Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Implementasi Sistem Rekam Medis Elektronik Menggunakan Metode HOT-Fit di RSUD Mulia Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah Asmawati Asmawati; Yacob Ruru; Muhammad Akbar Nurdin; Agus Zainuri; Hasmi Hasmi; Septevanus Rantetoding
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.584

Abstract

Pendahuluan: Implementasi Sistem Rekam Medis Elektronik (RME) di RSUD Mulia, Papua Tengah, bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan sesuai Permenkes No. 24/2022. Namun, keterbatasan infrastruktur, SDM, dan resistensi pengguna menghambat keberhasilan. Tujuan: Penelitian ini mengevaluasi RME menggunakan model HOT-Fit untuk menganalisis efektivitas, efisiensi, struktur organisasi, kualitas sistem, dan layanan, serta menyusun strategi optimalisasi sistem. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan pada Maret hingga Mei 2025 di RSUD Mulia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 8 informan (pimpinan rumah sakit, kepala RME, kepala ruang rawat jalan, dokter, perawat, bidan, petugas RME, dan staf IT), observasi langsung, dan telaah dokumen. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan kerangka HOT-Fit, dengan validasi melalui triangulasi sumber dan teknik trustworthiness (credibility, dependability, confirmability, transferability). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa RME efektif mempermudah akses data pasien dan mengurangi pendobelan rekam medis, tetapi efisiensi terhambat oleh keterbatasan kapabilitas SDM, pelatihan tidak berkelanjutan, jaringan internet tidak stabil, dan pasien tanpa KTP/kartu berobat. Struktur organisasi belum diperbarui, menyebabkan ketidakjelasan tugas, sementara dukungan manajerial dan SOP belum diimplementasikan merata. Sistem RME mudah digunakan, namun kurang terintegrasi dengan BPJS/SATUSEHAT, dan stabilitas terganggu oleh infrastruktur listrik. Kualitas layanan terbatas oleh hanya satu tenaga IT, meskipun responsif. Saran meliputi pelatihan berkelanjutan, pembaruan struktur organisasi, peningkatan infrastruktur teknologi, dan penambahan SDM IT. Kesimpulan: Sistem RME di RSUD Mulia efektif dalam meningkatkan akses dan akurasi data pasien, namun masih menghadapi hambatan signifikan dalam SDM, infrastruktur, dan integrasi sistem.
Analisis Implementasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting Malik Malik; Yacob Ruru; Muhammad Akbar Nurdin; Agus Zainur; Hasmi Hasmi; Sarce Makaba
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.603

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dan multidimensional. Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan percepatan penurunan stunting melalui Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021. Namun, implementasi kebijakan ini di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Nabire, menghadapi tantangan tersendiri yang perlu dikaji secara mendalam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kabupaten Nabire berdasarkan enam aspek utama: kejelasan standar dan tujuan kebijakan, kecukupan sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana, pengaruh kondisi sosial, ekonomi, dan politik, serta sikap dan respons pelaksana kebijakan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait. Analisis dilakukan secara tematik menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum sepenuhnya berjalan optimal. Terdapat ketidakterpaduan lintas sektor, keterbatasan sumber daya manusia dan logistik, komunikasi organisasi yang belum terstruktur, serta rendahnya pemahaman teknis dan komitmen substantif dari pelaksana kebijakan. Faktor geografis, sosial, budaya, dan ekonomi lokal turut menjadi penghambat signifikan. Kesimpulan: Diperlukan upaya penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas pelaksana, pelibatan aktif pemerintah kampung dan masyarakat, serta pendekatan kebijakan yang adaptif terhadap konteks lokal untuk mendukung keberhasilan penanggulangan stunting di Kabupaten Nabire.
Evaluasi Dampak Implementasi Akreditasi Paripurna Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Siriwini Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah Tahun 2024 Sulistiyana Sulistiyana; Sarce Makaba; Agus Zainuri; Dolfinus Y. Bouway; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.723

Abstract

Akreditasi paripurna menjadi instrumen penting dalam peningkatan mutu pelayanan Puskesmas. Namun, evaluasi dampak akreditasi terhadap aspek struktural, operasional, dan hasil pelayanan masih terbatas, terutama di wilayah 3T seperti Kabupaten Nabire. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akreditasi paripurna dan dampaknya terhadap mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Siriwini berdasarkan tiga aspek utama: input, proses, dan output. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada bulan April 2025 di Puskesmas Siriwini, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menggunakan model evaluasi implementasi kebijakan yang mencakup aspek input, proses, dan output. Hasil: Pada aspek input, Puskesmas Siriwini menunjukkan kesiapan struktural yang cukup melalui penyusunan dokumen perencanaan strategis, ketersediaan SOP, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem layanan. Pada aspek proses, pelaksanaan asesmen pasien, protokol keselamatan, dan komunikasi masyarakat dilakukan sesuai standar akreditasi, meskipun tantangan masih ditemukan dalam transparansi layanan dan keterbatasan SDM. Aspek output menunjukkan peningkatan kepuasan pasien, keberhasilan sebagian program prioritas seperti KIA dan stunting, serta perlunya intervensi khusus untuk TBC dan HIV. Kesimpulan: Implementasi akreditasi paripurna di Puskesmas Siriwini berdampak positif terhadap peningkatan mutu layanan, terutama dalam efisiensi administratif, kepuasan pasien, dan keterpaduan program. Namun, keberlanjutan dampak memerlukan penguatan SDM, sistem pengawasan, dan strategi berbasis komunitas untuk mencapai hasil yang lebih merata.
Analisis Pembiayaan Layanan Kesehatan HIV Dan AIDS Berbasis Standar Pelayanan Minimal Dengan Pendekatan District Health Account Di Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat Afdal Kasimur; Yacob Ruru; Septevanus Rantetoding; Hasmi Hasmi; Agus Zainuri; Muhammad Akbar Nurdin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.892

Abstract

Layanan HIV dan AIDS telah menjadi bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Indonesia. Namun, di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, pencapaian indikator layanan HIV masih sangat rendah. Fragmentasi pembiayaan, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta keterbatasan sumber daya manusia menjadi hambatan utama dalam optimalisasi program. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengelolaan, persepsi pemangku kepentingan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam tata kelola pembiayaan layanan HIV dan AIDS berbasis SPM, dan memberikan rekomendasi optimalisasi melalui pendekatan District Health Account (DHA). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan antara Januari hingga Maret 2025 melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan kunci dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas, serta analisis dokumen terkait alokasi dan realisasi anggaran HIV tahun 2021–2024. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama dalam pengelolaan dan tantangan pembiayaan layanan HIV. Hasil: Ditemukan empat isu utama dalam tata kelola pembiayaan layanan HIV dan AIDS. Pertama, terdapat fragmentasi sumber pendanaan (BOK, APBD, JKN, Global Fund) yang belum terintegrasi secara optimal. Kedua, pemahaman pemangku kepentingan terhadap mekanisme pembiayaan berbasis SPM masih rendah, yang berdampak pada perencanaan yang tidak tepat sasaran. Ketiga, keterbatasan tenaga terlatih dan lemahnya sistem pelaporan menghambat pemantauan program. Keempat, hambatan geografis serta stigma sosial memperburuk akses dan pemerataan layanan. Pendekatan DHA dinilai relevan untuk memetakan aliran dana dan mendorong transparansi serta efisiensi anggaran. Kesimpulan: Optimalisasi pembiayaan layanan HIV dan AIDS di daerah memerlukan reformasi perencanaan dan penganggaran, peningkatan efisiensi penggunaan dana, penguatan advokasi lintas sektor, serta sistem akuntabilitas dan transparansi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Improving Parental Knowledge of Adolescent Sexual and Reproductive Health Through Audio-Visual Education in a Special Needs School Setting Harianja, Ristina Rosauli; Arinda, Yosi Duwita; Nurdin, Muhammad Akbar; Dewi, Citra Kumala
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 3 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/gmza7477

Abstract

Adolescents with Special Needs often face barriers to sexual and reproductive health (SRH) information, and parents are key sources of guidance. This study evaluated the effect of audio-visual SRH education on parental knowledge in a special needs school setting. A pre-experimental one-group pretest-posttest study was conducted at a Sekolah Luar Biasa (SLB) or special needs school in rural area Indonesia (January-July 2023). Fifty parents were recruited by purposive sampling from a population of 96. Knowledge was measured using a structured questionnaire before and after an audio-visual education session. Differences in scores were tested using the Wilcoxon signed-rank test (alpha= 0.05). Most parents (68.0%) had previously received SRH information. Mean knowledge increased from 13.38 ± 3.016 at pretest to 19.52 ± 2.53 at posttest. The Wilcoxon signed-rank test showed a significant improvement (Z = -6.10, p < 0.001), with 49 participants improving and one unchanged (effect size r=0.86). Audio-visual education was associated with a significant improvement in parental SRH knowledge. Integrating multimedia-based education into school-parent collaboration may strengthen SRH support for adolescents with special needs.
Risk Factors of Pulmonary Tuberculosis: A Case-Control Study from Eastern Indonesia Haposan Simatupang; Sarce Makaba; Hasmi; Semuel Piter Irab; Yacob Ruru; Muhammad Nurdin Akbar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2025.16.2.204-214

Abstract

Pulmonary Tuberculosis (TB) remains a major public health concern in Indonesia, including in Teluk Bintuni District. The increasing trend of cases underscores the urgency of identifying risk factors, particularly in underserved areas. This study aimed to analyze risk factors associated with pulmonary TB incidence in Teluk Bintuni. A quantitative case-control (1:2) was applied, involving 336 purposively selected respondents who sought care between January and December 2024. Cases were confirmed TB patients, and controls were non-TB patients. Secondary data were obtained from the Tuberculosis Information System (Sistem Informasi Tuberkulosis or SITB) and health center records. Univariate analysis indicated that most pulmonary tuberculosis cases were observed among respondents with lower education, productive age group, non-smokers, and Papuan ethnicity. Bivariate analysis using chi-square and Fisher’s exact tests identified variables with p<0.25 for inclusion in multivariate logistic regression. Significant associations were found between TB and HIV status, education, distance to health facilities, and ethnicity. HIV positivity was observed in 12.5% of cases versus 3.1% of controls (p=0.001; OR=4.429). Low education was more common among controls (79.5%) than cases (55.4%) (p<0.001;OR=0.320), non-Papuan ethnicity accounted for 25.0% of cases and 8.5% of controls (p<0.001; OR=0.278). Living ≥5 km from health services was less frequent among  cases (14.3%) than controls (24.1%) (p=0.037; OR=0.525). In multivariate analysis, HIV status, ethnicity, and education remained significant, with HIV status emerging as the strongest predictor (OR=4.376; p=0.003). The lower TB prevalence among individuals with less-education may reflect underdiagnosis due to limited access to service or reduced or care-seeking. These findings highlight the need for HIV control, improved detection, and culturally tailored TB strategies in remote communities.
Potensi Paparan Media Sosial pada Gejala Hiperaktivitas Remaja di Kota Jayapura Asriati, Asriati; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Juniasti, Helen Try; Adimuntja, Natalia Paskawati; Violita, Fajrin; Nurdin, Muhammad Akbar; Mayabubun, Maria Papuana Natalia; Taa, Marlessy Christina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22236

Abstract

ABSTRACT Social media use (SMU) among children and adolescents has increased since the Covid-19 pandemic. SMU can become addictive and is related to the emergence of health problems, such as symptoms of attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). This study aims to determine the relationship of SMU among adolescents in Jayapura to the risk of attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). This was a cross-sectional survey in August 2024. The samples in this study were from 301 adolescents aged 15-19 years at SMAN 2 Jayapura. Data analysis using the Pearson correlation test. Most respondents were female (50,8%), and most respondents parent jobs were Civil Servants (38,9%). A total of 46 people (15.28%) of respondents had ADHD symptoms, women were more likely to show ADHD symptoms (18,2%), and as many as 33 people (10.96%) of adolescents who experienced social media addiction were in the severe category. The correlation between social media addiction and ADHD symptoms is positive with a moderate correlation strength (r = 0.5419; p-value 0.000), so there is a significant relationship between social media addiction and the incidence of ADHD. Adolescents who experience increased social media addiction also experience increased ADHD symptoms. Appropriate management and policies are needed in the prevention and control of social media usde and ADHD in children and adolescents. Parents and schools should pay more attention to adolescents with internet and social media addiction, and ADHD symptoms should be carefully evaluated. Keywords: Social Media, ADHD, Adolescents.  ABSTRAK Penggunaan media sosial (SMU) di antara anak-anak dan remaja telah meningkat sejak pandemi Covid-19. SMU dapat menjadi adiktif dan terkait dengan munculnya masalah kesehatan, seperti gejala gangguan hiperaktif defisit perhatian (ADHD). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan penggunaan media sosial di kalangan remaja di Jayapura dengan risiko ADHD. Penelitian ini adalah survei cross-sectional pada Agustus 2024. Sampel dalam penelitian ini berasal dari 301 remaja berusia 15-19 tahun di SMAN 2 Jayapura. Analisis Data menggunakan uji Korelasi Pearson. Sebagian besar responden adalah perempuan (50,8%), dan sebagian besar responden pekerjaan orang tua adalah pegawai negeri sipil (38,9%). Sebanyak 46 orang (15,28%) responden mengalami gejala ADHD, remaja perempuan lebih cenderung menunjukkan gejala ADHD (18,2%), dan sebanyak 33 orang (10,96%) remaja yang mengalami kecanduan media sosial ada di kategori berat. Korelasi antara kecanduan media sosial dan gejala ADHD positif dengan kekuatan korelasi sedang (r = 0,5419; p-value 0,000), sehingga ada hubungan yang signifikan antara kecanduan media sosial dan kejadian ADHD. Remaja yang mengalami peningkatan kecanduan media sosial juga mengalami peningkatan gejala ADHD. Manajemen dan kebijakan yang tepat diperlukan dalam pencegahan dan kontrol penggunaan media sosial dan risiko ADHD pada anak -anak dan remaja. Orang tua dan sekolah harus lebih memperhatikan remaja dengan kecanduan internet dan media sosial, dan gejala ADHD harus dievaluasi dengan cermat. Kata Kunci: Media Sosial, ADHD, Remaja.
The Effectiveness of Education Based on Modules on Knowledge, Attitudes, and Involvement of Husbands in Childbirth Support: Literature Review Harianja, Ristina Rosauli; Nurdin, Muhammad Akbar
Asian Journal of Healthcare Analytics Vol. 5 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajha.v5i1.16439

Abstract

In Indonesia, husbands often serve as the primary birth partner, but their involvement during childbirth is still influenced by variations in knowledge, attitudes, emotional readiness, cultural norms, and health facility policies. Education through modules, booklets, e-modules, and similar media is viewed as a practical strategy to prepare husbands to fulfill their role as birth partners more effectively. The objective is to examine the scientific evidence regarding the effectiveness of module-based education on knowledge, attitudes, and husbands’ involvement in childbirth support, as well as to situate this within the broader evidence base on labor companionship. The synthesis was conducted thematically across review articles, observational studies, qualitative studies, quasi-experimental studies, and reports on educational interventions. High-level evidence indicates that continuous support during childbirth enhances the childbirth experience, improves certain maternal outcomes, and strengthens the mother’s sense of security. On the other hand, specific evidence regarding childbirth companion modules for husbands is still dominated by small-scale quasi-experimental studies, community service projects, and implementation studies. Consistently, module formats—booklets, e-modules, and educational videos—enhance knowledge, understanding of roles, motivation, and husbands’ readiness to provide emotional, informational, instrumental, and advocacy support.
Analisis Hubungan Dimensi Kualitas Pelayanan (SERVQUAL) dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Vonny Mais Numberi; Arius Togodly; Dolfinus Yufu Bouway; Martapina Anggai; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57137

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam menilai kepuasan pasien sekaligus tolok ukur keberhasilan layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati) dengan kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling terhadap 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta multivariat dengan regresi linier berganda metode enter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukti fisik (B=0,261; p=0,001), keandalan (B=0,134; p=0,002), dan empati (B=0,436; p<0,001) berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan jaminan (B=-0,037; p=0,691) dan daya tanggap (B=0,005; p=0,947) tidak signifikan. Disimpulkan bahwa kepuasan pasien di RSUD Yowari dipengaruhi terutama oleh empati, keandalan, dan bukti fisik, dengan empati sebagai faktor paling dominan.
Analisis Hubungan Dimensi Mutu Pelayanan Rawat Inap Dengan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit TNI Angkatan Darat Marthen Indey Jayapura Muhammad I Made Annafi Arianto; Arius Togodly; Rosmin M. Tingginehe; Yacob Ruru; Muhammad Akbar Nurdin; Paula Nancy Lefaan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57148

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam menilai kepuasan pasien sekaligus tolok ukur keberhasilan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati) dengan kepuasan pasien rawat inap di RS TNI AD Marthen Indey Jayapura. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling terhadap 102 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode enter. Analisis bivariat menunjukkan bahwa dimensi jaminan, empati, dan daya tanggap berhubungan dengan kepuasan pasien, sedangkan bukti fisik dan keandalan tidak signifikan. Analisis multivariat menegaskan bahwa hanya jaminan (OR=12,99; p<0,001) dan empati (OR=5,75; p=0,024) yang berpengaruh signifikan, sementara dimensi lainnya tidak berpengaruh dalam model akhir. Disimpulkan bahwa kepuasan pasien di RS TNI AD Marthen Indey Jayapura terutama dipengaruhi oleh jaminan dan empati, dengan jaminan sebagai faktor paling dominan. Temuan ini menekankan pentingnya kompetensi tenaga kesehatan, rasa aman, serta perhatian interpersonal dalam membangun kepuasan pasien rawat inap..
Co-Authors A. Arsunan Arsin Adimuntja, Natalia Paskawati Afdal Kasimur Afelya, Titi Iswanti Agung Sutiono Pontoh Agus Zainur Agus Zainuri Alfisanatin Almung, Winsi Andi Arsunan Arsin Andi Syaiful Andimuntja, Natalia Paskawati Arif Anwar Arinda, Yosi Duwita Arius Togodly Arius Togodly Asmawati Asmawati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati, Asriati Bangalino, Dyvano Mars Rezki Bouway, Dolfinus Y. Citra Kumala Dewi Dolfinus Y Bouway Dolfinus Y. Bouway Dolfinus Yufu Bouway Elpira Asmin Haposan Simatupang Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Helen Try Juniasti Hursepuny, Ivanachela Inriyanti Assa Ipa Sari Kardi Izaac, Fransina Alfonsina Junalia Muhammad Juniasti, Helen Try Kartika Sri Dewi Batubara Katarina L. Tuturop Katarina Lodia Tuturop Konstantina Martina Pariaribo Konstantina Pariaribo Korwa, Steny Persilla Geetruida Lisda Oktavia Madu Pamangin Luh Pitriyanti Maidin, Wahyuti Malik Malik Mamoribo, Sherly Novita Martapina Anggai Maturbongs, Margaretha Rosari Mayabubun, Maria Papuana Natalia Mesri Kartika Mina Blandina Ayomi Mona Safitri Fatiah Muhammad I Made Annafi Arianto Nabuasa, Christin Debora Nasruddin Nasruddin Novita Medyati Nurmalisa Gita Savitri Orpa Mayung Allo Pamangin, Wilda Wijayani Pariaribo, Konstantina M. Pariaribo, Konstantina Marthina Paula Nancy Lefaan Rahmadona Rahmadona Rantetoding, Septevanus Rego, Melvy Lisandra Riani Parende Ridwan Mochtar Thaha Ristina Rosauli Harianja Rosmin M Tingginehe Rosmin M. Tingginehe Rumlaklak, Margaretha Falentine Samuel Piter Irab Sarce Makaba Sarce Makaba Sarce Makaba Semuel Piter Irab Semuel Piter Irab Septevanus Rantetoding Sude, Ellen Vinardya Sulistiyana Sulistiyana Taa, Marlessy Christina Togodly, Arius Tuturop, Katarina L. Violita, Fajrin Vonny Mais Numberi Wahyuti, Wahyuti Wilma Florencia Woapari, Beery I. S Yacob Ruru Yacob Ruru Yacob Ruru Yane Tambing Yufuai, Agustina Regina Yulius Sarungu Paiting Zul Fikar Ahmad