Claim Missing Document
Check
Articles

Risk Factors of Pulmonary Tuberculosis: A Case-Control Study from Eastern Indonesia Haposan Simatupang; Sarce Makaba; Hasmi; Semuel Piter Irab; Yacob Ruru; Muhammad Nurdin Akbar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2025.16.2.204-214

Abstract

Pulmonary Tuberculosis (TB) remains a major public health concern in Indonesia, including in Teluk Bintuni District. The increasing trend of cases underscores the urgency of identifying risk factors, particularly in underserved areas. This study aimed to analyze risk factors associated with pulmonary TB incidence in Teluk Bintuni. A quantitative case-control (1:2) was applied, involving 336 purposively selected respondents who sought care between January and December 2024. Cases were confirmed TB patients, and controls were non-TB patients. Secondary data were obtained from the Tuberculosis Information System (Sistem Informasi Tuberkulosis or SITB) and health center records. Univariate analysis indicated that most pulmonary tuberculosis cases were observed among respondents with lower education, productive age group, non-smokers, and Papuan ethnicity. Bivariate analysis using chi-square and Fisher’s exact tests identified variables with p<0.25 for inclusion in multivariate logistic regression. Significant associations were found between TB and HIV status, education, distance to health facilities, and ethnicity. HIV positivity was observed in 12.5% of cases versus 3.1% of controls (p=0.001; OR=4.429). Low education was more common among controls (79.5%) than cases (55.4%) (p<0.001;OR=0.320), non-Papuan ethnicity accounted for 25.0% of cases and 8.5% of controls (p<0.001; OR=0.278). Living ≥5 km from health services was less frequent among  cases (14.3%) than controls (24.1%) (p=0.037; OR=0.525). In multivariate analysis, HIV status, ethnicity, and education remained significant, with HIV status emerging as the strongest predictor (OR=4.376; p=0.003). The lower TB prevalence among individuals with less-education may reflect underdiagnosis due to limited access to service or reduced or care-seeking. These findings highlight the need for HIV control, improved detection, and culturally tailored TB strategies in remote communities.
The Effectiveness of Education Based on Modules on Knowledge, Attitudes, and Involvement of Husbands in Childbirth Support: Literature Review Harianja, Ristina Rosauli; Nurdin, Muhammad Akbar
Asian Journal of Healthcare Analytics Vol. 5 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajha.v5i1.16439

Abstract

In Indonesia, husbands often serve as the primary birth partner, but their involvement during childbirth is still influenced by variations in knowledge, attitudes, emotional readiness, cultural norms, and health facility policies. Education through modules, booklets, e-modules, and similar media is viewed as a practical strategy to prepare husbands to fulfill their role as birth partners more effectively. The objective is to examine the scientific evidence regarding the effectiveness of module-based education on knowledge, attitudes, and husbands’ involvement in childbirth support, as well as to situate this within the broader evidence base on labor companionship. The synthesis was conducted thematically across review articles, observational studies, qualitative studies, quasi-experimental studies, and reports on educational interventions. High-level evidence indicates that continuous support during childbirth enhances the childbirth experience, improves certain maternal outcomes, and strengthens the mother’s sense of security. On the other hand, specific evidence regarding childbirth companion modules for husbands is still dominated by small-scale quasi-experimental studies, community service projects, and implementation studies. Consistently, module formats—booklets, e-modules, and educational videos—enhance knowledge, understanding of roles, motivation, and husbands’ readiness to provide emotional, informational, instrumental, and advocacy support.
Analisis Hubungan Dimensi Kualitas Pelayanan (SERVQUAL) dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Vonny Mais Numberi; Arius Togodly; Dolfinus Yufu Bouway; Martapina Anggai; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57137

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam menilai kepuasan pasien sekaligus tolok ukur keberhasilan layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati) dengan kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling terhadap 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta multivariat dengan regresi linier berganda metode enter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukti fisik (B=0,261; p=0,001), keandalan (B=0,134; p=0,002), dan empati (B=0,436; p<0,001) berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan jaminan (B=-0,037; p=0,691) dan daya tanggap (B=0,005; p=0,947) tidak signifikan. Disimpulkan bahwa kepuasan pasien di RSUD Yowari dipengaruhi terutama oleh empati, keandalan, dan bukti fisik, dengan empati sebagai faktor paling dominan.
Analisis Hubungan Dimensi Mutu Pelayanan Rawat Inap Dengan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit TNI Angkatan Darat Marthen Indey Jayapura Muhammad I Made Annafi Arianto; Arius Togodly; Rosmin M. Tingginehe; Yacob Ruru; Muhammad Akbar Nurdin; Paula Nancy Lefaan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57148

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam menilai kepuasan pasien sekaligus tolok ukur keberhasilan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati) dengan kepuasan pasien rawat inap di RS TNI AD Marthen Indey Jayapura. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling terhadap 102 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode enter. Analisis bivariat menunjukkan bahwa dimensi jaminan, empati, dan daya tanggap berhubungan dengan kepuasan pasien, sedangkan bukti fisik dan keandalan tidak signifikan. Analisis multivariat menegaskan bahwa hanya jaminan (OR=12,99; p<0,001) dan empati (OR=5,75; p=0,024) yang berpengaruh signifikan, sementara dimensi lainnya tidak berpengaruh dalam model akhir. Disimpulkan bahwa kepuasan pasien di RS TNI AD Marthen Indey Jayapura terutama dipengaruhi oleh jaminan dan empati, dengan jaminan sebagai faktor paling dominan. Temuan ini menekankan pentingnya kompetensi tenaga kesehatan, rasa aman, serta perhatian interpersonal dalam membangun kepuasan pasien rawat inap..
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Puskesmas Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni Orpa Mayung Allo; Novita Medyati; Agus Zainuri; Arius Togodly; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57260

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Di Indonesia, beban PPOK terus meningkat seiring tingginya prevalensi merokok, paparan polusi udara, serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PPOK di Puskesmas Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni serta mengidentifikasi faktor dominan yang paling berpengaruh. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan sampel sebanyak 101 responden yang dipilih melalui teknik total sampling berdasarkan data rekam medis tahun 2023–2025. Variabel dependen adalah kejadian PPOK, sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, suku, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode Backward Likelihood Ratio (Backward LR). Hasil menunjukkan bahwa pendidikan rendah, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru berhubungan signifikan dengan kejadian PPOK, dengan pendidikan rendah sebagai faktor paling dominan. Penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan literasi kesehatan, edukasi berhenti merokok, serta deteksi dini komorbiditas paru di layanan primer.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bintuni Papua Barat Riani Parende; Sarce Makaba; Novita Medyati; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Agus Zainuri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57430

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi penyebab utama morbiditas balita di Indonesia. Tingginya angka kejadian diare dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik individu maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bintuni tahun 2026 serta mengidentifikasi faktor dominan. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari register pasien Februari 2026. Populasi penelitian berjumlah 184 balita, seluruhnya dijadikan sampel melalui metode total sampling. Variabel dependen adalah kejadian diare, sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, riwayat imunisasi, pemberian ASI eksklusif, dan status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode Backward Likelihood Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p = 0,042) dan status gizi (p = 0,004) berhubungan signifikan dengan kejadian diare, sedangkan jenis kelamin, riwayat imunisasi, dan ASI eksklusif tidak signifikan. Analisis multivariat menegaskan bahwa status gizi dan usia merupakan faktor dominan, dengan status gizi sebagai faktor paling berpengaruh
PELATIHAN KADER POSYANDU DALAM PENGOLAHAN PANGAN LOKAL TINGGI PROTEIN BERBASIS IKAN BILIS UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Rahmadona Rahmadona; Ristina Rosauli Harianja; Luh Pitriyanti; Kartika Sri Dewi Batubara; Muhammad Akbar Nurdin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39227

Abstract

Abstrak: Stunting memerlukan pencegahan berbasis masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi dan pengolahan makanan yang aman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam mengolah pangan lokal tinggi protein berbasis ikan bilis serta menerapkan higiene sanitasi makanan. Kegiatan dilaksanakan di wilayah pesisir Kepulauan Riau dengan 30 kader posyandu sebagai peserta. Metode kegiatan meliputi FGD, demonstrasi pembuatan SI-DANIS (dimsum ikan bilis), penyuluhan dapur sehat, observasi partisipasi, dan evaluasi pretest-posttest. Indikator keberhasilan mencakup peningkatan skor pengetahuan, keterlibatan aktif peserta, dan kemampuan mengikuti praktik pengolahan pangan. Hasil evaluasi menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 76 menjadi 88; uji Wilcoxon menghasilkan p=0,039. Pelatihan berbasis potensi pangan lokal disertai edukasi higiene sanitasi efektif memperkuat kapasitas kader posyandu dalam mendukung pencegahan stunting.Abstract: Stunting prevention requires community-based efforts through nutritious local foods and safe food processing. This community service activity aimed to improve posyandu cadres' knowledge and skills in processing high-protein local food made from anchovy and applying food hygiene and sanitation. The activity was conducted in a coastal area of Kepulauan Riau with 30 posyandu cadres. The methods included FGD, demonstration of SI-DANIS (anchovy dumplings), healthy kitchen education, participation observation, and pretest-posttest evaluation. Success indicators were increased knowledge scores, active participation, and the ability to follow food-processing practices. The mean knowledge score increased from 76 to 88, and the Wilcoxon test showed a significant difference (p=0.039). This local-food-based training combined with hygiene and sanitation education effectively strengthened cadres' capacity to support stunting prevention.
Tantangan dan pengalaman ibu hamil dengan anemia dalam upaya pencegahan: studi fenomenologi di Timika: Challenges and experiences of pregnant women with anemia in prevention efforts: a phenomenological study in Timika Alfisanatin; Rosmin M Tingginehe; Arius Togodly; Samuel Piter Irab; Muhammad Akbar Nurdin; Yulius Sarungu Paiting
Jurnal Keperawatan Tropis Papua Vol. 9 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v9i1.501

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Papua, dengan tren peningkatan kasus di layanan kesehatan primer. Faktor perilaku, gizi, dan sosial budaya diketahui memengaruhi upaya pencegahan, namun bukti kontekstual dari wilayah ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman dan hambatan ibu hamil dengan anemia dalam menjalani upaya pencegahan di Puskesmas Pasar Sentral Timika. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif dilakukan di Puskesmas Pasar Sentral Timika, Papua. Sepuluh ibu hamil dengan anemia dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Lima tema teridentifikasi: pengetahuan partisipan tentang anemia umumnya terbatas, dengan internet sebagai sumber informasi utama selain tenaga kesehatan; kepatuhan konsumsi tablet tambah darah rendah, dipengaruhi oleh kelupaan, kondisi subjektif, serta ketidaknyamanan terhadap rasa dan bau tablet; pola makan belum optimal, dengan variasi konsumsi terbatas dan adanya pantangan makanan berbasis budaya; dukungan keluarga, terutama suami, berperan dalam mendukung konsumsi tablet tambah darah; dan edukasi dari tenaga kesehatan umumnya masih bersifat instruksional tanpa penjelasan yang memadai. Temuan ini menggambarkan kesenjangan antara ketersediaan intervensi, pemahaman ibu hamil, dan kualitas edukasi dalam pelayanan antenatal. Anemia among pregnant women remains a major public health concern in Papua, Indonesia, with increasing cases reported at primary healthcare settings. Behavioral, nutritional, and sociocultural factors are known to influence prevention practices, yet contextual evidence from this region remains limited. This study aimed to explore the experiences and barriers of pregnant women with anemia in undertaking prevention efforts at Puskesmas Pasar Sentral Timika. A qualitative study with a descriptive phenomenological approach was conducted at Puskesmas Pasar Sentral Timika, Papua. Ten pregnant women with anemia were selected using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Colaizzi's method. Five themes were identified: participants' knowledge of anemia was generally limited, with the internet as a primary source of information alongside healthcare providers; adherence to iron supplementation was low, influenced by forgetfulness, subjective conditions, and discomfort related to the tablet's taste and smell; dietary practices were suboptimal, with limited food variety and the presence of culturally influenced food taboos; family support, particularly from husbands, facilitated supplementation adherence; and health education provided by healthcare workers was mostly instructional without adequate explanation. These findings describe a gap between the availability of interventions, pregnant women's understanding, and the quality of education within antenatal care services.
Paparan asap rokok dan status imunisasi sebagai faktor risiko dominan kejadian infeksi saluran pernapasan akut pada balita di BLUD Puskesmas Timika: Tobacco smoke exposure and immunization status as dominant risk factors for acute respiratory infections among children under five at BLUD Puskesmas Timika Ririn Andriani Ibrahim; Rosmin Tingginehe; Arius Togodly; Muhammad Akbar Nurdin; Sarce Makaba; Novita Medyati
Jurnal Keperawatan Tropis Papua Vol. 9 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v9i1.502

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas balita di negara berkembang. Provinsi Papua Tengah mencatat prevalensi ISPA balita sebesar 11,8%, jauh melampaui rata-rata nasional 4,8%, sementara data epidemiologis spesifik dari BLUD Puskesmas Timika belum tersedia sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kejadian ISPA pada balita dan mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 151 balita yang berkunjung ke Poli MTBS BLUD Puskesmas Timika pada Maret 2026, dipilih secara consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis elektronik, formulir MTBS, dan kuesioner terstruktur, dianalisis secara bivariat dengan uji chi-square dan estimasi odds ratio (OR), dilanjutkan regresi logistik backward untuk analisis multivariat. Sebanyak 100 dari 151 balita (66,2%) terdiagnosis ISPA. Paparan asap rokok merupakan faktor dominan (OR adj 4,012; 95% CI 1,871–8,603; p < 0,001), diikuti imunisasi tidak lengkap (OR adj 2,813; 95% CI 1,323–5,981; p = 0,007). Balita yang terpapar asap rokok sekaligus memiliki imunisasi tidak lengkap mencatat proporsi ISPA tertinggi (84,3%). Status gizi, riwayat berat badan lahir rendah, ASI eksklusif, dan pendidikan ibu tidak berhubungan bermakna. Intervensi pencegahan ISPA di wilayah ini perlu mengintegrasikan pengendalian paparan asap rokok dalam rumah tangga dan penguatan cakupan imunisasi dasar secara bersamaan. Acute respiratory infection (ARI) is a leading cause of morbidity and mortality in children under five in developing countries. Central Papua Province recorded an ARI prevalence of 11.8% among children under five, exceeding the national average of 4.8%, while no prior epidemiological data specific to BLUD Puskesmas Timika were available. This study aimed to analyze risk factors associated with ARI in children under five and identify the most dominant factor. A cross-sectional study was conducted among 151 children under five attending the IMCI Clinic at BLUD Puskesmas Timika in March 2026, selected by consecutive sampling. Data were collected from electronic medical records, IMCI forms, and structured questionnaires, analyzed using chi-square tests with crude odds ratio estimation, followed by backward logistic regression. Of 151 children, 100 (66.2%) were diagnosed with ARI. Tobacco smoke exposure was the most dominant factor (aOR 4.012; 95% CI 1.871–8.603; p < 0.001), followed by incomplete immunization (aOR 2.813; 95% CI 1.323–5.981; p = 0.007). Children simultaneously exposed to tobacco smoke and with incomplete immunization recorded the highest ARI proportion (84.3%). Nutritional status, low birth weight history, exclusive breastfeeding, and maternal education showed no significant association. ARI prevention programs in this setting should integrate household smoking control with strengthened immunization coverage simultaneously.
ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN DALAM PENERAPAN PROSEDUR MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) DI BLUD PUSKESMAS TIMIKA JAYA KABUPATEN MIMIKA PROVINSI PAPUA TENGAH Netty Tengko Allo Rerung; Rosmin M. Tingginehe; Septevanus Rantetoding; Novita Mediati; Muhammad Akbar Nurdin; Yulius Sarungu
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13491

Abstract

The Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) is a child healthcare strategy designed to improve the comprehensive quality of case management for sick children under five at primary healthcare facilities, yet its success largely depends on healthcare workers' compliance with the established procedural guidelines. This study aimed to analyze the determinants of healthcare workers' compliance with the implementation of IMCI procedures at Timika Jaya Community Health Center, Mimika Regency, Central Papua Province. This study employed a quantitative analytical observational design with a cross-sectional approach, involving 37 healthcare workers providing services to sick children under five within the health center's working area, selected through total sampling. Data were collected using questionnaires and observation checklists, then analyzed using the Chi-Square test and multiple binary logistic regression. The findings showed that knowledge, attitude, IMCI training, and workload were not significantly associated with healthcare workers' compliance, whereas supervisory support and the availability of supporting facilities were significantly associated and emerged as the most dominant factors influencing compliance, with supervisory support being the strongest predictor. This study concludes that healthcare workers' compliance in implementing IMCI is more strongly influenced by organizational factors than by individual factors, indicating that strengthening routine supervision systems and ensuring adequate supporting facilities should be prioritized to improve the quality of IMCI services in resource-limited settings. ABSTRAK Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) merupakan strategi pelayanan kesehatan anak yang bertujuan meningkatkan mutu tata laksana balita sakit secara komprehensif di fasilitas kesehatan tingkat pertama, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kepatuhan tenaga kesehatan dalam menjalankan prosedur sesuai pedoman. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kepatuhan tenaga kesehatan dalam penerapan prosedur MTBS di BLUD Puskesmas Timika Jaya, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 37 tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kepada balita sakit di wilayah kerja puskesmas tersebut, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, pelatihan MTBS, dan beban kerja tidak berhubungan secara bermakna dengan kepatuhan tenaga kesehatan, sedangkan supervisi pimpinan dan ketersediaan sarana pendukung terbukti berhubungan signifikan serta menjadi faktor paling dominan dalam memengaruhi kepatuhan, dengan supervisi pimpinan sebagai prediktor terkuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan tenaga kesehatan dalam penerapan MTBS lebih dipengaruhi oleh faktor organisasi dibandingkan faktor individual, sehingga penguatan sistem supervisi rutin dan pemenuhan sarana pendukung pelayanan perlu menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas pelayanan MTBS di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.
Co-Authors A. Arsunan Arsin Adimuntja, Natalia Paskawati Afdal Kasimur Afelya, Titi Iswanti Agung Sutiono Pontoh Agus Zainur Agus Zainuri Agus Zainuri Alfisanatin Almung, Winsi Andi Arsunan Arsin Andi Syaiful Andimuntja, Natalia Paskawati Arif Anwar Arinda, Yosi Duwita Arius Togodly Arius Togodly Arius Togodly Arius Togodly Arius Togodly Asmawati Asmawati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati, Asriati Bouway, Dolfinus Y. Christin Debora Nabuasa Citra Kumala Dewi Dolfinus Bouway Dolfinus Y Bouway Dolfinus Yufu Bouway Dolfinus Yufu Bouway Dyvano Mars Rezki Bangalino Elpira Asmin Fransina Alfonsina Izaac Haposan Simatupang Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Helen Try Juniasti Helen Try Juniasti Hursepuny, Ivanachela Ida Merry Rumanasen Inriyanti Assa Ipa Sari Kardi Irma Sari Ayu Br. Sipahutar Junalia Muhammad Kartika Sri Dewi Batubara Katarina L. Tuturop Katarina Lodia Tuturop Konstantina Martina Pariaribo Konstantina Pariaribo Korwa, Steny Persilla Geetruida Linda Margared Antaribaba Linda Margared Antaribaba Lisda Oktavia Madu Pamangin Luh Pitriyanti Maidin, Wahyuti Malik Malik Mamoribo, Sherly Novita Margaretha Falentine Rumlaklak Maria Papuana Natalia Mayabubun Marlessy Christina Taa Martapina Anggai Martapina Anggai Maturbongs, Margaretha Rosari Melvy Lisandra Rego Mesri Kartika Mina Blandina Ayomi Mohamad Emin Refideso Mona Safitri Fatiah Muhammad I Made Annafi Arianto Nabuasa, Christin Debora Nasruddin Nasruddin Netty Tengko Allo Rerung Novita Mediati Novita Mediati Novita Medyati Novita Medyati Novita Medyati Nurmalisa Gita Savitri Orpa Mayung Allo Pariaribo, Konstantina M. Pariaribo, Konstantina Marthina Paula Nancy Lefaan Rahmadona Rahmadona Rantetoding, Septevanus Rasmawati Rasmawati REGINA RUMBIAK Riani Parende Ridwan Mochtar Thaha Ririn Andriani Ibrahim Ristina Rosauli Harianja Rosmin M Tingginehe Rosmin M. Tingginehe Rosmin M. Tingginehe Rosmin Mariati Tingginehe Rosmin Tingginehe Samuel Piter Irab Sarce Makaba Sarce Makaba Sarce Makaba Sarce Makaba Semuel Piter Irab Semuel Piter Irab Septevanus Rantetoding Septevanus Rantetoding Septevanus Rantetoding Septevanus Rantetoding Steny Persilla Geetruida Korwa Sude, Ellen Vinardya Sulistiyana Sulistiyana Surio Arrang Bua Togodly, Arius Tuturop, Katarina L. Violita, Fajrin Vonny Mais Numberi Wahyuti Wahyuti Wahyuti Wahyuti, Wahyuti Wilda Wijayani Pamangin Wilma Florencia Woapari, Beery I. S Yacob Ruru Yacob Ruru Yacob Ruru Yacob Ruru Yane Tambing Yufuai, Agustina Regina Yulius Sarungu Yulius Sarungu Paiting Zul Fikar Ahmad