan simbol jati diri bangsa dan negara. Pengembangan dan pembangunan dalam segala bidang perlu dilakukan secara matang. Adanya situasi miskonsepsi terhadap kurikulum merdeka beserta penerapannya, menjadikan kegiatan pendampingan ini sebagai upaya dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas di daerah IKN pada bidang pendidikan khususnya implementasi kurikulum merdeka.. Terdapat empat kegiatan yang dilakukan diantaranya; observasi awal; melaksanakan refleksi; memberikan penguatan dan umpan balik serta melaksanakan evaluasi. Dari hasil kegiatan ini, guru mendapatkan gambaran yang utuh dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, mulai dari pelaksanaan pembelajaran; implementasi pendidikan anak usia dini (PAUD) holitik integratif dan program transisi PAUD ke Sekolah Dasar yang menyenangkan. Hasil kegiatan ini memberikan manfaat terhadap pengembangan kompetensi guru PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas khususnya di Daerah IKN
Evaluasi Implementasi Tujuh Standar Manajemen PAUD: Studi Kasus di TK Tunas Rimba 2 Samarinda Febriyani, Henda; Naimah, Roudhatun; Septiana, Rahma Rizkiya; Nadillah, Gita Fannia; Hasniah, Hasniah; Putri, Ayu Aprilia Pangestu; Sjamsir, Hasbi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7150

Abstract

Manajemen yang efektif menjadi kunci dalam menjamin mutu layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) secara berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana tujuh standar manajemen diterapkan dalam satuan PAUD swasta yang menerapkan kurikulum merdeka. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif yang memanfaatkan triangulasi metode yang terdiri dari observasi, wawancara, dan penelitian dokumentasi. Data ini dikumpulkan pada bulan april tahun 2025. Hasil penelitian menunjukan bahwa lembaga melakukan manajemen kurikulum tematik, pencatatan perkembangan secara berkala, serta pelatihan dan supervisi untuk guru. Namun ada beberapa tantangan, seperti keterbatasan dalam penerapan sistem evaluasi berbasis digital, keterlibatan orang tua yang kurang efektif, dan sistem audit pembiayaan internal yang buruk. Penelitian ini menunjukan betapa pentingnya meningkatkan kemampuan digitalisasi evaluasi, memperkuat kerja sama orang tua, dan memperbaiki sistem tata kelola keuangan. Hasil ini memberikan kontribusi praktis dalam proses pengembangan pendekatan manajemen PAUD yang berbasis konteks dan sesuai dengan kebutuhan lokal.
Pengaruh Permainan Ular Tangga Berbasis Budaya Kaltim terhadap Kemampuan Matematika Awal Anak Usia Prasekolah Nadila Putri, Yusrina; Rozie, Fachrul; Sjamsir, Hasbi; Anjarwati, Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1549

Abstract

Kemampuan matematika awal merupakan dasar bagi anak untuk mengenal kemampuan matematika yang lebih kompleks di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan melihat kemampuan matematika awal anak usia prasekolah melalui permainan ular tangga. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan jenis Pre-experimen dengan menerapkan one grup desain  Pre-test dan Post-test. Sampel yang digunakan sebanyak 14 anak pada kelas B1 di TK IT Insan Cita Madani. Uji analisis statistik menggunakan Uji wilcoxon dan Uji N-gain. Berdasarkan hasil analisis data nilai rata-rata Pre-test  sebesar 21,57, yang meningkat menjadi 31,57 pada saat Post-test. Selisih nilai ini menunjukkan bahwa anak mampu memahami konsep yang diberikan setelah diberikannya perlakuan. Selain itu, perhitungan nilai N-Gain menunjukkan mean sebesar 0,9690 atau 96,90% dibulatkan menjadi 99% yang termasuk kategori Tinggi menurut interprestasi Hake, dimana N-gain >0,7. Ini membuktikan bahwa media ular tangga mampu meningkatkan kemampuan matematika awal anak usia prasekolah. Media ular tangga ini dimodifikasi pada papan tersebut dengan menambahkan ciri khas yang ada di daerah kalimatan timur. Implementasi penelitian ini menunjukan bahwa permainan ular tangga berbabsis budaya kaltim dapat dijadikan best practice di dalam pembelajaran. Guru mampu menerapkan permainan sebagai pembelajaran untuk anak didalam mengenal lambang bilangan, berhitung sederhana,mengurutkan bilangan dengan kegiatan bermain yang menyenangkan dan kontekstual.
Teachers’ Perceptions of Digital Technology Use in English Language Learning During The Covid-19 Pandemic and in The Post-Pandemic Period Annisa Afrilianti; Sjamsir, Hasbi; Setiawan, Iwan; Sucahyo, Didik; Suhatmady, Bibit
E3L: Journal of English Teaching, Linguistic, and Literature Vol. 8 No. 2 (2025): September
Publisher : English Department, Faculty of Teacher Training and Education, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/e3l.v8i2.5298

Abstract

COVID-19 brings a deep impact on the field of education, especially by pushing the wide use of digital technology in learning. When face-to-face learning returned, it became important to see whether teachers’ experiences with technology during the pandemic affected their views and decisions about using technology after the pandemic. Many studies have looked at teachers’ views during and after the pandemic, but only a few have explored how English teachers view these experiences and how it influenced their decisions to keep or change their use of technology especially in schools located outside urban centers or in areas with limited resources. This research focused on exploring the views of English teachers on using digital technology during and after the COVID-19 pandemic at a semi-rural public Junior High School in East Kalimantan. This study used a descriptive qualitative method with in-depth interviews for data collection. The results showed that before the pandemic, most teachers only used technology as a supporting tool. After the pandemic ended and learning returned to the classroom, teachers tend to continue the use of technology because they found it helpful and had become accustomed to it, although the use of technology after pandemic less frequent compared to during the pandemic.
Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Kemandirian pada Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Pembiasaan Adelia, Rizka; Sjamsir, Hasbi; Andraini, Rus
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1383

Abstract

Kemandirian penting dikembangkan sejak dini karena menjadi fondasi kepribadian dan kesiapan anak menghadapi kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam menumbuhkan kemandirian anak serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat keberhasilan metode pembiasaan di sekolah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, melibatkan 15 anak, dua guru, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara, observasi dan lembar analisis dokumen. Kemudian, dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana, dilengkapi triangulasi sumber dan teknik serta member check untuk memastikan keabsahan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembiasaan yang sistematis dan konsisten efektif meningkatkan kemandirian, tanggung jawab, dan rasa percaya diri anak. Secara praktis, hasil ini menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan dan fasilitator, serta perlunya dukungan keluarga dan lingkungan sekolah yang kondusif agar kebiasaan kemandirian anak dapat terus berkembang.
Enhancing sexual education for children with special needs through augmented reality: development and evaluation of the Magical SeDu application Maria, Eny; Satria, Bagus; Andrea, Reza; Imron, Imron; Karim, Syafei; Ramadhani, Fajar; Suswanto, Suswanto; Putra, Emil Riza; Sjamsir, Hasbi
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 16, No 1: February 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijece.v16i1.pp288-296

Abstract

This research focuses on the educational obstacles encountered by children with special needs (CWSN), specifically in sexual education, through developing and evaluating the Magical SeDu application. Using a three-phase instructional design model, the study followed the planning, design, and development phases to create user-centered features that meet diverse learning needs. User acceptance testing (UAT) further confirmed the usability and effectiveness of the app, with a satisfaction rating of 86.04%. These findings underscore the transformative potential of augmented reality (AR) technology in inclusive education, fostering interactive and visually stimulating learning experiences. The study also emphasizes the importance of involving stakeholders in the development process to ensure the app meets the specific needs of its users. Future research should focus on enhancing the app’s features and exploring its integration into broader educational environments to maintain accessibility and continuous improvement. This study contributes to the advancement of inclusive education strategies and highlights the critical role of sex education in increasing self-awareness and protection for children with special needs.
Bahasa Inggris Mulawarman, Widyatmike Gede; Halimah, Siti; Sjamsir, Hasbi; Aslindah, Andi; Ibnu Sa'ad, Muhammad
Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 26 No 1 (2026): Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pedagogi.v26i1.2938

Abstract

Early Childhood Education (PAUD) is a fundamental phase in shaping children’s character, as well as their social, emotional, and cognitive abilities. To ensure optimal child growth and development, PAUD services need to be implemented in an integrated manner through a Holistic Integrative approach (PAUD HI), encompassing education, health, nutrition, parenting, and child protection. This study aims to analyze effective multi-sector partnership strategies in the quality planning of Holistic Integrative PAUD in Samarinda City. This research employed a qualitative approach with a case study design conducted in two PAUD institutions: TK Negeri 1 Pembina and TK Islam Silmi Samarinda. The research informants consisted of school principals, teachers, representatives from technical agencies (education, health, and child protection), school committees, and parents, selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that cross-sector partnership patterns in Samarinda City have been established but remain partial. TK Negeri 1 Pembina implements a formal partnership model based on regulations and institutional frameworks, while TK Islam Silmi emphasizes a cultural approach grounded in community participation. Each model has its strengths and weaknesses: public institutions excel in accountability and documentation, whereas private institutions stand out in flexibility and social closeness. The main challenges of partnership include weak inter-agency coordination, limited resources, differing partner perceptions, and the lack of a sustainable evaluation system. With the implementation of a comprehensive partnership strategy, cross-sector collaboration has the potential to become a strategic instrument in realizing quality, inclusive, and sustainable Holistic Integrative Early Childhood Education in Samarinda City